• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BUMD

N/A
N/A
reyhan muhammad

Academic year: 2024

Membagikan "PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BUMD"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

SOSIALISASI PENYUSUNAN RENBIS DAN RKAP BUMD SESUAI PERMENDAGRI NOMOR 118 TAHUN 2018

PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

BUMD

Kamis , 27 Oktober 2022

(2)

PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

BUMD

PENDAHULUAN

TIM PENYUSUN

(3)

Dasar Regulasi

UU No 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintah Daerah • BAB XII : BUMD

PP No 54 Tahun 2017 tentang

BUMD

•BAB VII : PERENCANAAN,

OPERASIONAL, DAN PELAPORAN BUMD

PERMENDAGRI NOMOR 118 TAHUN 2018

• RENCANA BISNIS, RENCANA

KERJA DAN ANGGARAN,

KERJA SAMA, PELAPORAN

DAN EVALUASI BADAN

USAHA MILIK DAERAH

(4)

Perencanaan BUMD

Perencanaan dalam BUMD dituangkan dalam dua dokumen

yaitu rencana bisnis dan rencana kerja dan anggaran BUMD.

(5)

Kerangka (Outline) Rencana Bisnis

Pasal 88 ayat 2 pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017

tentang BUMD

Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 118 Tahun 2018 Mengenai Rencana Bisnis, Rencana Kerja dan Anggaran,

Kerja Sama, Pelaporan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah

1. Evaluasi hasil rencana bisnis sebelumnya;

2. Kondisi BUMD saat ini;

3. Asumsi yang dipakai dalam penyusunan rencana bisnis;

dan

4. Penetapan visi, misi, sasaran, strategi, kebijakan, dan program kerja.

Ringkasan eksekutif 1. Pendahuluan

2. Evaluasi hasil Rencana Bisnis sebelumnya bagi BUMD yang sudah berjalan

3. Kondisi BUMD saat ini

4. Arah, sasaran, strategi, dan kebijakan 5. Program BUMD

6. Penerapan manajemen risiko

7. Asumsi yang dipakai dalam penyusunan Rencana Bisnis

8. Proyeksi keuangan, investasi dan penyertaan modal

(6)

RKA BUMD - Pengertian Rencana Kerja dan Anggaran BUMD adalah penjabaran tahunan dari Rencana Bisnis BUMD

Rencana Bisnis menjelaskan program kerja selama 5 tahun untuk mencapai tujuan dan sasaran agar visi dan misi tercapai

Program kerja yang dijabarkan selama 5 tahun dirinci kedalam

program kerja tahunan dan ditetapkan setiap tahun melalui

suatu dokumen yang bernama RKA BUMD.

(7)

RKA BUMD – Tujuan

1. Bagi Perusahaan

a. Alat untuk menyusun rncana operasi dan keuangan perusahaan b. Alat untuk menganalisis dan mengendalikan pendapatan dan

biaya

c. Alat untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan

d. Alat untuk menilai prestasi kerja para pelaksana kegiatan operasional perusahaan

2. Bagi Para Pelaksana

a. Pedoman dalam melaksanakan kegiatan perusahaan

b. Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan kegiatan operasional 3. Bagi Pemegang Saham

Alat kendali dan dapat dijadikan sebagai alat penilaian atas kinerja

manajemen

(8)

RKA BUMD – Manfaat

1. Ada perencanaan terpadu dari seluruh kegiatan dan bidang terkait dalam perusahaan

2. Dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan untuk periode 1 tahun

3. Sebagai alat koordinasi atas seluruh kegiatan yang ada diperusahaan untuk periode 1 tahun yang akan datang

4. Sebagai alat pengawasan bagi manajemen atas kegiatan yang dilakukan dengan membandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan

5. Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan dalam rangka mengetahui

ada tidaknya penyimpangan pelaksanaan kerja dari rencana yang

telah disusun dan ditetapkan

(9)

Kaitan Rencana Bisnis dan RKA BUMD

Tahun 0 Tahun

1 2 3 4 5

Rencana Bisnis 1 - 5

Implementasi (Pelaksanaan) Rencana Bisnis Tahun 1 - 5

Tahun

1 2 3 4 5

RKA BUMD Tahun 1 Evaluasi Rencana

RKA BUMD Tahun 2 Evaluasi Rencana

RKA BUMD Tahun 3 Evaluasi Rencana

RKA BUMD Tahun 4 Evaluasi Rencana

RKA BUMD Tahun 5 Evaluasi Rencana

Pola yang sama berlaku untuk periode 5 tahun kedua, ketiga,

dan seterusnya

(10)

RKA BUMD – Penyusunan RKA BUMD

1. RKA BUMD disiapkan Direksi dan paling sedikit memuat rencana rinci program kerja dan anggaran tahunan.

2. Penyusunan konten RKA BUMD melalui penjaringan aspirasi para pemangku kepentingan (jaring asmara). Jangka waktu jaring asmara disesuaikan dengan keperluan tersebut.

3. Direksi menyerahkan draf RKA BUMD untuk dibahas dan dipelajari oleh Dewan Pengawas/Komisaris, untuk selanjtnya ditandatangani Bersama oleh Dewan Pengawas/Komisaris dan disahkan oleh KPM/RUPS

4. Dalam hal adanya rencana penyertaan modal atau pengurangan modal dari pemerintah daerah, RKA BUMD disinkronkan dengan rencana pembiayaan yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

5. RKA BUMD merupakan salah satu instrumen bagi Direksi untuk mengukur kinerja

BUMD, kinerja pengurus, dan kinerja pegawai yang berkenaan.

(11)

Aktifitas Waktu

Maksimal 15 hari kerja setelah awal

Desember Disesuaikan dengan

kebutuhan BUMD Disesuaikan dengan

kebutuhan BUMD Disesuaikan dengan

kebutuhan BUMD

Sebelum akhir bulan November

Direksi menyiapkan RKA BUMD

Direksi bersama jajaran perusahaan melakukan penjaringan aspirasi para pemangku

kepentingan (jaring asmara)

Direksi menyerahkan draf RKA untuk dibahas dan dipelajari oleh Dewan

Pengawas/Komisaris.

Dewan Pengawas/Komisaris menandatangani draf RKA tersebut bersama dengan Direksi BUMD

1)KPM/RUPS mengesahkan draf RKA yang telah ditandatangani bersama tersebut.

