• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP ... - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP ... - Repository UMA"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perilaku psikomotorik juga menjadi salah satu ciri konsentrasi belajar siswa, seperti gerak tubuh yang tepat atau sesuai petunjuk guru. Yang terakhir adalah perilaku berbahasa, dalam perilaku ini siswa hendaknya fokus belajar dengan kegiatan berbahasa yang terkoordinasi dengan baik dan benar. Kenyataannya ketika siswa menghadapi proses belajar maka akan timbul permasalahan yaitu konsentrasi dalam belajar.Meningkatkan konsentrasi belajar siswa dengan menggunakan aromaterapi merupakan cara yang efektif untuk melihat sejauh mana siswa mampu meningkatkan fokus belajarnya agar untuk mencapai hasil prestasi belajar yang lebih baik (Syah, 2010).

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar siswa, baik dari luar maupun dalam diri siswa, salah satunya dapat dijadikan konsentrasi melalui metode aroma terapi. Pengaruh aromaterapi terhadap konsentrasi belajar ditinjau dari hasil belajar merupakan upaya untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Menurut Slameto (2003), lingkungan fisik mempunyai pengaruh yang besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa, dimana lingkungan fisik yang kotor, berbau tidak sedap, tidak kondusif mengakibatkan terganggunya konsentrasi belajar anak, sehingga hasil belajar menurun.

Oleh karena itu, penelitian ini akan menguji kembali apakah terdapat pengaruh aromaterapi terhadap konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul Pengaruh Aromaterapi Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di SMP N 2 Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.

Identifikasi Masalah

Penelitian ini fokus pada mata pelajaran bahasa inggris karena mata pelajaran bahasa inggris di SMP N 2 Bendahara mendapat nilai di bawah rata-rata.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Siswa
    • Penegrtian Siswa
  • Konsentrasi Belajar
    • Pengertian Konsentrasi Belajar
    • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Belajar
    • Aspek-aspek Konsentrasi Belajar
    • Ciri-ciri Konsentrasi Belajar
  • Aromaterapi
    • Pengertian Aromaterapi
    • Jenis-jenis dan Khasiat Aromaterapi
    • Manfaat Aromaterapi
    • Cara Penggunaan Aromaterapi
    • Cara Kerja Aromaterapi Inhalasi
  • Pengaruh Aromaterapi terhadap Konsentrasi Belajar
  • Kerangka Konseptual
  • Hipotesis

Kemudian konsentrasi belajar menurut Salameto dalam Aini (2012), yaitu memusatkan pikiran pada suatu topik dengan mengesampingkan segala hal lain yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Berdasarkan hasil nasehat diatas maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar adalah seseorang yang memusatkan perhatiannya pada suatu objek, begitu pula pada saat proses belajar mengajar siswa dapat berkonsentrasi pada materi yang diajarkan, sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. . hasil belajar. Perilaku ini menunjukkan bahwa siswa mempunyai konsentrasi belajar: a) Adanya penerimaan, yaitu tingkat perhatian tertentu.

Pada perilaku tersebut terlihat bahwa siswa yang konsentrasi belajar mempunyai aktivitas berbahasa yang terkoordinasi dengan baik dan benar. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar siswa baik dari luar maupun dalam diri siswa, salah satu yang dapat digunakan untuk meningkatkan konsentrasi adalah melalui metode aroma terapi. Terdapat pengaruh aromaterapi terhadap konsentrasi belajar, dengan asumsi semakin sering aromaterapi diberikan maka konsentrasi belajar semakin tinggi, sebaliknya semakin sedikit aromaterapi yang tidak pernah diberikan maka konsentrasi belajar semakin rendah.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat kuasi eksperimen dan bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh aromaterapi terhadap konsentrasi belajar siswa. Dalam desain ini digunakan sekelompok subjek yang terlebih dahulu diberikan pre-test kemudian diberikan treatment, kemudian dilakukan pengukuran post-test lagi untuk mengetahui pengaruh aromaterapi terhadap konsentrasi belajar siswa, efektifkah penerapannya. Hasil dari pretest tersebut akan diketahui keadaan konsentrasi belajar siswa sebelum mendapat perlakuan yang disebut dengan T1 (rata-rata kelompok sebelum diberikan perlakuan).

