• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Pengaruh Current Ratio (CR) Dan Debt To Equity Ratio(DER) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of Pengaruh Current Ratio (CR) Dan Debt To Equity Ratio(DER) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Current Ratio (CR) Dan Debt To Equity Ratio(DER) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumsi

Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021

Yulita Kristanti1, Faradila Meirisa2

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Multi Data Palembang

1[email protected], 2[email protected]

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Pertumbuhan Laba secara parsial dan simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 Perusahaan dengan menggunakan purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis linear berganda dengan program SPSS 26. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR) tidak berpengaruh Pertumbuhan Laba sedangkan Debt To Equity (DER) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba.

Berdasarkan hasil uji simultan menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba.

Kata kunci: Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), Pertumbuhan Laba.

Abstract: This study aims to examine the effect of Current Ratio (CR) and Debt To Equity Ratio (DER) on Profit Growth partially and simultaneously. The population in this study are Consumer Goods Sector companies listed on IDX for the 2017-2021 period. The sample in this study amounted to 45 companies using purposive sampling.

Testing the hypothesis in this study used multiple linear regression analysis with the SPSS 26 program. The results of this partial test indicate that the Current Ratio (CR) variable have no effect on Profit Growth and Debt To Equity (DER) has a effect on Profit Growth. Based on the results of the simultaneous test, it shows that the variabels Current Ratio (CR) and Debt To Equity Ratio (DER) variables have no effect on profit growth

Keywords: financial literacy, income, and financial behavior

1. PENDAHULUAN

Setiap perusahaan perlu memahami karakteristik ekonomi dan industri karena stabilitas ekonomi yang dimiliki suatu negara dapat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Salah satu hal yang dilakukan perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan pertumbuhan ekonomi adalah melalui pasar modal yaitu dengan menanamkan modalnya dalam bentuk investasi. Investasi dalam bentuk dana dapat berupa tanah, emas, mensin, dan bangunan.

Dalam penelitian ini membahas mengenai saham.

Menurut Tandelilin (2017, h. 31) saham merupakan sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan.

Perusahaan berskala besar mau pun kecil akan mencari pasar modal yang dapat memberikan keuntungan yang menjamin dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan laba dari perusahaan tersebut.

Menurut Herry (2017, h.85) pertumbuhan laba yang positif mengindikasikan bahwa perusahaan telahberhasil dalam mengelola dan memanfaatkan

(2)

perusahaan yang kurang mampu menggelola sumber daya dengan baik.

Pada sektor barang konsumsi terjadi perlambatan pertumbuhan laba dimana pada akhir tahun 2017 mencapai sebesar 2% dibandingkan tahun 2003 hingga 2017 yang mampu mencapai peningkatan sebesar 11%.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi pada beberapa perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT. Unilver, PT. Indofood CBP Sukses Makmur, dan PT. Kalbe Farma. Perlambatan tersebut disebabkan adanya persaingan yang terjadi antar perusahaan semakin ketat dan memanas akibat melibatkan berbagai merek lokal maupun impor serta daya beli masyrakat yang melambat.

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel independen yaitu Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan laba yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021 baik secara parsial dan simultan.

2.1 Current Ratio (CR

Menurut Sukamulja (2019, h. 130) Current Ratio menghitung kemampuan perusahaan melunasi seluruh kewajiban jangka pendek yang menggunakan aset lancar yang dimiliki.

Faktor yang mempengaruhi Current Ratio (CR) adalah aset lancar dan liabilitas lancar. Dimana aset lancar meliputi kas, efek dari piutang usaha, dan persediaan. Untuk liabilitas lancar terdiri atas utang usaha, upah, dan pajak yang masih harus dibayar, serta wesel bayar jangka pendek kepada bank, yang semuanya jatuh tempo dalam satu tahun (Bringham

& Houston , 2018, h. 127).

Dengan adanya ratio ini membantu perusahaan dalam menganalisis keadaan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yaitu apakah perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan laba atau justru laba mengalami penurunan.

2.2 Debt To Equity Ratio (DER)

Menurut Kasmir (2019, h. 159) Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas.

Faktor yang mempengaruhi Debt To Equity Ratio (DER) adalah utang dan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan. Dimana utang terdiri atas utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Sedangkan ekuitas terdiri atas modal saham, saldo laba dan kurs (Kasmir, 2019, h.159).

Semakin besar rasio yang dimiliki maka akan semakin baik. Sebaliknya dengan rasio yang rendah, semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi pinjaman jika terjadi kerugian terhadap nilai aktiva.

2.3 Pertumbuhan Laba

Rasio pertumbuhan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya (Kasmir, 2019, h. 107).

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba berupa penjualan, dari laba bersih, pendapatan per saham, dan dividen per saham (Kasmir, 2019, h.

