• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan BOS di sekolah dasar

N/A
N/A
Yohanes Dewa Aji Pangestu

Academic year: 2024

Membagikan "Pengelolaan BOS di sekolah dasar "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal

Pengelolaan BOS di sekolah dasar

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

Dosen Pengampu:

Ade Iriani

Sophia Tri Satyawati

Oleh

Yohanes Dewa Aji Pangestu (942023009)

MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

2023

(2)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memeproleh informasi tentang Pengelolaan BOS dan PIP di sekolah dasar dalam penerapan dan implementasi di sekolah dasar .Metode yang digunakan adalah pengumpulan data menggunakan wawancara dengan pendekatan kualitatif .Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Mengetahui pembiayaan Bos melibatkan kepala sekolah , dan bendagara di SD Negeri Kebondowo 02 (2) kegunaan pembiayaan BOS di SDN Kebondowo 02 .

ABSTRAK

. This study aims to obtain information on the Management of BOS and PIP in elementary schools in the implementation and implementation in elementary schools. The method used is data collection using interviews with a qualitative approach. The results showed that: (1) Knowing the BOS financing involving the principal, and treasurer at SD Negeri Kebondowo 02 (2) the use of BOS financing at SDN Kebondowo 02.

(3)

Pendahuluan

Latar Belakang

Tuntutan akan layanan berkualitas tinggi dari lulusan dan lembaga pendidikan semakin mendesak, seiring dengan semakin ketatnya persaingan di pasar tenaga kerja. Salah satu dampak globalisasi di bidang pendidikan adalah deregulasi yang memperbolehkan lembaga pendidikan asing membuka sekolah di Indonesia.

Oleh karena itu, persaingan antara penyedia pendidikan dan pasar tenaga kerja menjadi semakin ketat. Mengantisipasi perubahan yang cepat dan tantangan yang semakin besar dan kompleks, diperlukan investasi untuk meningkatkan daya saing produk dan layanan akademik lulusan dan lembaga pendidikan tinggi lainnya, yang dapat dicapai melalui peningkatan kualitas manajemen pendidikan (Yuliana, 2018).

Kualitas adalah sifat barang dan jasa. Setiap orang mengharapkan dan bahkan menuntut kualitas dari orang lain; di sisi lain, pihak lain masih mengharapkan dan menuntut kualitas. Artinya kualitas bukanlah sesuatu yang baru karena merupakan naluri manusia (Kováč, 2012; Kuo, 1921). Kualitas barang dan jasa seperti produk diperlukan agar orang lain yang menggunakannya merasa puas. Kualitas dengan demikian merupakan kombinasi karakteristik suatu barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, baik tersurat maupun tersirat. Barang dan jasa yang dihasilkan dari aktivitas manusia secara sadar disebut “efisiensi”. Efisiensi merupakan persyaratan kualitas, oleh karena itu muncul istilah "efisiensi manusia" (May et al, 2020). Kinerja disebut kualitas ketika memenuhi atau melampaui kebutuhan dan harapan pelanggan. Oleh karena itu, produk atau jasa sebagai presentasi harus diciptakan sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggannya. Pelanggan jasa pendidikan setidaknya dapat terdiri atas empat kelompok unsur yang berbeda sebagaimana dikemukakan oleh MS Farooq, MS Akhtar dan Memon (2007) antara lain: Pertama, peserta didik dapat berupa pelajar/peserta didik/peserta yang disebut dengan pelanggan eksternal primer. . Merekalah yang memperoleh manfaat langsung dari layanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga-lembaga tersebut. Kedua, klien menghubungi orang yang merujuk mereka ke lembaga pendidikan, mis. orang tua

(4)

atau institusi tempat klien bekerja, dan kami menyebutnya klien eksternal sekunder.

Pelanggan tersier lainnya adalah pekerjaan. Mereka dapat berupa administrator hasil pendidikan atau pengguna komunitas (klien tersier eksternal). Selain itu, dan keempat, hubungan kelembagaan juga mempunyai klien lain dari dalam lembaga tersebut.

Mereka adalah guru/dosen/gurupelatihan Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas pelatihan manajemen (Yuliana, 2018). Kualitas adalah sifat barang dan jasa.

Setiap orang mengharapkan dan bahkan menuntut kualitas dari orang lain; di sisi lain, pihak lain masih mengharapkan dan menuntut kualitas. Artinya kualitas bukanlah sesuatu yang baru karena merupakan naluri manusia (Kováč, 2012; Kuo, 1921).

