SOSIALISASI PENYUSUNAN RENBIS DAN RKAP BUMD SESUAI PERMENDAGRI NOMOR 118 TAHUN 2018
PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
BUMD
Kamis , 27 Oktober 2022
PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
BUMD
PENDAHULUAN
TIM PENYUSUN
Dasar Regulasi
UU No 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah • BAB XII : BUMD
PP No 54 Tahun 2017 tentang
BUMD
•BAB VII : PERENCANAAN,
OPERASIONAL, DAN PELAPORAN BUMD
PERMENDAGRI NOMOR 118 TAHUN 2018
• RENCANA BISNIS, RENCANA
KERJA DAN ANGGARAN,
KERJA SAMA, PELAPORAN
DAN EVALUASI BADAN
USAHA MILIK DAERAH
Perencanaan BUMD
Perencanaan dalam BUMD dituangkan dalam dua dokumen
yaitu rencana bisnis dan rencana kerja dan anggaran BUMD.
Kerangka (Outline) Rencana Bisnis
Pasal 88 ayat 2 pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017
tentang BUMD
Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 118 Tahun 2018 Mengenai Rencana Bisnis, Rencana Kerja dan Anggaran,
Kerja Sama, Pelaporan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah
1. Evaluasi hasil rencana bisnis sebelumnya;
2. Kondisi BUMD saat ini;
3. Asumsi yang dipakai dalam penyusunan rencana bisnis;
dan
4. Penetapan visi, misi, sasaran, strategi, kebijakan, dan program kerja.
Ringkasan eksekutif 1. Pendahuluan
2. Evaluasi hasil Rencana Bisnis sebelumnya bagi BUMD yang sudah berjalan
3. Kondisi BUMD saat ini
4. Arah, sasaran, strategi, dan kebijakan 5. Program BUMD
6. Penerapan manajemen risiko
7. Asumsi yang dipakai dalam penyusunan Rencana Bisnis
8. Proyeksi keuangan, investasi dan penyertaan modal
RKA BUMD - Pengertian Rencana Kerja dan Anggaran BUMD adalah penjabaran tahunan dari Rencana Bisnis BUMD
Rencana Bisnis menjelaskan program kerja selama 5 tahun untuk mencapai tujuan dan sasaran agar visi dan misi tercapai
Program kerja yang dijabarkan selama 5 tahun dirinci kedalam
program kerja tahunan dan ditetapkan setiap tahun melalui
suatu dokumen yang bernama RKA BUMD.
RKA BUMD – Tujuan
1. Bagi Perusahaan
a. Alat untuk menyusun rncana operasi dan keuangan perusahaan b. Alat untuk menganalisis dan mengendalikan pendapatan dan
biaya
c. Alat untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan
d. Alat untuk menilai prestasi kerja para pelaksana kegiatan operasional perusahaan
2. Bagi Para Pelaksana
a. Pedoman dalam melaksanakan kegiatan perusahaan
b. Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan kegiatan operasional 3. Bagi Pemegang Saham
Alat kendali dan dapat dijadikan sebagai alat penilaian atas kinerja
manajemen
RKA BUMD – Manfaat
1. Ada perencanaan terpadu dari seluruh kegiatan dan bidang terkait dalam perusahaan
2. Dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan untuk periode 1 tahun
3. Sebagai alat koordinasi atas seluruh kegiatan yang ada diperusahaan untuk periode 1 tahun yang akan datang
4. Sebagai alat pengawasan bagi manajemen atas kegiatan yang dilakukan dengan membandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan
5. Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan dalam rangka mengetahui
ada tidaknya penyimpangan pelaksanaan kerja dari rencana yang
telah disusun dan ditetapkan
Kaitan Rencana Bisnis dan RKA BUMD
Tahun 0 Tahun
1 2 3 4 5
Rencana Bisnis 1 - 5
Implementasi (Pelaksanaan) Rencana Bisnis Tahun 1 - 5
Tahun
1 2 3 4 5
RKA BUMD Tahun 1 Evaluasi Rencana
RKA BUMD Tahun 2 Evaluasi Rencana
RKA BUMD Tahun 3 Evaluasi Rencana
RKA BUMD Tahun 4 Evaluasi Rencana
RKA BUMD Tahun 5 Evaluasi Rencana
Pola yang sama berlaku untuk periode 5 tahun kedua, ketiga,
dan seterusnya
RKA BUMD – Penyusunan RKA BUMD
1. RKA BUMD disiapkan Direksi dan paling sedikit memuat rencana rinci program kerja dan anggaran tahunan.
2. Penyusunan konten RKA BUMD melalui penjaringan aspirasi para pemangku kepentingan (jaring asmara). Jangka waktu jaring asmara disesuaikan dengan keperluan tersebut.
3. Direksi menyerahkan draf RKA BUMD untuk dibahas dan dipelajari oleh Dewan Pengawas/Komisaris, untuk selanjtnya ditandatangani Bersama oleh Dewan Pengawas/Komisaris dan disahkan oleh KPM/RUPS
4. Dalam hal adanya rencana penyertaan modal atau pengurangan modal dari pemerintah daerah, RKA BUMD disinkronkan dengan rencana pembiayaan yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
5. RKA BUMD merupakan salah satu instrumen bagi Direksi untuk mengukur kinerja
BUMD, kinerja pengurus, dan kinerja pegawai yang berkenaan.
Aktifitas Waktu
Maksimal 15 hari kerja setelah awal
Desember Disesuaikan dengan
kebutuhan BUMD Disesuaikan dengan
kebutuhan BUMD Disesuaikan dengan
kebutuhan BUMD
Sebelum akhir bulan November
Direksi menyiapkan RKA BUMD
Direksi bersama jajaran perusahaan melakukan penjaringan aspirasi para pemangku
kepentingan (jaring asmara)
Direksi menyerahkan draf RKA untuk dibahas dan dipelajari oleh Dewan
Pengawas/Komisaris.
Dewan Pengawas/Komisaris menandatangani draf RKA tersebut bersama dengan Direksi BUMD
1)KPM/RUPS mengesahkan draf RKA yang telah ditandatangani bersama tersebut.