107).

Berikut adalah kerangka pemikiran dalam penelitian ini:

(3)

Sumber: Penulis, 2023

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Pada penelitian ini akan menjelaskan

hubungan antar variabel independen dan variabel dependen baik secara parsial maupun simultan.

Berdasarkan kerangka pemikiran menjelaskan adanya hubungan antar variabel independen yaitu Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan laba baik secara parsial mau pun simultan.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif karena penelitian ini menggunakan data berupa angka-angka yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sektor barang konsumsi.

Jenis data yang digunakan adalah data

sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh langsung dari Bursa Efek Indonesia dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dari laporan keuangan yang diterbitkan setiap perusahaan selama periode 2017-2021.

Objek penelitian yang digunakan untuk menganalisis yaitu variabel Current Ratio(CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan laba. Sedangkan subjek penelitian yaitu seluruh perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021.

Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah 45 perusahaan dari 76 perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Berikut adalah kriteria yang memenuhi syarat dalam penelitian ini

Tabel 1. Kriteria Sampel

(4)

Definisi operasional dalam penelitian terdiri atas Current Ratio, Debt To Equity Ratio, dan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa uji persamaan regresi dengan uji asumsi klasik, analisis linear berganda, dan hipotesis

Berdasarkan tabel 3 diatas diperoleh nilai signifikan sebesar 0,054 > 0,05 yang berarti nilai residual berdistribusi normal.

4.1.2 Uji Multikolonieritas

Tabel 2. Definisi Operasional pertumbuhan laba.

4.1 Uji Asumsi Klasik 4.1.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2018, h. 161) uji normalitas dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikan >

0,05.

Menurut Ghozali (2018, h. 107) uji Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance 0,10 atau variance factor (VIF) 10 maka terjadi multikolonieritas.

Sumber: Penulis, 2023

Tabel 3. Uji Normalitas

Sumber: Data Diolah Penulis, 2023

(5)

Tabel 4. Hasil Uji Multikolonieritas

Sumber: Data Diolah Penulis, 2023

Berdasarkan tabel 4 diatas diperoleh perhitungan nilai tolerance = 0,706 > 0,10 dan nilai VIF 1,417 < 10,00 yang berarti bahwa tidak terjadinya multikolonieritas.

Berdasarkan tabel 5 diatas terlihat bahwa tiktik-tiktik data tidak hanya di atas atau dibawah saja

Tabel 5. Hasil Uji Heterokedasitas

4.1.3 Uji Heterokedasitas

Menurut Ghozali (2018, h. 137) uji ini bertujuan untuk menguji ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

angka 0. Hal ini menujukkan bahwa tidak terdapat masalah heterokedasitas.

Sumber: Data Diolah Penulis, 2023

(6)

Tabel 6. Hasil Uji Autokolerasi

Sumber: Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan Tabel 6 diatas menunjukkan hasil uji autokolerasi dengan menggunakan pengujian Durbin-Watson bernilai 1,330 yang berarti terletak antara angka 1 dan 3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokloerasi.

Berdasarkan pengolahan data diatas diperoleh persamaan pada regresi linear berganda sebagai berikut:

Pertumbuhan Laba = 7,124 – 0,066 Current Ratio + 0,188 Debt To Equity Ratio

Keterangan:

1. Konstanta (a) sebesar 7,124 menunjukkan besarnya pengaruh dari Current Ratio dan Debt To Equity Ratio terhadap pertumbuhan laba. Jika variabel independen dianggap konstan maka rata- rata yang diperoleh dari pertumbuhan laba sebesar 7,124.

2. Koefisien regresi Current Ratio (CR) bertanda negatif sebesar -0,066 yang artinya

Tabel 7. Hasil Uji Linear Berganda

4.2 Analisis Linear Berganda

Analisis linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh dari variabel independen dan dependen (Gunawan, 2018, h.182).

mengalami kenaikan maka Pertumbuhan laba akan mengalami penurunan sebesar 6,6%. Koefisien regresi Debt To Equity Ratio (DER)s e b e s a r 0,188% yang artinya Debt To Equity R a t i o (DER) mengalami kenaikan maka Return on Assets akan mengalami penurunan sebesar 18,8.

4.3 Uji Hipotesis

4.3.1 Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen (Ghozali, 2018, h. 97).

Sumber: Data Diolah Penulis, 2023

(7)

Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Sumber: Data Diolah Penulis, 2023 Dari tabel 9 diatas menunjukkan hasil dari Adjusted R Square sebesar 0,212 yang berarti bahwa variabel pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh variabel Current Ratio dan Debt To Equity Ratio sebesar 21,2%. Sedangkan sisanya 78,8%

dipengaruhi oleh variabel yang tidak termasuk dalam penelitian model regresi. Untuk Std. Error of the Estimate memiliki nilai sebesar 5.24891 yang berarti nilai satuan dari pertumbuhan laba. Semakin kecil

Dari tabel 5 uji F diatas diperoleh nilai F hitung

> F tabel yaitu 2,045 < 3,036 dengan nilai signifikan 0,132 > 0,05. Sehingga dapat disimpulakan bahwa variabel Current Ratio dan Debt To Equity Ratio secara simultan tidak berpengaruh siginfikan terhadap pertumbuhan laba.

