BAB IV REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas di KUD
“KOTA” Boyolali tahun 1999-2003, maka penulis dapat mengambil kesimpulan:
1. Likuiditas
Semua ratio likuiditas pada dasarnya baik. Ratio ratio ini mengalami kenaikan yang cukup besar dari tahun ketahun. Pada tahun 2003 terjadi penurunan tingkat likuiditas. Penurunan ini diakibatkan karena adanya kenaikan jumlah utang lancar yang diikuti pula oleh penurunan jumlah aktiva. Walaupun pada tahun 2003 mengalami penurunan likuiditas namun secara keseluruhan bila dibandingkan denga rata rata koperasi, KUD
“KOTA” Boyolali berada diatas rata rata. Hal ini berarti KUD “KOTA”
Boyolali lebih likuid atau mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya bila dibandingkan dengan rata rata koperasi.
2. Solvabilitas
Tingkat solvabilitas KUD “KOTA” Boyolali dari tahun ketahun mengalami penurunan. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah utang KUD
“KOTA” Boyolali semakin kecil sedangkan jumlah aktiva dan modal yang menjadi jaminan lebih besar. Bila dibandingkan dengan rata rata koperasi, 41
KUD “KOTA” berada dibawah rata rata. Hal ini menunjukkan bahwa KUD “KOTA” Boyolali mempunyai kekeyaan yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah utang utangnya atau lebih solvable bila dibandingkan dengan rata rata koperasi.
3. Rentabilitas
Semua ratio yang digunakan untuk mengukur rentabilitas dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, walaupun pada tahun 2000 terjadi penuruan tingkat rentabilitas. Penurunan tingkat rentabilitas ini disebabkan karena terjadinya penurunan jumlah laba sebesar Rp20.579.341. Bila dibandingkan dengan rata rata koperasi, tingkat rentabilitasnya berada diatas rata rata. Hal ini menunjukkan bahwa KUD “KOTA” Boyolali mempunyai kemampuan yang lebih tinggi untuk menghasilkan laba bila dibandingkan dengan rata rata koperasi
B. Saran
4. KUD “KOTA” Boyolali harus dapat meningkatkan atau mempertahankan tingkat likuiditasnya dengan cara menambah jumlah aktiva lancar seperti kas serta alat alat likuid lain, tetapi jangan terlalu besar karena jika jumlah kas serta alat alat likuid terlalu besar maka akan menyebabkan sebagian besar modal akan menjadi beku sehiungga perputarannya lambat. Hal ini menyebabkan rentabilitasnya turun.
5. KUD “KOTA” Boyolali juga harus mempertahankan tingkat solvabilitas dengan cara :
42
a. Menambah jumlah aktiva tanpa menambah utang atau menambah aktiva relativ lebih besar dari pada tambahan utang atau mengurangi utang tanpa mengurangi aktiva.
b. Mengurangi utang tanpa mengurangi aktiva atau mengurangi utang relativ lebih besar dari pada berkurangnya aktiva
6. KUD “KOTA” Boyolali sebaiknya mengupayakan kenaikan pendapatan serta melakukan penghematan biaya agar tingkat laba yang diperoleh semakin tinggi. Bila tingkat laba yang diperoleh tinggi maka rentabilitas kopersi juga tinggi.
43