RKA BUMD – Penyampaian RKA BUMD
RKA BUMD – Penyampaian RKA BUMD (1)
a. Direksi menyerahkan draf RKA BUMD yang telah disusun kepada Dewan Pengawas/Komisaris (P/K).
b. Dewan P/K harus menelaah dan jika perlu penyempurnaan maka Dewan P/K meminta Direksi menyempurnakan Draf RKA BUMD dalam kurun waktu 10 hari kerja.
c. Jika dalam waktu 15 hari kerja Dewan P/K menyetujui draf RKA BUMD maka Dewan P/K menandatangani draf RKA BUMD tersebut. Jika dalam waktu 15 (lima belas) hari kerja tersebut Dewan P/K tidak menandatangani draf RKA BUMD tersebut, RKA BUMD tersebut dianggap telah disetujui dan Direksi dapat menyampaikan kepada KPM/RUPS untuk disahkan.
d. Penyampaikan RKA BUMD diatur sebagai berikut:
a. Direksi menyampaikan Rencana Bisnis yang sudah ditandatangani maupun belum ditandatangani Dewan P/K kepada pemilik modal/pemegang saham.
b. Rancangan RKA BUMD yang telah disetujui atau yang dianggap telah disetujui disampaikan kepada KPM/RUPS, Otoritas Jasa Keuangan dan dapat disampaikan kepada Kementerian Teknis/Lembaga Non Kementerian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam kurun waktu 15 hari kerja sebelum disahkan oleh KPM/RUPS.
e. Sebelum disahkan oleh KPM/RUPS, pemrakarsa Perda pendirian menugaskan perangkat daerah yang membidangi pembinaan BUMD melakukan penelaahan dan dapat meminta pertimbangan dari pemegang saham terbesar paling lama 15 hari kerja. Perangkat daerah yang membidangi pembinaan BUMD yang melakukan penelaahan tersebut dapat mengikutsertakan tenaga/lembaga profesional. Pembiayaan lembaga profesional tersebut dianggarkan dalam APBD.
f. Direksi menyampaikan draf RKA BUMD kepada KPM/RUPS, paling lambat pada akhir bulan November sebelum tahun RKA BUMD dimulai.
RKA BUMD – Penyampaian RKA BUMD (2)
Jika terdapat perubahan dalam RKA, maka proses penyampaiannya adalah sebagai berikut:
a. Perubahan terhadap RKA BUMD yang telah disahkan harus mendapat persetujuan KPM/RUPS.
b. Perubahan terhadap RKA BUMD yang telah disahkan dapat dilakukan dalam hal:
• terdapat perubahan pada Rencana Bisnis; dan/atau
• terjadi perubahan pada faktor yang mempengaruhi operasional BUMD; dan/atau
• terjadi perubahan peraturan perundang-undangan yang terkait.
c. Dalam hal terdapat perubahan RKA BUMD, RKA BUMD dapat direvisi 2 (dua) kali dalam setahun.
d. Penyampaian perubahan RKA BUMD dilakukan sesuai dengan penyampaian RKA BUMD kecuali jangka waktu penyampaian kepada KPM/RUPS.
e. Jangka waktu penyampaian kepada KPM/RUPS disesuaikan dengan waktu perubahan.
f. Rancangan perubahan RKA BUMD dapat disampaikan kepada kementerian
teknis/lembaga non kementerian, dalam kurun waktu 15 (lima belas) hari kerja
sebelum disahkan oleh KPM/RUPS.
PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
BUMD
ISI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN BUMD
TIM PENYUSUN
RKA BUMD - Outline
Rencana Kerja dan Anggaran BUMD berdasarkan lampiran Permendagri 118 Tahun 2018 :
a. RINGKASAN EKSEKUTIF
b. PENDAHULUAN
: a. Jenis dan Kegiatan Usaha BUMD; b. Struktur Organisasi; c. Kerangka Kerja; d.Model Bisnis; dan e. Sinkronisasi dengan kebijakan dan prioritas pemerintah pusat dan pemerintah daerah
c. REALISASI DAN PROGNOSIS ANGGARAN TAHUN BERJALAN
: a. Realisasi kegiatan; dan b.Realisasi dan prognosis anggaran tahun berjalan.
d. CAPAIAN KINERJA BUMD TAHUN BERJALAN
: Memuat penjelasan kinerja keuangan, operasional, kegiatan pendukung, matriks perkembangan capaian kinerja, dan pencapaian kinerja per direktorat/divisi/bagian tahun berjalan. Capaian kinerja berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan oleh RUPS/KPM;e. RKA BUMD TAHUN YANG AKAN DATANG
: a. Asumsi yang digunakan dalam penyusunan RKA BUMD; b. Rencana kerja yang terdiri dari sasaran usaha, strategi usaha, kebijakan dan program kegiatan BUMD; dan c. Rincian Anggaran BUMDf. PROYEKSI KEUANGAN BUMD DAN ANAK PERUSAHAAN TAHUN YANG AKAN DATANG
.g. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
: a. Profil Risiko; dan b. Monitoringh. HAL-HAL LAIN YANG MEMERLUKAN KEPUTUSAN KPM/RUPS
; dani. PENUTUP
Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Kawasan Indonesia Makassar (Persero) 2021
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Gambaran Umum; 1.2. Visi Perusahaan; 1.3. Misi Perusahaan; 1.4. Maksud dan Tujuan Perusahaan; 1.5. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi; 1.6. Kegiatan Perusahaan; 1.7. Budaya Perusahaan
BAB II KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020
2.1. Perbandingan Antara Asumsi RKAP 2020 dengan Realisasinya; 2.2. Pencapaian Kinerja per Divisi 2.3. Penilaian/Evaluasi Umum (Korporasi) Manajemen Perusahaan atas Pencapaian Kinerja Tahun 2020
BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021
3.1. Gambaran Umum; 3.2. Asumsi-asumsi Penyusunan RKAP Tahun Buku 2021; 3.3. Sasaran dan Strategi Korporat Tahun 2021;
3.4 Sasaran Fungsional; 3.5 Strategi Fungsional; 3.6 Kebijakan; 3.7 Program Kerja; 3.8 Kajian Investasi; 3.9 Kajian Pengembangan;
3.10 Sinergi Antar BUMN dan BUMD; 3.11 Program Optimalisasi Asset BAB IV PROYEKSI KEUANGAN TAHUN BUKU 2021
1. Proyeksi Keuangan; 4.2. Laporan Posisi Keuangan Audit Tahun 2019, RKAP Tahun 2020, Prognosa Tahun 2020 dan RKAP Tahun 2021
BAB V MANAJEMEN RESIKO
5.1 Kebijakan Perusahaan Terhadap Risk Appetite dan Risk Tolerance; 5.2 Tabel Resiko di Luar Area Risk Appetite; 5.3 Peta Resiko BAB VI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN
6.1 Analisis Resiko; 6.2 Tujuan Perusahaan; 6.3 Proyeksi Rincian Sumber Dana dan Penggunaan Dana TJSL 2021; 6.4 Program TJSL BAB VII RENCANA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS
7.1 Latar Belakang; 7.2 Dasar Hukum; 7.3 Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Dewan Komisaris; 7.4 Rencana Kerja Dewan Komisaris dan Organ Pendukung Dewan Komisaris; 7.5 Key Performance Indocator (KPI) Dewan Komisaris; 7.6 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan;
7.7 Anggaran Biaya Dewan Komisaris Tahun 2021
BAB VIII KEY PERFORMANCE INDOCATORS TAHUN 2021
8.1 Key Performance Indicators Tahun 2021 PT Kawasan Industri Makassar; 8.2 Glossary KPI PT Kawasan Industri Makassar; 8.3 Kesesuain APS; 8.4 Fungsi Hukum; 8.5 Kebijakan Taktis Teknologi dan TI
BAB IX PENUTUP
9.I. Kesimpulan; 9.2. Hal-hal yang Perlu Keputusan RUPS
Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 2021
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Visi Dan Misi Perusahaan; I.2. Tujuan Perusahaan; I.3. Lingkup Perusahaan; I.4. Organisasi Perusahaan BAB II PROGNOSA KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2020
II.1. Kondisi Umum Kinerja Tahun 2020; II.2. Pemasaran; II.3. Produksi; II.4. Teknologi Informasi; II.5. Penelitian dan Pengembangan; II.6. Logistik II.7. Sumber Daya Manusia (SDM); II.8. Keuangan dan Akuntansi; II.9. Satuan Pengawasan Intern (SPI); II.10. Pelestarian Lingkungan; II.11. Investasi; II.12. Laporan Keuangan; II.13. Tingkat Kesehatan Perusahaan; II.14. Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL); II.15. Tindak Lanjut Arahan Pemegang Saham
BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUN 2021
III.1 Asumsi Dasar Penyusunan RKAP 2021; III.2 Ringkasan Target Kinerja Perusahaan 2021; III.3. Sasaran Perusahaan;
III.4. Strategi Perusahaan Sesuai RJPP; III.5 Program Strategis RKAP 2021; III.6 Pemasaran; III.7. Produksi; III.8.
