Judul Skripsi: Pengaruh Model Pembelajaran Online Case-Free Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI SMA Negeri 8 Gowa. Pengaruh Model Online Case-Free Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Gowa.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana hasil belajar siswa pada materi sistem pernafasan manusia siswa kelas XI SMA Negeri 8 Gowa yang diajarkan dengan model pembelajaran example non example. Apakah ada pengaruh model pembelajaran example not example terhadap hasil belajar materi sistem pernafasan manusia siswa kelas XI SMA Negeri 8 Gowa.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Example-Non-Example terhadap hasil belajar materi sistem pernafasan manusia siswa kelas XI SMA Negeri 8 Gowa.
Manfaat Penelitian
- Karakteristik Hasil Belajar
- Jenis-jenis Hasil Belajar
- Factor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Prinsip Penilaian Hasil Belajar
Susanto (2017) mendeskripsikan hasil belajar sebagai perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik, sebagai akibat dari aktivitas siswa. Hasil belajar diartikan sebagai keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah, baik berupa skor yang diperoleh dari hasil tes yang berkaitan dengan materi pembelajaran tertentu.
Model Pembelajaran
Model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu kerangka konseptual yang menggambarkan suatu prosedur sistem matematika untuk mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang disajikan oleh perancang.
Model Pembelajaran Example Non Example
- Definisi Model Pembelajaran Example Non Exampel
- Sintaks Model Pembelajaran Example non Example
- Langkah-langkah Model Pembelajaran Example Non Example Menurut Istarani, (2017) langkah-langkah model pembelajaran
- Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Example Non Example
Karena model pembelajaran example non example merupakan model yang cocok digunakan pada kelas tinggi maupun rendah, maka model ini merupakan model yang menggunakan contoh dalam bentuk gambar sehingga mampu meningkatkan semangat belajar siswa. Sedangkan menurut (Hamzah), model pembelajaran Contoh dan Non Teladan yang menggunakan contoh melalui kasus atau gambar relevan dengan kompetensi dasar.
Materi Sistem Pernapasan Manusia 1. Pengertian Pernapasan Manusia
Paru-paru terletak di dalam rongga dada, antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu penghalang yang disebut diafragma. Oleh karena itu, udara di paru-paru di rongga dada terkompresi dan aliran udara didorong keluar dari tubuh, proses ini disebut pernapasan.
Hubungan Antara Materi Dengan Model Example Non Example
Materi sistem pernafasan manusia banyak mengandung pengertian dan fungsi sistem pernafasan manusia yang tidak mudah dipahami oleh siswa, oleh karena itu model pembelajaran example-non-example sangat efektif dalam memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. memahami dan mengingat. sehingga dapat tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan karena siswa belajar dan melihat gambar-gambar yang diperlihatkan oleh guru. Kemudian untuk menunjang gambar yang ditampilkan pada saat pembelajaran, salah satu media dikemas dalam bentuk gambar yang merangsang daya pikir siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Penelitian Relevan
“Penggunaan Powerpoint untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA” meningkatkan angka ketuntasan siswa dari Siklus 1 ke Siklus 2 sebesar 6%. Berdasarkan hasil penelitian di atas terlihat bahwa model pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa tanpa ada presedennya.
Kerangka Pikir
Hipotesis
- Jenis Penelitian
- Desain Penelitian
- Variabel Penelitian
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Prosedur Penelitian a) Tahapan Observasi
- Populasi
- Sampel
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Contoh Bukan Contoh terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 8 Gowa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 8 Gowa yang berjumlah 150 siswa.
Definisi Operasional Variabel
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Analisis Statistic Deskriptif
- Analisis Statistik Inferensial a. Uji Normalitas
- Analisis Statistik Deskriptif
- Analisis inferensial
Data tersebut merupakan data postes kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran example-non-example dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional untuk melihat pengaruh model pembelajaran example-non-example terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran manusia. napas. sistem. Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan model example-non-example dan pembelajaran konvensional. Sedangkan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan Contoh Non Teladan memperoleh nilai tertinggi 67 dan nilai terendah 37, sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh pada Post-Test adalah 87, sedangkan nilai terendah adalah 43, sedangkan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan Contoh Non Contoh memperoleh nilai tertinggi 67 dan nilai terendah 37, sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh pada Post-Test adalah 87, sedangkan nilai terendah adalah 43, sedangkan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan Contoh Non Contoh memperoleh nilai tertinggi 67 dan nilai terendah 37, sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh pada Post-Test adalah 87, sedangkan nilai terendah adalah 43, sedangkan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan Contoh Non Contoh memperoleh nilai tertinggi 67 dan nilai terendah 37, sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh pada Post-Test adalah 87, sedangkan nilai terendah adalah 43, sedangkan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan Contoh Non Contoh memperoleh nilai tertinggi 67 dan nilai terendah 37, sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh pada Post-Test adalah 87, sedangkan nilai terendah adalah 43, sedangkan mean (rata-rata) skor Pret-Test adalah 49,80 sedangkan Post-Test adalah 70,87 sedangkan (range) pada Pret-Test adalah 30 sedangkan pada Post-Test adalah 44.
Sedangkan pada kelas kontrol menunjukkan bahwa siswa berada pada kategori tuntas sebanyak 13 orang dengan persentase mencapai 43,4%, sedangkan pada kategori tidak tuntas atau hasil belajar yang dicapai berada di bawah KKM yaitu sebanyak 17 orang dengan persentase 56,6%. Selanjutnya terlihat pada kelas kontrol pada rentang <75 terdapat 8 siswa yang mendapat nilai kategori kurang dengan persentase 60 pada rentang 75-83. Terdapat 10 siswa yang memperoleh nilai mendapat berada pada kategori cukup dengan persentase 33,3, kemudian pada rentang 84-92 terdapat 2 siswa yang mendapat nilai persentase 6,7, kemudian pada rentang 93-100 tidak ada siswa yang memperoleh nilai sangat baik. kategori. Berdasarkan tabel 4.4 terlihat bahwa data hasil belajar baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol mempunyai sig > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok data ini berdistribusi normal.
Pada Tabel 4.5 hasil uji homogenitas yang diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh hasil pre dan post test yang signifikan. Berdasarkan hasil uji prasyarat analisis data dari dua kelompok yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model example non-example dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional, diketahui bahwa kedua kelas mempunyai sampel yang berdistribusi normal dan kelas tersebut homogen. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan program Independent Sample T-Test SPSS Versi 24.
Pembahasan
Sedangkan pada kelas kontrol yang tidak menggunakan model pembelajaran Primer Non Primer, tidak semua siswa aktif selama proses pembelajaran. Dalam proses pembelajarannya dilakukan penelitian dengan menggunakan dua aplikasi yaitu Zoom dan WhatsApp untuk proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Primer Non Primer dengan materi pernafasan manusia. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa model Contoh tanpa Teladan memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa.
Untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh model Teladan non-Contoh terhadap hasil belajar mahasiswa biologi pada materi sistem pernapasan manusia, maka dilakukan uji hipotesis. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran example-non-example lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran example-non-example. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran example-non-example memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 8 Gowa.
Berdasarkan analisis inferensial terdapat pengaruh penggunaan model examplewithout example terhadap hasil belajar kognitif siswa XI. kelas di SMA Negeri Gowa pada materi sistem pernafasan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model Contoh tanpa contoh lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Saran
Efektivitas metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Pengaruh Model Cooperative Learning Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus IV Jimbaran Kuta Selatan. Pengaruh non-example terhadap hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP Negeri 3.
