• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student team

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student team"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVIMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK

BERITA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 VII KOTO SUNGAI SARIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Mira Syarif, Ria Sartini, Yulia Pebriani

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat STKIP PGRI West Sumatera

[email protected]

ABSTRACT

This research is motivated by some of the following. First, student learning outcomes are still low. Second, student cannot fully understand the lesson of listening to the news. Third, facilities and infrastructure are inadequate. This study aims to describe the effect of class VII student SMPN 3 VII Koto Sungai Sarik. This type of research is quantitative by using the experimental method with the design of the randomized posttest only control group. The sample of this research is all student of class VII SMPN 3 VII Koto Sungai Sarik, amounting to 52 people. The data in this research is the score of the skill of listening to the wens without and by using cooperative learning model STAD type student VII SMPN 3 VII Koto Sungai Sarik. Based on the result of research, concluded the following using cooperative learning model STAD get the average value 63,46 with classification 56-65% is enough. Second, news listening skill by using STAD type cooperative learning model VII SMPN 3 VII Koto Sungai Sarik get average score 71,15 with classification 66-75% that is more than enough (LCD). Third, based on t-test result concluded that there is influence to the use of cooperative learning mode type STAD class VII SMP 3 VII Koto Sungai Sarik because thitug>ttabel (2,24>1,68).In other words, H1

received H0 is rejected. Thus, STAD type cooperative learning model has an effect on listening skill of class VII student SMPN 3 VII Koto Sungai Sarik.

Keywords: Influence, Stad Model, Listening to News

PENDAHULUAN

Keterampilan menyimak adalah satu bentuk keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Keterampilan ini jelas mendominasi aktivitas siswa atau mahasiswa dibandingkan dengan keterampilan lainnya, termasuk keterampilan berbicara. Keterampilan menyimak harus dikuasai setiap orang

karena keterampilan menyimak merupakan keterampilan awal yang dimiliki manusia.

Dengan menyimak, pendengar atau penerima pesan dapat menangkap informasi yang diberikan oleh pemberi pesan. Komunikasi lisan secara langsung baik itu formal maupun nonformal seperti berbicara dengan teman, mengikuti seminar atau kuliah seseorang harus pandai

(2)

menyimak. Komunikasi secara tidak langsung seperti, menerima pesan dari telepon, radio, film, dan televisi haruslah pandai menyimak.

Untuk itu keterampilan menyimak perlu diajarkan melalui pembelajaran bahasa di sekolah. Hal ini sesuai dengan standar isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Semester 1 kelas VII dalam Standar Kompetensi (SK) 1 yaitu “ Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita”, kemudian dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD) 1.1 “ Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat”.

Tarigan (2008:31) menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Bentuk keterampilan menyimak yang diajarkan kepada siswa beranekaragam, salah satunya adalah menyimak berita. Menurut Ermanto (2001:6) berita menurut sisi jurnalisitik dan media massa adalah sebagai berikut ini. Peristiwa, kejadian,

aspek kehidupan manusia yang dirasakan baru, dianggap penting, mempunyai daya tarik dan mengandung keingintahuan pembaca atau masyarakat atau dapat juga dikatakan bahwa peristiwa atau kejadian itu terdapat suatu yang dianggap baru baik oleh wartawan maupun oleh masyarakat.

Barus (2010:36) dalam praktik jurnalistik para pakar memberikan pedoman dalam menulis berita dengan menggunakan formula (rumusan) 5W+1H yaitu apa (what) adalah mencari tahu hal yang menjadi topik berita tersebut, siapa (who) bisa mengacu pada individu, kelompok, atau lembaga, dimana (where) berita juga harus menunjuk pada tempat kejadian peristiwa itu, kapan (when) terjadinya peristiwa tersebut, mengapa (why) peristiwa itu sampai terjadi, dan bagaimana (how) terjadinya suatu suatu peristiwa itu.

