SKRIPSI
Oleh:
Oleh:
RIZKA AYU WIDYANINGSIH NIM: E20183006
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JUNI 2022
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Akuntansi (S. Akun) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Program Studi Akuntansi Syariah
Oleh:
RIZKA AYU WIDYANINGSIH NIM: E20183006
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JUNI 2022
MOTTO
ي أَ بْأَ ي يأَأَ ي بِۖ بْأَبْتبِ ي ٌۢ بِتأَ ي يبمُكأنبيَِّ ي بٌۢ ُتبكأيبْأَ يُُۗهبوُبُتبَتأف يىًّ مأسُّم يٍلأجأا يىْٰٰٓبا يٍهبَأْبِ يبمُتبنأَاأْأِ ياأذبا يا ٰٓبوُنأمٰا ي أهبَبذَّْا يتأهَُّأتَٰٰٓ
ي بٌۢ ُتبكأيبلأف يُ ٰ اللّ يُوأمَّلأع يتأمأَ ي أٌۢ ُتبكََّ ي بنأا ي ٌۢ بِتأَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah dan secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya...”. (Q.S. Al Baqarah:282)
PERSEMBAHAN
Terima kasih dan penghormatan hanya bagi Allah Swt. Karena melalui kehendak-Nya dan dengan penuh kelegaan serta keterbatasan selaku mahasiswa skripsi ini saya persembahkan teruntuk:
1. Orang tua terbaik dan tercinta, Bapak Sahirudin, Ibu Nasiah. Terimakasih atas segala limpahan do’a dan tercurahkannya perjuangan serta kehangatan, peningkatan spirit , dan segala upaya yang dituangkan demi tuntasnya tugas akhir ini. Semoga Allah selalu menyertai kebaikan dan keberkahan.
2. Adik Perempuanku Rahma Ayu Safira, Adik laki-laki ku Muhammad Iqbal Hafifi, dan seluruh keluarga besar yang tak mampu ku selipkan disini, syukron atas kasih sayang dan dukungan untuk senantiasa menjadi cermin terbaik dalam kehidupan ini.
3. Asatidz dan asatidzah dimulai ketika mengeja huruf hingga lancar dalam membaca dan menghitung serta tiada lelah mewariskan ilmu dan tuntunan mencapai tujuan mulia.
4. Kawan seperjuangan Akuntansi Syariah 1 Angkatan 2018, terimakasih atas semangat dan dukungan selama 4 tahun membersamai perjuangan menimba ilmu.
5. Sahabatku Shinta Maesaroh, Azalia Elian Faustina, dan Habibah Yusyirah yang selalu sabar mendengarkan keluh kesah dan membersamai dalam suka dan duka.
6. Saudara seperjuangan dalam mengemban amanah organisasi yaitu Affan, Putri, Aji, Musleh, Ilham, Marif, dan Lail yang senantiasa menjadi alasan untuk tidak pernah lelah dalam menuntaskan pasal 4 dalam tujuan didirikannya HMI.
7. Keluarga keduaku di Jember yaitu Himpunan Mahasiswa Islam yang telah menjadikan pribadiku lebih baik dan kuat dalam menimba ilmu di kota Jember.
8. Teman-teman Akuntansi Syariah 1 Angkatan 2018, terimakasih atas semangat dan dukungan selama 4 tahun membersamai perjuangan menimba ilmu.
9. Seluruh elemen yang senantiasa terjun dan memiliki peran besar demi terselesaikannya skripsi ini.
ABSTRAK
Rizka Ayu Widyaningsih, Ana Pratiwi, 2022:Pengaruh Tingkat Pendapatan, Akuntabilitas, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Muzakki Dalam Membayar Zakat Di Lazismu Kabupaten Jember.
Permasalahan ekonomi yang tak pernah usai khususnya Negara Indonesia adalah tingkat kemiskinan yang tak pernah menunjukkan angka menurun serta menjadi tolak ukur untuk meninjau kesejahteraan masyarakat yang ada didalamnya. Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibentuk suatu lembaga pengelola zakat. Lazismu merupakan salah satu lembaga yang masih eksis dalam mengupayakan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dalam dana zakat, infaq, dan sedekah.
Adapun kinerja lembaga dapat dikatakan terealisasi dan optimal apabila terdapat laporan pertanggung jawaban yang baik atas dana yang telah dikelola. Laporan dibuat berdasarkan standar akuntansi (SAK) yang berlaku. Adapun variabel yang menjadi sumber informasi adalah tingkat pendapatan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan yang dapat mempengaruhi keinginan seseorang dalam mengeluarkan zakat di Lazismu Kabupaten Jember.
Rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah tingkat pendapatan memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember? 2) Apakah akuntabilitas berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember? 3) Apakah kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui tingkat pendapatan berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember. 2) mengetahui akuntabilitas berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember. 3) mengetahui kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember.
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Analisis yang diterapkan adalah analisis regresi berganda dengan data berupa statistik non parametris yang merupakan bagian dari statistik inferensial. Pengujian instrumen berupa uji validitas dan reabilitas, sedangkan uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis juga dilakukan dengan menggunakan uji secara simultan (uji f) dan secara parsial (uji t). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner, dan observasi.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan 1) tingkat pendapatan berpengaruh secara positif secara signifikan terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember; 2) akuntabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember; 3) kualitas pelayanan berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember.
Kata kunci: tingkat pendapatan, akuntabilitas, kualitas pelayanan, minat, zakat.
ABSTRACT
Rizka Ayu Widyaningsih, Ana Pratiwi, 2022: The Effect of Income Level, Accountability, and Service Quality on Muzakki’s Interest in Paying Zakat in Lazismu, Jember Regency.
The never ending economic problem, especially the State of Indonesia, is the level of poverty that has never shown a decline and is a benchmark for reviewing the welfare of the people in it. So, to overcrome these problems, a zakat management institution was formed. Lazismu is one of the institutions that still exists in seeking equal distribution of income and public welfare in zakat, infaq, and alms funds. The performance of the institution can be said to be realized and optimal if there is a good accountability report for the funds that have been managed. The report is prepared based on the applicable accounting standars (SAK). The variables that become sources of information are the level of income, accountability, and quality of service that can affect a person’s desire to issue zakat in Lazismu, Jember Regency.
The formulation of the problems studied in this study are: 1) Does the level of income have an influence on the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency? 2) Does accountability affect the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency? 3) Does the quality of service have an influence on the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency.
The aims of this study are: 1) to determine the level of income that affects the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency. 2) knowing that accountability affects the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency. 3) knowing the quality of service affects the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency.
The research method used in this research uses a quantitative approach with a descriptive type of a research. The analysis applied is multiple regression analysis with data in the form of non-parametric statistics which are part of inferential statistics. The instrumen test is in the form of validity and reliability test, while the calassical assumption test consists of normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Hypothesis testing is also done by using the test simultaneously (f test) and partially (t test). The data collection techniques used interviews, questionnaires, and observations.
The study concludes 1) income level has a significant positive effect on the interest of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency; 2) accountability does not significantly affect the interst of muzakki in paying zakat in Lazismu, Jember Regency; 3) service quality has a significant positive effect on muzakki’s interest in paying zakat in Lazismu, Jember Regency.
Keywords: income level, accountability, service quality, interest, zakat.
