1 Abstrak
Volume perdagangan saham adalah jumlah seluruh saham yang diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu. Perdagangan saham yang aktif, yaitu dengan volume perdagangan yang besar, menunjukan bahwa saham tersebut digemari oleh para investor yang berarti saham tersebut cepat diperdagangkan. Informasi yang lengkap merupakan kunci pokok dan sangat mempengaruhi dalam memutuskan tindakan dalam seluruh aktivitas dibidang jual beli saham di bursa efek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi arus kas, laba bersih dan pengungkapan corporate social responbility pada volume perdagangan saham.
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor tekstil dan garmen yang secara terus menerus terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2011- 2015.Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.Hasil uji statistik F menunjukkan bahwa model dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai model regresi.
Hasil uji t menunjukan bahwa AKOp, AKIn, Laba Bersih dan CSR berpengaruh pada volume perdagangan saham, hanya AKPn tidak berpengaruh pada volume perdagangan saham. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa variansi volume perdagangan saham dapat dijelaskan oleh variansi informasi arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan, laba bersih dancorporate social responbility.
Tingkat intensitas Volume perdagangan saham di pengaruhi oleh informasi arus kas, laba bersih dan pengungkapan corporate social responbility, sehingga perusahaan selain menyertakan informasi laporan keuangan perlu meningkatkan kesadarannya untuk melakukan kegiatan sosial yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat melalui pengungkapan CSR yang nantinya akan disertai pada laporan tahunan perusahaan.
Kata kunci: Volume Perdagangan Saham, Informasi Arus Kas, Laba Bersih dan CSR
2 DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Kegunaan Penelitian... 9
1.5 Sistematika Penulisan ... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 11
2.1.1 Teori Sinyal ... 11
2.1.2 Laporan Keuangan ... 12
2.1.3 Informasi Arus Kas ... 13
2.1.4 Laba Bersih.. ... 14
2.1.5 Pengungkapan CSR (Corporate Social Responbility) .. 15
2.1.6 Volume Perdagangan Saham ... 17
2.2 Hipotesis Penelitian ... 18
2.2.1 Pengaruh Arus Kas Operasi pada Volume Perdagangan Saham ... 19
2.2.2 Pengaruh Arus Kas Investasi pada Volume Perdagangan Saham ... 20
2.2.3 Pengaruh Arus Kas Pendanaan pada Volume Perdagangan Saham ... 20
2.2.4 Pengaruh Laba Bersih pada Volume Perdagangan Saham ... 21
2.2.5 Pengaruh Pengungkapaan CSR pada Volume Perdagangan Saham ... 21
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 23
3.2 Lokasi dan Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 24
3
3.3 Objek Penelitian ... 24
3.4 Identifikasi Variabel ... 24
3.5 Definisi Operasional Variabel ... 25
3.6 Jenis dan Sumber Data ... 29
3.6.1 Jenis Data ... 29
3.6.2 Sumber Data ... 29
3.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 30
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 31
3.9 Teknik Analisis Data ... 31
3.9.1 Uji Statistik Deskriptif ... 31
3.9.2 Uji Asumsi Klasik ... 31
3.9.3 Analisis Regresi Linear Berganda ... 33
3.9.4 Pengujian Hipotesis ... 35
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan Tekstil dan Garmen ... 37
4.2 Deskripsi Sampel Penelitian ... 38
4.3 Analisis Statistik Deskriptif ... 38
4.4 Uji Asumsi Klasik ... 40
4.5 Regresi Linear Berganda ... 44
4.6 Pembahasan Hasil Penelitian ... 48
4.6.1 Pengaruh Arus Kas Operasi pada Volume Perdagangan Saham ... 48
4.6.2 Pengaruh Arus Kas Investasi pada Volume Perdagangan Saham ... 49
4.6.3 Pengaruh Arus Kas Pendanaan pada Volume Perdagangan Saham ... 50
4.6.4 Pengaruh Laba Bersih pada Volume Perdagangan Saham ... 51
