• Tidak ada hasil yang ditemukan

“ PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP BOK PADA RUAS JALAN LAMBUNG MANGKURAT SAMARINDA ”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "“ PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP BOK PADA RUAS JALAN LAMBUNG MANGKURAT SAMARINDA ”"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP BOK PADA RUAS JALAN LAMBUNG MANGKURAT SAMARINDA

DisusunOleh :

ANNISA AYU WAHIDAH 10.11.1001.7311.034

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

2014

(2)

ABSTRAK

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Tempat parkir merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh para pengguna kendaraan bermotor untuk memarkirkan kendaraan saat ditinggalkan oleh pengemudinya. Tetapi karena kurangnya fasilitas parker maka kegiatan parker sering dilakukan pada ruas jalan.

Kegiatan parkir pada ruas jalan diakibatkan kurangnya fasilitas parkir yang tersedia, sehingga menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan yang akan berakibat kemacetan pada ruas jalan. Kemacetan juga menyebabkan terjadinya biaya tambahan operasional kendaraan.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh parkir pada badan jalan terhadap kinerja jalan yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas seperti pedagang yang berjualan pada badan jalan, pejalan kaki yang menyeberang dan angkutan umum yang berhenti dan terhadap biaya operasional kendaraan. Penelitian akan membandingkan volume dan kecepatan kendaraan dengan dan tanpa dipengaruhi parkir pada badan jalan. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa parkir pada badan jalan dapat menurunkan kapasitas jalan dari 2406,77 smp/jam menjadi 1749,70smp/jam dan Kecepatan kendaraan berkurang dari 33,27 km/jam menjadi 27,05 km/jam.

Berdasarkan analisa Derajat kejenuhan, Jalan Lambung Mangkurat pada Tahun 2014 akan mengalami kemacetan dengan nilai Derajat kejenuhan mencapai 1,29.

Kata Kunci : Parkir, Kemacetan, Kapasitas, Kecepatan, Biaya Operasional Kendaraan

ABSTRACT

Parking is not a state of moving a vehicle which is temporary because it was abandoned by the driver. The parking lot is a facility that is needed by motorists to park their vehicles when left by the driver. But because of the lack of parking facilities, the parking activity often done on roads.

Activity parking on roads due to the lack of available parking facilities, thus causing reduction in road capacity will result in congestion on the roads. Congestion also leads to

additional vehicle operating costs.

The purpose of this study was to determine the effect on-street parking on the street performance caused by activities such as merchants who sell on the road, pedestrian crossing and public transport stops and the vehicle operating costs. The study will compare the volume and speed of vehicles with and without on-street parking is affected. The results of this study indicate that on-street parking can reduce the capacity of 2406.77 pcu / hour into 1749,70smp / h and reduced vehicle speed of 33.27 km / h to 27.05 km / h. Based on the analysis of degree of saturation, Hull Road Mangkurat in 2014 will experience congestion with the degree of saturation value reached 1.29.

Keywords: Parking, Congestion, Capacity, Speed, Vehicle Operating Costs

(3)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Samarinda mulai memperlihatkan gejala masalah yang timbul, layaknya kota-kota besar lainnya di Indonesia, salah satunya adalah masalah kemacetan, dikarenakan aktivitas masyarakat Kota Samarinda yang sangat kompleks.

Hal ini disebabkan banyaknya kawasan kegiatan, seperti kawasan perdagangan, kawasan pemukiman berada di satu ruas jalan yang sama, terus bertambahnya kepemilikan kendaraan dan kurangnya fasilitas transportasi yang ada yang membuat ruas jalan tersebut menjadi padat dan pada akhirnya menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Pada salah satu ruas jalan di kawasan Kota Samarinda bagian Ilir sering ditemuinya kemacetan, seperti pada ruas Jalan Lambung Mangkurat. Pada ruas Jalan Lambung Mangkurat berada pemukiman, kawasan perdagangan, dan juga terdapat pasar yang sebagian pengunjungnya menggunakan badan jalan sebagai sarana parkir, dan juga penduduk setempat yang tinggal didalam gang - gang kecil pada jalan tersebut menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir kendaraan roda empat dikarenakan tidak memungkinkan untuk memarkir kendaraan mereka didalam gang tersebut.

1.2 Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan parkir pada badan jalan terhadap kinerja ruas jalan.

2. Untuk mengetahui besar biaya pengeluaran tambahan pengguna jalan akibat parkir pada badan jalan

1.3 BatasanMasalah

Batasan masalah dalam tugas akhir ini :

1. Biaya kemacetan yang akan dikaji adalah Biaya Tundaan Perjalanan

(4)

2. Jenis kendaraan bermotor yang melakukan parkir pada badan jalan adalah mobil pribadi, angkot, pick-up, bus dan truk. Sedangkan sepeda motor dan kendaraan lainnya tidak ditinjau.

