19
PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN
TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA
Mikha Gorbyanto Nuari Astuti Yuli Setyani
Fakultas Bisnis, Universitas Kristen Duta Wacana [email protected]
ABSTRACT
Capital market in Indonesia today is experiencing rapid development, the growth contribute to the high investment that can be seen from the number of shares traded by investors. Financial statements are one of many source which investor used as a source of consideration to make investment decision.
The purpose of this study was to examine whether there is a difference between the volume of stock trading before the publication of financial statements and after the publication of financial statements in 20 days event window. The research sample is a group companies that included in the index stock LQ 45 in 2016. Hypothesis testing using a paired sample t-test. The results of this test showed no significant difference between the volume of trade before publication of the financial statements and after the publication of the financial statements.
Key terms: financial statements, volume of stock trading, capital market, investment.
ABSTRAK
Pasar modal di Indonesia dewasa ini mengalami perkembangan yang pesat, hal tersebut berdampak pada tingginya investasi dilihat dari jumlah saham yang ditransaksikan oleh investor. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi bagi investor sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan keputusan investasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada perbedaan antara volume perdagangan saham sebelum publikasi laporan keuangan dengan sesudah publikasi laporan keuangan pada event window 20 hari. Sampel penelitian merupakan perusahaan yang masuk dalam kelompok indeks saham LQ 45 pada tahun 2016. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji paired samples t-test. Hasil dari pengujian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan sebelum publikasi laporan keuangan dengan sesudah publikasi laporan keuangan.
Kata Kunci: laporan keuangan, volume perdagangan saham, pasar modal, investasi.
PENDAHULUAN
Pasar modal pada dasarnya merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif, maupun instrumen lainnya. Joel G.
Siegel dan Jae K. Shim (1999) menyebutkan bahwa pasar modal adalah pusat perdagangan jangka panjang dan saham perusahaan.
Sementara itu, menurut R.J. Shook (2002) pasar modal merupakan sebuah pasar tempat dana- dana modal, seperti ekuitas dan utang, diperdagangkan.
Pasar modal di Indonesia dewasa ini telah berkembang pesat dilihat dari awal dibentuknya yaitu pada tahun 1977 sampai pada tahun 1988 hanya terdapat 24 perusahaan go public, hingga saat ini diperkirakan sudah terdapat 500 perusahaan go public. Hal ini
20
berdampak pada melonjaknya jumlah saham yang ditransaksikan dan semakin tingginya volume perdagangan saham. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka kebutuhan atas informasi yang transparan sangat diperlukan sebagai alat bantu pengambilan keputusan investasi bagi investor. Untuk itu, para emiten berkewajiban menerbitkan laporan keuangan tahunan (annual report) untuk memenuhi kebutuhan para investor yang ada di bursa.
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Untuk itu, sebuah laporan keuangan haruslah memiliki kandungan informasi yang bernilai bagi investor dimana informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus memiliki empat karakteristik kualitatif yaitu: dapat dipahami, relevan, handal, dan dapat dibandingkan.
Informasi dikatakan relevan apabila keberadaan informasi tersebut menyebabkan investor melakukan transaksi di pasar modal, transaksi tersebut tercermin melalui perubahan harga saham dan volume perdagangan saham.
Sejauh mana relevansi atau kegunaan suatu informasi dapat diketahui dengan mempelajari hubungan antara pergerakan harga saham dan volume perdagangan di pasar modal dengan adanya informasi tersebut.
Serangkaian penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap reaksi pasar. Hasil penelitian Jennings (1990) menunjukkan bahwa investor bereaksi positif terhadap publikasi laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laporan keuangan mempunyai kandungan informasi sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dalam investasi di pasar modal.
Ambar Woro Hastuti dan Bambang Sudibyo pada tahun 1998 juga melakukan penelitian serupa dengan menggunakan window period 20 hari sebelum publikasi laporan keuangan dan 20 hari sesudah publikasi laporan keuangan. Dari penelitian itu ditemukan bahwa seputar tanggal publikasi laporan keuangan Desember 1991 dan 1992 menunjukkan tidak adanya reaksi pasar sedangkan pada seputar tanggal publikasi laporan keuangan Desember 1993 dan 1994
menunjukkan bahwa para investor sudah memanfaatkan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan Desember 1993 dan 1994 untuk pengambilan keputusan investasi.
