333
Pengaruh Kenaikan Suku Bunga the Fed, Harga Minyak Dunia terhadap IHSG dalam Pergerakan Pasar Modal
Cindy Carolina Kurniasari1*, Yanna Eka Pratiwi2, Siwidyah Desi Lasianti3
123Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Surabaya
1*Corresponding author: [email protected]
ABSTRACT
This study aims to determine the simultaneous and partial effects of The Fed Interest Rate, World Oil Prices, and World Gold Prices on the Composite Stock Price Index (CSPI), as well as identifying the dominant independent variable. The study's population includes The Fed Interest Rate, World Oil Prices, World Gold Prices, and the CSPI. The sample comprises all available data on The Fed Interest Rate, World Oil Prices, World Gold Prices, and the closing values of the CSPI at the end of each month from January 2019 to December 2022. The research employs a multiple linear regression analysis model processed using the SPSS 16 program. Hypothesis testing is conducted using statistical tests. The study's findings lead to several conclusions: (1) The Fed Interest Rate and World Oil Prices have a significant partial effect, whereas World Gold Prices do not significantly affect the CSPI on a partial basis. (2) Collectively, The Fed Interest Rate, World Oil Prices, and World Gold Prices significantly influence the CSPI. (3) Among the independent variables, The Fed Interest Rate emerges as the dominant factor affecting the CSPI.
Keywords: The Fed Interest Rate, World Oil Prices, World Gold Prices, CSPI.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga The Fed, harga minyak dunia, dan harga emas dunia terhadap IHSG baik secara simultan maupun secara parsial.
Populasi dalam penelitian ini merujuk kepada empat variabel utama yang menjadi fokus analisis, yaitu suku bunga The Fed, harga minyak dunia, harga emas dunia, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sampel ini mencakup seluruh rentang data yang tersedia untuk keempat variabel ini selama periode 2019 hingga 2022. Penelitian ini digunakan model analisis regresi linier berganda (Multiple Linear Regression Analysis) yang diolah melalui program SPSS. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan uji statistik.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: suku bunga The Fed dan harga minyak dunia secara parsial berpengaruh signifikan, sedangkan harga emas dunia secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Suku bunga The Fed, harga minyak dunia, dan harga emas dunia secara simultan berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Diantara variabel bebas tersebut ternyata suku bunga The Fed berpengaruh dominan terhadap IHSG.
Kata Kunci: Suku Bunga The Fed, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia, IHSG
PENDAHULUAN
Menjaga stabilitas ekonomi terkait dengan perkembangan sektor keuangan, beberapa indikator perlu diperhatikan, khususnya dalam konteks pasar modal (Situngkir et al., 2020).
Pasar modal memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi suatu negara, karena ia memenuhi dua fungsi utama. Pertama, pasar modal berfungsi sebagai sarana bagi perusahaan untuk memperoleh pembiayaan atau menghimpun modal dari para investor, yang merupakan masyarakat yang berinvestasi dalam perusahaan. Kedua, pasar modal juga merupakan tempat bagi masyarakat umum untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen keuangan, termasuk saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen keuangan lainnya. Dengan demikian, pasar modal memiliki peran kunci dalam menggerakkan perekonomian dan memberikan akses keuangan yang penting bagi berbagai pihak. Kondisi pasar modal mencerminkan
334
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
syarat keuangan suatu negara. Semakin kuat pasar modal, semakin kuat situasi ekonomi suatu negara. Keadaan pasar modal Indonesia ditandai dengan salah satu indikator yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu indeks yang digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) berperan menjadi pintu utama perdagangan saham. Perkembangan pasar modal di Indonesia tercermin asal peningkatan nilai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun ke tahun. Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan pasar saham ialah kapitalisasi pasar.
Kapitalisasi pasar di BEI dihitung dari jumlah saham yang tercatat di BEI dikalikan dengan harga saham yang bersangkutan. Penurunan harga saham akan mengakibatkan penurunan kapitalisasi pasar begitu juga sebaliknya. Kapitalisasi pasar berkorelasi positif dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Peningkatan IHSG akan menyebabkan peningkatan kapitalisasi pasar. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan memakai seluruh emiten sebagai komponen penghitungan indeks. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di Indonesia IHSG merupakan salah satu pedoman bagi investor agar berinvestasi di pasar modal. Menurut Siregar (2020:144), untuk menarik para investor atas penerbitan instrumen keuangan salah satu contohnya adalah saham, untuk meningkatkan kinerja maka masing- masing perusahaan harus bersaing. Kinerja yang baik akan lebih banyak menarik perhatian para investor untuk menanamkan sahamnya di perusahaan dan tentu saja akan berakobat positif terhadap harga sahamnya. Adapun data Grafik IHSG dan Market Capitalization Bursa Periode Januari 2019-Desember 2022.
