PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA, DENGAN SENSITIVITAS INFLASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah menguatkan pundak dan memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perbankan Syariah di Indonesia dengan Sensitivitas Inflasi Sebagai Variabel Moderating” dengan banyak usaha sehingga dapat terselesaikan dengan lancar.baik dan benar.Ibu Hj.Belliwati Kosim.S.E.,M.M dan Bapak Mister Candera,S.Pd.,M.Si selaku pembimbing skripsi yang membimbing dan memberikan saran-saran yang sangat berguna dalam membantu menyelesaikan disertasi ini.
Seluruh dosen, pegawai dan tenaga kependidikan program studi manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang. Karmila Dampak Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham pada Perbankan Syariah di Indonesia dengan Sensitivitas Inflasi sebagai Variabel Moderating. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada perbankan syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan. Populasi yang digunakan adalah Syariah. Statistik bank dari 14 bank umum syariah yang mempublikasikan kinerja keuangan perusahaannya secara triwulanan, dalam penelitian ini diambil 4 sampel bank umum syariah, kemudian dilakukan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji MRA. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian ini diperoleh variabel tingkat kecukupan modal, risiko pembiayaan, risiko likuiditas dan risiko profitabilitas diukur dengan ROA, NPF, CAR, FDR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan mempunyai pengaruh terhadap variabel tingkat kecukupan modal, risiko pembiayaan, risiko likuiditas dan risiko profitabilitas. berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham, hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha, sedangkan CAR dan FDR tidak signifikan terhadap harga saham karena menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha. variabel moderasi penelitian adalah nilai tingkat signifikansinya lebih besar dari alpha. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi tidak memoderasi dampak ROA, NPF, CAR dan FDR terhadap harga saham.
Karmila The effect of financial performance on stock prices in Islamic banking in Indonesia with inflation sensitivity as a moderating variable. The purpose of this study is to determine the effect of financial performance on stock prices with inflation as a moderating variable. The results of this study found that financial performance had a significant positive effect on stock prices, the results showed a smaller significance value l from the alpha value.
The results of the moderating variable study are that the significance level values are greater than alpha. This indicates that inflation does not moderate the effect of ROA, NPF, CAR and FDR on stock prices.
Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan perbankan syariah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, salah satu faktor pendorong pertumbuhan tersebut adalah sebesar 86,88%. Perusahaan perbankan syariah juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), oleh karena itu tidak heran jika banyak perusahaan perbankan konvensional yang mulai memperluas jaringannya ke industri perbankan syariah. Di Indonesia seperti diketahui mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, namun sangat miris karena untuk industri perbankan sendiri pangsa pasarnya baru mencapai 6,59%, pada bulan Juli 2021 aset industri keuangan syariah sudah hampir habis. mencapai Rp.
2.000 triliun, jumlah tersebut belum termasuk saham industri syariah, sehingga pangsa pasar industri keuangan syariah baru mencapai 10,11% dari total industri keuangan nasional. Berdasarkan hasil survei studi transformasi perbankan syariah tahun 2018 diperoleh hasil bahwa masih terdapat kelemahan pada perbankan syariah seperti model bisnis, kuantitas. Karena merupakan langkah strategis dalam mengembangkan perbankan syariah Indonesia dan menyebabkan percepatan laju, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Roadmap Pengembangan Perbankan Syari'ah Indonesia RP2SI. RP2SI memuat visi untuk mewujudkan perbankan syariah yang tangguh, tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga bagi pembangunan nasional dan mempunyai daya saing tinggi.Untuk mewujudkan visi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai 3 pilar pembangunan. arah yang menyertai inisiatif strategis dalam Peta Jalan. Diantaranya penguatan identitas perbankan syariah, penguatan perizinan, sinergi ekosistem ekonomi syariah, regulasi dan pengawasan. Dengan Roadmap ini, OJK berharap perbankan syariah unggul dalam dampak sosial ekonomi (Nyimas Rohmah, 2021).
Harga saham merupakan harga per lembar saham yang berlaku di pasar modal. Sangat penting bagi investor untuk memperhatikan harga saham dalam meraih keuntungan. Harga saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan atau penyertaan modal oleh seseorang atau badan usaha di pasar modal atau dalam suatu perseroan atau perseroan terbatas. Indeks harga saham menjadi acuan bagi para investor di pasar modal khususnya saham. Peran pasar modal sangat penting bagi perekonomian suatu negara. Berikut adalah grafik pergerakan harga saham syariah pada tahun 2015- 2020. Kinerja suatu perusahaan dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu, seperti dalam hal penyaluran atau pengumpulan dana. Kinerja keuangan merupakan hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Kinerja tersebut adalah suatu analisis yang berlaku untuk melihat sejauh mana perusahaan mampu menerapkan aturan-aturan keuangan secara efektif dengan baik dan benar.Dalam pengukuran kinerja keuangan biasanya digunakan metode likuiditas, profitabilitas dan kecukupan modal.Dalam hal ini kinerja keuangan Hal ini perlu dilakukan karena jika kinerja suatu perusahaan baik maka nilai bisnisnya akan tinggi, dan jika nilai bisnis suatu perusahaan hal ini akan berdampak positif bagi perusahaan yaitu investor akan tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut karena harga saham akan meningkat.