Teknologi Informasi; III.9. Penelitian Dan Pengembangan; III.10. Logistik; III.11. Manajemen, Organisasi Dan Sistem;
III.12. Sumber Daya Manusia (SDM); III.13. Satuan Pengawasan Intern (SPI); III.14. Pelestarian Lingkungan; III.15.
Investasi; III.16. Laporan Keuangan; III.17. Tingkat Kesehatan Perusahaan; III.18. Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL); III.19. Key Performance Indicator (KPI); III.20. Aspirasi Pemegang Saham (APS) 2021
BAB IV ANAK PERUSAHAAN
IV.1. PT Reska Multi Usaha (RMU); IV.2. PT Railink (RAILINK); IV.3. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI); IV.4. PT KA Logistik (KALOG); IV.5. PT KA Pariwisata (KAWISATA); IV.6. PT KA Properti Manajemen (KAPM); IV.7. Laporan Keuangan Konsolidasi
BAB V RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS V.1 Tugas Dan Fungsi; V.2 Program Pengawasan Dan Penasehatan BAB VI PENUTUP
VI.1. Kesimpulan; VI.2. Hal-Hal Yang Mempengaruhi Rkap Tahun 2021; VI.3. Hal-Hal Yang Mohon Keputusan Dalam RKAP 2021
Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) 2022
BAB I. PENDAHULUAN
I.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan; I.2 Visi dan Misi Perusahaan; I.3 Dewan Komisaris dan Direksi; I.4 Struktur Organisasi
BAB II. GAMBARAN KINERJA PERUSAHAAN
II.1 Gambaran Umum; II.2 Laporan Keuangan Konsolidasian; II.3 Anak Perusahaan; II.4 Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL); II.4.5 Tindak Lanjut Keputusan RUPS dan Temuan Auditor Eksternal
BAB III. RENCANA KERJA & ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2020 DENGAN DAMPAK PANDEMIK COVID-19
III.1 Gambaran Umum; III.2 Arahan Bisnis Perusahaan; III.3 Strategi dan Rencana Kerja Perusahaan;
III.4 Anggaran Perusahaan Tahun 2020 PENUTUP
Hal-hal yang Perlu Mendapat Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BAB IV. RENCANA KERJA DEWAN KOMISARIS
IV.1 Pendahuluan; IV.2 Maksud dan Tujuan; IV.3 Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris; IV.4 Anggaran Dewan Komisaris; IV.5 Rencana Kerja dan Indikator Kinerja; IV.6 Pengukuran Kinerja
Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Dahana (Persero) 2021
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Gambaran Umum; 1.2. Visi Perusahaan; 1.3. Misi Perusahaan; 1.4. Sasaran Perusahaan; 1.5. Core Values BUMN;
1.6. Kegiatan Perusahaan; 1.7. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BAB II KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020
2.1. Kondisi yang Mempengaruhi Kinerja Tahun 2020; 2.2. Pencapaian Kinerja Tahun 2020; 2.3. Keuangan Perusahaan BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021
3.1 Perkiraan Kondisi Eksternal dan Internal; 3.2 Asumsi Penyusunan RKAP 2021; 3.3 Strategi, Kebijakan, dan Target Perusahaan; 3.4 Rencana Kerja Tahun 2021; 3.5 Rencana Anggaran Perusahaan
BAB IV PROYEKSI KEUANGAN
4.1 Posisi Keuangan; 4.2 Perhitungan Laba/(Rugi); 4.3 Arus Kas; 4.4 Tingkat Kesehatan Perusahaan; 4.5 Kontribusi Kepada Negara
BAB V MANAJEMEN RESIKO
5.1. Pendahuluan; 5.2. Risiko Di Atas Toleransi; 5.3. Peta Risiko Perusahaan
BAB VI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA) TAHUN 2021, PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN.
6.1 Pendahuluan; 6.2 Prognosa TJSL Tahun 2020; 6.3 Rencana Kerja dan Anggaran TJSL Tahun 2021
BAB VII RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA), KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DEWAN KOMISARIS SERTA RENCANA KERJA KOMITE AUDIT
7.1. Umum; 7.2. Dasar; 7.3. Tugas, Wewenang, Tanggung Jawab dan Kewajiban Dewan Komisaris; 7.4. Susunan Dewan Komisaris PT DAHANA (Persero); 7.5. Rencana Kerja & Anggaran Dewan Komisaris Tahun 2021; 7.6. Target Kinerja; 7.7.
