• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan minat belajar bahasa indonesia melalui

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peningkatan minat belajar bahasa indonesia melalui"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan minat belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SD Inpres Minasa Upa Kota Makassar dengan menggunakan media kartun. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa film kartun dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IV B pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SD Inpres Minasa Upa Kota Makassar tahun pelajaran 2021/2022.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh mantan; Andi Migra Abadi (2004) berjudul: Meningkatkan Pemahaman Kalimat Melalui Media Komik Berseri untuk Siswa Kelas III. kelas di SD Inpres 3/77 Lanca Kabupaten Bone. Kedua, Mulidin (2006) dengan judul: Meningkatkan Kemampuan Menyusun Kalimat Menggunakan Komik Berseri pada Siswa Kelas III SD Negeri 10 Sawaru Kabupaten Maros Ketiga; Abd.

Media

Meningkatkan kemampuan menyusun kalimat melalui komik seri pada siswa kelas V SD Negeri 11 Cenrana Kabupaten Wajo, keempat: Suleman (2008) dengan judul: Meningkatkan kemampuan menyusun kalimat melalui komik pada siswa kelas VI SD Negeri 88 Loka Kabupaten Enrekang. Dengan menggunakan media komik siswa, lebih aktif dan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Media gambar merupakan media yang paling banyak digunakan karena mudah dan disukai semua orang.

Komik Berseri

Kelebihan dan kekurangan komik sebagai media pembelajaran adalah dengan bertambahnya komik sebagai media pembelajaran diharapkan dapat memunculkan kehalusan lain dalam pembelajaran, selain itu penggunaan komik dapat meningkatkan minat belajar siswa dan memudahkan dalam memahami mengingat topik yang dibahas. . diajarkan (Sudjana dan Ahmad Rivai. Komik ilmiah merupakan gabungan antara narasi dan komik strip, dalam komik ilmiah penekanannya pada proses penemuan dan benda yang ditemukan.

Penggunaan media komik berseri terhadap minat belajar

Terutama Mahabharta yang menceritakan tentang konflik luar biasa antara Korawa dan Pandawa, serta kisah Ramayana yang menceritakan tentang penangkapan Dewi Shinta dan lain-lain. Penggunaan media dalam sistem pembelajaran merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam sistem pembelajaran, khususnya penggunaan media sekuensial dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV.

Minat

Pandangan mental adalah cara pandang yang bertumpu pada ide-ide yang diciptakan anak tentang bidang-bidang yang berkaitan dengan minat. Anak yang berminat terhadap suatu tindakan, baik bermain maupun bekerja, akan lebih berupaya dalam belajar dibandingkan anak yang kurang berminat.

Belajar

Belajar merupakan penyesuaian tingkah laku yang terjadi akibat latihan belajar yang diterima siswa melalui sistem pembelajaran di kelas. Sebagaimana ditunjukan oleh rujukan kata bahasa Indonesia secara keseluruhan, maka pembelajaran adalah suatu program praktek belajar siswa dan pendidikan instruktur.

Kerangka Pikir

Oleh karena itu, penelitian terhadap kegiatan wali kelas akan menjadi penelitian yang melihat permasalahan pembelajaran di ruang belajar melalui pertunjukan dengan tujuan akhir mengamati permasalahan dengan berbagai kegiatan yang disusun. Guru bereaksi terhadap konsekuensi pertunjukan dan menawarkan dukungan untuk memahami gagasan a) Instruktur memberikan apresiasi kepada siswa, terutama pada kelompok yang maju untuk memperkenalkan efek samping percakapan mereka. Lembar persepsi yang telah disiapkan sebelumnya mengingatkan pada lembar survei minat siswa dan latihan eksplorasi untuk praktik pembelajaran.

Setelah diperoleh hasil uji coba hasil belajar siswa dan persepsi siswa terhadap latihan dan latihan eksplorasi, maka dilakukan penelitian terhadap kekurangan-kekurangan yang masih ada pada siklus utama untuk pelaksanaan refleksi. Selain itu refleksi digunakan sebagai alasan untuk memperbaiki kekurangan pada siklus utama dan melakukan penyesuaian pada siklus kedua agar hasil yang diperoleh lebih baik. Yang terpenting siklus II dilaksanakan berdasarkan refleksi dari siklus I, dan meninjau kembali kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus II.

Lokasi dan Subjek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VB SD Inpres Minasa Upa Kota Makassar yang berjumlah 21 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia semester genap tahun ajaran 2021/2022.

