• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SOFT SKILL TERHADAP MOTIVASI PEGAWAI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH SOFT SKILL TERHADAP MOTIVASI PEGAWAI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh soft skill terhadap motivasi kerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar, dengan menentukan kelompok belajar yaitu pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar yang berjumlah 90 orang. . Labuang Baji Makassar dipengaruhi oleh soft skill pegawai RSUD Labuang Baji Makassar, sedangkan sisanya sebesar 19,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dieksplorasi.

Latar Belakang Masalah

Salah satu keunggulan yang dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah soft skill yang dimiliki setiap pegawai khususnya pegawai RSUD. LabuangBaji Makassar. Soft skill yang dimiliki seorang pegawai merupakan hal-hal yang dibawa oleh pegawai secara pribadi di luar pendidikan yang dimiliki pegawai tersebut.

Rumusan Masalah

Adanya perilaku pegawai yang mempengaruhi kinerja yang buruk dikatakan disebabkan oleh kurangnya motivasi kerja atau kesadaran pegawai bahwa dirinya dapat berbuat lebih baik, atau bahkan mungkin disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan pengawasan yang baik. Berdasarkan hal tersebut maka kami tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh soft skill terhadap motivasi kerja pegawai di RSUD LabuangBaji Makassar.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Semua manajer, baik di organisasi besar maupun kecil, harus diintegrasikan ke dalam proses SDM. Selain itu, departemen SDM sementara ini mengambil keputusan mengenai langkah-langkah dalam proses SDM.

Gambar 2.1 Proses Motivasi
Gambar 2.1 Proses Motivasi

Kerangka Pikir

Definisi Operasional

Pengertian Motivasi

Motivasi merupakan suatu keadaan atau tenaga yang menggerakan pegawai yang terarah atau terfokus untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan.Sikap mental pro dan positif pegawai terhadap situasi kerja inilah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai motivasi kerja yang maksimal. Pengertian motivasi kerja menurut Sadili Samsudin menyatakan bahwa : “Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat dalam bekerja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain atasan, fasilitas fisik, kebijakan, peraturan, imbalan moneter dan non moneter, jenis pekerjaan. dan tantangan." . Menurut bahasa Melayu, motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti dorongan atau memberikan daya penggerak yang menimbulkan semangat kerja seseorang sehingga mau bekerja sama, bekerja secara efektif dan berintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.

Terry (dalam bahasa Melayu menyatakan bahwa motivasi adalah keinginan yang ada dalam diri individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan. Motivasi terjadi dalam dua aspek yang berbeda, yaitu dilihat dari sudut pandang aktif/dinamis, motivasi terjadi sebagai upaya positif untuk menggerakkan, memobilisasi, dan arah kekuatan dan potensi tenaga kerja, agar berhasil secara produktif dalam mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasibuan menyatakan bahwa motivasi kerja adalah pembekalan tenaga penggerak yang membangkitkan semangat kerja seseorang sehingga mau bekerja sama, bekerja secara efektif. , dan terpadu dengan segala upaya untuk mencapai kepuasan.Sedangkan menurut Handoko, “motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan”.Menurut Mangkunegara, motivasi adalah suatu keadaan atau tenaga yang menggerakkan pegawai yang terarah atau ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan.”

Pengertian Pegawai

Dalam Pasal 1 suba Undang-undang Nomor 8 Tahun 1947 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dirumuskan sebagai berikut: 'Pegawai negeri adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan didampingi oleh pejabat yang berwenang. oleh tugas negara lainnya, yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Begitu pula dalam suatu organisasi, unsur manusia sangat menentukan karena maju atau tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan bergantung pada kemampuan orang-orangnya untuk menggerakkan organisasi tersebut ke arah yang telah ditentukan. staf. Pegawai yang telah mencurahkan tenaga dan pikirannya dalam melaksanakan tugas atau kegiatan, baik pada organisasi pemerintah maupun organisasi swasta, akan menerima imbalan sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukannya.

Lebih lanjut Musanef (2004) memberikan pengertian pegawai sebagai pekerja atau buruh, yaitu, “Mereka yang diarahkan langsung oleh seorang manajer untuk bertindak sebagai pelaksana yang akan melaksanakan pekerjaan guna menghasilkan pekerjaan yang diharapkan dalam upaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. tujuan organisasi Menjadi anggota suatu usaha koperasi (organisasi) dengan tujuan memperoleh imbalan atau kompensasi atas jasa yang diberikan.

Kerangka Pikir

Definisi Operasional

Keterampilan komunikasi dalam bisnis adalah kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan melalui komunikasi verbal maupun non verbal guna memperoleh pengertian dari orang lain. Komunikasi verbal adalah ucapan, dan komunikasi nonverbal adalah nada dan bahasa tubuh. Ternyata pengaruh komunikasi verbal dalam komunikasi hanya sebesar 7%, dan 93% lainnya diwakili oleh komunikasi nonverbal.