(12)

RKA BUMD – Penyampaian RKA BUMD

(13)

RKA BUMD – Penyampaian RKA BUMD (1)

a. Direksi menyerahkan draf RKA BUMD yang telah disusun kepada Dewan Pengawas/Komisaris (P/K).

b. Dewan P/K harus menelaah dan jika perlu penyempurnaan maka Dewan P/K meminta Direksi menyempurnakan Draf RKA BUMD dalam kurun waktu 10 hari kerja.

c. Jika dalam waktu 15 hari kerja Dewan P/K menyetujui draf RKA BUMD maka Dewan P/K menandatangani draf RKA BUMD tersebut. Jika dalam waktu 15 (lima belas) hari kerja tersebut Dewan P/K tidak menandatangani draf RKA BUMD tersebut, RKA BUMD tersebut dianggap telah disetujui dan Direksi dapat menyampaikan kepada KPM/RUPS untuk disahkan.

d. Penyampaikan RKA BUMD diatur sebagai berikut:

a. Direksi menyampaikan Rencana Bisnis yang sudah ditandatangani maupun belum ditandatangani Dewan P/K kepada pemilik modal/pemegang saham.

b. Rancangan RKA BUMD yang telah disetujui atau yang dianggap telah disetujui disampaikan kepada KPM/RUPS, Otoritas Jasa Keuangan dan dapat disampaikan kepada Kementerian Teknis/Lembaga Non Kementerian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam kurun waktu 15 hari kerja sebelum disahkan oleh KPM/RUPS.

e. Sebelum disahkan oleh KPM/RUPS, pemrakarsa Perda pendirian menugaskan perangkat daerah yang membidangi pembinaan BUMD melakukan penelaahan dan dapat meminta pertimbangan dari pemegang saham terbesar paling lama 15 hari kerja. Perangkat daerah yang membidangi pembinaan BUMD yang melakukan penelaahan tersebut dapat mengikutsertakan tenaga/lembaga profesional. Pembiayaan lembaga profesional tersebut dianggarkan dalam APBD.

f. Direksi menyampaikan draf RKA BUMD kepada KPM/RUPS, paling lambat pada akhir bulan November sebelum tahun RKA BUMD dimulai.

(14)

RKA BUMD – Penyampaian RKA BUMD (2)

Jika terdapat perubahan dalam RKA, maka proses penyampaiannya adalah sebagai berikut:

a. Perubahan terhadap RKA BUMD yang telah disahkan harus mendapat persetujuan KPM/RUPS.

b. Perubahan terhadap RKA BUMD yang telah disahkan dapat dilakukan dalam hal:

• terdapat perubahan pada Rencana Bisnis; dan/atau

• terjadi perubahan pada faktor yang mempengaruhi operasional BUMD; dan/atau

• terjadi perubahan peraturan perundang-undangan yang terkait.

c. Dalam hal terdapat perubahan RKA BUMD, RKA BUMD dapat direvisi 2 (dua) kali dalam setahun.

d. Penyampaian perubahan RKA BUMD dilakukan sesuai dengan penyampaian RKA BUMD kecuali jangka waktu penyampaian kepada KPM/RUPS.

e. Jangka waktu penyampaian kepada KPM/RUPS disesuaikan dengan waktu perubahan.

f. Rancangan perubahan RKA BUMD dapat disampaikan kepada kementerian

teknis/lembaga non kementerian, dalam kurun waktu 15 (lima belas) hari kerja

sebelum disahkan oleh KPM/RUPS.

(15)

PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

BUMD

ISI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BUMD

TIM PENYUSUN

(16)

RKA BUMD - Outline

Rencana Kerja dan Anggaran BUMD berdasarkan lampiran Permendagri 118 Tahun 2018 :

a. RINGKASAN EKSEKUTIF

b. PENDAHULUAN

: a. Jenis dan Kegiatan Usaha BUMD; b. Struktur Organisasi; c. Kerangka Kerja; d.

Model Bisnis; dan e. Sinkronisasi dengan kebijakan dan prioritas pemerintah pusat dan pemerintah daerah

c. REALISASI DAN PROGNOSIS ANGGARAN TAHUN BERJALAN

: a. Realisasi kegiatan; dan b.

Realisasi dan prognosis anggaran tahun berjalan.

d. CAPAIAN KINERJA BUMD TAHUN BERJALAN

: Memuat penjelasan kinerja keuangan, operasional, kegiatan pendukung, matriks perkembangan capaian kinerja, dan pencapaian kinerja per direktorat/divisi/bagian tahun berjalan. Capaian kinerja berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan oleh RUPS/KPM;

e. RKA BUMD TAHUN YANG AKAN DATANG

: a. Asumsi yang digunakan dalam penyusunan RKA BUMD; b. Rencana kerja yang terdiri dari sasaran usaha, strategi usaha, kebijakan dan program kegiatan BUMD; dan c. Rincian Anggaran BUMD

f. PROYEKSI KEUANGAN BUMD DAN ANAK PERUSAHAAN TAHUN YANG AKAN DATANG

.

g. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

: a. Profil Risiko; dan b. Monitoring

h. HAL-HAL LAIN YANG MEMERLUKAN KEPUTUSAN KPM/RUPS

; dan

i. PENUTUP

(17)

Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Kawasan Indonesia Makassar (Persero) 2021

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum; 1.2. Visi Perusahaan; 1.3. Misi Perusahaan; 1.4. Maksud dan Tujuan Perusahaan; 1.5. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi; 1.6. Kegiatan Perusahaan; 1.7. Budaya Perusahaan

BAB II KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020

2.1. Perbandingan Antara Asumsi RKAP 2020 dengan Realisasinya; 2.2. Pencapaian Kinerja per Divisi 2.3. Penilaian/Evaluasi Umum (Korporasi) Manajemen Perusahaan atas Pencapaian Kinerja Tahun 2020

BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021

3.1. Gambaran Umum; 3.2. Asumsi-asumsi Penyusunan RKAP Tahun Buku 2021; 3.3. Sasaran dan Strategi Korporat Tahun 2021;

3.4 Sasaran Fungsional; 3.5 Strategi Fungsional; 3.6 Kebijakan; 3.7 Program Kerja; 3.8 Kajian Investasi; 3.9 Kajian Pengembangan;

3.10 Sinergi Antar BUMN dan BUMD; 3.11 Program Optimalisasi Asset BAB IV PROYEKSI KEUANGAN TAHUN BUKU 2021

1. Proyeksi Keuangan; 4.2. Laporan Posisi Keuangan Audit Tahun 2019, RKAP Tahun 2020, Prognosa Tahun 2020 dan RKAP Tahun 2021

BAB V MANAJEMEN RESIKO

5.1 Kebijakan Perusahaan Terhadap Risk Appetite dan Risk Tolerance; 5.2 Tabel Resiko di Luar Area Risk Appetite; 5.3 Peta Resiko BAB VI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN

6.1 Analisis Resiko; 6.2 Tujuan Perusahaan; 6.3 Proyeksi Rincian Sumber Dana dan Penggunaan Dana TJSL 2021; 6.4 Program TJSL BAB VII RENCANA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS

7.1 Latar Belakang; 7.2 Dasar Hukum; 7.3 Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Dewan Komisaris; 7.4 Rencana Kerja Dewan Komisaris dan Organ Pendukung Dewan Komisaris; 7.5 Key Performance Indocator (KPI) Dewan Komisaris; 7.6 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan;

