Y : Brand image sekolah
Z : Kepuasan pelanggan pendidikan ρ x.y.z : Koefisien jalur kualitas layanan,
brand image sekolah, dan kepuasan pelanggan
rx.y : Koefisien regresi kualitas layanan terhadap brand image sekolah
ry.z : Koefisien regresi brand image sekolah terhadap kepuasan pelanggan
rx.z : Koefisien regresi kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan
Pada diagram jalur di atas mengisyaratkan bahwa hubungan antara X dengan Y, Y dengan Z, X dengan Z, X dan Y dengan Z adalah hubungan kausal. Sedangkan hubungan antara X dengan Y adalah hubungan korelasional. Adapun bentuk strukturnya adalah :
Z = ρz x X + ρzy Y +
ԑ
D. Pengajuan Hipotesis
Untuk mengetahui gambaran tanggapan sebelumnya terhadap penelitian ini, maka dirumuskan hipotesis. Hipotesis adalah tanggapan awal terhadap perumusan masalah penelitian.
Hipotesis penelitian adalah sebagai berikut :
1. H1 = Kualitas layanan pendidikan berpengaruh terhadap brand image sekolah di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan
2. H1 = Brand image sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan pendidikan di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan
3. H1 = Kualitas layanan pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan pendidikan di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan 4. H1 = Kualitas layanan pendidikan dan
brand image sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan
pendidikan di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan
5. H1 Kualitas layanan pendidikan melalui brand image sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan pendidikan di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini menggunakan ex post facto, yaitu penelitian dengan melakukan penyelidikan secara empiris yang sistematik, peneliti tidak mempunyai kontrol langsung terhadap variabel bebas.50 Pada penelitian ex post facto ini menggunakan jenis penelitian korelasional yaitu, pengaruh kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasan pelanggan pendidikan di Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan brand image sekolah sebagai intervening variable. Dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data untuk menentukan hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini menggunakan tiga varibel sebagai berikut :
50 Sofiyan Siregar, Statistika Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif (Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17) (Jakarta: Bumi Aksara, 2014),11.
1. Satu variabel independen, yakni variabel yang mempengaruhi atau yang menyebabkan perubahan atau munculnya variabel lain.51 Dalam penelitian ini variabel independen disimbolkan dengan huruf X yang mengarah pada kualitas layanan pendidikan.
2. Satu variabel intervening, yakni variabel penyela yang terletak diantara variabel dependen dan independen. Variabel intervening mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.52 Dalam penelitian ini variabel intervening disimbolkan dengan huruf Y yang mengarah pada brand image sekolah.
3. Satu variabel dependen, yakni variabel yang dipengaruhi atau sebab akibat.53
51 Andhita Dessy Wulansari, Penelitian Pendidikan: Suatu pendekatan praktik dengan Menggunankan SPSS (Ponorogo:
STAIN Po Press, 2012), 59.
52 Ibid., 60.
53 Ibid., 59.
89
Dalam penelitian ini variabel dependen disimbolkan dengan huruf adalah Z yang mengarah pada kepuasan pelanggan pendidikan di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi penelitian ini adalah wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Mageta yang berjumlah 167 orang yang terdiri dari 6 kelas paralel yaitu kelas VI Ar-Rohman, 6 Ar- Rohim, 6 Al-Malik, 6 Al-Quddus, 6 As- Salam dan 6 Al-Mukmin. Jumlah wali siswa di setiap kelas adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1
Jumlah Siswa Kelas VI
Kelas Jumlah
6 Ar-Rohman 32
6 Ar-Rohim 31
53
6 Al-Malik 31
6 Al-Quddus 32
6 As-Salam 31
6 Al-Mukmin 10
Total 167
2. Sampel dan Responden
Berdasarkan jumlah populasi sebanyak 167 responden, maka jumlah sampelnya ada 114 responden di kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan diambil secara proporsional dengan melihat tabel penentuan sampel yang dikembangkan dari Isaac dan Michael.54
Responden dalam penelitian ini adalah orangtua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.
