• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian Kepribadian Komputasional

N/A
N/A
Indriarti oktavia

Academic year: 2025

Membagikan "Penilaian Kepribadian Komputasional"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nama dan NIM kelompok

Indriarti Oktavia Gunawan - 20210701128 Gita Arini Cahya - 20210701064

Verga Abilqis - 20210701112

Alvian Totonafo Mendrofa - 20220801045 Bagus Indra Prastya - 20220801025

Judul: Penilaian Kepribadian Komputasional

Penulis: Clemens Stachl, Ryan L. Boyd, Kai T. Horstmann, Poruz Khambatta, Sandra C.

Matz, Gabriella M. Harari.

Abstrak

Metode komputasional telah meningkatkan objektivitas pengukuran perilaku manusia dan memberikan manfaat besar bagi ilmu kepribadian di era digital. Artikel ini mendefinisikan dan membahas penilaian kepribadian komputasional (CPA) sebagai proses pengukuran yang menggunakan teknologi komputasi untuk menilai kepribadian.

Artikel ini membahas beberapa sumber data paling menjanjikan yang digunakan dalam CPA:

1. Sensing seluler (mobile sensing) 2. Jejak digital dari media sosial 3. Gambar digital

4. Bahasa

5. Metode pengambilan sampel pengalaman (experience sampling).

Kami juga menyoroti peluang besar CPA, seperti:

Bergerak menuju pengukuran objektif kepribadian.

Mendapatkan wawasan baru dari data besar.

Namun, artikel ini juga menggarisbawahi keterbatasan dan tantangan penting, seperti:

Keandalan dan validitas pengukuran.

Pilihan kriteria yang tepat sebagai "kebenaran dasar."

Implikasi etika dan privasi.

CPA memiliki potensi untuk mengubah pemahaman kita tentang perbedaan individu.

(2)

Pendahuluan

Pengukuran dalam ilmu pengetahuan terus berkembang, menghasilkan kuantifikasi fenomena yang lebih presisi. Dalam psikologi kepribadian, fenomena yang diminati adalah pola

berpikir, perasaan, dan perilaku individu. Sebagian besar penilaian kepribadian

mengandalkan laporan diri, tes kepribadian objektif, dan observasi perilaku. Namun, ada kebutuhan yang mendesak untuk data yang lebih objektif tentang perilaku alami untuk meningkatkan akurasi pengukuran psikologi.

Kemajuan teknologi seperti media sosial, ponsel pintar, dan pembelajaran mesin telah memungkinkan observasi perilaku lebih objektif. Dengan memanfaatkan teknologi ini, CPA memberikan peluang baru untuk memahami perbedaan individu melalui data pengamatan yang lebih kaya.

Sumber Data Utama

1. Sensing Seluler

Teknologi seperti ponsel pintar, wearable devices, dan perangkat IoT memungkinkan pengumpulan data objektif, seperti aktivitas fisik, lokasi, hingga pola komunikasi.

Penelitian menunjukkan bahwa sifat kepribadian seperti Extraversion dapat diprediksi menggunakan data sensing ini.

2. Jejak Digital dari Media Sosial

Media sosial menghasilkan data besar tentang preferensi, pola komunikasi, hingga lokasi pengguna.

Algoritma dapat memprediksi sifat kepribadian berdasarkan "Likes"

Facebook, pembaruan status, dan interaksi lainnya.

Penelitian menemukan prediksi komputer dari media sosial lebih akurat dibandingkan penilaian teman atau keluarga pengguna.

3. Gambar

Gambar yang diunggah pengguna, seperti foto profil, dapat dianalisis untuk menilai kepribadian.

Ekstrover, misalnya, cenderung menggunakan foto dengan pencahayaan cerah.

Teknologi pengenalan wajah juga digunakan untuk mendeteksi emosi dan ekspresi kepribadian.

4. Bahasa

Bahasa adalah jendela langsung ke pikiran seseorang. Analisis data dari media sosial dan audio dapat menggambarkan pola perhatian dan emosi.

(3)

Ekstrover, misalnya, lebih sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan orang lain seperti "teman" atau "keluarga."

5. Pengambilan Sampel Pengalaman

Metode ini melibatkan peserta memberikan laporan diri secara berkala tentang apa yang mereka pikirkan, rasakan, atau lakukan.

Teknologi chatbot memungkinkan pengumpulan data ini menjadi lebih adaptif.

Peluang (Terjemahan)

1. Pengukuran Objektif:

CPA mengurangi bias yang umum dalam metode laporan diri seperti bias memori dan keinginan sosial. Misalnya, data digital dapat melengkapi laporan diri dan

mengungkapkan perbedaan yang signifikan.

2. Wawasan Baru dari Data Besar:

o CPA dapat mengungkap pola perilaku yang kompleks.

o Data dari berbagai sumber (sensor, media sosial, dll.) memungkinkan analisis multi-dimensi.

3. Aplikasi Praktis:

CPA dapat digunakan untuk mencocokkan individu dengan pekerjaan, pasangan romantis, atau mengidentifikasi psikopatologi.

Tantangan

1. Reliabilitas dan Validitas:

o CPA memerlukan evaluasi psikometrik yang lebih baik agar dapat diandalkan dan valid untuk aplikasi praktis.

2. Masalah Privasi dan Etika:

o Risiko pelanggaran privasi meningkat ketika data dikumpulkan tanpa persetujuan.

o Jejak digital dapat menimbulkan tekanan sosial jika pengguna merasa selalu diawasi.

3. Konseptualisasi Kepribadian:

o CPA perlu memadukan data subjektif dan objektif untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

(4)

Kesimpulan

Penilaian kepribadian komputasional adalah langkah revolusioner dalam psikologi

kepribadian. Namun, sebelum dapat diadopsi secara luas, masih diperlukan penyempurnaan dalam keandalan, validitas, dan penanganan isu etika. Dengan mengatasi tantangan ini, CPA memiliki potensi untuk mengubah cara kita memahami dan menilai kepribadian manusia.

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dantingkat

Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil suatu keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang menggunakan instrument tes maupun

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang

Pelaksanaan penilaian kompetensi keterampilan dilakukan untuk menilai proses dan hasil belajar siswa. Penilaian proses dilakukan melalui penilaian praktik selama proses

Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen tes atau

PENILAIAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN SOSIAL Petunjuk Berilah skor pada indikator/aspek yang diamati dengan cara memberi angka 1,2,3, atau 4 pada kolom skor sesuai penilaian dengan

Pengolahan data digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap penilaian kontribusi komponen teknologi dalam proses produksi dengan menggunakan metode teknometrik; 3 Pengukuran Tingkat