2. Lingkup ruas penelitian adalah ruas jalan Lambung Mangkurat 3. Penelitian dilakukan dengan metode MKJI

1.4 Keaslian Penulisan

Skripsi mengenai perhitungan kapasitas jalan pada ruas Jalan Lambung Mangkurat

Samarinda . Sejauh ini penulis ketahui belum adanya informasi tentang kapasitas ruas jalan tersebut .

BAB II DASAR TEORI 2.1 Transportasi

Transportasi adalah usaha pemindahan, atau penggerakan orang atau barang dari suatu lokasi, yang disebut lokasi asal ke lokasi lain, yang biasa disebut lokasi tujuan, untuk keperluan tertentu dengan mempergunakan alat tertentu pula ( Fidel Miro, 2012 )

2.2 Kemacetan Lalu Lintas

Jika arus lalu lintas mendekati kapasitaa,kemacetan mulai terjadi. Kemacetan semakin meningkat apabila arus begitu besarnya sehingga kendaraan sangat berdekatan satu sama lain. Kemacetan total apabila kendaraan harus berhenti atau bergerak lambat ( Ofyar Z Tamin,2000 )

Kemacetan adalah kondisi dimana arus lalu lintas yang lewat pada ruas jalan yang ditinjau melebihi kapasitas rencana jalan tersebut yang mengakibatkan kecepatan bebas ruas jalan tersebut mendekati atau melebihi 0 km/jam sehingga menyebabkan terjadinya antrian.

Pada saat terjadinya kemacetan, nilai derajat kejenuhan pada ruas jalan akan ditinjau dimana kemacetan akan terjadi bila nilai derajat kejenuhan mencapai lebih dari 0,5 (MKJI, 1997).

2.3 Kapasitas

Kapasitas dasar berdasarkan MKJI 1997 adalah kapasitas segmen jalan pada kondisi geometri, pola arus lalu lintas, dan faktor lingkungan yang ditentukan sebelumnya.

(5)

2.4 Karakteristik Arus Lalu Lintas

Ada 3 macam karakteristik arus lalu lintang yang saling berhubungan.

1. Arus

Arus adalah jumlah kendaraan yang melalui suatu titik dalam satuan waktu tertentu

2. Kepadatan

Kepadatan adalah jumlah kenaraan yang menempati panjang ruas jalan tertentu yang umumnya dinyatakan sebagai jumlah kendaraan per Km atau satuan mobil penumpang per Km(smp/km).

3. Kecepatan

Kecepatan adalah jarak yang dapat ditempuh dalam satuan waktu tertentu, biasa dinyatakan dalam satuan km/jam. Pemakai jalan dapat menaikkan kecepatan untuk memperpendek waktu perjalanan, atau memperpanjang jarak perjalanan. Nilai perubahan kecepatan adalah mendasar tidak hanya untuk berangkat dan berhenti tetapi untuk seluruh arus lalu lintas yang dilalui. Kecepatan didefinisikan sebagai suatu laju pergerakan, seperti jarak per satuan waktu, umumnya dalam mil/jam atau kilometer/jam. Karena begitu beragamnya kecepatan individual dalam aliran lalu lintas, maka kita biasanya menggunakan kecepatan rata-rata.

2.5 Hubungan Arus, Kepadatan dan Kecepatan 1. Arus dan Kepadatan

Semakin tinggi kepadatan, arus akan semakin tinggi sampai suatu titik dimana kapasitas terjadi, setelah itu semakin padat maka arus akan semakin kecil.

2. Kecepatan dan Kepadatan

Semakin tinggi kecepatan lalu lintas dibutuhkan ruang bebas yang lebih besar antara kendaraan yang mengakibatkan jumlah kendaraan per kilometer menjadi lebih kecil.

3. Kecepatan dan Arus

(6)

Semakin besar arus,kecepatan akan turun sampai kecepatan tertentu, akan semakin kecil lagi dan arus juga akan semakin mengecil.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam pelaksanaan skripsi akan dapat berproses dengan lancar, tertata,

terarah, dan terencana maka dipergunakan tahapan pelaksanaan seperti tergambar dalam bagan alur dan bagan alur perhitungan.

Secara umum dalam penelitian dibuat alur kerja bergerak dari atas ke bawah, namun pergerakan dapat dibentuk atau dikontrol dengan pola dasar flow chart yang

digunakan yaitu gabungan pola urutan dan pola pengulangan dan digambarkan dalam bentuk logika, urutan langkah yang berhubungan antara satu sama langkah dengan langkah lainnya berdasarkan runtun waktu.