Kegiatan Komite Audit; 7.8. Lain-lain Penugasan Komite Audit; 7.9. Anggaran Operasional; 7.10. Rencana Anggaran BAB VIII PENUTUP
8.1 Kesimpulan; 8.2 Hal-Hal yang Perlu Mendapat Perhatian; 8.3 Hal-Hal yang Perlu Mendapatkan Keputusan
Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 2021
I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang; 2. Kegiatan Usaha Perusahaan; 3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi; 4. Struktur Organisasi Perusahaan; 5. Struktur Kepemilikan Grup Perusahaan; 6. Keterangan Singkat Anak Perusahaan
II. RENCANA KERJA PERUSAHAAN
1 Asumsi Penyusunan RKAP 2021; 2. Sasaran Usaha; 3. Strategi Usaha Perusahaan; 4. Kebijakan Perusahaan; 5. Program Kerja atau Kegiatan Perusahaan; 6. Sinergi BUMN
III. ANGGARAN PERUSAHAAN DAN SUMBER PENDANAAN
1. Anggaran Pendapatan Usaha; 2.Anggaran Beban Usaha; 3. Pendapatan dan Beban Lain-lain; 4. Anggaran Capital Expenditure; 5.
Anggaran Sumber Daya Manusia PT PPA Induk; 6. Anggaran Investasi PT PPA Induk; 7. Sumber Pendanaan atau Pembiayaan PT PPA Induk IV. PROYEKSI KEUANGAN POKOK PERUSAHAAN
1. Posisi Keuangan Konsolidasian; 2. Laba (Rugi) Konsolidasian; 3. Proyeksi Arus Kas Konsolidasian V. PROYEKSI KEUANGAN POKOK INDUK DAN ANAK PERUSAHAAN
1. Proyeksi Keuangan Pokok Induk (PT PPA); 2. Proyeksi Keuangan Pokok Anak Perusahaan VI. INDIKATOR KINERJA KUNCI DAN INDIKATOR PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN
1. Indikator Kinerja Kunci; 2. Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan VII. DANA PMN TAHUN 2015
VIII. TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN
1. Pendahuluan; 2. Rencana Kerja Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tahun 2021; 3. Anggaran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 2021; 4. Proyeksi Keuangan Program Kemitraan; 5. Key Performance Indikator (KPI) TJSL; 6. Kesimpulan/Penutup IX.
IX. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS
1. Pendahuluan; 2.Program Kerja; 3. Tugas-tugas pokok Perseroan; 4. Pembagian Kerja; 5. Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator); 6. Anggaran Dewan Komisaris
X. MANAJEMEN RISIKO
1. Selera dan Toleransi Risiko (Risk Appetite and Risk Tolerance); 2. Risiko diluar Toleransi Risiko; 3. Peta Top 10 Risiko; 4. Kriteria Risiko; 5.
Risk Register
XI. HAL-HAL YANG MEMERLUKAN KEPUTUSAN RUPS XII. PENUTUP
Contoh Outline RKA Perusahaan – PT. Bio Farma (Persero) 2022
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Holding Farmasi; 1.2 Struktur Kepemilikan; 1.3 Maksud dan Tujuan Perusahaan; 1.4 Visi Misi Perusahaan; 1.5 Manajemen; 1.6 Struktur Organisasi; 1.7 Landasan Hukum
BAB II RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUN 2022 HOLDING BUMN FARMASI
2.1 Kondisi Perusahaan; 2.2 Kondisi Ekonomi Global; 2.3 Asumsi dan Latar Belakang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2022; 2.4 Analisa SWOT Holding Farmasi; 2.5 Analisa Risiko Holding BUMN Farmasi Tahun 2022; 2.6 Inisiatif Prioritas Holding BUMN Farmasi Tahun 2022; 2.7 Rencana Penggunaan Penambahan Penyertaan Modal Negara Tahun 2022; 2.8 Strategic Mapping Holding BUMN Farmasi Tahun 2022; 2.9 Risiko Perusahaan; 2.10 Operasional Bisnis; 2.11 Langkah Memperkuat Kondisi Finansial & Dukungan Yang Dibutuhkan; 2.12 Asumsi & Gambaran Umum Kinerja Keuangan Konsolidasi RKAP Tahun 2022
BAB III RENCANA KERJA TANGGUNG JAWAB SOSIAL LINGKUNGAN TAHUN 2022 PT BIO FARMA (PERSERO) 3.1 Pendahuluan; 3.2 Prognosa Program TJSL Tahun 2021; 3.3 Rencana Kerja dan Anggaran TJSL Tahun 2022;
BAB IV RENCANA KERJA & ANGGARAN PERUSAHAAN PT BIO FARMA (PERSERO) (Parent Only) TAHUN 2022
4.1 Asumsi Anggaran Perusahaan Tahun 2022; 4.2 Visi dan Misi Perusahaan; 4.3 Susunan Direksi; 4.4 Sasaran, Strategi, Kebijakan dan Program Kerja Perusahaan Tahun 2022; 4.5 Program Kerja Perusahaan; 4.6 Organisasi & Proses Bisnis; 4.7 Penelitian dan Pengembangan; 4.8 Produksi dan Penunjang Produksi; 4.9 Rencana Kerja dan Anggaran Penjualan Per Kelompok Produk Tahun 2022; 4.10 Rencana Kerja dan Anggaran Produksi RKAP Tahun 202; 4.11 Laporan Keuangan RKAP Tahun 2022 PT Bio Farma (Persero) (Parent Only); 4.12 Risiko Perusahaan Tahun 2022
BAB V RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DEWAN KOMISARIS TAHUN 2022
5.1 Latar Belakang; 5.2 Dasar Hukum; 5.3 Maksud Dan Tujuan; 5.4 Tugas, Kewajiban , Dan Wewenang Dewan Komisaris; 5.5 Susunan Dewan Komisaris Dan Organ Pendukung Dewan Komisaris; 5.6 Program Kerja Dewan Komisaris; 5.7 Key Performance Indicator (KPI Dewan Komisaris); 5.8 Anggaran Dewan Komisaris Tahun 2022
BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan; 6.2 Proyeksi Keuangan Tahun 2022; 6.3 Indikator Kinerja Tahun 2022; 6.4 Hal-hal yang memerlukan putusan RUPS
RKA BUMD – Outline : a. Ringkasan Eksekutif
Ringkasan eksekutif disusun dengan membuat rangkuman RKA BUMD guna menyusun:
penjelasan umum kinerja anggaran tahun berjalan;
rencana anggaran tahun yang akan datang;
proyeksi keuangan kedepan.
RKA BUMD – Outline : b. Pendahuluan
Langkah yang harus dilakukan BUMD untuk menyusun pendahuluan adalah sebagai berikut:
1. BUMD menjelaskan jenis dan kegiatan usaha yang dimilikinya.
2. BUMD menjelaskan struktur organisasi yang dimilikinya.
3. BUMD menjelaskan kerangka kerja yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BUMD selama satu tahun.
4. BUMD menyusun model bisnis BUMD yang menggambarkan bagaimana BUMD menganalisa dan mencari solusi atas masalah yang mungkin di hadapi BUMD selama satu tahun kedepan.