Penelitian tentang pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap reaksi pasar telah banyak diteliti sebelumnya. Gunarsih meneliti reaksi pasar selama 40 hari di sekitar tanggal publikasi dan pada penelitian Ambar Woro dan Bambang Sudibyo menggunakan window period 40 hari di sekitar tanggal publikasi sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Zulhawati menggunakan window period 20 hari di sekitar tanggal publikasi laporan keuangan. Kebanyakan penelitian sebelumnya, peneliti menggunakan window period yang cukup panjang. Hal ini membuat penulis tertarik untuk meneliti kembali pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap reaksi pasar khususnya volume perdagangan saham dengan menggunakan window period yang lebih pendek yaitu 3 sampai 10 hari sebelum publikasi dan 3 sampai 10 hari setelah publikasi laporan keuangan karena selain untuk menghindari confounding effect, saat ini informasi sudah lebih cepat diterima investor yang disebabkan karena pengaruh teknologi yang semakin canggih dan menggunakan periode penelitian yang berbeda yaitu tahun 2015.
Penulis memilih variabel volume perdagangan saham sebagai reaksi pasar yang diteliti karena volume perdagangan merupakan jumlah tindakan atau perdagangan investor individual, maka melalui perubahan volume perdagangan saham di pasar modal dapat dilihat dengan jelas besar kecilnya kegiatan perdagangan saham di bursa yang mencerminkan keputusan investasi investor.
Volume perdagangan yang besar menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan saham di pasar modal meningkat yang berarti banyak investor menggunakan laporan keuangan untuk membuat keputusan investasi demikian pula sebaliknya apabila volume perdagangan saham di pasar modal menurun yang berarti laporan keuangan tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan investasi investor. Melalui penelitian ini penulis ingin melihat apakah publikasi laporan keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume perdagangan saham. Secara spesifik, pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap volume
21 perdagangan saham akan dianalisis dengan
melihat apakah ada perbedaan volume perdagangan sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan.
KAJIAN LITERATUR Teori Sinyal
Teori sinyal (Signalling Theory) menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan.
Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakikatnya menyajikan keterangan, catatan, atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup perusahaan. Informasi yang lengkap, relevan, akurat, dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan investasi.
Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar.
Laporan Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia menyebutkan laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan, dan laporan lain serta penjelasan yang merupakan bagian integrasi dari laporan keuangan. Kusnadi (2000:32) mengungkapkan bahwa laporan keuangan merupakan produk akhir dari akuntansi yang nantinya akan dianalisis lebih lanjut oleh pihak yang berkepentingan sebelum mengambil keputusan. Pada umumnya yang dimaksudkan laporan keuangan adalah daftar keuangan yang dibuat pada akhir periode yang berasal dari catatan aktivitas perusahaan selama periode tertentu. Baridwan (1997:17) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan yang merupakan
suatu ringkasan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah suatu hasil akhir dari catatan aktivitas atau transaksi suatu perusahan selama satu periode yang disajikan dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan atas laporan posisi keuangan yang nantinya akan dianalisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Tujuan dari pelaporan laporan keuangan yang paling umum adalah bahwa pelaporan keunagan harus memberikan informasi yang bermanfaat untuk investor, kreditor, dan pemakai lainnya, saat ini maupun potensial (masa mendatang), untuk pembuatan keputusan investasi, kredit, dan investasi semacam lainnya. Dari tujuan yang paling umum tersebut, kemudian tujuan berikutnya yang lebih spesifik berkaitan dengan perkiraan penerimaan kas untuk pemakai eksternal.
Laporan keuangan harus memberikan informasi yang bermanfaat untuk pemakai eksternal untuk memperkirakan jumlah, waktu, dan ketidakpastian (yang berarti risiko) penerimaan kas yang berkaitan. Tujuan ini penting karena investor atau pemakai eksternal mengeluarkan kas untuk memperoleh aliran kas masuk. Pemakai eksternal harus yakin bahwa ia akan memperoleh aliran kas masuk yang lebih dari aliran kas keluar. Pemakai eksternal harus memperoleh aliran kas masuk bukan hanya yang bisa mengembalikan aliran kas keluar (return on investment), tetapi juga aliran kas masuk yang bisa mengembalikan return yang sesuai dengan risiko yang ditanggungnya. Laporan keuangan diperlukan untuk membantu menganalisis jumlah dan saat/waktu penerimaan kas (yaitu dividen, bunga) dan juga memperkirakan risiko yang berkaitan.