Tujuan dari pengukuran kinerja keuangan adalah untuk dapat mengetahui tingkat likuiditas, dari mana tingkat likuiditas ini akan dilihat sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya yang harus diselesaikan pada saat jatuh tempo penagihan, selain itu dari itu pengukuran kinerja keuangan juga bertujuan untuk mengukur tingkat solvabilitas dimana. Dari pengukuran tersebut akan diketahui seberapa mampu perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya pada saat perusahaan dilikuidasi, baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Selanjutnya kinerja keuangan dapat diukur untuk mengetahui tingkat kinerja keuangan. Penilaian kinerja keuangan sangat penting bagi investor karena dengan menilai kinerja keuangan maka mereka akan dapat melihat apakah keuangan suatu perusahaan stabil atau tidak. Oleh karena itu, jika seorang investor dapat memahami penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan, maka investor tersebut akan dapat mengetahui apakah dana yang ditanamkan pada perusahaan tersebut akan mengalami keuntungan atau kerugian di kemudian hari.Berikut adalah grafik pertumbuhan kinerja keuangan berbagai syariah. bank-bank di Indonesia pada tahun 2020. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan perbankan syariah di Indonesia mengalami tingkat kinerja keuangan yang berbeda-beda, Bank BRI Syariah memiliki tingkat kinerja keuangan yang berbeda-beda, Funding to Deposit Ratio (FDR) paling tinggi diantara lainnya Bank syariah mencapai 80,99%.
Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tidak semua kinerja keuangan sesuai dan mengikuti teori-teori yang berlaku pada bank syariah, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kinerja keuangan bank syariah dari perspektif CAR, NPF, FDR dan ROA. Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dikatakan berperan secara finansial karena pasar modal dapat memberikan peluang keuntungan atau imbalan bagi pemilik dana sesuai dengan investasi yang dilakukan. Dalam hal ini investor harus benar-benar memperhatikan kinerja keuangan perbankan. . Pemahaman kinerja keuangan juga dapat mempengaruhi keputusan investor sebelum menanamkan modalnya pada perusahaan karena kinerja keuangan memungkinkan investor memahami tingkat keuntungan yang akan diperoleh di masa depan. Selain itu, investor juga perlu mengetahui informasi tentang perusahaan dari internal organisasi. perspektif.
Jika melihat hasil penelitian-penelitian sebelumnya, maka peneliti akan melakukan penelitian seperti yang telah diteliti sebelumnya, namun dengan variabel dan indikator yang berbeda. Penelitian ini menggunakan variabel kinerja keuangan (X) sebagai variabel independen, harga saham sebagai variabel dependen (Y) dan sensitivitas terhadap inflasi (Z) sebagai variabel moderasi. Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini menggunakan variabel moderasi. sensitivitas terhadap inflasi sebagai dampak kinerja keuangan terhadap harga saham pada perbankan syariah di Indonesia. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perbankan Syariah di Indonesia dengan Sensitivitas Inflasi sebagai Variabel Moderating.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Apakah variabel inflasi dapat memoderasi kinerja keuangan dengan risiko profitabilitas terhadap harga saham pada perbankan syariah di Indonesia. Untuk mengetahui apakah inflasi dapat memoderasi variabel risiko profitabilitas terhadap harga saham pada perbankan syariah di Indonesia.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat sebagai referensi, sumber dan informasi atau sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian selanjutnya khususnya di bidang kinerja keuangan. Saekhu, (2015). Dampak Inflasi Terhadap Kinerja Pendanaan Bank Syariah, Volume Pasar Uang Antar Bank Syariah dan Posisi Sertifikat Wadiah Bank Indonesia yang Beredar. Jurnal Economica, Vol VI/Edisi 1/Mei 2015. Rahma, (2018) Pengaruh Inflasi Dan Suku Bunga Terhadap Bagi Hasil Bank Syariah Di Indonesia. Jurnal Ebis.Vol.0 No.1 April 2018.
Hidayati, (2014) Pengaruh Inflasi, BI RATE Dan Nilai Tukar Terhadap Profitabilitas Bank Syariah Di Indonesia. An-Nasbah, Vol.01 No. 01 Oktober 2014. Dela G, (2019) Pengaruh Risiko Likuiditas dan Risiko Kredit Terhadap Kinerja Keuangan, Jurnal Humaniora, Vol 5, No.1 April 2021.