1 [email protected] Hal 123
Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Dan Tingkat Risiko Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham Di Indonesia Periode
2018-2021
Noviyanti Damayanni
1, Yunike Berry
2Universitas Islam “45” Bekasi
ABSTRACT
The research objective is to determine the effect of Stock Selection Skill, Market Timing Ability, and Risk Level on the performance of mutual funds. The research method uses quantitative, the data analysis uses descriptive. The population in this study is mutual fund companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2021. The method of determining the sample using purposive sampling method.
Based on predetermined criteria, obtained 26 mutual fund companies as samples. The method used to test the hypothesis is the Coefficient of Determination, F test, and T Test and uses the Random Effect Model using EViews 12. The test results show simultaneously (F Test) and partial (T Test) the results show that stock selection skill, market timing ability , and the level of risk has a positive and significant effect on mutual fund performance.
Keywords: Mutual Fund Performance, Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Risk Level
ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability, dan Risk Level terhadap kinerja reksa dana. Metode penelitian menggunakan kuantitatif, analisis data menggunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan reksa dana yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, diperoleh 26 perusahaan reksa dana sebagai sampel. Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Koefisien Determinasi, Uji F, dan Uji T serta menggunakan Random Effect Model dengan menggunakan EViews 12. Hasil pengujian menunjukkan secara simultan (Uji F) dan parsial (Uji T) hasil menunjukkan pemilihan saham skill, market timing ability, dan tingkat risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana.
Kata Kunci: Kinerja Reksa Dana, Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Tingkat Risiko
(Received: 15-April-2021; Reviewed: 12-Mei-2021; Revised: 24-Juni-2021; Accepted: 19-July-2021; Published: 12- Agustus-2021)
Pendahuluan
Investasi merupakan upaya kolektif yang sangat penting di era globalisasi saat ini.
Mengingat kebutuhan masa depan masyarakat meningkat dan tingkat inflasi, yang meningkat setiap tahun. Instrumen investasi dalam reksa dana memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki keahlian, keterampilan, informasi, waktu luang, atau sumber daya keuangan yang besar untuk berinvestasi. Bagi investor, terutama pemula dan mereka yang memiliki sumber daya dan waktu terbatas untuk menilai risiko investasi mereka, reksa dana menawarkan pilihan yang tepat.
Kinerja reksa dana memperkirakan pengembalian keuntungan atau tingkat pertumbuhan yang akan diberikan kepada investor dengan semacam imbalan. Indikator yang dikenal sebagai Nilai Aktiva Bersih (NAB) sering digunakan untuk menentukan profitabilitas pembelian kembali saham tertentu. Kemampuan Reksa Dana untuk mendapatkan kinerja yang baik di masa lalu bukanlah jaminan bahwa mereka akan melakukannya di masa depan; sebaliknya, keberadaan kinerja yang baik di masa lalu berfungsi sebagai peringatan bahwa reksa dana akan dapat memperoleh kinerja yang baik di masa depan (Rachmah & Juniar, 2018).
Grafik 1. 1
Perkembangan NAB Reksa Dana di Indonesia Tahun 2018 – 2021
Sumber : www.reksadana.ojk.go.id (data diolah : 2022)
Seperti dapat dilihat pada grafik 1.1 di atas, pertumbuhan reksa dana disertai dengan peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) keseluruhan setiap tahun yang dihasilkan oleh semua jenis reksa dana.
Tabel 1.1 Komposisi Efek Reksa Dana
Sumber : www.reksadana.ojk.go.id (data diolah : 2023)
Tabel di atas menunjukkan pada nilai total reksa dana, efek saham mendaptkan nilai total terbesar dari tahun 2018 hingga 2021. Bahwa hal ini tidak terlepas dari minat masyarakat terhadap reksa dana sebagai peluang investasi yang menarik. Jika investor memilih reksa dana dengan benar berdasarkan tujuan investasinya, reksa dana cukup menarik dibandingkan pasar karena menawarkan tingkat pengembalian dan risiko investasi. Selain itu, reksa dana termasuk
2040 2212 2270 2309
Rp507 Rp542 Rp573 Rp580
Rp400 Rp600 1500
2000 2500
2018 2019 2020 2021
Jumlah
Perkembangan Reksa Dana Di Indonesia
Jumlah Reksa Total NAB Triliun Rupiah
1 [email protected] Hal 125 dana yang mudah diakses, sederhana, dan dapat dikelola secara profesional. Kepercayaan masyarakat terhadap manajer investasi atau reksa dana tertentu diukur dari nilai dana yang dikelola Investor dapat mengevaluasi sejumlah elemen, khususnya sejumlah karakteristik yang diyakini berdampak pada kinerja reksa dana, untuk menentukan kinerja reksa dana saham yang baik.
Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan di masa lalu, dan hasilnya tidak konsisten dan beragam. Stock Selection Skill menurut Ramayanti & Purnamasari (2018:13) menegaskan bahwa keterampilan pemilihan saham, yang melibatkan identifikasi ekuitas saat ini yang murah atau dinilai terlalu tinggi, merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja reksa dana. Pada penelitian (Devi & Sudirman, 2021), stock selection skill memiliki berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Namun hubungan antara hasil tersebut dengan penelitian berbanding terbalik dengan penelitian (Shinta & Wijayangka, 2022) menunjukkan dalam penelitiannya stock selection skill berpengaruh negatif dan tidak signifikan pada kinerja reksa dana.
Menurut penelitian (Rachmawati et al., 2020), market timing ability berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana, dan strategi pemilihan sekuritas yang tepat dengan strategi pemilihan waktu yang tepat untuk mengalokasikan sekuritas ke dalam portofolio reksa dana dapat meningkatkan kinerja reksa dana. Hal ini berbeda dengan temuan penelitian lain, (Gusni et al., 2018) yang menemukan bahwa market timing ability tidak berpengaruh signifikan berarah negatif terhadap kinerja reksa dana saham.
Secara teori, berinvestasi di reksa dana mirip dengan berinvestasi di berbagai produk investasi yang menjual modal di pasar. Dengan melakukan ini, investor dapat mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan, jika terjadi kerugian, kerugian tersebut masih dapat diimbangi dengan keuntungan yang pada akhirnya akan muncul (Devi & Sudirman, 2021).
Tingkat risiko dalam studi sebelumnya yang dibuat oleh peneliti (Bitomo & Muharam, 2016) menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana.
Penelitian yang dilakukan oleh (Khoiriyah & Pujiati, 2020) mengklaim bahwa kinerja reksa dana saham di Indonesia berpengaruh negatif dari risiko, meskipun tidak signifikan. Para peneliti tertarik untuk mempelajari hal ini karena ada perbedaan dalam temuan penelitian yang berbeda. “Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Tingkat Risiko Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia. (Studi Pada Reksa Dana Saham Periode 2018-2021)”.
Landasan Teori
1. Kinerja Reksa Dana
Menurut Tandelilin (2010:494) menekankan bahwa untuk mengevaluasi keberhasilan portofolio, seseorang harus mempertimbangkan lebih dari s portofolio, misalnya. Kinerja reksa dana mencerminkan tingkat pengembalian yang akan ditawarkan kepada investor. Kemampuan manajer investasi untuk memilih saham- saham pembanding di bawah harga pasar serta kemampuan mereka dalam mengendalikan market timing berdampak pada kesuksesan reksa dana.
2. Stock Selection Skill
Manajer investasi dengan keterampilan memilih saham (Stock Selection Skill) untuk memilih investasi guna menciptakan portofolio yang diantisipasi untuk menghasilkan pengembalian yang diinginkan di masa depan. Manajer investasi semakin sering mengandalkan kemampuan memilih saham mereka untuk mencapai tingkat pengembalian yang sangat tinggi. Kegiatan yang melibatkan pemilihan saham didasarkan pada prediksi peristiwa khusus perusahaan dan nilai sekuritas individu (Mustika Sari et al., 2019:72).
3. Market Timing Ability
Market timing ability adalah kapasitas manajer investasi untuk mengambil strategi yang tepat untuk memperoleh atau menjual sekuritas tertentu untuk membangun portofolio aset pada saat yang tepat (Mustika Sari et al., 2019:72).
4. Tingkat Risiko
Tingkat risiko adalah Tingkat kemungkinan pengembalian aktual lebih rendah dari yang diantisipasi sebagai akibat dari keadaan yang mempengaruhi. Reksa dana
berkinerja lebih baik bila pengembaliannya lebih tinggi dan risiko yang diakibatkannya lebih rendah, atau bila rasionya lebih tinggi. Menurut Rudianto (2013:119), beta dan standar deviasi dapat digunakan untuk menentukan tingkat risiko pada reksa dana. Saat nilai beta dan standar deviasi meningkat, risikonya juga meningkat.
Dalam uraian tersebut, kerangka pemikiran yang menunjukkan pengaruh stock selection skill, market timing ability dan tingkat risiko terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia.
