• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Scrub Madu untuk Mengatasi Masalah Bibir

N/A
N/A
Maulana Malik Ibrahim

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Scrub Madu untuk Mengatasi Masalah Bibir"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Pendidikan Tata Rias

https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/flawless/index

ISSN 2798-1150 (online) Vol. …, No. … (….): Bulan

Halaman … - …

PENGARUH SCRUB MADU UNTUK MENGATASI MASALAH PADA BIBIR THE EFFECT OF HONEY SCRUB TO OVERCOME LIP PROBLEMS

Dea Natalia Perangin-angin1, Rina Juliana2, Nailah Arifah3, Sintya Pretty H.4, Elia Syahputri5, Sinta T.M. Lumbanraja6

Program Studi Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, Indonesia [email protected]

ABSTRAK

(Cambria 10, spasi 1, spacing before 12 pt, after 2 pt)

Masalah bibir kering, pecah-pecah, dan kasar merupakan permasalahan umum yang sering dihadapi banyak individu, terutama di lingkungan perkotaan dengan paparan polusi udara dan sinar UV yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas scrub madu sebagai solusi alami dalam mengatasi masalah pada bibir. Scrub madu dipilih karena memiliki sifat antimikroba, antiinflamasi, dan pelembap yang baik. Selain itu, madu memiliki kandungan humektan yang mampu menarik dan mengunci kelembaban kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan melibatkan 4-5 sampel responden berusia 18-24 tahun yang mengalami masalah bibir kering. Proses produksi scrub madu melibatkan pencampuran madu dengan gula pasir dan minyak kelapa opsional untuk meningkatkan kelembapan. Pengujian dilakukan selama 28 hari dengan penerapan scrub madu satu kali sehari pada malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan scrub madu secara rutin dapat meningkatkan kelembapan bibir, mengurangi kekeringan, dan memperbaiki kondisi bibir yang pecah-pecah.

Kandungan madu seperti glukosa, fruktosa, protein, vitamin C, dan antioksidan berperan penting dalam regenerasi sel kulit dan perlindungan bibir dari kerusakan. Scrub madu terbukti efektif sebagai eksfoliator yang lembut dan pelembap alami, memberikan solusi inovatif dan alami dalam perawatan bibir kering. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan produk perawatan bibir yang alami dan efektif, serta memberikan wawasan bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian sederhana terkait kosmetika. Dengan demikian, scrub madu dapat menjadi alternatif yang menarik dalam industri perawatan kecantikan, khususnya dalam mengatasi masalah bibir kering dan pecah-pecah.

Kata Kunci: Bibir kering, scrub madu, perawatan bibir, kelembapan bibir, eksfoliator alami, antioksidan, perawatan kecantikan.

ABSTRACT

(Cambria 10, Italic, spasi 1, spacing before 12 pt, after 2 pt)

Dry, chapped, and rough lips are common issues faced by many individuals, especially in urban environments with high exposure to pollution and UV rays. This study aims to explore the effectiveness

(2)

antimicrobial, anti-inflammatory, and moisturizing properties. Additionally, honey contains humectants that can attract and retain skin moisture. The research method used is a quasi-experiment involving 4-5 respondents aged 18-24 years experiencing dry lip issues. The production process of honey scrub involves mixing honey with granulated sugar and optional coconut oil to enhance moisture.

Testing was conducted over 28 days with the application of honey scrub once daily at night. The results showed that regular use of honey scrub can increase lip moisture, reduce dryness, and improve the condition of chapped lips. Honey components such as glucose, fructose, protein, vitamin C, and antioxidants play a significant role in skin cell regeneration and protecting lips from damage. Honey scrub proved effective as a gentle exfoliator and natural moisturizer, providing an innovative and natural solution for dry lip care. This research significantly contributes to the development of natural and effective lip care products and provides insights for students conducting simple cosmetic-related research. Therefore, honey scrub can become an attractive alternative in the beauty care industry, particularly in addressing dry and chapped lip issues.

