PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembelajaran dengan menggunakan media audiovisual dapat membuahkan hasil berupa kemampuan berpikir siswa dan tingkat berpikir yang memerlukan kemampuan mengembangkan gagasan, artinya mengembangkan kemampuan berpikir siswa untuk memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kedua media tersebut siswa (siswa) akan dapat termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar, serta dapat lebih cepat menangkap dan memahami materi yang diajarkan dengan media audiovisual.
Rumusan Masalah
Penelitian ini dapat membantu siswa memahami materi IPS secara menarik melalui media audiovisual. Menurut Azhar Arsyad, media audiovisual adalah media yang mengandung unsur suara dan unsur visual. Media audio menurut Sadiman (2005:49) adalah media penyampai pesan yang disampaikan dalam bentuk simbol-simbol pendengaran, baik verbal (dalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non-verbal.
Menurut Azhar Arsyad, ciri dan ciri utama teknologi media audiovisual adalah sebagai berikut. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan media audiovisual sebagai pembelajaran. Sesuai dengan permasalahan yang diajukan maka variabel penelitian ini adalah pengaruh penggunaan media audiovisual sebagai variabel bebas atau (X) dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat atau (Y).
Data yang diperoleh berupa hasil belajar siswa pada bidang kognitif, lembar observasi aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran, serta respon siswa terhadap pembelajaran IPS dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual. X : rata-rata nilai belajar siswa pada kelompok eksperimen Y : rata-rata nilai belajar siswa pada kelompok kontrol. Hasil terbaik diperoleh dari hasil tes setelah mempelajari materi yang diajarkan dengan menggunakan media audiovisual.
Post-test ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa setelah diberikan perlakuan. Kelompok eksperimen yang menggunakan media audio visual memperoleh skor pre-test sebesar 43,04 dan skor post-test sebesar 82,38.
Tujuan Masalah
Manfaat Penelitian
Namun perubahan perilaku yang dimaksudkan sebagai hasil belajar tidak selalu dapat diamati. Faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar siswa ada dua, yaitu faktor dari dalam diri siswa (internal), dan faktor dari luar siswa atau faktor lingkungan (eksternal).
Media Pembelajaran
Agar media pembelajaran yang dipilih tepat, perlu memperhatikan beberapa faktor dan kriteria yang akan dijelaskan di bawah ini. Sasaran program yang dimaksud adalah siswa yang akan menerima informasi pembelajaran melalui media pembelajaran. Kriteria pemilihan media pembelajaran 1) Ketepatan dengan tujuan pembelajaran 2) Kesesuaian isi pelajaran 3) Kemudahan dalam memperoleh media.
Penggunaan media pembelajaran di luar situasi kelas dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu penggunaan media tidak terprogram dan penggunaan media terprogram. a) Penggunaan media yang tidak terprogram. Penggunaan media ini bersifat bebas artinya media tersebut digunakan tanpa dikontrol atau diawasi dan tidak diprogram sesuai dengan persyaratan kurikulum yang diberikan oleh guru atau sekolah. Dalam istilah media, konsep ini disebut media sebagai alat, media yang berfungsi sebagai alat untuk mempelajari suatu materi tertentu.
Penggunaan media yang terprogram artinya media digunakan dalam serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku. Menurut Yudhi Munadi, media audio adalah media yang hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara. “Ada beberapa jenis media yang dapat kita kelompokkan ke dalam media audio, antara lain: radio, tape recorder, dan laboratorium bahasa.”
Media Audio Visual
Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah media yang dimaksud mengharuskan pesannya diproyeksikan menggunakan proyektor agar dapat dilihat terlebih dahulu oleh sasarannya. Menurut Sudjana dan Rivai, media audio untuk mengajar adalah bahan-bahan yang memuat pesan-pesan dalam bentuk pendengaran (audio tape atau audio disk), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga proses belajar mengajar berlangsung. “Audiovisual merupakan media pembelajaran modern yang selaras dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi), termasuk media yang dapat dilihat dan didengar” (Rohani.
Media audio visual merupakan alat perantara atau pemanfaatan materi dan penyerapannya melalui penglihatan dan pendengaran guna menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Media audio visual yaitu suatu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, misalnya rekaman video, film dengan ukuran berbeda, slide suara, dan lain-lain. Kemampuan media ini dinilai lebih baik dan menarik karena mengandung unsur media jenis pertama dan kedua.
Video sebagai media audiovisual yang menampilkan pergerakan semakin populer di masyarakat kita. Pesan yang disampaikan bersifat faktual (peristiwa penting, berita) atau fiksi (cerita), dapat bersifat informatif, mendidik, atau instruktif. Namun bukan berarti akan menggantikan video.. masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan. C. Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan Media Audio Visual.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Ho : X = Y Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ha : X Y Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dengan skor pretest kelompok kontrol.
