PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING BERBANTUAN POSTER BERGAMBAR TERHADAP
KEMAMPUAN KERJA SAMA DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN
TUBUH KELAS XI IPA DI MAN 2 JEMBER
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
untuk memenuhi salah satu persyaratan memenuhi gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Biologi
Oleh:
Finna Mufidatul Faiqoh T20188100
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
DESEMBER 2022
ii
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING BERBANTUAN POSTER BERGAMBAR TERHADAP
KEMAMPUAN KERJA SAMA DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN
TUBUH KELAS XI IPA DI MAN 2 JEMBER
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
untuk memenuhi salah satu persyaratan memenuhi gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Biologi
Oleh:
Finna Mufidatul Faiqoh T20188100
Disetujui Pembimbing
LAILA KHUSNAH, M.Pd NIP. 19840107 201903 2 003
iii
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING BERBANTUAN POSTER BERGAMBAR TERHADAP
KEMAMPUAN KERJA SAMA DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN
TUBUH KELAS XI IPA DI MAN 2 JEMBER
SKRIPSI
telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Biologi
Hari: Jumat
Tanggal: 09 Desember 2022
Tim Penguji
Ketua Sekretaris
Dr. Mohammad Zaini, S.Pd.I, M.Pd.I Dr. Abdillah Fatkhul Wahab,
NUP.20160366 NUP. 202012189
Anggota:
1. Dr. Hj. Umi Farihah, M.M, M.Pd ( )
2. Laila Khusnah, M. Pd. ( )
Menyetujui,
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Prof. Dr. Hj. Mukni'ah, M.Pd.I NIP.19640511 199903 2 001
iv MOTTO
Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.
Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS. Al-Isra’: 7) (Al-Qur’anulkarim Hafazan Perkata, 2021:
106).
v
PERSEMBAHAN
Puji Syukur saya haturkan kepada Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat serta senantiasa mengilhamkan inspirasi dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, dengan sangat berterimakasih, karya ini saya persembahkan untuk:
Orangtua tercinta, Bapak Misbahuddin dan Almh. Ibu Khususiyah atas kasih sayang, doa, memberikan dukungan, semangat, serta nasihat dengan penuh kesabaran mendidik dan membesarkan serta mendoakan untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan di akhirat. Sehingga saya bisa sampai jenjang ini.
Kakakku tersayang, M. Afton Nadir atas kasih sayang, motivasi, semangat, dan telah senantiasa mendoakan.
vi
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi dengan berjudul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing Berbantuan Poster Bergambar terhadap Kemampuan Kerja Sama dan Keterampilan Komunikasi Siswa pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Kelas XI IPA di Man 2 Jember” sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana, dapat terselesaikan dengan lancar. Sholawat dan salam senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang terang benderang yakni Addinul Islam.
Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terimakasih yang sedalam- dalamnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, Se., MM. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan fasilitas dan pelayanan kepada penulis.
2. Ibu Dr. Hj. Muk'niah M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan yang telah memberikan persetujuan pada skripsi ini.
3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M.Pd.I. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberikan persetujuan pada skripsi ini.
vii
4. Ibu Dr. HJ. Umi Farihah, M.M., M.Pd. selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama kami belajar di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
5. Ibu Laila Khusnah, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah sabar memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi kepada penulis.
6. Bapak/Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah banyak memberikan ilmunya kepada penulis.
7. Bapak Drs. Riduwan selaku Kepala MAN 2 Jember yang telah memberikan izin melaksanakan penelitian di lembaganya
8. Bapak Drs. Imam Nawawi, selaku guru biologi MAN 2 Jember yang telah banyak membantu, mendampingi, dan memberikan informasi dalam melaksanakan penelitian.
9. Bapak/Ibu guru MAN 2 Jember yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam penyelesaian skripsi ini
10. Siswa-Siswi kelas Xl IPA 1 dan Xl IPA 2 MAN 2 Jember tahun pelajaran 2021/2022 yang telah mengikuti proses penelitian dengan baik.
11. Sahabatku Abidah Hindiyana Ulinnuha yang telah memotivasi, menyemangati, dan banyak membantu saya, bahkan mendengarkan segala keluh kesah saya selama masa kuliah.
12. Teman-teman saya Tadris Biologi Angkatan 2018 yang telah menemani, membantu, dan berjuang sampai saat ini.
viii
13. Keluarga besar Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M. Fil. l. dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H selaku pengasuh dan kepada teman-teman seperjuangan yang selalu memberi motivasi dan ilmu yang bermanfaat.
Tiada kata yang dapat diucapkan selain do'a dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan atas semua jasa yang telah diberikan kepada penulis. Skripsi ini pasti memiki kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penelitian selanjutnya dapat lebih baik.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Jember, 07 Desember 2022
Penulis
ix ABSTRAK
Finna Mufidatul Faiqoh, 2022: Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing Berbantuan Poster Bergambar Terhadap Kemampuan Kerja Sama Dan Keterampilan Komunikasi Siswa Pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Kelas Xi Ipa Di Man 2 Jember.
Kata kunci: Active Knowledge Sharing, Kemampuan Kerja sama, Keterampilan Komunikasi
Pendidikan merupakan usaha sadar yang direncanakan untuk mewujudkan suasana dalam proses pembelajaran dimana siswa dapat aktif mengembangkan kemampuan dirinya. Dalam Pembelajaran biologi guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Sejauh ini proses pembelajaran biologi yang diterapkan yaitu masih paradigma yang lama, dimana guru menyampaikan materi hanya mengunakan metode ceramah. Tugas guru tidak hanya memberikan materi pembelajaran sebanyak-banyaknya, akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana membuat siswa mau belajar dengan sendirinya. Strategi merupakan serangkaian kegiatan guru yang terarah dan menyebabkan siswa belajar. Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat mengaktifkan siswa, melatih kerjasama dan komunikasi antar siswa adalah strategi pembelajaran Active knowledge sharing.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan kerja sama siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember setelah penerapan pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar.
2) Untuk mendeskripsikan keterampilan komunikasi siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember setelah penerapan pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar. 3) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap kemampuan kerja sama siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember. 4) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap keterampilan komunikasi siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitaif dengan metode penelitian quasi eksperimental design, desain yang digunakan adalah non-equivalen group posttest only design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan dokumentasi.