7.7 Anggaran Biaya Dewan Komisaris Tahun 2021

BAB VIII KEY PERFORMANCE INDOCATORS TAHUN 2021

8.1 Key Performance Indicators Tahun 2021 PT Kawasan Industri Makassar; 8.2 Glossary KPI PT Kawasan Industri Makassar; 8.3 Kesesuain APS; 8.4 Fungsi Hukum; 8.5 Kebijakan Taktis Teknologi dan TI

BAB IX PENUTUP

9.I. Kesimpulan; 9.2. Hal-hal yang Perlu Keputusan RUPS

(18)

Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 2021

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Visi Dan Misi Perusahaan; I.2. Tujuan Perusahaan; I.3. Lingkup Perusahaan; I.4. Organisasi Perusahaan BAB II PROGNOSA KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2020

II.1. Kondisi Umum Kinerja Tahun 2020; II.2. Pemasaran; II.3. Produksi; II.4. Teknologi Informasi; II.5. Penelitian dan Pengembangan; II.6. Logistik II.7. Sumber Daya Manusia (SDM); II.8. Keuangan dan Akuntansi; II.9. Satuan Pengawasan Intern (SPI); II.10. Pelestarian Lingkungan; II.11. Investasi; II.12. Laporan Keuangan; II.13. Tingkat Kesehatan Perusahaan; II.14. Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL); II.15. Tindak Lanjut Arahan Pemegang Saham

BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUN 2021

III.1 Asumsi Dasar Penyusunan RKAP 2021; III.2 Ringkasan Target Kinerja Perusahaan 2021; III.3. Sasaran Perusahaan;

III.4. Strategi Perusahaan Sesuai RJPP; III.5 Program Strategis RKAP 2021; III.6 Pemasaran; III.7. Produksi; III.8.

Teknologi Informasi; III.9. Penelitian Dan Pengembangan; III.10. Logistik; III.11. Manajemen, Organisasi Dan Sistem;

III.12. Sumber Daya Manusia (SDM); III.13. Satuan Pengawasan Intern (SPI); III.14. Pelestarian Lingkungan; III.15.

Investasi; III.16. Laporan Keuangan; III.17. Tingkat Kesehatan Perusahaan; III.18. Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL); III.19. Key Performance Indicator (KPI); III.20. Aspirasi Pemegang Saham (APS) 2021

BAB IV ANAK PERUSAHAAN

IV.1. PT Reska Multi Usaha (RMU); IV.2. PT Railink (RAILINK); IV.3. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI); IV.4. PT KA Logistik (KALOG); IV.5. PT KA Pariwisata (KAWISATA); IV.6. PT KA Properti Manajemen (KAPM); IV.7. Laporan Keuangan Konsolidasi

BAB V RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS V.1 Tugas Dan Fungsi; V.2 Program Pengawasan Dan Penasehatan BAB VI PENUTUP

VI.1. Kesimpulan; VI.2. Hal-Hal Yang Mempengaruhi Rkap Tahun 2021; VI.3. Hal-Hal Yang Mohon Keputusan Dalam RKAP 2021

(19)

Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) 2022

BAB I. PENDAHULUAN

I.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan; I.2 Visi dan Misi Perusahaan; I.3 Dewan Komisaris dan Direksi; I.4 Struktur Organisasi

BAB II. GAMBARAN KINERJA PERUSAHAAN

II.1 Gambaran Umum; II.2 Laporan Keuangan Konsolidasian; II.3 Anak Perusahaan; II.4 Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL); II.4.5 Tindak Lanjut Keputusan RUPS dan Temuan Auditor Eksternal

BAB III. RENCANA KERJA & ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2020 DENGAN DAMPAK PANDEMIK COVID-19

III.1 Gambaran Umum; III.2 Arahan Bisnis Perusahaan; III.3 Strategi dan Rencana Kerja Perusahaan;

III.4 Anggaran Perusahaan Tahun 2020 PENUTUP

Hal-hal yang Perlu Mendapat Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BAB IV. RENCANA KERJA DEWAN KOMISARIS

IV.1 Pendahuluan; IV.2 Maksud dan Tujuan; IV.3 Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris; IV.4 Anggaran Dewan Komisaris; IV.5 Rencana Kerja dan Indikator Kinerja; IV.6 Pengukuran Kinerja

(20)

Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Dahana (Persero) 2021

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum; 1.2. Visi Perusahaan; 1.3. Misi Perusahaan; 1.4. Sasaran Perusahaan; 1.5. Core Values BUMN;

1.6. Kegiatan Perusahaan; 1.7. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BAB II KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020

2.1. Kondisi yang Mempengaruhi Kinerja Tahun 2020; 2.2. Pencapaian Kinerja Tahun 2020; 2.3. Keuangan Perusahaan BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021

3.1 Perkiraan Kondisi Eksternal dan Internal; 3.2 Asumsi Penyusunan RKAP 2021; 3.3 Strategi, Kebijakan, dan Target Perusahaan; 3.4 Rencana Kerja Tahun 2021; 3.5 Rencana Anggaran Perusahaan

BAB IV PROYEKSI KEUANGAN

4.1 Posisi Keuangan; 4.2 Perhitungan Laba/(Rugi); 4.3 Arus Kas; 4.4 Tingkat Kesehatan Perusahaan; 4.5 Kontribusi Kepada Negara

BAB V MANAJEMEN RESIKO

5.1. Pendahuluan; 5.2. Risiko Di Atas Toleransi; 5.3. Peta Risiko Perusahaan

BAB VI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA) TAHUN 2021, PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN.

6.1 Pendahuluan; 6.2 Prognosa TJSL Tahun 2020; 6.3 Rencana Kerja dan Anggaran TJSL Tahun 2021

BAB VII RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA), KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DEWAN KOMISARIS SERTA RENCANA KERJA KOMITE AUDIT

7.1. Umum; 7.2. Dasar; 7.3. Tugas, Wewenang, Tanggung Jawab dan Kewajiban Dewan Komisaris; 7.4. Susunan Dewan Komisaris PT DAHANA (Persero); 7.5. Rencana Kerja & Anggaran Dewan Komisaris Tahun 2021; 7.6. Target Kinerja; 7.7.

Kegiatan Komite Audit; 7.8. Lain-lain Penugasan Komite Audit; 7.9. Anggaran Operasional; 7.10. Rencana Anggaran BAB VIII PENUTUP

8.1 Kesimpulan; 8.2 Hal-Hal yang Perlu Mendapat Perhatian; 8.3 Hal-Hal yang Perlu Mendapatkan Keputusan

(21)

Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 2021

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang; 2. Kegiatan Usaha Perusahaan; 3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi; 4. Struktur Organisasi Perusahaan; 5. Struktur Kepemilikan Grup Perusahaan; 6. Keterangan Singkat Anak Perusahaan

II. RENCANA KERJA PERUSAHAAN

1 Asumsi Penyusunan RKAP 2021; 2. Sasaran Usaha; 3. Strategi Usaha Perusahaan; 4. Kebijakan Perusahaan; 5. Program Kerja atau Kegiatan Perusahaan; 6. Sinergi BUMN

III. ANGGARAN PERUSAHAAN DAN SUMBER PENDANAAN

1. Anggaran Pendapatan Usaha; 2.Anggaran Beban Usaha; 3. Pendapatan dan Beban Lain-lain; 4. Anggaran Capital Expenditure; 5.

