• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Disiplin Kerja

N/A
N/A
Irham Baharudinn

Academic year: 2023

Membagikan "Pengertian Disiplin Kerja"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

“Nadeak, salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai adalah dengan memiliki disiplin kerja yang baik.” yang diberikan kepada Augustini, disiplin kerja juga merupakan kemauan dan ketaatan untuk berperilaku sesuai dengan peraturan yang ada di instansi terkait.

Sinambela dalam Taufik Akbar dan Slamet, disiplin kerja adalah kemampuan seseorang untuk bekerja secara teratur, tekun dan konsisten serta bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa melanggar peraturan yang telah ditetapkan. disiplin yang berarti sikap dan perilaku yang harus dilakukan setiap pegawai sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh kantor.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah suatu sikap, perilaku dan tindakan yang sesuai dengan peraturan tertulis. dan tidak tertulis dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi atas pelanggaran tersebut.

Disiplin kerja merupakan suatu tindakan yang digunakan atasan untuk berkomunikasi dengan pegawai agar bersedia mengubah perilakunya dan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan pegawai untuk menaati segala aturan dan norma sosial yang berlaku. Tujuan keseluruhan dari disiplin kerja adalah untuk menjamin kelangsungan dalam instansi sesuai dengan motif yang bersangkutan baik pada hari ini maupun pada masa yang akan datang. Penerapan sanksi yang tepat terhadap pegawai yang melanggar aturan memberikan gambaran sejauh mana manfaat disiplin kerja bagi pegawai.

Kehadiran merupakan indikator utama yang mengukur tingkat kedisiplinan, dan umumnya rendahnya disiplin kerja pada pegawai dapat tercermin dari kebiasaan pegawai yang datang terlambat ke kantor.

Manfaat Lingkungan Kerja

Dalam penelitian Kamal dkk dalam Ningsih dkk (2021) berpendapat bahwa perlu adanya upaya untuk menjamin lingkungan kerja yang baik dan kondusif, karena lingkungan kerja yang baik dan kondusif membuat karyawan betah berada di ruang tersebut dan merasa bahagia dan bahagia. bersemangat dalam menjalankan tugasnya, sehingga kinerja karyawan pun meningkat. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, menurut peneliti sendiri, lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja atau karyawan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dikemukakan beberapa keunggulan lingkungan kerja menurut Ishak Tanjung dalam Jais (2017).

34;Menciptakan semangat kerja sehingga produktivitas kerja meningkat, sedangkan manfaat yang didapat dari bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu.” Ini berarti pekerjaan yang dilakukan dengan benar dan dalam kecepatan atau jangka waktu yang ditentukan.

Aspek-Aspek Lingkungan Kerja

Hubungan tersebut merupakan akibat dari adanya hubungan kedisiplinan dengan lingkungan, serta semangat kerja dan hubungan baik antar rekan kerja di tempat kerja.Ketidaksesuaian hubungan antar pegawai dapat menurunkan motivasi dan semangat kerja yang pada akhirnya dapat menurunkan kepuasan kerja.

Jenis-Jenis Lingkungan Kerja

Perhatian nyata perlu diberikan dalam pengelolaan hubungan kerja dan pengendalian emosi di tempat kerja karena hal ini akan berdampak pada pekerjaan karyawan. Lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pegawai yang dapat mempengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugas yang diberikan dan dipengaruhi oleh faktor fisik, kimia, biologi, fisiologis, mental, dan sosial ekonomi. “Perasaan nyaman yang timbul pada diri seseorang dapat meningkatkan kinerja orang tersebut,” Nitisemito dalam Darmawan (2018).

Lingkungan kerja antara bisa juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya: suhu, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanik, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain. Lingkungan kerja non fisik Sedarmayanti menyatakan dalam Darmawan (2018) bahwa “lingkungan kerja non fisik adalah segala keadaan yang timbul sehubungan dengan hubungan kerja, baik dengan rekan kerja, bawahan, maupun atasan”. Lingkungan kerja non fisik ini juga menjadi salah satu hal yang tidak bisa diabaikan karena dapat mempengaruhi kinerja karyawan.