Kemudian kelompok dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua kelompok yakni, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada akhir penelitian, kedua kelompok diberikan posttest untuk mengetahui kemampuan akhir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kelas eksperimen memiliki skor rata- rata kemampuan kerja sama sebesar 86,82, sedangkan kelas kontrol sebesar 64,23;
2) kelas eksperimen memiliki skor rata-rata keterampilan komunikasi sebesar 82,58, sedangkan kelas kontrol sebesar 68,43; 3) Ada pengaruh signifikan strategi pembelajaran active knowledge sharing pada materi sistem pertahanan tubuh terhadap kemampuan kerja sama siswa dengan kriteria nilai signifikansi < 0,05 yaitu hasil uji Mann-Whitney sebesar 0,000; 4) Ada pengaruh signifikan strategi pembelajaran active knowledge sharing pada materi sistem pertahanan tubuh terhadap keterampilan komunikasi siswa dengan kriteria nilai signifikansi < 0,05 yaitu hasil uji Mann-Whitney sebesar 0,000.
x DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Ruang Lingkup Penelitian ... 9
F. Definisi Operasional... 12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 13
A. Penelitian Terdahulu ... 13
B. Kajian Teori ... 18
1. Strategi Pembelajaran... 18
xi
2. Macam-macam Strategi Pembelajaran ... 21
3. Strategi Active Knowledge Sharing ... 21
4. Media Pembelajaran ... 25
5. Poster ... 27
6. Kerja Sama ... 29
7. Keterampilan Komunikasi ... 32
8. Sistem Pertahanan Tubuh ... 33
C. Asumsi penelitian ... 40
D. Hipotesis ... 40
BAB III METODE PENELITIAN ... 42
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 42
B. Populasi dan Sampel ... 43
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 44
D. Analisis data ... 55
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 62
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 62
B. Penyajian Data ... 64
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 67
D. Pembahasan ... 76
BAB V PENUTUP ... 86
A. Kesimpulan ... 86
B. Saran ... 87
DAFTAR PUSTAKA ... 89
xii
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal
1.1 Indikator Variabel Penelitian ... 11
2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu ... 16
3.1 Populasi penelitian ... 43
3.2 Sampel Penelitian ... 44
3.3 Kisi-Kisi Tes Keterampilan Komunikasi ... 46
3.4 Kisi-Kisi angket kemampuan kerja sama ... 47
3.5 Kriteria Skor angket kemampuan kerja sama Berdasarkan Skala Linkert ... 48
3.6 Kriteria Validitas Para Ahli ... 50
3.7 Hasil Uji Validasi Para Ahli ... 50
3.8 Interpretasi Terhadap Nilai Koefisiensi Korelasi rxy ... 51
3.9 Hasil Perhitungan Uji Validitas Instrumen Tes ... 52
3.10 Hasil Validitas Instrumen Tes ... 53
3.11 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 55
3.12 Tingkat Pencapaian Skor pada Variabel Kemampuan Kerja sama .. 57
3.13 Tingkat Pencapaian Skor pada Variabel Keterampilan komunikasi ... 58
4.1 Distribusi Populasi Siswa Kelas XI IPA MAN 2 Jember ... 65
4.2 Rekapitulasi Angket Hasil Penelitian Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 65
xiii
4.3 Rekapitulasi Tes Hasil Penelitian Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol ... 66
4.4 Distribusi Frekuensi Kemampuan Kerja Sama Siswa Kelas Eksperimen ... 68
4.5 Distribusi Frekuensi Kemampuan Kerja Sama Siswa Kelas Kontrol ... 68
4.6 Distribusi Frekuensi Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas Eksperimen ... 69
4.7 Distribusi Frekuensi Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas Kontrol ... 69
4.8 Deskripsi Data Kemampuan Kerja Sama ... 70
4.9 Deskripsi Data Keterampilan Komunikasi ... 71
4.10 Hasil Uji Normalitas Data Kemampuan Kerja Sama ... 72
4.11 Hasil Uji Normalitas Data Keterampilan Komunikasi ... 72
4.12 Hasil Uji Mann-Whitney ... 75
4.13 Hasil Uji Mann-Whitney Variabel Kemampuan Kerja Sama... 82
4.14 Hasil Uji Mann-Whitney Variabel Keterampilan Komunikasi ... 84
xiv
DAFTAR GAMBAR
No Uraian Hal
2.1 Ilustrasi Pertahanan Tubuh ... 33
2.2 Ilustrasi Tubuh ... 34
2.3 Pertahanan Saat Terjadi ... 35
3.1 Desain penelitian Nonequivalent group Posttest only design ... 42
4.1 Diagram Kemampuan Kerja Sama Siswa... 77
4.2 Diagram Keterampilan Komunikasi Siswa ... 80
xv
DAFTAR LAMPIRAN
No Uraian Hal
1. Pernyataan Keaslian Tulisan ... 92
2. Matriks Penelitian ... 93
3. Permohonan Bimbingan Skripsi ... 96
4. Permohonan Ujian Seminar Proposal ... 97
5. Permohonan Izin Penelitian ... 98
6. Jurnal Penelitian ... 99
7. Surat Keterangan Selesai Penelitian ... 100
8. Rpp Kelas Eksperimen ... 101
9. Rpp Kelas Kontrol ... 108
10. Kisi-kisi Angket Kemampuan Kerja Sama ... 117
11. Angket Kemampuan Kerja Sama Siswa Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ... 118
12. Kisi-kisi Tes Keterampilan Komunikasi ... 120
13. Soal Posttest ... 121
14. Kunci Jawaban Soal Posttest ... 123
15. Lembar Validasi Ahli ... 125
16. Hasil Uji Validitas Instrumen Keterampilan Komunikasi ... 135
17. Hasil Uji Reliabilitas Keterampilan Komunikasi ... 136
18. Data Nilai Siswa Untuk sampel ... 137
19. Data Skor Tes Keterampilan Komunikasi ... 140
xvi
20. Rekapitulasi Skor Angket Kemampuan Kerja Sama Kelas
Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 142
21. Rekapitulasi Skor Tes Keterampilan Komunikasi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 144
22. Hasil Uji Deskriptif Angket Kemampuan Kerja Sama Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ... 146
23. Hasil Uji Deskriptif Soal Posttest Keterampilan Komunikasi Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ... 148
24. Hasil Uji Normalitas ... 149
25. Hasil Uji Maan-Whitney ... 150
26. Dokumentasi Proses Penelitian ... 151
27. Poster Sistem Pertahanan Tubuh ... 152
28. Biodata Peneliti ... 153
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukannya. bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (UU No.
20 Tahun 2003). Pendidikan merupakan usaha sadar yang direncanakan untuk mewujudkan suasana dalam proses pembelajaran dimana siswa dapat aktif mengembangkan kemampuan dirinya (Triwiyanto, 2014: 113).
Tujuan pendidikan dapat dicapai melalui kegiatan pendidikan. Dalam hal ini diwujudkan melalui aktivitas belajar dan pembelajaran. Belajar dan pembelajaran dikatakan sebuah bentuk edukasi yang menjadikan adanya suatu interaksi antara guru dengan siswa. Kegiatan belajar mengajar memiliki tujuan tertentu yang harus dicapai dan dirumuskan sebelum pembelajaran dilakukan. Guru secara sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya untuk kepentingan dalam pengajaran (Pane dan Dasopang, 2017: 333). Belajar dan mengajar pada hakekaktnya merupakan suatu proses yang terpadu dalam satu kegiatan, yaitu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dengan siswa pada saat pengajaran berlangsung (Mu’awanah, 2011:7).
