• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Penjualan Perusahaan

N/A
N/A
Gresya

Academic year: 2025

Membagikan "Pengaruh Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Penjualan Perusahaan"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang dimilikinya. Setiap perusahaan memerlukan karyawan sebagai tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Karyawan merupakan aset berharga bagi perusahaan, dan ada banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja dari karyawan. Keberadaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan sangat krusial, terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang penjualan. Kehadiran karyawan menjadi elemen terpenting dalam pelaksanaan rencana organisasi yang telah ditetapkan. Sumber daya manusia merupakan aset yang terpenting dalam kemajuan suatu perusahaan (Lamandasa et al., 2023). Oleh karena itu, penting bagi suatu perusahaan untuk memperhatikan manajemen sumber daya manusianya dengan baik.

Dalam industri otomotif yang sangat kompetitif, kinerja karyawan, khususnya pada karyawan di bidang penjualan atau sales, menjadi faktor penentu bagi keberhasilan Perusahaan. Seorang sales memiliki tugas utama yaitu menjual dan mempromosikan produk kepada pelanggan, selain itu karyawan sales juga bertugas untuk mencari pelanggan baru, membina hubungan dengan pelanggan yang sudah ada, dan memberikan informasi produk secara jelas dan akurat.

Mencapai target penjualan adalah salah satu fokus utama seorang karyawan sales di mana mereka berusaha untuk memenuhi atau melampaui target yang telah ditetapkan oleh Perusahaan. Sales juga melakukan analisis pasar untuk memahami

(2)

tren dan kebutuhan pelanggan, serta strategi pesaing, guna merumuskan pendekatan penjualan yang lebih efektif.

Di ketahui bahwa karyawan pada bagian sales di bagi dalam 4 grade yaitu sales magang, junior sales executive, sales executive dan senior sales executive.

Secara umum karyawan bagian sales merupakan karyawan dengan beban kerja yang cukup berat, karena sebagai ujung tombak untuk mencapai target dari Perusahaan yang dimana menjadikan Perusahaan tersebut akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Kinerja dari seorang sales tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individual saja, tetapi juga oleh faktor-faktor lain yaitu beban kerja dan motivasi kerja.

Beban kerja dapat diartikan sebagai sesuatu yang terjadi akibat adanya keterbatasan kapasitas dalam menyelesaikan pekerjaan. Beban kerja merupakan sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi dalam waktu yang ditentukan (Nabila & Syarvina, 2022). Dalam menyelesaikan pekerjaan, seorang karyawan dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan pada tingkatan tertentu. Namun apabila keterbatasan yang dimiliki karyawan menghambat tercapainya hasil kerja pada tingkatan yang diharapkan, maka telah terjadi kesenjangan antara tingkat kemampuan yang diharapkan dengan tingkat kapasitas yang dimiliki. Kesenjangan tersebut menyebabkan timbulnya kegagalan. Beban kerja adalah beban pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dengan penyediaan waktu yang terbatas, sehingga karyawan tidak mampu untuk menyelesaikannya (Rochman & Ichsan, 2021).

(3)

Tabel 1.1

Jumlah karyawan periode Januari-Oktober 2024

Bulan

Jabatan

Tota Branch l

Manage r

CR P

Administratio n

Sale s

Aftersale s

Used Car

Januari 1 1 11 10 27 1 51

Februari 1 1 11 10 27 1 51

Maret 1 1 11 11 27 1 52

April 1 1 11 13 27 1 54

Mei 1 1 11 13 27 1 54

Juni 1 1 11 13 27 1 54

Juli 1 1 11 8 27 1 49

Agustus 1 1 11 13 27 1 54

September 1 1 11 13 27 1 54

Oktober 1 1 11 10 27 1 51

Sumber data: PT Hadji Kalla Toyota Poso

Tabel diatas menunjukan bahwa pada bulan juli, jumlah karyawan di bagian Sales menurun menjadi 8 orang, yang merupakan angka terendah selama periode januari sampai oktober 2024. Selain itu, terdapat juga ketidaktetapan dalam jumlah karyawan Sales setiap bulannya, yang dapat mencerminkan ketidakstabilan dalam tim yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kinerja tim dan target penjualan yang ingin di capai.

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan pada lingkungan kerja karyawan Sales pada PT Hadji Kalla Toyota di ketahui bahwa tuntutan pekerjaan yang di berikan kepada seorang sales yaitu berupa target penjualan mobil yang harus selalu dipenuhi tiap bulan minimal 3 buah mobil dan akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali. Para karyawan yang tidak memenuhi target akan di berikan surat peringatan atau di turunkan gradenya, seperti jika ia adalah seorang karyawan

(4)

junior sales executive akan di turunkan ke sales magang, sales executive akan di turunkan ke sales junior executive, senior sales executive akan di turunkan ke sales executive dan sales magang akan di berikan sanksi berupa surat peringatan hingga berhentikan. Dari tuntutan pekerjaan tersebut membuat karyawan terpaksa bekerja di luar jam kerja. Beban kerja yang berlebihan dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan pada akhirnya berpengaruh negatif terhadap kinerja. Karyawan yang merasa tertekan mungkin tidak dapat memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan, yang nantinya akan merugikan citra perusahaan dan menurunkan penjualan.

Motivasi kerja merupakan salah satu aspek krusial dalam dunia organisasi dan manajemen. Motivasi adalah sesuatu yang secara internal mendorong seorang ikaryawan/individu untuk melakukan tindakan untuk mencapai sesuatu (Sholeh et al., 2024). Dalam konteks bisnis yang kompetitif saat ini, kemampuan suatu perusahaan untuk memotivasi karyawannya menjadi suatu pembeda utama antara kesuksesan dan kegagalan. Motivasi berperan krusial dalam menentukan suatu tingkat kinerja dari seorang karyawan. Dalam bidang sales, motivasi sering kali berkaitan dengan insentif, penghargaan, dan pengakuan. Karyawan yang merasa dihargai dan termotivasi cenderung lebih aktif dalam mencari peluang penjualan dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

Dari hasil observasi awal yang telah dilakukan pada lingkungan kerja karyawan sales pada PT. Hadji Kalla Toyota di ketahui kurangnya fasilitas yang diberikan pada karyawan sales menyebabkan kesulitan dalam mencapai target dan berpengaruh negatif terhadap motivasi kinerja karyawan.