Pasar Modal
Pada dasarnya, pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif, maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah) dan sarana bagi
22
kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus:
fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua kepentingan,yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya pasar modal, maka pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh imbal hasil (return), sedangkan pihak issuer (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menungggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbal hasil bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.
Volume Perdagangan Saham
Volume perdagangan saham atau Trading Volume Activity (TVA) adalah perbandingan saham yang diperdagangkan pada waktu tertentu dengan jumlah saham yang beredar di pasar. Volume aktivitas perdagangan adalah suatu metode untuk menguji reaksi pasar terhadap suatu informasi.
Pengujian reaksi pasar modal dengan menggunakan pendekatan volume aktivitas perdagangan telah dilakukan oleh Beave (1968). Kegiatan perdagangan saham diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut:
TVAi,t =
Σ 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑑𝑎𝑔𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢𝑡 Σ 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢𝑡
Menurut Suad Husnan, dkk (1996, 111- 112), volume aktivitas perdagangan saham dapat digunakan untuk melihat apakah investor secara individu menilai suatu peristiwa sebagai suatu yang informatif, dalam arti, apakah informasi tersebut akan membuat keputusan investasi yang berbeda dari
keputusan investasi normal. Suatu informasi mengandung nilai informatif jika jumlah lembar saham yang diperdagangkan menjadi lebih besar atau lebih kecil pada saat peristiwa terjadi, dibandingkan dengan waktu lainnya.
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi Trading Volume Activity (TVA). Hal ini berkaitan dengan berbagai cara pemodal dalam menyikapi suatu informasi.
Menurut Foster (1986:377) ada beberapa informasi yang dapat mempengaruhi volume perdagangan saham, antara lain: Pengumuman yang berhubungan dengan laba, peramalah oleh pejabat perusahaan, pengumuman dividen, pendanaan, pengumuman yang berhubungan dengan pemerintah, investasi, ketenagakerjaan, pengumuman-pengumuman yang berhubungan dengan hukum, pengu- muman-pengumuman tentang pemasaran- produksi-penjualan, pengumuman-pengu- muman tentang manajemen-direksi, pengu- muman-pengumuman merger-pengambil- alihan-diversifikasi, pengumuman-pengu- muman industri sekuritas, dan pengumuman lain.
Penelitian Terdahulu
Penelitian tentang pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap volume perdagangan saham telah banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian yang dilakukan Gunarsih pada tahun 1996 menunjukkan bahwa pemodal tidak mengantisipasi diterbitkannya laporan keuangan dengan meningkatkan perdagangan disekitar tanggal publikasi laporan keuangan.
Penelitian yang dilakukan Ambar Woro Hastuti dan Bambang Sudibyo dalam Jurnal Riset Akuntansi Indonesia edisi Juli 1998 menguji apakah publikasi laporan keuangan mempengaruhi volume perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Ada tidaknya pengaruh dilihat dengan cara membandingkan volume perdagangan saham pada periode publikasi dengan volume perdagangan saham diluar periode publikasi. Periode publikasi laporan keuangan adalah 20 hari sampai 4 hari sebelum publikasi dan 4 hari sampai 20 hari setelah publikasi. Hasil penelitian tidak menunjukkan hasil yang signifikan sehingga waktu pengamatan dipersingkat menjadi sepuluh hari sebelum sampai sepuluh hari
23 setelah publikasi laporan keuangan. Setelah
waktu diperpendek hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan volume perdagangan saham pada tiga hari seputar tanggal publikasi.
Penelitian Sarjono yang dilakukan pada tahun 2000 meneliti reaksi investor terhadap publikasi laporan keuangan tahun 1996 dengan melihat perbedaan volume perdagangan saham selama tujuh hari seputar tanggal publikasi laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan volume perdagangan saham selama tujuh hari seputar publikasi laporan keuangan.