Dalam Pembelajaran biologi guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Sejauh ini proses pembelajaran biologi yang diterapkan yaitu masih paradigma yang lama, dimana guru menyampaikan materi hanya mengunakan metode ceramah, pembelajaran yang mengunakan metode ceramah kurang memberikan kesempatan siswa untuk aktif, sehingga siswa cenderung diam dan hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja.
Secara ideal, guru sangat dituntut agar mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan baik dan benar. Proses pembelajaran merupakan upaya- upaya yang dilakukan guru untuk membuat siswa belajar. Tugas guru tidak hanya memberikan materi pembelajaran sebanyak-banyaknya, akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana membuat siswa mau belajar dengan sendirinya. Tugas utama inilah yang seharusnya melandasi aktivitas setiap guru dalam pembelajaran (Haidir dan Salim, 2012: 6). Selain itu sebagai seorang guru, dituntut untuk memiliki kemampuan memilih dan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat, diharapkan guru dapat menyampaikan materi biologi dengan lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan.
Strategi merupakan serangkaian kegiatan guru yang terarah dan menyebabkan siswa belajar. Strategi pembelajaran dianggap pula sebagai cara atau prosedur untuk mencapai keberhasilan di dalam belajar. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyebabkan siswa termotivasi aktif dalam belajar sehingga memungkinkan terjadi kerjasama tim antar siswa dan menambah keterampilan komunikasi.
Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat mengaktifkan siswa,
melatih kerjasama dan komunikasi antar siswa adalah strategi pembelajaran Active knowledge sharing. Hal ini karena strategi pembelajaran tersebut mempunyai prinsip yaitu membawa siswa untuk siap belajar materi dengan cepat (Isnawati, dkk. 2016: 42). Selain itu, strategi active knowledge sharing dapat mempersiapkan siswa untuk membentuk kerjasama tim, serta dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan siswa (Kamal, 2007 : 371).
Pada dasarnya hakikat dari kerjasama adalah aktivitas yang ditujukan dalam bentuk kerja kelompok antar teman yang mana didalamnya terdapat perbedaan pendapat dan dapat menyatukan pendapat tersebut menjadi satu (Kusuma, Ardi Wira 2018: 28). Dalam Al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa sesama manusia harus saling tolong-menolong dan bekerjasama. Salah satunya terdapat pada surat Al-Maidah ayat 2, sebagai berikut:
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran.” (Qs Al-Maidah [5]: 2). (Al-Qur’anulkarim Hafazan Perkata, 2021: 106).
Berdasarkan ayat diatas, sangat jelas bahwa antara sesama manusia harus saling tolong-menolong dan harus saling bekerjasama dalam mengerjakan kebaikan, serta mencegah dari hal-hal yang tidak baik yang dapat menimbulkan permusuhan. Dengan melaksanakan apa yang tersurat dalam surat Al-Maidah ayat 2 tentu akan tercipta kerjasama yang baik. Tentunya
dengan adanya kerjasama yang baik tersebut dapat pula menciptakan komunikasi antar siswa dalam membahas pertanyaan yang telah diberikan oleh guru, karena jika hanya menggunakan metode pembelajaran ceramah, siswa cenderung individu atau perseorangan didalam pembelajaran.
Kemampuan komunikasi yang baik akan dapat membantu dan memfasilitasi penyampain gagasan-gasasan serta bertukar informasi dalam proses pembelajaran (Fitriah, dkk. 2020: 547).
Hasil penelitian terkait strategi active knowledge sharing yang telah dilakukan oleh Wardani (2021:44) isimpulkan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing secara konsisten terhadap kemampuan komunikasi tuli siswa Kelas X IPA. Kelas menggunakan strategi Active Knowledge Sharing mendapatkan nilai rata-rata 69,16 dan Kelas yang menggunakan metode konvensional mendapatkan rata-rata 57,56. Peneliti lainnya oleh Syafar (2020:
51) hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen penerapan strategi active knowledge sharing lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata- rata nilai uji N-Gain pada kelas kontrol yaitu 0,63 yang dikategorikan sedang dan nilai rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 0,74 yang dikategorikan tinggi. Peneliti yang hampir sama terkait pengaruh strategi active knowledge sharing dilakukan oleh Salmawati (2017:55) hasil penelitian yang dilakukan yaitu data nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 83,00 berada pada kategori sangat tinggi, sehingga disimpulkan bahwa siswa di kelas XI IPA 3 kelas eksperimen memiliki keterampilan bertanya sangat tinggi.
Implementasi strategi active knowledge sharing akan maksimal jika di dalamnya juga menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai perantara atau penghubung antara guru dengan siswa dan tujuannya untuk memotivasi siswa agar terus belajar secara holistik dan bermakna (Hasan, dkk. 2021: 29). Media ini berfungsi menyalurkan pesan dari sumber pesan ke penerima pesan, untuk menarik perhatian, mengartikulasikan sajian ide, mengilustrasikan fakta yang mudah dilupakan dan jika secara grafis atau dengan memvisualisasikan prosesnya, itu sederhana dan Mudah diingat.
Hasil penelitian terkait media pembelajaran yang telah dilakukan oleh Indriyani (2018: 76) dinyatakan bahwa dalam uji coba produk pada tahap uji coba lapangan yang di ikuti 33 peserta didik aspek tampilan poster mendapatkan persentase validasi sebesar 86% dan aspek penyajian mendapatkan persentase 85% dengan kategori “Sangat Layak”, dengan indikator tampilan dan penyajian. Peneliti lainnya oleh Rizkiani (2019:73) Berdasarkan data yang diperoleh perbandingan antara thitung dengan ttabel, jika thitung ≥ ttabel maka terdapat perbedaan yang signifikan atau terdapat pengaruh metode mind mapping berbantuan poster 3D terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan bapak Drs. Imam Nawawi selaku guru biologi kelas XI IPA di MAN 2 Jember. Hasil dari wawancara yaitu bahwa proses pembelajaran biologi di kelas XI IPA MAN 2 Jember masih belum menggunakan strategi pembelajaran active knowledge sharing,
akan tetapi masih menggunakan metode ceramah yang kurang memfasilitasi kerja sama tim antar siswa satu dengan yang lain, sehingga siswa cenderung individual atau perseorangan didalam pembelajaran. Selain hanya menggunakan metode ceramah, media pembelajaran yang digunakan yaitu hanya Lembar Kerja Siswa (LKS). Sehingga kurang menampilkan gambar pada proses pembelajaran. Inilah yang kemudian membuat pelajaran biologi terkadang sangat membosankan, yang mengakibatkan susasana proses pembelajaran menjadi monoton dan kurang menarik perhatian siswa.