(5)

Kinerja karyawan adalah salah satu aspek kunci dalam manajemen sumber daya manusia yang mempengaruhi keseluruhan efektivitas dan efisiensi organisasi.

Dalam konteks bisnis modern yang semakin kompetitif, pemahaman yang mendalam tentang kinerja karyawan sangat penting untuk mencapai tujuan strategis Perusahaan. Kinerja yaitu sebuah hasil pencapaian karyawan untuk menyelesaikan tugasnya, dan menentukan berhasil tidaknya tujuan yang telah ditetapkan Perusahaan (Thaharani et al., 2024). Kinerja karyawan memiliki dampak langsung pada produktivitas dan efektivitas organisasi. Karyawan yang berkinerja tinggi dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan organisasi, sementara karyawan yang berkinerja rendah dapat menghambat kemajuan.

PT. Hadji Kalla Toyota, salah satu dealer terbesar di Indonesia merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang berdiri sejak tahun 1969 dan menjadi agen pemasaran mobil toyota di pulau Sulawesi. Terkhusus di Sulawesi Tengah PT Hadja Kalla Toyota memiliki 3 cabang dan salah satunya ialah cabang yang berada di kabupaten poso, yang berada di jalan pulau batam No. 13, Poso.

Merupakan distributor kendaraan bermerek Toyota, perusahaan ini berkomitmen untuk menyediakan kendaraan berkualitas serta memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Selain menjual mobil, Perusahaan ini juga menyediakan layanan purna jual yang mencakup perawatan. Sebagai salah satu Perusahaan penjual kendaraan terbesar di Indonesia, PT. Hadji Kalla Toyota menghadapi tantangan untuk mencapai target penjualan yang tinggi di tengah perubahan pasar yang cepat. Karyawan bidang penjualan atau sales pada PT. Hadji Kalla Toyota berperan penting dalam pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan penjualan.

(6)

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, diketahui bahwa masalah yang terjadi terhadap kinerja karyawan sales pada PT. Hadji Kalla Toyota disebabkan oleh tingginya tekanan untuk mencapai target yang diberikan Perusahaan, sehingga menyebabkan beban kerja yang tinggi dan kurangnya fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan mengakibatkan rendahnya motivasi sehingga mempengaruhi kinerja karyawan. Berdasarkan masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bidang Sales Pada PT. Hadji Kalla Toyota Poso “.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: Bagaimana pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bidang sales pada PT. Hadji Kalla Toyota Poso.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja sales karyawan PT. Hadji Kalla Toyota Poso.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1. Bagi Instansi

Sebagai bahan masukan bagi manajemen PT. Hadji Kalla Toyota Poso dalam mengambil keputusan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan.

1.4.2. Bagi UNSIMAR

(7)

Sebagai bahan referensi terhadap para peneliti selanjutnya yang ingin meneliti masalah Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.

1.4.3. Bagi Peneliti

Untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan studi S-1 pada Program Studi Manajemen fakultas ekonomi UNSIMAR.

(8)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR 2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Kinerja Karyawan 2.1.1.1 Pengertian Kinerja

Kinerja karyawan adalah suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya (Adha et al., 2019).

Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi (Setyo Widodo & Yandi, 2022). Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melakukan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan ketangguhan serta waktu (Lamandasa, 2018).

Berdasarkan pendapat di atas, dapat di simpulkan bahwa kinerja karyawan merupakan penilaian terhadap kemajuan dan prestasi individu dalam mencapai tujuan organisai. Mencakup perilaku nyata yang di tunjukan dalam menjalankan tugas, kecakapan, pengalaman, dan ketanguhan dalam menjalankan tugas.

2.1.1.2 Faktor-Faktor Kinerja Karyawan

Kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, Menurut (Lestary &

Chaniago, 2018) terdapat dua faktor, yaitu :

1. Faktor dari dalam diri adalah pengetahuan, keterampilan dan kompetesi yang dimiliki, motivasi kerja, kepribadian, sikap dan perilaku yang mempunyai pengaruh kinerjanya.

(9)

2. Faktor dari luar dirinya antara lain gaya kepemimpinan atasan, hubungan antara para karyawan, lingkungan kerja tempat karyawan bekerja.

2.1.1.3 Indikator Kinerja Karyawan

Terdapat 4 Indikator-indikator yang dapat mempengaruhi suatu kinerja dari seorang karyawan (Basyid, 2024), yaitu:

1. Efisiensi dan efektivitas 2. Tanggung jawab

3. Disiplin 4. Inisiatif

2.1.2 Beban Kerja

2.1.2.1 Pengertian Beban Kerja

Beban kerja merupakan persepsi atas kegiatan yang membutuhkan proses mental atau kemampuan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, baik dalam bentuk fisik maupun mental (Syamsu et al., 2019). Beban kerja yaitu suatu proses dalam penetapan jumlah jam kerja untuk karyawan yang bertujuan agar menyelesaikan pekerjaan dalam kurun waktu tertentu (Maha & Herawati, 2022).

Beban kerja adalah suatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas dan lingkungan kerja (Putri & Edalmen, 2023)

Berdasarkan pendapat diatas maka di simpulkan bahwa beban kerja merupakan jumlah tuntutan tugas yang harus diselesaikan oleh seseorang dalam kurung waktu tertentu, yang melibatkan aspek fisik dan mental. Beban kerja juga di pengaruhi oleh interaksi antara tugas yang telah diberikan dan lingkungan kerja,

(10)

serta pengaturan jam kerja yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan efisien.

2.1.2.3 Faktor-Faktor Beban Kerja

Menurut (Irawati & Carollina, 2017) faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja dari seorang karyawan dibagi kedalam dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

1. Faktor eksternal yaitu beban yang berasal dari luar tubuh pekerja,yaitu:

a) Tugas. tugas bersifat fisik seperti, tata ruang tempat kerja, kondisi ruang kerja, kondisi ling- kungan kerja, sikap kerja, ataupun beban kerja yang dijalani.