Dan hasil post test tersebut akan menjadi kondisi konsentrasi belajar siswa setelah mendapat perlakuan yang disebut T2 (rata-rata kelompok setelah perlakuan), sehingga dari hasil T1 dan T2 akan terlihat apakah pemberian aromaterapi dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa. meningkatkan. Hasil skor T1 dan T2 menunjukkan perkembangan konsentrasi belajar siswa selama dua minggu pemberian aromaterapi. Konsentrasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah konsentrasi belajar dimana siswa dapat memusatkan pikirannya pada suatu objek, berkonsentrasi mendengarkan penjelasan guru, memahami materi yang disampaikan dan menyelesaikan tugas di sekolah sehingga tercapai hasil belajar yang maksimal.

Konsentrasi belajar diukur dengan metode dokumentasi dengan memberikan ulangan harian kepada siswa yang mengikuti penelitian. Pengukuran ini didasarkan pada kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, terlihat dari data awal berupa skor prestasi belajar siswa yang mengambil mata kuliah Bahasa Inggris. Untuk mengetahui apakah aromaterapi berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar, dilakukan metode uji beda rata-rata untuk sampel yang sama (paired sample t-test).

Penggunaan Teknik Relaksasi untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Kelas B di TK Terate Pandian Sumenep Tahun Pelajaran 2011-2012. Pengaruh Tempat Duduk Berbentuk U Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SD di Harvard English Course Sei Rampah.

Gambar I. Kerangka Konseptual  F.  Hipotesis
Gambar I. Kerangka Konseptual F. Hipotesis

METODOLOGI PENELITIAN

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan bagian terpenting dalam penelitian ilmiah karena metode yang digunakan dalam penelitian dapat menentukan apakah suatu hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Pembahasan metode penelitian ini menjelaskan: jenis penelitian, metode eksperimen, identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Tipe Penelitian

Pengertian metode berasal dari kata methodos (Yunani) yang berarti cara atau jalan yang ditempuh, sedangkan menurut KKBI metode adalah suatu cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan guna mencapai apa yang ditentukan. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti. Menurut Arikunto (2002), yang dimaksud dengan eksperimen adalah suatu cara mencari hubungan sebab akibat (kausalitas) antara dua faktor yang dihasilkan oleh peneliti dengan menghilangkan faktor perancu lainnya.

Metode Eksperimen

Penelitian tidak dapat dipaksakan untuk selalu memenuhi syarat-syarat penelitian eksperimental, khususnya pada bidang ilmu-ilmu sosial, sehingga penelitian tersebut tidak dapat dikatakan sebagai eksperimen yang sebenarnya (genuine eksperimental). Wallen dalam Sihotang (2006), menyatakan bahwa kualitas penelitian tergantung pada bagaimana validitas internal dapat dikontrol dengan baik. Kelompok yang sengaja dipilih dari populasi ini dibagi menjadi 1 kelompok yaitu kelompok eksperimen yang terdiri dari 26 subjek.

Identifikasi Variabel Penelitian

Definisi Oprasional

Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini metode pemberian aromaterapi adalah dengan cara penyemprotan menggunakan alat suntik elektrik dengan waktu penyemprotan yang telah ditentukan, penyemprotan dilakukan pada saat proses belajar mengajar sebanyak 4 kali setiap 15 menit. Menurut Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi (dalam Yasril, 2009) menyatakan bahwa jumlah sampel yang diperlukan tergantung pada teknik analisis yang digunakan.

Teknik Pengumpulan Data

Prosedur Pelaksanaan Penelitian

  • Analisis Data

Tahap Persiapan Pada tahap ini perlu dilakukan penyiapan bahan kajian, penyiapan alat-alat yang digunakan dalam proses percobaan, penyiapan izin penelitian, dan penentuan subjek penelitian. Mengunjungi sekolah SMP N 2 BENDAHARA Aceh Tamiang untuk meminta izin sekaligus berdiskusi dan meminta keterangan yang diperlukan dan berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan serta mengamati ruangan yang akan dijadikan tempat pengambilan penelitian. tempat kota. Pencahayaan atau Cahaya: Periksa lampu yang digunakan di dalam ruangan untuk melihat apakah cukup terang; jika pencahayaan dalam ruangan kurang mencukupi maka lampu dalam ruangan akan diubah agar lebih terang.