Gambar 1. Grafik IHSG dan Market Capitalization Bursa Periode Januari 2019-Desember 2022
(Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI))
Gambar diatas menunjukkan bahwa menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar di akhir tahun 2019 memberikan peningkatan kapitalisasi pasar yang signifikan sebanyak Rp 7.265 triliun dibandingkan akhir tahun 2018 sebesar Rp 7.023 triliun.
Sedangkan kapitalisasi pasar di penghujung tahun 2020 menunjukkan penurunan yang sangat pesat di masa pandemi covid-19 sebagai Rp 6.970 triliun. Pada 28 Desember 2022 mencapai Rp 9.509 triliun, naik menjadi 15,2% dari posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp
335
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
8.256 triliun. Sebelumnya, kapitalisasi pasar modal Indonesia menembus level tertinggi baru sebesar Rp 9,6 triliun pada 27 Desember 2022.
Amerika serikat merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sehingga banyak investor melakukan investasi berdasarkan informasi ekonomi Amerika Serikat.
Salah satu isu ekonomi yang tak jarang dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi ialah suku bunga The Fed. The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang bertanggung jawab, mendukung, dan menanggapi perkembangan ekonomi dan pasar saham merupakan bagian dari ekonomi. The Fed (Federal Reserve) mengawasi pasar saham dan dapat mempengaruhi tingkat suku bunga serta kegiatan ekonomi pada Indonesia. Saat ini, hampir seluruh pasar saham termasuk pada bagian yang memantau perkembangan saham di Amerika Serikat secara cermat. Apa yang dikatakan Fed akan diawasi ketat oleh pasar. Pasar akan bereaksi cepat terhadap rencana kebijakan The Fed. Dampak suku bunga terhadap pasar modal telah dipelajari secara luas oleh para peneliti sebelumnya. Ali (2014), (AAMD Amarasinghe, 2014), (Martínez-Cabrera et al., 2009) menemukan bahwa suku bunga mempunyai akibat negatif yang signifikan terhadap pasar saham, dimana suku bunga yang lebih tinggi dapat menurunkan efisiensi pasar saham.
Bank sentral Amerika Serikat (FED) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dasar agar tidak berubah pada kisaran 2,25% hingga 2,5%. Langkah tersebut disorot perbedaan pendapat, dimana presiden St. Louis Reserve Bank James Bullard memilih untuk memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin. Faktor lainnya, tingkat pengangguran Amerika Serikat turun menjadi 8,4%
setelah memuncak sebesar 14,7% pada bulan April saat pandemi memaksa bisnis tutup rapat.
Sementara perkiraan rata-rata berasal dari anggota FOMC ialah tingkat pengangguran sebanyak 7,6% pada akhir tahun 2020 serta mampu turun menjadi 5,5% pada akhir tahun 2021. Rilis data inflasi dan tenaga kerja pada Amerika Serikat (AS) langsung mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga. Sebelumnya, suku bunga maksimum bank sentral AS (Fed) diperkirakan antara 4,75% serta 5% tahun ini, tetapi pasar kini memperkirakan lebih tinggi lagi. Sekedar informasi, The Fed di pertemuan Desember 2022 menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,5% menjadi 4,25%-4,5%, tertinggi dalam 41 tahun. Sepanjang tahun 2022, The Fed telah menaikkan base rate sebanyak 7 kali. Secara kumulatif mulai Maret hingga Desember 2022 Fed rate telah meningkat 425 basis poin atau 4,25% sebelumnya pada 0-0,25%.
Variabel selanjutnya yang dapat mempengaruhi kinerja IHSG ialah harga minyak dunia. Salah satu harga minyak dunia yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG adalah minyak dari Amerika Serikat, khususnya minyak West Texas Intermediate yang digunakan menjadi minyak baku di Amerika Serikat. Minyak ini berasal dari ladang minyak utama AS yang terletak di Texas, Louisiana, dan North Dakota. Kenaikanhargaminyakduniadipasar internasionaljugadisebabkaneksporminyakmentahArabSaudipadaDesember2018turun dari 639 ribu barel per hari menjadi 7,5 juta barel per hari dibandingkan ekspor bulan sebelumnya.Harga minyak Brent dan WTI naik lebih dari dua kali lipat dari posisi terendah dekade yang terlihat pada bulan April, melampaui tahun lalu menandai harga negatif pertama untuk WTI yang mengejutkan investor di seluruh dunia. Perdagangan minyak Brent hari ini diperkirakan berkisar antara US$78,22 per barel dan US$78,67 per barel. Sementara itu,
336
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada US$75,92 per barel, naik menjadi 0,46%. Mengutip dari Investing.com, harga minyak mulai naik sejak Desember 2021. Perdagangan minyak Brent saat ini diperkirakan berkisar antara US$78,1 per barel hingga US$81,28 per barel.
