PENDAHULUAN
Latar belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Anggaran
- Anggaran Kas
- Likuiditas
Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penelitian pada tahun 2012 yang dilakukan oleh Supiandi dengan judul “Pengaruh Perubahan Anggaran Kas Terhadap Tingkat Likuiditas Pada PT PLN (Persero) Jawa Barat”. Pengaruh perubahan anggaran kas terhadap tingkat likuiditas pada PT PLN (Persero) berdasarkan perhitungan statistik dengan SPSS terlihat nilai koefisien korelasi sebesar 0,449. Dari hasil penelitian di atas dapat diartikan bahwa tingkat korelasi anggaran likuiditas dengan tingkat likuiditas yang diharapkan adalah positif.
Apalagi pada tahun 2014 telah dilakukan penelitian oleh Ainur Riskia dengan judul “Penggunaan Anggaran Kas untuk Menjaga Likuiditas dan Meningkatkan Profitabilitas”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan anggaran kas berperan penting dalam menjaga likuiditas dan meningkatkan profitabilitas pada PT Kalbe Farma Tbk. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Ni Luh Eka Julianti (2015) dengan judul “Penyusunan Anggaran Kas Untuk Menentukan Likuiditas dan Profitabilitas Perusahaan Tahun 2013”.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi kemudian dianalisis dengan analisis rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anggaran kas CV Frendly tahun 2013 yaitu anggaran penerimaan kas sebesar Rp dan pengeluaran kas sebesar Rp. Selain itu pada tahun 2015 terdapat penelitian yang dilakukan oleh Enik Septiyani yang berjudul “Analisis Anggaran Kas Dalam Meningkatkan Likuiditas dan Profitabilitas Perusahaan”.
Selain itu pada tahun 2016, Neneng Sri Suprihatin melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan dan Financial Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan arus kas, piutang, saham dan leverage keuangan perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap likuiditas dan profitabilitas perusahaan.
Kerangka Pikir
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Metode Analisis
Pada penelitian ini sampel yang diambil berupa laporan anggaran kas tahun 2007 sampai tahun 2016 (10 tahun), dan data laporan keuangan berupa neraca tahun 2007 sampai tahun 2016 (10 tahun). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, dengan sampel PT. Data yang digunakan dalam analisis statistik ini adalah analisis korelasi sehingga perubahan anggaran kas merupakan variabel bebas (X) dan tingkat likuiditas yang diperoleh merupakan variabel terikat (Y).
Laporan anggaran kas disajikan di PT. Rekening tahunan PLN selalu melaporkan anggaran kas dalam dua periode, yaitu periode tahun berjalan dan periode tahun sebelumnya. Anggaran kas perusahaan pada tahun yang bersangkutan akan digunakan sebagai bagian dari penyusunan anggaran kas perusahaan pada tahun yang akan datang. Berdasarkan Tabel 4.1, komponen anggaran pendapatan tunai kebijakan PT PLN periode 2007 sampai dengan 2016 terdiri dari penjualan listrik, subsidi listrik pemerintah, sambungan pelanggan dan lain-lain yang timbul sebagai kebijakan laporan anggaran kas PT.
Anggaran kas (final) merupakan selisih dari hasil saldo awal ditambah rencana penerimaan kas dikurangi rencana pengeluaran kas. Dari hasil perhitungan kedua komponen anggaran kas yaitu komponen anggaran penerimaan kas dan komponen pengeluaran kas pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 terlihat bahwa anggaran kas PT PLN (Persero) besar, yang dapat dirangkum pada Tabel 4.5 sebagai berikut. dan anggaran kas berkurang karena pengeluaran yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan penerimaan.
dan anggaran kas mengalami penurunan akibat pengeluaran yang terlalu besar dan tidak seimbang. Hal ini merupakan koefisien regresi linier, artinya jika besar anggaran kas bertambah 1 satuan, maka tingkat likuiditas bertambah 1,712. Koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh anggaran kas terhadap tingkat kas dan seberapa besar dipengaruhi oleh faktor lain.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan anggaran likuiditas mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap likuiditas, artinya perubahan anggaran likuiditas yang besar akan menyebabkan penurunan likuiditas.Penyebab penurunan likuiditas karena konsumsi yang berlebihan. besar dan tidak diimbangi dengan pendapatan seperti pengeluaran listrik, bahan bakar dan minyak pelumas. Penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Enik Septiyani (2015) dimana hasil dari penelitian ini adalah perubahan anggaran kas berpengaruh negatif terhadap arus kas karena biaya yang dikeluarkan perusahaan tidak dapat diimbangi dengan pendapatan. Analisis Penggunaan Anggaran Kas Sebagai Tolak Ukur Pengendalian Biaya Pada Penelitian Mahasiswa Ekonomi PDAM Kota Blitar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran umum objek penelitian
PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara Berikut ini adalah tahun-tahun penting dalam sejarah ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. 01/PRT/1973 tentang Susunan Organisasi dan Pembagian Kerja Perusahaan Umum, PLN Eksploitasi VI diubah menjadi PLN Eksploitasi VIII. Pada tanggal 23 September 1994, status PLN Wilayah VIII berubah menjadi Persero, sehingga namanya pun berubah menjadi PT.