Anggaran Sumber Daya Manusia PT PPA Induk; 6. Anggaran Investasi PT PPA Induk; 7. Sumber Pendanaan atau Pembiayaan PT PPA Induk IV. PROYEKSI KEUANGAN POKOK PERUSAHAAN

1. Posisi Keuangan Konsolidasian; 2. Laba (Rugi) Konsolidasian; 3. Proyeksi Arus Kas Konsolidasian V. PROYEKSI KEUANGAN POKOK INDUK DAN ANAK PERUSAHAAN

1. Proyeksi Keuangan Pokok Induk (PT PPA); 2. Proyeksi Keuangan Pokok Anak Perusahaan VI. INDIKATOR KINERJA KUNCI DAN INDIKATOR PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN

1. Indikator Kinerja Kunci; 2. Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan VII. DANA PMN TAHUN 2015

VIII. TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN

1. Pendahuluan; 2. Rencana Kerja Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tahun 2021; 3. Anggaran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 2021; 4. Proyeksi Keuangan Program Kemitraan; 5. Key Performance Indikator (KPI) TJSL; 6. Kesimpulan/Penutup IX.

IX. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS

1. Pendahuluan; 2.Program Kerja; 3. Tugas-tugas pokok Perseroan; 4. Pembagian Kerja; 5. Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator); 6. Anggaran Dewan Komisaris

X. MANAJEMEN RISIKO

1. Selera dan Toleransi Risiko (Risk Appetite and Risk Tolerance); 2. Risiko diluar Toleransi Risiko; 3. Peta Top 10 Risiko; 4. Kriteria Risiko; 5.

Risk Register

XI. HAL-HAL YANG MEMERLUKAN KEPUTUSAN RUPS XII. PENUTUP

(22)

Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Bio Farma (Persero) 2022

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Holding Farmasi; 1.2 Struktur Kepemilikan; 1.3 Maksud dan Tujuan Perusahaan; 1.4 Visi Misi Perusahaan; 1.5 Manajemen; 1.6 Struktur Organisasi; 1.7 Landasan Hukum

BAB II RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUN 2022 HOLDING BUMN FARMASI

2.1 Kondisi Perusahaan; 2.2 Kondisi Ekonomi Global; 2.3 Asumsi dan Latar Belakang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2022; 2.4 Analisa SWOT Holding Farmasi; 2.5 Analisa Risiko Holding BUMN Farmasi Tahun 2022; 2.6 Inisiatif Prioritas Holding BUMN Farmasi Tahun 2022; 2.7 Rencana Penggunaan Penambahan Penyertaan Modal Negara Tahun 2022; 2.8 Strategic Mapping Holding BUMN Farmasi Tahun 2022; 2.9 Risiko Perusahaan; 2.10 Operasional Bisnis; 2.11 Langkah Memperkuat Kondisi Finansial & Dukungan Yang Dibutuhkan; 2.12 Asumsi & Gambaran Umum Kinerja Keuangan Konsolidasi RKAP Tahun 2022

BAB III RENCANA KERJA TANGGUNG JAWAB SOSIAL LINGKUNGAN TAHUN 2022 PT BIO FARMA (PERSERO) 3.1 Pendahuluan; 3.2 Prognosa Program TJSL Tahun 2021; 3.3 Rencana Kerja dan Anggaran TJSL Tahun 2022;

BAB IV RENCANA KERJA & ANGGARAN PERUSAHAAN PT BIO FARMA (PERSERO) (Parent Only) TAHUN 2022

4.1 Asumsi Anggaran Perusahaan Tahun 2022; 4.2 Visi dan Misi Perusahaan; 4.3 Susunan Direksi; 4.4 Sasaran, Strategi, Kebijakan dan Program Kerja Perusahaan Tahun 2022; 4.5 Program Kerja Perusahaan; 4.6 Organisasi & Proses Bisnis; 4.7 Penelitian dan Pengembangan; 4.8 Produksi dan Penunjang Produksi; 4.9 Rencana Kerja dan Anggaran Penjualan Per Kelompok Produk Tahun 2022; 4.10 Rencana Kerja dan Anggaran Produksi RKAP Tahun 202; 4.11 Laporan Keuangan RKAP Tahun 2022 PT Bio Farma (Persero) (Parent Only); 4.12 Risiko Perusahaan Tahun 2022

BAB V RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS TAHUN 2022

5.1 Latar Belakang; 5.2 Dasar Hukum; 5.3 Maksud Dan Tujuan; 5.4 Tugas, Kewajiban , Dan Wewenang Dewan Komisaris; 5.5 Susunan Dewan Komisaris Dan Organ Pendukung Dewan Komisaris; 5.6 Program Kerja Dewan Komisaris; 5.7 Key Performance Indicator (KPI Dewan Komisaris); 5.8 Anggaran Dewan Komisaris Tahun 2022

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan; 6.2 Proyeksi Keuangan Tahun 2022; 6.3 Indikator Kinerja Tahun 2022; 6.4 Hal-hal yang memerlukan putusan RUPS

(23)

RKA BUMD – Outline : a. Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif disusun dengan membuat rangkuman RKA BUMD guna menyusun:

 penjelasan umum kinerja anggaran tahun berjalan;

 rencana anggaran tahun yang akan datang;

 proyeksi keuangan kedepan.

(24)
(25)
(26)

RKA BUMD – Outline : b. Pendahuluan

Langkah yang harus dilakukan BUMD untuk menyusun pendahuluan adalah sebagai berikut:

1. BUMD menjelaskan jenis dan kegiatan usaha yang dimilikinya.

2. BUMD menjelaskan struktur organisasi yang dimilikinya.

3. BUMD menjelaskan kerangka kerja yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BUMD selama satu tahun.

4. BUMD menyusun model bisnis BUMD yang menggambarkan bagaimana BUMD menganalisa dan mencari solusi atas masalah yang mungkin di hadapi BUMD selama satu tahun kedepan.

5. BUMD menjelaskan sinkronisasi rencana kerja yang

dimilikinya dengan kebijakan dan prioritas pemerintah

pusat dan pemerintah daerah.

(27)

Model Bisnis BUMD

No Komponen Deskripsi

1 Proposisi nilai (value propositions)

Diisi dengan cara-cara yang dilakukan oleh BUMD untuk membuat dirinya ‘berbeda’ dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari konsumennya.