Keywords: dry lips, honey scrub, lip care lip moisture, natural exfoliator, antioxidants, beauty care.

PENDAHULUAN (Cambria 12, Bold, spasi 1, spacing before 12 pt, after 0 pt)

Bibir memiliki peran penting dalam estetika wajah dan kesejahteraan individu. Bibir yang sehat dan menarik berkontribusi secara signifikan terhadap penampilan dan rasa percaya diri seseorang. Namun, berbagai faktor eksternal dan internal sering kali menyebabkan masalah umum pada bibir, seperti kekeringan, pecah- pecah, dan kekasaran. Masalah ini dapat disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrem, kebiasaan merokok, paparan polusi udara, dan kurangnya perawatan bibir yang tepat. Masalah pada bibir bukan hanya sekadar masalah kosmetik, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan sehari-hari dan kesejahteraan psikologis seseorang.Untuk artikel yang nantinya diterbitkan pada jurnal Buddayah, aturan rinci format artikel mengikuti ketentuan format artikel pada ejournal tersebut. Format artikel di dalam Buku Pedoman ini merupakan format umum yang disepakati untuk jurnal Buddayah, yang menjadi gaya selingkung dari jurnal Buddayah.

Kondisi bibir kering adalah masalah dermatologis yang umum terjadi dan sering kali diabaikan, padahal memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dan kenyamanan individu, terutama pada kelompok usia muda. Di era modern ini, berbagai faktor dapat mempengaruhi kesehatan kulit bibir dan menjadi fokus perhatian dalam penelitian ini. Peningkatan polusi udara di daerah perkotaan dapat menjadi penyebab utama

kulit bibir kering. Paparan partikel polutan dapat merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan dehidrasi, dan mengakibatkan kondisi kering pada bibir. Selain itu, sinar UV yang berlebihan dari matahari dapat merusak kulit bibir dan mempercepat proses penuaan.

Perubahan cuaca ekstrem juga berkontribusi terhadap masalah kulit bibir kering. Suhu ekstrem, terutama cuaca dingin dan kering, dapat mengurangi kelembapan alami kulit dan menyebabkan bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Penggunaan produk perawatan bibir yang mengandung bahan kimia berpotensi merugikan serta gaya hidup yang kurang sehat juga dapat memperburuk kondisi kulit bibir.

Selain itu, adopsi teknologi modern dan paparan layar gadget yang terus-menerus dapat menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi kelembapan kulit bibir pada individu muda.

Kombinasi antara penggunaan lipstik yang tidak cocok dan kebiasaan kurang konsumsi air juga dapat menjadi penyebab terjadinya masalah pada kulit bibir.

Masalah kulit bibir, seperti pecah-pecah, sering kali disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, yang dapat diatasi melalui penggunaan scrub bibir. Scrub bibir menjadi salah satu solusi efektif untuk mengangkat sel kulit mati pada bibir. Selain itu, scrub bibir juga membantu meningkatkan kelembapan bibir, sehingga menjadi penting untuk memilih bahan-bahan yang dapat memberikan manfaat ganda, baik sebagai eksfoliator maupun pelembap.

(3)

Jurnal Pendidikan Tata Rias Vol. …, No. … (….): Bulan

Madu, sebagai bahan alami yang kaya akan sifat antimikroba, antiinflamasi, dan pelembap, telah dikenal luas sebagai agen penyembuh alami untuk berbagai kondisi kulit.

Madu memiliki kemampuan untuk menarik dan mengunci kelembapan, sekaligus memberikan nutrisi esensial untuk regenerasi sel-sel kulit.

Oleh karena itu, melibatkan madu dalam perawatan bibir memiliki potensi untuk menjadi solusi alami yang efektif dalam mengatasi masalah bibir. Penelitian ini diarahkan untuk menyelidiki lebih lanjut penggunaan scrub madu dalam merawat bibir. Melalui pendekatan eksperimental dan analisis formulasi yang optimal, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan produk perawatan bibir yang lebih efektif dan alami.