54 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian (Bandung:
Alfabeta, 2015) 71.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik penentuan jumlah sampel dari populasi dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan berpedoman tabel yang dikembangkan Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% atau 0,05.55 C. Definisi Operasional Variabel
Variabel adalah karakteristik yang akan diamati pleh suatu unit pengamatan.56 Definisi operasional variabel adalah definisi yang diberikan kepada setiap variabel untuk mempermudah dan menjelaskan variabel yang diteliti. Adapun pengertian dari masing-masing variabel dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1. Kualitas layanan
Kualitas pelayanan yang diukur dalam penelitian ini adalah bentuk pelayanan yang diberikan kepada siswa kelas VI dan orang tua/wali
55 Ibid., 69.
56 Sambas Ali, 13.
SD Muhammadiyah 1 Magetan. Aspek yang diteliti.
Menurut Fitzsimmons, beliau memaparkan lima indikator pelayanan yaitu reliability, tangibility, responsiveness, safety dan empathy.57 Kualitas layanan yang diberikan dalam penelitian ini mengacu pada layanan pembelajaran bagi siswa, layanan manajemen terkait kebutuhan pendidikan orang tua/wali siswa dan perlengkapan sekolah bagi anak.
Pengukuran variabel kualitas pelayanan akan dilakukan oleh orang tua/wali Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan dengan menggunakan skala Likert sebagai angket sebanyak 30 pernyataan yang harus diisi oleh orang tua/wali kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.
2. Brand image
57 Zaenal Mukarom dan Muhibudin Wijaya Laksana, 80.
Brand image yang diukur dalam penelitian ini adalah citra, kesan, pendapat masyarakat atau orangtua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan. Aspek yang diukur diukur dalam penelitian ini adalah brand image dari lembaga sekolah yakni SD Muhammadiyah 1 Magetan meliputi aspek mirror image, multiple image, current image.58
Pengukuran variabel brand image dalam penelitian ini menggunakan skala likert dalam bentuk angket yang berisi 30 pernyataan yang akan diisi oleh orangtua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.
3. Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan dalam penelitian ini adalah respon dari orangtua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga. Aspek yang diukur ialah sistem keluhan dan saran, survey
58 Buchari Alma, 55.
kepuasan pelanggan. Pengukuran variabel kepuasan pelanggan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dalam bentuk angket yang berisi 30 pernyataan yang akan diisi oleh orangtua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan.
D. Instrumen Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner/survei survei langsung. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data di mana pertanyaan tertulis dikirim dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk diisi oleh responden.59 Instrumen angket dalam penelitian ini menggunakan kuisioner tertutup. Kuesioner tertutup ialah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden sudah dalam bentuk pilihan
59 Sambas Ali Muhidin, 25.
ganda. Jadi, responden tidak diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapat.60
Dalam penelitian ini terdapat tiga instrumen yang digunakan yaitu: instrumen terkait kualitas layanan pendidikan, brand image sekolah, dan kepuasan pelanggan pendidikan. Instrumen dikembangkan dengan menggunakan skala Likert dibuat dalam bentuk ceklist dengan empat skala, seperti dibawah ini:
Tabel 4.2
Poin Jawaban Item Skala Likert Pilihan
Jawaban
Pernyataan Positif
Pernyataan Negatif Sangat
Setuju
4 1
Setuju 3 2
Kurang Setuju
2 3
Tidak Setuju
1 4
60 Sofiyan Siregar, Statistika Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif (Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17), 44.
Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.
Kemudian indikator tersebut dijadikan pedoman untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pernyataan. Sebelum instrumen digunakan untuk menjaring data, harus diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya.
Tabel 4.3 Kisi-kisi Instrumen Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif Kualitas
Layanan Pendidik
an (X)
Kualitas layanan yang diukur dalam penelitian ini adalah bentuk pelayanan yang diberikan sekolah kepada siswa dan orangtua/wali murid kelas VI di SD
1. Sekolah memiliki bukti fisik fasilitas perlengkapan, karyawan/staf pengajar, fasilitas perpustakaan,
dan lain
sebagainya
1, 2, 5
2. Guru/karya wan memiliki
7, 9, 18
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif Muhammadiya
h 1 Magetan.
Albrecht dan Zemke memaparkan kualitas pelayanan merupakan hasil interaksi dari berbagai aspek, yaitu sistem pelayanan, sumber daya manusia pemberi pelayanan, dan strategi
pelanggan.
Sistem pelayanan publik yang baik
menghasilkan
kemampuan dalam memberikan layanan 3. Guru/karya wan bersedia memberikan pelayanan cepat tanggap
27 8
4. Sekolah memberikan jaminan pengetahuan, kompetensi, kesopanan, dapat dipercaya, respek terhadap peserta didik
10, 11, 22
5. Guru/karya wan memberi kemudahan dalam
berinterakasi, berkomunikasi
16, 5 25
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif kualitas
pelayanan yang baik
pulaMenurut Fitzsimmons ada lima indikator pelayanan yaitu reliability, tangibility, responsiveness, safety dan empathy.