Lingkungan kerja non fisik merupakan suatu keadaan yang berbeda dengan lingkungan fisik yang berkaitan dengan hubungan kerja antara seluruh pegawai yang bekerja pada instansi yang sama. Oleh karena itu di tempat kerja harus diciptakan kondisi atau keadaan kerja yang bersifat kekeluargaan, komunikasi yang baik dan pengendalian diri. Sugito dan Sumartono dalam Darmawan, unsur-unsur dalam lingkungan kerja non fisik mencakup banyak hal, salah satunya adalah struktur tugas dalam suatu organisasi. organisasi atau lembaga.” Cokroaminoto dan Nuryasin dalam Darmawan (2018) berpendapat bahwa pengawasan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui hasil kerja pihak yang diawasi.

Lingkungan kerja fisik adalah segala kondisi fisik di sekitar tempat kerja yang dapat mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap karyawan. Lingkungan kerja non fisik adalah segala keadaan yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik dengan rekan kerja, bawahan, atau atasan dalam suatu instansi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja

Faktor kepemimpinan meliputi: kualitas pemberian dorongan, antusiasme, bimbingan dan dukungan oleh manajer. Faktor tim antara lain: kualitas dukungan dan semangat dari rekan satu tim, kepercayaan terhadap sesama tim, kekompakan dan kedekatan anggota tim. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja menurut Laksmi dalam Fadilah adalah kebersihan, luas ruangan, suhu udara, ventilasi, penerangan, fasilitas kesehatan, persediaan air minum, area pakaian, lantai, mesin, kotak P3K, proteksi kebakaran, pelaporan kecelakaan. ”

Afandi di Fadilah, untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu gedung tempat kerja, ruang kerja yang luas, ventilasi udara yang baik, ketersediaan tempat ibadah, dan ketersediaan sarana transportasi karyawan. menyimpulkan bahwa faktor lingkungan kerja bergantung pada kondisi bangunan di tempat kerja sehingga karyawan yang bekerja merasa nyaman.

Indikator Lingkungan Kerja

Pencahayaan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, karena jika ruang kerja kurang mendapat cahaya atau terlalu terang, maka akan mengakibatkan penglihatan kurang jelas sehingga berpotensi mengganggu pekerjaan. Oksigen merupakan salah satu zat yang diperlukan untuk bernafas, jika ruangan tempat anda bekerja tidak memiliki sirkulasi udara yang baik maka hal ini akan mempengaruhi kadar oksigen yang diterima di dalam ruangan tersebut. Selain itu udara di tempat kerja juga harus bersih dan tidak banyak kotoran, jika udara di sekitar tempat kerja kotor maka dapat menimbulkan masalah bagi karyawan seperti sesak nafas.

Faktor keselamatan di tempat kerja harus diperhatikan guna menjaga rasa damai dan aman dalam bekerja. Tubuh dapat beradaptasi dengan suhu luar jika perubahan suhu luar tubuh masing-masing sebesar 20% dan 35% untuk kondisi dingin dan normal. e) Kelembaban di tempat kerja. Kelembaban adalah jumlah kandungan air di udara. Kelembapan dipengaruhi oleh suhu udara. Jika tidak sesuai akan mempengaruhi tubuh manusia dalam menyerap dan mengeluarkan panas. f) Kebisingan di tempat kerja.

Kebisingan merupakan polusi udara yang tidak terasa nyaman di telinga. Dalam jangka waktu yang lama, kebisingan dapat merusak pendengaran, mengganggu ketenangan saat bekerja, dan menyebabkan kesalahan komunikasi. g) Getaran mekanis di tempat kerja. Getaran mekanis yang dimaksud adalah getaran yang ditimbulkan oleh alat-alat mekanis yang selanjutnya getaran tersebut dapat dirasakan oleh pekerja. Konsentrasi kerja, kelelahan, gangguan pada saraf optik, peredaran darah dan lain sebagainya dapat terganggu akibat getaran mekanis.

Getaran mekanis secara umum dapat mengganggu konsentrasi dalam bekerja. h) Bau di tempat kerja.. bau merupakan bahan pencemar yang berpotensi mengganggu konsentrasi pegawai selama bekerja. Untuk menghilangkan bau, Anda bisa melakukannya dengan beberapa cara, seperti menggunakan AC yang tepat dan menggunakan pengharum ruangan. i) Menetapkan warna di tempat kerja. Pemilihan warna yang tepat di tempat kerja dapat mempengaruhi karyawan dalam kinerja pekerjaannya karena mempunyai karakteristik dan pengaruh yang dapat mempengaruhi emosi dan perasaan seseorang. j) Dekorasi di tempat kerja.

