PENGARUH KONTEN TIKTOK ES TEH INDONESIA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN PERSEPSI
HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Oleh:
Dwi Yulia Hariyani NIM: 200501136
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2023
ii
PENGARUH KONTEN TIKTOK ES TEH INDONESIA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN PERSEPSI
HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Skripsi
Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan untuk mencapai gelar
Sarjana Ekonomi
oleh
Dwi Yulia Hariyani NIM: 200501136
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2023
iii
iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Dwi Yulia Hariyani, NIM: 200501136 dengan judul Teh Indonesia Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Persepsi Harga Sebagai Variabel Moderating
memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tangga: 25-12-2023 Pembimbing
Nuraeda, ME.
NIP. 2006108101
v
NOTA DINAS PEMBIMBING
Mataram, 25 Desember 2023 Hal : Ujian Skripsi
Yang Terhomat
Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Di Mataram
Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, saya berpendapat bahwa skripsi Saudara:
Nama Mahasiswa/i : Dwi Yulia Hariyani
Nim : 200501136
Jurusan/Prodi : Ekonomi Syariah
Judul : Pengaruh Konten Tiktok Es Teh Indonesia Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Persepsi Harga Sebagai Variabel Moderating Telah memenuhi syarat untuk diujikan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mataram. Oleh karena itu, saya berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan.
Pembimbing
Nuraeda, ME.
NIP. 2006108101
vi
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Dwi Yulia Hariyani NIM : 200501136
Jurusan : Ekonomi Syariah
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
Konten Tiktok Es Teh Indonesia Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Persepsi Harga Sebagai peneliti/karya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya, jika saya terbukti melakukan plagiat tulisan/karya orang lain, siap menerima sanksi yang telah ditentukan oleh lembaga.
Mataram, 25-12-2023 Saya Yang Menyatakan
Dwi Yulia Hariyani Materai
10.000
vii
PENGESAHAN
Konten Tiktok Es Teh Indonesia terhadap Keputusan Pembelian dengan Persepsi Harga sebagai Variabel telah dipertahankan di depan dewan penguji Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram pada tanggal 10 Januari 2024
Dewan Penguji
Nuraeda, ME.
(Ketua Sidang/Pembimbing) Dr. Zulfawati, M.A
(Penguji I)
Imronjana Syapriatama, M.SEI (Penguji II)
viii MOTTO
-angan, tidak akan ada
-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-
ix
PERSEMBAHAN
tercinta, Bapak Muhamad Fauzi dan Ibu Siti Maryatin yang selalu memberikan dukungan serta pertarungan , melalui perantara beliau Allah memudahkan segala urusanku, sehingga aku bisa sampai pada tahap ini. Selain itu juga teruntuk kakak- kakakku dan adikku yang selalu menjadi penyemangat untuk terus berjuang. Untuk semua Guru, Dosen FEBI
x
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur tak hentinya penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan karunia-Nya, serta atas limpahan nikmat iman dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umatnya pada Selama proses penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa penulisan ini tidak akan selesai tanpa bantuan, dukungan, motivasi, doa dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada:
1. Nuraeda, ME. sebagai pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing, memotivasi, koreksi mendetail terus menerus, dan tanpa bosan ditengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai.
2. Dr. Zulfawati, M.A dan Imronjana Syapriatama, M.SEI sebagai penguji yang telah memberikan saran konstruktif bagi penyempurnaan skripsi ini.
3. Dr. Zulpawati, MA, selaku ketua Program Studi dan Gatot Suhirman, M.Si. selaku sekretaris program studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
4. . selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam.
5. Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M. Ag selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, yang telah mengizinkan penulis untuk menuntut ilmu di universitas tercinta ini dan selalu memotivasi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.
6. Shofia Mauizotun Hasanah, M. EI, selaku dosen wali yang sudah membimbing penulis selama perkuliahan.
7. Bapak dan ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah mengajari berbagai ilmu yang luar biasa kepada penulis.
xi
8. Kepada keluarga tercinta yang selalu mensupport, memotivasi dan selalu mendoakan untuk kelancaran penelitian ini.
9. Terimakasih pada diri sendiri yang selalu percaya diri untuk selalu memotivasi diri dan membantu saya bangkit, walau banyak kecewa, marah, cemas, ceroboh dan sedih. Terima kasih untuk setiap kata penyemangat yang sudah tak terhitung sudah berapa kali. Terima kasih telah berusaha berjuang sebisamu dan semampumu.
10. Kepada sahabat penulis yang selalu membantu, mensupport dan memotivasi serta teman-teman seperjuangan yang telah membantu untuk kelancaran penelitian ini.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah SWT. dan semoga karya ilmiah yang akan diteliti ini bermanfaat bagi semesta, Aamiin.
Mataram, 15 November 2023
Penulis,
Dwi Yulia Hariyani
xii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN LOGO ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ...iv
NOTA DINAS PEMBIMBING ... v
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...vi
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI... vii
HALAMAN MOTTO ... viii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...ix
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR TABEL ...xvi
DAFTAR LAMPIRAN... xvii
ABSTRAK ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
1. Rumusan Masalah... 4
2. Batasan Masalah ... 4
C. Tujuan Masalah ... 5
1. Tujuan ... 5
2. Manfaat ... 5
D. Definisi Operasional ... 5
1. Konten Tiktok Es Teh Indonesia (X) ... 6
xiii
2. Keputusan Pembelian (Y) ... 6
3. Persepsi Harga (Z) ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 8
A. Kajian Pustaka ... 8
B. Kajian Teori ... 12
1. Konten Tiktok ... 12
2. Keputusan Pembelian ... 12
3. Persepsi Harga ... 14
C. Kerangka Berfikir ... 15
D. Hipotesis Penelitian ... 16
BAB III METODE PENELITIAN ... 18
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 18
B. Populasi dan Sampel ... 19
C. Waktu dan Tempat Penelitian... 21
D. Variabel Penelitian ... 21
E. Desain Penelitian... 22
F. Instrumen/ Alat dan Bahan Penelitian ... 22
G. Teknik Pengumpulan Data/ Prosedur Penelitian ... 23
1. Observasi ... 23
2. Kuesioner (angket) ... 23
H. Teknik Analisis Data ... 24
1. Analisis Statistik Deskriptif ... 24
2. Uji Instrumen ... 24
3. Uji Normalitas ... 25
4. Uji Analisis Regresi ... 26
5. Uji Hipotesis ... 29
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 31
A. Hasil Penelitian ... 31
B. Pembahasan ... 42
BAB V PENUTUP ... 47
A. Kesimpulan... 47
B. Saran ... 48
xiv
DAFTAR PUSTAKA ... 49
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Kerangka Berfikir ... 16
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1: Kriteria penilaian kuesioner ... 23
Tabel 4.1: Ringkasan Pengembalian Kuisioner ... 31
Tabel 4.2: Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 32
Tabel 4.3: Klasifikasi Responden Berdasarkan usia konsumen ... 32
Tabel 4.4: Klasifikasi Responden Berdasarkan pekerjaan ... 33
Tabel 4.5: Klarifikasi Responden Berdasarkan Lama Menggunakan Tiktok ... 33
Tabel 4.6 : Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 34
Tabel 4.7 : Hasil Uji Validitas ... 35
Tabel 4.8 : Hasil Uji Reliabilitas ... 36
Tabel 4.9 : Hasil Uji Normalitas ... 37
Tabel 4.10 : Hasil Uji Regresi Sederhana... 38
Tabel 4.11 : Hasil Uji Regresi Berganda ... 39
Tabel 4.12 : Hasil Uji t ... 40
Tabel 4.13 : Hasil Uji Koefisien Determinasi Konten Tiktok es Te Indonesia terhadap Keputusan Pembelian ... 41
Tabel 4.14: Hasil Uji Koefisien Determinasi Konten Tiktok es Teh Indonesia*Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian .... 41
xvii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian
Lampiran 2 : Data Kuesioner
Lampiran 3 : Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Lampiran 4 : Hasil Uji Normalitas
Lampiran 5 : Kartu Konsultasi Skripsi Lampiran 6 : Surat Izin Penelitian Lampiran 7 : Dokumentasi Penelitian Lampiran 8 : Pedoman Transliterasi Lampiran 9 : Surat Bebas Pinjam
xviii
PENGARUH KONTEN TIKTOK ES TEH INDONESIA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN PERSEPSI
HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERATING Oleh
Dwi Yulia Hariyani NIM: 200501136
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap perkembangan media sosial salah satunya tiktok, tiktok memberikan peluang bagi pengguna/pengusaha dalam mempromosikan produknya melalui sebuah konten, salah satunya konten tiktok @estehindonesia.
Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh konten tiktok es teh Indonesia terhadap keputusan pembelian dan apakah persepsi harga dapat memoderasi hubungan antara konten tiktok es teh Indonesia dengan keputusan pembelian.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menekankan pada pembuktian hipotesis yang disusun berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dengan skala likert, sampel penelitian berjumlah 97 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan alat analisis yaitu SPSS Ver. 26.
Hasil pengolahan data, menunjukkan bahwa : (1) Konten tiktok es teh Indonesia berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang dilakukan, maka thitung sebesar 6,513 >
ttabel sebesar 1,661 dan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. (2) Persepsi harga memoderasi hubungan antara konten tiktok es teh Indonesia dengan keputusan pembelian dengan jenis variabel moderasi murni (Purei Moderator), hal ini didapat berdasarkan hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansinya 0,655 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konten tiktok es teh Indonesia dan persepsi harga secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian.
Kata Kunci: Konten, Keputusan Pembelian, Persepsi
1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan media sosial di dunia saat ini semakin cepat dan pesat. Media sosial merupakan sebuah sarana atau wadah yang digunakan untuk mempermudah interaksi diantara sesama pengguna dan mempunyai sifat komunikasi dua arah, media sosial juga sering digunakan untuk membangun citra diri atau profil seseorang, dan juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai media pemasaran.1 Digital marketing bertujuan untuk mempromosikan atau menyebarluaskan suatu produk sehingga dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk. Salah satu strategi marketing yang sedang trend saat ini adalah konten marketing, dimana konten marketing sekarang banyak digunakan oleh pelaku usaha untuk mempromosikan dan menyebarluaskan produknya. Strategi konten marketing sangat penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis di era digital.
Salah satu media marketing yang marak digunakan saat ini sebagai media pemasaran adalah tiktok. Tiktok merupakan aplikasi yang dapat memberikan fitur yang menarik dan unik yang bisa digunakan oleh pengguna untuk membuat sebuah konten seperti konten bernyanyi, konten makanan, konten aktivitas keseharian dan lain sebagainya. Tiktok mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2017, penggunaan tiktok di Indonesia tercatat mencapai 1,09 miliar pada bulan April 2023 dan Indonesia merupakan negara dengan pengguna tiktok terbesar kedua di dunia. Salah satu fitur tiktok yaitu tiktok bisnis yang khusus digunakan sebagai media promosi produk dan bisnis untuk memperkenalkan produk kepada pengguna dengan jangkauan yang lebih luas. Para konten creator tiktok mempromosikan produknya dengan cara membuat video produk yang dijual. Membuat konten video produk dengan lebih menonjolkan keunikan dan kualitas produk yang dijual dengan harapan dapat menarik konsumen untuk membeli
1 Irfan Andriansyah & Anastasya Maharani, Optimalisasi Instagram Sebagai Media Marketing , (Bandung: CV. Cendekia Press, 2021) hlm.3
2
produk tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Sarah Azhara, Muhamad Fatkhul Hidayat, dkk bahwa konten tiktok berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Tiktok dapat membuat suatu produk menjadi terkenal dikalangan masyarakat. Masyarakat yang membuat konten tiktok secara tidak langsung membantu mempromosikan produk tersebut dan mempengaruhi keputusan masyarakat lain untuk membeli produk yang sedang viral.2
Salah satu pengguna tiktok dengan nama akun @estehindonesia yang merupakan suatu usaha yang bergerak pada bidang F&B (Food and Beverage) khususnya pada minuman. Es teh Indonesia didirikan pada tahun 2018 oleh Haidhar Hibatullah Wurjanto, pertama kali berjualan di daerah Kemang Village dan Blok M dengan menggunakan booth. Produk yang dijual saat itu hanya es teh manis, es teh lemon, es teh leci, dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu es teh Indonesia banyak digemari oleh semua kalangan. Pada tahun 2018 saat pandemi, es teh Indonesia mencoba memasarkan produknya dengan membuat video singkat melalui aplikasi tiktok yang menceritakan tentang pemuda yang ingin membangun sebuah bisnis yang diberi nama Es Teh Indonesia. Video tersebut tak disangka, penontonnya mencapai lebih dari 3,2 juta orang dan sejak saat itu konten-konten Es Teh Indonesia banyak dikenal oleh masyarakat serta pengikut Es Teh Indonesia ditiktok saat ini mencapai 320.7k, lebih banyak pengikutnya dibandingkan dengan perusahaan atau usaha yang bergerak dibidang F&B (Food and Beverage).
Pada Tahun 2022 Es Teh Indonesia resmi menunjuk Nagita Slavina sebagai CEO baru yang sebelumnya dinaungi oleh Bapak Haidhar Hibatullah Wurjanto. Sampai saat ini gerai yang dimiliki oleh Es Teh Indonesia yang tersebar luas di Indonesia sebanyak 945 gerai dengan 643 gerai di pulau Jawa dan 302 gerai diluar pulau Jawa. Gerai yang terdapat di Lombok khususnya Mataram sebanyak 6 gerai, salah satunya berlokasi di Jl. Gajah Mada No.10, Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, lokasi ini
2 Sarah Azhara, Muhamad Fatkhul Hidayat, Dkk, Pengaruh Konten Tiktok terhadap Keputusan Pembelian Produk Mixue pada Mahasiswa Universitas Djuanda , Karimah Tauhid, Vol.2, No.1, 2023, hlm. 240.
3
cukup strategis karena lokasinya mudah dijangkau, mudah terlihat oleh target pasar dan termasuk gerai yang cukup ramai dibandingkan dengan gerai lainnya yang terdapat dimataram. Gerai ini merupakan gerai yang cukup ramai pembeli di Mataram dengan harga mulai dari 7.000 - 24.000. Sampai saat ini Es Teh Indonesia banyak mengeluarkan varian rasa baru seperti chizu matcha, es teh nusantara, chizu red velvet, cokolateh, dan lain sebagainya. Salah satu cara yang dilakukan untuk memuaskan konsumen dengan mengeluarkan produk dengan berbagai varian rasa dan membuat sebuah konten yang menarik, serta adanya pelayanan terbaik yang dapat memenuhi permintaan konsumen dan juga menentukan harga yang sesuai untuk konsumen. Maka hal tersebut menurut penulis dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk atau jasa yang ditawarkan oleh pihak perusahaan.
