PENDAHULUAN
Latar Belakang
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh transaksi nontunai dan minat pembelian terhadap perilaku konsumen masyarakat kota Parepare. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh transaksi nontunai dan minat beli terhadap perilaku konsumsi warga kota Parepare. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel independen transaksi non tunai (X1) dan minat beli (X2) secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen (Y).
Indentifikasi Masalah
Rumusan Masalah
Untuk menguji apakah terdapat hubungan yang sama antara transaksi cashless dan minat beli terhadap perilaku konsumen. H4: Terdapat pengaruh transaksi nontunai dan pembelian bunga secara bersama-sama terhadap perilaku konsumsi masyarakat kota Parepare. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara transaksi nontunai terhadap perilaku konsumen.
Definisi Oprasional dan Ruang Lingkup Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara transaksi non tunai dengan minat beli pada masyarakat kota parepare.
Kegunaan Penelitian
H1: Transaksi nontunai berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi masyarakat Kota Parepare. 6. Sebaran responden mengenai variabel transaksi non tunai menunjukkan mayoritas responden memberikan pernyataan “sangat setuju” yaitu sebanyak 36 orang (45%). Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel independen transaksi nontunai (X1) dan minat beli (X2) secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen (Y), maka berdasarkan hal tersebut juga diperoleh nilai kontribusinya. Minat beli sama dengan nilai paling dominan sebesar 1,929 yang berarti diantara dua variabel independen yaitu transaksi nontunai (X1) dan minat beli (X2), minat beli mempunyai pengaruh dominan terhadap perilaku konsumen.
Garis Besar Isi Penelitian
LANDASAN TEORI
Penelitian Yang Relevan
Landasan Teoritis
- Teori Perilaku Konsumtif
- Teori Minat Beli
- Teransaksi Cashless
Kerangka Konseptual Penelitian
Hipotesis Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Waktu dan lokasi penelitian
Paradigm Penelitian
Populasi dan Sampel
Populasi adalah suatu wilayah yang digeneralisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, ditentukan oleh peneliti yang diteliti kemudian diambil kesimpulannya.60 Populasi dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat kota Parepare yang menggunakan cashless. Pengguna transaksi tunai, peneliti melakukan survei pendahuluan dan diperoleh 157 responden yang terdiri dari 36,9% responden menjawab tidak menggunakan transaksi tunai dan 63,1% menjawab menggunakan transaksi tunai. Berdasarkan hal tersebut, jumlah pengguna transaksi tunai sebanyak 99 orang. Teknik probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap elemen populasi yang menggunakan transaksi nontunai.
Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini berjumlah 3 yaitu instrumen transaksi nontunai, niat membeli dan terakhir perilaku konsumen. Ada penilaian bahwa membeli suatu produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi. Maka skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Skala Likert merupakan skala yang didasarkan pada penjumlahan sikap responden dalam menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan indikator suatu variabel yang diukur. 66 Responden hanya tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang mereka miliki. dianggap sesuai dengan responden Berikut ini adalah bobot jawaban kuesioner/kuesioner.
Teknik Pengumpulan Data
Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data berupa dokumen-dokumen penting yang diperlukan untuk penelitian, seperti catatan, data arsip dan catatan-catatan lain yang berkaitan dengan objek penelitian di lapangan.70 Dalam hal ini, peneliti akan mengumpulkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan di bidang ini. riset. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan untuk dijawab. 71 Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner tertutup yang memberikan pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden dalam bentuk pilihan ganda tanpa memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat. 72 Artinya responden hanya perlu memilih jawaban yang ditawarkan kemudian data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner/kuesioner ini akan dikelola oleh SPSS 25.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas. dari r tabel maka poin pertanyaannya valid, namun jika angka r lebih kecil dari r tabel maka poin pertanyaannya tidak valid. Suatu unsur dikatakan valid apabila nilai korelasinya lebih besar dari nilai pada tabel atau rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5%.74. Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator suatu variabel atau konstruk. Kuesioner dikategorikan reliabel atau dapat dipercaya apabila tanggapan seseorang terhadap suatu pernyataan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.75.
