PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP
HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BATANG ANAI
Sary Agustin, Dewi Yuliana Fitri, Hafizah Delyana
Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
The background of this research was based on the outcome of students’
learning which still below KKM. The students’ were lazy to do the assignments given and they used to waitingfor their friends’ answer. Most of the students’
lacked of responsibility toward the assignments given. The purpose of this research is to know wheter the outcome of students’mathematic learning by applying Numbered Heads Together (NHT) model is better than conventional learning at grade VIII SMPN 3 Batang Anai. The type of this research was experiment research and the population were students’ of grade VIII SMPN 3 Batang Anai year 2017/2018. The sample technique was done randomly. The instrument of this research used final test in esssay form. The data analysis technique used one part t-test. The result of data analysis were tcount=1,773 and ttable=1,674, so tcount<ttable. It can be concluded that the outcome of students’
mathematic learning by applying cooperative learning model type Numbered Heads Tohether (NHT) was better than conventional model at grade VIII SMPN 3 Batang Anai.
Keywords: Numbered Heads Together, Outcome of Learning
PENDAHULUAN
Hasil belajar siswa yang ditemukan di SMPN 3 Batang Anai masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh dari guru mata pelajaran matematika kelas VIII pada nilai Ulangan Harian 1 siswa Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Persentase Ketuntasan Belajar Matematika Kelas VIII SMPN 3 Batang Anai
Kelas Jumlah Siswa
Tuntas Tidak Tuntas
Jumlah % Jumlah %
VIII. 1 28 4 14.28 24 85.71
VIII. 2 27 4 14.81 23 85.18
VIII. 3 28 2 11.11 26 92.85
VIII. 4 30 1 3.33 29 96.67
VIII. 5 31 0 0 31 100
VIII. 6 25 8 32 17 68
VIII. 7 31 3 9.67 31 90.32
VIII. 8 29 0 0 29 100
VIII. 9 29 1 3.45 28 96.55
JUMLAH 258 23 8.92 235 91.08
Sumber: Guru Matematika Kelas VII .SMPN 3 Batang Anai
Tabel 1 terlihat bahwa persentase jumlah siswa yang tuntas yakni 8.92% lebih sedikit dari siswa yang tidak tuntas yaitu 91.08%. Hal ini berarti hanya sedikit siswa yang berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2017 sampai 4 Februari 2017 di kelas VII SMPN 3 Batang Anai, terlihat bahwa siswa cenderung diam saat diberikan pertanyaan oleh guru. Saat diberikan latihan sebagian besar siswa kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan soal yang diberikan sehingga mereka hanya menunggu hasil jawaban dari temannya dan menyalin jawaban tersebut. Siswa lebih memilih bertanya kepada siswa lain jika mengalami kesulitan dalam memahami penjelasan dari guru.
Hasil wawacara dengan guru matematika kelas VII SMPN 3 Batang Anai diperoleh informasi bahwa siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, ketika diadakan diskusi kelompok siswa yang berkemampuan rendah cenderung
mencontoh kepada siswa yang berkemampuan tinggi. Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa, diperoleh informasi bahwa penyebab siswa tidak mau bertanya dan hanya menyalin jawaban temannya adalah karena matematika ini adalah mata pelajaran yang sulit dan sangat membosankan, sehingga menyebabkan siswa malas untuk berfikir dan lebih suka untuk menerima jawaban dari temannya.
Mereka lebih suka menyalin jawaban teman yang berkemampuan tinggi.
Jadi dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kesulitan dalam belajar.
Mengatasi permasalahan diatas, guru diharapkan mampu untuk menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).
NHT menghendaki siswa saling bekerjasama dan berinteraksi dalam kelompok kecil Pada model ini terjadinya kerja sama dalam kelompok dengan ciri utamanya adanya penomoran sehingga semua
siswa berusaha untuk memahami setiap materi yang diajarkan dan bertanggung jawab atas nomor anggotanya masing-masing. Dengan pemilihan model ini, diharapkan pembelajaran yang terjadi dapat lebih bermakna.
Menurut Kurniasih (2015:118) adapun langkah dalam pelaksanaan Kooperatif Tipe NHT adalah:
1. Persiapan
Memulai model pembelajaran ini, guru harus mempersiapkan rancangan pelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
2. Membagi kelompok
Kelompok yang dibentuk, harus sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, yakni beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Kemudian menomori serta memberi nama setiap kelompok. Usahakan masing- masing kelompok terdiri dari beragam karakter anak.