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dengan skor posttest kelompok kontrol. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Memungkinkan mahasiswa menyusun laporan penelitian, yang dilakukan secara lisan dan tertulis, baik secara individu maupun kelompok; Merencanakan kegiatan lanjutan berupa pembelajaran tambahan, program pengayaan, layanan konsultasi dan/atau pemberian tugas, baik secara individu maupun kelompok, sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Membantu mahasiswa dalam menghasilkan laporan penelitian, baik lisan maupun tulisan, secara individu maupun kelompok;
Kerangka Pikir
Hipotesis
Berdasarkan uraian teori di atas maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: terdapat pengaruh media audiovisual terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Reok Kabupaten Manggarai sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.
METODELOGI PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian dan Obyek Penelitian
- Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Variabel penelitian
- Instrument Pengumpulan Data Yang Digunakan
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data dan Intervensi Hasil Analisis
Memfasilitasi siswa dengan memberikan tugas, berdiskusi, dan lain-lain. menghasilkan ide-ide baru baik secara lisan maupun tertulis; Memudahkan interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru terhadap lingkungan dan sumber belajar lainnya; Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan memudahkan siswa dalam melakukan percobaan di laboratorium, studio atau di lapangan.
Memfasilitasi siswa dengan memberikan tugas, berdiskusi, dan lain-lain. menghasilkan ide-ide baru baik secara lisan maupun tertulis; Merencanakan kegiatan tindak lanjut berupa pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling, dan/atau pemberian tugas, baik secara individu maupun kelompok, berdasarkan hasil belajar siswa.
HASIL PENELITIAN
Analisis Data
Seperti telah disebutkan pada bab sebelumnya, salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Hasil observasi langsung administrasi jumlah siswa dari kelas VII sampai kelas IX adalah :.
Hasil Pengujian Persyaratan Analisis Data
Dari tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok sampel penelitian berdistribusi normal karena memenuhi kriteria X2 hitung ≤ X2 tabel. Pengujian post-test dilakukan pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan derajat kebebasan (dk) = 4 untuk kedua kelompok sampel penelitian. Dari tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok sampel penelitian berdistribusi normal karena memenuhi kriteria X2hitung ≤ X2 tabel.
Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji barlet, kriteria uji homogenitas adalah sebagai Pengujian pretest dilakukan pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan derajat kebebasan (dk) = 4 untuk kedua kelompok sampel penelitian.
Dari tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok sampel penelitian berasal dari populasi yang homogen karena memenuhi kriteria skor X2 ≤ X2 tabel. Dari tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok sampel penelitian berasal dari populasi yang homogen karena memenuhi kriteria skor X2 ≤ X2 tabel.
Data Tes Hasil Belajar
Nilai pretest merupakan nilai yang diperoleh dari nilai tes sebelum pembelajaran IPS pada materi yang diajarkan dengan menggunakan media audiovisual.
Hasil Hipotesis
Hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual sangat rendah, namun setelah menggunakan media audiovisual meningkat, berdasarkan observasi mengenai reaksi minat siswa dengan menggunakan media audiovisual sangat baik karena siswa mampu menggunakan pengetahuannya sendiri dan rasa ingin tahunya tentang mata pelajaran IPS. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media audiovisual dapat meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran IPS. Dengan adanya perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan media audiovisual dan yang tidak menggunakan media audiovisual, maka diharapkan demikian.
Mengingat berbagai keterbatasan dalam penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah penggunaan media audiovisual dapat diterapkan dan memberikan hasil yang lebih baik pada semua mata pelajaran dengan materi yang berbeda pada setiap tingkat penelitian. Anasrullah, Upaya Meningkatkan Minat Siswa Belajar Mata Pelajaran Ekonomi IPS Materi Ekonomi Indonesia Dengan Media Audiovisual di SMPN 13 Kota Tangerang Selatan, Skripsi, Jurusan Pendidikan IPS, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011. Melibatkan siswa dalam mencari luas dan informasi mendalam mengenai topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang sebagai guru dan belajar dari berbagai sumber;
Melibatkan siswa dalam mencari informasi yang luas dan mendalam tentang mata pelajaran/materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang sebagai guru dan belajar dari berbagai sumber. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk verbal, tertulis, gerak tubuh dan hadiah untuk keberhasilan siswa. Berperan sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa yang baku dan benar.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Membaca buku referensi perkembangan pergerakan nasional mulai dari etnis, daerah, agama hingga pembentukan nasionalisme Indonesia. Memudahkan mahasiswa dalam membuat laporan penelitian yang dilakukan baik secara lisan maupun tertulis, secara individu maupun kelompok;