2 Mitra kunci (key partners) Diisi dengan daftar pihak yang menjadi mitra kunci dalam kegiatan usaha BUMD.

3 Aktifitas kunci (key activities) Diisi dengan kegiatan yang dianggap paling penting untuk menjalankan proposisi nilai BUMD.

4 Sumber daya kunci (key resources) Diisi dengan sumber daya yang dianggap perlu oleh BUMD untuk menciptakan produk barang/jasa.

5 Struktur biaya (structure cost) Diisi dengan rincian pendanaan yang diperlukan untuk kegiatan usaha BUMD.

6 Arus pendapatan (revenue streams)

Diisi dengan metode/cara yang digunakan BUMD untuk menghasilkan pendapatan dari setiap segmen konsumen.

7 Saluran (channels) Diisi dengan tempat yang digunakan oleh BUMD untuk mendistribusikan dan menjual produk BUMD.

8 Segmen konsumen (customer

segments) Diisi dengan segmen konsumen yang akan dilayani oleh BUMD.

9 Hubungan dengan pelanggan (customer relationships)

Diisi dengan cara-cara yang dilakukan BUMD untuk mempertahankan konsumennya.

(28)

Contoh – Latar Belakang

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Oleh karena itu, Direksi setiap tahun wajib menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (“RKAP”) dan menyampaikan RKAP tersebut kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham untuk mendapat pengesahan Rapat Umum Pemegang Saham. RKAP harus disampaikan kepada Pemegang Saham sekurang-kurangnya …. (……….) hari sebelum memasuki tahun anggaran perusahaan. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2018 Tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja Dan Anggaran, Kerja Sama, Pelaporan Dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah.

Merujuk Permendagri tersebut, BUMD diwajibkan menyampaikan rancangan RKAP Tahun ….. yang telah disusun berdasarkan acuan tersebut dan telah ditandatangani Direksi dan Dewan Komisaris / Pengawas selambat-lambatnya sebulan sejak ditandatanganinya APS ini.

(29)

Contoh – Riwayat Singkat Perusahaan

PT XYZ didirikan berdasarkan Akta Pendirian ……….. tanggal ………….. yang dibuat di hadapan …………..., Notaris di ……. Akta Notaris No. … tanggal ……. Akta pendirian ini telah disahkan memperoleh pengesahan dari oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan No. ……….., telah didaftarkan dalam ………. tanggal ………….. dan diumumkan dalam …………..

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dan Anggaran Dasar Perusahaan antara lain

………

Perseroan berkedudukan dan beralamat di ………...

(30)

Contoh – Jenis Kegiatan Usaha BUMD

Sesuai dengan anggaran dasar perusahaan ………., maksud dan tujuan ……….

diantaranya yaitu melakukan usaha di bidang ……….

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan …… kegiatan usaha utama yang secara ringkas disampaikan sebagai berikut:

Selain kegiatan usaha utama sebagaimana tersebut diatas, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang/pendukung serta kegiatan usaha dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk ………..

(31)

RKA BUMD – Outline : c. Realisasi & Prognosis Anggaran Tahun Berjalan

Menjelaskan realisasi dari program dan kegiatan yang telah ditetapkan pada RKA BUMD sebelumnya pada tahun berjalan (n-1) saat disusunnya RKA BUMD berikutnya (tahun n).

Uraian Program dan Kegiatan

Realisasi Tahun n-2

(Rp)

Realisasi Tahun n-1

(Rp)

Anggaran Tahun n-1

(Rp)

Prognosa Tahun n-1

(Rp)

(1) (2) (3) (4) (5)

Kolom 1 : Diisi uraian pendapatan dan beban (beban diuraikan berdasarkan program dan kegiatan) Kolom 2 : Diisi realisasi anggaran tahun sebelumnya (n-2)

Kolom 3 : Diisi realisasi anggaran tahun berjalan (n-1) sampai dengan disusunnya RKA BUMD Kolom 4 : Diisi anggaran tahun berjalan (n-1)

Kolom 5 : Diisi prognosa/ estimasi realisasi sisa waktu tahun berjalan (n-1)

(32)

Contoh – ASUMSI RKAP DAN PROGNOSA TAHUN 2020

(KONDISI EKSTERNAL)

(33)

Contoh – ASUMSI RKAP DAN PROGNOSA TAHUN 2020 (KONDISI INTERNAL)

• Melakukan penetrasi pasar ke tambang-tambang mineral khususnya tambang emas, hal ini disebabkan produksinya relatif stabil meskipun penyerapan produk bahan peledaknya masih relatif kecil. Selain itu pasar ke sektor pertahanan/militer terus dikembangkan.

• Mengembangkan kemampuan dan melakukan penetrasi untuk sektor underground mining.

• Mengusahakan kegiatan ekspor handak meskipun dalam kondisi Covid-19.

• Melakukan backward strategy dengan memperkuat sektor hulu guna mendukung operasional Divisi melalui pembangunan pabrik AN dan Elemented Detonator.

• Melakukan mekanisasi/otomatisasi pabrik/mesin untuk meningkatkan kualitas, produktivitas karyawan dan efisiensi biaya produk.

• Mencari sumber alternatif lainnya untuk pengadaan bahan baku dan melakukan negosiasi ulang harga dan term of payment.

• Menekan dan mengoptimalkan beban/jumlah persediaan.

• Besaran beban usaha, kenaikannya dapat ditekan di beban umum dan administrasi namun mengalami kenaikan di beban penjualan.

• Likuiditas perusahaan semakin ketat. Meskipun piutang overdue sudah semakin membaik karena mitigasi risiko terhadap konsumen dan ditingkatkannya monitoring penagihan namun masih perlu perbaikan untuk memperpendek perputaran piutang secara keseluruhan. Sementara dari sisi pengadaan masih perlu mempersingkat perputaran persediaan.

• Profit Margin semakin mengecil, disebabkan persaingan pasar yang semakin kompetitif yang berdampak kepada Pendapatan Usaha dan Beban Pokok Penjualan.

(34)

Contoh – Perbandingan antara asumsi RKAP 2020 dengan realisasinya serta dampaknya terhadap pencapaian kinerja tahun buku 2020 (1)

Asumsi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan untuk tahun 2020 yang telah disusun sebelumya sangat berbeda jauh dengan realisasinya. Hal ini terjadi karena telah terjadi peristiwa yang sangat besar yaitu tersebarnya Covid-19 dimana membuat ekonomi dunia lumpuh. Berdasarkan kejadian ini perusahaan menyusun kembali revisi RKAP tahun 2020 dimana diasumsikan tingkat inflasi sebesar 3,09%, sedangkan secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 diramal mampu mencapai 2,03%. Pertumbuhan ekonomi untuk tiga kuartal akhir tahun ini akan ditentukan oleh hasil penanganan Covid-19 karena berpengaruh terhadap nilai investasi yang masuk ke dalam negeri. Selain itu juga kinerja ekspor yang memang masih cukup berat di tahun ini. Apalagi di tahun 2020 Indonesia selain mengalami masa pandemik Covid-19 juga mengalami pesta demokrasi yaitu Kepala Daerah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan Ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 berada di kisaran minus 1,1 hingga 0,2 persen. Revisi target pertumbuhan ekonomi ini dengan melihat adanya tekanan yang cukup dalam pada kuartal II-2020 akibat pandemi Covid-19 (virus corona). Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan, proyeksi tersebut dengan mempertimbangkan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan akan terkontraksi cukup dalam tahun ini, yaitu pada kisaran -1,3 hingga 0 persen. Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2020 akan berada pada kisaran -0,4 persen hingga 2,3 persen. Namun, pemerintah kembali merevisi prediksi tersebut setelah ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 terkontraksi cukup dalam, yaitu minus 5,32 persen secara year-on-year (yoy).