Penelitian serupa dilakukan oleh Zulhawati yang dilakukan pada tahun 2000 dengan melihat aktivitas volume perdagangan saham di pasar modal pada saat publikasi laporan keuangan tahun 1996. Penelitian ini meneliti perbedaan volume perdagangan saham selama sepuluh hari sebelum dan sepuluh hari sesudah publikasi laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan volume perdagangan saham selama sepuluh hari sebelum dan sepuluh hari sesudah publikasi laporan keuangan.
Pengembangan Hipotesis
Semua perusahaan yang telah terdaftar di pasar modal, berkewajiban membuat catatan aktivitas atau transaksi yang telah dilakukan dalam satu periode, proses akhir dari pencatatan tersebut berupa laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan tersebut mengandung informasi akuntansi yang kemudian akan digunakan oleh investor di pasar modal untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi. Investor akan meningkatkan aktivitas perdagangannya sebagai bentuk antisipasi sebelum dan setelah publikasi laporan keuangan. Aktivitas perdagangan investor tercermin melalui volume perdagangan saham. Secara spesifik pengaruh publikasi laporan keuangan dapat dilihat melalui perubahan volume perdagangan saham di sekitar tanggal publikasi laporan keuangan. Volume perdagangan saham diukur dengan menggunakan ukuran aktivitas volume perdagangan saham (TVA). Berdasarkan hal diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H1: Volume perdagangan saham sebelum publikasi laporan keuangan berbeda dengan volume perdagangan saham sesudah publikasi laporan keuangan.
METODA PENELITIAN Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang mencakup tanggal publikasi laporan keuangan per 31 Desember 2015 yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL). Jumlah lembar saham yang ditransaksikan secara harian dan jumlah lembar saham yang beredar secara harian untuk tiap-tiap perusahaan yang dapat diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia.
Populasi dan Penentuan Sampel
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk dalam kelompok indeks LQ 45 dengan kriteria sampel sebagai berikut:
1. Perusahaan yang masuk indeks LQ 45 pada tahun 2016 yang telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember 2015.
2. Selama periode penelitian di sekitar tanggal publikasi laporan keuangan tidak terdapat publikasi lain seperti pembagian dividen, rencana merger, stock split, dan lain sebagainya untuk menghindari efek yang ditimbulkan dari pengumuman yang lain tersebut terhadap volume perdagangan saham.
3. Perusahaan yang tidak mencantumkan tanggal publikasi laporan keuangan dikeluarkan dari sampel.
Periode Penelitian
Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 sampai 10 hari sebelum publikasi laporan keuangan dan 3 hari setelah publikasi laporan keuangan. Penentuan periode ini untuk menghindari confounding effect yang dapat mengakibatkan volume perdagangan saham perusahaan mengalami perubahan. Jika kurang dari 3 sampai 10 hari setelah publikasi laporan keuangan dikhawatirkan informasi belum
24
cukup diserap oleh pasar sedangkan jika lebih dari 3 hari maka ada kemungkinan reaksi investor sudah dipengaruhi oleh berbagai informasi.
Definisi Operasional Variabel
Berikut ini akan dijelaskan mengenai definisi operasional variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini adalah Trading Volume Activity (TVA), berikut langkah-langkah untuk menghitung (TVA):
1. Saham yang diperdagangkan atau volume perdagangan saham, adalah jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada periode tertentu. Volume perdagangan saham adalah jumlah lembar saham yang diperdagangkan secara harian (Magdalena, 2004).
2. Saham yang beredar adalah saham perusahaan yang beredar di pasar yang ditawarkan oleh perusahaan sejak perusahaan melakukan listing di bursa.
3. Aktivitas volume perdagangan saham (Trading Volume Activity) adalah penghitungan volume perdagangan terhadap saham yang beredar, dengan rumus sebagai berikut:
TVAit = Σ 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑖 𝑑𝑖𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑎𝑘𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡 Σ 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡
Setelah TVA masing-masing saham diketahui, kemudian dihitung rata-rata volume perdagangan relatif untuk sampel dengan cara:
TVA sebelum = ∑ 𝑇𝑉𝐴𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑡
𝑡=−1𝑡=−3
𝑘 dan
TVA setelah = ∑ 𝑇𝑉𝐴𝑎𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑡
𝑡=+1𝑡=+3
𝑘
Paired samples t-test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Pengujian ini pada prinsipnya ingin menguji suatu nilai tertentu berbeda secara statistik atau tidak dengan rata- rata sebuah sampel (Santoso, 2010). Analisis paired samples t-test merupakan pengujian yang digunakan untuk membandingkan rata- rata dua variabel dalam satu grup. Analisis ini berguna untuk melakukan pengujian terhadap dua sampel yang berhubungan atau dua sampel yang berpasangan (Santoso, 2010). Penelitian ini akan membandingkan aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan.