KATA PENGANTAR
يبميبحَّزْا يبهأمبحَّزْا يب َّاللّ يبمبسبِ
Tiada hentinya lisan menuturkan syukur kepada Pencipta yang Maha Memberi karena atas berkah dan cinta pada hamba-Nya, sehingga penulis dapat menuntaskan riset sebagai implementasi pemecahan masalah selaku mahasiswa yang bertajuk “Pengaruh Tingkat Pendapatan, Akuntabilitas, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Muzakki dalam Membayar Zakat di Lazismu Kabupaten Jember”. Tujuan dari penelitian ini digunakan sebagai salah satu syarat untuk menuntaskan akademisi di jenjang Strata Satu (S1) di Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
Sebuah karya tentunya tak luput dari kontribusi orang hebat. Maka, balasan di dunia hanya dapat saya kemas dengan kalimat kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
2. Bapak Dr. Khamdan Rifa’i, S.E, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
3. Ibu Nikmatul Masruroh, M. E.I, selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
4. Bapak Daru Anondo, S.E, M.Si, selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
5. Ibu Ana Pratiwi, M. S.A, selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan dengan penuh pengayoman, motivasi, kepedulian, dan pikiran sehingga riset ini dapat tuntas dengan baik.
6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember khususnya pada Prodi Akuntansi Syariah yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah.
7. Almamater tercinta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
Demikian penyusunan skripsi ini dibuat, harapannya dengan hasil riset yang didapat bisa berguna bagi peningkatan pengetahuan dan sebagai tambahan penjelasan untuk dijadikan acuan bagi para peneliti atau pihak yang bersangkutan untuk dapat mencapai penelitian yang lebih baik lagi.
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Ruang Lingkup Penelitian ... 11
a. Variabel Penelitian ... 11
b. Indikator Variabel ... 12
F. Definisi Operasional ... 13
G. Asumsi Penelitian ... 16
H. Hipotesis ... 17
I. Metode Penelitian ... 21
a. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 21
b. Populasi dan Sampel ... 21
c. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 22
d. Analisis Data ... 25
J. Sistematika Pembahasan ... 28
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 29
A. Penelitian Terdahulu ... 29
B. Kajian Teori ... 50
BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA ... 67
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 67
B. Penyajian Data ... 71
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 73
D. Pembahasan ... 82
BAB IV PENUTUP ATAU KESIMPULAN DAN SARAN ... 88
A. Kesimpulan ... 88
B. Saran-Saran ... 89
DAFTAR PUSTAKA ... 90 LAMPIRAN-LAMPIRAN
BIODATA PENULIS
DAFTAR TABEL
No Uraian
1.1 Data Laz Jember Mendapat WTP ... 6
1.2 Laporan Penerima Manfaat Lazismu Jember ... 7
1.3 Persamaan dan Perbedaan ... 47
1.4 Karakteristik Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin ... 72
1.5 Karakteristik Sampel Berdasarkan Penghasilan Per Bulan ... 72
1.6 Analisis Statistik Deskriptif ... 73
1.7 Uji Validitas ... 74
1.8 Uji Normalitas ... 77
1.9 Uji Multikolinieritas ... 78
1.10 Uji Heteroskedastisitas ... 79
1.11 Analisis Regresi Berganda ... 80
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Permasalahan ekonomi ialah sekelumit dari banyaknya persoalan yang acap kali tampak di Negara berkembang seperti yang ditemui pada Negara Indonesia. Kurang lebih gambaran permasalahan ekonomi yang muncul dapat menambah dampak kurang baik untuk kesejahteraan hidup masyarakat yaitu bertambahnya kesengsaraan lantaran munculnnya kesenjangan ekonomi dan banyaknya orang mencari kerja yang bisa menyebabkan perilaku kejahatan.
Maka dari itu satu keputusan mesti dilakukan demi menyelesaikan masing- masing persoalan terlebih khusus yaitu menananggulangi persoalan kemelaratan ekonomi.1
Agama Islam amat memperhatikan manusia khususnya menyelesaikan persoalan kesenjangan ekonomi, diantaranya melalui membayar zakat. Zakat ialah bagian rukun Islam dan telah menjadi elemen utama demi berdirinya ajaran Islam. 2 Bersama dengan zakat mampu menurunkan ketimpangan sosial dan ekonomi yang muncul di masyarakat. Pastinya dengan adanya perbuatan tersebut kurang lebihnya bisa menolong persoalan kemelaratan ekonomi. Zakat ialah salah satu jawaban serta bersumber dari harta yang sudah terkumpul guna menggapai kemanfaatan dan menyebar demi
1 Salmawati, dan Meutia Fitri, “Pengaruh Tingkat Pendapatan, Religiusitas, Akuntabilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat di Baitul Mal Kota Banda Aceh”, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 1 (2018), 54.
2 Hildawati, Antong, dan Abid Ramadhan, “Pengaruh Pemahaman, Trust, dan Transparansi Lembaga Zakat Terhadap Minat Masyarakat Membayar Zakat pada BAZNAS Kabupaten Luwu”, Jurnal Akuntansi dan Pajak, 2 (2018), 367.
kemaslahatan umat serta menyeimbangkan pemerataan pendapatan. Karena, untuk mereka yang mempunyai harta lebih dari cukup dapat membantu sebagian lain untuk bisa memenuhi kekurangan mereka. Oleh karena itu, jika hal ini dilakukan dengan maksimal dan setiap individu sadar terhadap kewajiban yang harus ia keluarkan tentunya akan berdampak baik bagi perekonomian umat Islam, khususnya Negara Indonesia.
Adapun standar akuntansi zis yang berlaku saat ini dan digunakan oleh OPZ sebagai pedoman dalam pembukuan dan pelaporan keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) pada tahun 2010.
Akuntansi zakat dalam PSAK 109 ini bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi zakat dan infak atau sedekah. PSAK ini berlaku untuk amil yakni suatu organisasi atau entitas pengelola zakat yang pembetukan dan pengukuhannya diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana zis, bukan untuk entitas yang menerima dan menyalurkan dana zis tetapi bukan kegiatan utamanya.3
Zakat memiliki nilai lebih untuk menunjang kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pandangan masyarakat, dana zakat amat menolong seseorang yang membutuhkan utamanya mustahiq untuk dipakai sendiri atau agar lebih berguna. Hadirnya zakat diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran bagi mereka yang memiliki kelebihan harta untuk dapat mengatur dan menggunakan harta yang telah Allah titipkan dengan
3 Taufikur Rahman, “Akuntansi Zakat, Infak, Dan Sedekah (PSAK 109): Upaya
Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), Jurnal Muqtasid, 6 (2017), 154.
sebaik-baiknya, namun tetap sesuai dengan syariat Islam. Zakat selain dapat membantu dalam perekonomian, juga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama kaum muslimin. Karena, dengan begitu orang yang menerima uluran bantuan kita akan mengenang dengan baik apa yang telah kita beri walau nilainya juga tidak seberapa.
Menurut data yang diperoleh dari pusat tinjauan penting Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada tahun 2018 mengungkap bahwa kapasitas zakat di Negara kita ialah sejumlah Rp. 217 triliun. Akan tetapi, saat tahun 2016 dana zakat terkumpul tetap amat jauh dari sebutan layak dengan total Rp. 5 Triliun, maknanya akumulasinya rendah 2% dari dana zakat yang diinginkan terhimpun dari masyarakat.4 Berdasarkan data tersebut kita dapat melihat bahwasannya umat Islam yang jumlahnya banyak di Indonesia tidak dapat menjamin dapat terealisasinya zakat, maka harus dibentuk organisasi khusus yang menangani zakat. Harapannya, ada strategi baru untuk dapat menemukan cara yang lebih baik dari sebelumnya dengan tetap berjalan berdasarkan pada tujuan utama.