Keputusan pembelian merupakan pertimbangan atau tindakan konsumen untuk membeli atau mempergunakan produk.3 Beberapa hal yang dipertimbangkan oleh konsumen seperti merek, harga, lokasi atau discount. Harga sering kali menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk. Produk yang dijual oleh suatu perusahaan atau produsen harus mempertimbangan besarnya harga yang dijual ke pasar, karena konsumen akan menilai harga dari suatu produk dilihat dari manfaat yang dirasakan. Bagi konsumen persepsi akan harga dari suatu produk itu merupakan faktor utama yang dapat memutuskan atau menentukan untuk membeli atau tidak produk tersebut.
Persepsi adalah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.4 Persepsi harga merupakan pandangan mengenai harga bagaimana seorang pelanggan atau konsumen memandang sejumlah harga tertentu (tinggi, rendah, wajar) dan pengaruh yang kuat terhadap keputusan pembelian dan
3 Kasmir, Pengantar Metodologi Penelitian (Untuk Ilmu Manajemen, Akuntansi dan Bisnis), (Depok: PT RajaGrafindo, 2022), Ed.1, Cet.1, hlm.51
4 Sudaryono, Manajemen Pemasaran Teori dan Implementasi, (Yogyakarta: Andi Offset, 2016), hlm. 301-303.
4
kepuasan membeli.5 Pada saat konsumen benar-benar menentukan suatu produk untuk dibeli maka konsumen akan merasakan manfaatnya, jika manfaat yang dirasakan sama dengan yang diharapkan oleh konsumen sehingga pembeli akan merasa puas.
Apabila manfaat yang dirasakan konsumen tidak sesuai dengan yang diharapkan atau merasa tidak puas dengan produk yang sudah dibeli, sehingga konsumen tersebut berfikir dua kali untuk melakukan pembelian ulang. Hal tersebut dapat dirasakan oleh setiap konsumen dalam membeli suatu produk. Sehingga peneliti mengambil judul Keputusan Pembelian dengan Persepsi Harga sebagai Variabel B. Rumusan dan Batasan Masalah
1. Rumusan Masalah
a. Apakah Konten Tiktok Es Teh Indonesia berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian?
b. Apakah Persepsi Harga mempengaruhi hubungan antara Konten Tiktok Es Teh Indonesia dengan Keputusan Pembelian?
2. Batasan Masalah
Dalam menyelesaikan masalah yang dibicarakan sebelumnya, perlu adanya pembatasan masalah agar pembahasan lebih terarah dan menghindari penyimpangan dari maksud yang sebenarnya. Adapun batasan-batasan yang digunakan dalam penyelesaian masalah adalah sebagai berikut:
a. Penelitian hanya dilakukan pada konsumen Es Teh Indonesia yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Pagesangan Barat, Kec.
Mataram, Kota Mataram, NTB.
b. Data-data hasil kuesioner didapatkan dari konsumen Es Teh Indonesia yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Pagesangan Barat, Kec. Mataram, Kota Mataram, NTB.
5 Schiffman., dan Kanuk, Perilaku Konsumen, Edisi Ketujuh (Jakarta: PT. Indeks, 2007), hlm. 32.
5
c. Pengambilan data dilakukan dalam kurun waktu ± 3 bulan (September s/d November 2023).
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan
Berdasarkan dari rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui apakah Konten Tiktok Es Teh Indonesia berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
b. Untuk mengetahui apakah Persepsi Harga mempengaruhi hubungan antara Konten Tiktok Es Teh Indonesia dengan Keputusan Pembelian.
2. Manfaat
a. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai contoh pemanfaatan media sosial untuk promosi produk melalui aplikasi tiktok dan sebagai media informasi serta pemahaman bagi Es Teh Indonesia dalam membuat konten untuk mengetahui perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk.
b. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan, pengetahuan dan acuan bagi peneliti selanjutnya mengenai pengaruh konten tiktok terhadap Keputusan Pembelian dengan persepsi harga sebagai variabel moderating.
C. Definisi Operasional
Definisi operasional diperlukan unruk menghidari kesalahpahaman penafsiran pembaca terhadap variabel-variabel dalam
judul Es Teh
Indonesia terhadap Keputusan Pembelian dengan Persepsi Harga Oleh karena itu, guna mempermudah pembaca untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman yang sama terhadap penulis serta untuk menghindari pemahaman yang berbeda, maka definisi operasional dalam penelitian ini adalah :
6
1. Variabel Bebas (Independent Variables) Konten Tiktok Es Teh Indonesia (X)
Konten (content) adalah informasi yang bisa berupa teks, gambar, suara, video, kata-kata yang diucapkan, simbol, musik, bahasa tubuh dan sebagainya.6 Konten yang berisi informasi ini biasanya terdapat dalam suatu media atau produk elektronik yang sengaja dibuat untuk disampaikan kepada publik salah satunya konten tiktok es teh indonesia. Konten tiktok es teh indonesia adalah konten yang menyajikan tentang produk es teh dengan kemasan yang menarik dan berbagai varian rasa dengan memanfatkan aplikasi tiktok sebagai media pemasaran. Ada beberapa indikator konten, sebagai berikut7 :
a. Adanya konten yang menarik dan menghibur b. Adanya interaksi antara konsumen dengan penjual
c. Adanya interaksi antara konsumen dengan konsumen lain d. Kemudahan untuk pencarian informasi produk
e. Kemudahan untuk mengkomunikasikan informasi pada publik f. Tingkat kepercayaan kepada media sosial
2. Variabel Terikat (Dependent Variables) Keputusan Pembelian (Y) Keputusan pembelian adalah kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk yang ditawarkan oleh penjual.
Konsumen membutuhkan berbagai informasi yang berkaitan dengan keputusan pembelian yang akan dilakukan.8 Keputusan pembelian suatu produk dapat dipengaruhi oleh pengalaman, kepuasan secara pribadi tentang suatu produk, dan berdasarkan informasi yang diperoleh dari lingkungan sekitar baik itu keluarga maupun teman, serta berdasarkan dari budaya dan gaya hidup konsumen itu sendiri. Ada
6
Keputusan Pembelian Produk Skincare Skripsi, FISIP Univ Medan Area, Medan, 2021), hlm. 18
7 Khatib. F The impact of social media charac-teristics on purchase decision empirical study of Saudi customers in Aseer Region International Journal of Business and Social Science, 7(4), 2016, hlm.41 50
8
Prestige International Journal of Management and Research, 3/4(2/1), 2011, hlm.58-62.