Pemulihan ekonomi tahun masih akan sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19 terutama dari kedisplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, ketersediaan atau penemuan vaksin dan ketersediaan vaksin tahun 2021.

(35)

Contoh – Perbandingan antara asumsi RKAP 2020 dengan realisasinya serta dampaknya terhadap pencapaian kinerja tahun buku 2020 (2)

LAPORAN NERACA

AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020

LAPORAN LABA RUGI

AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020

KEGIATAN PENGEMBANGAN

AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020

INVESTASI

AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020

(36)

RKA BUMD – Outline : d. Capaian Kinerja Tahun Berjalan

Indikator kinerja pada umumnya disematkan pada target kinerja mulai dari sasaran, program dan kegiatan. Target kinerja pada sasaran merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan KPM/RUPS, sedangkan target kinerja pada program merupakan target kinerja hasil (outcome) yang beberapa dapat sama dengan IKU pada sasaran, dan target kinerja pada kegiatan merupakan target kinerja keluaran (output).

Direktorat/Divisi/Bagian : ………

Jenis Anggaran : ……….………..

Uraian Sasaran, Program dan Kegiatan

Indikator Kinerja

Capaian Kinerja Tahun n-2

Capaian Kinerja

Tahun n-1 Keterangan

(1) (2) (3) (4) (5)

Isian 1 : Diisi nama Direktorat/Divisi/Bagian

Isian 2 : Diisi Jenis Anggaran (Operasional/Non Operasional/Pendapatan/Beban Usaha dan Jenis anggaran lainnya) Kolom 1 : Diisi uraian sasaran, program dan kegiatan

Kolom 2 : Diisi indikator kinerja

Kolom 3 : Diisi capaian kinerja pada tahun sebelumnya (n-2) Kolom 4 : Diisi capaian kinerja pada tahun berjalan (n-1)

Kolom 5 : Diisi keterangan tambahan misalnya menandai capaian kinerja yang indicator kinerjanya Ditetapkan oleh RUPS/KPM atau menjelaskan standar indicator kinerja yang baik (capaian yang tinggi/rendah/nilai tertentu)

(37)

Contoh – Pencapaian Kinerja per Divisi (1)

a. Divisi Pemasaran

Divisi Pemasaran telah berusaha secara maksimal dengan sumber daya yang ada untuk mencapai target yang telah direncanakan sesuai revisi rencana perusahaan tahun 2020. Pencapaian penjualan lahan sampai September 2020 sebesar Rp4.950.000.000,00. Adapun perusahaan yang berencana membeli tanah kapling industri antara Bulan Oktober sampai dengan Desember 2020 yaitu PT. Sinergi Mutiara Cemerlang seluas 1.250 m2 dengan harga Rp1.500.000,00.

b. Divisi Perencanaan, Pengembangan dan Hukum Pertanahan

Berdasarkan RKAP tahun 2020 rencana pembebasan lahan dan pengurusan sertifikat HPL, BPHTB, dan dokumen lainnya sebesar Rp10.565.521.176,00 yang terdiri dari :

- Pembebasan lahan di KIMA seluas 1 ha sebesar Rp5.973.870.000,00

c. Divisi Lingkungan/WWTP

Berdasarkan data, total realisasi anggaran biaya sampai dengan September 2020 sebesar Rp1.035.262.424,00 atau 69,56% dari rencana dan realisasi anggaran investasi sebesar Rp136.160.652,00 atau 3,55%.

d. Divisi Umum dan SDM

Pada tahun 2020, kinerja pada Divisi Umum menunjukkan peningkatan efisiensi terhadap

anggaran biaya dan jumlah barang ataupun kegiatan perusahaan, hal ini disebabkan permintaan sesuai kebutuhan perusahaan dan biaya diusahakan tidak melebihi batas maksimum.

(38)

Contoh – Pencapaian Kinerja per Divisi (2)

e. Sumber Daya Manusia

Dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan serta keterampilan karyawan/karyawati, direncanakan Biaya Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam tahun 2020 yaitu sebesar Rp375.000.000,00. Realisasi sampai dengan September 2020 untuk program Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah sebesar Rp290.880.400,00 atau 77,57% dari kegiatan

f. Keuangan dan Akuntansi

RASIO KEUANGAN

AUDIT 2019, RKAP 2020 DAN PROGNOSA 2020

(39)

Contoh – Capaian Kinerja (1)

a. Penjualan Tanah untuk tahun 2020 direncanakan sebesar Rp6.750.000.000,00,- sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp4.950.000,000,00 atau sebesar 73,33%. Hal ini disebabkan karena kondisi Covid-19 sehingga investor masih hati-hati dalam melakukan investasi di KIMA

b. Pendapatan Perpanjangan PPTI untuk tahun 2020 direncanakan sebesar Rp32.675.008.386,00, sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp12.077.449.200,00 atau sebesar 36,96%

dari RKAP 2020

c. Pendapatan Sewa BPSP tahun 2020 direncanakan sebesar Rp1.785.340.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.908.208.415,00 atau sebesar 106,88% dari RKAP 2020. Kenaikan ini disebabkan karena adanya kenaikan tarif sewa BPSP

d. Pendapatan Sewa Gudang tahun 2020 direncanakan Rp3.195.300.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp2.125.415.400,00 atau sebesar 66,52% dari RKAP 2020

e. Pendapatan Jasa Alat Berat tahun 2020 direncanakan sebesar Rp3.525.962.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp4.702.867.485,00 atau sebesar 133,38% dari RKAP 2020. Hal ini disebabkan karena Divisi Alat Berat meningkatkan promosi penyewaan alat berat hingga ke daerah timur sehingga mampu mendapatkan konsumen yang loyal. Selain itu, alat berat juga berhasil disewakan dalam proyek besar Kota Makassar yaitu pembangunan jembatan layang dan pembangunan bandara Hasanuddin

f. Pendapatan Container Yard tahun 2020 direncanakan sebesar Rp840.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp879.022.967,00 atau sebesar 104,64% dari RKAP 2020

(40)