Dalam menjalankan kegiatan perusahaan, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah struktur organisasi yang tertata dengan baik dan rapi demi kelancaran tugas di dalam perusahaan. Struktur organisasi menganut cara pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab, cara pembagian tugas wewenang dan tanggung jawab tersebut ditunjukkan dalam bentuk tertentu dalam bentuk grafik atau skema struktur organisasi yang bersangkutan. Sedangkan struktur organisasi mencerminkan pembagian tugas dari berbagai bagian dalam organisasi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas oleh pegawai.
Bertanggung jawab terhadap pengadaan korporasi, dengan cara mengoptimalkan seluruh sumber daya secara efisien, efektif dan sinergis serta menjamin penerimaan pendapatan dari penjualan tenaga listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan keuntungan dan iklim kerja yang produktif. Bertanggung jawab atas penyusunan rencana kerja, sistem manajemen kerja, perencanaan investasi dan pengembangan aplikasi sistem informasi untuk mendukung upaya penyelenggaraan ketenagalistrikan yang mempunyai efisiensi, mutu dan keandalan yang baik, serta upaya mencapai tujuan dan tersedianya uraian tugas untuk kinerjanya. pekerjaan. Bertanggung jawab menyusun strategi, standar operasi dan pemeliharaan, standar desain konstruksi dan kebijakan manajemen, termasuk keselamatan ketenagalistrikan untuk menjamin kelangsungan industri ketenagalistrikan dengan efisiensi dan mutu serta kehandalan yang baik serta logistik operasional usaha ketenagalistrikan di unit pelaksana.
Mengembangkan standar untuk penggunaan dan pengujian peralatan pembangkitan, transmisi dan distribusi serta standar operasi dan pemeliharaan untuk sistem jaringan pembangkit, transmisi dan distribusi. Mengembangkan standar desain dan kriteria konstruksi untuk generator, transmisi, jaringan distribusi dan peralatan kerja serta mempromosikan penggunaannya. Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan penjualan tenaga listrik, pengembangan pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan dan transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, serta tersedianya standar prestasi kerja dan terciptanya interaksi kerja yang baik antar unit pelaksana.
Bertanggung jawab atas pelaksanaan penganggaran dan pengelolaan keuangan unit bisnis sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan yang baik, pengelolaan perpajakan dan asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akuntansi yang akurat dan tepat waktu. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan SDM dan organisasi, administrasi kepegawaian dan hubungan industrial untuk menunjang kelancaran organisasi. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi kesekretariatan, komunikasi publik dan hukum, dan pengelolaan keamanan, sarana dan prasarana perkantoran serta bina lingkungan untuk menunjang kelancaran operasional organisasi.
Analisis Data
Rasio lancar PT PLN (Persero) pada tahun 2007 sebesar 1,69 kali, hal ini menunjukkan bahwa proyeksi rasio lancar pada tahun 2007 berada pada titik likuid. Tingkat Current Ratio PT PLN (Persero) pada tahun 2008 adalah sebesar 1,15 kali, hal ini menunjukkan bahwa proyeksi Current Ratio pada tahun 2008 berada pada titik likuid. Tingkat Current Ratio PT PLN (Persero) pada tahun 2009 adalah sebesar 1,51 kali, hal ini menunjukkan bahwa proyeksi Current Ratio pada tahun 2009 berada pada titik likuid.
Tingkat Current Ratio PT PLN (Persero) pada tahun 2010 adalah sebesar 1,36 kali yang menunjukkan bahwa ekspektasi Current Ratio pada tahun 2010 berada pada titik likuid. Rasio lancar PT PLN (Persero) pada tahun 2011 sebesar 0,84 kali. Hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi rasio lancar pada tahun 2011 berada pada titik tidak likuid. Rasio lancar PT PLN (Persero) pada tahun 2012 sebesar 0,75 kali. Hal ini menunjukkan bahwa proyeksi rasio lancar pada tahun 2012 berada pada titik tidak likuid.
Tingkat Current Ratio PT PLN (Persero) pada tahun 2013 adalah sebesar 0,63 kali yang menunjukkan bahwa ekspektasi Current Ratio pada tahun 2013 berada pada titik likuid. Tingkat Current Ratio PT PLN (Persero) pada tahun 2014 adalah sebesar 0,63 kali yang menunjukkan bahwa ekspektasi Current Ratio pada tahun 2013 berada pada titik likuid. Rasio lancar PT PLN (Persero) pada tahun 2015 adalah sebesar 0,51 kali, yang menunjukkan bahwa rasio lancar yang diharapkan pada tahun 2001 berada pada titik likuid.
Tingkat Current Ratio PT PLN (Persero) pada tahun 2016 adalah sebesar 0,44 kali yang menunjukkan bahwa ekspektasi Current Ratio pada tahun 2001 berada pada titik likuid. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Ainur karena perusahaan yang disurvei lebih memperhatikan biaya-biaya yang dikeluarkan, sehingga jumlah anggaran kas lebih stabil, sehingga anggaran kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap likuiditas.
Pembahasan
PENUTUP
Simpulan
Sehingga terjadi kenaikan biaya listrik, bahan bakar dan minyak pelumas, sedangkan jumlah penerimaannya lebih sedikit sehingga kondisi likuiditas perusahaan bisa dikatakan kurang baik.
Saran
Pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Piutang Terhadap Likuiditas Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Jurnal Ilmiah Maksitek. Menggunakan anggaran kas untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan profitabilitas (Studi kasus pada PT. Kalbe Farma Tbk). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Analisis Anggaran Kas Untuk Meningkatkan Likuiditas dan Profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus Perusahaan Kacang Tanah “Gangsar” Tulungagung Sanghai).