HASIL PENELITIAN Deskripsi Data Penelitian
Pada penelitian ini penulis menggunakan data perusahaan yang masuk dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian.
Berikut ini adalah jumlah sampel yang diteliti:
Tabel 1
Daftar Perusahaan LQ45 Februari 2016 Beserta Tanggal Publikasi Laporan Keuangan
No Kode Perusahaan Nama Perusahaan Tanggal Publikasi
1 AALI Astra Agro Lestari Tbk 24 Februari 2016
2 ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk 28 Maret 2016
3 ADRO ADARO ENERGY Tbk 15 Maret 2016
4 AKRA AKR Corporindo Tbk 14 Maret 2016
5 ANTM Antam(persero) Tbk 03 Maret 2016
6 ASII Astra International Tbk 25 Februari 2016
7 ASRI ALAM SUTERA REALTY Tbk 31 Maret 2016
8 BBCA Bank Central Asia Tbk 04 Maret 2016
9 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 27 Januari 2016 10 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 03 Maret 2016 11 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 09 Februari 2016
12 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 24 Februari 2016
25 Tabel 1 (Lanjutan)
No Kode Perusahaan Nama Perusahaan Tanggal Publikasi
13 BMTR Global Mediacom Tbk 11 April 2016
14 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 06 April 2016
15 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk 31 Maret 2016
16 GGRM Gudang Garam Tbk 31 Maret 2016
17 HMSP HM Smapoerna Tbk 03 Maret 2016
18 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 28 Maret 2016
19 INCO Vale indonesia Tbk 25 Februari 2016
20 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 28 Maret 2016
21 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 18 Maret 2016
22 JSMR Jasa Marga Tbk 12 Februari 2016
23 KLBF Kalbe Farma Tbk 31 Maret 2016
24 LPKR Lippo Karawaci Tbk 07 Maret 2016
25 LPPF Matahari Department Store Tbk 10 Maret 2016
26 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk 30 Maret 2016
27 MNCN Media Nusantara Citra Tbk 11 April 2016
28 MPPA Matahari Putra Prima Tbk 22 Maret 2016
29 MYRX Hanson International Tbk -
30 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 18 Maret 2016
31 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 21 Maret 2016
32 PTPP PP (Persero) Tbk 10 Maret 2016
33 PWON Pakuwon Jati Tbk 29 Maret 2016
34 SCMA Surya Citra Media Tbk 31 Maret 2016
35 SILO Siloam International Hospitals Tbk 16 Maret 2016
36 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk 22 Februari 2016
37 SMRA Summarecon Agung Tbk 30 Maret 2016
38 SRIL PT Sri Rejeki Isman Tbk 08 April 2016
39 SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk -
40 TBIG PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 23 Maret 2016 41 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 10 Maret 2016
42 UNTR United Tractors Tbk 25 Februari 2016
43 UNVR Unilever Indonesia Tbk 30 Maret 2016
44 WIKA Wijaya Karya Tbk 07 Maret 2016
Sumber: www.idx.co.id
Tabel 2 Sampel Penelitian
Keterangan Jumlah
Perusahaan yang masuk indeks LQ 45 pada tahun 2015 45 perusahaan Perusahaan yang datanya tidak lengkap (tidak ada tanggal
publikasi laporan keuangan)
(2) perusahaan Perusahaan yang mengumumkan deviden di sekitar tanggal
publikasi
(3) perusahaan Perusahaan yang terpilih sebagai sampel 40 perusahaan
26
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif untuk volume perdagangan saham terdiri dari sum, mean, standar deviasi, serta nilai minimum dan maksimum dari data volume perdagangan
saham pada masing-masing 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah publikasi laporan keuangan tahunan. Statistik deskriptif dari volume perdagangan saham dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3
Statistik Deskriptif Trading Volume Activities Sebelum Publikasi Laporan Keuangan Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation
H-10 40 0,000000000 ,008552510 ,066580846 ,00166452115 ,001804073845 H-9 40 0,000000000 ,016655019 ,078921960 ,00197304900 ,002951661556 H-8 40 0,000000000 ,009573209 ,059713016 ,00149282539 ,001626557460 H-7 40 0,000000000 ,016571428 ,073758033 ,00184395081 ,002603720408 H-6 40 0,000000000 ,010353653 ,070993831 ,00177484578 ,001988917624 H-5 40 0,000000000 ,005894819 ,063028183 ,00157570457 ,001326580052 H-4 40 0,000000000 ,004957568 ,051516682 ,00128791705 ,001184864658 H-3 40 0,000000000 ,011084030 ,063021363 ,00157553408 ,002247713937 H-2 40 0,000000000 ,010572536 ,074877016 ,00187192541 ,002282909173 H-1 40 0,000000000 ,012937635 ,081527659 ,00203819148 ,002940879456
Tabel 4
Statistik Deskriptif Trading Volume Activities Setelah Publikasi Laporan Keuangan Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation
H+1 40 ,000107765 ,009990127 ,079846237 ,00199615593 ,001882809362 H+2 40 0,000000000 ,010936473 ,069548640 ,00173871600 ,002010913336 H+3 40 0,000000000 ,008883650 ,076974172 ,00192435430 ,001996497333 H+4 40 0,000000000 ,004064700 ,050429676 ,00126074190 ,000923234924 H+5 40 0,000000000 ,006233212 ,059533127 ,00148832818 ,001319619059 H+6 40 ,000213294 ,008491349 ,064510416 ,00161276040 ,001628810454 H+7 40 0,000000000 ,011853817 ,083157243 ,00207893108 ,002827218755 H+8 40 ,000098244 ,008566292 ,080221976 ,00200554939 ,001940688046 H+9 40 0,000000000 ,005964608 ,071888128 ,00179720320 ,001786977550 H+10 40 0,000000000 ,004630764 ,052543281 ,00131358203 ,001135614362
Kolom nilai minimum dan nilai maksimum pada kedua tabel diatas menjelaskan mengenai nilai terkecil dan nilai terbesar dari volume perdagangan saham di sekitar hari publikasi laporan keuangan. Nilai minimum pada masing-masing hari di sekitar hari publikasi laporan keuangan adalah 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa baik sebelum publikasi laporan keuangan maupun setelah publikasi laporan keuangan ada perusahaan yang tidak melakukan aktivitas perdagangan
saham. Sedangkan untuk nilai maksimum keseluruhan data volume perdagangan saham terjadi pada hari kesembilan sebelum publikasi laporan keuangan, yaitu sebesar 0,016655019
Kolom sum pada kedua tabel diatas mendeskripsikan jumlah total volume perdagangan saham pada tiga sampai sepuluh hari sebelum publikasi laporan keuangan sampai dengan tiga sampai sepuluh hari sesudah publikasi laporan keuangan. Jumlah total volume perdagangan saham tertinggi
27 terjadi pada hari ketujuh setelah publikasi
laporan keuangan, yaitu sebesar 0,083157243 dan yang terendah terjadi pada hari keempat setelah publikasi laporan keuangan, yaitu sebesar 0,050429676. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan melakukan aktivitas perdagangan saham terbanyak pada hari ketujuh setelah publikasi laporan keuangan dan aktivitas perdagangan paling sedikit yang dilakukan oleh perusahaan terjadi pada hari keempat setelah publikasi laporan keuangan.
Kolom mean menjelaskan mengenai rata-rata volume perdagangan saham pada periode jendela (3-10 hari sebelum publikasi laporan keuangan sampai 3-10 hari setelah publikasi laporan keuangan). Rata-rata volume perdagangan saham tertinggi sesudah publikasi laporan keuangan terjadi pada hari ketujuh, yaitu sebesar 0,002078931075. Sedangkan rata-rata volume perdagangan tertinggi sebelum publikasi laporan keuangan terjadi pada hari pertama, yaitu sebesar 0,002038191475. Rata-rata volume perdagangan saham terendah setelah publikasi laporan keuangan terjadi pada hari keempat, yaitu sebesar 0,0012607419 dan rata-rata volume perdagangan saham terendah pada periode sebelum publikasi laporan keuangan juga terjadi pada hari keempat dengan nilai sebesar 0,0012879170525.
