Praktek lapangan ini dilaksanakan di Balai Praktek Hatchery Akademi Perikanan Sidoarjo pada tanggal 8 Februari sampai dengan tanggal 13 Maret 2011. Laporan ini disusun berdasarkan hasil praktek lapangan yang dilakukan di SLPP APS pada tanggal 8 Februari sampai dengan tanggal 13 Februari. Maret 2011.
Latar Belakang
Berat udang ini dapat bertambah lebih dari 3 gram per minggu pada budidaya dengan kepadatan tinggi (100 ekor/m2). Ketersediaan benih yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang di tambak.
Tujuan
Manfaat
Air laut yang digunakan dalam kegiatan pemanenan udang vannamei di SLPP APS berasal dari perairan desa ngul. Air pada tangki 2 merupakan air yang digunakan pada saat kegiatan pemanenan udang vannamei di SLPP APS.
Biologi Udang Vanamei
Klasifikasi Udang Vannamei
Morfologi
Torakopoda pertama hingga ketiga disebut rahang atas yang berfungsi sebagai bagian mulut tambahan untuk menampung makanan. Segmen pertama hingga kelima masing-masing mempunyai sepasang pleopoda yang berfungsi sebagai alat bantu berenang.
Sifat Udang Vannamei
Pada tahap ini, eksoskeleton berkembang karena peningkatan volume hemolimfa akibat penyerapan air ke dalam tubuh. Setelah beberapa jam atau hari (tergantung lamanya siklus sabun), kerangka luar yang baru akan mengeras.
Kebiasaan Makan
Penaeus vannamei mempunyai toleransi yang luas terhadap salinitas, berkisar antara 2 sampai 40 ppt, namun akan tumbuh dengan cepat pada salinitas yang lebih rendah bila lingkungan dan darah isoosmotik (Amri dan Kanna, 2004).
Sistem Reproduksi Udang Vannamei
Tahap ini memerlukan pakan tambahan selain fitoplankton sebagai pakan alami. Tingkatan Perkembangan Zoea (Pudadera et al., 1985) Tahapan zoea terdiri dari tiga tingkatan yang dapat dicirikan sebagai berikut.
Hatchery Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)
Lokasi Hatchery
Skala Usaha Unit Pembenihan
Hatchery besar tidak hanya menjual benih siap pemijahan, namun juga menjual nauplius untuk kebutuhan pembibitan rumah tangga. Pada hatchery rumah tangga hanya dilakukan salah satu kegiatan hatchery saja, misalnya produksi benih, navplii atau pakan alami saja.
Sarana Pembenihan
- Induk Udang Vannamei
- Bak Induk
- Bak Pemeliharaan Larva
- Bak Kultur Pakan Alami
- Tenaga Listrik
- Tandon
Penggantian air pada tangki pemeliharaan larva di SLPP APS dilakukan satu kali yaitu pada tahap awal pasca larva. Salah satu kendala yang muncul pada saat kegiatan penanaman di APS SLPP adalah penurunan kualitas air yang sulit dikendalikan.
Persiapan Pembenihan
Persiapan Bak dan Pemasangan Aerasi
Pemasangan instalasi aerasi yang terdiri dari selang area, regulator, bata aerasi yang dilengkapi dengan pemberat. Periksa aerasi sebelum kegiatan menabur dengan mencari gelembung-gelembung dari batu aerasi. Jika gelembungnya rata berarti instalasi aerasi sudah terpasang dengan baik.
Persiapan Air sebagai Media Pembenihan
Pemijahan Induk Udang Vannamei
Pakan untuk induk
Penetasan
Pada tahap nauplius, larva tidak perlu makan karena masih mendapat makanan dari kantung kuning telur (Nurdjanah et al., 1983).
Pemeliharaan Larva
Kualitas Air untuk Pemeliharaan larva
Pemberian Pakan Larva
Peringkat nauplius, pada peringkat ini larva tidak memerlukan makanan dari luar kerana masih mempunyai simpanan makanan dari kulit telur. Stadia zoea, pada peringkat ini larva sudah mempunyai saluran penghadaman yang sempurna dan sedang giat mencari makanan. Sekiranya plankton yang digunakan untuk makanan boleh bergerak (zooplankton), kelajuan pergerakan zooplankton mesti disesuaikan dengan kelajuan pergerakan larva udang.