Sedang- kan tugas yang bersifat mental meliputi, tanggug jawab, komplek- sitas pekerjaan, emosi pekerjaan dan sebagainya.

b) Organisasi Kerja, meliputi lamanya waktu kerja, waktu istirahat, shift kerja, sistem kerja dan sebagainya.

c) Lingkungan kerja, lingkungan kerja ini dapat meliputi antara lain, ling- kungan kerja fisik, lingkungan kerja kimiawi, lingkungan kerja biologis dan lingkungan kerja psikologis.

2. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh akibat dari reaksi beban kerja eksternal yang berpontensi sebagai stresor, meliputi faktor somatis (jenis kelamin dan umur).

2.1.2.4 Indikator Beban Kerja

Menurut (Saputra, 2021) terdapat 3 Indikator yang dalam beban kerja yaitu :

(11)

1. Kondisi pekerjaan

2. Penggunaan Waktu Kerja 3. Target yang harus dicapai 2.1.3 Motivasi Kerja

2.1.3.1 Pengertian Motivasi Kerja

Motivasi kerja merupakan kemauan untuk melakukan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi (Putranto & Wijaya, 2024). Motivasi kerja pada hakikatnya merupakan dorongan untuk bekerja yang dipicu oleh rangsangan dari luar atau timbul dari dalam diri individu (Nurdin, 2021). Motivasi merupakan aspek yang menginspirasi seseorang untuk bertindak, dalam pengertian ini, motivasi sering diartikan sebagai aspek dari sikap seorang aktivis (Aulia & Tsuraya, 2023).

Berdasarkan pendapat diatas dapat disumpulkan bahwa motivasi kerja merupakan dorongan atau kemauan individu dalam melakukan upaya maksimal dalam mencapai tujuan organisasi, selain itu motivasi kerja juga berperan sebagai penggerak yang menginspirasi individu untuk bertindak, yang sering kali tercermin dalam sikap aktif dan antusias seseorang dalam bekerja.

2.1.3.2 Teori Motivasi Teori Maslow

Berikut adalah lima tingkatan kebutuhan manusia berdasarkan Hierarki Kebutuhan Maslow (Muhfizar, 2020), yaitu:

1. Kebutuhan Fisiolog (Physiological Needs) Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan manusia paling dasar atau dapat dikatakan kebutuhan primer.

(12)

2. Kebutuhan Keamanan (Safety/Security Needs) Kebutuhan keamanan merupakan kebutuhan manusia akan rasa aman, aman dari kekerasan fisik maupun psikis.

3. Kebutuhan Sosial (Social Needs) Kebutuhan sosial merupakan kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang, kebutuhan mencintai dan dicintai karena manusia adalah makhluk sosial.

4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs) Kebutuhan penghargaan merupakan kebutuhan manusia untuk dihargai.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-actualization Needs) Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan di tingkat pucak dalam hirarki pemenuhan kebutuhan manusia, kebutuhan ini akan dipenuhi saat empat kebutuhan sebelumnya terpenuhi.

2.1.3.3 Indikator Motivasi Kerja

Motivasi kerja dari seorang karyawan dapat diukur melalui beberapa indicator (Saripuddin, 2019), yaitu sebagai berikut:

1. Kerja keras

2. Orientasi masa depan 3. Tingkat cita-cita yang tinggi 4. Orientasi tugas/sasaran 5. Usaha untuk maju 6. Ketekunan

7. Rekan kerja

8. Pemanfaatan waktu

(13)

2.1 Penelitian Terdahulu

2.3 Kerangka Pikir

No Judul Peneliti/Tahun Hasil Penelitian

1. Analisis Pengaruh

Beban Kerja

Terhadap Kinerja

Karyawan PT.

Perkebunan

Nusantara IV Medan

(Nabila &

Syarvina, 2022) beban kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan

2. Bagaimanakah konflik peran dan

beban kerja

mempengaruhi kinerja karyawan dengan burnout sebagai variabel intervening

(Syamsu et al., 2019)

Beban kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan PT. EDI Indonesia

3. Pengaruh Motivasi

Kerja dan

Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan: Studi Kasus pada PT Denki Engineering

(Nurdin, 2021) Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

4. Motivasi kerja

berpengaruh

signifikan terhadap kinerja karyawan

(Aulia &

Tsuraya, 2023)

motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan

(14)

Kinerja karyawan menjadi faktor penting dalam perusahaan, terutama pada karyawan Sales yang berperan langsung dalam pencapaian target penjualan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk beban kerja dan motivasi kerja. Seorang karyawan sales dengan beban kerja yang terkelolah dengan baik dan motivasi yang tinggi dapat memberikan hasil kinerja lebih baik diperusahaan.

Indikator beban kerja dan motivasi kerja dievaluasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja karyawan di PT Hadji Kalla Toyota Poso. Hubungan antar variabel tersebut ditunjukkan dalam gambar kerangka pikir berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Karyawan Sales

Beban Kerja Motivasi Kerja

Karyawan Bidang Sales

Kinerja Karyawan

Masalah

Teknik Analisis Data Hasil

Penelitian

(15)

BAB III Metode Penelitian 3.1 Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan bagian Sales pada PT Hadji Kalla Toyota Poso yang beralamatkan di Jl. Pulau Batam No.18, Moengko, Kecamatan.

Poso Kota, Sulawesi Tengah. Alasan memilih tempat penelitian yaitu karena Karyawan sales PT Hadji Kalla Toyota Poso menghadapi tekanan tinggi untuk mencapai target penjualan, yang mengakibatkan beban kerja berlebihan.

Kurangnya fasilitas yang memadai juga berkontribusi pada rendahnya motivasi kerja, yang menghambat kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan yang optimal. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti di tempat tersebut

Peneliti melakukan peneliatan dengan waktu selama 4 bulan terhitung sejak Februari sampai Mei 2025.

3.2 Metode Penelitian

Metode ini menggunakan model penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif, yang bersifat metode survey dengan penyebaran kuisioner dan memberikan daftar wawancara kepada responden.

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan sumber data yang dugunakan dalam penelitian ini yaitu:

3.3.1 Data Primer

merupakan hasil langsung dari jawaban responden yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner

(16)

3.3.2 Data Sekunder

merupakan informasi yang dikumpulkan dari objek peneliti yang telah terdokumentasi, yang mencakup data kepegawaian, laporan tahunan, dan struktur organisasi.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam mengukur variabel-variabel yang diteliti yaitu:

3.4.1 Observasi

Merupakan jenis penelitian yang dilakukan secara langsung dalam menentukan data yang diambil pada saat melakukan observasi langsung untuk mengamati kinerja dari karyawan.