7
beberapa indikator yang menentukan keputusan pembelian, sebagai berikut9 :
a. Pilihan produk b. Pilihan Merek c. Pilihan Penyalur d. Waktu pembelian e. Jumlah pembelian f. Metode Pembayaran
3. Variabel moderating Persepsi Harga (Z)
Persepsi harga adalah bagaimana cara konsumen melihatt atau menilai harga sebagai harga yang tinggi, rendah dan adil.10 Harga dapat menggambarkan suatu merek dan dapat memberikan keunggulan kompetitif fungsional. Dalam menggambarkan merek, harga tinggi dapat diketahui berkualitas tinggi untuk beberapa produk dan sering dinyatakan bahwa konsumen merasakan hubungan antar harga dan kualitas. Ada beberapa indikator harga sebagai berikut11:
a. Kesesuaian harga dengan kualitas produk.
b. Daya saing harga.
c. Keterjangkauan harga.
d. Kesesuaian harga dengan manfaat.
Definisi operasional bertujuan untuk menggambarkan variabel yang terdapat dalam penelitian dengan menggunakan indikator- indikator tertentu. Operasional variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen, variabel dependen dan variabel moderating.
Variabel independen yakni konten tiktok es teh Indonesia, variabel dependen yakni keputusan pembelian dan variabel moderating yakni persepsi harga.
9 Prinsip - Edisi13, Jilid
1, (Jakarta: Erlangga, 2016), hlm. 188.
10 Consumer Behavior Edisi 8, 2011, hlm. 137
11 Prinsip-prinsip pemasaran
terjemahan Bob Sabran, Jakarta: Erlangga, 2012, hlm.278
8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan sekumpulan penjelasan dari berbagai ilmu pengetahuan yang digunakan sebagai panduan dan informasi dalam melakukan penelitian. Kajian pustaka berisi deskripsi mengenai bidang atau topik tertentu. Tujuan dari kajian pustaka ialah untuk memperkuat penelitian dan sebagai pembeda penelitian yang sebelumnya. Adapun penelitian terdahulu diantaranya adalah :
1. Penelitian Novalia, Annisa Syifa, Anisa Balqis, Alifa Ramadhana yang
Promosi untuk Meningkatkan Brand Awarenes (Studi Kasus pada . Penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pemanfaatan Aplikasi TikTok Sebagai Media Promosi Untuk Meningkatkan Brand Awareness Di Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Akun @Esteh Indonesia).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada brand awareness dari konsumen Es Teh Indonesia yang didapat melalui penggunaan aplikasi dan akun Tik Tok Es Tes Indonesia. Es Teh Indonesia mengoptimalkan penggunaan aplikasi dan akun tiktok @estehindonesia yang mana dalam mengkomunikasikan produknya, Es Teh Indonesia menggunakan metode bauran promosi yang di dalamnya mengimplementasikan beberapa teknik yaitu: Advertising (Periklanan), Personal Selling (Penjualan Personal), Sales Promotion (Promosi Penjualan), Direct Marketing (Pemasaran Langsung), dan Social Media Marketing/ Interactive Marketing (Pemasaran Interaktif Melalui Media Sosial). Kelebihan penelitian ini adalah mampu menguraikan tahapan-tahapan es teh Indonesia dalam membangun brand Awarenes, sedangkan kekurangannya
9
terletak pada penelitian yang hanya berfokus pada pemasaran saja.
12
2. Penelitian Sarah Azhara, Muhamad Fatkhul Hidayat, dkk yang
ini merupakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten pada media sosial tiktok yang secara tidak langsung mempromosikan serta mempengaruhi keputusan pembelian produk Mixue pada mahasiswa Universitas Djuanda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, konten tiktok berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian mixue. Tiktok membuat mixue menjadi terkenal dikalangan masyarakat. Masyarakat yang membuat konten tiktok secara tidak langsung membantu mempromosikan mixue dan mempengaruhi keputusan masyarakat lain untuk membeli produk mixue yang sedang viral. Kelebihan penelitian ini adalah mampu memberikan wawasan konsumen tentang faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, sedangkan kekuranganya terletak pada responden yang hanya berfokus pada mahasiswa. 13
3. Penelitian Robby Fauji, Sihabudin, Fitri Indah Sari yang berjudul Keputusan Pembelian
digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan pendekatan kuantitatif penelitian ini dilaksanakan di kampus Universitas Buana Perjuangan Karawang dengan populasi mahasiswa manajemen yang pernah membeli/menggunakan produk Oriflame. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi harga dan perilaku konsumen terhadap keputusan
12 Novalia, Annisa Syifa, Anisa Balqis, Alifa Ramadhana Pemanfaatan Aplikasi Tiktok sebagai Media Promosi untuk Meningkatkan Brand Awareness (Studi Kasus pada PT.Es Teh Indonesia , Jurnal Akrab Juara, Vol.6, No.4, 2021, hlm.90.
13 Sarah Azhara, Muhamad Fatkhul Hidayat, Dkk, Pengaruh Konten Tiktok terhadap Keputusan Pembelian Produk Mixue pada Mahasiswa Universitas Djuanda , Karimah Tauhid, Vol.2, No.1, 2023, hlm. 240.
10
pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2018 Universitas Buana Perjuangan pada produk Oriflame.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, persepsi harga secara parsial terhadap berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Buana Perjuangan Karawang pada produk Oriflame. Perilaku konsumen secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Buana Perjuangan Karawang pada produk Oriflame. Persepsi harga dan perilaku konsumen berpengaruh secara simultan signifikan terhadap terhadap keputusan pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Buana Perjuangan Karawang pada produk Oriflame. Kelebihan penelitian ini adalah mampu mengeksplorasikan situasi yang relavan dengan pasar dan membantu pemahaman dinamika pembelian, sedangkan kekurangannya terletak pada responden yang hanya berfokus pada mahasiswa. 14
4. Penelitian Angela Seprilian Nevada Sihura yang berjudul Pembelian Produk Skincare
dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh atau hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dan apabila ada, seberapa besar pengaruh atau hubungan tersebut serta berarti atau tidaknya pengaruh atau hubungan itu.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel konten TikTok dr. Yessica Tania dengan indikatornya kredibilitas, daya tarik, kekuasaan (kemampuan), konten dan komunikasi creator memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian produk skincare wanita dengan indikatornya pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, penilaian alternatif, keputusan
14Robby Fauji, Sihabudin, Fitri Indah Sari, Pengaruh Persepsi Harga Dan Buana Ilmu, Vol.7, No.2, 2021, hlm.256.
11
pembelian dan perilaku pasca pembelian. Kelebihan penelitian ini adalah mampu membantu membangun kesadaran pembeli akan skincare yang cocok untuk kulit wajah, sedangkan kekurangannya terletak pada sampel yang digunakan terbatas.15
5.
Harga Dalam Memoderasi Pengaruh Pengetahuan Tentang Produk Terhadap Niat Beli Produk Ramah Lingkungan Merek Toyota . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan kuesioner diukur dengan skala likert.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tentang produk dan persepsi harga terhadap niat beli konsumen dan peran persepsi harga dalam memoderasi pengetahuan tentnag produk terhadap niat beli konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang produk berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli konsumen. Persepsi harga positif dan signifikan berpengaruh terhadap niat beli, dan persepsi harga mampu menjadi variabel moderasi, namun memperlemah pengaruh pengetahuan tentang produk terhadap niat beli konsumen. Kelebihan dari penelitian ini adalah membahas peran persepsi harga dalam memoderasi pengetahuan tentang produk terhadap niat beli konsumen dan sebaliknya, sedangkan kekurangannya adalah penelitian ini hanya dilakukan pada konsumen toyota Agya di kota Denpasar saja sehingga hasil dari penelitian ini paling relavan untuk kita Denpasar dan belum tentu relevan untuk wilayah yg lainnya.16
15 Angela Seprilian Nevada Sihura, Pengaruh Konten Tiktok dr.Yessica Tania terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare Wanita (Skripsi, FISIP Universitas Medan Area, Medan, 2021), hlm.38
16 Peran Persepsi Harga Dalam Memoderasi Pengaruh
Pengetahuan Tentang Produk Terhadap Niat Beli Produk Ramah Lingkungan Merek , E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 4, No. 7, 2015, hlm. 1816.