Metode Penelitian Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang ditentukan oleh jenis data dan analisisnya. Pendekatan kuantitatif merupakan strategi penelitian yang menggunakan data angka dan perhitungan statistik untuk mengolahnya.
Lokasi Penelitian
Pada penelitian yang mencakup periode tahun 2018 hingga 2021 ini dilakukan pada statistik Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada situs web www.reksadana.ojk.go.id dan reksa danaekadar tingkat pengembaliannya. Seseorang juga harus mempertimbangkan tingkat risiko.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah reksa dana saham yang aktif terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2021 yaitu sebanyak 197 tipe reksa dana. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut Sugiyono (2011:126). Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling, yaitu sampel yang dipilih berdasarkan kesesuaian karakteristik sampel yang ditentukan dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang digunakan adalah Non- Probability sampling yang artinya teknik pengambilan sampel dengan cara tidak acak yang menggunakan kriteria.
Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung oleh pihak yang melaksanakan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari situs resmi (www.reksadana.ojk.go.id), Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Yahoo Finance (IHSG).
Model Penelitian
Penelitian ini merupakan model hubungan fungsional antara variabel independen dan dependen yang diestimasikan menggunakan regresi linier data panel sebagai berikut: Dimana: Y
= Kinerja Reksa Dana Saham = Konstanta = Koefisien variabel independen dengan variabel dependen = Stock Selection Skill = Market Timing Ability = Tingkat Risiko = Standar error Data diolah sesuai dengan definisi operasional variabel menggunakan bantuan program Eviews 12 dengan langkahlangkah penghitungan sebagai berikut:
1. Kinerja Reksa Dana Kinerja Reksa Dana adalah Suatu pengembalian investasi yang tercermin kepada kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana. Kinerja reksa dana dapat dihitung berdasarkan return portofolionya saja dan dapat pula dihitung dengan mempertimbangkan trade-off antara return dan risiko (risk-adjusted return). Kinerja portofolio yang hanya didasarkan pada returnnya saja dapat dihitung dengan cara sebagai berikut ini: = Indikator : = Return portofolio (reksa dana) = Nilai Aktiva Bersih yaitu nilai reksa dana periode sekarang (t) = Nilai Aktiva Bersih yaitu nilai reksa dana periode sekarang ( )
2. Stock Selection Skill Kemampuan pemilihan saham (Stock Selection Skill) merupakan kemampuan manajer investasi untuk memilih saham terbaik untuk portofolio reksa dana dan memutuskan kapan akan berinvestasi di dalamnya untuk memberikan pengembalian yang lebih tinggi daripada tingkat pengembalian pasar (Adelia &
Ryandono, 2020:944). Seperti perhitungan market timing, stock selection juga menggunakan model Treynor-Mazuy sebagai metode penghitungannya. Manajer investasi dikatakan memiliki kemampuan stock selection yang baik apabila nilai α >)
1 [email protected] Hal 127 atau bernilai positif. Perhitungan model TreynorMazuy menggunakan rumus sebagai berikut : - = - ) ( - Indikator : = Return portofolio reksa dana pada periode = Return aset bebas risiko pada periode t = Return pasar saham pada periode t = Intercept yang merupakan indikasi stock selection skill dari manajer investasi, = Koefisien regresi excess market return atau slope pada saat bearish. = Koefisien regresi yang merupakan indikasi market timing ability dari manajer investasi = Random error
3. Market Timing Ability Market Timing Ability merupakan kemampuan manajer investasi untuk melakukan penyesuaian terhadap portofolio aset instrumen investasi dengan membeli atau menjual saham secara tepat waktu untuk mengantisipasi fluktuasi harga (Rachmah & Juniar, 2018). Dalam menghitung kemampuan ini digunakan penghitungan dengan Treynor Mazuy Model (1966) sebagai berikut : – = – ) ( – Indikator : = Return portofolio reksa dana pada periode = Return aset bebas risiko pada periode t = Return pasar saham pada periode t = Intercept yang merupakan indikasi stock selection skill dari manajer investasi = Koefisien regresi excess market return atau slope pada saat bearish = Koefisien regresi yang merupakan indikasi market timing ability dari manajer investasi = Random error
4. Tingkat Risiko Tingkat risiko adalah Sejauh mana pengembalian potensial berbeda dari konsep risiko adalah penyimpangan dari hasil yang dicapai dari rencana pengembalian (return) yang diantisipasi (Rachmah & Juniar, 2018). Secara teori, semakin tinggi beta ((β) semakin tinggi pula risiko reksa dana, begitu pun sebaliknya (Hartono, 2017).