Batang tubuh teks menggunakan font:

Cambria 1 1 , regular, spasi 1 , spacing before 12 pt, after 0

METODE (Cambria 12, Bold, spasi 1, spacing before 12 pt, after 0 pt)

Pada dasarnya bagian ini menjelaskan bagaimana penelitian itu dilakukan. Materi pokok bagian ini adalah: (1) rancangan penelitian; (2) populasi dan sampel (sasaran penelitian); (3) teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen; (4) dan teknik analisis data. Untuk penelitian yang menggunakan alat dan bahan, perlu dituliskan spesifikasi alat dan bahannya.

Spesifikasi alat menggambarkan kecanggihan alat yang digunakan sedangkan spesifikasi bahan menggambarkan macam bahan yang digunakan.

Untuk penelitian kualitatif seperti penelitian tindakan kelas, etnografi, fenomenologi, studi kasus, dan lain-lain, perlu ditambahkan kehadiran peneliti, subyek penelitian, informan yang ikut membantu beserta cara-cara menggali data-data penelitian, lokasi dan lama penelitian serta uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian.

Sebaiknya dihindari pengorganisasian penulisan ke dalam “anak sub-judul” pada bagian ini.

Namun, jika tidak bisa dihindari, cara penulisannya dapat dilihat pada bagian “Hasil dan Pembahasan”.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini merupakan bagian utama artikel hasil penelitian dan biasanya merupakan bagian terpanjang dari suatu artikel. Hasil penelitian yang disajikan dalam bagian ini adalah hasil

“bersih”. Proses analisis data seperti perhitungan statistik dan proses pengujian hipotesis tidak perlu disajikan. Hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis saja yang perlu dilaporkan.

Tabel dan grafik dapat digunakan untuk memperjelas penyajian hasil penelitian secara verbal. Tabel dan grafik harus diberi komentar atau dibahas.

Untuk penelitian kualitatif, bagian hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk sub topik-sub topik yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian dan kategori-kategori.

Pembahasan dalam artikel bertujuan untuk: (1) menjawab rumusan masalah dan pertanyaan- pertanyaan penelitian; (2) menunjukkan bagaimana temuan-temuan itu diperoleh; (3) menginterpretasi/menafsirkan temuan-temuan;

(4) mengaitkan hasil temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan; dan (5) memunculkan teori-teori baru atau modifikasi teori yang telah ada.

Dalam menjawab rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyaan penelitian, hasil penelitian harus disimpulkan secara eksplisit.

Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.

Temuan berupa kenyataan di lapangan diintegrasikan/ dikaitkan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya atau dengan teori yang sudah ada. Untuk keperluan ini harus ada rujukan. Dalam memunculkan teori-teori baru, teori-teori lama bisa dikonfirmasi atau ditolak, sebagian mungkin perlu memodifikasi teori dari teori lama.

Dalam suatu artikel, kadang-kadang tidak bisa dihindari pengorganisasian penulisan hasil

(4)

adalah cara menuliskan format pengorganisasian tersebut, yang di dalamnya menunjukkan cara penulisan hal-hal khusus yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah artikel.

Singkatan dan Akronim

Singkatan yang sudah umum seperti seperti IEEE, SI, MKS, CGV, tc, dc, and rms tidak perlu diberi keterangan kepanjangannya. Akan tetapi, akronim yang tidak terlalu dikenal atau akronim bikinan penulis perlu diberi keterangan kepanjangannya.

Sebagai contoh: Model pembelajaran MiKiR (Multimedia interaktif, Kolaboratif, dan Reflektif) dapat digunakan untuk melatihkan penguasaan keterampilan pemecahan masalah. Jangan gunakan singkatan atau akronim pada judul artikel, kecuali tidak bisa dihindari.

Satuan

Penulisan satuan di dalam artikel memperhatikan aturan sebagai-berikut: Jangan mencampur singkatan satuan dengan satuan lengkap.

