• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA

N/A
N/A
Paskuyy

Academic year: 2024

Membagikan "PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 13 No. 02, Januari 2013 15 PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA

Rukmini

Akademi Akuntansi Surakarta

ABSTRAK

Suatu kekhawatiran yang muncul dalam kaitannya dengan era globalisasi ekonomi adalah meningkatnya persaingan di dalam negeri, baik antara sesama produk dalam negeri maupun dengan produk berasal dari luar negeri, sedangkan usaha rakyat yang dalam hal ini berasal dari produsen pengusaha kecil (TK) dan Indutri Rumah Tangga (IRT) belum atau tidak siap menghadapinya. Lemahnya daya saing produk sejenis yang berasal dari industri besar dan menengah, sehingga dikhawatirkan mereka akan tersisih dan bahkan gulung tikar.

Hal ini berkaitan dengan persoalan yang mereka hadapi, seperti : keuangan, teknologi, manajemen, dan kelemahan pasar sehingga kekhawatiran tersebut semakin kuat. Selain itu pula, strategi pembangunan ekonomi yang berlangsung selama masa ini dinilai kurang berpihak pada usaha kecil dan rumah tangga (dalam arti termasuk pula usaha tradisional) sedangkan sektor ini merupakan basis dari kekuatan ekonomi rakyat.

Kata Kunci : Pengembangan, Industri Kecil, Rumah Tangga

(2)

Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 13 No. 02, Januari 2013 16 PENDAHULUAN

Jumlah industri kecil baik formal maupun informal yang merupakan bagian integral perekonomian dewasa ini semakin meningkat. Banyak bermunculan berbagai jenis industri (besar,menengah dan kecil) terutama industri kecil dan industri rumah tangga.

Pengertian industri yang dimaksud di sini lebih menekankan pada unit usaha yang merubah bentuk barang atau dengan kata lain dengan melakukan proses produksi yang bukan menekankan pada kumoulan firma yang menghasilkan barang /produk sejenis. Industri kecil yang termasuk didaamnya industri informal umumnya mempunyai usaha berskala kecil bik yang berada di perkotaan maupun yang ada di tingkat pedesaan dengan kondisi yang relative terbatas.

Secara kuantitas industri ini cenderung bertambah, namun tidak berate tidak ada yang gulungtikar. Banyak yang gulung tikar namun banyak juga yng muncul. Hal ini karena modal yang diperlukan relative kecil sehingga mereka mudah masuk tetapi dengan kemampuan yang belum dapat diandalkan maka semudah itu pula mereka keluar ataungulung tikar.

Dari sisi lain, munculnya bebrapa produsen pengusaha nasional uang dinilai lebih banyak memperhatikan perkembangan usahanya semata dan banyak memperhatikan perkembangan

produsen pengusaha kecil, padahal mereka yang kecil itu bila dibina dapat menjadi partner usaha sebagai pemasok kompenen sparepart dari beberapa produk tertentu. Selain itu pula tampak adanya gejala beberapa produsen pengusaha kelas atas mulai melirik kepada pengusaha kecil yang dinilai potensial. Hal ini akan semakin membahayakan dan bahkan mematikan perkembangan usaha IKdan IRT sehingga dapat menggoyahkan perekonomian secara keseluruhan.

PEMBAHASAN

Umumnya masalah yang dihadapi Industri kecil (IK) dan Industri Rumah atngga (IRT) adalah sebagai berikut:

1. Kurang mampu di bidang manajemen.

Dalam era sekarang, manajemen merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi.Memang pada manajemen industri kecil dan industri rumah tangga tidak akan mampu menyamai dengan manajemen pada manajemen industri besar dan menengah namun bagaimanapun seorang leader tetapi dituntut dapat mengelolausaha terutama melalui usaha kemampuannya memanage orang lain dalam organisasinya.

Kekurangmampuan dalam bidang manajemen dapat berakibat cukup fatal seperti tingkat efisiensi yang rendah

(3)

Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 13 No. 02, Januari 2013 17 terutama dari segi biaya sedangkan

efisiensi biaya merupakan modal utam untuk bersaing dalam harga jual produk, kemudian produktivitas juga rendah. Catatan dan atau pembukuan sederhana tentang arus keluar masuknya uang tidak ada, control relative kurang dan lain-lain.