4.6.5 Pengaruh Pengungkapan CSR pada Volume Perdagangan Saham ... 52
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 53
5.2 Saran ... 54
DAFTAR RUJUKAN ... 55
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 60
4
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
1.1 Kapitalisasi Pasar ... 1
2.1 Definisi Operasional Variabel ... 27
4.1 Deskripsi Sampel Penelitian ... 37
4.2 Deskriptif Variabel Penelitian ... 38
4.3 Hasil Output Uji Normalitas ... 40
4.4 Hasil Output Uji Multikolinieritas ... 41
4.5 Hasil Output Uji Heteroskedastisitas ... 42
4.6 Hasil Output Uji Autokorelasi ... 43
4.7 Tabel Durbin Watson ... 43
4.8 Hasil Regresi Linear Berganda ... 44
4.9 Hasil Uji Kelayakan Model ... 45
5
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Halaman
3.1 Kerangka Konseptual Penelitian ... 22
6
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1. Analisis Statistik Deskriptif ... 59
2. Hasil Output Uji Normalitas ... 60
3. Hasil Output Uji Multikolinieritas ... 61
4. Hasil Output Uji Heteroskedastisitas ... 62
5. Hasil Output Uji Autokorelasi ... 63
6. Hasil Output Uji Regresi Linear Berganda ... 64
7. Checklist Item Tingkat Pengungkapan CSR ... 65
8. Tabulasi Data Sampel Perusahaan ... 69
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
7
Pasar modal berkembang sangat pesat di Indonesia, dapat dilihat dengan banyaknya pihak yang memerhatikan perkembangan pasar modal, hal ini ditandai dengan semakin tingginya volume perdagangan saham (Riyadi, 2014). Salah satu indikator yang menunjukan perkembangan bursa saham adalah kapitalisasi pasar.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sektor tekstil dan garmen periode tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Kapitalisasi Pasar Sektor Tekstil dan Garmen Tahun 2011-2015
Sumber : www.sahamok.com Tahun 2017
2011 160,817,474 200 32,163,494,800 2012 160,817,474 325 52,265,679,050 2013 160,817,474 280 45,028,892,720 2014 146,312,474 630 92,176,858,620 2015 146,312,474 900 131,681,226,600 2011 654,351,707 1980 1,295,616,379,860 2012 654,351,707 1420 929,179,423,940 2013 654,351,707 1000 654,351,707,000 2014 654,351,707 770 503,850,814,390 2015 654,351,707 760 497,307,297,320 2011 75,422,200 300 22,626,660,000 2012 75,422,200 354 26,699,458,800 2013 75,422,200 250 18,855,550,000 2014 75,422,200 318 23,984,259,600 2015 75,422,200 260 19,609,772,000 2011 6,478,295,611 440 2,850,450,068,840 2012 6,478,295,611 470 3,044,798,937,170 2013 3,084,902,672 420 1,295,659,122,240 2014 3,065,112,092 505 1,547,881,606,460 2015 3,063,861,660 560 1,715,762,529,600 2011 4,800,000,602 81 388,800,048,762 2012 4,800,000,602 50 240,000,030,100 2013 4,800,000,000 50 240,000,000,000 2014 4,800,000,000 50 240,000,000,000 2015 4,800,000,000 50 240,000,000,000 2011 1,045,446,325 320 334,542,824,000 2012 1,043,763,025 340 354,879,428,500 2013 1,002,598,000 400 401,039,200,000 2014 1,000,000,000 356 356,000,000,000 2015 1,000,000,000 300 300,000,000,000 Saham Beredar Harga Saham Kapitalisasi Pasar
2 PT. Indo Rama Synthetics INDR
3
Tahun
1 PT. Eratex Djaja ERTX
PT. Nusantara Inti Corpora UNIT
No Nama Perusahaan Kode
6 PT. Trisula International TRIS
4 PT. Pan Brothers PBRX
5 PT. Star Petrochem STAR
8
Tabel 1.1 Kapitalisasi Pasar dihitung dari jumlah saham sektor tekstil dan garmen yang tercatat di BEI dikalikan dengan harga saham masing-masing perusahaan. Penurunan harga saham akan mengakibatkan menurunnya kapitalisasi pasar bursa efek dan sebaliknya, penambahan jumlah saham dan kenaikan harga saham memicu kenaikan kapitalisasi pasar. Menurut (Husnan, 1998) Kegiatan perdagangan dalam volume yang sangat tinggi di suatu bursa ditafsirkan sebagai tanda pasar akan membaik (bullish). Peningkatan volume perdagangan disertai dengan peningkatan harga saham merupakan gejala yang makin kuat akan kondisi bullish.