12 B. Kajian Teori
1. Konten Tiktok
Konten pemasaran merupakan ajakan dari pelaku bisnis atau pemasar untuk mengambil tindakan pada konsumen di waktu yang tepat selama proses keputusan pembeliannya, termasuk dari menghasilkan, mengalokasikan, membagikan, dan mendekati konten, semua untuk menciptakan dorongan konsumen untuk membeli produk atau jasa.17 Konten penting untuk mempertahankan konsumen target karena konten yang baik dapat membuat konsumen datang kembali, karena dapat mengomunikasikan pesan dan meyakinkan konsumen untuk membeli bukan dari pesaing. Selain itu juga, konten dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi bisnis karena akan menciptakan lead (pemimpin) produk.18
2. Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalah ketika konsumen benar-benar membeli produk. Dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merk tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing-masing alternative tersebut dapat memecahkan masalahnya yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.19 Menurut Swastha dan Irawan keputusan pembelian merupakan pemahaman konsumen tentang keinginan dan kebutuhan akan suatu produk dengan menilai dari sumber- sumber yang ada dengan menetapkan tujuan pembelian serta mengidentifikasi alternatif sehingga pengambil keputusan untuk membeli yang disertai dengan perilaku setelah melakukan pembelian.20 Sedangkan Irawan dan Farid mengemukakan
17
Industrial Marketing Management, 2016, hlm.164-175.
18
Marketing, Social Media Marketing and Online Convenience on Consumer Buying Decision Process Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social
Science hlm.1823-1834.
19 Tjiptono. Fandy Kepuasan Pelanggan-Konsep, Pengukuran, dan Strategi , (Yogyakarta: Andi Offset), 2019, hlm. 21.
20 Manajemen Pemasaran Modern
(Yogyakarta: Liberty, 2008), hlm. 118.
13
keputusan pembelian merupakan tahap penilaian keputusan yang menyebabkan pembeli membentuk pilihan di antara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan dan membentuk maksud untuk membeli.21 Ada dua faktor yang dapat timbul diantara pembelian dan keputusan membeli yaitu:
a. Sikap orang lain.
b. Faktor emosional yang tidak diharapkan.
Terdapat lima tahap yang biasanya dilalui oleh pembeli untuk mencapai keputusan pembelian, yaitu:22
a. Pengenalan masalah/kebutuhan yaitu proses awal sebelum melakukan pembelian dimulai dengan pengenalan masalah, dimana pembeli menyadari adanya suatu kebutuhan atau keinginan.
b. Pencarian informasi yaitu seorang konsumen akan mencari informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat memuaskannya maka ada kemungkinan konsumen akan membeli produk tersebut. Namun bila tidak, konsumen dapat melakukan pencarian informasi kembali yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut.
c. Evaluasi alternatif yaitu tahap dari proses keputusan membeli, ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi altenatif merk dalam beberapa pilihan.
d. Keputusan pembelian yaitu tahap evaluasi, konsumen membuat peringkat merek dalam himpunan pilihan serta membentuk niat pembelian. Biasanya konsumen akan memilih merek yang disukai. Tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti sikap orang lain dan faktor- faktor keadaan yang tidak terduga.
e. Tingkah laku pasca pembelian yaitu tahap dari proses keputusan pembelian terhadap suatu produk, konsumen
21 Pemasaran Prinsip dan Kasus
(Yogyakarta: BPFE, 2000), hlm. 41.
22 Manajemen Pemasaran
Jakarta:Erlangga, 2009, hlm.184.
14
akan mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan pada rasa puas atau tidak puas. Apabila konsumen merasa puas maka konsumen akan melakukan pembelian ulang terhadap produk tersebut.
3. Persepsi Harga
Persepsi harga adalah pandangan mengenai harga bagaimana seorang pelanggan atau konsumen memandang sejumlah harga tertentu (tinggi, rendah, wajar) dan pengaruh yang kuat terhadap keputusan pembelian dan kepuasan membeli.23 Menurut Malik dan Yaqoob, persepi harga merupakan sebuah proses yang dimana pelanggan atau konsumen menafsirkan nilai harga dan atribut ke barang atau pelayanan yang diinginkan.24 Haryanto menyatakan harga adalah suatu nilai uang yang ditentukan oleh penjual sebagai biaya atas barang atau jasa yang diperjual belikan dan digunakan seorang penjual untuk memuaskan keinginan pelanggan.25 Strategi Penetapan harga ada dalam beberapa bentuk yaitu:
a. Penetapan harga dan potongan pembelian
Kebanyakan dari perusahaan memodifikasi harga dasar untuk memberi hadiah kepada konsumen atas pembayaran awal, volume pembelian, dan pembelian di luar musim penjualan. Penyesuaian harga ini dapat disebut diskon dan potongan harga pada pembelian, ada beberapa bentuk diskon sebagai berikut :
1) Diskon/ Potongan kas adalah pengurangan harga produk untuk pembeli yang akan membayar produk yang akan dibelinya.
23 , Edisi Ketujuh, (Jakarta: PT.
Indeks, 2007), hlm. 32.
24
And Brand Image On Custumer Loyalty (Study Of Hospitality Industry In Pakistan Interdisciplinary , Journal Of Contempory Research In Business, Vol 4, No. 5, 2012, hlm.
487.
25 Haryanto, Edy, Kualitas Layanan, Fasilitas dan Harga Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Layanan Pada Kantor SAMSAT Manado Jurnal EMBA, Vol.1, No.3, 2013, hlm. 753.
15
2) Diskon/Potongan Jumlah adalah pengurangan harga pada produk untuk pembelian dalam yang jumlah besar.
3) Diskon/Potongan Fungsional adalah diskon yang ditawarkan oleh penjual pada anggota saluran perdagangan (distributor) jika produsen membentuk fungsi tertentu, seperti penjualan, pertokoan, dan penyimpanan.
4) Diskon/Potongan Musiman adalah pengurangan harga pada pembeli yang akan membeli produk atau jasa di luar musimnya. Diskon musiman memungkinkan penjual untuk mempertahankan produksi yang tetap selama1 tahun kedepan.
5) Diskon/Potongan Pembelian adalah jenis lain dari pengurangan pada harga dasar penjualan.
Misalnya, potongan penjualan tradein adalah pengurangan pada harga yang dilakukan untuk memasukkan produksi lama ketika membeli yang produk yang baru.
a. Penetapan harga promosi.