Hasil perhitungan standar deviasi untuk periode 3-10 hari sebelum publikasi laporan keuangan sampai 3-10 hari sesudah publikasi laporan keuangan pada kedua tabel diatas menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih besar 10%-40% dari nilai rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran data pada volume perdagangan saham cukup tinggi.
Menghitung Volume Perdagangan Perusahaan
Penghitungan Trading Volume Activities Penghitungan Trading Volume Activites dalam periode pengamatan membutuhkan data jumlah lembar saham yang beredar dan jumlah saham yang diperdagangkan. Penghitungan Trading Volume Activities dilakukan selama periode jendela (3 hari sebelum publikasi laporan keuangan dan 3 hari setelah publikasi laporan keuangan) untuk masin-masing perusahaan sampel. Hasil penghitungan Trading Volume Activities untuk semua perusahaan sampel pada periode jendela dapat dilihat pada lampiran.
Penghitungan Rata-Rata Trading Volume Activities
Tabel 5
Penghitungan Rata-Rata Trading Volume Activities
Periode Rata-Rata TVA
H-10 0,001664521
H-9 0,001973049
H-8 0,001492825
H-7 0,001843951
H-6 0,001774846
H-5 0,001575705
H-4 0,001287917
H-3 0,001575534
H-2 0,001871925
H-1 0,002038192
Publikasi Laporan Keuangan
H+1 0,001996156
H+2 0,001738716
H+3 0,001924354
H+4 0,001260742
H+5 0,001488328
H+6 0,00161276
H+7 0,002078931
H+8 0,002005549
H+9 0,001797203
H+10 0,001313582
28
Setelah Trading Volume Activities untuk masing-masing perusahaan sampel diketahui, kemudian dihitung rata-rata Trading Volume Activites. Hasil penghitungan rata-rata Trading Volume Activities dapat dilihat pada tabel 5.
Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan rata-rata Trading Volume Activities pada periode sebelum publikasi laporan
keuangan dengan sesudah publikasi laporan keuangan. Rata-rata volume perdagangan perusahaan cenderung menurun setelah publikasi laporan keuangan, dengan demikian dapat dikatakan bahwa pasar bereaksi negatif atas kandungan informasi perusahaan pada laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah dipublikasikan
Tabel 6
Hasil Pengujian Hipotesis
Periode Signifikansi t-hitung Hasil
3 hari sebelum sampai 3 hari sesudah
publikasi 0,733 -0,391 Ho diterima,
H1 ditolak 4 hari sebelum sampai 4 hari sesudah
publikasi 0,754 -0,343 Ho diterima,
H1 ditolak 5 hari sebelum sampai 5 hari sesudah
publikasi 0,898 -0,137 Ho diterima,
H1 ditolak 6 hari sebelum sampai 6 hari sesudah
publikasi 0,831 0,226 Ho diterima,
H1 ditolak 7 hari sebelum sampai 7 hari sesudah
publikasi 0,807 -0,255 Ho diterima,
H1 ditolak 8 hari sebelum sampai 8 hari sesudah
publikasi 0,395 -0,907 Ho diterima,
H1 ditolak 9 hari sebelum sampai 9 hari sesudah
publikasi 0,550 -0,625 Ho diterima,
H1 ditolak 10 hari sebelum sampai 10 hari sesudah
publikasi 0,892 -0,139 Ho diterima,
H1 ditolak Pengujian hipotesis volume perdagangan
saham menggunakan paired samples t-test.
Tabel 6 merupakan hasil pengujian menggunakan paired samples t-test pada sampel yang telah dikumpulkan Berdasarkan tabel 6 menunjukkan hasil pengujian menggunakan paired samples t-test untuk periode jendela 3 sampai 10 hari sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan.
Probabilitas dalam penelitian ini adalah 0,05.