5. BUMD menjelaskan sinkronisasi rencana kerja yang
dimilikinya dengan kebijakan dan prioritas pemerintah
pusat dan pemerintah daerah.
Model Bisnis BUMD
No Komponen Deskripsi
1 Proposisi nilai (value propositions)
Diisi dengan cara-cara yang dilakukan oleh BUMD untuk membuat dirinya ‘berbeda’ dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari konsumennya.
2 Mitra kunci (key partners) Diisi dengan daftar pihak yang menjadi mitra kunci dalam kegiatan usaha BUMD.
3 Aktifitas kunci (key activities) Diisi dengan kegiatan yang dianggap paling penting untuk menjalankan proposisi nilai BUMD.
4 Sumber daya kunci (key resources) Diisi dengan sumber daya yang dianggap perlu oleh BUMD untuk menciptakan produk barang/jasa.
5 Struktur biaya (structure cost) Diisi dengan rincian pendanaan yang diperlukan untuk kegiatan usaha BUMD.
6 Arus pendapatan (revenue streams)
Diisi dengan metode/cara yang digunakan BUMD untuk menghasilkan pendapatan dari setiap segmen konsumen.
7 Saluran (channels) Diisi dengan tempat yang digunakan oleh BUMD untuk mendistribusikan dan menjual produk BUMD.
8 Segmen konsumen (customer
segments) Diisi dengan segmen konsumen yang akan dilayani oleh BUMD.
9 Hubungan dengan pelanggan (customer relationships)
Diisi dengan cara-cara yang dilakukan BUMD untuk mempertahankan konsumennya.
Contoh – Latar Belakang
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Oleh karena itu, Direksi setiap tahun wajib menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (“RKAP”) dan menyampaikan RKAP tersebut kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham untuk mendapat pengesahan Rapat Umum Pemegang Saham. RKAP harus disampaikan kepada Pemegang Saham sekurang-kurangnya …. (……….) hari sebelum memasuki tahun anggaran perusahaan. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2018 Tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja Dan Anggaran, Kerja Sama, Pelaporan Dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah.
Merujuk Permendagri tersebut, BUMD diwajibkan menyampaikan rancangan RKAP Tahun ….. yang telah disusun berdasarkan acuan tersebut dan telah ditandatangani Direksi dan Dewan Komisaris / Pengawas selambat-lambatnya sebulan sejak ditandatanganinya APS ini.
Contoh – Riwayat Singkat Perusahaan
PT XYZ didirikan berdasarkan Akta Pendirian ……….. tanggal ………….. yang dibuat di hadapan …………..., Notaris di ……. Akta Notaris No. … tanggal ……. Akta pendirian ini telah disahkan memperoleh pengesahan dari oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan No. ……….., telah didaftarkan dalam ………. tanggal ………….. dan diumumkan dalam …………..
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dan Anggaran Dasar Perusahaan antara lain
………
Perseroan berkedudukan dan beralamat di ………...
Contoh – Jenis Kegiatan Usaha BUMD
Sesuai dengan anggaran dasar perusahaan ………., maksud dan tujuan ……….
diantaranya yaitu melakukan usaha di bidang ……….
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan …… kegiatan usaha utama yang secara ringkas disampaikan sebagai berikut:
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana tersebut diatas, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang/pendukung serta kegiatan usaha dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk ………..
RKA BUMD – Outline : c. Realisasi & Prognosis Anggaran Tahun Berjalan
Menjelaskan realisasi dari program dan kegiatan yang telah ditetapkan pada RKA BUMD sebelumnya pada tahun berjalan (n-1) saat disusunnya RKA BUMD berikutnya (tahun n).
Uraian Program dan Kegiatan
Realisasi Tahun n-2
(Rp)
Realisasi Tahun n-1
(Rp)
Anggaran Tahun n-1
(Rp)
Prognosa Tahun n-1
(Rp)
(1) (2) (3) (4) (5)
Kolom 1 : Diisi uraian pendapatan dan beban (beban diuraikan berdasarkan program dan kegiatan) Kolom 2 : Diisi realisasi anggaran tahun sebelumnya (n-2)
Kolom 3 : Diisi realisasi anggaran tahun berjalan (n-1) sampai dengan disusunnya RKA BUMD Kolom 4 : Diisi anggaran tahun berjalan (n-1)
Kolom 5 : Diisi prognosa/ estimasi realisasi sisa waktu tahun berjalan (n-1)
Contoh – ASUMSI RKAP DAN PROGNOSA TAHUN 2020
(KONDISI EKSTERNAL)
Contoh – ASUMSI RKAP DAN PROGNOSA TAHUN 2020 (KONDISI INTERNAL)
• Melakukan penetrasi pasar ke tambang-tambang mineral khususnya tambang emas, hal ini disebabkan produksinya relatif stabil meskipun penyerapan produk bahan peledaknya masih relatif kecil. Selain itu pasar ke sektor pertahanan/militer terus dikembangkan.
• Mengembangkan kemampuan dan melakukan penetrasi untuk sektor underground mining.
• Mengusahakan kegiatan ekspor handak meskipun dalam kondisi Covid-19.
• Melakukan backward strategy dengan memperkuat sektor hulu guna mendukung operasional Divisi melalui pembangunan pabrik AN dan Elemented Detonator.
• Melakukan mekanisasi/otomatisasi pabrik/mesin untuk meningkatkan kualitas, produktivitas karyawan dan efisiensi biaya produk.
• Mencari sumber alternatif lainnya untuk pengadaan bahan baku dan melakukan negosiasi ulang harga dan term of payment.
• Menekan dan mengoptimalkan beban/jumlah persediaan.
• Besaran beban usaha, kenaikannya dapat ditekan di beban umum dan administrasi namun mengalami kenaikan di beban penjualan.
• Likuiditas perusahaan semakin ketat. Meskipun piutang overdue sudah semakin membaik karena mitigasi risiko terhadap konsumen dan ditingkatkannya monitoring penagihan namun masih perlu perbaikan untuk memperpendek perputaran piutang secara keseluruhan. Sementara dari sisi pengadaan masih perlu mempersingkat perputaran persediaan.
• Profit Margin semakin mengecil, disebabkan persaingan pasar yang semakin kompetitif yang berdampak kepada Pendapatan Usaha dan Beban Pokok Penjualan.