Nur dan Zulfahmi menyebutkan bahwa demi menunjang kemudahan menunaikan zakat di negara kita, ada dua macam lembaga yang terpercaya dalam mengakomodir dana zakat, diantaranya yang dibuat pemerintah serta berhak menjalankan manajemen dan penyaluran zakat yaitu Badan Amil Zakat mulai tingkat Nasional (BAZNAS) serta lembaga bukan milik negara
4 Hildawati, Antong, dan Abid Ramadhan, “Pengaruh Pemahaman, Trust, dan Transparansi Lembaga Zakat Terhadap Minat Masyarakat Membayar Zakat pada BAZNAS Kabupaten Luwu”, Jurnal Akuntansi dan Pajak, 2 (2018), 367-368.
yakni lembaga amil zakat (LAZ).5 Manajemen dana zakat memiliki beberapa aktivitas diantaranya berupa suatu rancangan, pengkoordinasian, pedistribusian, dan pengawasan pada pengakumulasian dan penyaluran serta pendayagunaan pada dana zakat. Maka, harapannya dengan berdirinya suatu badan atau lembaga akan banyak kebahagiaan yang tersebar di kehidupan mereka yang masih belum berkecukupan.
Menurut Didin Hafidhudin yakni diantara kelebihan dalam proses pendistribusian zakat dengan perantara lembaga amil zakat (LAZ) ialah terciptanya kesesuaian dan keefektifan pendistribusian dana zakat, mencetak kedisiplinan muzakki untuk menunaikan zakat, pendistribusian zakat yang menyeluruh serta akurat, dan menebar dakwah Islam berdasarkan ukhuwah keislaman.6 Maka, diantara organisasi pengelola zakat yang tetap terkenal di era sekarang dan bertempat di Kabupaten Jember adalah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammdiyah (Lazismu) Jember.
Menurut Dadang Primadana dalam penelitiannya mengatakan bahwa tingkat pendapatan dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan. Karena besar kecilnya suatu pendapatan berpengaruh terhadap jumlah besaran zakat yang ditunaikan dan kualitas pelayanan merupakan etika yang utama dan akan memberikan kesan positif dan kerjasama lanjutan.
5 Hildawati, Antong, dan Abid Ramadhan, “Pengaruh Pemahaman, Trust, dan Transparansi Lembaga Zakat Terhadap Minat Masyarakat Membayar Zakat pada BAZNAS Kabupaten Luwu”, Jurnal Akuntansi dan Pajak, 2 (2018), 368.
6 Dhofir Catur Basori, “Pendistribusian Zakat Melalui Program Kampung Zakat Terpadu dan TB-Care Oleh Lazismu Jember”, Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah, 2 (2019), 97.
7Sedangkan menurut Muhammad Fahmi Ikhwanda mengatakan akuntabilitas memiliki pengaruh positif, karena pertanggung jawaban sebuah lembaga akan dirasakan dan menjadi perhatian besar sehingga muncul sebuah kepercayaan.8
Lazismu ialah tangan kanan dalam upaya penghimpunan dana zis muhammadiyah tingkat nasional yang didirikan oleh warga setempat dengan tujuan berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat perihal zakat, infaq, dan shadaqah serta dana sosial lainnya baik berasal oleh perorangan, badan, atau lembaga dan instansi lainnya. Budaya yang ditanamkan dalam lembaga ini ialah kerja terpercaya, berpengalaman, dan terbuka, sehingga bisa menambah kepercayaan warga setempat dan menjadikan lazismu sebagai lembaga zakat terpercaya. Kegiatan yang dilakukan juga bukan hanya terpusat pada pendayagunaan, tetapi ada pengelolaan, pengelompokan, pengorganisasian, dan pendistribusian dana kedermawanan secara produktif.
Lazismu memiliki ciri khas atau keunikan yang tidak dimiliki oleh laz lainnya karena dinaungi oleh organisasi Islam terbesar di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pengakomodiran dana zakat yang ada pada tiap ranting, wilayah, atau provinsi yang ada sesuai dengan keberadaan organisasi muhammadiyah berada. Lazismu di wilayah pembantu Jatim memiliki 38 wilayah, dan tiap wilayah diwajibkan untuk membentuk lazismu daerah.9 Adapun pada tahun 2019 Lazismu Jember memperoleh opini Wajar Tanpa
7 Dadang Primadana, “Pengaruh Religiusitas, Tingkat pendapatan, Dan Layanan
Terhadap Minat Muzakki Untuk Membayar Zakat Maal Pada Lembaga Amil Zakat (Studi Kasus Pada Muzakki Lembaga Amil Zakat Rizki Jember)”, (Skripsi, Universitas Jember, Jember, 2018).
8 Mohammad Fahmi Ikhwanda, “Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, Kepercayaan
Afektif Dan Kognitif Terhadap Minat Bayar Zakat Melalui Lembaga Zakat”, (Skripsi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2018).
9 https://lazismujember.org/ (Diakses 03 Juli 2022)
Pengecualian (WTP) di pada wilayah Jawa Timur dan diberikan oleh Badan Pengurus Lazismu Pusat serta Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur. Adapun Opini WTP yang dicapai tak semua LAZ di Jember mendapatkannya, dan Lazismu adalah salah satu diantaranya. Berikut datanya:
DATA LAZ DI JEMBER YANG TELAH MENDAPAT OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP)
NO Nama Lembaga Amil Zakat Status
1. LAZ Rumah Zakat Indonesia Sudah
2. LAZ Dompet Dhuafa Sudah
3. LAZ Nurul Hayat Belum
4. LAZ Yatim Mandiri Sudah
5. LAZ Rizki Belum
6. LAZ Muhammadiyah Sudah
7. LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah Belum
8. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU Sudah
9. LAZ ACT Belum
10. LAZ Sidogiri Belum
11. LAZ Kampung Zakat Belum
12. LAZ Baitulmaal Muamalat Sudah
Sumber: Data diolah (2022)
Kinerja lembaga dikatakan optimal selama menggunakan standar kinerja yang telah berlangsung dan sesuai dengan SAK yang berlaku. Adapun akuntansi memiliki titik fokus mengenai akuntansi dana zakat, infaq, dan sedekah yang disebut akuntansi zakat. Tujuan dari terbentuknya cabang ilmu akuntansi ini untuk dapat menetapkan serta memperhitungkan aktiva wajib
zakat, menentukan ukurannya, serta menyampaikan amanah pada para penerima yang berhak mendapatkan dengan berdasarkan ketentuan syariat Islam.10 Maka, akuntabilitas dianggap perlu sebagai alat controlling agar tepat dan efisien serta dapat dijadikan pertanggungjawaban terhadap masyarakat.
Lazismu Kabupaten Jember juga memiliki laporan terkait dengan penerima manfaat dalam periode satu bulan. Adapun berkaitan dengan zakat fitrah sebagai bulan yang sangat dianjurkan untuk menunaikannya disampaikan laporan seperti berikut:
LAPORAN PENERIMA MANFAAT 1-30 Ramadhan 1443 Hijriyah
NO Nama Program Jumlah
1 Takjil Tangguh (Buka Puasa & Takjil) 3.461 2 Ramadhan Ceria (Bantuan masyarakat
kurang mampu)
7.512
3 Masjid Tangguh (Bantuan masid atau musholla pelosok)
46
4 Guru Tangguh (Kado lebaran guru desa dan kota)
71
5 UMKM Tangguh (Bantuan modal Usaha) 3
Total Penerima Manfaat 11.054
Total Donasi Tersalurkan Rp.310.667.100 Sumber: Data diolah (2022)
Lazismu Kabupaten Jember juga menyampaikan laporan penghimpunan data berkaitan dengan periode bulan. Adapun berikut merupakan data penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yaitu:
10 Jajang Badruzaman, dan Dedi Kusmayadi, Akuntansi Zakat (Berbasis Standar Akuntansi Keuangan 109) (Tasikmalaya:Universitas Siliwangi, 2017), 28.