Sampling Larva Udang Vanname
Pengambilan Sampel
Plankton yang digunakan sebagai makanan dalam siklus hidupnya tidak menghasilkan racun atau gas yang berbahaya bagi larva. Menguji respon pada tahap nauplii dengan memberikan cahaya, nauplii yang sehat akan bergerak mendekati datangnya cahaya (fototaksis positif). Pengujian benih dapat dilakukan dengan cara memutar-mutar air pada wadah (baskom atau ember berwarna cerah) yang berisi induk.
Standar Kualitatif Nauplius dan Benur
Berdasarkan SNI, benur yang berkualitas mempunyai ciri-ciri yaitu warna badan transparan, isi usus tidak terputus, pergerakan benur aktif dengan kepala mengarah ke bawah, kondisi badan setelah mencapai PL 10 organ lengkap dan ekor berbulu halus.
Standar Kuantatif Nauplius dan Benur
Pemberantasan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang menyerang larva udang vannamei disebabkan oleh parasit, bakteri dan jamur, serta virus. Penyakit ini berasal dari bakteri berfilamen, penyakit yang menyerang kondisi perairan yang tinggi bahan organik dan rendah oksigen. Jenis penyakit yang banyak ditemukan menyerang udang vannamei adalah Bacterial White Spot Syndrome (BWSS), Taura Syndrome Virus (TSV), Black Gill Disease (BGD) dan Infectious Hypodermal Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV).
Pemanenan
Tempat dan Waktu
Metode Kerja
Metode Pengumpulan data
Data Primer
Observasi
Wawancara
Partisipasi Aktif
Data Sekunder
Data sekunder merupakan data bekas yaitu data yang diperoleh dari pihak lain, yang tidak berasal langsung dari subjek penelitian (Azwar, 1998). Data sekunder dapat diperoleh dari penelitian-penelitian terdahulu yang dikumpulkan dan digabungkan atau dipublikasikan oleh berbagai badan lain, misalnya lembaga statistik, jurnal, informasi atau badan penerbitan lainnya. Data sekunder dalam praktek kerja lapangan ini dapat diperoleh dari hatchery Akademi Perikanan Sidoarjo.
Keadaan Umum Lokasi Praktek Kerja Lapang
- Sejarah Berdiri dan Perkembangan APS
- Tugas Pokok dan Fungsi APS
- Keadaan Geografi
- Struktur Organisasi dan Tenaga Kerja
Meningkatkan koordinasi dan konsultasi dengan Departemen Kelautan dan Perikanan yang membawahi Akademi Perikanan Sidoarjo dan seterusnya. Adanya visi, misi dan strategi tersebut tidak lepas dari tugas pokok dan fungsi Akademi Perikanan Sidoarjo. Stasiun Lapangan Praktik Pembenihan Akademi Perikanan Sidoarjo terletak di desa ngul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Sarana Pembenihan
- Sumber Air …
Air Tawar …
Tangki pemeliharaan larva milik SLPP APS berada pada ruangan tertutup dan sebagian atapnya terbuat dari bahan fiberglas. Sumber daya listrik untuk kegiatan penyemaian di SLPP APS berasal dari PLN (6600 watt) dan genset (6000 watt). Alat komunikasi yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembenihan udang vanname adalah telepon genggam dan telepon di kantor SLPP APS.
Air Laut …
- Bak Pemeliharaan Larva
- Bak Pakan Alami
- Tandon
- Aerasi
- Litrik
- Prasarana
- Bangunan
- Jalan
- Transportasi
- Komunikasi
- Kegiatan Pembenihan
- Pengolahan Air Laut untuk Pemeliharaan larva
- Persiapan Bak Pemeliharaan Larva
Air laut tersebut diambil menggunakan 2 buah pompa air laut berkapasitas 200 liter/menit kemudian dimasukkan ke dalam reservoir I. Air laut tersebut diambil menggunakan pipa PVC berdiameter 6 cm dan panjang 250 meter dari tangki ke tangki. laut, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 14. Air di reservoir I diangin-anginkan pada dua titik aerasi, yang membantu pengadukan setelah pemberian klorin.