Perkembangan harga emas berfluktuasi dari waktu ke waktu. Naiknya harga emas akan mendorong investor untuk memilih berinvestasi di emas daripada di pasar saham. Semakin banyak investor yang memindahkan portofolionya ke emas batangan, hal itu menyebabkan turunnya indeks pasar saham di negara bersangkutan akibat aksi jual investor (Prayitno, 2012). Jika saham adalah investasi finansial, maka emas adalah investasi aktual. Harga emas seringkali berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi atau counter-cyclical. Dengan kata lain, ketika pasar dan ekonomi sedang bullish (naik), harga emas cenderung stabil.
Sebaliknya, emas akan dicari saat terjadi ketidakpastian atau ketidakstabilan yang besar di pasar, sehingga harganyaakannaik. Menurut sumber Sahamok, (2022) Harga Emas Dunia sepanjang tahun 2019 cenderung meningkat. Seperti dikutip Investing.com, posisi emas global pada Desember 2019 adalah US$1.518,6 per ons. Angka ini terus menguat hingga mencapai US$1.526,75 per ons. Dalam setahun, harga emas dunia naik 19% (year to date).
Pada Juni 2020, harga emas spot naik 0,07% setelah memuncak pada 1% kemarin. Pada pukul 08:30 WIB, harga logam mulia ini terhadap emas adalah US$1.756,4 per troy ounce.
Jika harga emas tetap berada dalam kisaran saat ini atau bahkan menguat, ini akan menjadi penutupan tertinggi. Harga emas global terpantau fluktuatif, cenderung melemah sepanjang tahun 2022. Harga emas Comex disebut turun 0,91% (ytd). Demikian pula emas di pasar spot melemah 1,21% (ytd). Sejak awal tahun, rata-rata harga emas di lantai Comex tercatat sebesar US$1.804,66 per troy ounce dan US$1.801,90 per troy ounce untuk emas di pasar spot.
Penelitian terdahulu yang dikemukakan oleh Sartika (2017) menunjukkan bahwa hasil pengujian secara simultan adanya pengaruh yang signifikan antara Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Harga Minyak Dunia dan Harga Emas Dunia terhadap Indeks Jakarta agregat dan Jakarta Islam Index. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Suku Bunga, Nilai Tukar, Harga Minyak Dunia dan Harga Emas Dunia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan dan Jakarta Islam Index. Berdasarkan uraian penelitian terdahulu yang ada diatas bahwa adanya hasil dari penelitian yang sama maupun berbeda antara satu dengan yang lain terhadap variabel IHSG.
KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Investasi
Investasi dalam teori ekonomi berarti pembelian dan alat produksi yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi di masa depan. Investasi merupakan salah satu komponen produk domestik bruto. Fungsi investasi menurut aspek ini terbagi menjadi investasi non residensial dan investasi residensial. Menurut Lypsey (1997), investasi adalah pengeluaran atas barang-barang yang saat ini tidak dikonsumsi yang menurut jangka waktunya. Investasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang.
337
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Pasar Modal
Pasar modal adalah pasar atau tempat bertemunya pihak yang menawarkan dan memerlukan dana jangka panjang lebih dari satu tahun (Anoraga dan Pakarti, 2006) mengatakan bahwa pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan pemerintah, public authorities maupun perusahaan swasta. Tujuan pasar modal diantaranya mempercepat proses ikut sertanya masyarakat dalam kepemilikan saham perusahaan swasta menuju pemerataan pendapatan masyarakat, dan menggairahkan partisipasi masyarakat dalam pergerakan dana dan penggunaannya secara produktif untuk pembiayaan pembangunan nasional (Rusdin, 2006).
Portfolio
Menurut Husnan dan Marsis (2013:42), portofolio mengacu pada kumpulan investasi. Langkah ini melibatkan penentuan sekuritas yang akan dipilih dan proporsi modal yang akan diinvestasikan di masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan beberapa sekuritas dimaksudkan untuk meminimalkan. Pada praktiknya, akan sulit untuk membangun portofolio yang mencakup semua peluang investasi, itulah sebabnya agen atau proxy mencakup sejumlah besar saham atau indeks, sekuritas yang biasa digunakan. Contoh indeks pasar di Bursa Efek Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
IHSG menggambarkan rangkaian informasi historis mengenai pergerakan harga gabungan seluruh saham, sampai dengan tanggal tertentu (Sunariyah, 2006). Terkait dengan hal ini, itu mencerminkan nilai yang berfungsi sebagai ukuran kinerja saham biasa di pasar saham. Menurut Jogiyanto (2008), IHSG sebenarnya adalah sejumlah indeks saham yang telah diagregasi dan dihitung untuk menciptakan suatu trend, dimana angka indeks tersebut merupakan angka yang diolah sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk perbandingan berupa titik perubahan harga saham. Dalam perhitungan angka indeks ini digunakan waktu dasar (base period) dan waktu yang sedang berjalan (given/parent period).