Dalam penelitian ini kualitas layanan yang diberikan berkaitan dengan pelayanan pembelajaran bagi siswa,
dengan baik, dan memahami kebutuhan peserta didik 6. Sekolah mengetahui kebutuhan wali murid untuk anaknya ketika di sekolah
13, 14, 17
7. Sekolah memiliki
layanan khusus yang memadai untuk
menunjang kegiatan pembelajaran
4, 15, 19
8. Layanan pendidikan di sekolah dapat dirasakan
manfaatnya dengan optimal
20 28
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif pelayanan
administrasi bagi
orangtua/wali siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan perlengkapan sekolah untuk putra-putrinya.
9. Layanan khusus di sekolah
memiliki tujuan yang jelas untuk mencapai tujuan sekolah
3, 26 21
10. Sekolah memberi
layanan khusus dan program sekolah dengan baik
6, 29 12
11. Sekolah memiliki tolak ukur kualitas layanan sekolah secara
terstruktur
23, 24
Brand Image
Brand image yang diukur
1. Sekolah memiliki
1, 12 13
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif Sekolah
(Y)
dalam
penelitian ini adalah citra, kesan, pendapat masyarakat atau
orangtua/wali murid kelas VI SD
Muhammadiya h 1 Magetan.
Aspek yang diukur diukur dalam
penelitian ini adalah brand image dari lembaga
sekolah yakni SD
Muhammadiya h 1 Magetan meliputi aspek mirror image,
kemampuan berkomunikasi dalam
pemasaran 2. Sekolah memiliki iklan dan
dipublikasikan di sosial media
5, 24 6
3. Sekolah melakukan promosi untuk menarik minat masyarakat
19, 20 21
4. Sekolah memiliki layanan Customer service secara online dan offline
3, 8, 11
5. Sekolah memiliki nilai
citra di
14, 16, 17
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif multiple image,
current image.
masyarakat 6. Sekolah dapat menerima kritik, saran, dan masukan (Mirror image)
2, 15
7. Wali murid dapat
menyampaikan rasa puas atau belum puas melalui ulasan di media sosial (Multiple
image)
23, 25
8. Gambaran tentang sekolah dapat diketahui masyarakat luas dengan
mengakses akun sosial media sekolah
(Current image)
4, 9
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif 9. Wali murid
dapat
memberikan persepsi tentang sekolah
18, 26, 30
10. Sekolah memiliki tujuan pendidikan yang jelas
22, 28, 29
11. Sekolah memiliki Karakteristik dalam memberikan pelayanan pendidikan
7 10, 27
Kepuasan Pelanggan Pendidika
n (Z)
Kepuasan pelanggan dalam penelitian ini adalah respon dari
1. Sekolah dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
1, 14, 29
2. Wali murid 6, 8, 21
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif orangtua/wali
murid kelas VI SD
Muhammadiyah
1 Magetan
terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga. Aspek yang diukur ialah sistem keluhan dan saran, survey kepuasan
pelanggan
merasa puas terhadap
pelayanan sekolah
3. Wali murid merasa senang terhadap
pelayanan sekolah
3, 24, 28
4. Sekolah memilik pelanggan eksternal pendidikan yakni
masyarakat luas
10, 26 9
5. Sekolah memiliki pelanggan internal pendidikan yakni pengelola pendidikan
16, 17, 18
6. Wali murid 22 23
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif dapat merespon
adanya pelayanan sekolah
7. Stakeholders sekolah
memiliki kinerja yang baik
11, 12, 25
8. Pelanggan pendidikan memiliki ekspektasi sebagai standar dalam memilih layanan
20, 30 2
9. Kepuasan pelanggan dapat diukur dengan beberapa aspek
5, 19 4
10. Sekolah dengan terbuka menerima keluhan pelanggan
7, 27
Variabel Definisi
Operasional Indikator
No Item Positif
No Item Negatif 11. Sekolah
memberi
alternatif yang solutif terhadap keluhan
pelanggan
13 15
E. Lokasi Penelitian dan Pengumpulan Data
Penelitian dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Magetan Jl. Thamrin No.18, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan.