Kualitas barang dan jasa seperti produk diperlukan agar orang lain yang menggunakannya merasa puas. Kualitas dengan demikian merupakan kombinasi karakteristik suatu barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, baik tersurat maupun tersirat. Barang dan jasa yang dihasilkan dari aktivitas manusia secara sadar disebut “efisiensi”. Efisiensi merupakan persyaratan kualitas, oleh karena itu muncul istilah "efisiensi manusia"

(May et al, 2020). Kinerja disebut kualitas ketika memenuhi atau melampaui kebutuhan dan harapan pelanggan. Oleh karena itu, produk atau jasa sebagai presentasi harus diciptakan sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggannya. Pelanggan jasa pendidikan setidaknya dapat terdiri atas empat kelompok unsur yang berbeda sebagaimana dikemukakan oleh MS Farooq, MS Akhtar dan Memon (2007) antara lain: Pertama, peserta didik dapat berupa pelajar/peserta didik/peserta yang disebut pelanggan eksternal primer. . Merekalah yang memperoleh manfaat langsung dari layanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga-lembaga tersebut. Kedua, klien menghubungi orang yang merujuk mereka ke lembaga pendidikan, mis. orang tua atau institusi tempat klien bekerja, dan kami menyebutnya klien eksternal sekunder. Pelanggan tersier lainnya adalah pekerjaan.

Mereka dapat berupa administrator hasil pendidikan atau pengguna komunitas (klien tersier eksternal). Selain itu, dan keempat, hubungan kelembagaan juga mempunyai klien lain dari dalam lembaga tersebut. Mereka adalah guru/dosen/guru.

(5)

Rumusan Masalah

1. Bagaimana merancang pembiayaan sekolah melalui BOS di sekolah dasar ? 2. Bagiamana pengelolaan pembiayaan sekolah melalaui BOS di sekolah

dasar?

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunan pembiayaan Bos sekolah dasar serta pengelolaan pada pembiayaan sekolah BOS

(6)

BAB II KAJIAN TEORI A.Memperoleh Dana BOS

BOS merupakan program pemerintah yang membantu membiayai biaya non-pribadi sebuah sekolah. Program bantuan operasional sekolah dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dalam pelaksanaannya penyaluran dan pengelolaan dana BOS harus berpedoman pada petunjuk teknis penggunaan dana BOS yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Agama sebagai kementerian teknis yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengelolaan program BOSS. Seperti sekolah lain di Indonesia, sekolah lokal harus mendapat uang VSP, kecuali sekolah internasional, kalau menolak memberi uang, kepala sekolah tidak bisa, kalaupun bisa harus memenuhi syarat, maka SDN Kebondowo 02 mendapat uang VSP . Mendapatkan dana VSP di SDN Kebondowo 02 sudah ada sejak lama, seiring dengan berjalannya program dana BOS dari pemerintah, diperkirakan sudah ada sekitar 2000 program dana VSP yang digunakan di SDN Kebondowo 02.

B. Proses Pengajuan Dana BOS dan Pelaporan

Dana BOS Aplikasi dana BOS sekolah Buddhi saat ini terhubung dengan Dapodik. Dapodik adalah aplikasi komputer yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang memungkinkan sekolah mengirimkan Dapodiknya langsung ke Kementerian melalui Internet, tanpa batasan jarak dan waktu. 5 Dapodik merupakan data pokok sistem pendidikan, dimana jika data Dapodik sudah sinkron dan tidak ada kendala, SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) dan SPM (Standar Pelayanan Minimal) diberikan maka dana BOS masuk. Jadi sekarang uang BOS masuk melalui sistem, tidak seperti dulu. Dana VSP yang diterima SDN Kebondowo 02 dilaporkan setiap beberapa bulan, setelah dana VSP diterima, laporan dikumpulkan oleh koordinator wilayah atau kantor wilayah bersama otoritas pengawas dan tim pemantau dinas pendidikan kota. yang tugasnya memeriksa kelengkapan pelaporan sekolah, dan BKP (Badan Pemeriksa Keuangan) juga memeriksa kelengkapan dana BOS yang diterima sekolah, pelaporan dana VSP tidak bisa sembarangan, dana VSP selalu diperiksa oleh lembaga audit khususnya dewan pendidikan kota.

