• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pada PT. Apakah terdapat pengaruh secara bersama-sama kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior pada PT.

GAMBAR 2.1. Rerangka Pemikiran …………………………………...……….… 28  GAMBAR 4.1. Struktur Organisasi ……………………………..………………… 45  GAMBAR 4.2
GAMBAR 2.1. Rerangka Pemikiran …………………………………...……….… 28 GAMBAR 4.1. Struktur Organisasi ……………………………..………………… 45 GAMBAR 4.2

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Identifikasi Masalah
  • Batasan Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Bagi kalangan akademisi, penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai hubungan pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior pegawai serta berkontribusi terhadap pengembangan literatur penelitian tentang Organizational Citizenship Behavior pegawai di Indonesia. Bagi para praktisi, penelitian ini mempunyai implikasi untuk mempertimbangkan kebijaksanaan dalam menyikapi dan memahami permasalahan perilaku kewargaan organisasi karyawan yang mungkin mempengaruhi efektivitas organisasi.

LANDASAN TEORI

Tinjauan Pustaka

  • Kepuasan Kerja
    • Pengertian Kepuasan Kerja …
    • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja ….… 12
    • Pengertian Komitmen Organisasi
    • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komitmen
  • Organizational Citizenship Behavior
    • Pengertian Organizational Citizenship Behavior …
    • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Organizational

Menurut Robbins (2008), kepuasan kerja adalah perasaan positif terhadap pekerjaan yang dihasilkan dari evaluasi karakteristiknya. Peluang promosi adalah peluang untuk tumbuh dalam organisasi dan tampaknya memiliki pengaruh berbeda terhadap kepuasan kerja.

Hubungan Antar Variabel

  • Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship
  • Komitmen Organisasi Terhadap Organizational
  • Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap

Komitmen Organisasi Organizational Citizenship Behavior (OCB) Seseorang yang memiliki tingkat komitmen yang tinggi terhadap organisasinya, maka seseorang yang memiliki tingkat komitmen yang tinggi terhadap organisasinya, maka orang tersebut akan melakukan apapun untuk memajukan perusahaannya karena keyakinannya terhadap organisasi. organisasinya (Luthans, 1995). Penelitiannya menunjukkan bahwa variabel: Kepuasan kerja dan komitmen organisasi mempunyai pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior. Pengaruh kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang dimediasi oleh komitmen organisasi (Anja Raksa Pradhiptya, 2013).

Ho3: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior. Ha3: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior. Terdapat pengaruh antara Kepuasan Kerja (X1) dan Komitmen Organisasi (X2) secara bersama-sama terhadap Keputusan Organizational Citizenship Behavior (Y).

Gambar berikut menunjukkan rerangka berpikir pada penelitian ini : Gambar 2.1.
Gambar berikut menunjukkan rerangka berpikir pada penelitian ini : Gambar 2.1.

Penelitian Terdahulu

Rerangka Pemikiran

Penelitian ini menguji pengaruh variabel independen 1 (X1) yaitu kepuasan kerja terhadap variabel dependen (Y) yaitu Organizational Citizenship Behavior. Pengertian variabel bebas 1 kepuasan kerja (X1) adalah perasaan positif terhadap pekerjaan seseorang yang merupakan hasil penilaian karakteristiknya. Penelitian ini juga menguji pengaruh variabel independen 2 komitmen organisasi (X2) terhadap variabel dependen (Y) yaitu Organizational Citizenship Behavior.

Sedangkan definisi variabel independen 2, komitmen organisasi (X2), adalah tingkat dimana seorang pegawai mendukung suatu organisasi dan tujuannya serta ingin mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Sedangkan definisi variabel dependen Organizational Citizenship Behavior (Y) adalah suatu bentuk perilaku informal dimana karyawan melampaui apa yang secara formal diharapkan dari mereka untuk memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan organisasi dan orang-orang di dalamnya. Selain itu, penelitian ini juga menguji pengaruh variabel independen 1 kepuasan kerja (X1) dan independen 2 komitmen organisasi (X2) terhadap variabel dependen Organizational Citizenship Behavior (Y).