Gambaran permasalahan di atas menunjukkan bahwa pembelajaran biologi perlu diperbarui guna untuk meningkatkan kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi siswa pada pembelajaran biologi.
Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Active knowledge sharing Berbantuan Poster Bergambar terhadap Kemampuan Kerja Sama dan Keterampilan Komunikasi Siswa pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Kelas XI IPA di Man 2 Jember”.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana kemampuan kerja sama siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember setelah penerapan strategi pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar?
2. Bagaimana keterampilan komunikasi siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2
Jember setelah penerapan strategi pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar?
3. Adakah pengaruh pembelajaran strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap kemampuan kerja sama siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember?
4. Adakah pengaruh pembelajaran strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap keterampilan komunikasi siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember?
C. Tujuan penelitian
1. Untuk mendeskripsikan kemampuan kerja sama siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember setelah penerapan pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar.
2. Untuk mendeskripsikan keterampilan komunikasi siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember setelah penerapan pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar.
3. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap kemampuan kerja sama siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember.
4. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap keterampilan komunikasi siswa pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember.
D. Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan, kerja sama, dan keterampilan komunikasi antar siswa satu dengan yang lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Selain itu, penelitian ini bisa menjadikan bahan masukan untuk menggunakan strategi active knowledge sharing bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan dapat menjadikan penelitian ini lebih lanjut terhadap objek sejenis atau aspek lainnya yang belum tercantum dalam penelitian ini.
2. Manfaat Praktis
Manfaat penelitian secara praktis diantaranya sebagai berikut:
a. Bagi Institusi
Hasil penelitian ini diharapkan memberi kontribusi bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan khususnya program studi Tadris Biologi sebagai referensi untuk meneliti strategi yang sama, yaitu pengaruh strategi pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi siswa.
b. Bagi Lembaga
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tambahan referensi tentang penggunaan strategi pembelajaran active
knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi siswa, sehingga dapat bermanfaat untuk pengembangan lembaga.
c. Bagi Siswa
Peneliitian ini dapat menambah kerja sama dan komunikasi antar siswa agar dapat meningkatkan mutu pendidikan siswa dengan berkembangnya jiwa solidaritas antar siswa dalam suatu kelompok dan keterampilan komunikasi siswa.
d. Bagi Guru
Penelitian ini dapat dijdikan sebagai bahan studi lanjutan yang relevan dan bahan kajian ke arah pelaksaan strategi pembelajaran guru dalam proses kegiatan belajar mengajar dikelas.
e. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan bagi peneliti khususnya tentang pengaruh strategi pembelajaran active knowledge sharing terhadap kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi siswa.
E. Ruang lingkup penelitian
Ruang lingkup penelitian yang berjudul Pengaruh Strategi Pembelajaran Active knowledge sharing Berbantuan Poster Bergambar terhadap Kemampuan Kerja Sama dan Keterampilan Komunikasi Siswa pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Kelas XI IPA di Man 2 Jember ini meliputi 2 variabel, yakni 1 variabel bebas yaitu Strategi Pembelajaran Active knowledge
sharing Berbantuan Poster Bergambar, 2 variabel terikat yaitu kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi.
Untuk mengantisipasi terlalu luasnya lingkup permasalahan penelitian ini, maka peneliti perlu membatasi permasalahan penelitiannya, yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian ini menggunakan variabel strategi pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar materi sistem pertahanan tubuh.
2. Pengaruh strategi pembelajaran active knowledge sharing berbantuan poster bergambar terhadap kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi siswa diukur menggunakan tes dan angket.
3. Objek penelitian terbatas, hanya pada siswa kelas XI IPA di MAN 2 Jember.
a. Variabel Penelitian
Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini, dibedakan menjadi 2, yiatu:
1) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh strategi active knowledge sharing berbantuan poster bergambar.
2) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi siswa materi sistem pertahanan tubuh kelas XI IPA di MAN 2 Jember.
b. Indikator variabel
Setelah variabel penelitian terlaksana kemudian dilanjutkan dengan menyajikan indikator-indikator variabel yang merupakan rujukan empiris dan variabel yang diteliti. Indikator ini nantinya akan dijadikan dasar dalam pembuatan poin-poin atau item pertanyaan dalam angket. Dari variabel penelitian diatas, maka diperoleh indikator variabel sebagai berikut:
Tabel 1.1
Indikator Variabel Penelitian
Variabel Indikator
Strategi pembelajaran active knowledge sharing
berbantuan poster bergambar
a. Adanya pertanyaan dari guru b. Siswa menjawab pertanyaan c. Siswa mencari jawaban yang benar
dengan bantuan teman-temannya d. Guru memeriksa jawaban siswa Kemampuan Kerja Sama a. Saling ketergantungan positif
b. Interaksi tatap muka c. Tanggung jawab individu d. Komunikasi antar anggota e. Proses kelompok
Keterampilan komunikasi a. Keterampilan berkomunikasi verbal, meliputi: melakukan diskusi, mempresentasikan hasil diskusi, menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, menuliskan hasil akhir diskusi, tata bahasa yang baik, pembicaraan singkat, jelas, dan mudah dimengerti serta suara terdengar jelas.
b. Keterampilan berkomunikasi nonverbal, meliputi: melihat lawan bicara, ekspresi wajah yang ramah, dan gerakan tangan yang sesuai dengan kata-kata yang diucapkan.
Sumber: Skripsi (Salmawati, 2017), Skripsi (Anjani, 2018), dan Jurnal (Sugianto, 2015).
F. Definisi operasional
Pada bagian ini, penulis akan memberikan definisi operasional supaya selanjutnya dapat dimengerti dengan mudah variabel-variabel yang akan dibahas pada penelitian ini. Selanjutnya agar tidak timbul kesalahpahaman, definisinya adalah sebagai berikut:
1. Strategi active knowledge sharing merupakan suatu strategi dalam pembelajaran yang prosesnya menuntut adanya kerja sama antar anggota kelompok untuk saling membantu teman sekelompok maupun antar kelompok dengan cara berbagi pengetahuan. Dalam penelitian ini, pelaksanaan Strategi active knowledge sharing dibantu dengan adanya poster bergambar supaya lebih memudahkan siswa dalam memahami materi.
2. Kemampuan kerja sama adalah sebuah proses kerja sama yang dilakukan dalam suatu kelompok pada saat diskusi. Dalam penelitian ini kerja sama yang diharapkan antara lain: saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, tanggung jawab individu, komunikasi antar anggota kelompok, dan proses dalam kelompok.