Pada kondisi tertentu, perusahaan akan menetapkan sebuah harga produk di bawah harga resmi dan mungkin di bawah biaya pembelian. Penetapan harga promosi meliputi dalam beberapa bentuk:
1) Penetapan harga kepemimpinan yang rugi 2) Penetapan harga pada suatu peristiwa khusus 3) Potongan kas atau diskon
4) Pendanaan bunga rendah
5) Perjanjian jaminan atau perbaikan produk 6) Diskon/ potongan psikologis
C. Kerangka Berfikir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten tiktok es teh Indonesia terhadap keputusan pembelian dengan persepsi harga sebagai variable moderating. Kerangka penelitan ini digunakan untuk mempermudah jalan pemikiran terhadap masalah
16
yang akan dibahas. Adapun kerangka konseptual yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Gambar 1 Kerangka Berfikir Keterangan :
: Pengaruh Variabel Dependen : Pengaruh Variabel Moderating D. Hipotesis Penelitian
1. Pengaruh Konten Tiktok Es Teh Indonesia (X) dan Keputusan Pembelian (Y)
Konten adalah ajakan dari pelaku bisnis atau pemasar untuk mengambil tindakan pada konsumen di waktu yang tepat selama proses keputusan pembeliannya, termasuk dari menghasilkan, mengalokasikan, membagikan, dan mendekati konten, semua untuk menciptakan dorongan konsumen untuk membeli produk atau jasa.26 Salah satunya konten tiktok es teh indonesia adalah konten yang menyajikan tentang produk es teh dengan kemasan yang menarik dan berbagai varian rasa dengan memanfatkan aplikasi tiktok sebagai media pemasaran. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini:
H1 : Konten tiktok es teh Indonesia berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian
26
Industrial Marketing Management, 2016, hlm.164-175.
Konten Tiktok Es Teh Indonesia (X)
Keputusan Pembelian (Y)
Persepsi Harga (Z)
17
2. Pengaruh Persepsi Harga (Z) sebagai variabel moderating antara pengaruh konten tiktok es teh Indonesia terhadap Keputusan Pembelian
Persepsi Harga adalah pandangan mengenai harga bagaimana seorang pelanggan atau konsumen memandang sejumlah harga tertentu (tinggi, rendah, wajar) dan pengaruh yang kuat terhadap keputusan pembelian dan kepuasan membeli.27 Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini:
H2 : Persepsi Harga memperkuat atau memperlemah konten tiktok es teh Indonesia terhadap Keputusan Pembelian.
27 Schiffman, dan Kanuk, Perilaku Konsumen , Edisi Ketujuh (Jakarta: PT.
Indeks, 2007), hlm. 32.
18 BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Data yang didapatkan dari hasil penelitian ini merupakan data yang empiris (teramati) yaitu data yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid, reliabel, dan obyektif.
Untuk mendapatkan hasil data yang valid, raliabel dan obyektif di dalam penelitian kuantitatif, maka instrumen penelitiannya harus valid dan reliabel, pengumpulan data dilakukan dengan cara yang benar pada sampel yang refresentatif (mewakili populasi).28
Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif. Metode ini merupakan metode penelitian yang berdasarkan filosofisi positivism berlaku untuk studi populasi tertentu atau sampel, dengan teknik pengambilan sampel biasanya dilangsungkan untuk memeriksa populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data melalui alat penelitian, menganalisis data yang bersifat kuantitatif/statistik dan berguna untuk menguji hipotesis wajib.29 Penelitian ini tentang pengaruh konten tiktok es teh Indonesia terhadap keputusan pembelian dengan persepsi harga sebagai variabel moderating.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang merupakan penelitian langsung dilakukan dilapangan atau pada responden. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini adalah penelitian deskriftif analitis, yaitu penelitian yang memaparkan data yang didapatkan di lapangan, dan selanjutnya dilakukan analisa dengan menggunakan pendekatan landasan teori yang ada sebagai pijakan dalam menganalisis.30 Penggambaran keadaan atau fenomena dalam penelitian ini adalah
28 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi, (Bandung:
Alfabeta, 2015), hlm. 3-4.
29 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
(Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 13
30 Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm. 5.
19
tingkat pengaruh konten tiktok es teh Indonesia terhadap keputusan pembelian dengan persepsi harga sebagai variabel moderating.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas serta karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.31 Polulasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk Es Teh Indonesia yang berlokasi di Jl.Gajah Mada No.10, Pagesangan Barat, Kec.
Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada bulan November tahun 2023.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.32 Jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada dipopulasi, karena keterbatasan waktu, dana, dan tenaga maka penelitian ini dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
Sampel dari penelitian ini adalah sebagian dari konsumen yang pernah membeli produk Es Teh Indonesia yang berlokasi di Jl.Gajah Mada No.10, Pagesangan Barat., Kec. Mataram, Kota Mataram. Konsumen yang pernah membeli produk Es Teh Indonesia dapat terpengaruhi oleh konsumen yang sudah membeli mengenai baik buruknya suatu produk. Untuk menentukkan sampel penelitian, peneliti menggunakan tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan metode non probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap (anggota) populasi dipilih menjadi anggota sampel.33
31 Sugiyono A, Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung : Alfabeta, 2014), Cet. Ke-17, hlm.215
32 Ibid., hlm.116
33 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm.96
20
Karena jumlah populasi belum diketahui maka menggunakan purposive sampling yang merupakan cara pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun kriteria purposive sampling yaitu :
a. Mempunyai akun tiktok
b. Konsumen es teh Indonesia yang berada di Jalan Gajah Mada, Pegesangan Barat, Mataram, NTB
Peneliti menentukan sampel dalam penelitian menggunakan data konsumen yang pernah membeli dan mempunyai akun tiktok. Dikarenakan jumlah populasi yang besar, jumlah konsumen yang tidak diketahui dan tidak terhingga, maka peneliti menggunkan rumus Cochran untuk menentukan jumlah sampel. Rumus Cochran sebagai berikut:
96,04 orang Keterangan :
N0 = Ukuran Sampel
= Harga dalam kurve normal untuk simpangan 5%, dengan nilai 1,96
p = Peluang benar 50% = 0,5 q = Peluang salah 50% = 0,5 e = Margin eror 10%
Dari hasil diatas terdapat hasil 96,04 merupakan pecahan dan menurut Sugiyono pada perhitungan yang menghasilkan pecahan (terdapat koma) sebaiknya dibulatkan ke atas.34
34 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
Alphabet, 2019), hlm.143
21
Sehingga jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ini adalah 97 orang responden.
C. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember, kurang lebih 3 bulan.
2. Tempat Penelitian
Kajian ini akan dilakukan pada beberapa konsumen Es Teh Indonesia yang berlokasi di Jl.Gajah Mada No.10, Pagesangan Barat., Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Penentuan lokasi dimaksudkan untuk memperjelas target penelitian.
D. Variabel Penelitian 1. Variabel Dependen
Variabel dependen (variabel terikat) yang diberi notasi Y merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.35 Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Keputusan Pembelian.
2. Variabel Independen
Variabel independen (variabel bebas) yang diberi notasi X merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain, yang artinya keberadaan variabel ini mempengaruhi variabel lainnya yaitu variabel Y.36 Variabel independen dalam penelitian ini adalah Konten Tiktok Es Teh Indonesia.
3. Variabel Moderating
Variabel moderating yang diberi notasi Z merupakan variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh satu variabel independen ke variabel dependen.37 Variabel moderating dalam penelitian ini adalah Persepsi Harga.