Contoh – Perbandingan antara asumsi RKAP 2020 dengan realisasinya serta dampaknya terhadap pencapaian kinerja tahun buku 2020 (1)
Asumsi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan untuk tahun 2020 yang telah disusun sebelumya sangat berbeda jauh dengan realisasinya. Hal ini terjadi karena telah terjadi peristiwa yang sangat besar yaitu tersebarnya Covid-19 dimana membuat ekonomi dunia lumpuh. Berdasarkan kejadian ini perusahaan menyusun kembali revisi RKAP tahun 2020 dimana diasumsikan tingkat inflasi sebesar 3,09%, sedangkan secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 diramal mampu mencapai 2,03%. Pertumbuhan ekonomi untuk tiga kuartal akhir tahun ini akan ditentukan oleh hasil penanganan Covid-19 karena berpengaruh terhadap nilai investasi yang masuk ke dalam negeri. Selain itu juga kinerja ekspor yang memang masih cukup berat di tahun ini. Apalagi di tahun 2020 Indonesia selain mengalami masa pandemik Covid-19 juga mengalami pesta demokrasi yaitu Kepala Daerah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan Ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 berada di kisaran minus 1,1 hingga 0,2 persen. Revisi target pertumbuhan ekonomi ini dengan melihat adanya tekanan yang cukup dalam pada kuartal II-2020 akibat pandemi Covid-19 (virus corona). Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan, proyeksi tersebut dengan mempertimbangkan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan akan terkontraksi cukup dalam tahun ini, yaitu pada kisaran -1,3 hingga 0 persen. Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2020 akan berada pada kisaran -0,4 persen hingga 2,3 persen. Namun, pemerintah kembali merevisi prediksi tersebut setelah ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 terkontraksi cukup dalam, yaitu minus 5,32 persen secara year-on-year (yoy).
Pemulihan ekonomi tahun masih akan sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19 terutama dari kedisplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, ketersediaan atau penemuan vaksin dan ketersediaan vaksin tahun 2021.
Contoh – Perbandingan antara asumsi RKAP 2020 dengan realisasinya serta dampaknya terhadap pencapaian kinerja tahun buku 2020 (2)
LAPORAN NERACA
AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020
LAPORAN LABA RUGI
AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020
KEGIATAN PENGEMBANGAN
AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020
INVESTASI
AUDIT 2019, RKAP 2020, DAN PROGNOSA 2020
RKA BUMD – Outline : d. Capaian Kinerja Tahun Berjalan
Indikator kinerja pada umumnya disematkan pada target kinerja mulai dari sasaran, program dan kegiatan. Target kinerja pada sasaran merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan KPM/RUPS, sedangkan target kinerja pada program merupakan target kinerja hasil (outcome) yang beberapa dapat sama dengan IKU pada sasaran, dan target kinerja pada kegiatan merupakan target kinerja keluaran (output).
Direktorat/Divisi/Bagian : ………
Jenis Anggaran : ……….………..
Uraian Sasaran, Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja
Capaian Kinerja Tahun n-2
Capaian Kinerja
Tahun n-1 Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5)
Isian 1 : Diisi nama Direktorat/Divisi/Bagian
Isian 2 : Diisi Jenis Anggaran (Operasional/Non Operasional/Pendapatan/Beban Usaha dan Jenis anggaran lainnya) Kolom 1 : Diisi uraian sasaran, program dan kegiatan
Kolom 2 : Diisi indikator kinerja
Kolom 3 : Diisi capaian kinerja pada tahun sebelumnya (n-2) Kolom 4 : Diisi capaian kinerja pada tahun berjalan (n-1)
Kolom 5 : Diisi keterangan tambahan misalnya menandai capaian kinerja yang indicator kinerjanya Ditetapkan oleh RUPS/KPM atau menjelaskan standar indicator kinerja yang baik (capaian yang tinggi/rendah/nilai tertentu)
Contoh – Pencapaian Kinerja per Divisi (1)
a. Divisi Pemasaran
Divisi Pemasaran telah berusaha secara maksimal dengan sumber daya yang ada untuk mencapai target yang telah direncanakan sesuai revisi rencana perusahaan tahun 2020. Pencapaian penjualan lahan sampai September 2020 sebesar Rp4.950.000.000,00. Adapun perusahaan yang berencana membeli tanah kapling industri antara Bulan Oktober sampai dengan Desember 2020 yaitu PT. Sinergi Mutiara Cemerlang seluas 1.250 m2 dengan harga Rp1.500.000,00.
b. Divisi Perencanaan, Pengembangan dan Hukum Pertanahan
Berdasarkan RKAP tahun 2020 rencana pembebasan lahan dan pengurusan sertifikat HPL, BPHTB, dan dokumen lainnya sebesar Rp10.565.521.176,00 yang terdiri dari :
- Pembebasan lahan di KIMA seluas 1 ha sebesar Rp5.973.870.000,00
c. Divisi Lingkungan/WWTP
Berdasarkan data, total realisasi anggaran biaya sampai dengan September 2020 sebesar Rp1.035.262.424,00 atau 69,56% dari rencana dan realisasi anggaran investasi sebesar Rp136.160.652,00 atau 3,55%.
d. Divisi Umum dan SDM
Pada tahun 2020, kinerja pada Divisi Umum menunjukkan peningkatan efisiensi terhadap
anggaran biaya dan jumlah barang ataupun kegiatan perusahaan, hal ini disebabkan permintaan sesuai kebutuhan perusahaan dan biaya diusahakan tidak melebihi batas maksimum.