Semua LPJ (Bendahara Tugas) dikumpulkan untuk dilihat kesesuaiannya, di perguruan tinggi Budha proses dana BOS pertama kali untuk pendidikan yang dievaluasi, laporan pendidikan dievaluasi oleh pengurus, laporan pendidikan terdiri dari kategori seperti merah , kuning. dan biru Merah tergolong buruk, kuning tergolong tidak terlalu buruk atau sedang, dan biru tergolong sangat baik. Apabila ada kategori merah dijadikan

(7)

patokan dan prioritas penggunaan dana anggaran VSP pada ARKAS (pelaksanaan rencana aksi dan anggaran sekolah), ARKAS diambil dari hasil laporan pelatihan, saat ini semua pembelian menggunakan sistem . , jadi tidak bisa langsung, sekarang kita pakai SIPlah (sistem informasi pembelian sekolah). Salah satu aplikasi teknologi informasi yang digunakan lembaga pendidikan untuk memperdagangkan barang dan jasa adalah pasar e-commerce. Aplikasi toko online berupa sistem informasi pengadaan sekolah (SIPLAH) yang mendukung pengadaan barang dan jasa bagi sekolah yang bekerja dalam penerapan pengelolaan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS). . Selain itu, tujuan dibuatnya sistem BOS elektronik adalah untuk menciptakan praktik penerapan proses transaksi bebas dalam pendistribusian dan penggunaan dana BOS (Permendikbud nomor 35, 2019)

c.Pengevaluasi pembiyaan

Secara bahasa, evaluasi berasal dari kata bahasa Inggris “evaluation” yang berarti penafsiran atau penilaian. Kemudian secara harfiah, valuasi berarti proses penentuan nilai suatu benda atau objek berdasarkan acuan untuk mencapai hal tertentu. Evaluasi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran, Pemberian evaluasi dalam kegiatan pembelajaran mempunyai arti yang sangat penting, karena evaluasi merupakan suatu ukuran atau proses yang menentukan tingkat keberhasilan yang dicapai siswa. materi pembelajaran atau materi yang disajikan agar tujuan pembelajaran terlihat jelas dan meyakinkan dalam penilaian.

Evaluasi sebagai bagian dari kurikulum harus dioptimalkan karena tidak hanya didasarkan pada evaluasi hasil pembelajaran saja, tetapi juga harus mengevaluasi input, proses dan output. Salah satu faktor penting dalam sudut pandang efisiensi pembelajaran adalah faktor evaluasi pembelajaran dan hasil pembelajaran. Penilaian merupakan kegiatan mengumpulkan fakta-fakta tentang pembelajaran

(8)

HASIL

Tujuan supervisi manajemen dalam pelaksanaan di SD Negeri Kebondowo 02 Tujuan supervisi manajemen adalah hasil yang diharapkan dari pelaksanaan manajemen sekolah, termasuk aspek administrasi sekolah.

Pengawas mempunyai sasaran pengawasan yaitu kepala sekolah yang memberikan nasihat dan memantau kepatuhan terhadap rencana dan kegiatan yang dilaksanakan. Kepatuhan ini akan memotivasi sekolah untuk meningkatkan kualitas di masa depan.Metode yang digunakan oleh pengawas sekolah adalah dengan menanyakan kepada kepala sekolah tentang delapan standar nasional pendidikan yang dicapai dan meninjau dokumen administrasi sekolah. Inovasinya dalam pengelolaan sekolah dan terwujudnya lima unsur manajemen pendidikan yang meliputi pengelolaan siswa, pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan kurikulum, pengelolaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan keuangan sekolah, sesuai dengan prinsip pengelolaan POAC (Perencanaan,Organisasi, Aktivasi, Kontrol). Peran Pengawasan Manajemen dalam Penyelenggaraan SD Nkebondowo 02 Supervisi yang baik tidak dapat tercapai tanpa adanya peran serta warga sekolah dalam terlaksananya manajemen yang baik di sekolah.Sekolah yang baik tentunya menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Kegiatan yang ditonjolkan di SDN Kebondowo 02 antara lain pembinaan dan pendampingan. Tujuan dari fungsi pemantauan manajemen adalah untuk memeriksa konsistensi rencana dengan pelaksanaannya. Selain itu, kegiatan supervisi yang dilakukan oleh tim supervisi juga merupakan tahapan dalam evaluasi program sekolah, meliputi standar proses, standar isi, standar kompetensi lulusan, standar manajemen, standar pendanaan, standar tenaga pengajar dan pendidikan, sarana dan prasarana. standar. Prosedur pemantauan manajemen pelaksanaan SDN Kebondowo 02 merupakan seperangkat mekanisme yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Prosedur tersebut tidak lepas dari perencanaan yang dibuat sebelum pelaksanaannya.Pengawasan Melalui salah satu tahapan manajemen Perencanaan, dengan adanya rencana aksi pengawasan maka pelaksanaannya akan lebih baik.