2. Ketrampilan rendah. Pada IK dan IRT yang bersifat labor intensif, ketrampilan tenaga kerja sangat diutamkan karena inilah yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan dalam menghasilkan produk berkualitas.

Selain itu melalui ketrampilan yang relative dapat diandalkan disertai kemampuan menlorkan beberapa ide baru diharapkan akan menghasilkan desain dan diversivikasi produk yang diandalkan.

3. Modal relative kecil. Walaupun dari kacamata kita (bukan produsen) modal kadang-kadang bukan merupakan masalah utama, namun fakta menunjukkan bahwa sebagaian dari IK dan IRT mengalami masalah di bidang keuangan. Mau mencari pinamam dari lembaga-lembaga tidak bias karena tidak mempunyai agunan sedangkan tingkat usaha dirasakan kecil. Lagipula sebagian dan bahkan seluruh keuntungan yang sedikit ini digunakan untuk konsumsi / makan keluarga sehari-hari. Akibatnya pengembangan usaha hamper mustahil dilakukan.

4. - Jiwa wiraswasta renda. Keadaan ini tercermin melalui beberapa observasi dilapangan yang menunjukkan kurang ide / pemikiran untuk menghadapi hari esok yang cemerlang dalam usaha mereka. Mereka cenderung hanya berproduksi kemudian berjualan dan setelah habis kegiatan tersebut berarti habis pula aktivitas dan pemikiran mereka. Begitu keadaan sehari-hari yang dialaminya.

-Sebagian dari produsen IK dan IRT yang terjun di bidang ini bukan karena kemampuan dan kejelian menangkap peluang, melainkan hanya ikut-ikutan . Ada yang terjun ke usaha ini karena melihat usaha yang sejenis yang telah maju, adapula yang terjun ke sini karena meneruskan orang tua dan keluarg dan sejenisnya. Akibat market share kecil dan kemampuan mencari dan menerobos pasar juga rendah.

5. Dilihat dari jenis produk, tidak semua IK dan IRT bepotensi yang sama untuk maju berkembang. Ada jenis produk tertentu dapat menembus pasar sehingga ke luar negeri namun banyak pula yang hanya berproduksi untuk memenuhi pasar di sekitarnya saja.

Akibatnya sebagian dari iK dan IRT hanya bertahan untuk hidup dan bahkan kaang-kadang gulung tikar.

6. Dilihat dari segi aktivitas penjualan, tampaknya sebagian besar unit usaha IK dan IRT bekerja sendiri-sendiri dan hamper tidak ada jaringan usaha

(4)

Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 13 No. 02, Januari 2013 18 mapan yang menjamin kelancaran

usaha.

SOLUSI

Dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi k dan irt sebagaimana telah ditampilkan di atas, ditampilkan solusi sebagai berikut:

Solusi untuk mengatasi permasalahan pertama dan kedua diatas dapat dilaksanakan dengan cara (1) semakin meningkatkan dan mengefektifka bimbingan dan pelatihan bagi kepentingan IK dan IRT seperti dibidang manajemen dan ketrampiulan kerja. Tidak dapat disangkal bhwa usaha kearah itu telah dilaksanakan terutama oleh pihak pemerintah namun dirasakan hanya berlangsung sekali-kali, lagipula kurang efektif dan bahkan kadang terkesan hanya untk memenuhi persyaratan. Hal ini tidak lepas hubungan dengan masalah kemampuan dan moral. (@) mewajibkan industri besar dan menngah yang beroperasi dalam bidang tertentu untuk menggunakan beberapa komponen / spareparts dari finished productnya yang berasal dari IK dan IRT.

Selanjutnya dari segi keuangan benar bila dikatakan bahwa industri ini kecil oleh karena itu pula masalah keuangan seperti modal juga modal.

Tetapi sebagian dari IK dan IRT ini ada

yang menghasilkan produk yang cukup potensial namun sulit berkembang karena kekurangan modal. Untuk meminjam dari lembaga keuangan adalah hal yang mustahil karena mereka tidak mempunyai agunan. Mau berhubungan langsung dengan perusahaan besar yang menyisihkan sebagian keuntungan usaha kecil juga relative tidak bias, tidak tahu dan tidak berani. Lagi pula perusahaan besar tampaknya kurang tertarik melayani hl seperti ini karena menambah pekerjaan baru, sehubungan dengan ini diharapka ada suatu lembaga khusus yang bertugas mengumpulkan dana dari dari persen keuntungan dari usaha besar dan menengah kemudian menyalurkan ke usaha kecil (termasuk IK dan IRT).