3.4.2 Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden atau informan terkait penelitian.

3.4.3 Kuesioner

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden sebagai sampel pada penelitian.

3.4.4 Dokumentasi

Merupakan komponen penelitian yang dilakukan selama proses penyebaran kuesioner, wawancara, dan hasil observasi.

(17)

3.5 Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh karyawan yang ada di PT Hadji Kalla Toyota Poso yang berjumlah 51 orang yang telah terbagi dalam bidangnya masing-masing. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pada bidang Sales yang berjumlah 10 orang pada saat pengambilan data pada bulan November 2024 dan sudah terbagi dalam 4 grade.

3.6 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kualitatif, karena data yang diperoleh melalui skala likert dengan penyebaran kuisioner. Data angket yang terkumpul diolah dengan menggunakan teknik skala likert. Teknik analisis data skala linkert merupakan jenis yang digunakan untuk mengukur variabel fenomena (fenomena sosial spesifik) seperti sikap, pendapat dan presepsi social seseorang atau sekelompok orang (Sugiono, 2012). Berikut adalah skor perhitungan Skala Likert:

Tabel 3.1 Skor Pernyataan

Su

mb er

Data: (Sugiono, 2012)

No Pernyataan Skor

1 Sangat Setuju (SS) 3

2 Setuju (S) 2

3 Tidak Setuju (TS) 1

(18)

Berikut adalah rumus Skala Likert n x i

Interval = Skor tertinggi-skor terendah Skala Pengukuran

Keterangan: n = Total jumlah responden yang memilih i = jumlah pertanyaan

3.7 Definisi Oprasional

Definisi operasional variable indikator dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.7.1. Beban Kerja

Beban kerja merupakan beban pekerjaan yang diberikan pimpinan sesuai jabatan yang diemban dan peran karyawan pada PT. Hadji Kalla Toyota Poso.

Beban kerja dapat diukur dalam 3 indikator yaitu:

1. Tingkat Kerapian 2. Penggunaan waktu 3. Tingkat kesulitan kerja 3.7.2. Motivasi Kerja

Motivasi Kerja merupakan tindakan yang dilakukan pada diri karyawan untuk lebih meningkat hasil kerja dan tingkat kepuasan terhadap karyawan pada PT.

Hadji Kalla Toyota Poso. Motivasi kerja dapat diukur dalam 4 indikator yaitu:

(19)

2. Kepuasan kerja

3. Dukungan di tempat kerja 3.7.3. Kinerja Karyawan

Kinerja merupakan hasil kerja yang diperoleh selama karyawan bekerja yang nantinya dibandingkan dengan hasil kerja sebelumnya pada PT. Hadji Kalla Toyota Poso. Kinerja dari seorang karyawan dapat diukur dalam 3 indikator yaitu:

1. Tingkat kerapian

2. Ketepatan waktu dalam bekerja 3. Pengetahuan dalam pekerjaan

(20)

BAB lV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PT Hadji Kalla Toyota Poso merupakan salah satu cabang Perusahaan yang bergerak dibidang otomotif khususnya sebagai dealer resmi mobil Toyota. yang beralamatkan di Jl. Pulau Batam No.18, Kelurahan. Moengko, Kecamatan. Poso Kota. Perusahaan ini berfokus pada penjualan dan layanan purna jual mobil Toyota di wilayah Sulawesi Tengah. Perusahaan ini memiliki 51 karyawan yang terbagi dalam beberapa divisi, di antaranya karyawan bidang sales yang terdiri dari 10 orang.

Kinerja karyawan, khususnya pada bidang sales memegang peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan, termasuk target penjualan dan kepuasan pelanggan. Namun diketahui bahwa karyawan sales mengalami beban kerja yang berlebihan di karenakan Karyawan di bagian sales memiliki tugas untuk mencapai target penjualan, yang memicu tekanan tinggi dan rendahnya motivasi akibat kekurangan fasilitas pendukung. Kondisi ini berpotensi mengganggu kinerja mereka, yang sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

4.1.2 Struktur Organisasi, Tugas Pokok Dan Fungsi Karyawan

Struktur organisasi merupakan suatu sistem atau kerangka formal yang menggambarkan bagaimana tugas, wewenang, tanggung jawab, dan alur komunikasi dibagi dan dikoordinasikan di antara berbagai bagian atau individu

(21)

tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Untuk bagan struktur dari Perusahaan dapat dilihat pada daftar lampiran.

Tabel 4.1

Tugas Pokok dan Fungsi Utama Karyawan PT Hadji Kalla Toyota Poso

No Bidang Tugas Pokok Fungsi Utama

1 Branch Manager

Mengelola seluruh operasional cabang dan memastikan pencapaian target.

1. Menyusun strategi operasional

2. Memimpin seluruh divisi

3. Memastikan pencapaian target 4. Membuat laporan

kinerja

2 CRP Menjaga hubungan

dengan pelanggan dan membangun citra perusahaan.

1. Menangani keluhan pelanggan

2. Follow-up layanan purna jual

3. Survei kepuasan 4. Mengelola promosi

dan event 3 Administration Mengelola administrasi

penjualan dan keuangan cabang.

1. Pengarsipan dokumen penjualan

2. Pengelolaan kas &

laporan keuangan 3. Administrasi

kendaraan

4. Koordinasi dengan leasing

4 Sales Melakukan penjualan unit kendaraan baru.

1. Mencari dan melayani calon pembeli

2. Presentasi produk dan negosiasi

3. Follow-up pelanggan 4. Menyusun laporan

penjualan 5 After Sales Memberikan layanan

servis dan dukungan teknis purna jual.