3. Keterampilan komunikasi adalah sebuah komunikasi yang dilakukan antar siswa pada saat diskusi dan menyampaikan pendapat kelompoknya, selain itu siswa juga dapat menyampaikan pendapatnya pada soal essay yang telah diberikan. Dalam penelitian ini siswa diberi lebih banyak kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, baik dalam hal menjawab pertanyaan, bertanya kepada guru, maupun teman lain saat proses pembelajaran.
13 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian terdahulu
Penelitian terdahulu merupakan hasil dari penelitian yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilaksanakan. Penelitian terdahiulu dapat dijadikan sebagai pandangan bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian.
Berikut penelitian terdahulu dalam penelitian ini:
1. Penelitian oleh Salmawati (2017: 55) dengan judul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Active knowledge sharing Terhadap Keterampilan Bertanya Dan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Sma Negeri 11 Makassar”.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari strategi Active knowledge sharing yang signifikan terhadap keterampilan bertanya, dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 83,00 apabila dimasukkan dalam kedua kategori sebelumnya, berada pada kategori sangat tinggi sehingga disimpulkan bahwa siswa di kelas XI IPA 3 kelas eksperimen memiliki keterampilan bertanya sangat tinggi.
2. Penelitian oleh Yamin Mohamad (2018: 107) dengan judul “Penerapan Strategi Pembelajaran Active knowledge sharing Untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII Smp Negeri 2 Batukliang Tahun Pelajaran 2017/2018”. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa data observasi pada keterampilan berkomunikasi siswa hasil persentase pada siklus I sebesar 57,6% kategori cukup terampil dan pada siklus II meningkat menjadi 76,9% kategori
terampil. Sedangkan untuk hasil belajar siswa nilai rata-rata pada siklus I 62,30 dengan persentase 61,53%, setelah diadakan siklus II nilai rata- ratanya meningkat menjadi 70,19 dengan persentase 88,46%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan strategi pembelajaran Active knowledge sharing dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa.
3. Penelitian oleh Amirullah, dkk (2019: 69) dengan judul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Active knowledge sharing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X”. Berdasarkan hasil penelitian pada kelas eksperimen dengan menggunakan strategi pembelajaran Active knowledge sharing dan pada kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvesional, menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85,97 dan kelas kontrol sebesar 70,02. Penguasaan materi siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan pada kelas kontrol.
4. Penelitian oleh Syafar Nursuciati (2020: 51) dengan judul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Active knowledge sharing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Pernapasan Kelas XI Sman 10 Makassar”. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari strategi active knowledge shraing yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Uji N-Gain, perbandingan antara nilai pretest dan Posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai uji N-Gain pada kelas eksperimen yaitu 0,74 yang dikategorikan tinggi, sedangkan pada kelas kontrol hasil nilai uji N-Gain
yaitu 0,63 yang dikategorikan sedang. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa dari kedua kelas memiliki perbedaan pada hasil belajar dan uji gain ternormalisasi dapat diketahui adanya perngaruh yang signifikan dari strategi Active knowledge sharing terhadap hasil belajar siswa.
5. Penelitian oleh Wardani Rahma (2021: 46) dengan judul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing Berbasis Socio Scientific Issues Terhadap Communication Skills Siswa Kelas X Smas Pab 4 Sampali Pada Materi Keanekaragaman Hayati”. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari strategi active knowledge shraing yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan Berdasarkan uji hipotesis dengan memakai rumus independent sample t-test, hasil hitung independentsample t-testuntuk hasil kemampuan komunikasi tulis ialah signifikan atau sig. (2-tailed) ialah 0,011 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini karena signifikansi atau sig.(2-tailed)
>0,05.
Adapun persamaan dan perbedaan dari kelima penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilaksanakan dapat digambarkan pada tabel berikut:
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu No Nama, Tahun
dan Judul Penelitian
Persamaan Perbedaan
Penelitian Terdahulu Penelitian Saat ini 1. Salmawati,
2017, Pengaruh Strategi
Pembelajaran Active
knowledge sharing Terhadap Keterampilan Bertanya Dan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Sma Negeri 11 Makassar
a. Metode penelitian Kuantitatif (eksperimen) b. Jenis
penelitian quasi
experimental design
c. Variabel bebas menggunakan strategi active knowledge sharing d. Sampel
penelitian menggunakan purposive sampling e. Desain
penelitian nonequivalent group Posttest design
a. Variabel terikat keterampilan bertanya dan motivasi belajar
a. Variabel terikat kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi
2. Yamin
Mohamad, 2018, Penerapan Strategi
Pembelajaran Active
knowledge sharing Untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas VIII Smp Negeri 2
a. Variabel bebas menggunakan strategi active knowledge sharing
a. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif
Variabel terikat keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa
a. Pendekatan kuantitatif
b. Variabel terikat kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi
No Nama, Tahun dan Judul Penelitian
Persamaan Perbedaan
Penelitian Terdahulu Penelitian Saat ini Batukliang
Tahun Pelajaran 2017/2018 3. Amirullah, dkk,
2019, Pengaruh Strategi
Pembelajaran Active
knowledge sharing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X
a. Metode penelitian Kuantitatif (eksperimen) b. Jenis
penelitian quasi
experimental design
c. Variabel bebas menggunakan strategi active knowledge sharing d. Desain
penelitian nonequivalent group Posttest design
a. Variabel terikat kemampuan berfikir kreatif
a. Variabel terikat kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi
4. Syafar Nursuciati, 2020, Pengaruh Strategi
Pembelajaran Active
Knnowledge Sharing
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Pernapasan Kelas XI Sman 10 Makassar
a. Metode penelitian Kuantitatif (eksperimen) b. Jenis
penelitian quasi
experimental design
c. Variabel bebas menggunakan strategi active knowledge sharing
a. Desain penelitian nonequivalent (pretest dan posttest)
b. Sampel penelitian ditentukan
dengan teknik random
sampling.
c. Variabel terikat hasil belajar siswa
a. Desain penelitian nonequivalet group Posttest only design.
b. Sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling
c. Variabel terikat kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi 5. Wardani, 2021,
Pengaruh Strategi Pembelajaran Active
a. Metode penelitian Kuantitatif (eksperimen) b. Jenis
a. Desain penelitian nonequivalent control group design,
b. Variabel terikat
a. desain penelitian nonequivalent group Posttest only design.
b. Variabel terikat
No Nama, Tahun dan Judul Penelitian
Persamaan Perbedaan
Penelitian Terdahulu Penelitian Saat ini Knowledge
Sharing
Berbasis Socio Scientific Issues Terhadap
Communication Skills Siswa Kelas X Smas Pab 4 Sampali Pada Materi Keanekaragama n Hayati
penelitian quasi
experimental design
c. Variabel bebas menggunakan strategi active knowledge sharing
d. Sampel pada penelitian menggunakan purposive sampling.
communication skills siswa
kemampuan kerja sama dan keterampilan komunikasi
B. Kajian teori
1. Strategi pembelajaran
Strategi berarti "rencana kegiatan yang dibuat dengan hati-hati untuk mencapai tujuan tertentu". Strategi juga dapat diartikan sebagai
“garis besar arah tindakan” guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Strategi pembelajaran merupakan rencana yang mencakup beberapa kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan. Upaya mengimplementasikan rencana pembelajaran yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai secara optimal, maka diperlukan suatu metode yang digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, dapat terjadi satu strategi pembelajaran menggunakan beberapa metode.