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sampel

Purposeful Inquiry merupakan metode pengujian dengan refleksi yang luar biasa sehingga layak dijadikan contoh, Sugiyono. Ahli menetapkan kelas IV sebagai ujian eksploratif karena beberapa pertimbangan, antara lain: contoh-contoh yang dipilih dianggap paling atas untuk dijadikan artikel penelitian, dalam hal ini mengkaji pengaruh penggunaan media komik serial terhadap minat baca. pembelajaran bahasa indonesia pada siswa kelas IV B SD Inpres Minasa Upa. Sampel penelitian yang relevan berjumlah 21 orang yang terdiri dari 14 laki-laki dan 7 perempuan.

Instrumen Penelitian

Prosedur persepsi digunakan pencipta untuk melihat siswa dalam ruang pembelajaran secara langsung pada saat sistem pembelajaran terjadi, khususnya siswa yang diambil sebagai sampel penelitian. Dalam hal ini siswa sadar akan potensi yang dimilikinya sehingga mendapat rangsangan yang optimal dari guru. Jajak pendapat terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh data dari responden tentang dirinya atau hal-hal yang diketahuinya.

Respon siswa untuk mengetahui tanggung jawab siswa dan pengaruh media kartun serial terhadap minat belajar siswa pada saat pembelajaran menggunakan media kartun serial dan yang tidak menggunakan media kartun serial. Dalam penelitian ini peneliti menyusun pertanyaan-pertanyaan yang terorganisir secara efektif terkait media kartun dan manfaat siswa dalam belajar. Jajak pendapat kemudian diberikan kepada responden untuk mencari solusi yang mereka butuhkan secara langsung. Survei diberikan kepada siswa untuk diisi dan kemudian dijadikan informasi dalam eksplorasi untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartun serial terhadap minat belajar siswa.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Gambaran Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian a. Persiapan Awal

Angket berisi pertanyaan yang harus dijawab oleh responden merupakan alat untuk mengukur pengaruh penggunaan media kartun serial terhadap minat belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa Kota Makassar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD Inpres Minasa Upa Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana satu siklus terdiri dari dua pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2×35 menit) masing-masing tatap muka.

Kondisi Awal

Pelaksanaan kegiatan pendahuluan diawali dengan guru membuka pembelajaran dengan memberi salam, dilanjutkan dengan berdoa bersama, menghadiri dan mempersiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran dan memotivasi siswa agar antusias dalam belajar. Pada awal pembelajaran, guru berusaha menarik perhatian siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas, seperti: “Anak-anak, pernahkah kalian mendengar Komik Serial?”. Pada kegiatan inti, pendidik membagikan gambar kartun kepada siswa, kemudian pendidik membimbing siswa berkelompok bersama teman sekelasnya, setelah itu siswa diarahkan untuk mendiskusikan permasalahan yang terdapat dalam kartun tersebut.

Dari pertanyaan tersebut siswa menjawab dua orang anak yang sedang mendiskusikan suatu pemilu. Guru bertanya lagi, “Lalu bagaimana akhirnya?”, siswa menjawab, “Mereka mau memilih, Bu.” Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang dijelaskan, guru membagi siswa menjadi dua kelompok untuk mendiskusikan komik yang diberikan secara berkelompok. Jika sudah selesai menyusun komik berdasarkan gambar, barulah masing-masing kelompok dipersilakan.

Tabel 4.1 Siklus 1   (Angket Media)
Tabel 4.1 Siklus 1 (Angket Media)

Bagan Siklus 1

Berdasarkan hasil tabel dan diagram diatas terlihat bahwa pada siklus 1 (kuesioner media) interval 31-40 terdapat 6 frekuensi dengan kategori sangat baik, pada interval 21-30 terdapat 7 frekuensi dengan kategori baik. pada interval 11-20 ada 8 yang masuk kategori buruk dan pada interval 1 -11 ada yang sama. Sedangkan pada siklus 1 (kuesioner minat) interval 31-40 terdapat 8 frekuensi dengan kategori sangat baik, pada interval 21-30 terdapat 7 frekuensi dengan kategori baik, pada interval 11-20 terdapat 6 frekuensi dalam kategori kurang. dan pada interval 1-11 ada 0 atau tidak ada, dikategorikan kurang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil angket media siswa pada siklus I sebesar 65%, sedangkan hasil angket minat belajar siswa pada siklus I sebesar 68%.

Sebelum kegiatan pembelajaran berakhir, pendidik memberikan apresiasi kepada siswa yang berani maju dan menjawab pertanyaan. Berdasarkan hasil tabel dan diagram diatas terlihat bahwa pada siklus 1 (kuesioner media) interval 31-40 terdapat 19 frekuensi dengan kategori sangat baik, pada interval 21-30 terdapat 2 frekuensi dengan kategori baik kategori , pada interval 11-20 terdapat 0 atau tidak ada yang masuk kategori buruk dan pada interval 1-11 ada 0 atau tidak ada yang masuk kategori kurang baik. Sedangkan pada siklus 1 (kuesioner minat) interval 31-40 terdapat 18 frekuensi dengan kategori sangat baik, pada interval 21-30 terdapat 3 frekuensi dengan kategori baik, pada interval 11-20 terdapat sebanyak atau tidak ada yang termasuk dalam kategori buruk dan pada interval 1-11 terdapat 0 atau tidak ada kategori buruk.