Untuk menghitung dengan menggunakan metode Treynor adalah menghitung nilai beta (β) masing-masing reksa dana saham.
Hasil dan Pembahasan
Analisis Data Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari variabel penelitian, yaitu stock selection ( , market timing ability ( , tingkat risiko ( , dan kinerja reksa dana saham (Y). Penjelasan dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Hasil Uji Statistik Deskriptif
Tabel 4.2 Hasil Uji Statistik Deskriptif
Y X1 X2 X3
Mean -0.403526 -0.001097 -1.079350 1.066855
Median -0.410704 -0.001264 -1.017385 1.033395
Maximum 1.928085 0.050256 44.09236 2.491584
Minimum -0.964995 -0.077623 -34.94438 -0.221112
Std. Dev. 0.256993 0.012038 7.842942 0.338494
Skewness 6.817399 -1.135998 0.342452 0.939585
Kurtosis 64.32920 21.59962 16.79150 8.221609 Sumber: Eviews 12 (diolah, 2022)
Tabel 4.3 Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Model Common Effect
Sumber : Eviews 12 (diolah, 2022)
Tabel 4.4 Hasil Regresi Data Panel Menggunakan Model Fixed effect
.Sumber: Eviews 12 (diolah, 2022)
Tabel 5.5 Hasil Uji Chow
Sumber : Eviews 12 (diolah, 2022)
1 [email protected] Hal 129
Tabel 4.6 Hasil Uji Lagrange Multiplier
Sumber: Eviews 12 (diolah, 2022)
Tabel 4.7 Hasil Uji Multikolinearitas
Sumber : Eviews 12 (diolah, 2022)
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa korelasi relatif rendah yang ditunjukkan dengan tidak adanya matriks kolerasi variabel yang nilai koefisien diatas 0,90. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa antara variabel bebas tidak terdapat multikolinearitas.
Tabel 4.8 Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Glejser
F-statistic 0.355157 Prob. F(3,100) 0.7855
Obs*R-squared 1.096409 Prob. Chi-Square(3) 0.7779 Scaled explained SS 1.780061 Prob. Chi-Square(3) 0.6193 Sumber: Eviews 12 (diolah, 2022)
Tabel 4.9 Hasil Uji Autokorelasi
Sumber : Eviews 12 (diolah, 2022)
Tabel 4.10 Hasil Uji Koefisien Determinasi
Sumber: Eviews 12 (diolah, 2022)
Berdasarkan tabel 4.10, Adjusted R-squared sebesar 0,80 (80%) mengandung arti bahwa variasi variabel dependen (Kinerja Reksa dana) dapat dijelaskan oleh variabel (Stock Selection Skill, Market Timing Ability, dan Tingkat Risiko). Sedangkan untuk 20% dipengaruhi oleh variabel lain seperti pada penelitian terdahulu (Kebijakan Alokasi Aset, Ukuran Dana, dan Perputaran Portofolio) yang tidak digunakan pada penelitian ini.
Pembahasan
Bekasi Penelitian ini model yang digunakan adalah model REM (Random Effect Model). Hal ini dikarenakan hasil yang diperoleh dengan Uji Lagrange Multiplier menghasilkan nilai probabilitas < 0,05. a. Pengaruh Stock Selection Skill terhadap Kinerja Reksa Dana Saham Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tabel 4.5 di atas, maka dapat diketahui bahwa Stock Selection Skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi t dari variabel Stock Selection Skill yaitu sebesar 0.0046 atau lebih kecil dari 0,05. Kinerja reksa dana saham dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kemampuan memilih saham yang tepat untuk dimasukkan dalam portofolio reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dengan mampu menghasilkan return terbaik di masa depan.
Hal ini menunjukkan bahwa manajer investasi memiliki kemampuan untuk merancang struktur portofolio sebaik mungkin untuk pengembalian (return) yang tinggi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Indrawati & Wahono, 2017) mengenai Pengaruh Market Timing dan Stock Selection terhadap Kinerja Reksa Dana di Indonesia Studi Kasus pada Reksa Dana Saham Periode 2013-2015.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa stock selection skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. b. Pengaruh Market Timing Ability terhadap Kinerja Reksa Dana Saham Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tabel 4.5 di atas, maka dapat diketahui market timing ability berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi t dari variabel Market Timing Ability yaitu sebesar 0.0001 atau lebih kecil dari 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan yang (Rachmawati et al., 2020) menyatakan bahwa market timing ability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksa dana.