Misalnya, untuk melaksanakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada
siswa, bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjukkan pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi (Rusman, 2017: 206).
Strategi pembelajaran adalah pendekatan umum dan seperangkat tindakan yang diambil dan digunakan oleh seorang guru untuk memilih beberapa metode pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran, karena setiap strategi pembelajaran memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Tidak ada strategi pembelajaran tertentu yang lebih baik dari strategi pembelajaran lainnya. Oleh karena itu, guru harus dapat memilih strategi yang dianggap sesuai dengan situasi, hal tersebut penting karena berkaitan dengan keberhasilan belajar mengajar. Terdapat 4 hal yang harus dipertimbangkan pendidik dalam menetapkan strategi pembelajaran sebagai berikut: tujuan pembelajaran yang akan dicapai, keadaan peserta didik, sumber dan fasilitas yang tersedia, dan karakteristik teknik atau metode penyajian. (Haidir dan salim, 2012 :110). Keempat hal tersebut sejalan dengan peraturan pemerintah No. 32 tahun 2013, yang menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satu satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.
Guru memilih beberapa metode pembelajaran yang sesuai.
Misalnya, strategi pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif peserta didik, tentunya tak akan banyak menggunakan metode ceramah, akan tetapi metode-metode lainnya seperti seminar, kerja kelompok, tutorial perorangan atau paket-paket belajar mandiri (Haidir dan salim, 2012: 102).
Dalam konteks pembelajaran, strategi berkaitan pada cara penyampaian materi di lingkungan pembelajaran. Strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai model kegiatan pembelajaran yang dipilih oleh guru, disesuaikan dengan situasi tertentu siswa, kondisi sekolah, lingkungan dan tujuan pembelajaran yang direncanakan. Strategi pembelajaran meliputi metode, teknik, dan prosedur yang akan memastikan bahwa siswa benar- benar mencapai tujuan pembelajaran. (Nasution, 2017:3).
Dalam kegiatan pembelajaran terdapat interaksi antara siswa (belajar) dan guru (mengajar). Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang saling berkaitan. Kegiatan mengajar didasarkan pada perilaku siswa/siswa sedangkan mengajar mengacu pada kegiatan guru. Strategi belajar mengajar mengacu pada “mewujudkan pola umum perilaku guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar”. Oleh karena itu, strategi belajar mengajar dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan guru dan siswa dalam proses pencapaian tujuan. Kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Mu’awanah, 2016: 2). Strategi
pembelajaran adalah bagian-bagian yang saling terkait antara satu dengan lain dengan komponen penting yang mendukung cara kerja pembelajaran serta cara mentransformasi pengalaman pembelajaran melalui teknologi pembelajaran (Aini dan sudira, 2015: 91).
2. Macam-macam Strategi Pembelajaran
Adapun macam-macam strategi pembelajaran menurut (Nasution, 2017:91) adalah sebagai berikut:
a. Strategi Pembelajaran Ekspositori b. Strategi Pembelajaran Inkuiri
c. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) d. Strategi Pembelajaran Kooperatif
e. Strategi Pembelajaran Afektif f. Strategi Pembelajaran Kontekstual g. Strategi Pembelajaran Aktif h. Strategi Pembelajaran Quantum
i. Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing 3. Strategi Active knowledge sharing
a. Pengertian Strategi Active knowledge sharing
Strategi pembelajaran Active knowledge sharing menurut (Zaini, 2016) dalam (Syafar, 2020: 8) Strategi Active knowledge sharing adalah strategi yang memungkinkan siswa mempersiapkan diri dengan cepat untuk mempelajari topik dan juga dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan siswa dan membentuk kerjasama tim.
Strategi pembelajaran Active knowledge sharing (Berbagi Pengetahuan Secara Aktif) adalah sebuah teknik yang bagus untuk menarik para peserta didik dengan segera kepada materi pelajaran. Guru dapat menggunakannya untuk mengukur tingkat pengetahuan para peserta didik, pada saat yang sama membentuk beberapa tim (team building) (Yamin, 2018: 109). Prinsip saling berbagi pengetahuan (knowledge sharing) adalah mentransfer pengetahuan kepada orang lain.
Pengetahuan dapat dibagikan antara satu orang dengan orang lain berdasarkan pengalaman masing-masing. Jadi, strategi active knowledge sharing merupakan strategi belajar yang mampu mendorong siswa aktif berbagi informasi dan pengetahuan kepada teman-temannya yang tidak bisa menyelesaikan soal-soal atau pertanyaan yang diberikan oleh guru maupun kelompok yang lain atau sesama siswa.
Pada kegiatan diskusi, ketika siswa menyampaikan pendapat pada anggota pasangannya maka akan terjadi proses saling tukar pengetahuan (sharing) yang menjadi inti dari strategi pembelajaran Active knowledge sharing. Melalui proses diskusi ini, siswa dapat menerima pendapat yang disampaikan temannya (receiving), menanggapi pendapat temannya (responding), dan menyanggah atau mendukung pendapat temannya (valuing) sehingga pasangannya tersebut akan dapat menyimpulkan suatu gagasan berdasarkan pendapat yang disampaikan siswa-siswa dalam pasanganya tersebut
(organizing) yang pada akhirnya kelompok tersebut dapat memecahkan permasalahan yang telah didiskusikan (characterizing).
(Dewi, dkk. 2011: 83).
b. Kelebihan dan kekurangan strategi active knowledge sharing Strategi pembelajaran Active knowledge sharing memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang dinyatakan oleh Silberman dalam (Syafar, 2020: 10) sebagai berikut:
1) Kelebihan strategi Active knowledge sharing a) Pengetahuan siswa akan lebih luas.
b) Siswa akan lebih mendalami ilmu yang telah dipelajari dari berbagai sumber yang digunakan.
c) Lebih merangsang peserta didik untuk melakukan aktifitas belajar individu atau kelompok.
d) Memperluas wawasan tentang suatu ilmu pengetahuan.
e) Menumbuhkan sikap, sosial, dan solidaritas serta sistem belajar individu atau kelompok.