Hipotesa

METODOLOGI PENELITIAN

  • Objek Penelitian
  • Data & Sumber Data
    • Metode Pengumpulan Data
  • Populasi
  • Operasionalisasi Variabel
  • Teknik Pengujian Hipotesis …
    • Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas
  • Analisis Regresi Berganda
  • Koefisien Determinasi
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas
    • Uji Multikolinieritas
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Hipotesis
    • Uji F
    • Uji t

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior pada perusahaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kepuasan kerja (X1) dan komitmen organisasi (X2) secara bersama-sama terhadap Organizational Citizenship Behavior (Y). Berdasarkan hasil penelitian pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior diperoleh hasil sebagai berikut.

Untuk koefisien regresi variabel kepuasan kerja (X1), jika nilai variabel independen lainnya konstan dan nilai kepuasan kerja meningkat sebesar 1 satuan, maka nilai keputusan Organizational Citizenship Behavior akan meningkat dengan jumlah yang sama. sebagai nilai variabel kepuasan kerja (X1). Perusahaan harus meningkatkan kepuasan kerja karyawan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan Organizational Citizenship Behavior. Hal ini dikarenakan tidak menutup kemungkinan terdapat variabel lain selain kepuasan kerja dan komitmen organisasi yang dapat mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior.

Tabel Operasionalisasi Variabel
Tabel Operasionalisasi Variabel

ANALISIS & PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

  • Sejarah PT. Asuransi Tri Pakarta
  • Fungsi Dan Tujuan PT. Asuransi Tri Pakarta
  • Struktur Organisasi
  • Visi dan Misi PT. Asuransi Tri Pakarta

Begitu pula sebaliknya, jika nilai variabel independen lainnya tetap dan nilai kepuasan kerja mengalami penurunan sebesar 1 satuan, maka nilai variabel Organizational Citizenship Behavior akan mengalami penurunan sebesar 0,336 satuan. Dalam hal ini pengaruh variabel independen Kepuasan Kerja berbanding lurus dengan Organizational Citizenship Behavior yang artinya semakin meningkat kepuasan kerja maka nilai Organizational Citizenship Behavior juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Keputusan: Terdapat pengaruh antara kepuasan kerja (X1) dan Komitmen Organisasi (X2) terhadap Organizational Citizenship Behavior (Y) (p-value 0,000 < 0,05)  Ho Ditolak.

Asuransi Tri Pakarta yang berkantor pusat di Jakarta dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi untuk mengetahui kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior karyawan di perusahaan tersebut. Dalam hal ini pengaruh variabel bebas Kepuasan Kerja berbanding lurus dengan keputusan Organizational Citizenship Behavior, artinya dengan meningkatnya Kepuasan Kerja maka nilai keputusan Organizational Citizenship Behavior juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Melalui Komitmen Organisasi Staf Kebersihan ISS Surabaya.

Analisis Deskriptif

  • Deskripsi Responden Penelitian
    • Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
    • Responden Berdasarkan Usia
  • Deskripsi Statistik Variabel Penelitian
    • Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja
    • Deskripsi Variabel Komitmen Organisai
    • Deskripsi Variabel Organizational Citizenship

Analisa Hasil Data Penelitian

  • Hasil Uji Pre-Test
  • Hasil Uji Pre-Test Validitas
  • Hasil Uji Pre-Test Reliabilitas

Hal ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui apakah variabel yang diteliti dapat dinyatakan valid dan reliabel untuk penelitian selanjutnya. Uji validitas pre-test ini dilakukan terhadap tiga variabel dalam penelitian ini yaitu variabel Kepuasan Kerja (X1), Komitmen Organisasi (X2), Organizational Citizenship Behavior (Y). Hasil uji validitas pada pre-test ketiga variabel penelitian menunjukkan bahwa seluruh item dalam penelitian ini dapat dinyatakan valid karena Sig.

Reliabilitas pre-test penelitian ini juga dilakukan terhadap tiga variabel penelitian yaitu kepuasan kerja (X1), komitmen organisasi (X2), dan Organizational Citizenship Behavior (Y). Nilai Cronbach Alpha secara keseluruhan pada uji reliabilitas setiap variabel penelitian adalah antara 0,666 hingga 0,821, lebih besar dari nilai minimum yang disyaratkan yaitu 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan yang digunakan sebagai alat ukur suatu variabel dapat dijelaskan secara andal dan digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Hasil Uji Instrumen

  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas

Hasil uji validitas pada variabel X1 menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel ini valid, karena Sig. setiap item lebih kecil dari 0,05. Hasil uji validitas pada variabel X2 menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel ini valid, karena Sig. setiap item lebih kecil dari 0,05. Hasil uji validitas pada variabel Y menunjukkan seluruh item pada variabel ini valid, karena Sig.