35 Kasmir, Pengantar Metodologi Penelitian (Untuk Ilmu Manajemen, Akuntansi dan Bisnis), (Depok: PT RajaGrafindo, 2022), Ed.1, Cet.1, hlm.32
36 Ibid., hlm.34
37 Ibid., hlm.39
22 E. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana kerja yang terstruktur dalam hal hubungan-hubungan antar variabel secara komprehensip, sedemikian rupa agar hasil penelitiannya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.38 Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kuantitatif asosiatif. Penelitian kuantitatif asosiatif merupakan jenis penelitian dengan menggunakan kuesioner yang cocok untuk penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel bebas dan variabel terikat.
F. Instrumen/ Alat dan Bahan Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Variasi jenis instrumen penelitian adalah, angket, checklist atau daftar centang, pedoman wawancara, pedoman pengamatan.39 Maka instrumen penelitian sebagai berikut :
a. Instrumen untuk mengukur Konten Tiktok Es Teh Indonesia (X) b. Instrumen untuk mengukur Keputusan Pembelian (Y)
c. Instrumen untuk mengukur Persepsi Harga (Z)
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dalam pengumpulkan data adalah menggunakan kuesioner (angket). Bentuk angket yang digunakan adalah bentuk pertanyaan tertutup yang dimana responden menjawab pertanyaan yang telah disiapkan peneliti.
Kuesioner ini untuk mengetahui pengaruh konten tiktok es teh Indonesia (X) terhadap keputusan pembelian (Y) dengan persepsi Harga (Z) sebagai variabel moderating.
Skala likert yang digunakan dalam menetapkan nilai atau skor sebagai berikut:
38 Husein Umar, Desain Penelitian Manajemen Stratejik, (Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2010), hlm.5.
39 Arikunto S, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2006) Edisi Revisi VI, hlm.160.
23 Tabel 3.1
Kriteria penilaian kuesioner
No. Kategori Nilai
1. Sangat Setuju 5
2. Setuju 4
3. Netral 3
4. Tidak Setuju 2
5. Sangat Tidak Setuju 1
Adapun Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah software SPSS Statistics versi 26. SPSS Statistics versi 26 adalah program computer yang digunakan untuk mengolah data statistika dan data ekonometrika.
G. Teknik Pengumpulan Data/ Prosedur Penelitian 1. Observasi
Observasi (pengamatan) adalah teknik pengumpulan data melalui kegiatan pengamatan yang sedang atau akan berlangsung. Pengamatan dapat dilakukan dengan cara partisipatif atau non partisipatif. Pengamatan partisipatif adalah pengamatan tidak langsung dimana pengamat tidak terlibat dalam kegiatan tetapi hanya bertindak sebagai pengamat kegiatan.40 Peneliti menggunakan metode observasi untuk mengamati konsumen dalam mengambil keputusan membeli produk Es Teh Indonesia.
2. Kuesioner (angket)
Kuesioner (angket) adalah cara pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respons atas daftar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan dapat bersifat terbuka, jika opsi jawaban tidak ditentukan sebelumnya, dan bersifat tertutup jika opsi jawaban telah disediakan sebelumnya,
40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, CV, 2017), hlm.142
24
instrumennya dapat berupa: kuesioner (angket), checklist, atau skala.41 Kuesioner yang digunakan peneliti berbentuk tertutup karena jawabannya sudah tersedia dan evaluasinya menggunakan skala likert, skala likert memungkinkan untuk mengukur konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk es teh Indonesia melalui Konten Tiktok Es Teh Indonesia.
H. Teknik Analisis Data
Analisi data adalah upaya yang dilakukan dengan cara bekerja dengan data, mengelompokkan data, memilih dan memilahnya menjadi satuan yang dapat dikuasai, sehingga dapat menjadi sebuah data yang valid. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan sebelum kerja lapangan, selama kerja lapangan dan bahkan setelah kerja lapangan selesai. Jadi, dalam hal ini peneliti berperan langsung dalam melakukan penelitian. Maka langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam analisis data adalah
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah ilmu statistika yang hanya mengolah dan menyajikan data tanpa mengambil keputusan untuk populasi.42 Uji statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata (mean), nilai minimum, nilai maksimum, dan nilai standar deviasi dari data observasi.
2. Uji Instrumen a. Uji Validitas
Uji validitas merupakan pengujian yang pertama kali dilakukan didalam penelitian yang bertujuan untuk mengukur valid tidaknya alat ukur yang digunakan. Uji validitas juga digunakan untuk mengukur ketepatan dan kebenaran dari variabel yang diteliti. Salah satu alat uji untuk menguji validitas dapat menggunakan program SPSS
41 Metodologi Penelitian Kuantitatif , (Banjarmasin : Aswaja Pressindo, 2015), hlm.248
42 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, CV, 2017), hlm. 80
25
dengan menggunakan korelasi Bivariate Person atau Product Moment Pearson.43 Caranya adalah dengan mengkorelasi masing-masing skor item-item pertanyaan dengan skor total (penjumlahan dari skor item). Pengujian dikerjakan dengan cara memanfaatkan tingkat signifikasi 5% atau 0,05. Kriteria validnya satu butir instrumen penelitian yaitu :
1) jika nilai (Rhitung) > (Rtabel) maka butir kuesioner valid atau dapat digunakan.
2) jika nilai (Rhitung) < (R tabel) atau nilai sig < 0,05 maka butir kuesioner tidak valid atau tidak dapat digunakan dalam penelitian.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur instrumen penelitian yang dapat dipercaya. Instrumen tersebut setelah diuji di lapangan memiliki konsistensi dan keandalan yang dapat mengungkapkan atau memberikan informasi yang sebenarnya. Hasil pengukuran dengan reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa data yang diukur reliabel. Salah satu alat ukur untuk pengujian reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk instrumen yang berbentuk angket dan skala. Hasil uji reliabel dapat dikatakan apabila mendekati angka 0 sampai 1.
Menggunakan rumus Alpha Cronbach secara umum ukuran reliabilitas dapat dikatakan jika hasil koefisien reliabilitas (ri) > 0,60.44 Uji reliabilitas dari instrumen penelitian dengan tingkat signifikan (
3. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk menguji data berdistribusi normal atau tidak. Data yang digunakan memiliki sebaran yang normal dalam populasi yang normal.45 Oleh karena itu, data yang digunakan dalam penelitian perlu dilakukan uji
43 Kasmir, Pengantar Metodologi Penelitian (Untuk Ilmu Manajemen, Akuntansi dan Bisnis), (Depok: PT RajaGrafindo, 2022), Ed.1, Cet.1, hlm.259-260
44 Ibid., hlm.261-262
45 Ibid., hlm.262
26
normalitas data. Hal ini penting karena jika data tidak berdistribusi normal relatif tidak dapat digunakan untuk penelitian dengan alat uji tertentu. Pengujian normalitas dapat digunakan untuk sampel sebanyak 30 (n>30) maka diasumsikan sudah cukup baik atau berdistribusi normal.
Salah satu uji normalitas yang sering digunakan adalah uji 4.