2) Kelemahan strategi Active knowledge sharing
a) Siswa sulit dikondisikan kecuali pembahasan yang mereka suka dan kuasai saja.
b) Pengetahuan peserta didik yang masih minim sehingga berakibat terhadap proses sharing.
c) Butuh persiapan yang matang bagi peserta didik untuk materi yang belum diketahui sama sekali.
c. Langkah-langkah strategi pembelajaran active knowledge sharing Strategi pembelajaran active knowledge sharing (berbagi pengetahuan) menurut Zaini (2008) dalam (Kamal, 2007: 370) sebagai berikut:
1) Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan di ajarkan. Pertanyaan-pertanyaan itu dapat berupa:
a) Defenisi suatu istilah.
b) Pertanyaan dalam multiple choise.
c) Mengidentifikasi seseorang.
d) Menanyakan sikap atau tindakan yang mungkin dilakukan.
e) Melengkapi kalimat.
2) Minta siswa untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3) Minta semua siswa untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui atau diragukan jawabannya.
4) Minta siswa untuk kembali ke tempat duduk mereka kemudian periksalah jawaban mereka. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh peserta didik. Gunakan jawaban-jawaban yang muncul sebagai jembatan untuk mengenalkan topik yang penting di kelas.
4. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium.
Medium dapat didefenisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima. Media pembelajaran yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran (Parata dan Zawawi, 2018:10).
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali (Nasution, 2017: 64). Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan sebagai perantara atau penghubung dari pemberi informasi yaitu guru kepada penerima informasi atau siswa yang bertujuan untuk menstimulus para siswa agar termotivasi serta bisa mengikuti proses pembelajaran secara utuh dan bermakna (Hasan Muhamad, 2021: 29).
Pengertian media pembelajaran secara singkat dapat dikemukakan sebagai sesuatu (bisa berupa alat, bahan, atau keadaan) yang digunakan sebagai perantara komunikasi dalam kegiatan pembelajaran (Miftah, 2013:98). Jadi media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan,
sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
b. Macam-macam media pembelajan
Macam-macam media secara umum dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:
1) Media visual, menampilkan materi pembelajaran yang dapat dilihat oleh mata. Media ini mengandalkan indra penglihatan. Contoh:
foto, gambar, buku, komik, poster, majalah, gambar tempel, alat peraga, dan sebagainya.
2) Media audio, menampilkan materi pembelajaran yang dapat di dengar oleh telinga. Media ini mengandalkan indra pendengaran.
Contoh: suara, alat musik, musik, lagu, siaran radio, dan sebagainya.
3) Media audio visual, menampilkan materi pembelajaran yang dapat dilihat oleh mata dan dapat didengar oleh telinga secara bersamaan.
Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan pada saat yang bersamaan. Contoh: film, media drama, televisi, pementasan, dan VCD.
4) Multimedia, merupakan semua jenis media yang sudah terangkum menjadi satu. Contoh: internet. (Santrianawati, 2018: 10).
c. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber yaitu guru atau pendidik menuju penerima yaitu siswa
(Daryanto, 2016) dalam (Parata dan Zawawi, 2018:142). Sedangkan manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dan hal ini pada gilirannya akan membantu peserta didik belajar secara optimal (Nasution, 2017:64). Manfaat media diantaranya adalah:
1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas.
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan pengajar.
4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
6) Proses pembelajaran mengandung beberapa komponen, yaitu:
guru, bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa, dan tujuan pembelajaran.
5. Poster
a. Pengertian Poster
Poster merupakan sajian kombinasi visual yang jelas, mencolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian.
Maksudnya suatu gambar dengan warna yang menarik dan mencolok dengan maksud digunakan guru sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran sehinnga dapat menarik perhatian siswa dan mudah
dipahaminya. Poster merupakan obyek gambar dalam ukuran besar sebagai media pengajaran yang diberi warna yang kuat serta makna yang terkandung didalamnya sehingga siswa yang melihat mudah mengingatnya. Poster yang dibuat untuk pendidikan pada prinsipnya merupakan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk ilustrasi obyek gambar yang disederhanakan dan dibuat dengan ukuran besar.
(Megawati, 2017:11).
Poster diartikan sebagai kombinasi visual yang berisi gambar dan informasi berupa ajakan, pengumuman, atau iklan dengan maksud menarik perhatian atau memotivasi tingkah laku yang ditempatkan ditempat umum dan dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain dengan ukuran sesuai kebutuhan. Poster dalam pengajaran berfungsi sebagai pendorong atau motivasi kegiatan belajar peserta didik. Dipihak lain poster dapat merangsang peserta didik untuk mempelajari lebih jauh atau ingin lebih tau hakikat dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut.
b. Ciri-ciri poster
Ciri-ciri poster yang baik menurut Arief S. Sadiman dalam (Sumartono dan Astuti, 2018: 9) adalah sebagai berikut:
1) Sederhana.
2) Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok.
3) Berwarna.
4) Slogannya.
5) Tulisannya jelas.
6) Motif dan tulisannya bervariasi.
c. Kelebihan dan Kelemahan Media Poster
Menurut (Sumartono dan Astuti, 2018: 10), kelebihan dan kelemahan media poster adalah sebagai berikut:
1) Kelebihan media poster adalah sebagai berikut:
a) dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman terhadap pesan yang disajikan.
b) Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
c) Bentuknya sederhana tanpa memerlukan peralatan khusus dan mudah penempatannya, sedikit memerlukan informasi tambahan.
d) Pembuatannya mudah dan harganya murah.
2) Kelemahan media Poster adalah sebagai berikut:
a) Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya.
b) Diperlukan kemampuan membaca untuk memahami isi poster c) Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
6. Kerja sama
a. Pengertian Kerja Sama
Dalam perkembangan sosial salah satu aspek yang dikembangkan adalah adalah kerja sama. Kerja sama merupakan salah satu fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Hubungan kerja sama
bermakna bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang diajak kerjasama, hubungan dengan pihak lain yang dilaksanakan dalam suatu hubungan yang bermakna adalah hubungan kerja sama (Sitorus, 2018:
10). Menurut Fadlillah Muhammad dalam (Amridha, 2020: 4) kerja sama adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan bersama.