DATA PENGHIMPUNAN DANA ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH
No Jenis Dana Jumlah Presentase
1 Zakat Rp.20.528.500 15%
2 Infak Umum Rp.18.539.900 14%
3 Qurban Rp.1.400.000 1%
4 Infak Terikat Rp.96.624.441 70%
Total Rp.135.092.841 100%
Sumber: Data diolah (2022)
Akuntabilitas memiliki tempat khusus di dalam Al qur’an yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 282 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah dan secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya...” melalui ayat ini bisa kita simpulkan bahwa perintah untuk melaksanakan sistem pencatatan ada sejak munculnya Islam dan nabi Muhammad menjadi pemimpin dengan tujuan mendapatkan keadilan, keterbukaan, dan kepastian antara dua belah pihak dalam hubungan muamalah.11
Kinerja lembaga dianggap kurang optimal apabila muzakki kurang sadar akan kewajibannya dan keinginannya membayar zakat. Hal lain yang menjadi sebab yaitu, antara lain harta yang dimiliki merupakan kerja keras sendiri akibatnya tidak berpengaruh untuk menunaikan zakat. Realitanya, harta yang dimiliki sekarang terdapat hak orang lain. Pendapat lain seperti Bakar dan Nur Barizah, mengatakan bahwa tinggi rendahnya suatu
11 Jajang Badruzaman, dan Dedi Kusmayadi, Akuntansi Zakat (Berbasis Standar Akuntansi Keuangan 109) (Tasikmalaya:Universitas Siliwangi, 2017), 29.
pendapatan yang didapatkan amat berperan besar bagi muzakki untuk menyalurkan zakatnya.
Permasalahan lainnya yang kerap tampak dalam menyalurkan zakat yakni kurangnya kepercayaan masyarakat pada lembaga pengelola zakat.12 Kurangnya kepercayaan ini sering tampak karena masyarakat beranggapan lembaga tersebut kurang bisa dipercaya dan bertanggung jawab. Maka, perlu adanya laporan pertanggung jawaban yang disampaikan pada donatur dalam jangka waktu tertentu. Adapun menurut Baiti yaitu semakin bertambah kualitas layanan yang diberikan akan memberikan kesenangan mendalam bagi konsumen.13 Karena peningkatan layanan yang baik akan memberikan kesan mendalam dan membekas di ingatan sehingga akan lebih mudah untuk mengeluarkan harta bagi muzakki.
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti mencoba untuk mengetahui serta menjawab keresahan mengenai dorongan muzakki dalam mengeluarkan zakat di Lazismu Jember melalui beberapa aspek yang penting untuk dikaji.
Berangkat dari keresahan tersebut, maka peneliti melaksanakan pengamatan dengan mengangkat judul “Pengaruh Tingkat Pendapatan, Akuntabilitas dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat di Lazismu Kabupaten Jember”.
B. Rumusan Masalah
12 Salmawati, dan Meutia Fitri, “Pengaruh Tingkat Pendapatan, Religiusitas, Akuntabilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat di Baitul Mal Kota Banda Aceh”, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 1 (2018), 55.
13 Dian Wijayanti, “Pengaruh Religiusitas, Transparansi dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Muzaki dalam Membayar Zakat Di LAZ Dan BAZ DIY”, (Skripsi, Universitas Ahmad Dahlan,Yogyakarta, 2020), 3.
Berdasarkan latar belakang diatas maka bisa disimpulkan rumusan masalah yang akan mengantarkan pada pembahasan yang lebih terarah yaitu : 1. Apakah tingkat pendapatan berpengaruh terhadap minat muzakki dalam
membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember?
2. Apakah akuntabilitas berpengaruh terhadap minat muzakki membayar dalam zakat di LAZISMU Kabupaten Jember ?
3. Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember ?
C. Tujuan Penelitian
Melalui penulisan ini, ada beberapa tujuan yang harus dicapai oleh penulis, diantara yang dimaksud ialah sebagai berikut :
1. Mengetahui tingkat pendapatan berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember
2. Mengetahui akuntabilitas berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember
3. Mengetahui kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember
D. Manfaat Penelitian
Kegunaan penelitian ini berupa hasil dan harus dicapai pasca melaksanakan penelitian, fungsinya meliputi manfaat teoritis serta manfaat praktis. Contohnya manfaat bagi peneliti, lembaga, instansi serta bagi masyarakat secara menyeluruh. Manfaat penelitian bersifat nyata. Pernyataan diatas menuai manfaat seperti :
1. Secara Teoritis
Penelitian ini dapat memberikan manfaat seperti :
a. Penelitian ini diharapkan bisa menambah pemahaman dan wawasan perihal penyebab seperti apa yang mampu mempengaruhi keinginan menunaikan zakat muzakki di lembaga yang terkait, khususnya faktor tingkat pendapatan, akuntabilitas dan kualitas pelayanan yang ada di dalam organisasi tersebut
b. Sebagai landasan atau rujukan bagi penelitian-penelitian mendatang yang memiliki keterkaitan dengan pengaruh tingkat pendapatan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan untuk menambah keinginanan seseorang untuk membayar zakat di lembaga yang bersangkutan.
2. Secara Praktis
Penelitian ini secara praktis dapat memberikan manfaat seperti : a. Peneliti
1) Meningkatkan wawasan dan pengalaman perihal penulisan karya ilmiah untuk bekal awal untuk melakukan penelitian lainnya di masa yang akan datang.
2) Meningkatkan pengetahuan serta memberikan penjelasan secara spesifik kepada masyarakat maupun para akademisi mengenai pengaruh tingkat pendapatan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jember
b. UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sumber rujukan atau tumpuan dalam upaya mewujudkan dan meningkatkan budaya keilmuan di ruang lingkup perguruan tinggi.
c. Bagi Masyarakat
Harapan kedepan untuk penelitian ini yakni mampu meningkatkan pengetahuan serta pengetahuan bagi masyarakat terkait pengaruh tingkat pendapatan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan terhadap minat membayar muzakki di Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazismu) Kabupaten Jember.
d. Bagi Muzakki Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazismu) Kabupaten Jember
Hasil riset ini diharuskan bisa mewariskan pedoman atau bahan pertimbangan untuk muzakki yang ada pada Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazismu) Kabupaten Jember untuk membayar zakat.
E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Variabel Penelitian
ialah seluruh hal yang bisa dijadikan oleh seorang peneliti untuk kemudian dikaji dan mendapatkan hasil berupa informasi terkait hal yang dikaji, lalu ditarik kesimpulannya.14 Variabel dapat berupa sifat, nilai, obyek, atau kegiatan yang memiliki berbagai macam sehingga pelu
14 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 38-39.
diambil ringkasannya. Variabel yang ada pada riset ini dikelompokkan menjadi dua macam yakni :
a. Variabel Independen
Variabel ini juga mesti dijuluki dengan dorongan, perkiraan, kata benda, dan istilah yang kerap kali disematkan adalah variabel bebas. Hal tersebut ialah yang membentuk asal mula dan dapat mempengaruhi munculnya perubahan atas sesuatu.