F. Pengujian Instrumen Penelitian
Variabel yang berasal dari konsep sosial dan pendidikan harus didefinisikan dan dimanipulasi sehingga dapat diukur dan digunakan secara selektif.
Memaksimalkan kualitas alat ukur (instrumen) untuk meminimalkan bias variabel abstrak.61
61 Ibid., 80
G. Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan sebagai upaya pengolahan data menjadi sebuah informasi, yang mana sifat atau karakteristik informasi tersebut mudah untuk dipahami dan berguna sebagai upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data berikut ini :
1. Pra Penelitian a. Uji Keterbacaan
Uji keterbacaan instrumen ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa responden memahami pernyataan-pernyataan dalam angket, sehingga tidak trjadi kesalahan dalam memahami item dalam angket tersebut.
uji keterbacaan instrumen dilakukan dengan cara meminta lima orang tua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan untuk membaca instrumen penelitian. Sejumlah
instrumen yang kurang dipahami akan dicatat untuk kemudian direvisi baik dari segi bahasa maupun tampilan. Adapun daftar nama orang tua/wali murid kelas VI SD Muhammadiyah 1 Magetan yang menjadi responden yakni;
Bapak Supri, Bapak Yudi Nuryanta, Ibu Sulastri, Ibu Sujiati, Ibu Sri Rahayu S.
b. Uji Validitas Isi
Uji validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan teknik content validity (validitas isi) dibantu menggunakan kisi-kisi instrumen meliputi variabel yang diteliti, indikator sebagai tolak ukur dan nomor butir (item) pernyataan penjabaran dari indikator.
Pengujian validitas dapat dilakukan dengan mudah dan sistematis melalui kisi-kisi instrumen.62
Kemudian, evaluasi kelayakan penyajian item dianalisis untuk mengevaluasi
62 Sugiyono, 353.
kelayakan isi item sebagai gambaran metrik yang akan diukur. Penilaian ini bersifat kualitatif dan evaluatif dan dilakukan oleh panel ahli. Seberapa besar kesepakatan antara para ahli yang menilai kelayakan lot dapat dinilai dan dikuantifikasi, maka statistik digunakan sebagai indikator validitas dan kesesuaian isi produk.63 Penilaian dilakukan dengan memberikan poin 1-5 dengan kriteria sebagai berikut:
1 = Sangat tidak relevan 4 = Relevan 2 = Belum relevan 5 = Sangat relevan
3 = Hampir relevan
Teknik validitias isi dalam penelitian ini menggunakan formula Aiken’s V untuk menghitung content validity coefficient.
Rumus statistik Aiken’s V ialah:64
63 Saifuddin Azwar, Reliabilitas dan Validitas edisi 4 (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017), 112.
64 Ibid., 112-113.
V = ∑ s / [ n(c-1) Dimana :
s = r - lo
lo = Angka penilaian validitas yang terendah (dalam hal ini = 1) c = Angka penelitian validitas yang
tertinggi (dalam hal ini = 5) r = Angka yang diberikan oleh seorang
penilai
Untuk membuat keputusan apabila nilai V < 1,00 maka item kuisioner memiliki validitas isi yang baik dan mendukung secara keseluruhan.65
Expert judgment yang telah mengisi dan menilai pada lembar penilaian instrumen penelitian selanjutnya dilakukan dengan menggunakan perhitungan Aiken V, dimana item tersebut dinilai oleh 5 orang
65 Ibid., 113.
penilai dengan menggunakan empat skala yang dapat dipilih. Butir soal dianggap valid hasil tes memiliki nilai V > 0,80 dengan tingkat kesalahan 5%.
c. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas penelitian ini menggunakan metode konsistensi internal, dimana perangkat hanya diuji satu kali, setelah itu hasil yang diperoleh dianalisis.
Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan teknik Alfa Cronbach. 66 Adapun rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach ialah sebagai berikut:67
Rumus Varians, yakni :
66 Ibid.
67 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman, Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian (Dilengkapi Aplikasi Program SPSS) (Bandung: Pustaka Setia, 2007), 38.