Misalnya, gunakan satuan “Wb/m2” or “webers per meter persegi”, jangan “webers/m2”.

Gambar dan Tabel

Tempatkan label tabel di atas tabel, sedangkan label gambar di bagian bawah tabel. Tuliskan tabel tertentu secara spesifik, misalnya Tabel 1, saat merujuk suatu tabel. Contoh penulisan tabel dan keterangan gambar adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Format Tabel Kep

ala Tabe l

Kepala Kolom Tabel

Sub-kepala Kolom Sub-kepala Kolom

Isi Isi tabel Isi tabel

Sumber dan tahun

Gambar 1. Contoh keterangan gambar Kutipan dan Acuan

Salah satu ciri artikel ilmiah adalah menyajikan gagasan orang lain untuk memperkuat dan memperkaya gagasan penulisnya. Gagasan yang telah lebih dulu diungkapkan orang lain ini diacu (dirujuk), dan sumber acuannya dimasukkan dalam Daftar Pustaka.

Daftar Pustaka harus lengkap dan sesuai dengan acuan yang disajikan dalam batang tubuh artikel.

Artinya, sumber yang ditulis dalam Daftar Pustaka benar-benar dirujuk dalam tubuh artikel.

Sebaliknya, semua acuan yang telah disebutkan dalam artikel harus dicantumkan dalam Daftar Pustaka. Untuk menunjukkan kualitas artikel ilmiah, daftar yang dimasukkan dalam Daftar Pustaka harus cukup banyak. Daftar Pustaka disusun secara alfabetis dan cara penulisannya disesuaikan dengan aturan yang ditentukan dalam jurnal. Kaidah penulisan kutipan, acuan, dan Daftar Pustaka mengikuti buku pedoman ini.

Penyajian gagasan orang lain di dalam artikel dilakukan secara tidak langsung. Gagasan yang dikutip tidak dituliskan seperti teks asli, tetapi dibuatkan ringkasan atau simpulannya. Sebagai contoh, Suharno (1973:6) menyatakan bahwa kecepatan terdiri dari gerakan ke depan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin, kemampuan gerakan kontraksi putus-putus otot atau segerombolan otot, kemampuan reaksi otot atau segerombolan otot dalam tempo cepat karena rangsangan.

Acuan adalah penyebutan sumber gagasan yang dituliskan di dalam teks sebagai (1) pengakuan kepada pemilik gagasan bahwa penulis telah melakukan “peminjaman” bukan penjiplakan, dan (2) pemberitahuan kepada pembacanya siapa dan darimana gagasan tersebut diambil.

Acuan memuat nama pengarang yang pendapatnya dikutip, tahun sumber informasi ditulis, dan/tanpa nomor halaman tempat Disarankan untuk menggunakan fitur text box

pada MS Word untuk menampung gambar atau grafik, karena hasilnya cenderung stabil terhadap perubahan format dan pergeseran halaman dibanding insert gambar secara langsung.

(5)

Jurnal Pendidikan Tata Rias Vol. …, No. … (….): Bulan

informasi yang dirujuk diambil. Nama pengarang yang digunakan dalam acuan hanya nama akhir.

Acuan dapat dituliskan di tengah kalimat atau di akhir kalimat kutipan.

Acuan ditulis dan dipisahkan dari kalimat kutipan dengan kurung buka dan kurung tutup (periksa contoh-contoh di bawah). Acuan yang dituliskan di tengah kalimat dipisahkan dengan kata yang mendahului dan kata yang mengikutinya dengan jarak. Acuan yang dituliskan diakhir kalimat dipisahkan dari kata terakhir kalimat kutipan dengan diberi jarak, namun tidak dipisahkan dengan titik. Nama pengarang ditulis tanpa jarak setelah tanda kurung pembuka dan diikuti koma.

Tahun penerbitan dituliskan setelah koma dan diberi jarak. Halaman buku atau artikel setelah tahun penerbitan, dipisahkan dengan tanda titik dua tanpa jarak, dan ditutup dengan kurung tanpa jarak. Sebagai contoh: karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya untuk memberikan suatu pengetahuan/informasi kepada orang lain (Riebel, 1978).

