• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM "

Copied!
221
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sebagai seorang guru pendidikan agama Islam, maka ia harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, salah satunya adalah peningkatan kompetensi profesional secara terus menerus. Dalam hal ini, guru agama Islam sebagai pendidik yang terjun langsung dalam proses belajar mengajar juga harus mampu menguasai teknologi pendidikan. Untuk itu, kegiatan supervisi perlu dilakukan oleh supervisor bagi guru agama Islam, karena merupakan fungsi atau proses manajerial yang harus dilaksanakan dalam praktik di sekolah.

Berdasarkan berbagai permasalahan di atas, dapat diambil sub fokus masalah antara lain: belum maksimalnya pendidikan agama Islam bagi guru dalam rangka pengembangan kompetensi profesionalnya, pola guru yang masih berpikir tradisional, kurangnya penguasaan materi pelajaran. , tes belum didasarkan pada kinerja siswa, guru pendidikan yang belum memperoleh gelar sarjana pendidikan agama Islam, kesulitan dalam menyusun bahan ajar, mengolah materi pelajaran secara kreatif, melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan profesionalisme, penggunaan informasi dan teknologi komunikasi untuk pembangunan. Berdasarkan sub fokus masalah di atas, diduga salah satu faktor penyebab yang paling dominan adalah karena kurangnya kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam, untuk meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Islam. dengan memperkenalkan supervisi klinis. Berdasarkan berbagai uraian di atas, penulis ingin mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam, maka penulis memilih judul tersebut.

Implementasi Supervisi Klinis Dalam Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Fokus Pertanyaan Penelitian

Faktor penghambat apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro? Bagaimana upaya mengatasi kendala pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Tujuan Penelitian

Berdasarkan penelusuran di berbagai perpustakaan, sejauh ini belum ditemukan karya ilmiah yang secara khusus mengkaji tentang Implementasi Supervisi Klinis Dalam Peningkatan Kompetensi Profesi Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro. 15 Ani Puspa Rini, Pengawasan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMKN 10 Malang), dalam http;//www. Persamaan penelitian ini dengan peneliti sama-sama mengkaji tentang supervisi, sedangkan perbedaannya penelitian ini menitikberatkan pada pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Pengertian Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata kompetensi berarti. 52 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam “Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah”, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hal. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam, salah satu strategi yang harus digunakan kepala sekolah adalah pelaksanaan supervisi.

Dari berbagai pendapat di atas, peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam melalui supervisi klinis dilakukan secara sistematis. Pendekatan ini merupakan proses pengumpulan data secara sistematis dan intensif untuk memperoleh pengetahuan tentang pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Berdasarkan sifat penelitian di atas, maka peneliti berusaha mendeskripsikan secara sistematis dan faktual pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Metode Pengumpulan Data

  • Wawancara
  • Pengamatan (Observasi)
  • Dokumentasi

Kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam SMK Muhammadiyah 1 Metro berkaitan dengan penguasaan materi, pelaksanaan tugas pokok pembelajaran yang meliputi penguasaan, pemahaman tujuan dan kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan memonitor pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dengan berhasil dan sukses. Pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi profesional guru agama Islam yang meliputi tahapan pelaksanaan supervisi klinis, teknik supervisi, faktor pendukung pelaksanaan supervisi klinis, faktor penghambat pelaksanaan supervisi, dan upaya yang mungkin dilakukan untuk mengatasi hambatan pelaksanaan. supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Observasi atau observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap objek tertentu yang menjadi sasaran penelitian.

Dalam hal ini peneliti akan melakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam, kondisi guru pendidikan agama Islam, dan keterampilan atau keahlian supervisor dalam pelaksanaan supervisi klinis di SMK Muhammadiyah 1 Metro, ditekankan pada peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Dokumentasi adalah “mencari data tentang hal-hal seperti catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, indeks, agenda, dan sebagainya.” Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data tentang struktur organisasi SMK Muhammadiyah 1 Metro, visi misi, data guru dan siswa, serta kondisi sarana dan prasarana di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Teknik Pengujian Keabsahan Data

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data ke sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda 105 Misalnya data diperoleh dengan wawancara, kemudian dicek dengan observasi atau dokumentasi. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber, data dianalisis oleh peneliti, sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang meminta persetujuan (member checking) dengan sumber data.

Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono, teknik triangulasi adalah uji reliabilitas, yang diartikan sebagai pengecekan data dari sumber yang berbeda dengan membagi metode dan membagi waktu, sehingga terjadi triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu. Reduksi data, yaitu meringkas, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan menanyakannya jika diperlukan.

Penyajian data Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, yang kemudian diberi penjelasan secara naratif. Kesimpulan awal yang disampaikan masih tentatif dan akan berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat. Akan tetapi, jika kesimpulan didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten, berarti kesimpulan tersebut reliabel.