Dimana :
Kesimpulan yang diambil dengan membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r. Jika, nilai r11 ≥ rtabel, maka instrumen dinyatakan reliabel.68
2. Analisis Hasil Penelitian
Tindak lanjut atas informasi yang dikumpulkan dari responden dan sumber data lainnya diberikan melalui analisis data penelitian. Tujuannya adalah untuk sampai
68 Sambas Ali, 41.
pada solusi untuk masalah melalui perhitungan dan pengujian hipotesis.
a. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Uji distribusi normal (pola) data adalah uji normalitas. Uji normalitas ini menyiratkan bahwa setiap data variabel diambil dari populasi dengan distribusi normal.69 Cara melakukan uji normalitas yang paling sederhana ialah membuat grafik distribusi frekuensi data. Uji normalitas yang sederhana bergantung pada kemampuan dalam mencermati plotting data.70Analisis yang digunakan yaitu rumus Kolmogorov-Smirnov sebagai berikut :71
Hipotesis:
H0 : Data berdistribusi normal H1 : Data tidak berdistribusi normal
69 Andhita, statistika parametrik, 38.
70 Retno Widya Ningrum, Statistika (Yogyakarta: Pustaka Felichia, 2015), 204.
71 Andhita, 45.
Statistik Uji :
Dimana:
n = jumlah data fi = frekuensi
fki = frekuensi kumulatif z =
Dtabel = Da(n)
Keputusan : Tolak H0 apabila Dhitung ≥ Dtabel
Berarti data tidak berdistribusi normal.
2) Uji Linieritas
Uji linieritas merupakan uji kelinieran garis regresi. Uji linieritas dilakukan dengan cara mencari model regresi dari variabel independen X terhadap variabel dependen Y. Berdasarkan model
garis regresi tersebut, dapat diuji linieritas garis regresinya dengan cara sebagai berikut:
Hipotesis:
H0 : garis regresi linier H1 : garis regresi non linier Statistik Uji (SPSS):
P-value Ditunjukkan oleh nilai Sig pada Deviaton from Linearity
α Tingkat signifikansi yang dipilih: 0,05 atau 0,01
Keputusan: Apabila P-value > α maka gagal tolak H0, artinya garis regresi X terhadap Y liner.72
3) Uji Autokorelasi
72 Andhita, 61.
Uji normalitas adalah pemeriksaan distribusi normal data (pola). Menurut uji normalitas ini, setiap data variabel berasal dari populasi yang memiliki distribusi normal. 73 Tes Durbin-Watson (DW) digunakan dalam penyelidikan ini, dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut
:74
Tabel 4.4
Dasar Pengambilan Keputusan Uji Durbin Watson
Hipotesis nol Keputusan Jika Tidak ada autokorelasi
positif
Tolak 0 < d < dl Tidak ada autokorelasi
positif
No desicion
dl ≤ d ≤ du
Tidak ada korelasi negatif
Tolak 4 – dl < d
< 4 Tidak ada korelasi
negatif
No desicion
4 – du ≤ d
≤ 4 – dl Tidak ada autokorelasi Tidak Du < d <
73 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, (Semarang, t.t), 111-112.
74 Ibid., 112.
Hipotesis nol Keputusan Jika positif dan negatif ditolak 4 - du
4) Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas menggunakan uji koefisien korelasi Rank Spearman yaitu mengkorelasikan antara absolut residual hasil regresi dengan semua variabel bebas.
Apabila nilai signifikansi hasil korelasi lebih kecil dari 0.05 (5%), maka persamaan regresi tersebut mengandung heterokedastisitas dan sebaliknya berarti non heterokedastisitas atau homokedastisitas. Heterokedastisitas diuji dengan menggunakan uji dengan menggunakan uji koefisien korelasi Rank Spearman yaitu mengkorelasikan antara absolut residual hasil regresi dengan semua variabael bebas.75
75 Nur Asnawi dan Masyhuri, Metodologi Manajemen Riset (Malang: UIN Maliki Press, 2011), 178.
3. Uji Hipotesis
a. Regresi Linier Sederhana
Regresi linier mengacu terhadap hubungan fungsional atau kausan antara variabel bebas dan variabel terikat. Uji regresi linier sederhana dilakukan dalam model persamaan berikut :76
Ŷ = a + bX Keterangan:
Ŷ = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan
a = Harga Y ketika harga X = 0 (harga konstan)
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan
76 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, 261.
variabel independen. Bila (+) arah garis naik, dan apabila (-) maka arah garis turun
X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
b. Regresi Linier Berganda
Jika seorang peneliti ingin meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriteria) jika kedua variabel independen diubah sebagai faktor prediktor (nilainya naik atau turun), mereka akan menggunakan analisis regresi berganda.