Contoh – Pencapaian Kinerja per Divisi (2)
e. Sumber Daya Manusia
Dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan serta keterampilan karyawan/karyawati, direncanakan Biaya Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam tahun 2020 yaitu sebesar Rp375.000.000,00. Realisasi sampai dengan September 2020 untuk program Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah sebesar Rp290.880.400,00 atau 77,57% dari kegiatan
f. Keuangan dan Akuntansi
RASIO KEUANGAN
AUDIT 2019, RKAP 2020 DAN PROGNOSA 2020
Contoh – Capaian Kinerja (1)
a. Penjualan Tanah untuk tahun 2020 direncanakan sebesar Rp6.750.000.000,00,- sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp4.950.000,000,00 atau sebesar 73,33%. Hal ini disebabkan karena kondisi Covid-19 sehingga investor masih hati-hati dalam melakukan investasi di KIMA
b. Pendapatan Perpanjangan PPTI untuk tahun 2020 direncanakan sebesar Rp32.675.008.386,00, sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp12.077.449.200,00 atau sebesar 36,96%
dari RKAP 2020
c. Pendapatan Sewa BPSP tahun 2020 direncanakan sebesar Rp1.785.340.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.908.208.415,00 atau sebesar 106,88% dari RKAP 2020. Kenaikan ini disebabkan karena adanya kenaikan tarif sewa BPSP
d. Pendapatan Sewa Gudang tahun 2020 direncanakan Rp3.195.300.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp2.125.415.400,00 atau sebesar 66,52% dari RKAP 2020
e. Pendapatan Jasa Alat Berat tahun 2020 direncanakan sebesar Rp3.525.962.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp4.702.867.485,00 atau sebesar 133,38% dari RKAP 2020. Hal ini disebabkan karena Divisi Alat Berat meningkatkan promosi penyewaan alat berat hingga ke daerah timur sehingga mampu mendapatkan konsumen yang loyal. Selain itu, alat berat juga berhasil disewakan dalam proyek besar Kota Makassar yaitu pembangunan jembatan layang dan pembangunan bandara Hasanuddin
f. Pendapatan Container Yard tahun 2020 direncanakan sebesar Rp840.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp879.022.967,00 atau sebesar 104,64% dari RKAP 2020
Contoh – Capaian Kinerja (2)
g. Pendapatan Service Charge di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp4.955.689.123,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp5.025.313.730,00 atau 101,40%. Hal ini disebabkan karena dilakukan penagihan lebih intensif dan penagihan tegas kepada tenant yang sudah lama tertunggak dan belum pernah membayar
h. Pendapatan Jasa Pass Masuk dan lainnya di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp2.000.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.765.314.212,00 atau 88,27%
i. Pendapatan Jasa Penjualan Solar Industri di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp150.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp125.500.000,00 atau 83,67%. Hal ini terjadi karena penjualan solar menurun akibat jarang terjadinya lampu padam karena penggunaan solar digunakan untuk bahan bakar genset jika terjadi lampu padam
j. Pendapatan Jasa Pengangkutan Sampah di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp144.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp106.964.884,00 atau 74,28%
k. Pendapatan Jasa penyewaan ruang kantor di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp379.156.248,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp341.640.000,00 atau 90,10%
l. Pendapatan Jasa ATM Centre di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp55.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp45.249.999,00 atau 82,27%. Hal ini disebabkan karena terjadi kenaikan tarif sewa ATM
m. Pendapatan Jasa Lahan UKMK di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp250.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp90.720.003,00 atau 36,29%
Contoh – Capaian Kinerja (3)
u. Biaya Pemasaran tahun 2020 direncanakan sebesar Rp200.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp100.809.528,00 atau 50,40%. Hal ini disebabkan karena biaya promosi dilakukan secara online
v. Biaya Research and Development tahun 2020 direncanakan sebesar Rp150.000.000,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp11.514.794,00 atau 7,68%. Hal ini karena perencanaan unit bisnis baru yang membutuhkan studi kelayakan
w. Biaya unit usaha jasa-jasa tahun 2020 direncanakan sebesar Rp3.547.861.830,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp2.045.118.514,00 atau 57,64%.
x. Biaya Penyusutan, Amortisasi & Penurunan Nilai berdasarkan rencana tahun 2020 sebesar Rp8.995.800.295,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp5.629.670.144,00 atau 62,58%. Hal ini disebabkan karena beberapa investasi pada tahun 2020 belum diproses y. Pendapatan Bunga Deposito & Jasa Giro direncanakan tahun 2020 sebesar Rp1.710.445.551,00
sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.573.593.367,53 atau 92,00%. Hal ini disebabkan karena dana yang tersedia didepositokan dan mencari rate yang tertinggi
z. Pendapatan lain-lain Non Operasional di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp2.316.051.328,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp1.794.908.903,57 atau 77,50%. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa perusahaan yang melakukan peralihan hak tanah ke pihak lain
aa. Biaya Non Operasional di tahun 2020 direncanakan sebesar Rp3.334.419.196,00 sedangkan realisasi sampai September 2020 sebesar Rp3.311.150.676,33 atau 99,30%. Hal ini disebabkan karena pembayaran biaya bunga kredit atas pinjaman tahun sebelumnya.
RKA BUMD – Outline : e. RKA BUMD Tahun Yang Akan Datang
Langkah yang harus dilakukan BUMD untuk menyusun RKA BUMD Tahun yang akan datang adalah:
1. Menjelaskan asumsi yang digunakan dalam penyusunan RKA BUMD
2. Menyusun rencana kerja yang yang terdiri dari sasaran usaha, strategi usaha, kebijakan dan program kegiatan BUMD
3. Menyusun rincian anggaran BUMD
a. Anggaran Operasional b. Anggaran Non Operasional c. Anggaran Pendapatan Usaha d. Anggaran Biaya Usaha
e. Anggaran Pendapatan dan Biaya Lainnya f. Anggaran Pengadaan
g. Anggaran Teknik dan Teknologi
h. Anggaran Penelitian dan Pengembangan;
i. Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia
j. Anggaran Pelestarian Lingkungan
k. Anggaran Investasi di dalam Perusahaan l. Anggaran Kegiatan Lainnya
m. Anggaran Penyertaan
SASARAN USAHA
Merupakan turunan dari tujuan yang akan dicapai oleh BUMD yang telah dituangkan dalam dokumen Rencana Bisnis. Sehingga sebelum merumuskan sasaran usaha, BUMD harus sudah memiliki tujuan usaha yang sudah direncakanan sebelumnya
STRATEGI USAHA
Merupakan turunan dari sasaran yang akan dicapai oleh BUMD. Sasaran yang akan dicapai dalam rencana kerja harus disesuaikan dengan sasaran 5 tahunan yang dicantumkan dalam rencana bisnis BUMD.
KEBIJAKAN
Merupakan turunan dari strategi yang dipilih oleh perusahaan. Kebijakan dalam rencana kerja harus mengacu pada kebijakan yang telah dituangkan dalam rencana bisnis.
Perumusan kebijakan juga harus disesuaikan dengan strategi yang akan dijalankan dalam tahun tersebut.
PROGRAM
Merupakan langkah terakhir dalam menerjemahkan berbagai analisis dan metodologi perumusan sebelumnya ke dalam penyusunan program. Penyusunan program BUMD harus disesuaikan strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Uraian Tahun n-1 Prognosa Tahun
n-1 Proyeksi Tahun n
(1) (2) (3) (4)
Aset
Aset Lancar Investasi
…..
Kewajiban
……
Ekuitas
……..
Cara pengisian kolom
Kolom 1 : Diisi uraian aset, kewajiban, dan ekuitas
Kolom 2 : Diisi uraian aset, kewajiban, dan ekuitas BUMD pada Tahun n-1
Kolom 3 : Diisi uraian aset, kewajiban, dan ekuitas BUMD pada Prognosa Tahun n-1 Kolom 4 : Diisi uraian uraian aset, kewajiban, dan ekuitas BUMD pada Proyeksi Tahun n
Proyeksi Laba Rugi
Uraian Anggaran
Tahun n-1
Prognosa Tahun n
Anggaran Tahun n
(1) (2) (3) (4)
Pendapatan Operasi
…..
…..