Suku Bunga The Fed
The Fed adalah bank sentral, khususnya lembaga yang dirancang untuk mengawasi sistem perbankan dan mengatur jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Dari sudut pandang investor, jika Fed rate naik maka akan terjadi arus keluar modal, sehingga banyak investor yang akan menjual sahamnya dan berpindah ke tabungan di luar negeri (AS) dan indeks agregat harga saham akan turun. Sebaliknya, jika Fed menurunkan suku bunga, maka akan terjadi aliran modal masuk sehingga akan meningkat. Disamping itu, banyak investor asing yang membeli saham di Indonesia sehingga IHSG naik.
Hubungan Suku Bunga The Fed Terhadap IHSG
Salah satu basis investasi adalah pergerakan suku bunga Bank Sentral AS (Fed rate).
Suku bunga The Fed atau suku bunga Federal Reserve adalah suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve sebagai patokan suku bunga pinjaman dan simpanan bagi bank
338
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
dan/atau lembaga keuangan di seluruh dunia. Menurut Musgiyanti (2009), The Fed tidak hanya mampu mempengaruhi suku bunga dan aktivitas ekonomi. Tapi itu juga bisa mempengaruhi nilai saham. Saat The Fed menaikkan suku bunga, banyak uang yang tersedot sehingga menyebabkan jumlah uang beredar menyusut, sehingga kurang menarik untuk memiliki saham. Pertama, kenaikan suku bunga akan menghasilkan pengembalian yang lebih besar dari tabungan daripada berinvestasi dalam ekuitas. Kedua, ada kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Fed dapat menyebabkan ekonomi memasuki resesi, yang akan menurunkan pendapatan, dan seringkali menyebabkan nilai saham turun Ketika Fed menaikkan suku bunga.
H1: Suku bunga The Fed berpengaruh terhadap IHSG
Hubungan Harga Minyak Dunia Terhadap IHSG
Minyak mentah global seperti mata uang global dan emas adalah salah satu indikator yang terkait dengan ekonomi global, karena volatilitas mengikuti peristiwa ekonomi dan politik di suatu negara. Fluktuasi harga minyak dunia dapat mempengaruhi pasar modal suatu negara (Basit, 2020). Kenaikan harga minyak akan menyebabkan kenaikan harga barang konsumsi lainnya. Bagi negara pengekspor minyak dan perusahaan di sektor pertambangan, kenaikan harga minyak dunia dapat menguntungkan karena akan menarik investor. Namun, bagi perusahaan diluar sektor pertambangan, hal ini akan menimbulkan kerugian karena biaya operasional yang meningkat. Naik turunnya laba mempengaruhi harga saham perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai IHSG (Handiani 2014).
Menurut teori contagion effect menjelaskan bahwa kondisi ekonomi suatu negara mempengaruhi negara lain (Anggriana & Paramita, 2020).
H2: Harga Minyak Dunia berpengaruh terhadap IHSG Hubungan Harga Emas Dunia Terhadap IHSG
Teori portofolio mengajarkan konsep diversifikasi portofolio, yaitu konsep yang menyatakan bahwa seluruh dana tidak boleh diinvestasikan dalam satu bentuk investasi. Jika menanamkan seluruh dana dalam satu bentuk investasi dan investasi tersebut gagal, maka seluruh dana yang tertanam kemungkinan tidak akan kembali. Diversifikasi dilakukan untuk mengurangi risiko portofolio dengan menggabungkan atau menambah investasi berupa aset- aset/sekuritas. Ketika pasar modal stagnan IHSG mejadi jatuh artinya berinvestasi di pasar modal tidak baik bagi investor untuk mengalihkan modalnya ke jenis investasi lain, salah satunya investasi emas.
H3: Harga Emas Dunia berpengaruh terhadap IHSG
339
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Gambar 2. Kerangka Konseptual Keterangan:
= Secara Parsial
= Secara Simultan METODE PENELITIAN
Unit analisis untuk penelitian ini diperoleh dari investing.com, finance.yahoo.com, newyorkfed.org. Peneliti akan membuat beberapa kesimpulan tentang populasi yang merupakan totalitas dari semua komponen, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), suku bunga The Fed, harga minyak dunia, dan harga emas dunia mejadi topik kajian. Obyek yang dipilih dengan hati-hati untuk mencerminkan populasi adalah bagian dari sampel.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data suku bunga The Fed, harga minyak dunia, harga emas dunia, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibatasi pada waktu penutupan minggu akhir setiap bulan antara Januari 2019 hingga Desember 2022. Teknik analisis yang dilakukan yaitu Analisis data deskriptif dan inferensial dilakukan untuk penelitian ini. Analisis regresi linier berganda termasuk dalam analisis inferensial dengan memperhatikan praduga konvensional. Uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan varian variabel adalah beberapa hipotesis tradisional yang akan diuji. Data penelitian diolah dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for Social Sciences).