Menghargai dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, bertanggung jawab dan proaktif serta menampilkan sikap sebagai bagian dari penyelesaian berbagai permasalahan dalam interaksi yang efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam membangun dirinya sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Pengolahan, penalaran, dan penyajian, baik dalam ranah konkrit maupun abstrak, berkaitan dengan pengembangan apa yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak efektif dan kreatif, serta kemampuan menggunakan metode sesuai kaidah ilmiah. 3.3: menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ sistem pernapasan dengan gangguan fungsional yang terjadi pada sistem pernapasan manusia.
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Tujuan Pembelajaran
Media dan Alat Pembelajaran
Langkah-lagkah-pembelajaran
Guru mengarahkan siswa untuk keluar dari grup WhatsApp dan melanjutkan proses pembelajaran pada aplikasi Zoom. Melalui aplikasi Zoom, guru memberikan rangsangan untuk memfokuskan perhatian siswa pada topik materi dengan menampilkan foto-foto yang berkaitan dengan materi “struktur organ pernapasan manusia”. Guru mempersilahkan kelompok lain untuk menanggapi atau menambah tanggapan kelompok yang presentasi.
Guru memberikan 10 penghargaan kepada siswa yang mempunyai prestasi baik dan motivasi kepada siswa yang masih kurang.
Langkah-langkah Pembelajaran
Rongga dada mengecil yang berarti tekanan udara di paru-paru meningkat dan udara keluar dari paru-paru. Rongga dada membesar yang berarti tekanan udara di paru-paru meningkat dan udara keluar dari paru-paru. Rongga dada mengecil yang berarti tekanan udara di paru-paru berkurang dan udara masuk ke paru-paru.
Rongga dada membesar yang berarti tekanan udara di paru-paru meningkat dan udara masuk ke paru-paru. Rongga dada membesar yang berarti tekanan udara di paru-paru menurun dan udara masuk ke paru-paru. Rongga dada mengecil yang berarti tekanan udara di paru-paru meningkat dan udara keluar dari paru-paru.
Rongga dada mengembang yang berarti tekanan udara di paru-paru meningkat dan udara terdorong keluar dari paru-paru. Rongga dada mengembang yang berarti tekanan udara di paru-paru meningkat dan udara masuk ke paru-paru.
ATTENTION
Masalah I
Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bagian-bagian organ sistem pernapasan, struktur organ dan fungsinya dijelaskan pada tabel di bawah ini.
Masalah II
Masalah III
Masalah IV
- Masalah I
- Masalah II
Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju pernafasan Jelaskan proses pertukaran gas antara O2 dan CO2 dari alveoli ke kapiler. Begitu pula dengan seseorang yang memiliki tubuh lebih besar, tentu saja membutuhkan lebih banyak oksigen. Selain itu, seseorang yang memiliki kebiasaan makan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen dibandingkan seorang vegetarian.
Dalam kondisi normal, manusia membutuhkan oksigen kurang lebih 300 cc per hari (24 jam), atau kurang lebih 0,5 cc per menit. Kebutuhan ini berbanding lurus dengan volume udara normal yang dihirup dan dihembuskan, kecuali pada keadaan tertentu konsentrasi oksigen pada udara yang dihirup berkurang atau karena sebab lain, misalnya konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang. Catatan untuk menyelesaikan permasalahan terkait pengertian pernafasan, jenis alat pernafasan dan alat pernafasan pada LKPD 2.
Berdasarkan hasil pembahasan informasi yang diperoleh, selesaikan permasalahan I, II, III pada LKPD 1 di bawah ini.
Masalah V
Petunjuk
Lembar Penilaian
- Aspek Bahasa
Penilaian Umum terhadap Perangkat Pembelajaran Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Saran-saran
Dengan ini peneliti mohon kesediaannya untuk memberikan penilaian terhadap derajat relevansi kriteria evaluasi RPP dengan indikator RPP. Selain itu, kami mohon agar Saudara memberikan saran perbaikan terhadap materi tertulis yang menyertainya guna memudahkan revisi atau penyempurnaan perangkat pengajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP).
Lembar Penilaian No. Kriteria
Penilaian Umum terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1. RPP dapat diterapkan tanpa rivisi
DOKUMENTASI