Pasar modal mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama dalam proses alokasi dana investor (Ainun Na’im, 1997). Kegiatan bursa efek terutama kegiatan di bursa saham, merupakan bagian dari aktivitas ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan dan penurunan.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 meningkat dari tahun sebelumnya, memasuki tahun 2012 krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Eropa dan Amerika Serikat sangat luar biasa pengaruhnya terhadap perekonomian global. Di awal tahun 2015 Indonesia sebagai salah satu negara yang baru saja mengalami serangkaian perombakan politik, serangkaian kebijakan baru tentunya akan mempengaruhi proyeksi ekonomi Indonesia (Kesowo, 2015). Fenomena dan informasi yang ada sangat mempengaruhi tingkat kepekaan pasar modal terhadap volume perdagangan
9
saham. Dari fenomena tersebut menimbulkan isu dimana dilihat dari segi pasar saham, situasi politik yang kondusif akan membuat harga saham naik. Sebaliknya jika situasi politik tidak menentu maka akan menimbulkan ketidak pastian dalam bisnis (Mubyarto, 1989). Dengan adanya isu tersebut investor akan mengalami kebingungan dalam menngambil keputusan, karena dalam pasar modal isu sering disebut rumor yang merupakan price sensitive informationyang akan mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan dalam berinvestasi dan akan berdampak nantinya pada volume perdagangan saham. Dari fenomena dan isu yang timbul bahwa pertumbuhan ekonomi dan politik yang tidak dapat diantisipasi oleh perusahaan, perusahaan sebaiknya mampu mengelola melihat peluang dalam mengambil keputusan yang menyangkut publikasi laporan keuangan maupun laporan tahunan yang akan menjadi informasi para calon investor dan investor. (Nurhaeni, 2009) Informasi yang dimiliki oleh investor akan tertransformasi dalam bentuk naik- turunnya volume transaksi dan frekuensi transaksinya.
Volume perdagangan saham sebagai variabel dependen yang dapat dipengaruhi oleh informasi arus kas, laba bersih dan pengungkapan Corporate Social Responbility (CSR) dapat dilihat dari penelitian sebelumnya, Investor merupakan salah satu pelaku pasar yang memainkan peranan utama di pasar modal. Investor menyediakan dana ke pasar modal dengan membeli berbagai sekuritas atau efek yang diperdagangkan ke pasar modal. Al Azhar L dkk (2013) menyatakan bahwa pasar modal merupakan salah satu tempat bagi penanam modal atau investor untuk menanamkan modalnya.
10
Dalam membuat keputusan investasi, seorang investor akan sangat membutuhkan informasi. Menurut Budiar (1999), investor biasanya akan mendasarkan keputusannya pada berbagai informasi yang dimilikinya, baik informasi yang tersedia di publik maupun informasi pribadi. Salah satu sumber informasi yang sangat diperlukan investor adalah laporan keuangan. Menurut (Handayani: 2009) bagi investor keberadaan pasar modal akan memperbanyak pilihan investasi sehingga kesempatan untuk mengoptimalkan keuntungan semakin terbuka. Keputusan investor adalah reaksi atas informasi yang diterima investor. Dengan kata lain, reaksi pasar pasti mencerminkan reaksi investor atas suatu informasi yang diterimanya. Reaksi pasar bisa berupa perubahan harga atau volume perdagangan saham suatu pengumuman yang tidak membawa informasi baru tidak akan mengubah kepercayaan investor, sehingga mereka tidak akan melakukan perdagangan itu artinya bahwa suatu informasi dianggap informatif jika informasi tersebut mampu mengubah kepercayaan para pengambil keputusan.