Nama dua pengarang dalam karya yang sama disambung dengan kata ‘dan’. Titik koma (;) digunakan untuk dua pengarang atau lebih dari dua pengarang dengan karya yang berbeda.

Contohnya: karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya untuk memberikan suatu pengetahuan/informasi kepada orang lain (Riebel dan Roger, 1980:5). Jika melibatkan dua pengarang dalam dua karya yang berbeda, contoh penulisannya: karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya

untuk memberikan suatu

pengetahuan/informasu kepada orang lain (Riebel, 1978; Roger, 1981).

Apabila pengarang lebih dari dua orang, hanya nama pengarang pertama yang dituliskan. Nama pengarang selebihnya digantikan dengan ‘dkk’

(dan kawan-kawan). Tulisan ‘dkk’ dipisahkan dari nama pengarang, yang disebutkan dengan jarak, diikuti titik, dan diakhiri dengan koma.

Contohnya: membaca adalah kegiatan interakasi antara pembaca dan penulis yang kehadirannya diwakili oleh teks (Susanto dkk., 1994: 8).

SIMPULAN

Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan, mengacu pada tujuan penelitian. Berdasarkan kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian.

Penulisan Daftar Pustaka

Daftar Pustaka merupakan daftar karya tulis yang dibaca penulis dalam mempersiapkan artikelnya dan kemudian digunakan sebagai acuan. Dalam artikel ilmiah, Daftar Pustaka harus ada sebagai pelengkap acuan dan petunjuk sumber acuan.

Penulisan DaftarPustaka mengikuti aturan dalam Buku Pedoman ini atau menggunakan Harvard style.

DAFTAR PUSTAKA

Hans, Bobbi dan Hernacki, Mike. 2017. Quantum Learning. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan oleh Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Penerbit Kaifa.

Sujiwo, T. Agus. 2016. Penulisan karya ilmiah. Makalah disampaikan pada pelatihan penelitian bagi guru SLTP Negeri di Kotamadya Medan tanggal 11 Juni 2016 (Tidak diterbitkan). MKKS SMP Negeri Kotamadya Medan

Suparno. 2015. Langkah-langkah Penulisan Artikel Ilmiah dalam Saukah, Ali dan Waseso, M.G. 2000.

Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. Malang: UM Press.

UNIMED. 2015. Pedoman Penulisan Artikel Jurnal , Medan: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Medan.

Wahab, Abdul dan Lestari, Lies Amin. 2008. Menulis Karya Ilmiah. Surabaya: Airlangga University Press.

Winarso, Gunardi. 2012. Panduan Mempersiapkan Tulisan Ilmiah. Bandung: Angkatiga.

(Cambria 10, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt, menggunakan Harvard style).

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui tingkat efisiensi biaya pada Donat Madu Cihanjuang, untuk mengetahui tingkat efektivitas pelayanan pada Donat Madu

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya efek antiplatelet pada madu dan propolis serta mengetahui perbandingan efektivitas antara aspirin dengan madu dan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empirik tentang efektivitas pemberian treatment self-management skill untuk mengatasi prokrastinasi pada mahasiswa..

Parameter agregat kasar untuk campuran Laston terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah yang bersih, kering, kuat, awet dan bebas dari bahan lain yang

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya efek antiplatelet pada madu dan propolis serta mengetahui perbandingan efektivitas antara aspirin dengan madu dan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pendekatan rational emotive behavior threapy dalam mengatasi perilaku bullying siswa. Rancangan penelitian ini

Untuk menilai efektivitas madu dan obat batuk putih (OBP) untuk batuk akut pada anak dengan rinitis, menggunakan skala likert.. Uji kontrol acak pada bulan Februari 2016 sampai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan metode Ridge Regression (RR) untuk mengatasi masalah multikolinearitas; (2) penerapan metode Generalized Least