Tarigan (2008: 111-112) menyatakan penulisan kesimpulan mempunyai dua fungsi yaitu sebagai penutup atau rangkuman dan menyajikan hal-hal yang penting diingat oleh para pembaca. Dalam tulisan yang singkat, kesimpulan itu bahkan dapat ditiadakan.

Upaya pertama yang harus dilaksanakan ialah bahwa kesimpulan itu jangan panjang. Dalam tulisan yang agak panjang,

(3)

cukup dinyatakan dengan tiga atau empat kalimat yang tepat guna.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman yang bernama Erdawilis, S.Pd, ditemui beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran menyimak berita. Pertama, siswa banyak yang tidak bertanya ketika pembelajaran menyimak berita dan hasil belajar siswa masih rendah.

Kedua, siswa tidak bisa sepenuhnya memahami pelajaran menyimak berita, hal ini disebabkan ketidakseriusan siswa dalam memahami materi menyimak berita..

Ketiga, sarana dan prasarana kurang memadai sehingga proses pembelajaran menyimak berita kurang efektif.

Siswa juga mengungkapkan permasalahan yang dihadapinya ketika pembelajaran menyimak berita. Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui masalah yang di alami siswa dalam menyimak berita sebagai berikut. Pertama, siswa kurang mampu menemukan pokok- pokok berita. Kedua, siswa kurang kosentrasi dalam menyimak berita hal ini disebabkan karena adanya siswa meribut atau berbicara. Ketiga, siswa sulit menyimpulkan isi berita, hal ini

disebabkan kurangnya pengetahuan siswa bagaimana cara menyimpulkan isi berita.

Salah satu cara diantaranya yang dapat digunakan adalah dengan pemilihan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Rusman (2012:

215-216) model pembelajaran kooperatif tipe STAD di dalam proses pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk dapat saling bekerjasama dalam kelompok, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah, saling membantu prestasi, serta melatih siswa untuk bersosialisasi dengan baik. Selain itu, model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini memberikan reward atau hadiah kepada siswa yang nilai kelompok yang tertinggi.

Dengan adanya pemberian reward ini akan mendorong atau memotivasi siswa untuk lebih giat belajar serta dapat menanamkan kesan yang mendalam pada diri siswa karena mereka terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan permasalahan diatas, maka dilakukan penelitian tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Keterampilan Menyimak Berita Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang. Pertama, mendeskripsikan keterampilan menyimak berita tanpa

(4)

menggunakan model pembelajaran kooperati tipe student team achievement division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman. Ketiga, mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) terhadap keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini jenisnya kuantitatif.

Sugiyono (2013:13) yang menyatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang data penelitian berupa angka-angka dan analisis data menggunakan statistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain The Randomized Posttest Only Control Group . dikatakan metode eksperimen karenna penelitian ini bertujuan untuk mengontrol

atau mengendalikan setiap gejala yang terjadi.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah sebanyak 53 orang yang terdiri atas dua kelas yaitu VII1 dan VII2. Menurut Arifin (2011:224) jika jumlah anggota populasi berada antara 51 sampai dengan 100, maka sampel dapat diambil 50-60%

atau dapat juga menggunakan sampel total.

Teknik penarikan sampel pada penelitian ini adalah sampel total (total sampling).

Total sampling adalah seluruh anggota populasi dijadikan objek penelitian.

Penelitian ini memiliki dua variabel, yaitu variabel bebas (x) dan variabel terikat (y).

Variabel bebas adalah “penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD” dan variabel terikat adalah “ keterampilan menyimak berita”. Data dalam penelitian ini adalah skor dari hasil menyimak berita berdasarkan unsur-unsur 5W+1H tanpa menggunakan pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan skor hasil menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD).

(5)

Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah skor dari hasil tes siswa yang diperoleh sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis data dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, mengoreksi atau memberi skor hasil kerja siswa dalam menyimak berita tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif dan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) sesuai dengan indikator yang ditentukan. Kedua, Pemeriksaan hasil menyimak berita siswa berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Ketiga, mengubah skor yang diperoleh siswa dalam menyimak berita tanpa dan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) menjadi nilai. Keempat, menentukan nilai rata-rata hitung keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik.