-Bagan Alur Perhitungan -

MULAI

SURVEI PENDAHULUAN

IDENTIFIKASI MASALAH

PERUMUSAN METODE PENELITIAN

PELAKSANAAN DAN PENGUMPULAN DATA

(7)

BAB IV PEMBAHASAN

Dari perhitungan ,didapat angka derajat kejenuhan paling tinggi terdapat pada pukul 12.30 – 13.30 yaitu 0,90 dengan volume kendaraan 2158smp/jam pada saat tidak ada parkir pada badan jalan yang berarti pada ruas jalan ini arus tidak stabil,permintaan mendekati kapasitas dan kecepatan sekitar 50km/jam.

0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40

0.26

0.56 0.74 0.94

1.19 1.21 1.29

1.11 0.98 0.99 1.11 0.95

0.19

0.41 0.54 0.68 0.86 0.88 0.94 0.80 0.71 0.72 0.81 0.69

Derajat Kejenuhan

DS Parkir DS Non Parkir

Rata – Rata Derajat Kejenuhan Dengan Parkir dan Tanpa Parkir pada Ruas Jalan DATA PRIMER

DATA SEKUNDER

PENGOLAHAN DATA

EVALUASI DAN ANALISIS DATA

SELESAI

(8)

Dari hasil data diatas maka didapat bahwa ruas jalan yang terdapat parkir pada badan jalan memiliki derajat kejenuhan yang tinggi yang berarti terjadi kepadatan hingga kemacetan lalu lintas dari pada ruas jalan yang tidak terdapat parkir pada jalan yang memiliki derajat kejenuhan lebih rendah.

Perhitungan Selisih BOK Dengan Parkir dan Tanpa Parkir Pada Badan Jalan /Km Jam

Kendaraan Total

Sedan Utility Bus Kecil Truk Ringan

Rp/Km Rp/Km Rp/Km Rp/Km Rp/Km

06.30-07.30 Rp 1,532 Rp 142 Rp 75 Rp 19 Rp 1,768 07.30-08.30 Rp 3,157 Rp 474 Rp 50 Rp 38 Rp 3,719 08.30-09.30 Rp 2,600 Rp 237 Rp 50 Rp 58 Rp 2,944 09.30-10.30 Rp 1,950 Rp 1,137 Rp 50 Rp 58 Rp 3,194 10.30-11.30 Rp 2,878 Rp 853 Rp 100 Rp 38 Rp 3,869 11.30-12.30 Rp 3,157 Rp 1,374 Rp 75 Rp 77 Rp 4,682 12.30-13.30 Rp 1,950 Rp 805 Rp 75 Rp 115 Rp 2,945 13.30-14.30 Rp 2,043 Rp 805 Rp 50 Rp - Rp 2,898 14.30-15.30 Rp 1,625 Rp 1,611 Rp 100 Rp 58 Rp 3,393 15.30-16.30 Rp 3,807 Rp 1,042 Rp 150 Rp 38 Rp 5,037 16.30-17.30 Rp 3,017 Rp 758 Rp 75 Rp 38 Rp 3,889 17.30-18.30 Rp 1,578 Rp 1,137 Rp 125 Rp 58 Rp 2,898 Total Rp 29,292 Rp 10,376 Rp 976 Rp 594 Rp 41,238 (Sumber : Hasil analisis)

Dari tabel diatas dapat dilihat perbandingan biaya operasi kendaraan yang dikeluarkan dengan tidak adanya kegiatan parkir di badan jalan dan adanya kegiatan parkir di badan jalan rata-rata

per jamnya sebesar Rp. 171,83,- /50m, dan selama 12 jam penelitian total biaya operasi kendaraan yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 2.062,-/50m. Dan rata-rata per jamnya sebesar Rp. 3.436,5,- /Km, dan selama 12 jam penelitian total biaya operasi kendaraan yang dikeluarkan

adalah sebesar Rp. 41.238,-/Km

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

(9)

5.1. Kesimpulan

Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah diungkapkan pada bab terdahulu,pengumpulan, pengolahan serta analisis data pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan sebagai hasil penelitian on street parking di ruas jalan Lambung Mangkurat sebagai berikut :

1. Dari hasil analisis pada bab sebelumnya dapat dilihat bahwa keberadaan on street parking merupakan masalah lalu lintas yang harus dipecahkan karena secara signifikan menurunkan kapasitas jalan yang ada dengan demikian menimbulkan kepadatan lalulintas dan menurunkan tingkat kecepatan jalan sehingga meningkatkan biaya operasional kendaraan yang diasumsikan sebagai biaya kemacetan.