Tabel 10. Hasil Uji F

standart eror yang diperoleh semakin tepat untuk memprediksi pertumbuhan laba

4.3.2 Uji F

Menurut Ghozali (2018, h. 98) jika nilai signifikan F hitung < 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel independen.

4.3.3 Uji t

Menurut Ghozali, (2018, h. 98) jika Ha

> 0,05 maka diartikan tidak signifikan dan apabila Ha < 0,05 berarti signifikan.

Tabel 11. Hasil Uji t

(8)

Dari tabel 11 diatas secara parsial pengaruh dari Current Ratio pada nilai t hitung mengenai pengaruh current ratio dan debt to equity ratio terhadap pertumbuhan laba.

5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh current ratio dan debt to equity ratio terhadap pertumbuhan laba maka dapat disimpulkan:

1. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda secara simultan menunjukkan bahwa variabel current ratio dan debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba.

2. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda secara parsial variabel Current Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba. Sedangkan variabel Debt To Equity berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba.

3. Berdasarkan uji analisis linear berganda ditemukan bahwa variabel debt to equity ratio paling dominan berpengaruh secara signifikan.terhadap pertumbuhan laba, dilihat dari nilai standardized coeficients beta yang paling besar yaitu 0,108.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan peneliti yaitu, dilihat dari t tabel nilai terkecil adalah variabel Current Ratio. Dengan ini menujukkan bahwa Current Ratio sangat berperan penting terhadap pertumbuhan laba karena rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Apabila Current Ratio yang dimiliki perusahaan rendah dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang modal untuk membayar

utang. Hal ini dapat mempengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberi wawasan bagi para investor supaya lebih memahami cara berinvestasi dengan benar dan tepat.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Hery. 2017. Kajian Riset Akuntasi (A.Pramono (ed.); 1st ed.). PT Grasindo.

[2] Bringham, & Houston. 2018. Dasar-dasar Manajemen Keuangan (14 Buku 2), Salemba Empat

.

[3] Ghozali, I. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 (A. Tejokusumo (ed.); 9th ed.). Undip.

[4] Kasmir. 2019. Analisis Laporan Keuangan (S. Rinaldy (ed.); Cetekan ke).Rajawali Pers.

[5] Sukamulja, S. 2019. Analisis Laporan Keuangan (M. Kika (ed.); 1st ed.).

Andi.Tandelilin, E. (2017). Pasar Modal Manajemen Protofolio & Investasi (G. Sudibyo (ed.); 1st ed.). PT Kanisius.

[6] Tandelilin, Eduardus. 2017. Pasar Modal:

Manajemen Portofolio dan Investasi.

Yogyakarta: Kanisius

[7] Kasmir, 2019, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya rev-14, (Jakarata: PT Raja Grafindo Persada).

[8] Kasmir. 2019. Analisis Laporan Keuangan.

Edisi Pertama. Cetakan Kedua Belas.

PT Raja Grafindo Persada. Jakarta [9] Gunawan, C. 2018. Mahir Menguasai SPSS:

Mudah Mengelola Data Dengan IBM SPSS Statistic 25. Yogyakarta:CV. Budi Utama

Referensi

Dokumen terkait

DEBT TO EQUITY RATIO (DER) DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek

Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Debt to Assets Ratio Terhadap Return on Equity Pada Perusahaan OtomotifdanKomponen Yang Terdaftar Di Bursa Efek

Apakah BOPO, Debt to Equity Ratio (DER), dan pertumbuhan kantor cabang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perbankan yang terdaftar di Bursa

PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY TERHADAP HARGA SAHAM Studi Kasus Pada Sub Sektor Tambang Batu Bara Yang Terdaftar Di Bursa Efek

Apakah Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Financial Distress pada Perusahaan Sub-Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 – 20212. Apakah Return on

Bagaimana pengaruh Current Ratio, Return On Asset, dan Debt to Equity Ratio secara simultan terhadap Laba Bersih Pada Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek

Secara Simultan Current Ratio, Return on Asset, dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Laba Bersih pada Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek

Pengaruh Current Ratio CR, Debt to Equity Ratio DER, Debt to Asset Ratio DAR dan Inventory Turnover ITO Terhadap Laba Bersih pada Sub Sektor Pulp & Paper yang Terdaftar Di Bei Periode