Tabel 4.3 Siklus 2   (Angket Media)
Tabel 4.3 Siklus 2 (Angket Media)

Bagan Siklus 2

Pembahasan

Hasil yang direncanakan merupakan hasil akhir yang diperoleh berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan informasi penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat peningkatan penggunaan media kartun sekuensial untuk keunggulan pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Minasa Upa, Kota Makasar. Melihat gambar di atas, sangat mungkin beralasan bahwa penggunaan media humor memberikan hasil yang lebih baik dari sebelumnya dalam memperluas output siswa dan hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia serta telah mencapai penanda kemajuan yang ditetapkan oleh para analis khususnya 88%. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah dan wali kelas kelas IV terbukti terjadi peningkatan minat.

PENUTUP

Saran

Media komik dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran bagi siswa karena siswa akan aktif, inovatif, kreatif, efektif dan bahagia. Penelitian mengenai media komik peningkatan minat dan hasil belajar diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga pembelajaran menggunakan media komik dapat lebih baik. Diharapkan kepada siswa SD Inpres Minasa Upa untuk lebih semangat dalam proses pembelajaran, karena semangat siswa dalam proses pembelajaran dapat mendorong siswa untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh pendidik, sehingga membantu meningkatkan hasil. pembelajaran.

Secara umum penggunaan media komik dalam pembelajaran baru pertama kali dilakukan di SD Inpres Minasa Upa, sehingga pihak sekolah sebaiknya mengadakan pelatihan bagi para pendidik mengenai penggunaan media komik dalam pembelajaran dengan mengundang ahli di bidangnya dan kepala sekolah. untuk mengawasi pelaksanaannya. Apakah Anda suka bertanya setelah guru menjelaskan, untuk belajar bahasa Indonesia jika ada yang belum Anda pahami? Adakah kendala yang bapak/ibu temui dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa khususnya kelas IV?

Tabel Hasil Angket Media Komik Berseri (Siklus 1)
Tabel Hasil Angket Media Komik Berseri (Siklus 1)

Daftar Hadir Siswa SD Inpres Minasa Upa Kelas IV B

Tahun ajaran 2021/2022

No. Nama Siswa

Kehadiran

  • STANDAR KOMPETENSI
  • Kompetensi Dasar
  • Langkah-langkah pembelajaran
  • Sumber Belajar
  • Sumber Belajar

Contoh media komik serial menggambarkan isi dan pesan komik serta menyusun kalimat dalam komik serial. Guru menunjukkan contoh media komik berseri dan menanyakan kepada siswa apa isi komik tersebut. Guru memberikan contoh menyusun kalimat kunci berdasarkan objek gambar yang ada dalam gambar kartun.

Guru membentuk beberapa kelompok siswa, setiap kelompok diberikan rangkaian gambar kartun yang harus disusun dengan menggunakan frase kunci. Guru menunjukkan contoh media komik berseri dan menanyakan kepada siswa apa isi komik tersebut. Guru membentuk beberapa kelompok siswa, setiap kelompok diberikan rangkaian gambar kartun yang harus disusun dengan menggunakan frase kunci.

Dokumentasi ( Foto )

SD INPRES MINASA UPA KOTA MAKASSAR

STANDAR KOMPETENSI

Kompetensi Dasar

Langkah-langkah pembelajaran

Guru menuliskan setiap frase kunci yang menggambarkan isi dan pesan komik.

Sumber Belajar

  • Sumber Belajar

Gambar

Tabel 3.1 Jumlah Populasi
Tabel 3.2 Jumlah Sampel
Tabel 4.1 Siklus 1   (Angket Media)
Gambar 4.1 Bagan Siklus 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

telah melimpahkan nikmat, rahmat, hidayah, dan karunia-NYA kepada penulis, sehingga dapat meyelesaikan skripsi denga judul “ Peningkatan Kemanadirian dan Hasil Belajar

Peneliti mengucapkan puji dan syukur atas ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan melimpahkan karunia-Nya, sehingga peneliti masih diberi kekuatan untuk

Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peningkatan

Syukur Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala Nikmat, Rahmat, Hidayah dan Karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT,atas segala nikmat, hidayah dan inayah-Nya yang telah memberikan kekuatan, perlindungan, dan bimbingan kepada penulis,

Syukur alhamdulillah, penulis panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wa taala berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul ”Pengaruh Minat

vi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Karunia dan Nikmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal skripsi dengan judul