Aisyah Icawila Syafiiyah, 2022: Pengembangan Pop Up Book Berbasis CTL Sebagai Media Pembelajaran Biologi Materi Viral Bagi Siswa Kelas X IPA SMAN Rambipuji Jember Tahun Pelajaran 2022-2023. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menggunakan materi viral tersebut untuk membuat buku pop-up berbasis CTL.
Tujuan Penelitian Dan Pengembangan
Mendeskripsikan hasil respon siswa terhadap pop up book sebagai media pembelajaran biologi pada materi virus pada siswa kelas X IPA SMAN RAMBIPUJI JEMBER. Mendeskripsikan efektivitas pop up book sebagai media pembelajaran biologi pada materi virus pada siswa kelas X IPA SMAN RAMBIPUJI JEMBER.
SPESIFIKASI PRODUK YANG DIHARAPKAN
Buku pop-up disajikan dalam format modul sehingga siswa dapat belajar tanpa ada bimbingan dari guru. Bahan atau kertas yang digunakan sebagai media buku display ini adalah kertas seni 230.
PENTINGNYA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Manfaat dari penelitian pengembangan ini antara lain
Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penggunaan media pembelajaran pop-up book berbasis CTL dan dapat memberikan informasi konkrit tentang pemahaman konsep pada topik virus.
ASUMSI dan KETERBATASAN PENELITIAN dan PENGEMBANGAN
Asumsi Penelitian Pengembangan
Keterbatasan Penelitian Pengembangan
DEFINISI ISTILAH
Tesis berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Pop-up Book untuk Mendukung Penguasaan Konsep Siswa Kelas X Mata Pelajaran Biologi Tingkat SMA/MA”. Pengembangan Media Pembelajaran Pop-up Book untuk Mendukung Siswa Kelas X dalam Penguasaan Konsep Mata Pelajaran Biologi Tingkat SMA/MA.
KAJIAN TEORI
Pengertian Media Pembelajaran
Mewujudkan semangat belajar yang dapat menciptakan interaksi langsung antara peserta didik dengan sumber belajar. Memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual dan kinestetik auditor.
Ciri-Ciri Media Pembelajaran
Fungsi Media Pembelajaran
Menurut (Levie & Lentz dalam Arsyad) hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran mempunyai empat fungsi yaitu media visual. Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa fungsi media pembelajaran adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan materi yang disampaikan. kepada siswa agar siswa mudah memahaminya.
Variasi Penggunaan Media
Media yang dirancang untuk penggunaan kelompok memerlukan buku petunjuk yang biasanya ditunjukkan kepada ketua kelompok, guru atau pendidik, dimana manfaat pembelajaran kelompok dapat dilakukan melalui diskusi tentang materi yang dipelajari. Media massa, puluhan bahkan ratusan atau ribuan orang bisa menggunakan media secara bersama-sama.
Jenis-Jenis media pembelajaran
Keberadaan media pembelajaran dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran dan meningkatkan kualitas pengajaran guru yang akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Media pembelajaran terbagi menjadi dua dimensi dan tiga dimensi, salah satu media tiga dimensi yang menarik adalah buku pop-up.
Syarat pembuatan media pembelajaran
Buku cetak ini mempunyai visualisasi cerita yang menarik, mulai dari tampilan penyajian materi di dalam buku hingga gambar-gambar yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang akan dipelajari. Faktor keindahan, termasuk estetika bentuk ukirannya, serasi dan akurat dengan kombinasi warna yang menarik, sehingga menarik perhatian siswa untuk menggunakannya (Asyhari dan Silvia, 2016: 5).
Media Pop-up book
Lembaran kertas pada Pop-up book tidak saling bersilangan sehingga tidak mengganggu saat dibuka dan ditutup. Lembaran kertas Pop Up Book tidak saling bersilangan sehingga tidak ada kendala saat membuka dan menutup buku.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran SOL merupakan strategi pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Namun dalam penjelasan tersebut pendidik tentunya memerlukan bimbingan dan perhatian ekstra kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang dilaksanakan.