Kerjasama prinsipnya adalah bahwa siswa dapat saling bertukar pikiran dan saling membantu dalam kegiatan pembelajaran, artinya dalam suatu kegiatan masing-masing peserta didik lebih ditekankan untuk saling bekerja sama antar satu dengan yang lain.
b. Indikator Kemampuan Kerja Sama
Indikator kerja sama diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Saling ketergantungan positif 2) Interaksi tatap muka
3) Tanggung jawab individu 4) Komunikasi antar anggota 5) Proses kelompok
c. Manfaat Kerja Sama
Manfaat kerja sama adalah belajar bekerja sama mempersiapkan siswa untuk masa depannya di masyarakat yaitu memacu siswa untuk belajar secara aktif ketika sedang bekerja sama dengan kelompok atau timnya, bukan hanya pasif. Hal ini memotivasi siswa untuk mencapai prestasi akademik yang lebih baik, menghormati
perbedaan yang ada dalam setiap pendapat dan kemajuan dalam kemampuan sosial. Maka hal itu akan membangun kemampuan kerja sama seperti komunikasi, interaksi, rencana kerja sama, berbagi ide, pengambilan keputusan, mendengarkan, bersedia untuk berubah, saling tukar ide dan mensintesis ide. Selain itu Yudha M. Saputra dan Rudyanto dalam (Sitorus, 2018: 15) yang mengatakan manfaat pembelajaran kerjasama adalah :
1) Mampu mengembangkan aspek moralitas dan interaksi sosial peserta didik karena melalui kerjasama anak memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan anak yang lain.
2) Mempersiapkan siswa untuk belajar bagaimana caranya mendapatkan berbagai pengetahuan dan informasi sendiri, baik guru, teman, bahan pelajaran ataupun sumber belajar yang lain.
3) Meningkatkan kemampuan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain dalam sebuah tim.
4) Membentuk pribadi yang terbuka dan menerima perbedaan yang terjadi.
5) Membiasakan anak untuk selalu aktif dan kreatif dalam mengembangkan analisisnya.
7. Keterampilan Komunikasi
a. Pengertian Keterampilan Komunikasi
Keterampilan komunikasi menurut Santrock dalam (Sugianto, valentina. 2015: 01) merupakan keterampilan yang diperlukan seseorang dalam berbicara, mendengar, mengatasi hambatan komunikasi verbal, memahami komunikasi nonverbal dari komunikan dan mampu memecahkan konflik secara konstruktif. Keterampilan komunikasi sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi baik secara interpersonal, kelompok maupun publik agar komunikasi dapat memecahkan suatu permasalahan yang terjadi.
Kemampuan berkomunikasi menjadi syarat penting dalam proses pembelajaran karena dapat membantu dan memfasilitasi peserta didik untuk mengutarakan gagasan, serta bertukar informasi dengan guru atau sesama peserta didik. Keterampilan berkomunikasi peserta didik juga akan memberikan suasana yang mendukung pembelajaran aktif dimana peserta didik memiliki kepercayaan diri dalam mengemukakan argumentasinya dan menjadi sarana dalam mengembangkan sikap empati dalam menghargai perbedaan pendapat yang akan mereka temukan dalam lingkungan masyarakat (Marfuah, 2017: 148).
b. Indikator Keterampilan Komunikasi
1) Keterampilan berkomunikasi verbal, meliputi: melakukan diskusi, mempresentasikan hasil diskusi, menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, menuliskan hasil akhir diskusi, tata bahasa yang baik, pembicaraan singkat, jelas, dan mudah dimengerti serta suara terdengar jelas.
2) Keterampilan berkomunikasi nonverbal, meliputi: melihat lawan bicara, ekspresi wajah yang ramah, dan gerakan tangan yang sesuai dengan kata-kata yang diucapkan.
3) Manfaat keterampilan komunikasi, diantaranya adalah:
1) Mempermudah siswa untuk berdiskusi.
2) Mempermudah untuk mencari informasi.
3) Mempercepat mengevaluasi data.
4) Memperlancar membuat hasil kerja atau laporan, 8. Materi Sistem Pertahanan Tubuh
a. Fungsi Sistem Pertahanan Tubuh
Sistem Pertahanan Tubuh atau Sistem Imunitas adalah sistem pertahanan yang berkenan dalam menghancurkan serta menetralkan benda-benda asing atau sel-sel abnormal yang berpotensi merugikan bagi tubuh. Sedangkan Imunitas (kekebalan) adalah kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel-sel abnormal.
Gambar 2.1
Ilustrasi Pertahanan Tubuh
Fungsi dari sistem kekebalan tubuh, yaitu :
1) Mempertahankan tubuh dari pathogen invasif, misalnya virus dan bakteri.
2) Melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal yang berasal dari tumbuhan dan hewan, serta zat kimia.
3) Menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak akibat suatu penyakit.
4) Mengenali dan menghancurkan sel abnormal (mutan) seperti kanker.
Gambar 2.2 Ilustrasi Tubuh
b. Mekanisme Pertahanan Tubuh
Mekanisme pertahanan tubuh merupakan imunitas bawaan sejak lahir, berupa komponen normal tubuh yang selalu ditemukan pada individu sehat, dan siap mencegah serta menyingkirkan dengan cepat antigen yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh manusia memiliki dua macam mekanisme pertahanan tubuh, yaitu:
1) Pertahanan Nonspesifik
a) Pertahanan Fisik, Kimia, dan Mekanis terhadap Agen Infeksi Kulit yang sehat dan utuh, menjadi garis pertahanan pertama
terhadap antigen, membran mukosa yang melapisi permukaan bagian dalam tubuh, menyekresikan mucus sehingga dapat merangkap antigen, serta menutup jalan masuk ke sel epitel.
b) Fagositosis
Merupakan garis pertahanan ke-2 bagi tubuh melalui proses penelanan dan pencernaan mikroorganisme dan toksin yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Proses ini dilakukan oleh neutrofil dan makrofag, yang bergerak secara kemotaksis (dipengaruhi oleh zat kimia).
c) Inflamasi (Peradangan)
Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera, yang ditandai dengan kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, dan kehilangan fungsi. Tujuannya untuk membawa fagosit dan protein plasma ke jaringan yang terinfeksi untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen penyerang, membersihkan debris, serta mempersiapkan penyembuhan dan perbaikan jaringan.
Gambar 2.3. Pertahanan Saat Terjadi
Keterangan gambar :
(1) Jaringan mengalami luka, kemudian merangsang mastosit mengeluarkan baik histamine maupun senyawa kimia lainnya.
(2) Terjadi pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan kecepatan aliran darah sehingga permeabilitas pembuluh darah meningkat. Hal ini mengakibatkan terjadinya perpindahan sel-sel fagosit (neutrofil dan monosit) menuju jaringan yang terinfeksi (3) Sel-sel fagosit kemudian memakan patogen
d) Zat Antimikroba Spesifik yang Diproduksi Tubuh
Zat antimikroba terdiri dari Interferon, yaitu protein antivirus yang berfungsi menghalangi banyaknya virus dan komplemen, yaitu protein plasma yang tidak aktif dan dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen.
2) Pertahanan Spesifik (Adaptif)
Sistem pertahanan tubuh spesifik merupakan sistem kompleks yang memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik, misalnya bakteri, virus, dan toksin yang dianggap asing.
Berikut merupakan yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh spesifik, diantaranya yaitu: