• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kualitas layanan pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh kualitas layanan pendidikan"

Copied!
205
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini merupakan refleksi dan motivasi bagi sekolah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui kualitas pelayanan kepada pelanggan pendidikan yaitu orang tua/wali siswa kelas VI dan menjadi wawasan baru berdasarkan hasil penelitian di SD Muhammadiyah 1 Magetan dan menjadi arsip di Perpustakaan sekolah. Meningkatkan pengalaman melakukan penelitian pada lembaga pendidikan terkait manajemen pendidikan dengan menulis karya ilmiah tentang “Pengaruh Kualitas Pelayanan Pendidikan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pendidikan Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan School Brand Image sebagai variabel intervening.”

Landasan Teori

  • Kualitas Layanan Pendidikan
  • Brand Image Sekolah
  • Kepuasan Pelanggan Pendidikan

Pendidikan di sekolah juga berupaya untuk menjamin agar peserta didik selalu dalam keadaan baik, baik dari segi jasmani maupun rohani. Dalam hal ini, keberadaan perpustakaan sekolah memungkinkan guru dan siswa untuk memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 15 Wildan Zukarnain, Manajemen Pelayanan Khusus di Sekolah (Jakarta: Grafik Offset, maka pemaksimalan layanan perpustakaan sekolah sangatlah penting agar guru dan siswa dapat memanfaatkannya secara maksimal. a) Konsep dasar perpustakaan sekolah.

Selain itu, perpustakaan merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah diberikan oleh gurunya. Jadi, kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan tambahan di luar struktur kurikulum, yang dibentuk berdasarkan bakat dan minat siswa. Kegiatan waktu luang ini dilaksanakan setelah jam sekolah sebagai sarana pengembangan pribadi siswa melalui berbagai kegiatan.21.

Kebiasaan hidup sehat disertai kesegaran jasmani dan rohani merupakan kondisi yang dibutuhkan siswa di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Hal ini diharapkan dapat membuat mahasiswa memiliki pengalaman berkoperasi dan mampu menerapkannya di masyarakat di kemudian hari. Transportasi sekolah pada dasarnya memberikan fasilitas kepada siswa untuk berangkat ke sekolah dengan kendaraan sekolah.

Siswa yang tinggal di asrama sekolah akan tinggal bersama teman dan teman sekolahnya.

Telaah Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu, X kualitas pelayanan pendidikan, Y citra merek sekolah dan Z variabel kepuasan pelanggan pendidikan. Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu, X kualitas pelayanan pendidikan, Y citra merek sekolah dan Z variabel kepuasan pelanggan pendidikan. Keempat, citra merek dan nilai yang dirasakan bersama-sama mempunyai dampak langsung terhadap loyalitas merek.

Intinya penelitian ini membahas tentang pengaruh variabel kualitas pelayanan, citra merek, dan nilai yang dirasakan sebagai variabel moderasi terhadap loyalitas merek. Pada intinya penelitian ini akan membahas tentang pengaruh kualitas pelayanan pendidikan terhadap kepuasan pelanggan pendidikan di Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan, dengan brand image sekolah sebagai variabel intervening. Pengaruh kualitas pelayanan, persepsi harga dan fasilitas terhadap minat orang tua menyekolahkan anaknya ke Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Kabupaten Ponorogo. Pertama, tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap minat orang tua belajar di SMPIT Kabupaten Ponorogo. Hal ini terlihat dari uji t yang menunjukkan nilai t sebesar -1,082, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,98 pada taraf signifikansi 5% sehingga -1,082 < 1,98 (thitung < .tabel), maka Ho adalah diterima sedangkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,095 dan koefisien determinasi (r2) sebesar 0,009.

Sedangkan perbedaannya pada penelitian Rudianto terdapat 3 variabel X yaitu X1 kualitas pelayanan, X2 persepsi harga, X3 fasilitas. Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu X kualitas pelayanan pendidikan, Y citra merek sekolah dan variabel Z kepuasan pelanggan pendidikan. Sedangkan perbedaannya pada penelitian Andreas Hamenda terdapat 3 variabel X yaitu Kualitas Pelayanan (X1), Kewajaran Harga (X2), Praktik Etis (X3) dan 2 variabel Y yaitu Nilai Keuntungan (Y1), Nilai yang Dirasakan (Y1) dan Kepuasan Pelanggan (Y2).

Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu variabel kualitas pelayanan pendidikan X, citra merek sekolah Y, dan variabel kepuasan pelanggan pendidikan Z, kemudian subjek penelitiannya berbeda. Ketiga, citra merek dan kinerja pada ILP Cimanggu menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu kualitas pelayanan pendidikan X, citra merek sekolah Y dan variabel kepuasan pelanggan pendidikan Z. Lokasi penelitian menjadi titik pembedanya.

Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu X kualitas pelayanan pendidikan, Y brand image sekolah dan variabel Z kepuasan pelanggan pendidikan serta perbedaan subjek lokasi penelitian. Sedangkan perbedaannya, penelitian Van Dat Tran dan Nhat Minh Trang LE memuat 2 variabel X yaitu Service Quality Impact (X1) dan Perceived Value (X2) serta 2 variabel Y yaitu Customer Satisfaction (Y1) dan Behavioral Intentions (Y2) . . Variabel dalam penelitian ini terdapat tiga yaitu variabel X kualitas pelayanan pendidikan, variabel Y citra merek sekolah dan variabel Z kepuasan pelanggan pendidikan serta mempunyai topik penelitian yang berbeda.