Berdasarkan langkah-langkah tersebut, dalam penelitian ini pada tahap awal setelah dilakukan pengumpulan data melalui teknik wawancara dengan berbagai sumber data yang dianggap mengetahui tentang pelaksanaan supervisi klinis dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru. Selain itu juga dikumpulkan hasil observasi dan dokumentasi sesuai dengan fokus masalah penelitian ini. Data yang terkumpul dan dipilah sesuai dengan masalah yang diteliti kemudian disajikan dalam bentuk naratif atau deskriptif sesuai dengan gambaran sebenarnya yang ditemukan oleh peneliti di lapangan yaitu berkaitan dengan pelaksanaan supervisi klinik dalam rangka peningkatan kompetensi profesional mengenai guru pendidikan agama islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Data yang disajikan berasal dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian disimpulkan bahwa merupakan penemuan baru yang merupakan hasil akhir dari penelitian ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Temuan Umum Penelitian

  • Sejarah Berdirinya SMK Muhammadityah 1 Metro
  • Identitas Sekolah
  • Visi, Misi dan Tujuan SMK Muhammadiyah 1 Metro
  • Kondisi Sosiologis dan lokasi penelitian

Ya, kepala sekolah melakukan supervisi klinis terhadap guru PAI yang pelaksanaannya dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Hal senada juga dikemukakan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum sesuai kutipan wawancara sebagai berikut: Upaya mengatasi hambatan pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Perlukah perencanaan sebelum pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Bagaimana evaluasi pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Apa faktor pendukung pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Apa manfaat pelaksanaan supervisi klinis terhadap peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Apa saja kendala dalam pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan Profesi Guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Apakah kepala sekolah menginformasikan kepada guru PAI sebelum memperkenalkan supervisi klinis untuk meningkatkan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro?

Bagaimana metode dan teknik yang digunakan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi klinis untuk meningkatkan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Apakah kepala sekolah meminta pendapat orang lain untuk mengatasi hambatan pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Apa faktor pendukung pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Peneliti Bagaimana pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Peneliti Apa faktor pendukung pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Temuan Khusus Penelitian

  • Implementasi Supervisi Klinis dalam Peningkatan Kompetensi
  • Faktor pendukung implementasi supervisi klinis dalam
  • Faktor penghambat implementasi supervisi klinis dalam

Pembahasan

PENUTUP

Kesimpulan

Pelaksanaan Supervisi Klinis Dalam Peningkatan Kompetensi Profesional Guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro merupakan kegiatan supervisi yang dilakukan oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Metro dibantu oleh Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum melalui teknik individu, observasi kelas dan privat. percakapan dengan guru pendidikan agama Islam dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro antara lain: adanya dukungan yang tinggi dari manajemen sekolah mengenai kelengkapan alat penilaian, sarana dan prasarana, serta hubungan manusiawi antara Direktur dan Wakil Direktur Bidang Kurikulum Guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan supervisi klinis sebagai upaya peningkatan kompetensi profesional guru PAI dan peningkatan mutu pembelajaran di kelas peningkatan. Faktor penghambat pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro antara lain: (a) kurangnya waktu supervisi klinis; (b) guru terkadang merasa tidak siap dan terganggu karena tidak terbiasa berada di bawah supervisi klinis;

Upaya mengatasi faktor penghambat pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah 1 Metro antara lain: (a) masalah yang diprioritaskan pemecahannya; (b) pengawas harus mempertimbangkan aspek psikologis, sosiologis, agama, kenyamanan dan lain-lain; (c) peningkatan dan pembinaan bersama kelompok kerja guru pendidikan agama Islam; (d) membutuhkan pelatihan/pelatihan, seminar, short course dan sekolah lanjutan; (e) pembinaan secara teratur, bertahap dan berkesinambungan serta melakukan kunjungan studi banding ke sekolah yang paling maju.

Implikasi

Saran

Metro

115 Dokumentasi misi SMK Muhammadiyah 1 Metro, direkam pada 12 Oktober 2017. supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi profesional guru agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan pelaksanaan supervisi klinis dalam peningkatan kompetensi pendidik agama Islam. Apakah Bapak/Ibu menyampaikan kepada guru PAI sebelum melaksanakan supervisi klinis dengan peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro.

Bagaimana upaya mengatasi faktor penghambat pelaksanaan supervisi klinik dalam peningkatan kompetensi guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Metro. Informan Ya, kepala sekolah melakukan supervisi klinis terhadap guru pendidikan agama Islam yang pelaksanaannya dibantu oleh wakil kepala kurikulum.

Referensi

Dokumen terkait

“ Persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dan pendekatan keagamaan dalam meningkatkan kompetensi profesional

belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas X di SMK N 1 Metro. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional guru pendidikan. agama Islam dan motivasi belajar

Penelitian ini berjudul Peranan Supervisi Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Penelitian

Dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru maka setiap guru harus mengikuti supervisi pendidikan. Supervisi dapat di artikan sebagai pemberian bantuan

Berdasarkan temuan penelitian dengan adanya supervisi klinis kompetensi profesional guru mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari proses kegiatan pembelajaran

Berdasarkan temuan penelitian dengan adanya supervisi klinis kompetensi profesional guru mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari proses kegiatan pembelajaran

Berdasarkan temuan penelitian dengan adanya supervisi klinis kompetensi profesional guru mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari proses kegiatan pembelajaran

60 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah diuraikan dalam skripsi ini, yang dibahas tentang kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam terhadap hasil