Beban Operasi
…..
…..
Pendapatan/(beban) Non Operasi Pendapatan/(beban) Luar Biasa
Laba/(Rugi) Sebelum Bunga dan Pajak Laba/(Rugi) Sesudah Bunga dan Pajak
Cara pengisian kolom
Kolom 1 : Diisi uraian pendapatan dan beban
Kolom 2 : Diisi uraian pendapatan dan beban pada Anggaran Tahun n-1 Kolom 3 : Diisi uraian pendapatan dan beban pada Prognosa Tahun n
Kolom 4 : Diisi uraian pendapatan dan beban pada pada Anggaran Tahun n
Proyeksi Arus Kas
Uraian Tahun n - 1 Tahun n
TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Arus Kas Operasional
…….
……
Arus Kas Investasi
…..
…..
Arus Kas Pendanaan
….
….
Kenaikan/Penurunan Arus Kas Saldo Awal Kas
Saldo Akhir Kas
Cara pengisian kolom
Kolom 1 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas
Kolom 2 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-1 Kolom 3 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-2 Kolom 4 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-3 Kolom 5 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n-1 Tw-4 Kolom 6 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-1 Kolom 7 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-2 Kolom 8 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-3 Kolom 8 : Diisi uraian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan, kenaikan/Penurunan arus kas, saldo awal kas, dan saldo akhir kas Tahun n Tw-4
Proyeksi Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
Rasio yang mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek suatuperusahaan dengan melihat aktiva lancarperusahaan relatif terhadap utang lancarnya
Rasio
Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya baik jangka panjang maupun jangka pendek jika
perusahaan dilikuidasi.
Rasio
Rentabilitas/Profitabilitas
Rasio yang menunjukkan tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva.
Rasio Aktifitas
Rasio ini melihat pada beberapa asset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu.Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.
Rasio Likuiditas
1. Rasio Lancar atau Current Ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang tersedia. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio lancar 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar.
2. Rasio Cepat atau Quick Ratio/Acid Test Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik.
3. Cash Ratio membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Kas yang dimaksud adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan di bank dalam bentuk rekening koran. Sedangkan harta setara kas (near cash) adalah harta lancar yang dengan mudah dan cepat dapat diuangkan kembali, dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara yang menjadi domisili perusahaan bersangkutan. Rasio ini menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibandingkan dengan total aktiva lancar.
Rasio Solvabilitas
1. Rasio Utang terhadap Aktiva atau Total Debt to Asset Ratio adalah mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable).
2. Rasio Utang terhadap Ekuitas atau Total Debt to Equity Ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan. Bagi perusahaan, besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.
Rasio Rentabilitas
1. Margin Laba Kotor atauGross Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.
2. Margin Laba Operasi atau Operating Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.
3. Margin Laba Bersih atau Net Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.
4. Return On Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau EAT (Sutrisno, 2001).
5. Rentabilitas Ekonomis atau Return On Assets merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan (EBIT) dari aktiva yang digunakan. Semakin besar rasionya semakin baik (Sutrisno, 2001)
Rasio Aktifitas
1. Perputaran Piutang, merupakan cara mengukur berapa kali, secara rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rasio ini mengukur kualitas piutang dan efisiensi perusahaan dalam pengumpulan piutang dan kebijakan kreditnya. Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan piutang.
2. Perputaran Persediaan, menggambarkan likuiditas perusahaan, yaitu dengan cara mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki oleh perusahaan.
Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan persediaan.
3. Perputaran Aktiva Tetap, merupakan cara mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya.
4. Perputaran Total Aktiva, merupakan rasio yang menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran investasi atau modalnya.
Proyeksi Sumber dan Penggunaan Dana
Uraian Realisasi
Tahun n-1
Realisasi Prognosa n-1
Rencana Tahun n
(1) (2) (3) (4)
Sumber Dana
…………..
…………..
…………..
…………..
…………..
Cara pengisian kolom
Kolom 1 : Diisi uraian Sumbar Dana
Kolom 2 : Diisi uraian Sumbar Dana Realisasi Tahun n-1 Kolom 3 : Diisi uraian Sumbar Dana Realisasi Prognosa n-1 Kolom 4 : Diisi uraian Sumbar Dana Rencana Tahun n-1
RKA BUMD – Outline : g. Penerapan Manajemen Risiko
Langkah yang harus dilakukan BUMD untuk menyusun penerapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:
1. BUMD menyusun profil risiko yang memuat kemungkinan risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan serta mitigasi yang dilakukan oleh perusahaan terkait risiko tersebut
2. BUMD menyusun rencana monitoring atas risiko tersebut
Manajemen Resiko
Tujuan :
Mencegah kegagalan perusahaan, mengurangi pengeluaran, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi, dsb.
Identifikasi risiko
Analisis / asesmen risiko
Pemetaan risiko Penanganan risiko
Evaluasi risiko Pengawasan dan
pengendalian risiko
SIKLUS MANAJEMEN RISIKO
Adalah proses daur ulang atas operasionalisasi fungsi-fungsi manajemen risiko untuk mengetahui sebab terjadinya risiko agar dengan mudah dilakukan mitigasi risiko
Penerapan Manajemen Risiko terdiri dari komponen:
a. Identifikasi risiko
b. Analisis dan penilaian profil risiko c. Pemetaan risiko
d. Kebijakan manajemen risiko dan kepatuhan
e. Program mitigasi risiko
RKA BUMD – Outline : h. Hal Lain Yang Memerlukan Keputusan KPM/RUPS
Berikut adalah hal-hal lain yang memerlukan keputusan KPM/RUPS:
Usulan Persetujuan RUPS RKA BUMD
Konten dari usulan persetujuan RUPS RKA BUMD disesuaikan dengan kebutuhan BUMD selama hal tersebut memerlukan keputusan KPM/RUPS.
Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pemegang saham
Konten yang dimuat di dalam bagian ini disesuaikan dengan
kejadian yang dianggap penting untuk diketahui oleh Pemegang
Saham, contohnya penyaluran sumbangan/dana sosial kepada
penerima bantuan dimana dananya berasal dari BUMD tempat
Pemegang Saham menanamkan modalnya. Konten lain dapat
dimuat dalam bagian ini selama hal tersebut dianggap perlu untuk
mendapatkan perhatian pemegang saham.
RKA BUMD – Outline : i. Penutup
Di bagian penutup RKA, BUMD memberikan ringkasan konten dalam bentuk kesimpulan.
Selain itu, BUMD juga menekankan ulang hal-
hal yang memerlukan keputusan KPM/RUPS
dan hal-hal yang patut mendapat perhatian
pemegang saham.
Pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi :
FADLY /088210716066
HENDRA WIJAYA/0822 9973 2245