Adapun variabel bebas dalam riset ini yakni tingkat pendapatan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan.
b. Variabel Dependen
Variabel ini kerap dijuluki sebagai manfaat yang kita dapat, ciri-ciri, akibat atas suatu hal, dan dalam istilahnya dinamakan variabel terikat. Aspek ini ialah variabel yang dipengaruhi atau merupakan hasilnya disebabkan hadirnya variabel independen.15
Dengan demikian variabel terikat yang tercantum di penelitian ini yakni minat muzakki dalam membayar zakat di Lazsimu Kabupaten Jember..
2. Indikator Variabel
Indikatornya ialah suatu petunjuk yang dijadikan acuan atau landasan mengapa penelitian ini dilakukan. Adapun indikator dari beberapa variabel yang ada yaitu sebagai berikut:
a. Tingkat Pendapatan (X1), indikatornya adalah :
15 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 39.
1) Alat untuk memenuhi kebutuhan
2) Alat untuk menghasilkan atau menjadikan barang berkualitas dan bermanfaat
3) Alat untuk membantu kesejahteraan orang lain b. Akuntabilitas (X2), indikatornya adalah :
1) Sebagai dorongan melaksanakan pertanggung jawaban suatu organisasi dalam mengelola keuangan.
2) Sebagai dorongan untuk menyampaikan informasi dari organisasi kepada masyarakat.
3) Sebagai dorongan untuk memacu kinerja amanah yang telah diberikan oleh masyarakat.
c. Kualitas Pelayanan (X3), indikatornya adalah : 1) Sebagai wujud kepuasan muzakki.
2) Sebagai wujud kemudahan dalam menjangkau muzakki.
3) Sebagai bukti kehandalan dan tanggap terhadap permintaan sehingga menjamin kenyamanan muzakki.
F. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah pengertian terkait sebutan-sebutan penting yang membentuk titik fokus peneliti pada judul penelitian. Maksudnya untuk mencegah adanya penyalahgunaan dan perbedaan pemahaman terhadap makna sebutan sebagaimana yang diinginkan oleh peneliti.
Judul penelitian ini ialah “Pengaruh tingkat pendapatan, akuntabilitas dan kualitas pelayanan terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di
Lazismu Kabupaten Jember”. Berdasarkan judul penelitian yang diusung oleh penulis, maka dianggap perlu untuk menjelaskan beberapa variabel tersebut.
Pengertian dari sebutan-sebutan yang berhubungan dengan judul penelitian antara lain yaitu:
1. Pengaruh
Pengaruh ialah upaya yang hadir atau timbul melalui sesuatu yang ikut menumbuhkan karakter, keyakinan, atau perilaku seseorang.16 Pengaruh merupakan suatu usaha yang dilakukan guna membentuk timbal balik terkait dengan perilaku, watak, dan kepercayaan seseorang. Pengaruh dapat terjadi saat muncul keadaan dimana ada sebab akibat dari sebuah perbuatan yang diambil. Pengaruh lebih condong terhadap hasil yang positif atau mengarah kepada hal yang baik. Makna pengaruh dapat mengandung arti penuh ketika berdampingan dengan variabel disampingnya.
2. Tingkat Pendapatan
Tingkat ialah tinggi rendah suatu kedudukan, pangkat atau derajat tanpa ada pengelompokan golongan.17 Sedangkan pendapatan ialah gaji yang diperoleh oleh seseorang pasca menuntaskan tugasnya dalam upaya mendapatkan rezeki demi memenuhi kebutuhan.18 Adapun tingkat pendapatan merupakan tinggi rendahnya sebuah upah imbalan atas keikutsertaan atau pengorbanan yang telah dilakukan seseorang guna menyelesaikan suatu pekerjaan.
16 Kamus Besar Bahasa Indonesia
17 Ibid.
18 Muhammad Tho’in, dan Agus Marimin, “Pengaruh Tingkat Pendapatan, Tingkat Pendidikan, dan Tingkat Religiusitas Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat”, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 03 (September, 2019), 225-230.
3. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban yang dijalankan oleh pemegang amanah agar dapat mewujudkan komitmen menuntaskan amanah, mengungkapkan, melaporkan, dan menginformasikan segala tindakan yang telah dilakukan sebagai upaya menyelesaikan amanah kepada bagian pemberi tanggung jawab yang mempunyai kepemilikan serta wewenang agar menuntut pertanggungjawaban tersebut .19 Akuntabilitas secara sederhana merupakan bentuk tanggung jawab atas hal yang telah ia kerjakan dalam bidang keuangan dan hal yang menyertainya.
4. Kualitas Pelayanan
Kualitas adalah tingkat baik tidaknya sesuatu atau kadar seseorang dalam melakukan suatu hal. Sedangkan pelayanan ialah upaya untuk memenuhi kepentingan seseorang dengan mendapatkan balasan (uang) atas jasa yang telah diberikan.20 Kualitas pelayanan merupakan layanan terbaik yang diberikan pada orang lain guna melakukan pengawasan pada tingkat utama untuk memenuhi keinginan seseorang.21 Kualitas pelayanan adalah elemen utama yang kita terima saat melakukan kegiatan transaksi.
19 Ait Novatiani, R. Wedi Rusmawan Kusumah, dan Diandra Pepi Vabiani, “Pengaruh Transparansi dan Akuntabilitas Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah”, Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis, 1 ,( Maret, 2019), 55.
20 Kamus Besar Bahasa Indonesia.
21 Joko Bagio Santoso, “Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen (Studi Pada Konsumen Geprek Bensu Rawamangun)”, Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 01, (April, 2019), 129.
5. Minat Muzakki
Minat adalah suatu keadaan dimana orang lain memiliki ketertarikan pada satu hal yang disertai dengan minat untuk mempelajari, membuktikan, dan mengetahui secara terus-menerus.22 Sedangkan muzakki adalah seorang muslim yang telah diberi kewajiban untuk menunaikan zakat dengan berbagai pertimbangan, alasan, kadar dan syarat tertentu. Minat muzakki ialah ketertarikan yang berasal dari muslim yang telah diberi kewajiban untuk kemudian melakukan tindak lanjut terkait dengan zakat yakni mengeluarkan sebagian hartanya.
6. Zakat
Zakat ialah sejumlah dana yang harus disisihkan oleh muslim serta disalurkan pada orang yang memiliki wewenang untuk menerima (mustahiq) sesuai ketentuan yang telah diberlakukan oleh agama.23 Membayar zakat merupakan suatu kewajiban yang dibebankan kepada seseorang dalam kegiatan mengeluarkan sebagian harta yakni zakat kepada beberapa kelompok orang yang boleh menerima berdasarkan ketentuan agama.
G. Asumsi Penelitian
Asumsi adalah anggapan dasar atau dugaan, kemungkinan, perkiraan, sangkaan, atau suatu pendapat yang belum pasti serta belum dibuktikan
22 Muhammad Tho’in, dan Agus Marimin, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Muzakki Dalam Membayar Zakat”, Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers, (September, 2019), 90.
23 Ibid., 90.
kebenarannya.24 Asumsi dapat dijadikan sebagai landasan berpikir jika hal tersebut benar keadaannya.
Berdasarkan pengertian dari asumsi yang sudah diuraikan diatas, maka asumsi yang dikemukakan dalam penelitian tersebut yakni Minat muzakki dalam menunaikan zakat dipengaruhi oleh tingkat pedapatan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan.