Materi Virus
Metode perbanyakan jenis ini selalu diakhiri dengan lisis atau pecahnya sel inang untuk melepaskan fag baru. Berbeda dengan virus virulen yang melisiskan sel inang, virus beriklim sedang tidak selalu menghancurkan sel inang.
Kerangka Berpikir
Untuk memperoleh produk desain media pembelajaran Pop-Up Book yang valid digunakan pada materi viral, diperlukan proses perancangan dan pengembangan yang melalui prosedur yang benar hingga implementasi Pop-Up Book. Desain awal media pembelajaran pop-up book Buatlah buku pop-up sesuai desain awal.
Model Penelitian dan Pengembangan
Tahap selanjutnya adalah Pengembangan, Pada tahap pengembangan, peneliti mengembangkan buku pop-up dengan mengacu pada desain media storyboard yang dirancang, melakukan pengembangan produk awal, validasi produk, revisi produk. Tahap ini juga melakukan kegiatan pengujian produk untuk mendukung proses pengembangan dengan menggunakan alat pengumpul data yang telah disiapkan.
Prosedur Penelitian
Produk yang dikembangkan merupakan sumber belajar berupa buku pop-up berbasis CTL pada materi virus. Pada tahap ini peneliti mengembangkan buku pop-up dengan struktur yang telah dirancang pada tahap desain.
Uji Coba Produk
Pada tahap ini dilakukan evaluasi berdasarkan hasil uji coba produk pada tahap sebelumnya, untuk menyempurnakan produk dengan melakukan revisi. Kegiatan evaluasi yang dilakukan meliputi analisis hasil validitas dan efektivitas produk, serta analisis hasil angket respon siswa. SMA Rambipuji merupakan tempat saya magang, maka dari itu selama magang saya mencari informasi mengenai permasalahan tersebut guna mengembangkan hal-hal baru yang belum pernah ada di SMA Rambipuji.
Penelitian ini dilakukan di sekolah tersebut selama kurang lebih satu bulan mulai dari tahap persiapan hingga selesai pada bulan November hingga Desember 2022.
Desain Uji Coba
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk checklist dengan skor setiap aspeknya menggunakan skala likert 1-5 yang akan diberikan kepada ahli materi pelajaran, ahli media, ahli bahasa, guru dan siswa sebagai responden. Kuesioner ini menggunakan skala likert 1-5 yang digunakan sebagai skor pada setiap indikator yang ada pada kuesioner. Angket respon siswa digunakan untuk menilai tingkat keterlaksanaan produk yang digunakan dalam proses pembelajaran pada angket ini menggunakan skala likert 1-5 yang dijadikan skor pada setiap indikator yang ada pada angket.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perhitungan persentase dan deskripsi kualitatif yang diadaptasi dari Akbar dengan rumus sebagai berikut. Data yang digunakan dalam tes ini adalah nilai posttest siswa pada kelas kontrol dan eksperimen yang homogen dan berdistribusi normal.
Penyajian Data Uji Coba
Tahap Analisis
Analisis kinerja dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan permasalahan yang ada di sekolah terkait dengan sumber belajar yang digunakan di sekolah. Hasil analisis kinerja ini menunjukkan bahwa sumber belajar yang digunakan siswa hanya berupa buku teks dan LKS. Selain buku pelajaran dan LKS, tidak ada sumber belajar lain yang digunakan siswa. Tulisannya tidak berwarna sehingga tidak menarik bagi siswa.
Analisis kebutuhan bertujuan untuk menemukan sumber belajar yang tepat yang dibutuhkan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, peneliti memilih mengembangkan pop up book karena merupakan sumber belajar berupa buku cetak, berwarna, bergambar dan disertai materi yang disesuaikan dengan indikator dan tujuan pembelajaran.