Menurut (Alexandri, 2015) pasar biasanya dijelaskan dalam literatur investasi sebagai hal yang memakan waktu dan sangat sulit untuk dilakukan, oleh karena itu banyak manajer investasi sering mengandalkan kemampuan mereka untuk mengambil saham untuk mendapatkan hasil yang tidak biasa (lebih baik). Selektifitas dan nilai market timing yang positif menunjukkan bahwa manajer investasi menghasilkan ekses kinerja reksa dana yang lebih besar dari ekses kinerja pasar. c. Pengaruh Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksa Dana Saham Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tabel 4.5 di atas, maka dapat diketahui tingkat risiko berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi t dari variabel tingkat risiko yaitu sebesar 0.0000 atau lebih kecil dari Hasil ini menunjukkan komposisi saham portofolio yang tinggi, yang menimbulkan risiko tambahan seperti penurunan nilai unit penyertaan karena penurunan harga saham, tetapi juga menawarkan keuntungan potensial seperti peningkatan nilai unit penyertaan karena kenaikan harga saham dan pembayaran dividen saham. Hal ini menunjukkan bahwa pemegang saham atau investor dapat mempelajari kinerja reksa dana. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Bitomo & Muharam, 2016) menyatakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksa dana.
1 [email protected] Hal 131 Simpulan
Simpulan
Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, dan tingkat risiko terhadap kinerja reksa dana saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 – 2021 telah diuraikan pada bab sebelumnya maka diperoleh simpulan dari penelitian sebagai berikut: 1. Stock Selection Skill berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kinerja reksa dana saham periode tahun 2018-2021. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis dengan hasil tingkat signifikansi sebesar 5%.
Variabel Stock Selection Skill yang berkaitan dengan kemampuan dari manajer investasi memberikan dampak yang signifikan pada kinerja reksa dana saham. Kinerja reksa dana saham dapat ditingkatkan secara signifikan dengan meningkatkan kemampuan untuk memilih saham yang tepat untuk dimasukkan dalam portofolio reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi karena akan dapat menghasilkan pengembalian (return) terbaik di masa depan. 2. Market Timing Ability berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja reksa dana saham periode tahun 2018-2021. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis dengan hasil tingkat signifikansi sebesar 5%. Selain itu, arah yang dihasilkan dari Market Timing Ability adalah positif atau searah yang berarti untuk meningkatkan kinerja reksa dana, gabungkan strategi pemilihan sekuritas yang tepat dengan strategi pemilihan waktu yang tepat untuk mengalokasikan sekuritas ke dalam portofolio. 3. Tingkat Risiko berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja reksa dana saham periode tahun 2018-2021. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis dengan hasil tingkat signifikansi sebesar 5%. Selain itu, arah yang dihasilkan dari Tingkat Risiko adalah positif atau searah yang berarti semakin besar risiko yang ditanggung maka akan meningkatkan return yang diterima. 5.2 Saran Berdasarkan dari kesimpulan yang telah diuraikan, maka peneliti memberikan beberapa saran, yaitu: 1. Bagi investor Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Stock Selection Skill, Market Timing Ability, dan Tingkat Risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan.
DAFTAR PUSTAKA
Adelia, M. R., & Ryandono, M. N. H. (2020). Determinan Kinerja Reksadana Saham Syariah.
Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 7 No.5, 940–954.
Alexandri, M. B. (2015). Mutual Fund Performance : Stock Selection or Market Timing.
Proceedings of the International Conference on Economics and Banking 2015, 5, 174–179.
https://doi.org/10.2991/iceb-15.2015.26
Amini, O. D., & Azib. (2019). Pengaruh Stock Selection Skill dan Market Timing Ability terhadap Kinerja Reksadana. Prosiding Manajemen Universitas Islam Bandung, 5(1), 360–367.
Anggriani, F., & Husna, N. (2019). Analisis Expense Ratio, Fund Size, Tingkat Risiko dan Portofolio Turnover Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham. Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta, 14(2), 1–5. https://doi.org/10.37301/jmubh.v14i2.14807
Bitomo, H., & Muharam, H. (2016). Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Kinerja Reksa Dana di Indonesia (Studi Empiris pada Reksa Dana Konvensional di Indonesia Periode 2012- 2014). Diponegoro Journal of Management, 5(2), 1–14.