3. Lengkapi setiap kelompok dengan buku panduan agar memudahkan mereka dalam mengerjakan perintah yang diberikan.
4. Memulai diskusi
Mulailah memberikan tugas kepada siswa. Dan dalam kerja kelompok tersebut, pastikan semua siswa mengerti dengan pertanyaan serta jawaban yang hendak diberikan
5. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban.
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
6. Mengakhiri dengan kesimpulan Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang telah didiskusikan tadi.
Sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Satrini (2016) dengan judul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered HeadsTogether (NHT) Disertai Kuis Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 27 PADANG” diperoleh hasil dari penelitian tersebut adalah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together lebih baik daripada pemahaman konsep siswa menggunakan pembelajaran konvensional.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menerapkan
pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Batang Anai.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan random terhadap subjek. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Batang Anai tahun pelajaran 2017/2018 yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas VIII.1 dan kelas kontrol adalah kelas VIII.4.
Instrumen dalam penelitian ini adalah tes akhir berbentuk esai dengan jumlah soal sebanyak 5 buah.
Sebelum tes diberikan kepada kelompok sampel, maka terlebih dahulu dilakukan uji coba soal tes akhir di SMPN 3 Batang Anai.
Teknik analisis data dalam pengujian hipotesis menggunakan uji-t seperti yang dikemukakan oleh Sudjana (2005:239). Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan
menerapkan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 3 Batang Anai.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 7 – 22 November 2017 pada kedua kelas sampel diperoleh data hasil belajar matematika siswa dari tes akhir yang dapat dilihat pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Hasil Tes Akhir Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Sampel
Kelas ̅ S xmaks xmin
Eksperimen 64,4 24,4 100 16,67 Kontrol 52,78 24,39 88,89 11,11
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol. Simpangan baku antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama, artinya penyebaran nilai kelas eksperimen juga sama.
Proses pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan sesuai dengan pelaksanaan model Numbered Heads Together (NHT).
Tahap pelaksanaannya dimulai dengan guru menjelaskan materi
beserta contoh soalnya. Kemudian guru membagi siswa dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang, dan masing-masing siswa diberikan penomoran yang berbeda.
Kemudian guru membagikan bahan ajar dan lembar diskusi yang berisikan soal-soal yang harus dikerjakan secara berkelompok.
Setelah semua kelompok mendapatkan lembar diskusi, guru kemudian memastikan semua kelompok mengerti tentang soal yang diberikan dan membimbing siswa dalam diskusi kelompok. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, guru memanggil nomor secara acak untuk mengerjakan soal di depan. Ini bertujuan agar siswa harus bersungguh-sungguh memahami materi saat diskusi sehingga tidak terbiasa lagi untuk menunggu jawaban dari teman lainnya dan akan bertanggung jawab terhadap soal yang diberikan. bersama siswa lainnya memeriksa jawaban yang telah dibuat dan diberikan tepuk tangan bagi siswa yang mengerjakan soal di depan kelas.
Salah satu jawaban siswa dari tes akhir dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2 berikut.
Gambar 1. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas Eksperimen.
Gambar 1 menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen sudah mampu menjawab soal dengan benar dan berkaitan dengan konsep yang dapat dilihat dari bagaimana langkah siswa dalam mensubstitusikan persamaan baru ke persamaan yang sudah ada.
Gambar 2. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas Kontrol.
Gambar 2 menunjukkan bahwa siswa di kelas kontrol juga sudah mampu menjawab soal dengan benar dan berkaitan dengan konsep, tetapi dengan sedikit kekurangan. Siswa belum bisa menyempurnakan jawabannya.
Hasil perhitungan diperoleh thitung = 1,773 dan ttabel = 1,674, karena thitung>ttabel maka tolak H0. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas VIII SMPN 3 Batang Anai.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh setelah melakukan analisis dan pembahasan terhadap masalah yang telah dikemukakan dalam penelitian ini, terlihat bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan menerapkan
pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMPN 3 Batang Anai.
DAFTAR PUSTAKA
Kurniasih, Imas. (2015). Ragam Pengembangan Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan
Profesionalitas Guru. Kata Pena.
Satrini, Weni. (2016). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Disertai Kuis Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 27 Padang.
Skripsi Tidak Diterbitkan, STKIP PGRI SUMBAR.
Sudjana. (2005). Metode Statistik.
Bandung: Tarsito.