H. Hipotesis
Hipotesis ialah solusi serta anggapan awal atas rumusan masalah yang sudah disusun oleh peneliti terhadap penelitiannya. Rumusan masalah tersebut dibentuk dalam beberapa pertanyaan dan kemudian mendapatkan jawabannya dalam hipotesis. Hipotesis sering kali disebut sebagai jawaban teoritis, karena yang dibentuk dalam hipotesis hanya berdasarkan pada teori yang bersangkutan dan belum dicek kesesuaiannya dengan fakta yang terjadi di lokasi penelitian.25
1. Pengaruh Tingkat Pendapatan Terhadap Minat Muzakki Dalam Membayar Zakat Di Lazismu Kabupaten Jember
Pendapatan ialah sejumlah uang yang diperoleh berdasarkan hasil kinerja sebelumnya yang berbentuk gaji, tunjangan, upah dan didapatkan berdasarkan jangka waktu tertentu.26 Tingkat pendapatan yang tinggi dapat memberikan dorongan atau keyakinan terkait dengan apakah pendapatan
24 Kamus Besar Bahasa Indonesia.
25 Ibid.
26 Dadang Primadana, “Pengaruh Religiusitas, Tingkat pendapatan, Dan Layanan Terhadap Minat Muzakki Untuk Membayar Zakat Maal Pada Lembaga Amil Zakat (Studi Kasus Pada Muzakki Lembaga Amil Zakat Rizki Jember)”, (Skripsi, Universitas Jember, Jember, 2018), 18.
yang dimiliki sudah cukup untuk dikeluarkan zakatnya tanpa harus mengurangi harta yang dimiliki dalam jumlah besar. Menurut penjelasan diatas, maka bisa dipahami tingkat pendapatan dapat meningkatkan minat muzakki untuk membayar zakat pada lembaga amil zakat tersebut.
Pernyataan diatas ditunjang dengan penelitian terdahulu Dadang Primadana pada tahun 2017 mengemukakan bahwa keinginan membayar zakat muzakki disebabkan oleh tingkat penghasilan yang tinggi. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Rosmiati pada tahun 2021 yang menyebutkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh penting dan positif untuk meningkatkan keinginan seseorang dalam menunaikan zakat. Maka, hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini ialah:
H1 = Tingkat pendapatan berpengaruh positif terhadap minat muzakki dalam membayar zakat.
2. Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Minat Muzakki Dalam Membayar Zakat Di Lazismu Kabupaten Jember
Akuntabilitas adalah kemampuan memberikan pertanggungjawaban oleh organisasi terhadap masyarakat atau otoritas untuk di evaluasi demi kesejahteraan kedepannya.27 Akuntabilitas dapat dilihat dari laporan pertanggung jawaban atas segala aktivitas keuangan sebuah organisasi. Laporan keuangan dibutuhkan oleh muzakki untuk dijadikan bahan pertimbangan atas keputusan dalam mempercayakan dana zakat pada lembaga atau organisasi yang bersangkutan. Berdasarkan
27 Rusdiana dan Nasihudin, Akuntabilitas Kinerja Penelitian (Bandung: Pusat Penelitia dan Penerbitan UIN SGD Bandung, 2018), 22.
pengertian diatas maka akan menambah minat muzakki dalam menunaikan zakat pada organisasi terkait.
Pernyataan diatas bisa ditunjang dengan penelitian terdahulu Rosmiati pada tahun 2021 menyatakan bahwa akuntabilitas berpengaruh terhadap minat membayar muzakki dalam membayar zakat pada lembaga amil zakat. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Widhiasmara Lia Farhati pada tahun 2019 yang mengemukakan bahwa akuntabilitas memiliki pengaruh secara positif dan signifikan pada minat muzakki dalam membayar zakat. Maka, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah :
H1 = Akuntabilitas berpengaruh positif terhadap minat muzakki dalam membayar zakat.
3. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Muzakki Dalam Membayar Zakat Di Lazismu Kabupaten Jember
Kualitas pelayanan adalah suatu kelebihan yang ditawarkan atas dasar kebutuhan untuk mewujudkan keinginan dari suatu produk atau jasa dan hanya bisa dirasakan tanpa ada bentuk.28 Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyampaikan jasa dengan baik untuk menerima zakat, baik berupa fasilitas, pengetahuan dan tingkat profesional karyawan, komunikasi, akhlak, dan hal baik lainnya. Berdasarkan pengertian diatas dapat diketahui minat muzakki akan bertambah dalam membayar zakat pada organisasi tersebut.
28 Rusdiana dan Nasihudin, Akuntabilitas Kinerja Penelitian (Bandung: Pusat Penelitia dan Penerbitan UIN SGD Bandung, 2018), 20.
Pernyataan diatas diperkuat dengan hasil penelitian terdahulu Dian Wijayanti pada tahun 2020 menyatakan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keinginan muzakki untuk mengeluarkan zakat di lembaga amil zakat. Penelitian ini didukung oleh penelitian Fandi Eko Saputra pada tahun 2021 yang mengemukakan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat muzakki dalam membayar zakat. Maka, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah:
H1 = Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap minat muzakki dalam membayar zakat.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu:
Ha : “Tingkat pendapatan memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember”.
Ho : “Tingkat pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember”.
Ha : “Akuntabilitas memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember”.
Ho : “Akuntabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember”.
Ha : “Kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember”.
Ho : “Kualitas pelayanan tidak memiliki pengaruh terhadap minat muzakki dalam membayar zakat di LAZISMU Kabupaten Jember”.
I. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pembahasan diperoleh melalui pendekatan yang diterapkan, dan yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif. Pendekatan tersebut diartikan sebagai cara dengan filsafat positivisme untuk dasar dan mempunyai tujuan untuk mengamati beberapa lingkungan dan bagiannya, mengumpulkan informasi melalui instrumen penelitian, dan telaah data yang sifatnya kuantitatif statistik dengan hasil penelitian agar bisa mencocokkan asumsi yang sudah dibuat sebelumnya. Peneliti mengambil pendekatan tersebut karena perlu adanya informasi berbentuk angka yang berasal dari narasumber untuk kemudian diolah dan disesuaikan dengan hipotesis yang sudah disusun sebelumnya.29
Jenis penelitian ini diperoleh dengan menggunakan penelitian deksriptif. Penelitian deskriptif ialah penelitian yang menjabarkan atau menjelaskan peristiwa serta fenomena dan data lapangan yang disajikan dalam bentuk narasi.
2. Populasi dan Sampel
Populasi ialah suatu lingkungan yang sifatnya general serta memiliki subyek atau obyek disertai dengan potensi unggul atau sifat khusus yang dipilih peneliti untuk dipelajari serta dikaji ulang untuk
29 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 8.
kemudian diambil kesimpulannya. Maka, populasi bukan lagi sekedar berbicara subyek atau seseorang yang berkaitan, namun lebih dari itu kita berbicara tempat serta yang berhubungan dengan alam.
Populasi memiliki makna luas yakni seluruh sifat khas atau karakter yang ada pada seseorang atau lingkungan yang bersangkutan.
Populasi yang dipilih oleh peneliti pada penelitian ini ialah 250 Muzakki Lazismu Kabupaten Jember.
Sampel ialah beberapa elemen dari total serta sifat khusus yang ada pada populasi tersebut. Jika populasi yang digunakan peneliti besar tidak menutup kemungkinan untuk seorang peneliti mempelajari secara kesuluruhan, maka kita bisa memakai bagian kecil yang terdapat dalam populasi. Penjelasan diatas membuktikan betapa pentingnya untuk sampel bersifat representatif (mewakili), tujuannya agar sampel yang digunakan dapat menjelaskan populasi yang ada. Adapun cara menentukan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin. Teknik untuk menggunakan sampel biasanya dilakukan secara ketidaktetapan atau tak berurutan.