Contoh – Capaian Kinerja (2)

g. Pendapatan Service Charge di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp4.955.689.123,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp5.025.313.730,00 atau 101,40%. Hal ini disebabkan karena dilakukan penagihan lebih intensif dan penagihan tegas kepada tenant yang sudah lama tertunggak dan belum pernah membayar

h. Pendapatan Jasa Pass Masuk dan lainnya di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp2.000.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.765.314.212,00 atau 88,27%

i. Pendapatan Jasa Penjualan Solar Industri di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp150.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp125.500.000,00 atau 83,67%. Hal ini terjadi karena penjualan solar menurun akibat jarang terjadinya lampu padam karena penggunaan solar digunakan untuk bahan bakar genset jika terjadi lampu padam

j. Pendapatan Jasa Pengangkutan Sampah di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp144.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp106.964.884,00 atau 74,28%

k. Pendapatan Jasa penyewaan ruang kantor di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp379.156.248,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp341.640.000,00 atau 90,10%

l. Pendapatan Jasa ATM Centre di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp55.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp45.249.999,00 atau 82,27%. Hal ini disebabkan karena terjadi kenaikan tarif sewa ATM

m. Pendapatan Jasa Lahan UKMK di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp250.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp90.720.003,00 atau 36,29%

(41)

Contoh – Capaian Kinerja (3)

u. Biaya Pemasaran tahun 2020 direncanakan sebesar Rp200.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp100.809.528,00 atau 50,40%. Hal ini disebabkan karena biaya promosi dilakukan secara online

v. Biaya Research and Development tahun 2020 direncanakan sebesar Rp150.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp11.514.794,00 atau 7,68%. Hal ini karena perencanaan unit bisnis baru yang membutuhkan studi kelayakan

w. Biaya unit usaha jasa-jasa tahun 2020 direncanakan sebesar Rp3.547.861.830,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp2.045.118.514,00 atau 57,64%.

x. Biaya Penyusutan, Amortisasi & Penurunan Nilai berdasarkan rencana tahun 2020 sebesar Rp8.995.800.295,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp5.629.670.144,00 atau 62,58%. Hal ini disebabkan karena beberapa investasi pada tahun 2020 belum diproses y. Pendapatan Bunga Deposito & Jasa Giro direncanakan tahun 2020 sebesar Rp1.710.445.551,00

sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.573.593.367,53 atau 92,00%. Hal ini disebabkan karena dana yang tersedia didepositokan dan mencari rate yang tertinggi

z. Pendapatan lain-lain Non Operasional di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp2.316.051.328,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.794.908.903,57 atau 77,50%. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa perusahaan yang melakukan peralihan hak tanah ke pihak lain

aa. Biaya Non Operasional di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp3.334.419.196,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp3.311.150.676,33 atau 99,30%. Hal ini disebabkan karena pembayaran biaya bunga kredit atas pinjaman tahun sebelumnya.

(42)

RKA BUMD – Outline : e. RKA BUMD Tahun Yang Akan Datang

Langkah yang harus dilakukan BUMD untuk menyusun RKA BUMD Tahun yang akan datang adalah:

1. Menjelaskan asumsi yang digunakan dalam penyusunan RKA BUMD

2. Menyusun rencana kerja yang yang terdiri dari sasaran usaha, strategi usaha, kebijakan dan program kegiatan BUMD

3. Menyusun rincian anggaran BUMD

a. Anggaran Operasional b. Anggaran Non Operasional c. Anggaran Pendapatan Usaha d. Anggaran Biaya Usaha

e. Anggaran Pendapatan dan Biaya Lainnya f. Anggaran Pengadaan

g. Anggaran Teknik dan Teknologi

h. Anggaran Penelitian dan Pengembangan;

i. Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia

j. Anggaran Pelestarian Lingkungan

k. Anggaran Investasi di dalam Perusahaan l. Anggaran Kegiatan Lainnya

m. Anggaran Penyertaan

(43)

SASARAN USAHA

Merupakan turunan dari tujuan yang akan dicapai oleh BUMD yang telah dituangkan dalam dokumen Rencana Bisnis. Sehingga sebelum merumuskan sasaran usaha, BUMD harus sudah memiliki tujuan usaha yang sudah direncakanan sebelumnya

STRATEGI USAHA

Merupakan turunan dari sasaran yang akan dicapai oleh BUMD. Sasaran yang akan dicapai dalam rencana kerja harus disesuaikan dengan sasaran 5 tahunan yang dicantumkan dalam rencana bisnis BUMD.

KEBIJAKAN

Merupakan turunan dari strategi yang dipilih oleh perusahaan. Kebijakan dalam rencana kerja harus mengacu pada kebijakan yang telah dituangkan dalam rencana bisnis.

Perumusan kebijakan juga harus disesuaikan dengan strategi yang akan dijalankan dalam tahun tersebut.

PROGRAM

Merupakan langkah terakhir dalam menerjemahkan berbagai analisis dan metodologi perumusan sebelumnya ke dalam penyusunan program. Penyusunan program BUMD harus disesuaikan strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.

(44)

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Uraian Tahun n-1 Prognosa Tahun

n-1 Proyeksi Tahun n

(1) (2) (3) (4)

Aset

Aset Lancar Investasi

…..

Kewajiban

……

Ekuitas

……..

Cara pengisian kolom

Kolom 1 : Diisi uraian aset, kewajiban, dan ekuitas

Kolom 2 : Diisi uraian aset, kewajiban, dan ekuitas BUMD pada Tahun n-1

Kolom 3 : Diisi uraian aset, kewajiban, dan ekuitas BUMD pada Prognosa Tahun n-1 Kolom 4 : Diisi uraian uraian aset, kewajiban, dan ekuitas BUMD pada Proyeksi Tahun n

(45)

Proyeksi Laba Rugi

Uraian Anggaran

Tahun n-1

Prognosa Tahun n

Anggaran Tahun n

(1) (2) (3) (4)

Pendapatan Operasi

…..

…..

Beban Operasi

…..

…..

Pendapatan/(beban) Non Operasi Pendapatan/(beban) Luar Biasa

Laba/(Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak Laba/(Rugi) Sesudah Bunga dan Pajak

Cara pengisian kolom

Kolom 1 : Diisi uraian pendapatan dan beban

Kolom 2 : Diisi uraian pendapatan dan beban pada Anggaran Tahun n-1 Kolom 3 : Diisi uraian pendapatan dan beban pada Prognosa Tahun n

Kolom 4 : Diisi uraian pendapatan dan beban pada pada Anggaran Tahun n

(46)

Proyeksi Arus Kas

Uraian Tahun n - 1 Tahun n

TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Arus Kas Operasional

…….

……

Arus Kas Investasi

…..

…..

Arus Kas Pendanaan

….

….