1. Servis kendaraan berkala & garansi 2. Manajemen teknisi &

suku cadang 3. Pelayanan klaim

(22)

4. Pemeliharaan kualitas pelayanan

6 Used Car Mengelola penjualan, pembelian, dan tukar tambah mobil bekas.

1. Inspeksi & akuisisi unit bekas

2. Penentuan harga beli dan jual

3. Proses legalitas dokumen

4. Promosi dan penjualan unit mobil bekas Sumber Data: PT Hadji Kalla Toyota Poso

4.1.3 Karakteristik Responden

Kriteria sampel pada penelitian ini adalah karyawan yang memenuhi kebutuhan dari penelitian ini dan dapat memberikan jawaban yang objektif sesuai dengan pengalaman yang dialami selama bekerja di PT Hadji Kalla Toyota Poso, dan data yang diperoleh berdasarkan hasil dari penyebaran kuisioner. Adapun karakteristi responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.1.3.1 Jenis Kelamin

Karakteristik responden dalam penelitian ini dikategorikan berdasarkan jenis kelamin. Sampel dikategorikan menurut jenis kelamin laki laki dan perempuan. Berikut adalah tabel karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin:

(23)

Tabel 4.2

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Presentase

1 2

Laki-Laki Perempuan

4 Orang 6 Orang

40%

60%

Jumlah 10 Orang 100%

Sumber: Hasil Olah Data

4.1.3.2 Usia

Responden pada penelitian ini dikelompokkan menjadi 3 kategori usia.

Berikut adalah tabel karakteristik responden berdasarkan usia:

Tabel 4.3

Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Presentase

1 2 3

20-24 Tahun 25-28 Tahun 29-32 Tahun

3 Orang 2 Orang 5 Orang

30%

20%

50%

Jumlah 10 Orang 100%

Sumber: Hasil Olah Data

(24)

4.1.3.3 Masa Kerja

Responden pada penelitian ini dikelompokkan menjadi 4 kategori dalam lama masa kerja. Berikut tabel karakteristik responden berdasarkan kategori masa kerja:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

No Masa Kerja Jumlah Presentase

1 2 3 4

<1 Tahun 2-3 Tahun 4-6 Tahun

>6 Tahun

5 Orang 2 Orang 1 Orang 2 Orang

50%

20%

10 20%

Jumlah 10 Orang 100%

Sumber: Hasil Olah Data

4.1.4 Skala Linkert

pada penelitian ini setiap pernyataan akan diberikan skala baik sampai kurang baik dimana skala tersebut mempunyai poin. Untuk menentukan hasil skor dari skor tertinggi, terendah dan interval kelas dapat dinyatakan dalam rumus yaitu:

n = Jumlah Responden (10 orang) dan i = Jumlah Pertanyaan (18 pertanyaan):

Skor tertinggi = n X i X 3

= 10 X 18 X 3

= 540

(25)

= 10 X 18 X 1

= 180 Interval = 540 – 180

3

= 120

Berdasarkan nilai skor yang telah ditetapkan didapat bahwa nilai tertinggi dan nilai terendah dengan interval dibuat menjadi 3 kelas, dengan demikian penilaian terhadap variabel dinyatakan sebagai berikut:

Tabel 4.4 Skor Penilaian Interval

Skor Interval Kategori

180-300 Kurang Baik

301-420 Cukup Baik

421-540 Baik

Berdasarkan jumlah skor yang diterima dari jawaban kuisioner yang diisi responden berjumlah 435, dengan demikian penilaian terhadap variabel dinyatakan

“Baik” karena berada pada Interval 421 – 540. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, responden memiliki pandangan positif terhadap variabel yang dianalisis.

(26)

4.1.3 Wawancara

Hasil analisis data kuesioner menunjukkan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, responden memiliki pandangan positif terhadap variabel yang dianalisis. Namun, sebagai upaya untuk menguatkan hasil analisis data kuesioner, peneliti melakukan wawancara langsung dengan bapak (I) sebagai pimpinan cabang dari PT Hadji Kalla Toyota Poso. Adapun hasil wawancara adalah sebagai berikut:

1. bagaimana target kerja yang diberikan oleh Perusahaan kepada karyawan sales di Perusahaan anda, Apakah jelas dan mudah dipahami?

Target kerja di perusahaan kami sangat jelas dan mudah dipahami.

2. Bagaimana Anda menilai tentang target kerja dari karyawan sales di Perusahaan anda? Apakah ada keluhan tentang target yang terlalu tinggi?

Saya menilai bahwa target kerja yang diberikan kepada karyawan sales di perusahaan kami realistis dan dapat dicapai.

3. Apakah karyawan sales di perusahaan anda merasa memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan mereka mereka?

Ya, karyawan sales kami merasa memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tugas mereka. Kami memiliki sistem manajemen waktu yang baik, agar karyawan dapat memprioritaskan tugas-tugas mereka dan mengelola waktu mereka dengan baik.

4.Bagaimana anda dan perusahaan memberikan dukungan kepada kinerja tim karyawan sales dalam pekerjaan mereka?

(27)

penghargaan dan pengakuan yang adil, yang memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dan lebih efektif.

5. Seberapa penting penghargaan dan bonus dalam memotivasi karyawan di Perusahaan anda?

Sangat penting, karena kami percaya bahwa penghargaan dan bonus dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan kinerja mereka. Kami memiliki sistem penghargaan dan bonus yang adil dan transparan, sehingga karyawan memahami bagaimana mereka dapat mencapai tujuan dan target mereka.

6. Apakah ada kesempatan bagi karyawan di perusahaan anda dalam pengembangan diri?  Bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja mereka?

Ya, ada kesempatan bagi karyawan di perusahaan kami dalam pengembangan diri. Kami memiliki program pelatihan dan pengembangan, sehingga karyawan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

7. Menurut Anda, apa faktor utama yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja tim seorang karyawan?

Menurut saya, faktor utama yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja tim seorang karyawan adalah komunikasi yang baik dan pemberian penghargaan yang adil.

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak (I) sebagai pimpinan cabang PT Hadji Kalla Toyota Poso dapat disimpulkan bahwa target kerja yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sales telah dirancang dengan jelas, realistis, dan mudah dipahami Hal ini memungkinkan karyawan untuk bekerja secara terarah dan efisien. Karyawan juga merasa memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan penerapan sistem manajemen waktu yang baik, selain

(28)

itu Perusahaan juga secara aktif memberikan dukungan terhadap kinerja karyawan sales melalui program pelatihan, pengembangan keterampilan, serta sistem penghargaan dan bonus yang adil dan transparan sehingga mendukung tingkat motivasi yang tinggi di lingkungan kerja karyawan Sales, yang berkontribusi terhadap pencapaian target secara optimal.