Dengan terciptanya komunikasi yang baik, sikap hormat dan patuh terhadap hubungan kerja antara manajer dan bawahan maka tujuan lembaga akan mudah tercapai. Dengan terciptanya hubungan yang baik antar rekan kerja maka kerjasama tim dapat berjalan dengan mudah. Berdasarkan pendapat para ahli diatas, menurut peneliti lingkungan kerja diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan kondusif, sehingga pegawai akan betah dalam bekerja, serta terdapat fasilitas yang baik dan sesuai.

Penelitian Terdahulu

Sebagai bahan pertimbangan penelitian ini, akan disertakan beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh peneliti lain. Penelitian Taufik Akbar, Slamet (2017) berjudul Analisis Disiplin Kerja Karyawan Kontrak PT AT Indonesia di Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan solusi permasalahan disiplin kerja pada karyawan kontrak bagian permesinan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan pengumpulan dokumentasi. Setelah menganalisis dan membahas permasalahan, peneliti menyimpulkan bahwa rendahnya disiplin kerja pegawai kontrak dapat disimpulkan dari kurangnya informasi (TK), sakit, terlambat, pulang sebelum waktunya dan tidak hadir atau mudik. Penelitian Dedi Setiadi berjudul Disiplin Kerja PNS Pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui disiplin kerja pegawai negeri sipil pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori penelitian ini menggunakan teori Hasibuan dan indikator yang digunakan dari teori Hasibuan adalah 1). Tujuan dan kemampuan, 2). Teladan kepemimpinan, 3). Pembayaran, 4). Keadilan, 5). Kemauan, 6). Ketegasan, 7) . Sanksi pidana, 8).Hubungan kemanusiaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melihat seluruh indikator dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja pegawai negeri sipil pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis disiplin dan peraturan disiplin yang diterapkan di PT.Hariara Medan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi dan wawancara terstruktur serta tidur terstruktur.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan pada PT. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 karyawan dan sampel yang digunakan berjumlah 37 karyawan dengan menggunakan purposive sampling karena teknik pengambilan sampel didasarkan pada kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan koefisien estimasi sebesar 0,625 dan t-statistik sebesar 6,441 melebihi nilai t-tabel yang ada.

Kerangka Berpikir

Defenisi Operasional Variabel Penelitian

Kelembapan di tempat kerja cukup baik, tergantung keinginan, Tempat kerja cukup bising karena lokasi kantor dekat jalan raya.

Hipotesis

Gambar

Gambar 2.1 : Kerangka Berpikir Disiplin Kerja (X1)
Tabel 2.1 Definisi Operasional

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian menggunakan uji t diperoleh hasil nilai t hitung sebesar 10,770, sedangkan nilai t tabel sebesar 2,023 yang berarti t hitung = 10,770 > 2,023 maka H

Berdasarkan hasil uji t-statistik, diketahui bahwa nilai t-statistik sebesar 4,414 yang menunjukkan angka lebih besar dari t tabel yaitu 1,96 dan nilai koefisien

Melalui hasil perhitungan statistik yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa nilai t hitung variabel sebesar 0,403 dan nilai t tabel sebesar 2,003 sehingga nilai t hitung lebih

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan t-test, diperoleh koefisien regresi motivasi berslope positif sebesar 2,990, dengan nilai signifikansi sebesar 0,02

H3 : Motivasi Kerja Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan tabel diatas nilai t hitung sebesar -0,315 lebih kecil dari t tabel yaitu 2,028 atau

Disiplin kerja merupakan variabel yang berpengaruh baik terhadap kinerja karyawan dibuktikan dengan besarnya pengaruh tersebut adalah nilai koefisien determinasi sebesar 0,748 pada

Dari tabel diatas, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,804 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Disiplin Kerja X1 dan Kompensasi X2 Terhadap Kinerja Karyawan Y berpengaruh Kuat

Dikatakan berpengaruh karena nilai koefisien regresi sebesar 0.407 dan signifikansi sebesar 0.004 lebih kecil dari taraf kesalahan 0.05 dengan nilai thitung sebesar 2,991 > ttabel