Desain
Sampul depan buku pop-up memuat judul buku, nama penulis, gambar-gambar yang relevan dengan isi buku pop-up. Evaluator ahli materi mengevaluasi Ahli materi mengevaluasi buku pop-up dengan menganalisis materi yang dikembangkan dalam buku pop-up berbasis CTL dan bahasa yang digunakan dalam buku pop-up tersebut. Berdasarkan hasil validasi ahli materi pada Tabel 4.4 diketahui bahwa hasil validasi ahli materi mencapai nilai persentase sebesar 97% yang menunjukkan bahwa materi pop-up book tergolong sangat bernilai, sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Validasi oleh ahli bahasa bertujuan untuk mengetahui kualitas kebahasaan pada buku pop up yang mencakup beberapa aspek yaitu aspek sederhana, komunikatif, dialogis dan interaktif, kesesuaian dengan perkembangan siswa, kesesuaian dengan kaidah kebahasaan, penggunaan istilah. Berdasarkan hasil validasi Guru Biologi pada tabel 4.7 dihasilkan skor persentase sebesar 95,78% yang berarti termasuk dalam kategori Sangat Valid sehingga buku pop-up berbasis SOL dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Implementasi
Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap isi atau substansi buku pop-up berbasis CTL. Jadi dapat dikatakan media pop up book berbasis CTL pada materi virus untuk siswa kelas X 4 SMAN Rambipuji dijelaskan dengan sangat baik. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil posttest antara siswa yang menggunakan buku pop-up berbasis CTL dengan siswa yang tidak menggunakan buku pop-up berbasis CTL.
Data tersebut menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar post-test antara siswa yang menggunakan buku pop-up berbasis SOL (kelas X 4) dengan siswa yang tidak menggunakan buku pop-up berbasis SOL. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan media pembelajaran pop up book berbasis SOL dalam proses pembelajaran.
Gain Score
Evaluation
Tes Peningkatan Hasil Belajar bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan.
Analisis Data
Sangat valid". Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pop-up book berbasis CTL sangat valid sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap pop-up book. yang telah dikembangkan oleh peneliti Hal ini menunjukkan bahwa buku pop-up berbasis CTL sangat cocok digunakan pada saat proses pembelajaran.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa buku pop-up berbasis CTL efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Dan diperoleh skor N-Gain sebesar 65,1 yang menyatakan bahwa produk pop-up book berbasis CTL cukup efektif dalam proses pembelajaran C.
Saran Pemanfaatan, Diseminasi dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut
Pengembangan pop-up book tahap analisis
Bagaimana validitas BUKU POP-UP sebagai media pembelajaran materi biologi dan jamur pada siswa kelas X IPA SMA NEGRI RAMBIP UJI.
Media pop up book merupakan media cetak dengan gambar dan bahan yang tampil (3D) serta warna yang menarik. Bagaimana menurut anda jika saya mengembangkan sumber belajar berupa buku pop-up berbasis CTL untuk materi Virus? Bagaimana menurut anda jika saya mengembangkan sumber belajar berupa buku pop-up berbasis CTL pada materi virus?
Setujukah Anda jika sumber belajar dikembangkan dalam bentuk buku pop-up berbasis CTL untuk digunakan dalam proses pembelajaran? 10 Apakah Anda setuju jika sumber belajar dikembangkan dalam bentuk pop-up book berbasis CTL untuk digunakan dalam proses pembelajaran?
Petunjuk Pengisian
Tabel Penilaian
Keakuratan Materi
Kegiatan yang mendukung Materi
Kemuktahiran Materi
Materi Mengambangkan Kemampuan Berfikir
Kata atau ungkapan yang digunakan sesuai dengan tata bahasa yang baik dan benar sesuai dengan PUEBI.
Penggunaan istilah atau simbol
Kesesuaian Bahasa
Kebenaran Materi
Kesimpulan
Jika ada jawapan yang anda fikir salah dan anda ingin membetulkannya, pangkah dengan memberikan dua garisan melintang pada pangkah. Kriteria P SDG SDG SDG SKR SDG SKR SKR SKR SDG SDG SDG SKR SDG SDG SDG.
Identitas Penulis