Kemudian solusi untuk mengatasi masalah keempat hendaklah dilakukan dengan cara kerjasama antara pihak pemerintah dengan swasta, baik BUMMS maupun perguruan tinggi mmemberikan motivasi kepada produsen pengusaha IK dn IRT dalam rangka meningkatkan kesungguhan, kemampuan dan jiwa wiraswasta seperti melalui kegiatan ceramah dan /atau pengarahan.

Selanjutnya, solusi untuk mengatasi permasalahan nomor 5. Khusus untuk produk IK dan IRT yang potensial , agar pemerintah daerah setempat dapat membantu mencarikan pasar dan/atau mencarikan tempat penjualan yang strategis. Contoh : Pmerintah dapat menyediakan dua atau tiga petak strategis

(5)

Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 13 No. 02, Januari 2013 19 (seperti beberapa super market setempat),

tanpa dipungut biaya kecuali mmendapat bagian dari laba bersih hasil penjualan.

Terakhir, solusi untuk mengatasi aktivitas penjualan yang kurang mapan adalah juga melalui bantuan pemerintah dengan cara mewajibkan beberpa industri besar dan menengah untuk menjalinhubungan dan sekaligus membina produsen pengusaha IK dan iRT yang menghasilkan produk tertentu melalui bebrapa cara seperti sub kontrak da bapak angkat. Oleh karena itu IK dan IRT dapat melakukan dan memperluas jaringan usaha. Melalui jaringan usaha, mereka yang kecil dapat meningkatkan daya saing.

Selain itu pula mereka dapat melakukan spesialisasi sehingga lebih efisien, menekan biaya transaksi, meningkatkan flexibelitas karena ada rekanan yang lebih dipercaya. Upaya ini tampak telah dilaksanakan namun relative masih sangat sedikit dibandingkan dengan banyaknya jumlah produsen pengusaha kecil dan menengah yang ada di daerah setempat.

KESIMPULAN

Sampai saat ini industri kecil dan industri rumahtangga masih sangat membutuhkan uluran tangan dari bberbagaipihak sambil berusaha untuk berdikari. Apabila dewasa ini disinyalir adanya produsen pengusaha besar dan

menengah yang mulai melirik usaha industri kecil yang menghasilkan produk

yang optimal. Untuk itu

diharapkanpemerintah daerah setempat dapat mmengatasi keadaan ini supaya lahan produsen pengusaha kecil dan rumah tangga tidak menjadi santapan berikutnya oleh produsen pengusaha besa dan menengah.

DAFTAR PUSTAKA

Bloomfild, Frena, 1986. Dibalik Sukses Bisnis Orang-Orang Cina, Jakarta Sangsaka Gotra.

Freiderich Furstenberg, 1982, Rahasia Sukses Bisnis Jepang, Seri Manajemen Mo. 64, PT. Pustaka Binaman Pressindo.

Fanstino Cardosa Gomes, 1995,

Manajemen Sumber Daya Manusia, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, YKPN.

(6)

Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 13 No. 02, Januari 2013 20

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen Pelayanan Penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Pada Dinas Kesehatan Kota Surakarta.. Ilmu Administrasi

Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai rating faktor lingkungan internal dalam prospek pengembangan industri rumah tangga kacang telur “Ohara”, yaitu faktor kekuatan

Berdasarkan angka sementara hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013, jumlah usaha pertanian di kota Surakarta sebanyak 1093 dikelola oleh rumah tangga,

Industri kecil adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan, bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk

Penulis dapat mengetahui apakah peran penting akuntansi rumah tangga dalam. kehidupan berumah tangga, dan mengetahui cara para informan

Pada konteks dan perspektif ini pula penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan analisis kontribusi industri rumah tangga home industry pengasapan ikan

Peran akuntansi rumah tangga dalam manajemen keuangan keluarga sangat penting untuk mengatur keuangan yang