Akibatnya, analisis regresi berganda akan dilakukan jika ada dua variabel independen.
Persamaan regresi berganda adalah;77 Y1 = b0 + b1X + b2Y + b3Z + e1
Y2 = b1X + b2Y + b3Z + e2
77Ibid, 275.
Keterangan:
X : Kualitas layanan pendidikan Y : Brand image sekolah
Z : Kepuasan pelanggan pendidikan b0 : Konstanta
b1 – b3 : Koefisien regresi e1, e2 : Eror
c. Analisis Jalur (Path Analysis)
Analisis jalur berguna untuk penyelidikan teoritis masalah kausalitas.
Analisis jalur bertujuan untuk menjelaskan pengaruh langsung dan tidak langsung dari sekumpulan variabel sebagai variabel penyebab terhadap variabel lain yang merupakan variabel pengaruh.78
78 Sambas Ali, 221.
Analisis jalur menggambarkan dan menguji model hubungan antara variabel dalam hal sebab dan akibat. Nilai koefisien jalur menunjukkan kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai pass faktor rendah, dan angkanya kurang dari 0,05, efek pass dianggap kecil dan dapat dihilangkan.
Dalam hal ini, Sudjana menjelaskan: “Banyak studi empiris menunjukkan bahwa faktor jalur di bawah 0,05 dapat dianggap tidak berarti ketika pegangan digunakan. Perhitungan koefisien jalur antar variabel dalam diagram jalur bersifat korelasi, sehingga titik acuan Z digunakan untuk menghitung angka koefisien jalur.79 Dalam peneltian ini variabel Z ialah kepuasan pelanggan pendidikan.
Untuk menguji setiap koefisien jalur menggunakan rumus sebagai berikut:80
79 Sugiyono, 302.
80 Sambas Ali 239-240.
t
√
Dimana u dan i = 1, 2, ..., k i = 1, 2, ... k
k = banyaknya variabel eksogenus (independen) dalam substruktur yang sedang diuji
t = mengikuti tabel distribusi t, dengan derajat bebas = n – k -1
Kriteria pengujian : Ditolak H0 jika nilai hitung t lebih besar dari nilai tabel t. (t0 > ttabel (n-k-1)
Untuk menguji koefisien jalur secara keseluruhan menggunakan rumus sebagai berikut :
F =
Dimana:
i = 1, 2, ...k
k = Banyaknya variabel eksogenus (independen) dalam substruktur yang sedang diuji
t = mengikuti tabel F Snedecor, dengan derajat bebas (degree of freedom) k dan n–k-1
Kriteria pengujian :
Ditolak H0 jika nilai hitung F lebih besar dari nilai tabel F. (F0 > Ftabel (n-k-1) )
Untuk menguji perbedaan besarnya pengaruh masing-masing variabel eksogenus (independen) terhadap variabel endogenus (dependen)
t =
√
Kriteria Pengujian :
Ditolak H0 jika nilai hitung t lebih besar dari nilai tabel t. (t0 > ttabel (n-k-1)
139 BAB V
HASIL PENELITIAN
Penulisan bab ini memuat hasil penelitian yang diperoleh. Sehubungan dengan hasil penelitian peneliti, kemudian mendeskripsikan data menurut masing-masing variabel yaitu kualitas layanan pendidikan (X), brand image sekolah (Y), kepuasan pelanggan pendidikan (Z) disajikan dalam bentuk mean dan standar deviasi digunakan untuk mendeskripsikan variabel X dan Y terhadap Z menggunakan aplikasi SPSS Statistics 17.0.
G. Statistika Deskriptif Kualitas Layanan Pendidikan
Data kualitas layanan pendidikan diperoleh dari kuesioner yang terdiri dari 75 pertanyaan yang diisi oleh responden, masing-masing pernyataan diberi poin maksimal 5 dan minimal 1.
Tabel 5.1
Statistics Kualitas Layanan Pendidikan
Gam
bar 5.1
Diagram Batang Variabel Kualitas Layanan Pendidikan
Hasil Output SPSS di atas, diketahui Mx = 103,0702 untuk menentukan tingkat kualitas layanan pendidikan dinilai baik, cukup baik, atau kurang baik dengan rumus sebagai berikut:
1. Poin lebih dari Mx + 1.SDx diklasifikasikan baik.
2. Poin kurang dari Mx – 1.SDx diklasifikasikan kurang baik.
68 121