Kelima, mengklasifikasikan tingkat kemampuan menyimak berita berdasarkan skala 10. Keenam, menampilkan data yang diperoleh dari hasil tes keterampilan menyimak berita tanpa dan dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) dalam bentuk histogram dari masing-masing indikator. Ketujuh, melakukan uji normalitas dan uji homogenitas data dari tes keterampilan menyimak berita dan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD). Kedelapan, Uji hipotesis dilakukan untuk mengatahui apakah apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) berpengaruh terhadap keterampilan menyimak berita.

Kesembilan, membahas hasil analisis dan membuat kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Keteramapilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

Pada bagian sub bab ini akan di analisis data keterampilan menyimak berita siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeStudent Tema Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari indikator (1) kesesuaian unsur 5W+1H, (2)

(6)

keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan berita.

a. Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaraan Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5 W+1H

Keterampilan menyimak berita tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Tema Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari kesesuaian unsur berita 5W+1H bahwa keterampilan menyimak berita diketahui setelah skor diolah menjadi nilai dengan rumus persentase. Nilai yang diperoleh keterampilan menyimak berita pada kesesuaian unsur berita 5W+1H berkisar antara 33 -100. Secara lengkap, siswa yang memperoleh nilai 33,33 sebanyak 12 orang, siswa yang memperoleh nilai 66,67 sebanyak 7 orang, siswa yang memperoleh nilai 100 sebanyak 7 orang dengan rata- rata 60,26 dengan kualifikasi Cukup (Cukup).

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperartif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

No X F FX

1 100 7 700

2 66,67 7 466,69

3 33,33 12 399,96

Total 1566,65

Jika dilkasifikasikan kedalam tabel skala sebagai berikut ini.

Tabel 2. Klasifikasi Keterampilan Menyimak Berita tanpa

Menggunakan Model

Pembelajaran Kooperartif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

No Tingkat Pengguasaan

K F %

1 96-100% S 7 27%

2 86-95% BS 0 0

3 76-85% B 0 0

4 66-75% LdC 0 0

5 56-65% C 7 27%

6 46-55% HC 0 0

7 36-45% K 0 0

8 26-35% KS 12 46%

9 16-25% B 0 0

10 0-15% BS 0 0

Jumlah 26 100%

(7)

Langkah selanjutnya disajikan dalam bentuk diagram berikut ini.

Gambar 1. Diagram Keterampilan Menyimak Berita tanpa

Menggunakan Model

Pembelajaran Kooperartif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

Diperoleh gambaran hasil belajar siswa untuk indikator kesesuaian unsur berita 5w+1H tanpa menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviement Division (STAD).

Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi sempurna 7 orang dengan perolehan persentase 27%. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi cukup 7 orang dengan perolehan persentase 27%.

Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi kurang 12 orang dengan perolehan persentase 46%.

b. Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Divison (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

Keterampilan menyimak berita tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan berita bahwa keterampilan menyimak berita diketahui setelah skor diolah menjadi nilai dengan rumus persentase.

Nilai yang diperoleh keterampilan menyimak berita pada unsur keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan isi berita berkisar antara 33 -100. Secara lengkap, siswa yang memperoleh nilai 33,33 sebanyak 7 orang, siswa yang memperoleh nilai 66,67 sebanyak 12 orang, siswa yang memperoleh nilai 100 sebanyak 7 orang dengan rata-rata 66,67 dengan kualifikasi Lebih dari Cukup (LdC).

7

0 0 0 7 0 0

12 0 0 03

69 1215 1821 2427

sempur… baik baik cukup hampir… kurang kurang… buruk buruk…

frekuensi

Kualifikasi

(8)

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

No X F FX

1 100 7 700

2 66,67 12 800,04

3 33,33 7 233,31

Total 1733,35

Jika diklasifikasikan kedalam tabel skala sebagai berikut ini.