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif dalam penelitian ini mengacu pada rata-rata (mean) dan simpangan baku (standard deviation), nilai minimum dan maksimum dari semua variabel dalam penelitian ini, yaitu suku bunga The Fed, harga minyak dunia, dan harga emas dunia sebagai variabel independen dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai variabel dependen dalam periode pengamatan data dari 2019 hingga 2022 sebagai data bulanan yang diambil dari beberapa situs web seperti www.newyorkfed.org untuk data suku bunga The Fed bulanan, www.investing.com untuk data bulanan harga minyak dunia dan harga emas dunia, serta www.finnace.yahoo.com untuk data IHSG. Nilai statistik deskriptif dapat dilihat di tabel 1 sebagai berikut:
Suku Bunga The Fed (X1)
Harga Emas Dunia (X3) Harga Minyak
Dunia (X2) IHSG (Y)
340
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Tabel 1. Statistik Deskriptif
Sumber: data diolah peneliti 2023
Tabel diatas menunjukkan jumlah data (N) ada 48, dari 48 data ini nilai terkecil (Minimum) suku bunga The Fed adalah 3,00. Nilai terkecil dari harga minyak dunia adalah 351,00. Nilai terkecil dari harga emas dunia adalah 26478,00 dan nilai terkecil dari IHSG adalah 73552.00. Sedangkan nilai terbesar (Maksimum) dari suku bunga The Fed adalah 426,00. Nilai terbesar dari harga minyak dunia adalah 2619,00. Nilai terbesar dari harga emas dunia adalah 44903,00 dan nilai terbesar dari IHSG adalah 1,58292.
Skewness dan Kurtosis
Skewness dan kurtosis adalah ukuran untuk melihat apakah variabel terdistribusi secara normal atau tidak. Skewness mengukur kemiringan data dan kurtosis mengukur puncak distribusi data. Data terdistribusi normal memiliki nilai skewness dan kurtosis mendekati nol. Analisis skewness dan kurtosis dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2 Skewness dan Kurtosis
Sumber: data diolah peneliti 2023
Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai skewness dari suku bunga The Fed adalah 0,744. Nilai skewness dari harga minyak dunia adalah 0,426. Nilai skewness dari harga emas dunia adalah -0,620. Nilai skewness dari IHSG adalah -0,496. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai skewness dari 3 variabel berdistribusi secara normal. Sedangkan dari tabel diatas juga menunjukkan nilai kurtosis dari suku bunga The Fed adalah -0,689. Nilai kurtosis dari harga minyak dunia adalah 0,060. Nilai kurtosis dari harga emas dunia adalah -0,325. Nilai kurtosis dari IHSG adalah -0,209. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai kurtosis dari 3 varibel berdistribusi secara normal.
Analisis Linier Berganda
Hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi program SPSS 16 dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut:
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
The Fed 48 3,00 426,00 110,020833 122,68199
HMD 48 351,00 2619,00 1429,04167 499,29141
HED 48 26478,00 44903,00 36629,0625 4707,58137
IHSG 48 73552,00 1,58292 126509,479 19494,12008
Valid N (listwise) 48
N Skewness Kurtosis
Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error
The Fed 48 0,744 0,343 -0,698 0,674
HMD 48 0,426 0,343 0,060 0,674
HED 48 -0,620 0,343 -0,325 0,674
IHSG 48 -0,496 0,343 -0,209 0,674
Valid N (listwise) 48
341
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Tabel 3. Hasil Uji Regresi Lineаr Bergаndа
Sumber: Output SPSS, 2023
Model regresi berdаsаrkаn hаsil uji regresi lineаr bergаndа pаdа Tаbel 4.3 аdаlаh:
Y = 71749.603 + 68.021FED+ 21.004HMD + 0.471HED + e
Berdasarkan persamaan regresi dan tabel 3 diatas maka hasil regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Persamaan regresi linier berganda diatas diketahui memiliki konstanta 71749,603 dengan tanda positif. Dengan demikian, besarnya konstanta menunjukkan bahwa jika variabel independen (Suku Bunga The Fed, Harga Minyak Dunia dan Harga Emas Dunia) diasumsikan konstan, maka variabel dependen yaitu IHSG akan meningkat sebesar 71749,603 poin.
b. Koefisien variabel Suku Bunga The Fed sebesar 68,021 maka setiap kenaikan Suku Bunga The Fed sebesar 1% akan menyebabkan kenaikan IHSG sebesar 68,021%.
c. Koefisien variabel Harga Minyak Dunia sebesar 21,004 maka setiap kenaikan Harga Minyak Dunia sebesar 1% akan menyebabkan kenaikan IHSG sebesar 21,004%.
d. Koefisien variabel Harga Emas Dunia sebesar 0,471 maka setiap kenaikan Harga Emas Dunia sebesar 1% akan menyebabkan kenaikan IHSG sebesar 0,471%.