Hasil perhitungan dari tabel di atas menunjukkan bahwa semua angka signifikansi lebih besar dari 0,05. Karena semua nilai signifikansi lebih besar dari nilai probabilitas yang maka hipotesis 1 ditolak dan ho diterima.
Dari pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa volume perdagangan saham sebelum laporan keuangan tidak berbeda secara signifikan dengan volume perdagangan setelah publikasi laporan keuangan.
PEMBAHASAN
Hipotesis 1 diuji dengan menggunakan paired samples t-test. Berdasarkan hasil output paired samples t-test diperoleh hasil tidak ada perbedaan signifikan pada volume perdagangan perusahaan sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan aktivitas perdagangan saham yang signifikan setelah publikasi laporan keuangan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa reaksi investor terhadap laporan keuangan tidak signifikan. Hal tersebut bisa terjadi karena laporan keuangan yang dipublikasikan tidak mengandung informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh investor atau kandungan informasi yang ada dalam laporan keuangan tidak mampu mengubah kepercayaan investor dan mendorong investor untuk melakukan pengambilan keputusan dalam berinvestasi.
Ball dan Brown (1968) menyatakan bahwa reaksi pasar terhadap laporan keuangan tahunan sangat sedikit sehingga dianggap tidak relevan sebagai informasi baru bagi pasar. Hal tersebut juga dapat menjadi salah satu
29 penyebab tidak terjadi perubahan yang
signifikan dari volume perdagangan sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan, dikarenakan para investor menganggap bahwa laporan keuangan tahunan merupakan informasi yang sudah biasa terjadi dan tidak memberikan kejutan baru bagi pasar. Hal ini juga didukung dengan pemilihan sampel yang ada, karena perusahan-perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi. Oleh karena itu, publikasi laporan keuangan tidak terlalu berpengaruh pada volume perdagangan saham karena aktivitas perdagangan pada perusahaan- perusahaan tersebut relatif stabil.
Kemampuan pasar dalam menyerap informasi yang baru juga dapat menjadi penyebab tidak adanya perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum publikasi dengan sesudah publikasi.
Pasar membutuhkan waktu lebih dari 10 hari untuk menyerap informasi baru yang ada sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, bahwa Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham pada periode 10 hari sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan.
Saran
Penelitian memberi beberapa saran.
Pertama, Pada penelitian yang berikutnya diperlukan sampel penelitian yang lebih besar, tidak terbatas hanya pada perusahaan yang masuk dalam indeks LQ 45.
Kedua, penelitian berikutnya dapat meniliti dengan periode pengamatan yang lebih panjang. Karena periode penelitian yang terlalu singkat dapat menyebabkan informasi yang disampaikan belum sepenuhnya terserap oleh pasar.
DAFTAR REFERENSI
Budiyanto, Aris., 2006, Analisis Trading Volume Activity (TVA) dan Abnormal Return Pada Saham Perusahaan- Perusahaan yang Tercatat Dalam Jakarta Islamic Index (JII) Sebelum dan Setelah Bergabung dengan JII, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Tahun 2006, 5 (1): 42-54.
Hanafi, Mamduh M. dan Prof. Dr. Abdul Halim., 2014, Analisis Laporan Keuangan, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Harnanto., 2007, Akuntansi Keuangan Menengah Buku Satu, Yogyakarta:
BPFE
Irwin, Richard D., 1982, Accounting Theory 4th edition, Eldon S. Hendriksen &
Nugroho W., “Teori Akuntansi” Jilid 1, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Munfaqiroh, Siti., 2006, Pengaruh Publikasi Laporan Keuangan Terhadap Volume
Perdagangan Saham, Media Riset Akuntansi, Auditing & Informasi April 2006, Volume 6, Nomor 1, pp 51-74.
Purba, Miranda Wahyuni., 2004, Pengaruh Publikasi Laporan Keuangan Terhadap Volume Perdagangan Saham di Bursa Efek Jakarta, Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Rahman, Hervi Andita., 2008, Reaksi Pasar Sebelum dan Sesudah Publikasi Laporan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode 2004- 2006, Tesis, Program Studi Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang.
Santoso, Singgih., 2014, SPSS Versi 20, Edisi Revisi, Jakarta: Gramedia.
Standar Akuntansi Keuangan, 2012, Jakarta:
IAI.