Tabel 4. Klasifikasi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

No Tingkat Pengguasaan

K F %

1 96-100% S 7 27%

2 86-95% BS 0 0

3 76-85% B 0 0

4 66-75% LdC 0 0

5 56-65% C 12 46%

6 46-55% HC 0 0

7 36-45% K 0 0

8 26-35% KS 7 27%

9 16-25% B 0 0

10 0-15% BS 0 0

26 100%

Langkah selanjutnya disajikan kedalam betuk diagram berikut ini.

Gambar 2. Diagram Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

Diperoleh gambaran hasil menyimak berita siswa untuk indikator keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan berita tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi sempurna 7 orang dengan perolehan persentase 27%. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi cukup 10 orang dengan perolehan persentase 46%. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi kurang sekali 7 orang dengan perolehan persentase 27%.

7 0 0 0 12

0 0 7 0 0 03

69 1215 1821 2427

sempu baik baik cukup hampir… kurang kurang… buruk buruk…

frekunsi

Kualifikasi

(9)

c. Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

Berdasarkan data diperoleh nilai rata-rata menyimak berita tanpa menggunakan model STAD siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman berada pada klasifikasi 56-65% yaitu cukup. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Pada tabel berikut ini.

Tabel 5. Klasifikasi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

No X F FX

1 33,33 3 99,99

2 50 5 250

3 66,67 12 800,04

4 83,33 6 499,98

Jumlah 26 1650,01

Jika diklasifikasikan kedalam tabel skala sebagai berikut ini.

Tabel 6. Diagram Keterampilan Menyimak Berita tanpa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

No Tingkat Pengguasaan

K F %

1 96-100% S 0 0

2 86-95% BS 0 0%

3 76-85% B 6 23%

4 66-75% LdC 12 46%

5 56-65% C 0 0%

6 46-55% HC 5 19%

7 36-45% K 0 0%

8 26-35% KS 3 12%

9 16-25% B 0 0

BS 0-15% BS 0 0

Jumlah 26 100%

Langkah selanjutnya disajikan kedalam bentuk diagram berikut ini.

Gambar 3. Diagram Keterampilan Menyimak Berita tanpa

Menggunakan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

0 0 6 12 0 5

0 3 0 0 03

69 1215 1821 2427

sempurna baik sekali baik cukup hampir… kurang kurang… buruk buruk sekali

Frekuensi

Kualifikasi

(10)

Diperoleh hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) untuk seluruh indikator.

Siswa yang berkualifikasi baik sebanyak 6 orang dengan perolehan persentase 23%.

Siswa yang berkualifikasi lebih dari cukup sebanyak 12 orang dengan perolehan persentase 46%. Siswa yang berkualifikasi hampir cukup sebanyak 5 orang dengan perolehan persentase 19%. Siswa yang berkualifikasi kurang sekali sebanyak 3 orang dengan perolehan persentase 12%.

Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaraan Kooperatif Tipe Student Team Achieiviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

Pada bagian sub bab ini akan di analisis data keterampilan menyimak berita siswa dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieiviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik dilihat dari kesesuaian unsur berita 5W+1H dan keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan berita.

a. Pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

Keterampilan menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari kesesuaian unsur berita 5W+1H bahwa keterampilan menyimak berita diketahui setelah skor diolah menjadi nilai dengan rumus persentase. Nilai yang diperoleh keterampilan menyimak berita pada kesesuaian unsur berita 5W+1H berkisar antara 33 -100. Secara lengkap, siswa yang memperoleh nilai 33,33 sebanyak 8 orang, siswa yang memperoleh nilai 66,67 sebanyak 12 orang, siswa yang memperoleh nilai 100 sebanyak 6 orang dengan rata-rata 62,82 dengan kualifikasi Cukup (C).