4.2 Pembahasan

Pembahasan dalam penelitian ini yaitu merupakan hasil dari analisis data kuisioner yang terdiri dari 10 responden dan wawancara dengan 1 orang responden untuk menguatkan hasil dari analisis data kuisioner dan dapat disimpulkan sebagai berikut:

4.2.1 Variabel Beban Kerja Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja Karyawan Hasil kuisioner menjukan bahwa beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Para responden mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang baik, yang berupa penetapan target yang jelas dan manajemen waktu yang efektif, dapat meningkatkan kinerja karyawan, selain itu karyawan juga merasa bahwa beban kerja yang diberikan dapat dikelola dengan baik dan tidak menjadi penghalang dalam penyelesaian tugas-tugas mereka.

Dalam mendukung hasil analisis data kuisioner maka dilakukan wawancara dengan pimpinan cabang PT Hadji Kalla Toyota Poso, yang menyatakan bahwa perusahaan memiliki strategi yang baik dalam mengelolah beban kerja, yang terdiri dari kejelasan dalam penetapan target, manajemen waktu yang efektif, serta dukungan dari perusahaan. Hal ini memberikan dampak positif terhadap kinerja

(29)

Secara keseluruhan, hasil analisis data kuisioner dan wawancara menunjukan bahwa pengelolaan beban kerja yang di PT Hadji Kalla Toyota Poso di lakukan dengan baik. Responden menilai bahwa penetapan target yang jelas dan manajemen waktu yang efisien memungkinkan mereka untuk mengelola beban kerja dengan baik, sehingga tidak menjadi penghalang dalam menyelesaikan tugas.

Hasil wawancara memperkuat temuan ini dengan menekankan bahwa adanya pengelolaan beban kerja diperusahan yaitu berupa kejelasan target dan dukungan manajemen mendukung kinerja yang lebih baik dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif.

4.2.2 Motivasi Kerja Karyawan Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja Karyawan

Hasil kuisioner menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Para responden menilai adanya penghargaan yang efektif, kesempatan untuk berkembang dan dukungan dari perusahaan sebagai pendorong bagi karyawan untuk menyelesaikan tugas dan mencapai target dengan baik.

Dalam mendukung hasil analisis data kuisioner, dilakukan wawancara dengan pimpinan cabang PT Hadji Kalla Toyota Poso, yang menyatakan bahwa pentingnya sistem penghargaan yang adil dan transparan, kesempatan untuk pengembangan diri, dan komunikasi yang baik dalam membangun motivasi kerja dengan karyawan sales. Dengan adanya motivasi, karyawan merasa lebih bersemangat dalam mencapai target kerja, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja karyawan.

(30)

Secara keseluruhan, hasil analisis data kuisioner dan wawancara menunjukan bahwa pengelolaan beban kerja karyawan sales PT Hadji Kalla Toyota Poso dilakukan dengan baik. Menilai bahwa pentingnya system penghargaan, kesempatan untuk pengembangan diri, dan dukungan dari perusahaan sebagai faktor penentu dalam penyelesaian tugas dan pencapaian target. Hasil wawancara memperkuat dengan menekankan pentingnya sistem penghargaan yang adil dan transparan serta komunikasi yang baik dalam memotivasi karyawan.

4.2.3 Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja Karyawan

Hasil kuisioner menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sales. Para responden menilai bahwa beban kerja yang seimbang dan tingkat motivasi kerja yang tinggi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang merasa beban kerja mereka seimbang dan mendapatkan dukungan serta penghargaan akan lebih produktif dan berkomitmen dalam menyelesaikan tugas mereka.

Dalam mendukung hasil analisis data kuisioner, dilakukan wawancara dengan pimpinan cabang PT Hadji Kalla Toyota Poso, yang menyatakan bahwa target kerja yang jelas, realistis, dapat dicapai dan adanya system manejemn waktu yang baik bersama dengan adanya motivasi dari pemberian penghargaan dan bonus yang adil dan transparan serta adanya program pelatihan dan pengembangan diri, menunjukan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan sales. Penerapan pengelolaan beban kerja yang efektif dan penciptaan sistem motivasi yang

(31)

mendukung dalam meningkatkan kinerja individu dan kelompok untuk mencapai tujuan Perusahaan.

Secara keseluruhan, hasil analisis data kuisioner dan wawancara menunjukan bahwa pengelolaan beban kerja terhadap karyawan sales PT Hadji Kalla Toyota Poso dilakukan dengan baik. Para responden menilai bahwa beban kerja yang seimbang, ditambah dengan tingkat motivasi yang tinggi, berperan positif terhadap produktivitas dan komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas- tugas. Hasil wawancara menguatkan temuan dengan menegaskan bahwa memiliki target kerja yang jelas,realisti dan manajemen waktu yang baik, serta memberikan penghargaan yang adil dan transparan, sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan.

(32)

Bab V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa beban kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Kedua variable memperoleh skor 435, berada dalam kategori “Baik”

dengan interval 421-540. Hal ini didukung dengan hasil wawancara yang menunjukan bahwa beban kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sales PT Hadji Kalla Toyota Poso.

5.2 Saran

1. Disarankan bagi manajemen PT Hadji Kalla Toyota Poso dapat mempertahankan kejelasan target kerja yang ada dan melakukan penilaian berkala terhadap beban kerja karyawan Sales diperusahaan serta memperkuat system penghargaan dengan melakukan evaluasi berkala terhadap program motivasi yang ada.

2. Disarankan bagi peneliti selanjutnya Peneliti dapat mempertimbangkan untuk memperluas fokus dengan memasukkan variabel lain dan melibatkan karyawan dari berbagai tingkat jabatan untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang perspektif yang berbeda terkait beban kerja dan motivasi kerja.

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Adha, R. N., Qomariah, N., & Hafidzi, A. H. (2019). Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dinas Sosial Kabupaten Jember. Jurnal Penelitian IPTEKS, 4(1), 47.

https://doi.org/10.32528/ipteks.v4i1.2109

Aulia, P., & Tsuraya, F. (2023). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap KinerjaPegawai Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Padang. Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen (JUPIMAN), 2(2), 259–278.

https://doi.org/10.55606/jupiman.v2i2.1654

Basyid, A. (2024). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.