Hasil uji reliabilitas pada tabel diatas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha untuk variabel X1 sebesar 0,731 dengan nilai lebih besar dari 0,6. Dengan demikian, dapat dikatakan item pertanyaan pada variabel Kepuasan Tugas reliabel. Hasil uji reliabilitas pada tabel diatas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha untuk variabel X2 sebesar 0,797 dengan nilai lebih besar dari 0,6. Dengan demikian dapat dikatakan item pertanyaan pada variabel Komitmen Organisasi adalah reliabel. Hasil uji reliabilitas pada tabel diatas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha variabel Y sebesar 0,713 dengan nilai lebih besar dari 0,6.

Uji Asumsi Klasik

  • Uji Normalitas
  • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Multikolinieritas …

Jika data tersebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Dari gambar diatas terlihat data membentang di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, model regresi sesuai asumsi normal. Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk memeriksa ada tidaknya ketimpangan varians dalam model regresi dari residu pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain.

Apabila tidak terdapat pola yang jelas, dan titik-titik tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini menunjukkan bahwa dalam model regresi tidak terdapat hubungan antara variabel independen dengan nilai residu. Dari tabel diatas terlihat nilai VIF keempat variabel independen diatas berada dibawah angka 10 yaitu Kepuasan Kerja (X1) = 1,855 dan Komitmen Organisasi (X2) = 1,855.

Analisis Model Regresi

Koefisien regresi variabel Kepuasan Kerja (KP) sebesar 0,336 yang berarti jika nilai variabel independen lainnya konstan dan nilai Kepuasan Kerja meningkat 1 satuan maka nilai Organizational Citizenship Behavior akan meningkat sebesar 0,336 satuan. Koefisien regresi variabel komitmen organisasi (CO) sebesar 0,598 yang berarti jika nilai variabel independen lainnya konstan dan nilai komitmen organisasi meningkat 1 satuan maka nilai Organizational Citizenship Behavior akan meningkat sebesar 0,598 satuan. Sebaliknya jika nilai variabel bebas lainnya konstan dan nilai komitmen organisasi mengalami penurunan sebesar 1 satuan, maka nilai variabel perilaku kewargaan organisasi akan mengalami penurunan sebesar 0,598 satuan.

Dalam hal ini pengaruh variabel bebas Komitmen Organisasi berbanding lurus dengan Organizational Citizenship Behavior, artinya dengan meningkatnya Komitmen Organisasi maka nilai Organizational Citizenship Behavior juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya.

Pengujian Hipotesis

  • Uji F
  • Uji t
  • Koefisien Determinasi

Dari tabel diatas terlihat nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 maka keputusannya adalah Tolak H0. Tujuan dari uji t ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh secara parsial atau individual setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa cocok garis regresi dengan data sebenarnya (goodness of fit).

Koefisien determinasi ini mengukur persentase total variasi variabel dependen Y yang dijelaskan oleh variabel independen dalam garis regresi. Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi atau Adjusted R-squared sebesar 0,479 yang berarti 47,9% variabel terikat yaitu Organizational Citizenship Behavior (Y) variasinya dapat dijelaskan oleh variabel bebas Kepuasan Kerja (X1).

Implikasi Manajerial

Sebuah perusahaan tidak tepat jika ingin menciptakan kepuasan kerja bagi karyawannya dengan memberikan kesempatan mempelajari hal-hal baru. Dari hasil penilaian diatas, akan lebih tepat jika suatu perusahaan ingin menciptakan kepuasan kerja bagi karyawannya dengan cara. Sedangkan tanggapan responden terhadap Kepuasan Kerja menunjukkan bahwa skor rata-rata terendah adalah pernyataan karyawan merasa senang dengan adanya kesempatan mempelajari hal baru di tempat kerja.

Sedangkan tanggapan responden terhadap kepuasan kerja menunjukkan nilai rata-rata yang paling rendah adalah pernyataan bahwa setiap karyawan mempunyai rasa empati terhadap permasalahan perusahaan. Perusahaan hendaknya meningkatkan Komitmen Organisasional karyawannya, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan Organizational Citizenship Behavior. Saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai kepuasan kerja dan komitmen organisasi pada karyawan yang bekerja di PT.

