PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah yang dipilih adalah sebagai berikut: Bagaimana penggunaan model pembelajaran tipe “Security of Response Index” (CRI) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa? kelas? Siswa VIII MTSSyekh Yusuf. Cara Meningkatkan Keterampilan Membaca Melalui Model Pembelajaran CRI (Certainly of Respence Index) Siswa Kelas VIII MTS Syekh Yusuf Sungguminasa.
TujuanPenelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Penelitian Relevan
Penelitian yang dilakukan Suwarto, Tesis UNS “Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Reading and Composition Integration (CRI)” (PTK Bagi Siswa Kelas I SD Negeri Eromoko Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan metode Kooperatif Composition Reading Integration (CRI) dapat meningkatkan proses awal pembelajaran membaca dan menulis, baik bagi siswa maupun guru. Hal ini terlihat dari kesempurnaan pembelajaran pada I. 53,38%, pada II. siklus sebanyak 71,43%, pada III.
Pembelajaran
Dan dengan model pembelajaran tipe CRI ini diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa dan pada akhirnya meningkatkan kemampuan pemahaman membaca.
Membaca pemahaman
Dari tabel tersebut terlihat bahwa data hasil observasi keterampilan membaca pemahaman siswa pada siklus I lebih baik. Peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman membaca siswa. Penerapan model pembelajaran pemahaman membaca Certainty of Response Index (CRI) dapat meningkatkan pemahaman membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VIII MTS Syekh Yusuf Sungguminaswa.
Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai pemahaman membaca penuh.
Model Pembelajaran CIR(Certainly Of Response Index)
Kerangka Pikir
Pada kondisi awal terdapat beberapa siswa yang mengalami kendala dalam memahami apa yang dibacanya, yaitu pada pemahaman bacaan. Hal ini terjadi karena guru dirasa kurang inovatif dalam pelaksanaan pembelajaran, oleh karena itu perlu adanya model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Diantara berbagai jenis model pembelajaran, jenis model pembelajaran. CRI merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa, melalui model CRI dapat menjadikan siswa lebih tertarik dan tertarik untuk mempelajari pemahaman membaca.
Dan melalui model pembelajaran tipe CRI ini diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa dan pada akhirnya kemampuan membaca dan memahaminya meningkat.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
Lokasi Dan Subjek Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan model deskriptif kualitatif yang digunakan, karena data yang digunakan merupakan data yang diperoleh dan dikumpulkan yang dicatat langsung dari kegiatan lapangan. Strategi yang dipilih dalam penelitian ini adalah model spiral Kemmis dan Taggart, strategi tindakan kelas dalam Rochiati (2009: 66).
Prosedur Penelitian
Membuat media dan menentukan sumber belajar yang akan digunakan 4. Membuat format observasi dan penilaian yang akan digunakan. Guru memberikan skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan bagi kelompok yang berhasil dengan baik. i) Siswa mengikuti tes evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman membaca siswa. Observasi ditujukan pada poin-poin dalam pedoman yang dibuat oleh peneliti. Selain itu, untuk memperoleh data yang akurat, peneliti juga harus…
Pada siklus kedua dilaksanakan tahapan seperti pada siklus pertama, dan pada siklus ini perencanaan tindakan dikaitkan dengan hasil yang dicapai pada tindakan siklus pertama, sebagai upaya perbaikan siklus tersebut dengan bahan ajar membaca. pemahaman. Observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman yang telah disiapkan oleh peneliti, dan selain itu untuk memperoleh data yang akurat juga dilakukan survei terhadap siswa mengenai poin-poin tertentu yang dirasa perlu diberikan kepada siswa untuk memperoleh data yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil analisis tersebut akan diambil kesimpulan mengenai fase mana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dan fase mana yang sudah mencapai tujuan.
Mutu proses pembelajaran dinyatakan meningkat apabila capaian pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan tidak memenuhi atau tidak mencapai tujuan.
Instrumen Penelitian
Tes sebagai instrumen pengumpulan data merupakan serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, kecerdasan, keterampilan atau bakat seseorang. Instrumen tes tertulis yang diuraikan dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan teoritis siswa (kompetensi pada ranah kognitif). instrumen tes kemampuan. Kriteria penilaian bagian ini mengacu pada Permendikbud no.104 Tahun 2014. Kriteria penilaian bagian ini ada empat, yaitu Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup Baik (C) dan Kurang Baik (K). Pemahaman membaca seorang siswa dikatakan tuntas apabila siswa tersebut telah mencapai nilai minimal pada kriteria Baik (B). Selain untuk mengamati aktivitas siswa, lembar observasi juga digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran CRI. Lembar observasi merupakan alat yang digunakan untuk mengamati sasaran.
Pada lembar observasi keterlaksanaan yang dilakukan guru dengan menggunakan model pembelajaran membaca pemahaman, aspek yang diamati adalah kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup sesuai dengan langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran CRI. Kolom keterangan diisi dengan kegiatan atau kegiatan dengan guru dilakukan. Berikut lembar observasi keterlaksanaan yang dilakukan guru dengan menggunakan model pembelajaran CRI untuk menghitung nilai keterlaksanaan pembelajaran.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada guru dan siswa kelas VIII untuk mengetahui proses pembelajaran sebelum melaksanakan tindakan dan keterampilan membaca pemahaman sebelum pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Certainty of Response Index (CRI). Keberhasilan pelaksanaan tindakan pada Siklus I terlihat dari peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemahaman membaca siswa sebelum tindakan. Hal ini terlihat pada kemampuan membaca pemahaman siswa pada pertemuan pertama, terutama pada indikator kemampuan siswa dalam menemukan pernyataan yang jelas dari setiap pernyataan.