Pegawai yaitu seluruh unsur yang terlibat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di RSUD Labuang Baji Makassar, apapun statusnya. “Soft skill diduga berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar.

Jenis dan Tipe Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan terhitung tanggal 27 September sampai dengan 1 November 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar yang berlokasi di Jalan Dr. Labuang Baji merupakan salah satu instansi pelayanan kesehatan pemerintah daerah yang mempunyai jumlah pegawai yang banyak dan sehari-harinya harus melayani masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dengan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sangat dibutuhkan keterampilan khususnya soft skill terutama dalam hal layanan. Pendekatan atau jenis penelitian ini adalah penelitian survei karena menggunakan teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan menyiapkan daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada responden survei yang telah ditentukan.

Populasi dan Sampel

Untuk mengukur atau menguji pengaruh soft skill terhadap motivasi kerja karyawan maka data yang diperoleh dari hasil kuesioner akan diberikan poin atau penilaian dengan menggunakan skala liker, sehingga besarnya pengaruh variabel terikat terhadap variabel bebas akan diketahui secara kuantitatif.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

  • Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji di Kota Makassar
  • Keadaan Geografis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji di Kota Makassar
  • Visi dan Misi RSUD Labauang Baji Makassar
  • Tugas Pokok RSUD Labuang Baji Makassar
  • Uraian Tugas dan Tanggung Jawab a. Direktur Rumah Sakit
  • Bentuk Tabulasi Frekueansi Hasil Penelitian

Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas di bidang pelayanan keperawatan dan memberikan saran untuk ditinjau oleh atasan sebagai bahan perumusan kebijakan. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan atasan dalam lingkup tugasnya untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Pengembangan konsep sistem prosedur operasional pelayanan keperawatan di fasilitas rawat jalan, fasilitas rumah sakit,. fasilitas pelayanan gawat darurat, fasilitas perawatan intensif dan fasilitas bedah sentral. i) Koordinasi mengenai pelayanan keperawatan di fasilitas farmasi, fasilitas laboratorium patologi klinik, fasilitas laboratorium patologi anatomi, fasilitas radiologi. terkoordinasi.. k) Melaksanakan pelayanan administrasi yang berkaitan dengan perencanaan pengembangan pelayanan keperawatan. l) Mengkoordinasikan pelaksanaan program perencanaan dan pengembangan pelayanan keperawatan dengan unit terkait untuk memperoleh sinkronisasi dalam pelaksanaan program.

Mengevaluasi program pelayanan medis dengan unit terkait melalui pertemuan, kunjungan atau konferensi untuk mengetahui permasalahan, hambatan dan upaya tindak lanjutnya... n) Menyusun laporan kegiatan pelayanan setiap instalasi yang dikoordinasikan sebagai bahan perbaikan kegiatan selanjutnya. o) Menyusun standar pelayanan dokter untuk pedoman pelaksanaan dan pengawasan p) Mengajukan usulan peserta pelatihan bidang keperawatan. Menyusun laporan akhir pelaksanaan tugas bagian perencanaan dan pengembangan pelayanan keperawatan dan memberikan usulan untuk dipertimbangkan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan.

Karakteristik Responden

Tingkat pendidikan seorang pegawai diasumsikan mempengaruhi kinerjanya dan kontribusinya terhadap organisasi atau lembaga. Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas kompetitif, karena semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka diharapkan akan semakin cemerlang pula ia dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Selain itu diharapkan semakin tinggi tingkat pendidikan pekerja maka akan semakin mudah memahami pekerjaan dan leluasa dalam menjalankan berbagai tugas serta bertindak lebih rasional dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat lebih maksimal. efektif.

Tabel 4 memberikan penjelasan sebaran responden berdasarkan tingkat pendidikan responden yang dijadikan sampel di RSUD. Distribusi responden berdasarkan jam kerja berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa terdapat 3 responden atau 3,33% yang telah bekerja antara 1 sampai 5 tahun, 24 responden atau 26,67% yang telah bekerja lebih dari 5 tahun dan 10 orang bekerja selama bertahun-tahun. sebanyak 21 responden atau 23,33% telah mengabdi atau bekerja lebih dari 10 sampai 15 tahun, sedangkan yang telah mengabdi atau bekerja lebih dari 15 sampai 20 tahun sebanyak 32 responden atau 35,56% dari total responden, sebagaimana ditentukan, dan sejak sebanyak 10 responden atau 11,11% telah bekerja lebih dari 20 tahun.

Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan Status Kepegawaian Status Pegawai Jumlah Persentase
Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan Status Kepegawaian Status Pegawai Jumlah Persentase

Tanggapan responden terhadap Soft Skill Pegawai pada RSUD

Dari Tabel 7 diketahui bahwa dari 90 responden yang teridentifikasi, terdapat 18 responden atau 20% yang menyatakan bahwa inisiatif karyawan di RSUD Labuang Baji Makassar sangat handal, yaitu sebanyak 43 responden atau 47,78% dari seluruh jumlah responden. dari responden yang menyatakan mampu, terdapat 21 responden atau 23,33% yang menyatakan mampu, dan terdapat 8 responden atau 8,89% yang menjawab atau menyatakan tidak mampu. Dari tabel 8 diketahui bahwa dari 90 responden yang ditentukan, terdapat 11 responden atau 12,22% yang menyatakan pegawai RSUD Labuang Baji Makassar sangat baik, 33 responden atau 36,67% dari total responden yang menyatakan baik, terdapat terdapat 42 responden atau sebanyak 46,67% yang menyatakan cukup baik, dan terdapat 4 responden atau 4,44% yang memberikan jawaban atau pernyataan kurang baik. Dari tabel 9 diketahui bahwa dari 90 responden yang ditentukan, terdapat 6 responden yaitu 6,66% yang sangat setuju pegawai RSUD Labuang Baji Makassar dapat dipercaya, 32 responden yaitu 35,56% dari total responden, terdapat 37 responden atau 41,11% yang menyatakan ragu, dan terdapat 12 responden atau 13,33% yang memberikan jawaban atau menyatakan tidak setuju.

Dan terdapat 3 responden atau 3,33% dari total responden yang menyatakan sangat tidak setuju jika pegawai RSUD Laburan Baji Makassar dapat diandalkan. Dari Tabel 10 diketahui bahwa dari 90 responden yang telah ditentukan terdapat 15 responden atau sebanyak 16,66% yang menyatakan bahwa integritas pegawai Rumah Sakit Umum Laboran Baji Makassar sangat baik, total 32 responden atau sebanyak 35,56% dari total responden yang menyatakan baik, terdapat 33 responden atau 36,67% yang menyatakan cukup baik, 9 responden yang menjawab tidak atau tidak menjawab atau 10% dari total responden yang telah ditentukan dan hanya satu responden atau 1,11% yang menyatakan sangat buruk.

Tanggapan responden terhadap Motivasi kerja pegawai pada RSU

Tanggapan atau tanggapan responden terhadap indikator variabel jenis pekerjaan di RSUD Labuang Baji Makassar dapat dilihat pada Tabel 14 berikut ini. Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan, “Soft skill diduga berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar”, DITERIMA. Labuang Baji Makassar tanpa pengaruh variabel independen (soft skill) 0,979 poin Variabel independen soft skill (X) berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan (Y) dengan nilai koefisien sebesar 0,861 yang berarti setiap kali perubahan Soft Skill (X) sebesar 1 poin akan berpengaruh positif terhadap motivasi pegawai rumah sakit.

Hipotesis penelitian yang menyatakan “Saya menduga soft skill berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar” DITERIMA. Judul: Dampak Soft Skill Terhadap Motivasi Kerja Pegawai RSUD Labuang Baji Kota Makassar.

Tabel 16 Koefisien Determinasi
Tabel 16 Koefisien Determinasi

Motivasi Kerja Pegawai

Semasa menjalankan tugas, saya sentiasa mengambil inisiatif untuk menjalankan tugas, walaupun tanpa arahan atau arahan daripada pihak pengurusan. Saya sentiasa berpegang pada setiap perkataan dan perbuatan untuk kekal selaras dengan nilai dan etika yang berlaku.

Gambar

Gambar 2.1 Proses Motivasi
Gambar 2.2 Skema Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Proses Motivasi
Gambar 2.2 Skema Kerangka Pikir
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 4.15 Deskripsi tanggapan responden terhadap indikator merek dapat menggambarkan kualitas produk .... Tabel 4.16 Deskripsi tanggapan responden terhadap indikator

Distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap variabel komitmen menunjukkan nilai mean terbesar pada item pertanyaan ke-1 (4,24) dan rata-rata mencapai 3,44 dalam

Tabel 4.18 Distribusi Jawaban Responden Tentang Sanksi yang Diberikan Pimpinan. Berpengaruh pada

Tabel 4.12 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Frekuensi Penggunaan Software Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan ... 88 Tabel 4.12 Distribusi Jawaban Responden Mengenai

Hasil analisis hubungan penampilan fisik pelayanan HIV dan AIDS terhadap kepuasan pasien berdasarkan lima pernyataan responden pada kuesioner menunjukkan bahwa 77,2% res-

Tabel 4.13 Distribusi Jawaban Responden Pada Keputusan Pembelian Pada Indikator Waktu Pembelian...52 Tabel 4.14 Distribusi Jawaban Responden Pada Keputusan Pembelian Pada Indikator

Variabel Keputusan Berkunjung Y Tabel Tanggapan Responden terhadap Indikator-indikator Keputusan Berkunjung Y Sumber : Data diolah, 2016 Dari tabel tanggapan responden terhadap

86 Tabel 4.28 TAnggapan responden ats pernyataan pengendalian aset sudah dilakukan secara memadai dan didukung oleh sarana dan prasarana komunikasi yang memadai pula 87 Tabel 4.29