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan jawaban responden terhadap Kepuasan Kerja terlihat bahwa pernyataan gaji sesuai tanggung jawab mempunyai nilai rata-rata paling tinggi. Dalam hal ini pengaruh variabel bebas Komitmen organisasi berbanding lurus dengan keputusan terhadap perilaku kewargaan organisasi, artinya semakin meningkat komitmen organisasi maka nilai keputusan kewargaan organisasi terhadap perilaku juga akan meningkat dan begitu pula sebaliknya. Sedangkan untuk koefisien regresi variabel komitmen organisasi (X2), jika nilai variabel bebas lainnya konstan dan nilai komitmen organisasi meningkat sebesar 1 satuan maka nilai keputusan perilaku kewargaan organisasi akan meningkat dengan nilai yang sama dengan nilai komitmen organisasi (X2).

Berdasarkan jawaban responden terhadap Komitmen Organisasi menunjukkan bahwa nilai mean tertinggi adalah pernyataan bahwa menjadi pegawai yang loyal merupakan suatu tindakan yang bijaksana. Berdasarkan hasil perhitungan, koefisien determinasi atau Adjusted R-squared terhadap variabel dependen yaitu Organizational Citizenship Behavior Decision (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen Kepuasan Kerja (X1) dan Komitmen Organisasi (X2).

Saran

  • Saran Perusahaan
  • Saran Akademis

Analysis Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan: Studi Pada Hotel Horison Semarang. Organizational Behavior 9th Edition, New York, McGraw Hill Companies, Inc. Does gender influence the relationship between organizational citizenship behavior and performance evaluation. The relationship between job satisfaction, job burnout and organizational citizenship behavior among faculty members in the Islamic Azad University – first district branches, in order to provide the appropriate model.

Perilaku Organisasi, Edisi 12, Prentice Hall Robbins, Stephen P, 2008, Perilaku Organisasi, Edisi Kedua Belas, PT Index: Group. Schappe, S.P., (1998), Pengaruh kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan persepsi keadilan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasi, The Journal of Psychology. 7 Adanya kenaikan gaji bagi pegawai yang berprestasi 8 Ada promosi bagi pegawai yang berprestasi 9 Memiliki tim kerja yang baik.

Gambar

GAMBAR 2.1. Rerangka Pemikiran …………………………………...……….… 28  GAMBAR 4.1. Struktur Organisasi ……………………………..………………… 45  GAMBAR 4.2
Gambar berikut menunjukkan rerangka berpikir pada penelitian ini : Gambar 2.1.
Tabel Operasionalisasi Variabel

Referensi

Dokumen terkait

SS S TS STS 28 Saya membatasi diri dalam pergaulan di kantor SS S TS STS 29 Saya merasa puas dengan gaji yang saya peroleh. SS S TS STS 30 Kesempatan berkembang di

Pengukuran kepuasan kerja menggunakan skala kepuasan kerja, pengukuran komitmen organisasi menggunakan skala komitmen organisasi, dan pengukuran prestasi kerja karyawan menggunakan

Kinerja Karyawan Kinerja Karyawan Y Jawaban Indikator No Pernyataan SS S N TS STS Prestasi kerja 1 Saya memberikan pelayanan yang terbaik 2 Pujian dan penghargaan

Ada pula alasan karyawan merasa cukup puas dengan kepuasan kerja terhadap pekerjaan, rekan kerja, pengembangan karir, upah dan supervise dikarenakan karyawan yang

Berikut ini terdapat beberapa pernyataan mengenai kepuasan kerja yang Bapak/Ibu rasakan selama bekerja dalam organisasi.. NO PERNYATAAN SS S TS

Kepuasan Kerja Gaji Option SS ST KS TS STS 1 Saya merasa puas dengan gaji yang saya terima 2 Saya merasa puas dengan tunjangan- tunjangan yang saya terima Pekerjaan 3 Pekerjaan

Trans Musi Palembang Jaya No Pernyataan Ya Orang Tidak Orang 1 Merasa berat jika meninggal- kan/keluar dari perusahaan meskipun sangat ingin sekali 13 17 2 Merasa masalah yang

Variabel Kepuasan Kerja Y No PERTANYAAN PILIHAN JAWABAN SS S RR TS STS 5 4 3 2 1 1 Saya merasa puas dengan moral kerja berupa komunikasi yang baik antar karyawan dan umpan