Konteks penelitian ini volume perdagangan saham hanya sebatas menunjukkan respon dari para pelaku pasar terhadap informasi yang masuk kedalam pasar.
Perhatian besar para investor terhadap subtansi laporan arus kas ditunjukkan oleh pergerakan volume perdagangan saham perusahaan (jumlah kegiatan perdagangan di pasar modal ) sebagai respon para investor atas informasi arus kas tersebut sehingga investor melakukan perdagangan. (Anggatriani: 2012), laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi mempunyai tujuan utama adalah untuk memenuhi
11
kebutuhan informasi bagi calon investor. Laporan arus kas dan laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang dapat mempengaruhi prilaku para investor yang akan menginvestasikan dananya.Tindakan perusahaan dalam menerbitkan laporan keuangan dan tahunan merupakan sinyal yang diberikan perusahaan kepada investor karena untuk mengurangi ketidak pastian investasi para investor memerlukan informasi akuntansi, untuk menilai risiko yang melekat pada investasinya tersebut.Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu unit usaha selama periode tertentu. Penyajian laporan arus kas akan memungkinkan para investor untuk memprediksi jumlahkas yang mungkin didistribusikan sebagai dividen pada masa yang akan datang serta menilai risiko potensial atas investasi yang ditanamkan. Informasi akan menjadi bermanfaat jika dapat membantu seseorang atau investor dalam memprediksi hasil-hasil dimasa datang dari berbagai alternatif tindakan.
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil-hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data dan aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2004). Hasil analisis laporan keuangan dimana dalam penelitian ini melihat dari komponen arus kas yang tersedia di laporan keuangan perusahaan seperti arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.
12
Untuk menentukan keputusan investasinya, calon investor perlu menilai kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba bersih sehingga diharapkan perusahaan dapat memberikan tingkat pengembalian yang tinggi.Laba bersih (net income atau earning) dapat dijadikan sebagai suatu ukuran kinerja perusahaan selama satu periode tertentu. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu (Husnan, 2001). Profitabilitas menggambarkan kemampuan badan usaha untuk menghasilkan laba dengan menggunakan seluruh modal yang dimiliki.
Faktor internal nama baik perusahaan dapat dinilai dari pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, Menurut Guthrie dan Parker (1990), pengungkapan informasi Corporate Social Responbility (CSR) dalam laporan tahunan merupakan salah satu cara perusahaan untuk membangun, mempertahankan, dan melegitimasi kontribusi perusahaan dari sisi ekonomi dan politis. Pengungkapan yang dilakukan perusahaan melalui laporan tahunan juga menjadi salah satu bahan rujukan bagi para investor dan calon investor dalam memutuskan apakah akan berinvestasi pada perusahaan tersebut atau tidak. Penjelasan tersebut secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa tingkat pengungkapan (disclosure level) yang diberikan oleh pihak manajemen perusahaan akan berdampak kepada pergerakan volume saham yang diperdagangkan atau likuiditas sahamnya (Junaedi: 2005).