(11)

Tabel 7. Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperartif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

No X F FX

1 100 6 600

2 66,67 11 733,37

3 33,33 9 299,97

Total 1633,34

Jika diklasifikasikan kedalam tabel skala sebagai berikut ini.

Tabel 8. Klasifikasi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperartif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

No Tingkat Pengguasaan

K F %

1 96-100% S 6 23%

2 86-95% BS 0 0

3 76-85% B 0 0

4 66-75% LdC 0 0

5 56-65% C 11 42%

6 46-55% HC 0 0

7 36-45% K 0 0

8 26-35% KS 9 35%

9 16-25% B 0 0

10 0-15% BS 0 0

Jumlah 26 100%

Langkah selanjutnya disajikan kedalam bentuk diagram berikut ini.

Gambar 4. Diagram Keterampilan Menyimak Berita dengan

Menggunakan Model

Pembelajaran Kooperartif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Kesesuaian Unsur Berita 5W+1H

Diperoleh gambaran hasil belajar siswa untuk indikatorkesesuaian unsur berita 5W+1H dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviement Division (STAD). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi sempurna 6 orang dengan perolehan persentase 23%. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi cukup 11 orang dengan perolehan persentase 42%. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi kurang 9 orang dengan perolehan persentase 35%.

6

0 0 0 11

0 0 9

0 0 03

69 1215 1821 2427

sempurna baik sekali baik lebi dari cukup cukup hampir cukup kurang kurang sekali buruk buruk sekali

frekuensi

(12)

b. Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Divison (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

Keterampilan menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan berita bahwa keterampilan menyimak berita diketahui setelah skor diolah menjadi nilai dengan rumus persentase.

Nilai yang diperoleh keterampilan menyimak berita pada unsur keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan isi berita berkisar antara 33 -100. Secara lengkap, siswa yang memperoleh nilai 33,33 sebanyak 3 orang, siswa yang memperoleh nilai 66,67 sebanyak 9 orang, siswa yang memperoleh nilai 100 sebanyak 14 orang dengan rata-rata 79,49 dengan klasifikasi Baik (B).

Tabel 9. Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

No X F FX

1 100 13 1300

2 66,67 10 666,7

3 33,33 3 99,99

Total 2066,69

Jika diklasifikasikan kedalam tabel skala sebagai berikut ini.

Tabel 10. Klasifikasi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

No Tingkat Pengguasaan

K F %

1 96-100% S 13 50%

2 86-95% BS 0 0

3 76-85% B 0 0

4 66-75% LdC 0 0

5 56-65% C 10 38%

6 46-55% HC 0 0

7 36-45% K 0 0

8 26-35% KS 3 12%

9 16-25% B 0 0

10 0-15% BS 0 0

26 100%

(13)

Langkah selanjutnya disajikan kedalam bentuk diagram sebagai berikut ini.

Gambar 5. Diagram Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Dilihat dari Keefektifan (tepat guna) Kalimat dalam Menyimpulkan Berita

Diperoleh gambaran hasil menyimak berita siswa untuk indikator keefektifan (tepat guna) kalimat dalam menyimpulkan berita dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi sempurna 13 orang dengan perolehan persentase 50%. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifiksi cukup 10 orang dengan perolehan persentase 38%. Siswa yang memperoleh

nilai dengan kualifiksi kurang sekali 3 orang dengan perolehan persentase 12%.

c. Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

Diperoleh hasil menyimak berita siswa dengan menggunakan model STAD untuk seluruh indikator. Nilai yang diperoleh untuk keterampilan menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman berada pada rentangan dengan klasifikasi 66-75%

yaitu Lebih dari Cukup. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut ini.

Tabel 11. Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

No X F FX

1 50 8 400

2 66,67 8 533,36

3 83,33 5 416,65

4 100 5 500

Jumlah 26 1850,01

Jika diklasifikasikan kedalam tabel skala sebagai berikut ini.