Devi, F., & Sudirman, I. M. S. N. (2021). The Effect of Stock Selection Ability , Market Timing Ability , Fund Size and Portfolio Turnover on Equity Fund Performance in Indonesia. American Journal of Humanities and Social Sciences Research (AJHSSR), 5(3), 58–64.
Gusni, Silviana, & Hamdaini, F. (2018). Factors Affecting Equity Mutual Fund Performance : Evidence from Indonesia. Investment Management and Financial Innovations, 15(1), 0–9.
https://doi.org/10.21511/imfi.15(1).2018.01
Hartono, J. (2017). Teori Portofolio dan Analisis Investasi edisi kesebelas. BPFE- YOGYAKARTA.
Indrawati, U., & Wahono, B. (2017). Pengaruh Market Timing dan Stock Selection Terhadap Kinerja Reksa Dana di Indonesia (Studi Kasus pada Reksa Dana Saham Periode 2013-2015).
Jurnal Ilmiah Riset Manajemen, 101–113.
Khoiriyah, Y., & Pujiati, A. (2020). Analisis Kebijakan Alokasi Aset, Kinerja Manajer Investasi dan Tingkat Risiko Terhadap Kinerja Reksadana Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2019. Diponegoro Journal of Accounting, 16–30.
Kireina, I. T., & Sampurno, R. D. (2016). Analisis Pengaruh Stock Selection Skill dan Market Timing Ability Dengan Metode Treynor-Mazuy Dan Henriksson-Merton Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham (Studi pada Reksa Dana Saham Tahun 2010-2014). Diponegoro Journal of Management, 5(2), 1–10.
Kusnandar, D. L., & Bintari, V. I. (2020). Perbandingan Abnormal Return Saham Sebelum dan Sesudah Perubahan Waktu Perdagangan Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Pasar Modal Dan Bisnis, 2(2), 195–202. https://doi.org/10.37194/jpmb.v2i2.49
Mustika Sari, M., Mulyati, S., & Widarwati, E. (2019). The Effect Of Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Turnover Ratio And Cash Flow On Sharia Mutual Funds Performance (Case Study Of Sharia Mutual Fund Companies Registered In Ojk For The Period Of 2011- 2014). Journal of Accounting and Business Issues, 01, 69–78.
https://ojs.stiesa.ac.id/index.php/jabi
Rachmah, D. A., & Juniar, A. (2018). Analisis Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timin Ability, dan Fund Longevity Terhadap Kinerja Reksadana Saham Syariah. Jurnal Sains Manajemen Dan Kewirausahaan, 2(1), 61–69.
Rachmawati, R., Wahyudi, S., Pangestuti, I. R. D., & Najmudin. (2020). Funds manager and mutual funds characteristics on mutual funds performance: Empirical evidence of equity mutual funds in Indonesia. International Journal of Financial Research, 11(2), 77–87.
https://doi.org/10.5430/ijfr.v11n2p77
Ramayanti, T. P., & Purnamasari, K. (2018). Kemampuan Pemilihan Saham dan Penetapan Waktu pada Manajer investasi Reksa Dana Saham di Indonesia. Esensi: Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 8(1), 29–40. https://doi.org/10.15408/ess.v8i1.6552
Samsul, M. (2016). Pasar Modal dan Manajemen Portofolio Edisi 2. Jakarta: Erlangga.
Shinta, D. R. A., & Wijayangka, C. (2022). Pengaruh Faktor Market Timing Ability dan Stock Selection Ability Terhadap Kinerja Reksa Dana Saham Konvensional (Studi Kasus Pada Reksa Dana Saham Yang Terdaftar di OJK). Management, 9(1), 50–60.
Simatupang, M. (2010). Pengetahuan Praktis Investasi Saham dan Reksa Dana. Penerbit Mitra Wacana Media.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods).
Bandung: Alfabeta.
Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi (Teori dan Aplikasi). Yogyakarta: Kanisius.
Utomo, P. (2010). Peluang dan Tantangan Pertumbuhan Reksa Dana di Indonesia. Reseach Analis, PT Minna Padi Aset Manajemen.
1 [email protected] Hal 133 Widarjono, A. (2013). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya Disertai Panduan Eviews.
Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Winarno, W. W. (2015). Analisis ekonometrika dan statistika dengan EViews. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Yudhistira, A. H. D., & Putra, R. A. K. (2020). Pengaruh Kebijakan Alokasi Aset dan Tingkat Risiko Terhadap Kinerja Reksa Dana di Indonesia (Periode 2016-2018). Journal of Management, 9(2), 410–418.