PENDAHULUAN
Latar Belakang
Oleh karena itu, sebagian besar sekolah baik negeri maupun swasta selalu memberikan pelajaran pendidikan agama Islam dengan kurikulum yang beragam. Hal ini juga merupakan penerapan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pendidikan Agama Islam. Artinya: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”3 Banyak dalil lain yang juga menyebutkan keutamaan mencari ilmu, antara lain ditinggikan derajatnya,4 diberi kebaikan di dunia dan di akhirat, menjadi5 dan dimudahkan jalan menuju surga. .6 Hal ini semakin jelas menunjukkan pentingnya pendidikan dan pembelajaran, apapun bidangnya dan apapun metodenya.
Beberapa metode pembelajaran yang digunakan di sekolah ini khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, seperti metode mengajar, tanya jawab, hafalan, praktek dan pemberian tugas. Namun, hal ini belum tentu merupakan solusi; Terbatasnya daya ingat siswa juga mempengaruhi kemampuan dan kemauannya dalam melaksanakan tugas. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis berencana membuat media pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis website di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu.
Materi yang akan dimasukkan ke dalam media pembelajaran akan disesuaikan dengan Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Hal ini sejalan dengan keluarnya informasi Kementerian Informasi dan Komunikasi yang menyebutkan bahwa jumlah penggunaan internet di Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Kajian Teori
- Pengembangan Media Pembelajaran
- Kajian Teoritis Tentang Pembelajaran PAI
- Media Pembelajaran berbasis Website
11Husniyatus Salamah Zainiyati, Pengembangan Konsep dan Penerapan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kencana, 2017), hal.14Husniyatus Salamah Zainiyati, Pengembangan Konsep dan Penerapan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kencana , 2017), hal.72 . pendengaran dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemahaman kata-kata atau simbol-simbol yang sejenis.15. 15 Husniyatus Salamah Zainiyati, Pengembangan Konsep dan Penerapan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.. hal 73.
16 Husniyatus Salamah Zainiyati, Pengembangan Konsep dan Penerapan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pendidikan Agama Islam., hal. 73 .. perangkat keras tambahan seperti pemutar disk video untuk terhubung ke jaringan dan sistem audio).17 . e. 17 Husniyatus Salamah Zainiyati, Pengembangan Konsep dan Penerapan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pendidikan Agama Islam., hal. Sedangkan pendidikan agama Islam menurut Zakiyah Daradjat yang dikutip Abdul Majid dan Dian Andayani adalah upaya untuk mengembangkan dan membina peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara utuh.
Media pembelajaran berbasis web merupakan aplikasi TI (teknologi informasi) yang berbentuk halaman web (website). Adapun dalam penelitian ini akan menggunakan bidang yang mengandung unsur pembelajaran dan pendidikan agama Islam.
Penelitian Terdahulu
Namun untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih interaktif, menggunakan WordPress standar saja tidak cukup. Pada media pembelajaran komik bahan ajar harus diunduh terlebih dahulu agar dapat dilihat oleh siswa, sedangkan media pembelajaran website dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Referensi selanjutnya adalah dari penelitian Banyas Ambara dkk yang dimuat di Jurnal Online (JOM FTK) Universitas Islam Kuantan Singingi, Vol.2, No.1 (2020).
Penelitian ini berjudul “Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis media otomatis studio 8.5.2.0 pada mata pelajaran Ikatan Kimia untuk siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Kuantan Singingi”. Referensi lain yang penulis gunakan adalah “Pengembangan media pembelajaran berbasis web pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik” yang dilakukan oleh Peprizal Peprizal dan Nurhasan Syah. Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis media otomatis studio 8.5.2.0 pada mata pelajaran Ikatan Kimia untuk siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Kuantan Singingi.
Pengembangan media pembelajaran online instalasi penerangan listrik. Hasil: Ahli media tes 92,50%, ahli materi 94,79%, guru 89,78%. Materi kajian instalasi penerangan listrik, dan penulis materi mata kuliah PAI Busana Muslim.
PROSEDUR PENELITIAN
- Metode Pengembangan
- Tempat Penelitian
- Prosedur Pengembangan
- Tahap Analisis (Analysis)
- Tahap Desain (Design)
- Tahap Pengembangan (Development)
- Tahap Implementasi (Implementation)
- Tahap Evaluasi (Evaluation)
- Teknik Pengumpulan Data
- Jenis Data
- Instrument Pengumpulan Data
- Teknik Analisis data
Materi yang akan dimasukkan ke dalam media pembelajaran akan disesuaikan dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah. Rencana pengembangan produk media pembelajaran akan dilaksanakan melalui penelitian yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Edukatif. Selanjutnya penulis akan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran Agama Islam untuk menerapkan media pembelajaran ini di 1 kelas.
Nama domain yang penulis pilih untuk digunakan dalam penelitian ini adalah nama domain yang dapat mewakili tujuan yang ingin dicapai yaitu menciptakan media pembelajaran pendidikan agama Islam. Materi dalam media pembelajaran disusun sedemikian rupa sehingga mudah dipahami siswa. Tujuan validasi adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian media pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis website yang dikembangkan sebelum media tersebut digunakan.
Berdasarkan masukan dari pakar IT, penulis telah merevisi tampilan media pembelajaran sebagai berikut. Proses pengembangan media pembelajaran berbasis website menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluate). Berdasarkan proses pengembangan media pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis website dengan contoh materi busana muslim untuk siswa kelas X IPS 2 di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Tahapan pengembangan media pembelajaran telah dibuat dengan menggunakan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Berdasarkan hasil tabulasi angket pengujian kesesuaian media pembelajaran yang dilakukan siswa diperoleh penilaian sebagai berikut. Untuk mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang telah dikembangkan, penulis dalam penelitian ini memberikan saran sebagai berikut.
HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Pengembangan Media Pembelajaran
Dalam media pembelajaran, isinya juga harus mewakili isi buku teks agar tetap konsisten dengan kurikulum yang ada. Media pembelajaran pada penelitian ini akan berbasis website sehingga memerlukan hosting dan domain agar dapat diakses oleh siswa melalui internet. Dalam media pembelajaran ini siswa mempunyai keleluasaan untuk memilih materi yang ingin dilihatnya terlebih dahulu.
Siswa membaca bahan bacaan pada media pembelajaran dapat mengajukan pertanyaan pada kolom tanya jawab. Dalam media pembelajaran ini penulis memberikan soal latihan pilihan ganda sesuai dengan soal latihan yang ada di buku paket pembelajaran sekolah. Mengenai data kualitatif yang dikumpulkan berdasarkan guru mata pelajaran, media pembelajaran ini layak diterapkan kepada siswa di kelas.
Penulis mencoba menampung saran para ahli dan melakukan perubahan terhadap media pembelajaran agar media pembelajaran yang diterapkan menjadi lebih baik. Pada tahap evaluasi, penulis akan melakukan uji kelayakan untuk memperoleh penilaian dan masukan terhadap media pembelajaran yang diterapkan. Angket yang dibagikan kepada siswa kemudian ditabulasi datanya untuk memudahkan penghitungan Skor Kelayakan Media Pembelajaran.
Berdasarkan tabel perhitungan persentase dan interpretasi (Tabel 3.2), tingkat kesesuaian media pembelajaran dapat ditunjukkan sebagai berikut.
Kajian Akhir Media Pembelajaran
- Proses Pengembangan Media Pembelajaran
- Kevalidan Hasil Pengembangan Media Pembelajaran
- Kelayakan Media Pembelajaran
Hal ini berdasarkan rekomendasi dari pakar IT karena platform WordPress dapat dengan mudah dikembangkan oleh profesional IT awam. Pada hosting yang telah disiapkan, penulis menginstall platform WordPress dengan plugin LMS tutor untuk kebutuhan pengelolaan pembelajaran. Untuk memastikan produk media pembelajaran yang dikembangkan baik, penulis melakukan validasi dengan ahli seperti: ahli materi, ahli IT dan praktisi pembelajaran.
Penulis berkoordinasi dengan guru mata pelajaran kemudian bergabung dengan grup WhatsApp kelas agar dapat memberikan panduan dalam mengakses media pembelajaran melalui grup tersebut. Pada tahap evaluasi, penulis melakukan uji kelayakan untuk memperoleh penilaian dan masukan terhadap media pembelajaran yang diterapkan. Ahli materi adalah Ibu Dian Jelita, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Bengkulu.
Penulis memberikan angket kepada ahli materi yang berisi pertanyaan-pertanyaan dalam tiga aspek: relevansi materi, pengorganisasian materi, dan efek pembelajaran. Pemberi pembelajaran adalah Ibu Azni Hermiati, S.Ag, Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Bagi praktisi pembelajaran, penulis menawarkan angket yang menanyakan pertanyaan dalam tiga aspek: Fungsi atau penggunaan media, tampilan dan penyajian media, dan efek pembelajaran.
Hasil validasi ahli mencapai nilai validitas sebagai berikut: ahli materi sebesar 90%, ahli IT sebesar 92,5% dan guru mata pelajaran sebesar 95%. Produk media interaktif tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran saja, namun juga mempunyai halaman evaluasi pembelajaran yang dapat diisi oleh setiap siswa dan melihat langsung hasil evaluasinya.
PENUTUP
Kesimpulan
Hasil pengembangannya berupa produk berupa halaman web dalam bentuk media yang dapat diakses secara online dengan komputer, laptop atau smartphone. Selain dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, produk ini juga dapat digunakan oleh setiap siswa untuk belajar mandiri dimana saja dan kapan saja.
Saran