Pengujian reliabilitas alat ukur konsistensi internal dilakukan dengan cara menguji alat ukur tersebut hanya satu kali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik tertentu. Salah satunya adalah teknik Cronbach’s Alpha yang digunakan untuk menghitung reliabilitas.76 Reliabilitas menunjukkan kestabilan dan konsistensi suatu skala pengukuran.77 Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut: 78. 74 Freddy Rangkuti, Mengukur efektivitas promosi program dan analisis kasus menggunakan SPSS, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009), hal.34.
Teknik Analisis Data
Penelitian ini dilakukan pada komunitas pengguna transaksi nontunai di Kota Parepare dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh transaksi nontunai dan minat beli terhadap perilaku konsumen. Analisis deskriptif variabel transaksi non tunai (X1), minat beli (X2) dan perilaku konsumsi (Y) diukur menggunakan skala Likert yang menghitung tingkat tingkat kinerja responden (TCR) dan sistem penilaian 5 kategori. Artinya responden sangat setuju bahwa dengan bertransaksi non tunai maka pengguna dapat bertransaksi secara aktif dan nyaman.
Berdasarkan tabulasi data dengan seluruh responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini, diperoleh informasi bahwa distribusi frekuensi variabel transaksi non tunai tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen yaitu transaksi nontunai dan minat beli secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen yaitu perilaku konsumen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kontribusi atau pengaruh transaksi nontunai (X1) dan minat beli (X2) terhadap perilaku konsumen (Y) adalah sebesar 53,6%.
Gambar 30 di atas menunjukkan persamaan regresi pengaruh transaksi nontunai (X1) dan minat beli (X2) terhadap perilaku konsumen (Y) dengan tingkat signifikansi α. Hasil penelitian menunjukkan besarnya hubungan antara variabel transaksi non tunai (X1) dengan perilaku konsumen (Y) sebesar 0,305 hal ini menunjukkan hubungan yang positif dan hubungan tersebut juga berada pada tingkat yang lemah. Konstanta : 1,360, artinya tanpa variabel independen transaksi non tunai dan minat beli maka nilai perilaku konsumen sebesar 1,360.
Kemudian model regresi berganda menunjukkan hasil uji F secara bersama-sama menunjukkan bahwa variabel transaksi non tunai (X1) dan minat beli (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen (Y). Sedangkan untuk variabel transaksi nontunai, penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi atau p-value < 0,05 (sig. T = 0,276 > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara transaksi nontunai dengan perilaku konsumen. Dimana hasil uji t parsial variabel transaksi nontunai terhadap minat beli menunjukkan nilai t signifikan sebesar 0,000 < nilai α sebesar 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara perilaku konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terlihat bahwa transaksi non tunai tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumsi. Sedangkan minat beli memang mempunyai pengaruh langsung. Hal ini menunjukkan bahwa minat beli seseoranglah yang lebih besar pengaruhnya terhadap perilaku konsumsi, yang berdampak pada perilaku konsumsi seseorang.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Penelitian
- Deskripsi Responden
- Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Pengujian Hipotesis
- Statistik Deskriptif
- Hasil Uji Istrumen Penelitian
- Hasil Uji Asumsi Klasik
- Hasil Uji Korelasi Pearson Product Moment
- Hasil Uji Ketetapan Model
- Regresi Linear Berganda
- Uji Hipotesis
Hal ini menunjukkan bahwa syarat validitas alat ukur telah terpenuhi, Hasil tersebut berarti pernyataan-pernyataan pada variabel transaksi nontunai layak digunakan sebagai instrumen penelitian pada tahap selanjutnya. Berdasarkan Tabel 19 diketahui item pernyataan variabel perilaku konsumsi yang diukur dengan 16 item pertanyaan mempunyai rhitung > rtabel yaitu 0,220 sehingga kuesioner dikatakan valid. Hal ini menunjukkan bahwa syarat validitas alat ukur terpenuhi. Hasil tersebut berarti pernyataan-pernyataan pada variabel perilaku konsumen layak digunakan sebagai instrumen penelitian pada tahap selanjutnya.