3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Proses ini ialah tahapan yang amat menentukan hasil akhir, karena target penting dari penelitian ialah mencapai data yang diinginkan. Data yang diinginkan berawal dari ukuran yang ada pada teknik pengumpulan
data, maka penting untuk mengetahui dan memahami hal tersebut.30 Teknik yang dipakai pada penelitian diatas yakni sebagaimana berikut:
a. Interview (Wawancara)
Wawancara ialah bertemunya dua orang memperoleh informasi penting serta gagasan melalui pertanyaan yang dibuat sebelumnya sehingga menemukan jawaban untuk kemudian dibangun kesimpulan dalam suatu pembicaraan tertentu.31 Adapun wawancara dibedakan menjadi dua macam, antara lain:
1) Wawancara Terstruktur
Kegiatan ini dijadikan sebagai alat untuk upaya penghimpunan data, jika peneliti telah memastikan terkait informasi seperti bagaimana yang akan didapatkan. Oleh sebab itu, pada pelaksanaan interview, seseorang telah mempersiapkan alat penunjang wawancara meliputi item-item tertulis beserta jawaban yang sudah tersedia.
2) Wawancara Tak Berstruktur
Wawancara tidak terstruktur ialah pembicaraan yang lebih luas karena peneliti tidak terpaku pada petunjuk wawancara yang disusun dengan baik agar menghasilkan data yang diinginkan.
Petunjuk wawancara yang digunakan digunakan untuk permasalahan yang diajukan nanti.
30 I Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 224.
31Ibid., 231.
b. Kuesioner (Angket)
Kuesioner adalah suatu cara untuk menghasilkan informasi dengan cara menyajikan sebagian pertanyaan serta penjelasan yang ditulis kepada narasumber untuk kemudian dijawab. Kuisioner cocok diberikan pada responden yang cukup besar dan terdapat di beberapa kawasan agar efisien. Kuisioner akan menghemat waktu peneliti dan mempermudah jalan untuk mendapatkan hasil menggunakan internet, pos, atau berkomunikasi lewat hp android.
c. Observasi
Observasi adalah cara untuk mempertemukan data yang memiliki ciri khas serta berbeda dengan cara sebelumnya yaitu interview dan kuisioner. Observasi tidak memiliki batasan pada subyek tetapi lebih luas yakni berhubungan dengan alam. Aspek yang disentuh oleh observasi adalah makhluk hidup dan psikis, serta yang paling utama ialah penglihatan dan memori atas data yang sudah diamati. Observasi dapat berupa tingkah manusia, operasi kerja, indikasi-indikasi alam jika responden yang diteliti berjumlah sedikit.32
Instrumen penelitian ialah alat yang dipakai untuk mengukur terhadap kejadian langka sosial atau alam. Alat yang digunakan dalam penelitian dibagi menjadi dua macam yakni uji reabilitas dan uji validitas. 33
32 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 138-145.
33 Ibid., 102.
1) Uji Validitas
Pengujian ini ialah ujian yang dilaksanakan guna memperoleh kesesuaian antara informasi yang dilaporkan dengan realitanya pada obyek penelitian.
2) Uji Reabilitas
Uji realibilitas ialah ujian yang dilaksanakan guna memperoleh dua atau lebih peneliti pada satu obyek, atau orang yang sama pada waktu berbeda memunculkan informasi yang sama, atau sekelompok informasi jika dipecah lagi menunjukkan dua informasi yang tidak jauh berlainan. Maka, hasil yang didapat melalui uji realibilitas adalah hasil yang konsisten. Hasil tersebut akan terlihat sama walaupun berbeda peneliti, obyek, waktu, data yang digunakan berbeda.34
4. Analisis Data
Analisis ini adalah proses atau aktivitas yang dilaksanakan pasca data dikumpulkan dari seluruh narasumber dan sumber data lain terkumpul. Cara yang digunakan dalam menganalisis informasi yang ada di dalam penelitian kuantitatif memakai statistik. Adapun jenis dari pengelompokan statistik, yakni :
a. Statistik Deskriptif
Statistik tersebut bertujuan agar mudah menelaah informasi melaui sistem menggambarkan serta menjabarkan informasi yang
34 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017)., 267-268.
telah terkumpul tanpa bermaksud atau berkeinginan untuk menarik kesimpulan yang ada secara general. Penelitian ini biasanya dilakukan pada populasi tanpa disertakan dengan sampel.
b. Statistik Inferensial
Statistik ini ialah statistik dengan tujuan untuk menganalis populasi beserta sampelnya dengan hasil akhir berupa kesimpulan yang dibuat dan akan diberlakukan oleh populasi terebut. Analisis ini akan lebih relevan dan cocok untuk bagian yang berasal dari lingkungan yang jelas dengan mengambil sampel secara random.
Adapun statistik inferensial terdapat dua macam antara lain yaitu:
1) Statistik Parametris
Statistik parametris ialah bahan yang dipakai untuk memeriksa standar populasi melalui data, atau memeriksa tolak ukur populasi dengan data sampel. Statistik ini biasanya dipakai untuk menganalisis data interval dan rasio.
2) Statistik Non-Parametris
Statistik non parametris ialah bahan yang dipakai untuk menguji distribusi, maksudnya bukan mengharuskan terpenuhinya banyak asumsi. Statistik ini sering dipakai untuk menganalisis data berupa angka dan nomor.35
35 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 147-150.
3) Uji Asumsi Klasik
Penelitian ini memakai analisis regresi berganda yang memiliki beberapa persamaan regresi sesuai rumus yang didapatkan akan valid apabila dipakai untuk memperkirakan suatu kejadian. Pengujian ini meliputi:
4) Uji Normalitas
Uji normalitas data menghasilkan pemahaman terkait populasi data dapat menyebar secara normal atau tidak. Data yang diuji harus sudah memenuhi persyaratan untuk dikatakan normal yaitu taraf signifikansi mencapai 0,05. adapun dikatakan menyebar dengan proses wajar jika nilai signifikansi melebihi dari 5% atau 0,05.36
5) Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dijalankan agar memahami munculnya hubungan linier antar variabel bebas. Menurut santoso jika hasil uji multikolinieritas melewati dari 5% atau 0,05, maka variabel yang bersangkutan tersebut memiliki masalah multikolinieritas antara variabel independen lainnnya.
6) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilaksanakan agar memahami pada model regresi terletak kecocokan atau tidak dari beberapa pengamatan yang ada. Hasil regresi sebelumnya dikatakan baik
36 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 93.
ketika hasil uji tersebut menunjukkan homoskedastisitas atau tidak terdapat heteroskedastisitas. Hal ini bisa diketahui ketika ada keterikatan antara variabel terikat dan lainnya.
7) Uji regresi linier berganda
Pengujian ini ditempuh agar dapat melihat keterkaitan dan pengaruh diantara variabel bebas dan terikat.
8) Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilaksanakan dengan menggunakan beberapa tahap yaitu:
9) Uji Simultan (Uji F)
Uji simultan dijalankan demi mengetahui hadir atau tidaknya pengaruh variabel bebas yang bersangkutan dengan penelitian serta saling berpengaruh dengan variabel terikat yakni keinginan muzakki untuk membayar zakat di Lazismu Kabupaten Jember.
10) Uji Parsial (Uji T)
Uji parsial dilaksanakan agar menemukan sebagian pengaruh dari variabel bebas dengan variabel terikat.37
J. Sistematika Pembahasan BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menggambarkan terkait latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
37 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA,2017), 82-85.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI
Bab ini menggambarkan perihal ruang lingkup penelitian, definisi operasional, penelitian terdahulu dan kajian teori.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menggambarkan dengan jelas dan rinci terkait dengan metode penelitian yang dipakai oleh peneliti dilengkapi dengan alasannya, jenis penelitian, populasi serta sampel yang digunakan, teknik dan instrumen pengambilan data, dan analisis data yang dipakai untuk mencapai hasil.