Siswa memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang 77,34 Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa data hasil observasi kemampuan membaca pemahaman siswa tingkat 1 berdasarkan teknik tes siswa dengan sumber yang autentik memiliki persentase 100%. Siswa yang memperoleh nilai pemahaman membaca pada kategori B (baik) sedikit, yaitu 12 siswa atau 36,36% dari seluruh siswa. Dengan kata lain, sebanyak 87,50% siswa memperoleh nilai pemahaman membaca sempurna, yaitu pada kategori B (baik) dan SB (sangat baik).
Keberhasilan pelaksanaan tindakan pada Siklus II terlihat dari peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa yang tampak lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemahaman membaca siswa sebelum tindakan. Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa indikator kemampuan pemahaman membaca siswa berdasarkan observasi pada Siklus II lebih baik dibandingkan dengan indikator kemampuan pemahaman membaca siswa pada Siklus I. Peningkatan indikator kemampuan pemahaman membaca siswa berdasarkan observasi pada Siklus II juga memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan nilai ujian siswa.
Sebagian siswa memperoleh hasil pemahaman membaca pada kategori B (Baik) yaitu sebanyak 12 siswa atau 36,36% dari total siswa. Sementara itu, 17 siswa atau 51,52% siswa memperoleh nilai pemahaman membaca dengan kategori SB (Sangat Baik). Dengan kata lain, sekitar 87,50% siswa memperoleh nilai pemahaman membaca penuh masing-masing pada kategori B (Baik) dan SB (Sangat Baik).
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman membaca siswa sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan. Hasil observasi kemampuan membaca pemahaman siswa selama proses pembelajaran juga lebih baik dibandingkan dengan hasil observasi pada siklus I. Penerapan model pembelajaran Kepastian Respon Indeks dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas VIII MTS Syekh Yusuf Sungguminasa program keterampilan penjualan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Teknik Analisiss Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Tempat Penelitian
Deskripsi Kondisi Awal
Deskripsi Siklus I
Deskripsi Siklus II
Pembahasan
Berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh guru dan peneliti, guru telah berhasil menerapkan pendidikan yang dapat meningkatkan minat membaca siswa sehingga berdampak pada peningkatan keterampilan membaca siswa. Selain itu, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca guru. kinerja dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif dan menarik di kelas Keberhasilan penerapan model CRI dalam meningkatkan pemahaman membaca dapat dilihat sebagai berikut. Hal ini agar siswa terlatih memperoleh pengalaman dengan mengoptimalkan proses pencarian informasi, konsep atau pemahaman yang dibutuhkan melalui dialog dan pemahaman bacaan antara satu sama lain. Dalam kelompok besar ini, siswa melakukan dialog dan pemahaman bacaan lebih dalam dengan bertukar informasi yang mereka ketahui.
Nilai keterlaksanaan pembelajaran Course Response Index dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa MTS Syekh Yusuf Sungguminasa siklus I berumur 70 tahun dan termasuk dalam kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah menerapkan model pengajaran Safety Response Index dengan sangat baik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa MTS Syekh Yusuf Sungguminasa. Hal ini dibuktikan dengan adanya pertumbuhan melalui metode pembelajaran CRI (Certainly of Response Index (CRI) yang dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIII MTS Ayekh Suyuf Sungguminasa. Hasil tes pra siklus atau kondisi awal yang dilakukan sebelumnya sebesar 2,83; terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 3,04 dengan kategori baik (B) dan meningkat kembali pada siklus II.
Persentase siswa yang memenuhi nilai ketuntasan pada Siklus II memenuhi indikator keberhasilan penelitian yang ditentukan, yaitu lebih dari 75% seluruh siswa mencapai nilai pemahaman membaca yang memenuhi ketuntasan. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat mengalokasikan waktu dengan baik dalam setiap pelaksanaan tahapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran indeks surety of respon, sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah ditetapkan, sehingga kegiatan pembelajaran terlaksana secara efektif dan efisien. Setelah dilaksanakan tindakan disimpulkan bahwa model pembelajaran CRI dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Oleh karena itu, sebaiknya waktu lebih banyak diberikan kepada siswa yang akan belajar dengan menggunakan model pembelajaran indeks surety of respon.
Fuzidri, ddk. 2014. “Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Circ Pada Siswa Kelas VIII 5 Mts Kabupaten Kamang Agam,” Jurnal Sastra dan Pembelajaran Bahasa. Sari, Anindya Yeni, 2014.” Peningkatan kemampuan membaca nyaring melalui media kartun pada siswa kelas IIB SD Panggang Bantul. Mengerjakan.
Kemudian pada tahun 2014, penulis berhasil mendaftar pada program Sarjana (S1), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan judul skripsi: “Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca dalam Bahasa Model Assurance of Response-index dalam pembelajaran bahasa Indonesia “Pada siswa kelas VIII A MTs Syeikh Yusuf Sungguminasa”.
KESIMPULAN DAN SARAN