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Normalitas data merupakan syarat dasar pokok yang harus dipenuhi dalam analisis parametrik. Menggunakan Kolmogorov Smirnov Test dan untuk metode tersebut bisa dibaca dengan Jika signifikasi kurang dari 0,05 kesimpulan data tidak berstribusi normal.
Sebaliknya jika signifikasi lebih dari 0,05 maka data berstribusi normal. Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Uji Normalitas (One – Sample Kolmogorov Smirnov)
Unstandardized Residual
N 48
Normal Parametersa Mean 0,0000000
Std. Deviation 12912,41761
Most Extreme Differences Absolute 0,148109153
Positive 0,056631698
Negative -0,148109153
Kolmogorov-Smirnov Z 1,026130313
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,243036073
Sumber: Output SPSS, 2023 Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 71749,603 19427,090 3,693 0,001
The Fed 68,021 20,569 0,428 3,307 0,002
HMD 21,004 4,539 0,538 4,628 0,000
HED 0,471 0,552 0,114 0,853 0,398
342
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Tabel output diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikasi (asymp. Sig 2- tailed) sebesar 0,243036073. Karena nilai signifikasi lebih dari 0,05 maka nilai residual terdistribusi dengan normal.
Uji Multikolinieritas
Salah satu mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinieritas antara lain dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan tolerance, apabila nilai VIF kurang dari 10 dan tolerance lebih dari 0,1 maka dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas. Adapun hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas
Sumber: Output SPSS, 2023
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diatas dengan metode VIF, menunjukkan bahwa nilai VIF semua variabel bebas < 10, artinya bahwa semua variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas sehingga tidak membiaskan interpretasi hasil analisis regresi.
Uji Autokorelasi
Metode pengujian menggunakan uji Durbin-Watson (DW test), Pengambilan keputusan pada uji Durbin Watson. DU < DW < 4 – DU maka Ho diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi, DW < DL atau DW > 4-DL maka Ho ditolak, artinya terjadi autokorelasi, DL < DW < DU atau 4-DU < DW, artinya tidak ada kesimpulan yang pasti.
Adapun hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi
Sumber: Output SPSS, 2023
Dari output diatas dapat diketahui nilai Durbin-Watson sebesar 1,726. Karena nilai DW terletak antara DU < DW < 4 - DU (1,6708 < 1,726 < 2,3292) Hasilnya Ho diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi pada model regresi
Uji Heterokesdastisitas
Alasan dilakukannya uji Heteroskedastisitas untuk mengetahui adanya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada regresi linear, dimana dalam model regresi harus dipenuhi syarat tidak adanya heteroskedastisitas.
Variabel Tolerance VIF
The Fed 0,595 1,680
HMD 0,738 1,355
HED 0,560 1,785
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 0,749a 0,561 0,531 13345,35572 1,726
343
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Gambar diatas titik menyebar secara acak dan tidak ada pola yang jelas, dimana titik- titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Maka disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas atau bersifat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan.
Uji Hipotesis Uji t
Uji t pada dasarnya menunjukkan tingkat pengaruh suatu variabel independen untuk secara individual menjelaskan perubahan variabel dependen. Untuk menguji pengaruh parsial dapat dilakukan dengan cara berdasarkan nilai probabilitas. Jika nilai Sig < 0,05 maka berpengaruh signifikan, hipotesis diterima. Jika nilai Sig > 0,05 maka berpengaruh tidak signifikan, hipotesis ditolak. Adapun hasil uji t sebagai berikut:
Tabel 7. Hasil Uji t
Sumber: Output SPSS, 2023
a. Suku bunga The Fed berpengaruh signifikan terhadap IHSG karena memiliki nilai signifikansi 0,002 (lebih kecil dari 0,05). Jadi hipotesis pertama yang menyatakan bahwa Suku Bunga The Fed berpengaruh terhadap IHSG dapat diterima.
b. Harga minyak dunia berpengaruh signifikan terhadap IHSG karena memiliki signifikansi 0,000 (lebih kecil dari 0,05). Jadi hipotesis kedua yang menyatakan bahwa harga minyak dunia berpengaruh terhadap IHSG dapat diterima.
c. Harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG karena memiliki nilai signifikansi 0,398 (lebih besar dari 0,05). Jadi hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa harga emas dunia berpengaruh terhadap IHSG ditolak.