Selain itu, jika cahaya yang masuk dari jendela menyebabkan silau di dalam kelas, maka akan dipasang tirai pada jendela untuk meminimalisir silau yang masuk. Selain itu perlu dilakukan pengendalian sampel dengan memilih siswa yang mempunyai nilai dibawah 70 yang mengambil mata pelajaran Bahasa Inggris. Peneliti dan guru melakukan pre-test dengan mengadakan ujian bahasa Inggris harian (QUIZ) dengan tujuan untuk melihat nilai sebelum dilakukan post-test.

Aromaterapi yang diberikan berupa aromaterapi melati, untuk menyebarkan aromaterapinya menggunakan alat pengukus atau oven aromaterapi, aromaterapi ini merupakan pengobatan dalam penelitian. Pada penelitian ini digunakan kipas angin untuk membantu menyebarkan uap aromaterapi secara merata ke seluruh ruangan. Setelah beberapa sesi aromaterapi, akan dilakukan post test untuk sesi terakhir dengan menyelesaikan ujian.

Tahap Pengolahan Setelah diperoleh data pengukuran konsentrasi pembelajaran, baik sebelum maupun sesudah pemberian aromaterapi, maka data tersebut diolah dengan menggunakan Uji T atau Uji Beda. Yang membedakan dalam penelitian ini adalah skor subjek sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi, kemudian hasil penelitian dianalisis dan dibahas sehingga diperoleh kesimpulan dari penelitian tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik dengan uji t atau uji beda. Yang membedakan dalam penelitian ini adalah nilai subjek pada tes awal (pretest) dan nilai subjek pada tes akhir (posttest).

Desain uji beda ini digunakan untuk menganalisis desain penelitian pre-post atau pre-post. Uji beda digunakan untuk mengevaluasi perlakuan tertentu pada sampel yang sama pada dua periode pengamatan yang berbeda (Widiyanto, 2013). Menurut Widiyanto (2013), uji t berpasangan merupakan suatu metode uji yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas suatu pengobatan, yang ditandai dengan perbedaan mean sebelum dan mean setelah pengobatan.

Sampel berpasangan diartikan sebagai sampel dengan subjek yang sama, namun mengalami dua perlakuan yang berbeda dalam situasi sebelum dan sesudah proses (Santoso, 2001). Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan secara komputer dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 24 for Windows (Trihendradi, 2009).

Tabel II. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Tabel II. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Orientasi Kencah Penelitian

Persiapan Penelitian

  • Persiapan Administrasi
  • Persiapan Alat Ukur Penelitian
  • Pelaksanaan Penelitian

Analisis Data dan Hasil Penelitian

  • Uji Normalitas
  • Uji Paired Sample T-Test

Pembahasan

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran

Gambar

Gambar 1. Kerangka Konseptual .............................................................
Gambar I. Kerangka Konseptual  F.  Hipotesis
Tabe I. Rancangan Penelitian Pre-test Post-test One Group Design
Tabel II. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil belajar siswa adanya peningkatan proses hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II maka dapat disimpulkan bahwa Adanya Peningkatan Hasil

Minat belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat terlihat. dari perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran, konsentrasi

Berdasarkan pendapat mengenai pentingnya menciptakan konsentrasi belajar untuk meningkatkan prestasi siswa dan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar

Peningkatan kemampuan aplikasi konsep siswa tanpa menggunakan model siklus belajar 5E menunjukkan bahwa indikator aplikasi konsep paling tinggi terdapat pada aspek

Pada dasarnya fasilitas belajar adalah alat bantu yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kenyataannya dilapangan motivasi belajar siswa sering tidak

dalam diri siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar maka hasil. belajarnya

Pada kenyataannya yang terjadi dalam pembelajaran biologi partisipasi belajar siswa kurang diperhatikan, karena proses pembelajaran biologi.. didalam kelas masih dilakukan

Kenyataannya dalam proses belajar mengajar pada pelajaran bimbingan konseling di SMPN 1 Sampung masih banyak siswa yang kurang memperhatikan uraian guru, kurang konsentrasi