Pengeringan dan Pencucian
Memelihara larva udang di dalam tangki memerlukan perhatian terhadap kondisi tangki dan kualitas air sebagai media pemeliharaan larva.
Pemasangan Instalasi Aerasi
Penempatan batu aerasi yang terlalu dekat dengan dasar bak menyebabkan tercampurnya sedimen di dasar bak.
Pemberian Desinfektan
Pemasukan Air
Pemberian EDTA dan Treflan
Penebaran Nauplius ke Bak Pembesaran Larva
Kisaran hasil pengamatan kualitas air di SLPP APS dengan kualitas air menurut Mani (2010) dapat dilihat pada Tabel 6. Berdasarkan hasil pengukuran oksigen terlarut di SLPP APS belum memenuhi baku mutu yang digunakan untuk hatchery. Pemanas yang digunakan pada SLPP APS mempunyai daya sebesar 3000 watt, dibutuhkan waktu selama 6 jam untuk menaikkan suhu sebesar 1 0C.
Pengambilan di SLPP APS biasanya dilakukan pada malam hari atau dini hari atas permintaan pembeli. Teknik pembenihan udang vaname di SLPP APS meliputi persiapan, pengelolaan pakan, pengendalian kualitas air, pencegahan penyakit dan pemanenan.
Adaptasi Suhu
Adaptasi Salinitas
Pemberian Pakan
Kualitas pakan yang dikirim dalam kondisi baik karena pakan disimpan di gudang pakan yang terjaga kelembabannya. Banyaknya pakan yang diberikan juga tergantung dari stadium udangnya, semakin dewasa udang maka semakin banyak pula pakan yang diberikan. Pakan untuk pemeliharaan larva udang berbeda-beda jenis dan jumlahnya tergantung umur atau stadium larva.
Scletetonema
Budidaya Sceletonema yang dilakukan di SLPP APS merupakan budidaya massal karena menggunakan tangki budidaya berkapasitas 4 ton. Budidaya Sceletonema membutuhkan pupuk NPK merek Tawon dan Mutiara masing-masing 14 gram, vitamin B12 0,5 ml dan bibit Sceletonema 10 liter. Pemanenan dilakukan dengan menyaring Sceletonema dari tangki tumbuh menggunakan kantong penyaring yang ada di tangki pemanenan.
Artemia Salina
Pengamatan Pertumbuhan
Mutu larva di SLPP APS tergolong baik jika dilihat dari kriteria mutu larva menurut Marindo (2008) dan SNI. Tingkat konsumsi makanan larva yang kurang aktif menyebabkan warna larva agak pucat. Konsumsi pakan juga tidak merata, terlihat dari tingkat kemerataan larva yang menunjukkan angka 59%, berada di bawah standar 80%.
Pengelolaan Kualitas Air
Peralatan yang digunakan untuk mengukur kualitas air pada saat operasional Tambak Udang Vannamei antara lain adalah pH meter yang berfungsi untuk mengukur tingkat keasaman air. Suhu air pada tangki pemeliharaan jentik di SLPP APS cukup stabil yaitu 30-320 C. Hal ini dikarenakan tangki pemeliharaan jentik berada pada area tertutup dan setiap tangki ditutup dengan terpal untuk menjaga suhu air tetap stabil. Penggantian air jarang dilakukan dengan SLPP APS karena ukuran larva masih terlalu kecil sehingga memerlukan waktu yang lama dan risiko stres larva lebih besar.
Pengendalian Penyakit
Pada tahap pembekuan, permukaan air biasanya banyak mengandung gelembung. Air diasumsikan dalam keadaan jenuh dan banyak terjadi penguraian gas di dalam air, sehingga perlu adanya perbaikan kualitas air. . Penggantian air dilakukan pada tahap pasca larva, mengingat ukuran larva sudah cukup besar sehingga memudahkan prosesnya. Proses penggantian air pada tangki pemeliharaan larva dimulai dengan mengeluarkan air sebanyak 50% dan berlanjut hingga air keluar seluruhnya.