Pengaruh keseluruhan yang disimbolkan dengan R adalah sebesar 0,740 yang berarti hubungan keseluruhan antara variabel transaksi non tunai (X1) dan minat beli (X2) terhadap perilaku konsumen (Y) adalah sebesar 74,0% yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat. Terdapat hasil perhitungan dengan SPSS 25, nilai transaksi tunai (X1) terhadap perilaku konsumen (Y) sebesar -0,319, dan nilai minat beli (X2) terhadap perilaku konsumen (Y) sebesar 1,929. Dapat dijelaskan bahwa Persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: variabel transaksi tunai mempunyai arah berlawanan; peningkatan transaksi tunai justru menurunkan perilaku konsumen. Jika t angka < t tabel dan signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen dan dependen.
Apabila t angka > t tabel dan signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan dependen. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara minat beli terhadap perilaku konsumen. Koefisien regresi sebesar -0,319 yang berarti setiap penambahan satu unit transaksi non tunai akan menurunkan perilaku konsumsi sebesar -0,319 atau jika transaksi non tunai (X1) meningkat maka perilaku konsumsi (Y) akan menurun sebesar -0,319 dengan asumsi variabel independen lainnya konstan untuk tinggal.
Koefisien regresi sebesar 1,929 artinya setiap penambahan 1 satuan minat beli akan meningkatkan perilaku konsumsi sebesar 1,929, atau jika variabel minat beli (X2) meningkat maka akan mendorong perilaku konsumsi (Y) sebesar 1,929 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. .
Pembahasan Hasil Penelitian
Masyarakat yang melakukan bisnis cashless berpendapat bahwa bisnis cashless lebih mudah, aman dan efisien, hal ini dibuktikan dengan hasil tingkat pencapaian tertinggi diantara para responden yang menjadi indikator pemanfaatan bisnis cashless karena dapat mengurangi peredaran uang palsu. uang dengan skor rata-rata 4,51% dengan hasil. TCR sebesar 90,25 termasuk dalam kategori sangat tinggi, respon terendah adalah penggunaan transaksi non tunai untuk mendapatkan layanan khusus seperti diskon dan berbagai promosi dengan skor rata-rata sebesar 4,16%. 108 Ananda Prisanty Noto, Avilian Anniza, Stefani Dinda Tania Serenata, Dampak uang elektronik terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belanja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen.
Hal ini dijelaskan berdasarkan hasil analisis statistik yang menunjukkan bahwa nilai minat beli mempunyai nilai koefisien sebesar 1,929 dengan t hitung sebesar 8,801 > t tabel yaitu 1,991 dan p-value < 0,05 (sig. T = 0,000 < 0. 05), sehingga hipotesis diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sebagian minat beli (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen (Y). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh temuan bahwa variabel minat beli mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen.
Besarnya hubungan antara minat beli (X2) dengan perilaku konsumen (Y) adalah sebesar 0,735 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan menunjukkan bahwa hubungan tersebut juga berada pada tingkat yang kuat. Temuan ini memerlukan upaya pengendalian minat beli masyarakat dengan berbagai cara. Bagi pengguna transaksi non tunai agar lebih meningkatkan dan menjaga pola konsumsinya, agar tidak menjadi masyarakat konsumtif.
Ananda Prisanty Noto, Avilian Anniza, Stefani Dinda Tania Serenata, Pengaruh uang elektronik terhadap perilaku konsumen mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret.
PENUTUP
Kesimpulan
Implikasi
Rekomendasi
Husnul, Muhammad Khafid, Amin Pujiati, Sikap Konsumen dan Gaya Hidup Pelajar dalam Keputusan Pembelian Produk Fashion Melalui Niat Beli, (Journal of Economic Education, JEE 5(2) 2016. Mengingat data yang saya kumpulkan sangat berpengaruh terhadap hasil Dalam penelitian ini saya mohon kepada seluruh responden untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur dan benar Perlakuan Nilai Hilang Definisi Hilang Nilai hilang yang ditentukan pengguna untuk variabel terikat diperlakukan sebagai hilang.