Manajerial Dan Bisnis Tanjungpinang, 7(1), 39–43.

https://doi.org/10.52624/manajerial.v7i1.2430

Irawati, R., & Carollina, D. A. (2017). Analisis Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Operator Pada Pt Giken Precision Indonesia. Inovbiz:

Jurnal Inovasi Bisnis, 5(1), 51. https://doi.org/10.35314/inovbiz.v5i1.171 Lamandasa, S. R. (2018). PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP

KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN POSO. In Journal GEEJ (Vol. 18, Issue 2).

Lamandasa, S. R., Hartanti, D. N., & Matana, T. R. (2023). Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Pegawai terhadap Kinerja Pegawai Kantor Besar Pt Timur Jaya Indomakmur di Morowali Utara. Ekomen, 22(2), 1–7.

https://ojs.unsimar.ac.id/index.php/EkoMen/article/view/502

Lestary, L., & Chaniago, H. (2018). 3(2), 94–103.

https://doi.org/10.35313/jrbi.v3i2.937 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Riset Bisnis Dan Investasi,

Maha, A. K. K., & Herawati, J. (2022). Non Probality Sampling . Analisis Pengaruh Stress Kerja, Lingkungan Kerja, Beban Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Karyawan Di Pt Natural Nusantara (Nasa) Yogyakarta, 16(1), 1–

11.

Muhfizar. (2020). Teori Motivasi. Pengantar Manajemen (Teori Dan Konsep, 5(3), 117–118.

Nabila, V. S., & Syarvina, W. (2022). Analisis Pengaruh Beban Kerja Terhadap

(34)

Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Medan Vania. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 2788–2797.

Nurdin. (2021). Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan: Studi Kasus pada PT Denki Engineering. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 3(2), 137–149. https://doi.org/10.47476/reslaj.v3i1.328

Putranto, C. Z., & Wijaya, E. (2024). Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja, Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Sales PT. X. Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Perbankan (Journal of Economics, Management and Banking), 10(1), 39–56. https://doi.org/10.35384/jemp.v10i1.526

Putri, M. P., & Edalmen, E. (2023). Pengaruh Motivasi, Beban Kerja dan Jam Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan, 5(3), 687–696. https://doi.org/10.24912/jmk.v5i3.25409

Rochman, & Ichsan. (2021). Pengaruh Beban Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Honda Daya Anugrah Mandiri Cabang Sukabumi.

Mahasiswa Manajemen, 2(1), 1–22.

https://journal.stiepasim.ac.id/index.php/JMM/article/view/130

Saputra, A. A. (2021). Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Technomedia Journal, 7(1), 68–77.

https://doi.org/10.33050/tmj.v7i1.1755

Setyo Widodo, D., & Yandi, A. (2022). Model Kinerja Karyawan: Kompetensi, Kompensasi dan Motivasi, (Literature Review MSDM). Jurnal Ilmu Multidisplin, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.38035/jim.v1i1.1

Sholeh, A. A., Kristiawati, I., Daengs, A. G., Dewi, R., Susanti, R., & Hidayat, R.

(2024). Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Insolent Raya Di Surabaya. JMCBUS: Journal of Management and Creative Business, 2(1), 82–96. https://doi.org/10.30640/jmcbus.v2i1.2069

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Penerbit Alfabeta

Syamsu, N. N., Soelton, M., Nanda, A., Putra, R. L., & Pebriani, P. (2019).

Bagaimanakah Konflik Peran Dan Beban Kerja Mempengaruhi Kinerja Karyawan Dengan Burnout Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Ilmiah

(35)

Thaharani, A., Kistiani, A., Suryana, H., Safitr, U. R., Anggorowati, L. S., Manajemen, P. S., Ekonomika, F., & Boyolali, U. (2024). ( Studi Kasus Pada Karyawan Mitrho Egg Quail Boyolali ). 12(01), 8–18.

(36)

Lamprian

Jumlah Skor Jawaban Responden

(37)

Kuisioner Penelitian

Pengaruh Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Sales PT Hadji Kalla Toyota Poso

Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i,

Perkenalkan, nama saya Gresya, mahasiswa Program Studi Manajemen di Universitas Sintuwu Maroso. Saat ini, saya sedang melakukan penelitian untuk skripsi dengan judul “Pengaruh Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Sales PT. Hadji Kalla Toyota Poso” Sebagai bagian dari penelitian ini, saya memohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner yang telah disiapkan.

Tujuan dari kuesioner ini adalah untuk memperoleh wawasan tentang bagaimana beban kerja dan motivasi kerja mempengaruhi kinerja karyawan sales di PT. Hadji Kalla Toyota Poso. Semua jawaban yang Anda berikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian akademik.

Mohon untuk memberikan jawaban secara jujur dan sesuai dengan pengalaman atau pendapat Anda. Waktu yang diperlukan untuk mengisi kuesioner ini tidak lama, dan kami sangat menghargai partisipasi Anda.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang diberikan.

Petunjuk Pengisian 1= Tidak Setuju 2= Setuju

3= Sangat Setuju Pernyataan

Beban Kerja (X1)

1. Target kerja yang saya terima jelas dan mudah dipahami.

2. Target yang harus dicapai karyawan dalam pekerjaan terlalu tinggi

3. Saya memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan.

4. Saya sering kali berkerja di luar jam kerja.

5. Tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman saya.

6. Pekerjaan saya sering kali membutuhkan keterampilan atau pengetahuan lebih dari yang saya miliki.

(38)

Motivasi Kerja (X2)

1. Hadiah atau bonus yang diberikan perusahaan sesuai dengan kontribusi dan kinerja saya.

2. Penghargaan yang saya terima meningkatkan semangat saya untuk mencapai target kerja.

3. Saya merasa puas dengan kesempatan yang saya miliki untuk berkembang dalam pekerjaan.

4. Lingkungan kerja mendukung saya untuk bekerja lebih baik dan nyaman

5. Di tempat kerja saya merasa ada kesempatan untuk mendapatkan pelatihan atau pembinaan untuk meningkatkan kinerja.

6. Dukungan dari Perusahaan membuat saya lebih termotivasi.

Kinerja Karyawan (Y)

1. Kerapian pekerjaan saya memudahkan orang lain untuk memeriksa atau mengikuti hasil kerja saya.

2. Saya memastikan setiap pekerjaan disajikan dengan tampilan yang rapi dan profesional.

3. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.

4. Saya tidak sering mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas atau proyek.

5. Saya merasa percaya diri dalam menyelesaikan pekerjaan karena pengetahuan yang saya miliki.

6. Saya dapat mengatasi tantangan pekerjaan dengan menggunakan pengetahuan yang saya miliki.

Hormat Saya Peneliti,

Gresya

(39)

DATA RESPONDEN Bagian I

Pertanyaan bagian I berupa identitas responden. Berilah tanda (√ ) pada jawaban anda.

1. Nama:

2. Usia:

3. Jenis kelamin: Laki-laki Perempuan 4. Masa Kerja:

<1 Tahun 2-3 Tahun 4-6 Tahun >6 Tahun Bagian II

Berilah tanda centang (√ ) pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat Saudara/i. Setiap pernyataan hanya memiliki satu pilihan jawaban. Setiap nilai/skor akan mewakili tingkat kesesuaian dengan pendapat Saudara/i. adapun nilai/skor jawaban:

Nilai/skor 1: Sangat Setuju (SS) Nilai/skor 2: Setuju (S)

Nilai/skor 3: Tidak Setuju (TS)

(40)

Instrument Penelitian

No Variabel Indikator Pertanyaan Pernyataan

1 Beban Kerja

1. Jumlah pekerjaan yang harus

diselesaikan

1. Target kerja yang saya terima jelas dan mudah dipahami.

2. Target yang harus dicapai karyawan dalam pekerjaan realistis dan mudah dicapai.

SS S TS

2. Durasi waktu 1. Saya memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan.

2. Saya tidak pernah berkerja di luar jam kerja.

3. Tingkat kesulitan pekerjaan

1. Tugas yang diberikan sesuai dengan

kemampuan dan pengalaman saya.

2. Pekerjaan saya sering kali membutuhkan keterampilan atau pengetahuan lebih dari yang saya miliki.

2 Motivasi Kerja

1.Hadia/

Penghargaan 1. Hadiah atau bonus yang diberikan perusahaan sesuai dengan kontribusi dan kinerja saya.

(41)

meningkatkan semangat saya untuk mencapai target kerja.

2. Kepuasan

Kerja 1. Saya merasa puas dengan kesempatan yang saya miliki untuk

berkembang dalam pekerjaan.

2. Saya merasa

mendapatkan dukungan yang cukup dari atasan dalam menjalankan pekerjaan.

3. Dukungan Di

Tempat Kerja 1. Di tempat kerja saya merasa ada kesempatan untuk mendapatkan pelatihan atau pembinaan untuk meningkatkan kinerja.

2. Dukungan dari Perusahaan membuat saya lebih termotivasi 3 Kinerja

Karyawan

1. Tingkat

kerapian 1. Kerapian pekerjaan saya memudahkan orang lain untuk memeriksa atau mengikuti hasil kerja saya.

2. Saya memastikan setiap pekerjaan disajikan dengan tampilan yang rapi dan profesional.

(42)

2. Ketepatan waktu dalam bekerja

1. Saya selalu

menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.

2. Saya tidak sering mengalami

keterlambatan dalam menyelesaikan tugas atau proyek.

3. Pengetahuan dalam

pekerjaan.

1. Saya merasa percaya diri dalam menyelesaikan pekerjaan karena

pengetahuan yang saya miliki.

2. Saya dapat mengatasi tantangan pekerjaan dengan menggunakan pengetahuan yang saya miliki.

(43)

Daftar Wawancara Penelitian

Pengaruh Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Sales PT Hadji Kalla Toyota Poso

1. bagaimana target kerja yang diberikan oleh Perusahaan kepada karyawan sales di Perusahaan anda, Apakah jelas dan mudah dipahami?

2. Bagaimana Anda menilai tentang target kerja dari karyawan sales di Perusahaan anda? Apakah ada keluhan tentang target yang terlalu tinggi

3. Apakah karyawan sales di perusahaan anda merasa memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan mereka mereka?

4.Bagaimana anda dan perusahaan memberikan dukungan kepada kinerja tim karyawan sales dalam pekerjaan mereka?

5. Seberapa penting penghargaan dan bonus dalam memotivasi karyawan di Perusahaan anda?

6. Apakah ada kesempatan bagi karyawan di perusahaan anda dalam pengembangan diri?  Bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja mereka?

7. Menurut Anda, apa faktor utama yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja tim seorang karyawan?

(44)

Dokumentasi observasi awal dan kunjungan penelitian di PT Hadji Kalla Toyota Poso

Observasi awal Kunjungan penelitian

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Skor Pernyataan

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Oleh karena Manajemen sumber daya manusia ini merupakan proses yang berkelanjutan, sejalan dengan proses operasionalisasi perusahaan, maka perhatian terhadap sumber daya manusia

Beberapa hal penting yang perlu dikemukakan mengenai pengaruh AdvancedManufacturing Technology, Sumber daya manusia , sumber daya dan Implementasi praktik manajemen

Hasil menunjukkan bahwa dalam sebuah perusahaan atau organisasi sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki, selain itu sumber daya

Perencanaan sumber daya manusia sangat penting untuk suatu perusahaan karena menurut Sunarta dalam jurnal Perencanaan Sumber Daya Manusia mengungkapkan Minimnya sumber daya

Dengan demikian terlihat bahwa organisasi-organisasi yang menganggap perencanaan sumber daya manusia sebagai bagian penting dan esensial dari manajemen sumber daya manusia mereka, ini

Dokument ini menjelaskan tentang manajemen sumber daya manusia dan daya manusia sebagai sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan

ORGANISASI DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA - Organisasi dan manajemen - Pengelolaan sumber daya manusia - Transformasi dan tuntutan perubahan Tahap pertumbuhan perusahaan

Manajemen sumber daya manusia menjadi bidang kajian sentral dalam organisasi karena permasalahan yang dihadapi organisasi dimaksudkan perusahaan bukan hanya persoalan bahan mentah, alat