BAB IV PENUTUP
Bab terakhir menggambarkan terkait dengan kesimpulan atas pembahasan atas penelitian yang sudah diambil, masukan-masukan atau usulan untuk kedepannya. Kesimpulan menjelaskan secara singkat terkait dengan segala temuan penelitian yang memiliki hubungan dengan permasalahan penelitian. Hal ini didapatkan melalui hasil telaah dan penjelasan ulang terkait informasi pasca dijelaskan di halaman sebelumnya.
Anjuran dan solusi terbaik ditulis berdasarkan hasil penelitian, dimulai dari beberapa langkah apa yang akan ditempuh oleh pihak yang ada menggunakan hasil penelitian yang bersangkutan. Saran memiliki dua subtansi, yakni untuk meningkatkan hasil penelitian serta memilih keputusan pada fokus yang berkaitan dengan rumusan masalah.
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Adanya kajian terhadap pustaka adalah untuk mempelajari kembali seluruh bahan bacaan atau pustaka yang kita jadikan sebagai landasan melakukan penelitian, baik yang pernah dibaca atau dianalisis. Kajian tersebut juga dapat melihat apakah sebelumnya sudah pernah ada atau tidak peneliti yang menguraikan hasil penelitiannya dengan isu yang kita angkat. Hal ini juga bermaksud untuk memberitahukan peneliti terkait pengamatan lain yang berhubungan dengan pengamatan yang kita lakukan pada masa sebelumnya, melengkapi penelitian-penelitian terdahulu yang masih kurang sempurna dengan literatur yang berkembang.
A. Penelitian Terdahulu
Penguraian kali ini mengkaji ulang dan menyajikan sebagian hasil penelitian terdahulu serta tetap berhubungan melalui riset yang ingin dijalankan dan kemudian mengambil intisari yang ada pada penelitian sebelumnya. Mengkaji ulang penelitian terdahulu guna menemukan latar belakang dan teori lain yang mendukung pemecahan masalah, serta sebagai informasi tambahan bagi peneliti untuk menunjang penelitian yang dilakukan.
1. Hasil Penelitian Fenny Final Puti diterbitkan pada tahun 2017.38
Skripsi Hasil Penelitian Fenny Final Putri dengan judul “Pengaruh religiusitas, tingkat pendapatan dan layanan terhadap minat muzakki untuk
38 Fenny Final Putri, “Pengaruh Religiusitas, Tingkat Pendapatan Dan Layanan Terhadap Minat Muzakki Untuk Membayar Zakat Maal Pada Lembaga Amil Zakat”, (Skripsi, Universitas Jember, Jember, 2017).
membayar zakat maal pada lembaga amil zakat”. Alasan penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu sebab apa yang menjadi perhatian utama seseorang untuk menunaikan zakat pada lembaga tersebut. Pokok permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: apakah religiusitas memiliki pengaruh pada minat muzakki untuk menunaikan zakat maal pada lembaga amil zakat, apakah tingkat pendapatan memiliki pengaruh pada minat muzakki untuk menunaikan zakat maal pada lembaga amil zakat, dan apakah layanan memiliki pengaruh pada minat muzakki untuk menunaikan zakat maal pada lembaga amil zakat.
Jenis penelitian yang dipakai ialah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer, yakni informasi yang diambil oleh peneliti sendiri terkait asumsi para muzakki yang berhubungan dengan topik yang diteliti. Jumlah narasumber dalam riset ini yaitu 40 responden.
Berdasarkan hasil penelitiannya terdapat beberapa kesimpulan yaitu:
a. Religiusitas berpengaruh positif terhadap keinginan muzakki dalam menunaikan zakat maal pada lembaga amil zakat. Hal ini terjadi karena religiusitas merupakan bentuk ketaatan atas paham agama Islam, maka apabila seseorang mengimani, memahami, dan melaksanakan ajaran Islam secara sadar pasti akan membayarkan zakatnya.
b. Pengaruh tingkat pendapatan pada minat muzakki untuk mengeluarkan zakat maal pada lembaga amil zakat memiliki pengaruh yang positif. Hal ini terjadi karena apabila pendapatan sudah tercukupi pastinya muzakki akan lebih ringan dalam mengeluarkan zakat tanpa khawatir pendapatannya berkurang.
c. Layanan memiliki pengaruh positif untuk membayar zakat maal di lembaga amil zakat yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena pelayanan ialah keunggulan yang mesti selalu ditingkatkan untuk kesenangan muzakki. Bentuk layanan dapat berupa fasilitas, sikap, tanggapan, kenyaman, dan beberapa hal yang tak kasat mata.
2. Hasil Penelitian Dadang Primadana yang diterbitkan pada tahun 2018.39 Skripsi hasil penelitian Dadang Primadana dengan judul
“Pengaruh religiusitas, tingkat pendapatan, dan layanan terhadap minat muzakki untuk membayar zakat maal pada Lembaga Amil zakat (studi kasus pada muzakki Lembaga Amil Zakat Rizki Jember”. Alasan mengapa penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengamalan terhadap pengetahuan, tingkat pendapatan untuk dapat mengeluarkan zakat, dan layanan seperti apa yang dibutuhkan oleh muzakki. Pokok permasalahan yang terdapat dalam riset ini yaitu: apakah religiusitas memiliki pengaruh dalam minat muzakki untuk menunaikan zakat maal dalam lembaga amil zakat, apakah tingkat pendapatan memiliki pengaruh dalam minat muzakki untuk menunaikan zakat maal pada lembaga amil
39 Dadang Primadana, “Pengaruh Religiusitas, Tingkat pendapatan, Dan Layanan Terhadap Minat Muzakki Untuk Membayar Zakat Maal Pada Lembaga Amil Zakat (Studi Kasus Pada Muzakki Lembaga Amil Zakat Rizki Jember)”, (Skripsi, Universitas Jember, Jember, 2018).
zakat, dan apakah layanan berpengaruh dalam minat muzakki untuk membayar zakat maal pada lembaga amil zakat.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.
upaya penghimpunan data dilakukan secara random. Bentuk data yang dipakai ialah data primer, yakni asumsi muzakki terkait variabel yang telah diangkat. informasi yang didapatkan berasal dari narasumber yakni donatur atau muzakki pada lembaga amil zakat tersebut. Menurut hasil penelitiannya terdapat beberapa kesimpulan, yaitu :
a. Pengaruh religiusitas pada minat muzakki untuk menunaikan zakat maal di lembaga amil zakat menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terjadi karena religiusitas dapat menjadi landasan atas penghayatan dan pemahaman terkait pengetahuan agama seseorang. Apabila telah paham dan sadar maka dalam melaksanakan ajaran tentu tidaklah sulit.
b. Tingkat penghasilan memiliki pengaruh signifikan dalam keinginan mengeluarkan zakat maal di lembaga amil zakat. Hal ini terjadi karena besar kecilnya suatu pendapatan yang kita terima atas hasil kerja pasti memiliki pengaruh terhadap jumlah besaran zakat yang ditunaikan. Jika pendapatan tinggi, maka sudah cukup dan wajib dikeluarkan zakatnya begitupun sebaliknya.
c. Layanan berpengaruh secara positif dalam mendorong seseorang membayar zakat maal di lembaga amil zakat. Hal ini terjadi karena pelayanan merupakan pemenuhan dari lembaga atas kebutuhan si