Uji F
Uji F digunakan untuk menguji pengaruh ketiga variabel independent. Jika probabilitas (sig F) > α (0,05) maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh dari variabel
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constan
t) 71749,603 19427,090 3,693 0,001
The Fed 68,021 20,569 0,428 3,307 0,002
HMD 21,004 4,539 0,538 4,628 0,000
HED 0,471 0,552 0,114 0,853 0,398
344
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
independen secara serempak terhadap variabel dependen. Namun jika probabilitas (sig F) <
α (0,05) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Tabel 8. Hasil Uji F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 10024638,886 3 3341546,295 18,762 0,000
Residual 7836334,844 44 178098,519
Total 17860973,730 47
Sumber: Output SPSS, 2023
Tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi F sebesar 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis keempat menyatakan bahwa suku bunga The Fed, harga minyak dunia, dan harga emas dunia berpengaruh signifikan terhadap IHSG.
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi dalam regresi berganda digunakan untuk mengetahui presentase sumbangan variabel independen terhadap variasi (naik turunnya) Y atau variabel dependen yang disebut dengan multiple coefficient of correlation dengan simbol R2
Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Sumber: Output SPSS, 2023
Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka R2 (R Square) sebesar 0,561 atau (56,1%).
Hal ini menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel independen (suku bunga The Fed, harga minyak dunia, harga emas dunia) terhadap variabel dependen (IHSG) sebesar 56,1%. Sedangkan sisanya sebesar 43,9 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Adjusted R Square adalah nilai R Square yang telah disesuaikan, nilai ini selalu lebih kecil dari R Square dan angka ini bisa memiliki harga negatif.
Pembahasan
1. Pengaruh Suku Bunga The Fed Terhadap IHSG
Dari hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 dimana nilai ini signifikan karena lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa suku bunga The Fed berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Dengan demikian hipotesis pertama bahwa suku bunga The Fed berpengaruh terhadap IHSG dapat diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Gusti Ayu Diah, Akua Miyanti dan Luh Putu Wiagustini (2018) dengan hasil yang sama bahwa Suku Bunga The Fed berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG.
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 0,749a 0,561 0,531 13345,35572 1,726
345
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
2. Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap IHSG
Dari hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dimana nilai ini signifikan karena lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga minyak dunia berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Dengan demikian hipotesis kedua tentang pengaruh harga minyak dunia terhadap IHSG dapat diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Handiani (2014), dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa harga minyak dunia berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG. Hal ini disebabkan karena harga minyak dunia yang berfluktuasi dapat mempengaruhi pasar modal suatu negara.
3. Pengaruh Harga Emas Terhadap IHSG
Dari hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,398 dimana nilai ini tidak signifikan karena lebih besar dari 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Dengan demikian hipotesis ketiga menyatakan bahwa Harga Emas Dunia berpengaruh terhadap IHSG ditolak. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang hanya membeli emas untuk digunakan sebagai perhiasan dan bukan untuk tujuan investasi.
Karena banyak orang hanya membeli emas untuk kebutuhan atau kepuasan tambahan, hal ini membuat investor enggan untuk melakukan aktivitas investasi saham di pasar modal (Nellawati dan Isbanah, 2019).
4. Pengaruh Suku Bunga, Harga Minyak Dunia dan Harga Emas Terhadap IHSG Berdasarkan hasil dari Uji f dapat diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 (kurang dari 0,05) maka hipotesis yang keempat terbukti, artinya secara simultan variabel Nilai suku bunga The Fed, harga minyak dunia, harga emas berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Hal ini berarti ketiga variabel diatas secara bersamaan memiliki pengaruh yang searah terhadap IHSG
KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
Berdasarkan latar belakang, landasan teori, analisis data, dan hasil pengujian yang dilakukan terhadap hipotesis, maka dapat diambil kesimpulan yakni suku bunga The Fed berpengaruh signifikan terhadap IHSG, harga minyak dunia berpengaruh signifikan terhadap IHSG, harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG dan suku bunga The Fed, harga minyak dunia, harga emas dunia secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap IHSG.
Berdasarkan pengalaman peneliti selama penelitian, terdapat keterbatasan- keterbatasan tertentu yakni data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, sehingga penelitian tidak bisa mengendalikan dan mengawasi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam perhitungan, periode penelitian yang digunakan hanya 4 tahun pengamatan yaitu tahun 2019 sampai dengan tahun 2022, tempat yang menjadi sampel tidak terlihat jelas klasifikasi perusahaannya, dan penelitian ini hanya memfokuskan pada analisis yang menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan, penulis menyarankan bagi investor harus mencermati dan mengantisipasi peristiwa makro ekonomi, termasuk pengumuman suku bunga The Fed yang terjadi baik di dalam negeri maupun global sebagai salah satu faktor
346
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan investasi. Bagi pembuat kebijakan moneter, khususnya Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, harus memperhatikan reaksi pasar modal terhadap perubahan faktor makro ekonomi, salah satunya suku bunga saat merumuskan kebijakan. Informasi mengenai usulan perubahan kebijakan harus diumumkan kepada publik agar investor dapat mengantisipasi perubahan yang akan terjadi agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mengalami fluktuasi negatif.
Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian selanjutnya di pasar modal disarankan untuk memperluas data yang diperlukan sebagai dasar perhitungan return ekspetasian agar lebih akurat. Penelitian selanjutnya sebaiknya juga memperhatikan variabel lain yang dapat mempengaruhi pasar modal untuk lebih menjelaskan dampak dari suatu peristiwa.
DAFTAR PUSTAKA
AAMD Amarasinghe. (2014). Dynamic relationship between Exchange rate and Stock Returns ; Empirical Evidence from Colombo Stock Exchange. International Journal of Liberal Arts and Social Science, 2(5), 129–137.
Achmad, Ath Thobarry. 2009. Tesis: Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Suku Bunga, Laju Inflasi Dan Pertumbuhan GDP Terhadap Indeks Harga Saham Sektor Properti (Kajian Empiris Pada Bursa Efek Indonesia Periode Pengamatan Tahun 2000-2008 ), Universitas Diponegoro Semarang.
Aggarwal, R., 1992, Gold Markets, dalam: Newman, P., Milgate, M., Eatwell, J. “The New Palgrave Dictionary of Money and Finance (Volume 2)”, Basingstoke, Macmillan.
Akua Miyanti, G. A. D., & Wiagustini, L. P. (2018). Pengaruh Suku Bunga the Fed, Harga Minyak Dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 5, 1261.
https://doi.org/10.24843/eeb.2018.v07.i05.p02
Cornelius, Trihendradi. 2009. Step by Step SPSS 16 Analisis Data Statistik. Yogyakarta : CV Andi Offset.
Darmadji, T.HM Fakhrudin. 2006. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab.
Salemba Empat, Jakarta.
Gumilang, R, Chandra. Hidayat., dan Endang. (2014). Pengaruh Variabel Makroekonomi, Harga Emas dan Minyak Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Studi pada Efek Indonesia Periode 2009-2013). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) ,Vol. 14 No. 2.
Handiani, Sylvia. 2014. “Pengaruh Harga Emas Dunia, Harga Minyak Dunia dan Nilai Tukar Dolar Amerika/Rupiah Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pada Periode 2008-2013”. Jurnal Magister Manajemen Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Martínez-Cabrera, H. I., Jones, C. S., Espino, S., & Jochen Schenk, H. (2009). Wood anatomy and wood density in shrubs: Responses to varying aridity along transcontinental transects. American Journal of Botany, 96(8), 1388–1398.
https://doi.org/10.3732/ajb.0800237
Minyak, H., Dan, D., Saham, I., Jones, D. O. W., & Darwati, S. (2015). Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pada Pasar Modal Di Negara-Negara Asean. October 2014, 47–56.
347
Cindy Carolina Kurniasari, Yanna Eka Pratiwi, Siwidyah Desi Lasianti : Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The..
Misgiyati (2009) . Pengaruh suku bunga luar negeri Federal reserve (the fed), Nilai tukar rupiah/us $ dan inflasi terhadap Indeks harga saham gabungan Di bursa efek indonesia periode 2006-2008. Malang: Jurnal Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang Nellawati, S. O., & Isbanah, Y. (2019). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor
Eksternal Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016. Jurnal Ilmu Manajemen, 7, 113-123.
Pengambilan data Harga Emas Dunia dan Harga Minyak Dunia, diakses tanggal 6 Juli 2023 dari https://finance.yahoo.com
Pengambilan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), diakses tanggal 6 Juli 2023 dari https://www.investing.com
Pengambilan data Suku Bunga The Fed, diakses tanggal 6 Juli 2023 dari https://www.newyorkfed.org
Sartika, U. (2017). Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Kurs, Harga Minyak Dunia Dan Harga Emas Dunia Terhadap Ihsg Dan Jii Di Bursa Efek Indonesia. BALANCE Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 2(2), 285. https://doi.org/10.32502/jab.v2i2.1180
Siregar, B. G. (2020). Pengaruh Debt To Aguity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Penelitian Akuntansi (JENSI), 4, 114-124
Situngkir, T. L., Ronggo, J., & Karawang, L. (2020). Indeks Harga Konsumen Dan Nilai Tukar Berpengaruh Terhadap IHSG Dengan Pendekatan Error Correction Model.
Jurnal Administrasi Kantor, 8 (1), 13–24