Bukti empiris tentang arus kas sebelumnya telah dilakukan oleh Lena Tan Chooi Yen (1999) yang meneliti tentang pengaruh informasi arus kas terhadap
13
volume perdagangan saham di BEJ.Penelitian tersebut menyatakan bahwa publikasi laporan arus kas khususnya informasi arus kas dari aktivitas operasi mempunyai pengaruh terhadap volume perdagangan saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak ada pengaruh terhadap volume perdagangan saham di BEJ.Irwin Lah Nidi Fitra (2007) melakukan penelitian dan menunjukan bahwa investor sudah memanfaatkan informasi arus kas untuk mengambil keputusan investasi.Vinanta, Afria Eka (2008) Secara umum dapat dikatakan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara keseluruhan (simultan) variabel bebas terhadap volume perdagangan saham dapat diterima.Dan hanya terdapat satu variabel bebas yang berpengaruh parsial secara signifikan terhadap volume perdagangan saham yaitu arus kas pendanaan. Menurut penelitian Ria Herliani (2013) tentang pengaruh dividend payout ratio, informasi arus kas, dan laba bersih terhadap volume perdagangan saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menyatakan bahwa arus kas investasi berpengaruh signifikan terhadap voume perdagangan saham.
Menurut Thohiri dan Imelda Sirahar (2013) bahwa laba bersih berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham. Zuhroh dan Sukmawati (2003) menemukan bahwa pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan berpengaruh terhadap volume perdagangan saham
14
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai pengaruh informasi arus kas, laba bersih dan pengungkapan CSR pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI.
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut.
1) Apakah informasi arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen ?
2) Apakah informasi arus kas dari aktivitas investasi berpengaruh pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen ?
3) Apakah informasi arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen ?
4) Apakah laba bersih berperngaruh pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen?
5) Apakah pengungkapan CSR berpengaruh pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Untuk mengetahui pengaruh informasi arus kas dari aktivitas operasi pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen.
15
2) Untuk mengetahui pengaruh informasi arus kas dari aktivitas investasi pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen.
3) Untuk mengetahui pengaruh informasi arus kas dari aktivitas pendanaan pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen.
4) Untuk mengetahui pengaruh laba bersih pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen.
5) Untuk mengetahui pengaruh pengungkapan CSR pada volume perdagangan saham sektor tekstil dan garmen.
1.4 Kegunaan Penelitan
Penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kegunaan sebagai berikut.
1) Kegunaan teoritis
Penelitian ini dapat menjadi referensi dan sumbangan konseptual bagi penelitian sejenis dan diharapkan mampu memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh informasi arus kas, laba bersih dan pengungkapan tanggung jawab sosial pada volume perdagangan saham dalam pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan dunia pendidikan kedepannya.
2) Kegunaan Praktis
16
Penelitian ini dapat memberikan sumbangan informasi dan bahan referensi bagi pihak yang berkepentingan didalam maupun diluar perusahaan tentang pentingnya informasi arus kas, laba bersih dan pengungkapan tanggung jawab sosial yang di ungkapkan didalam laporan sebagai pertimbangan pembuatan kebijakan perusahaan kedepannya untuk lebih meningkatkan kepeduliannya pada lingkungan sosial.
1.5 Sistematika Penulisan
Pembahasan skripsi disusun berdasarkan urutan beberapa bab secara sistematis sehingga antara bab yang lainnya mempunyai hubungan yang erat. Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut.
BAB I Pendahuluan
Pada bab pendahuluan ini akan dikemukakan hal-hal mengenai latar belakang masalah, peruusahan masalah penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penuliasan skripsi.
BAB II Kajian Pustaka Dan Hipotesis Penelitian
Hal yang dikemukakan dalam kajian pustaka dan hipotesis penelitian adalah mengenai pengertian infomasi arus kas, laba bersih, corporate social responbility dan volume perdagangan saham, kerangka pemikiran dan hipotesis.
BAB III Metode Penelitian
Dalam hal ini berisikan tentang jenis dan sumber data, populasi dan sampel, metode pengumpulan data dan metode analisis data.
17
BAB IV Data Dan Pembahasan Hasil Penelitian
Berisikan gambaran umum tentang objek peenelitian, deskripsi data penelitian (populasi dan sampel perusahaan), analisis data pembahasan hasil penelitian.
BAB V Penutup
Berisikan tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran.