By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
1
PENYUSUTAN ( DEPRESIASI ) AKTIVA TETAP
Aktiva tetap (aset tetap) mempunyai nilai yang semakin berkurang dari suatu periode ke periode berikutnya. Dengan demikian, nilai aktiva tetap akan menjadi turun apabila sudah dipakai atau digunakan dalam periode tertentu yang selanjutnya disebut dengan penyusutan aktiva tetap. Namun, terdapat aktiva tetap yang nilainya tidak akan turun melainkan akan semakin tinggi nilainya yaitu tanah. Aktiva tetap dalam bentuk tanah nilainya akan semakin tinggi seiring dengan pertambahan waktu.
Sedangkan menurut Horngren et al (1997:505), penyusutan merupakan proses untuk mengalokasikan harga perolehan dari aktiva berwujud menjadi beban pada suatu periode.
Nilai aktiva tetap akan menjadi berkurang karena adanya pemakaian aktiva tetap tersebut sehingga dalam akuntansi dikenal dengan penyusutan aktiva tetap.
Penyusutan atau depresiasi adalah pengalokasian harga perolehan dari suatu aktiva tetap kepada periode-periode akukuntansi dalam masa penggunaannya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Penyusutan
1. Harga Perolehan (Acquisition Cost)
Harga perolehan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan.
Harga perolehan menjadi dasar
penghitungan seberapa besar depresiasi yang
harus dialokasikan per periode akuntansi.
Harga ini diperoleh dari sejumlah uang yang dikeluarkan dalam memperoleh aktiva tetap hingga siap digunakan.
2. Nilai Residu / Nilai sisa (Salvage Value)
Taksiran nilai atau potensi arus kas masuk apabila aktiva tersebut dijual pada saat penarikan atau penghentian (retirement) aktiva. Nilai residu tidak selalu ada, ada kalanya suatu aktiva tidak memiliki nilai residu karena aktiva tersebut tidak dijual pada masa penarikannya alias di jadikan besi tua, hingga habis terkorosi. Tentu saja ini tidak dianjurkan, alangkah baiknya jika aktiva dapat di daur ulang.
3. Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
2
Sebagian besar aktiva memiliki dua jenis umur, yaitu ( 1 ) umur fisik / umur teknis dan juga ( 2 ) umur ekonomis / umur fungsional. Umur fisik dikaitkan dengan kondisi fisik suatu aktiva. Suatu aktiva dikatakan masih memiliki umur fisik apabila secara fisik aktiva tersebut masih dalam kondisi baik (walaupun mungkin sudah menurun fungsinya).
Sementara itu, umur fungsional biasanya dikaitkan dengan kontribusi aktiva tersebut dalam penggunaanya. Suatu aktiva dikatakan masih memiliki umur fungsional apabila aktiva tersebut masih memberikan kontribusi menguntungkan bagi perusahaan ( manfaat lebih besar dari biaya yang dikeluarkan selama penggunaan aktiva tertap ). Walaupun secara fisik suatu aktiva masih dalam kondisi sangat baik, akan tetapi belum tentu masih memiliki umur fungsional.
Dapat saja aktiva tersebut tidak difungsikan lagi akibat perubahan model atas produk yang dihasilkan, kondisi ini biasanya terjadi pada aktiva mesin atau peralatan yang dipergunakan untuk membuat suatu produk. Atau aktiva tersebut sudah tidak sesuai dengan jaman. Kondisi ini biasanya terjadi pada jenis aktiva yang bersifat dekoratif seperti furniture, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Dalam penentuan beban penyusutan, yang dijadikan bahan perhitungan adalah umur fungsional yang biasa dikenal dengan umur ekonomis.
Umur ekonomis merupakan taksiran yang ditetapkan oleh masing – masing perusahaan yang disesuaikan dengan jenis dan aktifitas perusahaan.
4. Metode penyusutan yang diterapkan
Metode penyusutan yang diterapkan dengan memperhatikan karakteristik aktiva tetap yang bersangkutan dan ketentuan-ketentuan perpajakan yang berlaku. Jenis aktiva tetap yang sama untuk penerapan metode penyusutan yang berbeda akan menghasilkan jumlah beban penyusutan yang berbeda setiap tahunnya.
Pencatatan Biaya Penyusutan Pada Akhir Periode
Penyusutan yang terjadi selama satu periode akuantansi akan di catat sebagai beban yang mempengaruhi laba pada tahun yang bersangkutan.
Sedangkan beban penyusu untuk beberapa periode dikumpulka dalam satu akun akumulasi penyusutan sebagai akun kontra dalam neraca dari aktiva tetap yang bersangkutan.
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
3
Jurnal penyesuaian yang dibuat pada waktu penyusunan laporan keuangan atau pada saat akhir periode adalah
Debit Beban Penyusutan / Depreciation
Kredit Akumulasi penyusutan /Accumulated Depreciation
Metode Penyusutan Aktiva
Jenis – Jenis Metode Penyusutan Aktiva Metode penyusutan aktiva tetap dapat di bagi menjadi dua dasar yaitu;
A. Metode penyusutan atas dasar waktu
1. Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method) 2. Metode Beban Menurun
a. Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum of The Year Digit Method)
b. Metode Penyusutan Saldo Menurun (Double Declining Balance Method)
B. Metode penyusutan atas dasar factor penggunaan
1. Metode Penyusutan Satuan Jam Kerja (Service Hours Method)
2. Metode Penyusutan Satuan Hasil Produksi (Productive Output Method) 1. Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method)
Metode garis lurus adalah suatu metode penyusutan aktiva tetap di mana beban penyusutan tetap per tahunnya sama hingga akhir umum ekonomis aktiva tetap tersebut. Metode ini termasuk yang paling luas dipakai. Untuk penerapan “Matching Cost Principle”, metode garis lurus dipergunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume produk atau jasa yang dihasilkan seperti bangunan dan peralatan kantor.
Metode garis lurus dapat dihitung dengan cara Ada dua cara menghitungnya, yaitu:
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
4
Menggunakan nilai sisa:
rumus penyusutan aset tetap metode garis lurus
atau
Depresiasi = (Harga Perolehan – Nilai Sisa) : Usia Ekonomis
Penyusutan = ( HP – NR ) / n
Hp >> Harga perolehan
NR >> Nilai residu / Nilai sisa (salvage value) N >> taksiran usia ekonomis
Bisa juga menggunakan persentase:
Tanpa nilai sisa:
Depresiasi = Harga Perolehan : Umur Ekonomis
Contoh soal ;
Jika aktiva tetap diperoleh pada awal tahun
Pembelian sebuah unit mesin pada awal tahun 2018 dengan harga Rp.50.000.000, dengan nilai sisa sebesar RP.5.000.000, dan umur ekonomis dari mesin tersebut adalah selama 5 tahun.
Penyusutan mesin tahun 2018 serta jurnal penyesuaian untuk
mencatat beban penyusutan desember tahun 2018
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
5
Perhitungan
Depresiasi = (Harga Perolehan – Nilai Sisa) : Usia Ekonomis
Harga perolehan >>> Rp 50.000.000,- Nilai sisa >>> Rp 5.000.000,- Umur ekonomis >>> Rp 5 tahun
Depresiasi = Rp 50.000.000 – Rp 5.000.000 = Rp 9.000.000,-
5
Jurnal 31 Desember 2018
Debit Depreciation/beban penysutan Rp 9,000,000
Kredit Accumulated Depreciation Rp 9,000,000
Jika aktiva tetap diperoleh pada pertengahan tahun
Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga perolehan mesin tersebut sebesar Rp 13.000.000. Mesin tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun. apabila nanti sudah tidak digunakan lagi atau aset ditarik penggunaannya, diperkirakan mesin tersebut masih memiliki nilai sisa senilai Rp 1.000.000.Dalam pencatatan akuntansi aktiva tetap, perusahaan menggunakan metode garis lurus
Perhitungan Penyusutan :
Mesin tersebut digunakan pada bulan Juni : maka bulan Juni sampai dengan Desember selama 7 bulan ( Juni - Juli - Agustus - September - Oktober - November - Desember.)
Maka penyusutan selama 7 Bulan tersebut >> 7/12
Beban penyusutan untuk tahun 2014, dihitungan dengan cara : Beban Penyusutan = 7/12 x [(Rp 13.000.000 – 1.000.000) : 10 tahun]
= Rp 699.999
*Rp 699.999 kita bulatkan saja menjadi Rp 700.000 untuk memudahkan.
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
6
Untuk tahun 2015, maka beban penyusutannya selama 12 bulan full jadi menggunakan 12/12
Atas pembebanan penyusutan tahun 2014 dicatat sebagai berikut : 31 Desember 2014 :
Debit | Depreciation Rp 700.000
Kredit | Accumulated Depreciation Rp 700.000
Apabila kita teruskan, maka akan penyusutan selama 10 tahun akan terlihat seperti tabel penyusutan dibawah ini
2. Metode Jumlah angka tahun ( Sum of Year Digits Method )
Metode ini berdasar pada jumlah angka tahun, sehingga jumlah penyusutan setiap tahunnya menurun
Dalam metode ini jumlah nilai buku sampai akhir tahun sama dengan jumlah nilai sisa
Rumusnya adalah:
Depresiasi = ( Sisa Usia Penggunaan : Jumlah Angka Tahun ) x Jumlah yang disusutkan
Jumlah angka tahun dapat di hitung dengan cara menjumlahkan angka tahun, selama usia ekonomis
Contoh jumlah angka tahun
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
7
Usia ekonomis sebuah mesin 8 tahun maka jumlah angka tahunnya adalah
>> 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 = 36 atau dapat di hitung dengan rumus Jumlah angka tahun >> n x ( n+1 ) / 2
n = taksiran umur ekonomis
Jadi >>> 8 x ( 8+1 ) / 2 >>>> ( 8 x 9) /2 = 72 / 2 = 36 Contoh soal
Jika aktiva tetap diperoleh pada awal tahun
Pada tanggal 2 Januari 2014, PT Merapi membeli sebuah mesin untuk
meningkatkan produksinya. Harga perolehan Mesin Sebesar Rp 135.000.000,00 dengan taksiran nilai sisa (salvage value) sebesar
Rp 15.000.000,00. dan ditaksir, mesin tersebut hanya mampu berproduksi sampai dengan 4 tahun
Perhitungan:
JAT (Jumlah Angka Tahun) : 1+2+3+4 = 10
Dasar Penyusutan = Rp 135.000.000,00 - Rp 15.000.000,00 = Rp 120.000.000,00
Tahun Tarif Dasar Penyusutan Penyusutan 1. 4/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 48.000.000,00 2 3/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 36.000.000,00 3 2/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 24.000.000,00 4 1/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 12.000.000,00
Pencatatan:
Jurnalnya sama saja dengan metode garis lurus ataupun saldo menurun.
31 Desember 2014
Debit | Beban Penyusutan mesin Rp 48.000.000
Kredit | Akumulasi penyusutan mesin Rp 48.000.000 Untuk tahun berikutnya juga sama jurnalnya
31 Desember 2015
Debit | Beban penyusutan mesin Rp 36.000.000
Kredit | Akumulasi penyusutan mesin Rp 36.000.000
Begitupun dengan jurnal jurnal tahun berikutnya, sama. hanya angka yang berbeda :)
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
8
Jika aktiva tetap diperoleh pada pertengahan tahun misalnya bulan maret
Soal
Pada tanggal 2 Maret 2014, PT Merapi membeli sebuah mesin untuk
meningkatkan produksinya. Harga perolehan Mesin Sebesar Rp 135.000.000,00 dengan taksiran nilai sisa (salvage value) sebesar
Rp 15.000.000,00. dan ditaksir, mesin tersebut hanya mampu berproduksi sampai dengan 4 tahun
Perhitungan:
JAT (Jumlah Angka Tahun) : 1+2+3+4 = 10
Dasar Penyusutan = Rp 135.000.000,00 - Rp 15.000.000,00 = Rp 120.000.000,00
Tahun Tarif Dasar Penyusutan Penyusutan 1. 4/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 48.000.000,00 2 3/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 36.000.000,00 3 2/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 24.000.000,00 4 1/10 Rp. 120.000.000,00 Rp. 12.000.000,00
Jumlah Penyusutan Rp 120.000.000,00
Maka penyusutan untuk tahun 2014 adalah
Mulai Tangal 2 Maret sd tanggal 31 Desember 2014 >> 10 Bulan Maka beban penyusutan tahun 2014 >>
10/12 x Rp 48.000.000,- = Rp 40.000.000,-
Jurnalnya sama saja dengan metode garis lurus ataupun saldo menurun. 31 Desember 2014
Debit | Beban Penyusutan mesin Rp 40.000.000
Kredit | Akumulasi penyusutan mesin Rp 40.000.000 Maka penyusutan untuk tahun 2015 adalah
Tgl 1 /1 sd 2/3 >> 2 Bln ►► 2/12 x Rp 48.000.000,- = Rp 8.000.000,- Tgl 2 /3 sd 31/12 >> 10 Bln ►► 10/12 x Rp 36.000.000,- = Rp 30.000.000,-+
Jumlah penyusutan tahun 2015 = Rp 38.000.000,- Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2015
Debit | Beban Penyusutan mesin Rp 38.000.000
Kredit | Akumulasi penyusutan mesin Rp 38.000.000
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
9
Maka penyusutan untuk tahun 2016 adalah
Tgl 1 /1 sd 2/3 >> 2 Bln ►► 2/12 x Rp 36.000.000,- = Rp 6.000.000,- Tgl 2 /3 sd 31/12 >> 10 Bln ►► 10/12 x Rp 24.000.000,- = Rp 20.000.000,-+
Jumlah penyusutan tahu 2016 = Rp 26.000.000,- Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2016
Debit | Beban Penyusutan mesin Rp 26.000.000
Kredit | Akumulasi penyusutan mesin Rp 26.000.000 Maka penyusutan untuk tahun 2017 adalah
Tgl 1 /1 sd 2/3 >> 2 Bln ►► 2/12 x Rp 24.000.000,- = Rp 4.000.000,- Tgl 2/3sd 31/12 >> 10 Bln ►► 10/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 10.000.000,-+
Jumlah penyusutan tahu 2017 = Rp 14.000.000,- Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017
Debit | Beban Penyusutan mesin Rp 14.000.000
Kredit | Akumulasi penyusutan mesin Rp 14.000.000 Maka penyusutan untuk tahun 2018 adalah
Tgl 1 /1 sd 2/3 >> 2 Bln ►► 2/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 2.000.000,-
3. Metode penyusutan Menurun Ganda ( Double declining balance method ) Metode saldo menurun merupakan bentuk yang popular untuk mempercepat depresiasi. Tingkat yang digunakan biasanya dua kali dari tingkat yang digunakan oleh metode garis lurus. Oleh karena itu metode saldo menurun dikenal juga sebagai saldo menurun ganda. Untuk penyusutan fiskal menggunakan metode garis lurus dan metode saldo menurun ganda.
Depresiasi / penyusutan suatu aktiva dilihat dari anggapan bahwa aktiva baru sangat besar peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tersebut semakin lama semakin mengecil seiring dengan semakin tuanya aktiva tersebut. Nilai sisa atau nilai residu tidak diikutsertakan dalam perhitungan.
Satu-satunya metode depresiasi yang menggunakan nilai buku.
Pembelian melewati tanggal 15 bulan berjalan, depresiasi dihitung pada bulan berikutnya.
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
10
Dalam penerapan metode ini yang perlu di tentuakn adalah tariff penyusutan / Depresiasi. Tarif penyusutan dapat di hitung dengan
rumus
sbb:Tarip despresiasi : (100 % : taksiran umur ekonomis) x 2
100 % dianggap nilai aktiva tetap habis semuanya disusutkan , walaupun setelah dilakukan perhitungan selama usia aktiva tetap akan terdapat sisa dari penyusutan. Sisa dari penyusutan inilah yang disebut dengan nilai sisa, dengan demikian menurut metode menurun ganda nilai sisa aktiva tetap di ketahui setelah akhir periode.
Rumus Depresiasi Saldo Menurun :
>>> { (100%/umur ekonomis) x 2 } x Nilai Perolehan/Nilai Buku
Contoh soal :
PT Golden pada tanggal 2 Oktober 2018 membeli sebuah peralatan seharga Rp 120.000.000, dengan taksiran umur ekonomis selama 5 tahun.
Dari data diatas jika PT Golden menghitung penyusutan mesin dengan menggunakan metode saldo menurun ganda maka berapakah nilai penyusutan pada tanggal 31 Desember 2018?
Perhitungan :
Tarif penyusutan >>> (100 % : taksiran umur ekonomis) x 2
>>>
(
100 % : 5 th ) x 2 = 40 %Besarnya penyusutan tahun 2018 adalah 3 x 40 % x Nilai Perolehan/Nilai Buku 12
3 x 40 % x Rp 120.000.000 = Rp 12.000.000,- 12
Jurnal penyesuaian 31 Desember 2018 sbb
Debit Depreciation Rp 12,000,000
Kredit Accumulated Depreciation Rp 12,000,000
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
11
Penjelasan :
3 >>> diperoleh dari jumlah bulan oktober sd desember 3 bulan 12 >>> diperoleh dari jumlah bulan dalam satu tahun
Jika penyusustan untuk PT Golden dilanjutkan sampai akhir periode pemakaian mesin akan tergambar dalam table berikut
Nilia buku akhir tahun 2023 sebesar Rp 9.797.760 merupakan nilai sisa mesin yang di ketahui pada khir periode penggunaaan aktiva tetap
4. Metode satuan jam kerja ( Service Hours Method )
Penyusutan metode jam kerja adalah meode yang ,menghitung besarnya penyusustan berdasarkan jumlah jam jasa / jam kerja aktuva secara langsung.
Metode ini mengakui estimasi bahwa banyak sedikitnya jam kerja / jasa dari mesin yang digunakan , akan menentukan seberapa besar penyusutan asset tetap tersebut pertahunnya.
Penerapan metode ini dengan cata penetapan tarif penyusutan per jam kerja . Tarif penyusutan per jam dapat dihitung dengan rumus
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
12
Sedangkan besarnya penyusutan setiap tahun di hitung dengan rumus
Contoh Soal
Tanggal 5 Maret 2018 PT. Karya Sejati membeli mesin produksi senilai Rp 200.000.000,- . Nilai sisa asset di taksir Rp 50.000.000,- sedangkan estimasi / perkiraan mesin tersebut dapat di operaikan selama 20.000 jam.
Menurut catatan bagian produksi selama tahun 2018 telah dapat dioperasikan selama 1.250. jam .
Tentukanlah besarnya penyusutan mesin selama tahun 2018 serta jurnal pencatatan beban penyusutan
Perhitungan
Tarif penyusutan per jam kerja dihitung dengan rumus
Tarif penyusutan = Rp 200.000.000,- - Rp 50.000.000 20.000
= Rp 7.500 / jam
Besarnya penyusutan tahun 2018 = 1.250 jam X Rp 7.500 = Rp 9.375.000
Debit Depreciation Rp 12,000,000
Kredit Accumulated Depreciation Rp 12,000,000
>>> Jika pada tahun 2019 diektahui jumlah pemakaian jam mesin 2.700 jam maka penyusutan tahun 2019 adalah
Besar penyusutan tahu 2019 = 2.700 jam X Rp 7.500 = Rp 20.250.000,-
By Fadrizon,S.Pd SMKN 2 Pariaman
13
5. Metode Satuan Hasil Produksi (Productive Output Method)
Menurut metode ini beban penyusutan aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.
Penerapan metode ini dengan cata penetapan tarif penyusutan per satuan produk . Tarif penyusutan per satuan produk dapat dihitung dengan rumus Tarif penyusutan per satuan produk =
Harga Perolehan - Nilai Residu jumlah total produk yang dihasilkan
Sedangkan beban penyusutan per tahun di hitung dengan rumus :
Beban Penyusutan per tahun = Jumlah satuan produk yang dihasilkan X Tarif penyusutan per produk
Contoh Soal
Tanggal 5 Februari 2018 PT. Karya Emas membeli mesin produksi senilai Rp 200.000.000,- . Nilai sisa asset di taksir Rp40.000.000,- sedangkan estimasi / perkiraan jumlah unit produksi yang dapat di hasilkan selama penggunaan mesin tersebut sebanyak 40.000 unit.
Menurut catatan bagian produksi selama tahun 2018 telah dapat menghasilkan 2.000 unit produk .
Tentukanlah besarnya penyusutan mesin selama tahun 2018 serta jurnal pencatatan beban penyusutan
Perhitungan
Tarif peyusutan per unit = Rp 200.000.000 – Rp 40.000.000 40.000 Unit
= Rp 4.000,- per unit
Penyusutan tahun 2018 >> 2.000 unit X Rp 4.000,- = Rp 8.000.000,-
Jurnal penyesuaian untuk mencatat beban penyusutan tanggal 31 Des 2018
Debit Depreciation Rp 8,000,000
Kredit Accumulated Depreciation Rp 8,000,000