Inilah kelebihan rumah sakit umum, namun dibalik kelebihannya pasti ada kelemahannya. Begitu pula dengan RSUD Kota Padang Sidempuan yang mempunyai kelemahan yaitu jika dibandingkan dengan rasio pasien, jumlah dokter yang ada kurang mencukupi sehingga mengakibatkan pelayanan pasien kurang optimal. Melihat kondisi, kekurangan staf dan kekurangan-kekurangan lain yang dimiliki rumah sakit membuat staf yang bekerja merasa kurang bahagia.
Berdasarkan hasil survei terhadap 30 pegawai RSUD Padang Sidempuan Kota, ditemukan bahwa 31,94% responden menganggap kehidupan yang mereka jalani kurang menyenangkan, 32,92% responden menganggap kehidupan yang mereka jalani hal ini tidak masuk akal, dan 35,14% responden kurang bisa mengikutsertakan dirinya dalam semua aspek yang dimiliki. Disini terlihat bahwa tingkat kebahagiaan pada pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Sidempuan masih percaya bahwa mereka belum mendapatkan dan menerima kebahagiaan pada dirinya sendiri. Peneliti juga melakukan survei awal terhadap variabel kebahagiaan dengan mewawancarai salah satu staf RSUD Padang Sidempuan berinisial L.F, berusia 48 tahun dan bekerja kurang lebih 25 tahun.
Untuk memperkuat data mengenai variabel kebahagiaan yang diperoleh, peneliti melakukan wawancara kembali dengan seorang pegawai RSUD Padang Sidempuan berinisial B.L, berusia 45 tahun dan bekerja kurang lebih 22 tahun. Peneliti melakukan wawancara ketiga dan keempat terkait variabel kesadaran dengan mewawancarai dua orang pegawai RSUD Padang Sidempuan, berinisial S.M, berusia 39 tahun dan sudah bekerja kurang lebih 18 tahun. Dari faktor internal dan eksternal, pegawai rumah sakit belum menerapkan kesadaran dalam dirinya untuk menciptakan kebahagiaan.
Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini guna memberikan informasi mengenai efektivitas penerapan mindfulness pada individu dan apa saja yang dapat mempengaruhi kebahagiaan karyawan yang bekerja di RSUD Kota Padangsidimpuan.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis
Manfaat Praktis
TINJAUAN PUSTAKA
- Happiness
- Pengertian Happiness
- Dimensi-dimensi Happiness
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Happiness
- Mindfulness
- Pengertian Mindfulness
- Dimensi-dimensi Mindfulness
- Faktor- Faktor Yang Mempengararuhi Mindfulness
- Hasil Penelitian Terdahulu
- Pengaruh Mindfulness terhadap Happiness
- Hipotesis
Kehidupan yang menyenangkan adalah individu yang memiliki tingkat pengalaman menyenangkan yang tinggi, tingkat pengalaman tidak menyenangkan yang rendah, dan memiliki keinginan untuk meningkatkan kebahagiaan di masa depan. Kehidupan yang bermakna adalah individu yang menemukan makna hidup ketika kehidupan yang dijalaninya dijadikan suatu pengalaman yang mempunyai tujuan, bermakna dan dapat dipahami. Jon Kabat-Zinn (2004) mendefinisikan mindfulness sebagai kesadaran yang muncul dari perhatian terhadap masa kini tanpa tujuan penilaian.
Mindfulness menekankan kesadaran, membuat individu sadar sepenuhnya akan sesuatu yang sedang terjadi pada saat itu. Mindfulness adalah proses psikologis memusatkan perhatian seseorang pada pengalaman saat ini (Black, 2011). Mindfulness melibatkan penarikan perhatian yang disengaja terhadap pengalaman internal dan eksternal yang terjadi pada saat ini dan sering kali dipelajari melalui berbagai praktik meditasi, Baer et al (2006).
Masa kini (di sini dan saat ini) adalah dasar perhatian yang terbaik karena apa yang terjadi saat ini adalah hal yang nyata. Mendeskripsikan berarti seseorang dapat merasakan atau menggambarkan suatu pengalaman dengan kata-kata. Hal ini berbeda dengan pikiran dan perilaku otomatis dimana perhatian seseorang akan terfokus pada hal lain, bukan pada momen saat ini.
Pengalaman batin yang tidak menghakimi merupakan dimensi mindfulness yang mengacu pada kecenderungan individu untuk tidak mengkritik pikiran dan perasaan terkait pengalaman yang dihadapinya, namun menerimanya dengan sepenuh hati tanpa menghakimi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Fatin Nurjannah dan Nina Zulida Situmorang (2019), berdasarkan hasil perhitungan pada penelitian tersebut terlihat adanya hubungan yang sangat signifikan antara work-family balance dengan mindfulness dan Happiness. Hasil lain dari penelitian ini adalah ditemukannya beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kebahagiaan seseorang, seperti keluarga, budaya, emosi negatif, kesehatan, dan ketakutan yang menimbulkan masalah pada keluarga.