13

0 0 0 9

0 0 3 0 0 03

69 1215 1821 2427

sempurna baik baik cukup hampir… kurang kurang… buruk buruk…

frekunsi

Kualifikasi

(14)

Tabel 12. Distribusi Frekuensi Keterampilan Menyimak Berita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman No Tingkat

Pengguasaan

K F %

1 96-100% S 5 19%

2 86-95% BS 0 0

3 76-85% Baik 5 19%

4 66-75% LdC 8 31%

5 56-65% C 0 0

6 46-55% HC 8 31%

7 36-45% K 0 0

8 26-35% KS 0 0

9 16-25% B 0 0

10 0-15% BS 0 0

Jumlah 26 100%

Langkah selanjutnya disajikan kedalam bentuk diagram berikut ini.

Gambar 5. Diagram Keterampilan Menyimak Berita dengan

Menggunakan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

Selanjutnya, pengklasifikasikan keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dengan menggunakan model STAD berdasarkan skala 10. Diperoleh nilai keterampilan menyimak berita siswa dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) untuk seluruh indikator adalah sebagi berikut. Siswa yang berkualifikasi sempurna sebanyak 5 orang dengan perolehan persentase 19%. Siswa yang berkualifikasi baik sebanyak 5 orang dengan perolehan persentase 19%. Siswa yang berkualifikasi lebih dari cukup sebanyak 8 orang dengan perolehan persentase 31%. Siswa yang berkualifikasi hampir cukup sebanyak 8 orang dengan perolehan persentase 31%.

Berdasarkan data tersebut diperoleh rata-rata hitung 71,15. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berada pada tingkat penguasaan 66-75%

dengan klasifikasi Lebih dari Cukup.

5 0 5 8 0

8

0 0 0 0 03

69 1215 1821 2427

sempurna baik sekali baik cukup hampir… kurang kurang… buruk buruk sekali

frekunsi

Kualifikasi

(15)

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaraan Kooperatif Tipe Student Team Achieviment Division (STAD) terhadap Keterampilan Menyimak Berita Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman

Dari hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan secara umum bahwa rata-rata keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berada pada tingkat penguasaan 56-65% dengan klasifikasi Cukup (C) dengan perolehan rata-rata 63,46. Sedangkan keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten padang Pariaman dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berada pada tingkat 66-75% dengan klasifikasi Lebih dari Cukup (LdC) dengan perolehan rata-rata 71,15. Namun secara signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap keterampilan menyimak berita.

Berdasarkan uji-t pada taraf signifikan 95% dan dk=n-2 diperoleh thitung =2,24 dan ttabel = 1,68 kriteria pengujian t diterima jika thitung>ttabel dengan kata lain H1

diterima dan H0 ditolak.

Jadi, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil menyimak berita karena siswa mampu memahami isi dari berita yang disimak dan mampu mengembangkan suatu ide atau gagasannya dalam menyimak berita.

Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhada keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada Bab IV dapat disimpulkan tiga hal berikut ini. Pertama, tingkat keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman tanpa menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) memperoleh nilai rata- rata 63,46 dengan klasifikasi 55-65% yaitu cukup. Kedua, tingkat keterampilan menyimak berita dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman memperoleh nilai rata-rata 71,15

(16)

dengan klasifikasi 66 - 75% yaitu lebih dari cukup. Ketiga, berdasarkan hasil uji-t disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap penggunaan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman karena thitung> tabel (2,24>1,68. Jadi, disimpulkan bahwa keterampilan menyimak berita siswa kelas VII SMP Negeri 3 VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD) lebih baik daripada tanpa menggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achieviment Division (STAD).

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2011. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Barus, Sedia Willing. 2010. Jurnalistik Petunjuk Teknik Menulis Berita.

Jakarta: Erlangga.

Ermanto. 2001. Berita dan Fotografi.

Padang: UNP.

Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bandung: ALFABETA.

Tarigan, Hendry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: PT Angkasa.

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat perbedaan hasil belajar matemataika antara siswa yang pembelajarannya melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization TAI dengan tipe Student Team