Gambar 2.1 Diagram Fishbone
Gambar 2.1 Diagram Fishbone

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

Pengajuan Hipotesis

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah penjaga siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Mageta yang berjumlah 167 orang yang terdiri dari 6 kelas paralel yaitu Kelas VI Ar-Rohman, 6 Ar-Rohim, 6 Al-Malik, 6 Al - Quddus, 6 As-Salam dan 6 Al-Mukmin. Berdasarkan populasi sebanyak 167 responden, maka besar sampel adalah 114 responden Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan, diambil secara proporsional dengan melihat tabel penentuan sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael.54. Teknik penentuan jumlah sampel dari populasi dalam penelitian ini adalah simple random sampling berpedoman pada tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% atau 0,05,55.

Definisi Operasional Variabel

Menurut Fitzsimmons, beliau menjelaskan lima indikator layanan yaitu keandalan, tangibilitas, daya tanggap, keamanan dan empati.57 Kualitas layanan yang diberikan dalam penelitian ini mengacu pada layanan pembelajaran bagi siswa, layanan manajemen terkait kebutuhan pendidikan orang tua/wali, dan perlengkapan sekolah untuk anak. . Pengukuran variabel kualitas pelayanan akan dilakukan oleh orang tua/wali Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan menggunakan skala likert sebagai angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 30 pernyataan yang harus diisi oleh orang tua/wali Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan. Citra merek yang diukur dalam penelitian ini adalah citra, kesan, sikap masyarakat atau orang tua/wali siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.

Aspek yang diukur dalam penelitian ini adalah brand image institusi sekolah yaitu SD Muhammadiyah 1 Magetan yang meliputi aspek mirror image, multiple image, current image.58. Pengukuran variabel citra merek dalam penelitian ini menggunakan skala likert berupa angket sebanyak 30 pernyataan yang harus diisi oleh orang tua/wali siswa VI. kelas SD Muhammadiyah 1 Magetan. Kepuasan pelanggan pada survei ini merupakan tanggapan orang tua/wali siswa VI. kelas SD Muhammadiyah 1 Magetan terhadap pelayanan pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut.

Pengukuran variabel kepuasan pelanggan dalam penelitian ini menggunakan skala likert berupa kuesioner yang berisi 30 pernyataan yang akan diisi oleh orang tua/wali siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.

Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan tiga instrumen yaitu: instrumen terkait kualitas layanan pendidikan, brand image sekolah dan kepuasan pelanggan pendidikan. Kualitas pelayanan yang diukur dalam penelitian ini adalah jenis pelayanan yang diberikan sekolah kepada siswa dan orang tua/wali siswa kelas VI sekolah dasar.

Tabel 4.3  Kisi-kisi Instrumen  Variabel  Definisi
Tabel 4.3 Kisi-kisi Instrumen Variabel Definisi

Lokasi Penelitian dan Pengumpulan Data

Pengujian Instrumen Penelitian

Teknik Analisis Data

  • Pra Penelitian
  • Analisis Hasil Penelitian
  • Uji Normalitas
  • Uji Linieritas
  • Uji Autokorelasi
  • Uji Heterokedastisitas
  • Uji Hipotesis

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan secara umum memandang kualitas layanan pendidikan cukup baik. Uji hipotesis ketiga digunakan untuk menguji apakah variabel X yaitu kualitas pelayanan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap variabel Z yaitu kepuasan pelanggan pendidikan. Hal ini menghasilkan kesimpulan bahwa variabel X yaitu kualitas pelayanan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap variabel Z yaitu kepuasan pelanggan pendidikan.

Jadi kesimpulannya kualitas pelayanan pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar 60,5% terhadap kepuasan pelanggan di SD Muhammadiyah 1 Magetan. Hipotesis keempat digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X kualitas layanan pendidikan dan variabel Y citra merek sekolah terhadap variabel Z kepuasan pelanggan pendidikan. H0 = Kualitas pelayanan pendidikan dan citra merek sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pendidikan kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.

H1 = Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Citra Merek Sekolah berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan Pendidikan Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan. Nilai tersebut berarti pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek sekolah terhadap kepuasan pelanggan pendidikan sebesar 77,3 dan 22,7%. Pengaruh kualitas pelayanan pendidikan dan brand image sekolah terhadap kepuasan pelanggan pendidikan kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.

Nilai tersebut berarti pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek sekolah terhadap kepuasan pelanggan pendidikan sebesar 77,3% dan 22,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan sekolah dan citra merek sekolah berpengaruh positif dimana Z Pengaruh kualitas pelayanan pendidikan melalui citra merek sekolah terhadap kepuasan pelanggan pendidikan kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan sekolah melalui citra merek sekolah mempunyai pengaruh yang positif dimana Z Variabel citra merek sekolah merupakan variabel intervening pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas Pelayanan Pendidikan (X) berpengaruh signifikan terhadap Citra Merek Sekolah (Y) di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan nilai P (sig) sebesar 0,000 < 0,05.

Kualitas Pelayanan Pendidikan (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan Pendidikan (Z) di Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan P-value (sig) sebesar 0,000 < 0,05. Kualitas Pelayanan Pendidikan (X) sebagai variabel bebas melalui Citra Merek Sekolah (Y) sebagai variabel perantara yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan Pendidikan (Z) sebagai variabel terikat pada kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan nilai P nilai (sig) sebesar 0,000 < 0,05.

HASIL PENELITIAN

Statistika Deskriptif Brand image Sekolah

Statistika Deskriptif Kepuasan Pelanggan Pendidikan…127

  • Uji Validitas Isi
  • Uji Reliabilitas

Uji Asumsi Klasik

  • Uji Normalitas
  • Uji Multikolonieritas
  • Uji Heterokedastisitas

Uji Hipotesis

  • Pengujian Hipotesis I
  • Pengujian Hipotesis II
  • Pengujian Hipotesis III
  • Pengujian Hipotesis IV
  • Pengujian Hipotesis V

PEMBAHASAN

PENUTUP

Saran

Referensi

Dokumen terkait