Penelitian ini menemukan bahwa frekuensi meditasi yang dilakukan seseorang dapat meningkatkan emosi positif dalam dirinya dan ia dapat merasakan kenyamanan pada tubuhnya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Farideh Bagheri dan Fatimah Gharehbaghy (2019), dipilih 250 siswa dengan menggunakan metode simple random sampling. Hasil yang diperoleh dari total 203 orang yang mengikuti penelitian ini dan mayoritas adalah perempuan dan sudah menikah.
Dan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan independen dan kuat antara aspek mindfulness dan kebahagiaan kesehatan caregiver. Kabat-Zinn (1990) mendefinisikan mindfulness sebagai kesadaran yang muncul sebagai hasil dari memperhatikan pengalaman saat ini dengan sengaja dan tidak menghakimi agar mampu merespons dengan menerima pengalaman sehari-hari, bukan bereaksi. muncul pada saat itu, perhatian penuh diberikan tanpa ada upaya untuk mengubah pikiran, sensasi tubuh atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari pengalaman tersebut (Ysainy, dkk, 2018).
METODE PENELITIAN
- Identifikasi Variabel Penelitian
- Definisi Operasional Variabel Penelitian
- Happiness
- Mindfulness
- Subyek Penelitian
- Populasi dan Sampel .1 Populasi
- Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Skala Happiness
- Skala Mindfulness
- Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas
- Reliabilitas
- Uji Coba Alat Ukur
- Skala Happiness
- Skala Mindfulness
- Pelaksanaan Penelitian
- Perijinan
- Tahap Persiapan
- Analisa Data
- Uji Asumsi
- Uji Hipotesa
Dalam penelitian ini kebahagiaan akan diukur dengan menggunakan skala kebahagiaan berdasarkan aspek Seligman (2002), yaitu: kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang bermakna dan kehidupan yang terlibat. Dalam penelitian ini mindfulness akan diukur dengan menggunakan skala mindfulness, Baer,dkk (2006) berdasarkan aspeknya yaitu: pengamatan terhadap proses mental dan rangsangan di sekitar (observasi). Oleh karena itu, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja di Rumah Sakit Umum Kota Padang Sidempuan yang berjumlah 160 pegawai.
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologis yaitu pengisian kuesioner melalui internet, dimana responden diminta untuk memilih satu jawaban sesuai dengan karakteristiknya. Skala psikologis merupakan prosedur pengumpulan data yang mengungkap konstruk atau konsep psikologis yang menggambarkan aspek kepribadian individu (Azwar, 2008). Jenis skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert, yaitu metode penskalaan yang mengukur reaksi positif dan negatif terhadap suatu pernyataan (Mulyatiningsih, 2012).
Total pengukuran Skala Kebahagiaan terdiri dari 30 item yang terbagi menjadi 15 item favourable dan 15 item favourable. Item yang mendukung merupakan item yang mendukung pernyataan bahwa terdapat kebahagiaan pada pegawai RSUD Kota Padang Sidempuan, dan sebaliknya, item yang kurang baik merupakan pernyataan yang mendukung adanya kebahagiaan pada pegawai RSUD Kota Padang Sidempuan tidak. mendukung. rumah sakit. Item yang bersifat favourable merupakan pernyataan yang mendukung pernyataan adanya mindfulness pada pegawai RSUD Kota Padang Sidempuan, dan sebaliknya item yang bersifat negative adalah pernyataan yang tidak mendukung adanya mindfulness pada pegawai RSUD Kota Padang Sidempuan.
Sugiyono (2019) validitas adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur antara data yang terjadi pada suatu objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas skala yang disusun sebagai alat pengumpulan data penelitian. Dalam melakukan percobaan skala pada variabel mindfulness dan Happiness dilakukan terhadap 80 orang karyawan Rumah Sakit Umum Inanta Kota Padang Sidempuan.
Dalam penelitian ini digunakan dua alat ukur psikologi berupa skala yang terdiri dari beberapa item antara lain skala mindfulness dan skala kebahagiaan. Setelah melalui proses pembuatan alat ukur, langkah selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah pengujian alat ukur tersebut. Sebelum suatu alat ukur digunakan sebagai instrumen penelitian, terlebih dahulu diperlukan suatu penelitian eksperimen yang tujuannya adalah untuk menguji setiap alat ukur yang telah disiapkan dan mengetahui kecukupan alat ukur tersebut sehingga menghasilkan objek yang baik.
Setelah melakukan pengujian, hasil atau data yang diisi responden akan dianalisis menggunakan program SPSS 20 for Windows untuk mengetahui reliabilitas dan validitas kedua skala yang telah ditentukan. Peneliti menyebarkan link kuesioner kepada 160 karyawan yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yang mana besarnya sampel ditentukan oleh peneliti terlebih dahulu.