(9)

Pengawasan mempunyai fungsi pemantauan dan dukungan, sehingga kedua kegiatan penting ini memberikan data yang diperlukan pengawas.

Namun dalam hal ini pengawasan manajemen oleh atasan merupakan alat pengendaliansembilan standar pendidikan tersebut. Kegiatan pengawas dalam memantau manajemen sekolah adalah sebagai berikut: Pertama, pengawas mengunjungi sekolah sasaran dan membawa instrumen untuk memperoleh data. Perangkat yang disediakan meliputi perangkat yang mencakup 8 standar nasional pendidikan.Kedua, pengawas meminta sekolah meninjau data dan dokumen evaluasi, memperoleh data dengan teknik telaah dokumen, dan mewawancarai pemangku kepentingan sesuai dengan tujuan evaluasi dan umpan balik. Pengawasan kepemimpinan dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu monitoring, pendampingan dan evaluasi. Apabila pengawas datang ke suatu sekolah untuk melakukan surveilans dan membawa instrumen, kemudian meminta sekolah tersebut untuk menyediakandokumen yang memerlukan surveilans dan melakukan wawancara, maka hal tersebut merupakan kegiatan surveilans. Namun berbeda halnya dengan pendampingan. Pertama, tutor akan melakukan kegiatan informasi mengenai topik-topik umum di sekolah dan kedua, memberikan bantuan dalam mempersiapkan penilaian mandiri sekolah dan rencana aksi anggaran sekolah melalui pemecahan masalah secara kolaboratif.

(10)

KESIMPULAN DAN SARAN

Tujuan dari pedoman pengelolaan harus menjadi poin penting untuk mencapai implementasi Konseling manajemen di sekolah berjalan dengan harapan yang tepat. Pengontrol internal Penerapan kepemimpinan pengawas tentunya perlu memperhatikan beberapa kompetensi yang dimiliki kepala sekolah di bawah kepemimpinan manajemen. Rujukan oleh pengawas sebagai alat ukur pelaksanaan keputusan yang diambil oleh kepala sekolah dalam penyelenggaraan sekolah. Prosedur pengendalian administratif meliputi pengendalian dengan melengkapi instrumen instruktur dan peninjauan dokumen, membantu supervisor untuk meningkatkan kinerja manajemen administrasi sekolah, yang meliputi manajemen personalia, kepemimpinan

Tata Usaha, Perpustakaan, Pengelolaan Sarana dan Prasarana, Pengelolaan Keuangan, Manajemen layanan khusus. Peran tutor dalam pengajaran sangat mengesankan adanya pengawasan pengendalian di sekolah.

Saran yang dapat dilakukan adalah Pengawas SDN Kebondowo 02 hendaknya memaksimalkan perannya. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan profesionalisme pengawas dengan menyelenggarakan atau mengikuti pelatihan kinerja bagi pengawas yunior, madya, dan pratama di seluruh satuan pelatihan. Melakukan kegiatan pengendalian administratif

(11)

Daftar Pustaka

Journal of Education and Social AnalysisVolume 3, No3, July2022 P-ISSN:2964-7142; E-ISSN:2964-6499 Vol. 2, No. 3 Tahun 2023

Referensi

Dokumen terkait

Implikasi dari penelitian ini adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan

kontekstual di sekolah dasar negeri kusumodilagan. 2) Dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran aktif,. inovatif, kreatif, efesien, dan menyenangkan

Pengelolaan Supervisi Akademik Pengawas Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Ngadirejan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Universitas

KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI GONDANG 03 Nomor : 421.2 /090/2016 Tentang PENUNJUKAN GURU DALAM PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH

bagaimana "Pengaruh Sistem Pengawasan Pendidikan Melalui Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Yang Dilakukan Pengawas dan Kepala Sekolah Terhadap Kualitas Kinerja Guru Sekolah

Kemudian peneliti menanyakan hal yang sama juga kepada komite sekolah tentang apa saja gagasan baru yang telah dilaksanakan oleh kepala sekolah, komite sekolah mengatakan

Soleh Amin yang baru menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 7 Semarang pada tahun 2019 mempersilahkan kami untuk menanyakan detil-detil keberlangsungan program

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkkan bahwa variabel perilaku kepemimpinan kepala sekolah, semangat kerja guru, dan supervisi pengawas sekolah, memiliki