Pencegahan
Kondisi lingkungan seperti kualitas air yang baik dan ketersediaan pakan yang cukup akan meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit. Gangguan fungsi dan struktur jaringan akan mengakibatkan berkurangnya pertumbuhan, terganggunya sistem koordinasi dan jika kondisinya akut dapat menyebabkan kematian. Dalam pemberian obat harus memperhatikan kondisi larva, misalnya pemberian obat harus dihentikan pada masa mabung karena larva lemah dan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Pengobatan
Panen
- Persiapan Panen
- Proses Pemanenan
- Pengemasan dan Pengangkutan
- Pemasaran
Tujuan grading adalah untuk memilih larva yang berkualitas baik, dipisahkan dari larva yang berkualitas buruk. Proses pengemasan harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati, karena kondisi larva yang masih labil sangat rentan terhadap kematian. Pemasaran langsung artinya pembeli datang langsung ke SLPP APS dan dilakukan kegiatan jual beli.
Hambatan dan Kemungkinan Pengembangan Usaha
- Hambatan yang dihadapi
- Kemungkinan Pengembangan Usaha
Pembelinya sebagian besar adalah pemilik bendungan lokal sekitar Paciran dan Lamongan, sehingga jarak SLPP APS dengan bendungan tidak terlalu jauh. Tenaga kerja yang mencukupi akan memungkinkan SLPP APS mengembangkan usahanya dari hatchery skala rumah tangga menjadi hatchery skala besar. Apabila SLPP APS mampu memproduksi nauplii sendiri maka akan mengurangi biaya produksi pembelian nauplii sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan SLPP APS.
Analisis Usaha
Pengembangan usaha pembenihan udang Vanamei adalah menciptakan kondisi terkendali dengan pencegahan dan pemberantasan penyakit secara optimal dan teratur. Berdasarkan perhitungan nilai B/C Ratio pada usaha pembenihan udang vannamei sebesar 2,09 menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan. Hasil perhitungan B/C Ratio menunjukkan nilai sebesar 2,09 yang berarti setiap menggunakan biaya produksi sebesar Rp 1 maka akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 2,09.
KESIMPULAN DAN SARAN
- Kesimpulan
- Saran
- Morfologi Udang Vannamei
- Tingkatan Perkembangan Nauplius
- Tingkat Perkembangan Zoea
- Tingkat Perkembangan Mysis
- Struktur Oganisasi SLPP APS
- Sumber Air Tawar dari PDAM
- Bak Pemeliharaan L arva
- Bak Panen
- Bak Panen Sceletonema
- Bak Penetasan Artemia
- Blower
- Genset
- Pencucian Tandon Air Laut
- Paralon untuk Mengambil Air Laut
- Pemberian Karbon dan A erasi
- Penyaringan
- Pemasangan A erasi
- Sterilight dan F ormalin
- Pemberian Treflan
- Pencucian Wadah Nauplius Sebelum D itebar
- Adaptasi S uhu
- Adaptasi Salinitas
- Pupuk untuk Sceletonema
- Pakan Buatan
- Grafik Pertambahan Panjang
- Alat Pengukur Kualitas A ir
- Grafik Perubahan Suhu Harian
- Peta Lamongan
- Denah Bangunan Sarana dan Prasarana di SLPP APS
- Cara Kultur dan Pemeberian Pakan Sceletonema
- Cara Kultur Artemia
- Kandungan Nutrisi Pakan larva Udang Vannamei d i SLPP APS
- Cara Pemberian Pakan Buatan untuk Larva
- Dosis Pemberian Pakan
- Jadwal Pemberian Pakan
- Data Pengamatan Pertumbuhan Larva
- Pengukuran Kualitas Air
- Data Jumlah Larva Harian di SLPP APS
- Proses Panen
- Analisis Usaha
Molting larva udang vannamei merupakan masa kritis sehingga penurunan kualitas air seperti DO sangat mempengaruhi kelangsungan hidup larva. Pengelolaan kualitas air harus dilakukan, misalnya menyaring dan mengganti air secara berkala untuk meningkatkan kualitas air. Hubungan panjang total dan berat badan udang vaname (Bahasa Indonesia).
Titik impas pada usaha pembenihan udang vaname akan tercapai jika harga jual udang vanname per ekor sebesar Rp4,3.