2. Kondisi lalu lintas jam puncak di Jalan Lambung Mangkurat ditentukan berdasarkan nilai tingkat DS. Bahwa Kinerja ruas jalan menunjukkan terburuk terdapat pada pukul 10.30-14.30,dan pukul 15.30-18.30 dengan nilai ratio rata-rata 1,12 dan mempunyai kecepatan rata-rata 29,17 km/jam dengan tingkat pelayanan pada level F yaitu arus tertahan, kondisi terhambat, dan kecepatan < 50km/jam, sehingga berpengaruh pada kapasitas dan kecepatan di ruas jalan ini. Selanjutnya diikuti kinerja ruas jalan yang ada pada level E terjadi pada pukul 09.30-10.30 dan pukul 14.30-15.30 dengan kondisi arus tidak stabil, kecepatan mendekati 50 km/jam dengan nilai ratio rata – rata 0,96 dan pada tingkat pelayanan pada level D terjadi pada pukul 08.30-09.30 dengan kondisi mendekati tidak stabil. Sisa jam selama 12 jam penelitian berada pada level B dan C dengan kondisi arus stabil dan kecepatan/gerak kendaraan dapat dikendalikan.

3. Rata-rata kendaraan yang masuk on street parking adalah 24 kendaraan/jam.

4. Penambahan biaya operasional kendaraan dimana total penambahan BOK adalah Rp 41.238,- selama 12 jam penelitian atau Rp 3.436,5-./jam (Hari Selasa) dan Rp 30.016,- selama 12 jam penelitian atau Rp2.501,33,- /jam.

5. Adanya parkir pada badan jalan sangat mengganggu lalu lintas, menurunkan kapasitas jalan yang ada dengan demikian menimbulkan kepadatan lalu lintasdan menurunkan tingkat kecepatan jalan sehingga meningkatkan biaya operasional kendaraan yang di asumsikan sebagai biaya kemacetan.

(10)

5.2 Saran

1. Dari analisa kasus ruas Jalan Lambung Mangkurat ini, besarnya jumlah kendaraan sebenarnya sudah tidak mampu ditampung oleh kapasitas jalan yang ada. Seiring berjalannya waktu, jumlah kendaraan akan terus bertambah sedangkan kapasitas jalan tidak mungkin lagi untuk ditambah. Untuk itu, perlu sebuah kebijakan serius dan tegas dari pemerintah untuk menekan pertambahan jumlah kendaraan.

2. Penelitian lebih lanjut sebaiknya dilakukan pada ruas jalan berbeda yang memiliki kondisi jalan sama seperti pada ruas jalan Lambung Mangkurat.

3. Perbaikan pada jalan – jalan berlubang dan peningkatan kualitas trotoar

4. Untuk lebih baiknya survey dilakukan dalam bulan yang berbeda sehingga didapatkan kecepatan dan volume kendaraan rata – rata yang lebih signifikan.

DAFTAR PUSTAKA

Miro, Fidel. (2012). Pengantar Sistem Transportasi, Erlangga, Jakarta.

MKJI (1997), Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Tamin, Ofyar Z, (2000). Perancangan dan Pemodelan Transportasi, ITB, Bandung.

RSNI (2005), Pedoman Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan, Balitbang PU Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Wahyuni, Rida. (2008), Pengaruh Parkir Pada Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Studi kasus: Jalan Brigjen Katamso Sekolah Harapan Mandiri Medan, Departemen Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara,Medan

Warpani,Suwardjoko. (1990). Perencanaan Lalu Lintas- Tata Kota, ITB ,Bandung.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Pada Tugas Akhir dilakukan studi kapasitas, kecepatan, derajat kejenuhan dan hambatan samping pada ruas jalan Sayati Kabupaten Bandung, dengan menggunakan Manual Kapasitas

Kapasitas suatu ruas jalan dapat didefinisikan sebagai jumlah maksimum kendaraan yang dapat melintasi suatu ruas jalan yang uniform per jam, dalam satu arah untuk jalan dua

Arus lalu lintas yang diamati adalah lalu lintas kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor.Dari hasil penelitian menunjukkan pengaruh parkir badan jalan

Hari Sabtu arah ke timur tidak ada manuver sebesar 1470,43 smp/jam dan ada manuver 1233,52 smp/jam.Dapat disimpulkan bahwa terjadi pengurangan kecepatan kendaraan dan volume

Dari hasil perhitungan analisa penelitian saya ada lokasi suvey untuk dua arah kendaraan mengalami jam puncak di sekitar pukul 16:40-17:40 dengan derajat kejenuhan lokasi ruas

Arus lalu lintas yang diamati adalah lalu lintas kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor.Dari hasil penelitian menunjukkan pengaruh parkir badan jalan

volume arus lalu lintas tertinggi diperoleh jam sibuk sebesar 3141 kendaraan serta nilai kapasitas sebesar 2134,458 smp/jam dan nilai derajat kejenuhan (DS) tertinggi yaitu 0.84

Rida Wahyuni : Pengaruh Parkir Pada Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan ( Study Kasus : Jalan Brigjen Katamso Sekolah Harapan Mandiri Medan), 2008. USU Repository