Kenaikan/Penurunan Arus Kas Saldo Awal Kas

Saldo Akhir Kas

Cara pengisian kolom

Kolom 1 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas

Kolom 2 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-1 Kolom 3 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-2 Kolom 4 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-3 Kolom 5 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-4 Kolom 6 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-1 Kolom 7 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-2 Kolom 8 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-3 Kolom 8 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-4

(47)

Proyeksi Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

Rasio yang mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek suatu

perusahaan dengan melihat aktiva lancarperusahaan relatif terhadap utang lancarnya

Rasio

Solvabilitas

Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya baik jangka panjang maupun jangka pendek jika

perusahaan dilikuidasi.

Rasio

Rentabilitas

/Profitabilitas

Rasio yang menunjukkan tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva.

Rasio Aktifitas

Rasio ini melihat pada beberapa asset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu.

Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.

(48)

Rasio Likuiditas

1. Rasio Lancar atau Current Ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang tersedia. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio lancar 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar.

2. Rasio Cepat atau Quick Ratio/Acid Test Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik.

3. Cash Ratio membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Kas yang dimaksud adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan di bank dalam bentuk rekening koran. Sedangkan harta setara kas (near cash) adalah harta lancar yang dengan mudah dan cepat dapat diuangkan kembali, dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara yang menjadi domisili perusahaan bersangkutan. Rasio ini menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibandingkan dengan total aktiva lancar.

(49)

Rasio Solvabilitas

1. Rasio Utang terhadap Aktiva atau Total Debt to Asset Ratio adalah mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable).

2. Rasio Utang terhadap Ekuitas atau Total Debt to Equity Ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan. Bagi perusahaan, besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.

(50)

Rasio Rentabilitas

1. Margin Laba Kotor atauGross Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.

2. Margin Laba Operasi atau Operating Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.

3. Margin Laba Bersih atau Net Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.

4. Return On Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau EAT (Sutrisno, 2001).

5. Rentabilitas Ekonomis atau Return On Assets merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan (EBIT) dari aktiva yang digunakan. Semakin besar rasionya semakin baik (Sutrisno, 2001)

(51)

Rasio Aktifitas

1. Perputaran Piutang, merupakan cara mengukur berapa kali, secara rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rasio ini mengukur kualitas piutang dan efisiensi perusahaan dalam pengumpulan piutang dan kebijakan kreditnya. Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan piutang.

2. Perputaran Persediaan, menggambarkan likuiditas perusahaan, yaitu dengan cara mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki oleh perusahaan.

Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan persediaan.

3. Perputaran Aktiva Tetap, merupakan cara mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya.

4. Perputaran Total Aktiva, merupakan rasio yang menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran investasi atau modalnya.

(52)

Proyeksi Sumber dan Penggunaan Dana

Uraian Realisasi

Tahun n-1

Realisasi Prognosa n-1

Rencana Tahun n

(1) (2) (3) (4)

Sumber Dana

…………..

…………..

…………..

…………..

…………..

Cara pengisian kolom

Kolom 1 : Diisi uraian Sumbar Dana

Kolom 2 : Diisi uraian Sumbar Dana Realisasi Tahun n-1 Kolom 3 : Diisi uraian Sumbar Dana Realisasi Prognosa n-1 Kolom 4 : Diisi uraian Sumbar Dana Rencana Tahun n-1

(53)

RKA BUMD – Outline : g. Penerapan Manajemen Risiko

Langkah yang harus dilakukan BUMD untuk menyusun penerapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:

1. BUMD menyusun profil risiko yang memuat kemungkinan risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan serta mitigasi yang dilakukan oleh perusahaan terkait risiko tersebut

2. BUMD menyusun rencana monitoring atas risiko tersebut

(54)

Manajemen Resiko

Tujuan :

Mencegah kegagalan perusahaan, mengurangi pengeluaran, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi, dsb.

Identifikasi risiko

Analisis / asesmen risiko

Pemetaan risiko Penanganan risiko

Evaluasi risiko Pengawasan dan

pengendalian risiko

SIKLUS MANAJEMEN RISIKO

Adalah proses daur ulang atas operasionalisasi fungsi-fungsi manajemen risiko untuk mengetahui sebab terjadinya risiko agar dengan mudah dilakukan mitigasi risiko

Penerapan Manajemen Risiko terdiri dari komponen:

a. Identifikasi risiko

b. Analisis dan penilaian profil risiko c. Pemetaan risiko

d. Kebijakan manajemen risiko dan kepatuhan

e. Program mitigasi risiko

(55)

RKA BUMD – Outline : h. Hal Lain Yang Memerlukan Keputusan KPM/RUPS

Berikut adalah hal-hal lain yang memerlukan keputusan KPM/RUPS:

 Usulan Persetujuan RUPS RKA BUMD

Konten dari usulan persetujuan RUPS RKA BUMD disesuaikan dengan kebutuhan BUMD selama hal tersebut memerlukan keputusan KPM/RUPS.

 Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pemegang saham

Konten yang dimuat di dalam bagian ini disesuaikan dengan

kejadian yang dianggap penting untuk diketahui oleh Pemegang

Saham, contohnya penyaluran sumbangan/dana sosial kepada

penerima bantuan dimana dananya berasal dari BUMD tempat

Pemegang Saham menanamkan modalnya. Konten lain dapat

dimuat dalam bagian ini selama hal tersebut dianggap perlu untuk

mendapatkan perhatian pemegang saham.

(56)

RKA BUMD – Outline : i. Penutup

Di bagian penutup RKA, BUMD memberikan ringkasan konten dalam bentuk kesimpulan.

Selain itu, BUMD juga menekankan ulang hal-

hal yang memerlukan keputusan KPM/RUPS

dan hal-hal yang patut mendapat perhatian

pemegang saham.

(57)

Pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi :

FADLY /088210716066

HENDRA WIJAYA/0822 9973 2245

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini, pelatihan menulis yang diselenggarakan selama dua hari oleh bagian Public Relations PT Bio Farma (Persero) dalam rangka HUT perusahaan yang ke-121

Setiap perusahaan mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua begitu juga pada Fakultas Ekonomi dan

Maksud disusunnya program kerja dan Kegiatan OSIS yaitu membantu terwujudnya visi dan misi SMP Mutiara Bangsa 6 yang tertuang dalam program strategi sekolah serta

Disusunnya Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bima tahun 2020 yang didalamnya mencakup Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan

Perubahan Renstra Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember Tahun 2016-2021 disusun dengan maksud sebagai penjabaran secara operasional visi dan misi dan

Perubahan dimaksud mengacu pada Visi dan Misi Kabupaten Musi Rawas, NAWACITA yang telah dituangkan dalam peraturan Presidn RI Nomor 2 tahun 2015 tentang, Rencana

Halaman kedua adalah "BAB I PENDAHULUAN" yang terdiri dari Sejarah Perusahaan, Sekilas Perusahaan, Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan, Struktur Organisasi,

Rencana program kerja Unit Penjaminan Mutu Prodi D III Keperawatan Ende No Bentuk kegiatan Catatan 1 Pelaksanaan penyusunan Visi Misi Tujuan Sasaran VMTS Prodi Visi Misi Tujuan