Untuk penentuan nilai D max adalah dengan membandingkan nilai D tabel yaitu jika D max < D tabel maka data populasi berdistribusi normal. Metode yang digunakan untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal adalah melalui dua cara yaitu analisis grafik dan uji statistik untuk mendeteksi normalitas data. Syarat dikatakan normalitas yaitu :
1) Jika nilai probabilitas signifikan K-S > 5% atau 0,05 maka H0 diterima data berdistribusi normal
2) Jika nilai probabilitinya < dari 0,05 maka Ha ditolak data tidak berdistribusi normal.
4. Uji Analisis Regresi
a. Uji Persamaan Regresi linier sederhana
Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional dan kausal dengan satu variabel independen dan satu variabel dependen.46 Persamaan regresi linear sederhana yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan :
Y = Keputusan Pembelian
X = Konten Tiktok Es Teh Indonesia ß = Koefisien Regresi = Standar Eror
46 Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, 2017), hlm. 261
27
H1 : Pengaruh Konten Tiktok Es Teh Indonesia terhadap Keputusan Pembelian
< 0 (konten tiktok es teh Indonesia tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian)
positif terhadap keputusan pembelian)
Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis dengan menggunakan signifik
berikut:
1) Jika nilai signifikan > 0,05, variabel bebas secara parsial mempengaruhi variabel terikat dan arah koefisien variabel tidak sesuai dengan arah Ha, maka Ha ditolak.
2) Jika nilai signifikan < 0,05, maka variabel bebas secara parsial mempengaruhi variabel terikat dan arah koefisien variabel sesuai dengan dimensi Ha, maka Ha diterima.
b. Uji Moderated Regression Analysis (MRA)
Penelitian ini menggunakan Teknik uji interaksi atau yang biasa disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Moderated Regression Analysis (MRA) adalah aplikasi khusus regresi linear berganda dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi antara dua atau lebih variabel independen. Moderated Regression Analysis menggunakan pendekatan analitik yang mempertahankan integritas sample dan memberikan dasar untuk mengontrol pengaruh variabel moderator.47 Metode ini dilakukan dengan menambahkan variabel perkalian antara variabel bebas dengan variabel moderatingnya.
Kriteria munculnya moderasi:
47 Imam Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 Cet. 9. (Semarang: BPFE UNDIP, 2018), hlm. 229.
28
1) Apabila uji variabel moderasi hasilnya sig. < 0,05 dan uji variabel independen * variabel moderasi hasilnya sig < 0,05 maka terjadi moderasi semu (Quasi Moderator) yaitu merupakan variabel yang memoderasi antara variabel independen dengan variabel dependen yang sekaligus menjadi variabel independen.
2) Apabila uji variabel moderasi hasilnya sig. > 0,05 dan uji variabel independen * variabel moderasi hasilnya sig < 0,05 maka terjadi moderasi murni (Purei Moderator) yaitu merupakan variabel yang memoderasi antara variabel independen dengan variabel dependen dimana variabel moderasi murni berinteraksi dengan variabel independen tanpa menjadi variabel independen.
3) Apabila uji variabel moderasi hasilnya sig. < 0,05 dan uji variabel independen * variabel moderasi hasilnya sig > 0,05 maka terjadi prediktor moderasi (Predictor Moderasi Variabel) yakni variabel moderasi ini hanya berperan sebagai variabel independen.
4) Apabila hasil pengujian variabel moderasi adalah sig.
> 0,05 dan uji variabel independen * hasil variabel moderasi sig > 0,05 maka terjadi moderasi potensial (Homologiser Moderator) yaitu merupakan variabel yang potensial menjadi variabel moderasi. Variabel ini tidak berinterkasi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.
Persamaan Regresi Hipotesis
Model II : Persepsi Harga Memoderasi Pengaruh antara Konten Tiktok Es Teh Indonesia dan Keputusan Pembelian dengan Menggunakan Uji Moderated Regression Analysis (MRA):
29 Keterangan :
Y = Keputusan Pembelian
X = Konten Tiktok Es Teh Indonesia ß = Koefisien Regresi Z = Persepsi Harga = Standar Eror H2 : Persepsi Harga Memoderasi Pengaruh antara Konten Tiktok Es Teh Indonesia terhadap Keputusan Pembelian
5. Uji Hipotesis
a. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)
Uji t adalah pengujian yang dilakukan untuk melihat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Untuk menentukan signifikan tersebut menggunakan standar eror 1 sampai 10 persen atau 0,05 (5%). Jika nilai dibawah standar eror maka nilai dikatakan signifikan, begitu sebaliknya.48 Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis sebagai berikut:
1) Jika nilai signifikansi > 0,05, variabel bebas secara parsial mempengaruhi variabel terikat dan arah koefisien variabel tidak sesuai dengan arah Ha, maka Ha ditolak.
2) Jika nilai signifikan < 0,05, maka variabel bebas secara parsial mempengaruhi variabel terikat dan arah koefisien variabel sesuai dengan dimensi Ha, maka Ha diterima.
b. Uji Koefesien Determinasi (R2)
Koefesien Determinasi (R2) adalah mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai R Square berkisar antara 0 dan 1.49 Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel- variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti
48 Kasmir, Pengantar Metodologi Penelitian (Untuk Ilmu Manajemen, Akuntansi dan Bisnis), (Depok: PT RajaGrafindo, 2022), Ed.1, Cet.1, hlm. 266.
49 Imam Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 Cet. 9. (Semarang: BPFE UNDIP, 2018), hlm. 55.
30
variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Misalnya diketahui hasil dari R2 adalah 0,80 maka 80% dari variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen.
31 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi data sampel
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten tiktok es teh Indonesia terhadap keputusan pembelian dengan persepsi harga sebagai variabel moderating.
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada konsumen es teh Indonesia, berdasarkan jumlah perhitungan rumus Cochran jumlah responden yang didapat adalah 97 responden. Berikut ringkasan pengembalian kuesioner.
Tabel 4.1
Ringkasan Pengembalian Kuisioner
Keterangan Jumlah
Kuesioner yang disebarkan 97
Kuesioner yang sudah di isi 97
Kuesioner yang tidak di isi 0
Total kuesioner yang digunakan 97
Sumber: Data diolah penulis, 2023
Berdasarkan tabel diatas, tingkat kuesioner yang terisi sebesar 100% dari kuesioner yang digunakan.
2. Deskripsi responden
Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yang sudah disebar kepada responden penelitian sejumlah 97 konsumen es teh Indonesia. Karakteristik responden yang diteliti dalam penelitian ini meliputi: jenis kelamin, usia, pekerjaan, lama
32
menggunakan tiktok. Berikut klasifikasi dari masing masing responden.
a. Jenis Kelamin
Tabel 4.2
Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah
Responden
Persentase
Laki-laki 41 41%
Perempuan 56 56%
Total 97 97%
Sumber: Data diolah penulis, 2023
Hasil tabel, menunjukkan bahwa mayoritas responden yang membeli produk es teh Indonesia adalah perempuan sebesar 56% dan laki-laki sebesar 41%
b. Usia konsumen
Tabel 4.3
Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia Konsumen
Usia Jumlah
Responden
Persentase
15-25 tahun 82 82%
26-35 tahun 15 15%
Total 97 97%
Sumber: Data diolah penulis, 2023
Hasil tabel, menunjukkan bahwa mayoritas responden yang membeli produk es teh Indonesia berusia 15 sampai 25 tahun sebesar 82% dan untuk usia 26 sampai 35 tahun sebesar 15%.