PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah berikut ini.
Batasan masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan informasi untuk menambah pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam pelaksanaannya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi atau bahan kajian bagi siswa lainnya untuk mengetahui peran ustadz dalam mencetak siswa yang disiplin dalam menjalankan ajaran Islam.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Peran Guru Agama
Sedangkan penelitian yang saya lakukan dengan judul “Peran Guru Agama Mewujudkan Siswa Yang Disiplin Dalam Melaksanakan Ajaran Agama Islam” adalah melalui kajian literatur. Yang dimaksud di sini adalah peran guru sebagai motivator, khususnya bagi guru pendidikan agama Islam. Dalam meningkatkan perilaku disiplin dalam pelaksanaan ajaran agama Islam kepada siswa, maka peran guru sebagai pendidik harus benar-benar terpenuhi, yaitu mengajarkan baik materi maupun arahan perilaku kepada siswa.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Peran guru Agama Islam dalam menciptakan siswa yang disiplin dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam”. Makna dan esensinya diambil dari pendapat para ulama tersebut, yaitu terkait dengan peran ustadz dalam menciptakan santri yang disiplin dalam menjalankan ajaran Islam. Selain itu, dalam proses menghasilkan peserta didik yang disiplin dalam menjalankan ajaran agama Islam, guru pendidikan agama Islam juga menerapkan perannya.
Dari penjelasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa salah satu peran guru agama Islam dalam menghasilkan siswa yang disiplin dalam pelaksanaan ajaran agama Islam adalah dengan melakukan evaluasi terhadap program yang dirancang. Peningkatan diri seorang guru untuk melaksanakan perannya masing-masing, maka akan mudah mewujudkan program mencetak siswa yang disiplin dalam menjalankan ajaran Islam.
Menciptakan Peserta Didik Yang Disiplin Dalam Menjalakan Ajaran
Hasil Penelitian Yang Relavan
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
- Data Dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisa Data
Artinya, ustadz harus memiliki peran sebagai perancang perencanaan yang handal, yang dapat dipahami bahwa perencanaan sangat penting untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan oleh seorang ustadz untuk menghasilkan santri yang disiplin dalam menjalankan ajaran agama islam. Dari penjelasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa peran yang harus dimiliki oleh seorang guru agama Islam dalam menghasilkan siswa yang disiplin dalam menjalankan ajaran agama Islam adalah terlebih dahulu harus bisa menjadi teladan bagi siswanya, yaitu sama seperti yang dilakukan Nabi dengan memberi contoh bagi seluruh umatnya. Pengawasan atau evaluasi yang dilakukan guru PAI dalam menghasilkan siswa yang disiplin dalam menjalankan ajaran agama Islam adalah untuk mengetahui terwujudnya perilaku siswa, serta apakah tingkat pencapaian tujuan sudah sesuai dengan yang diinginkan dan perlu tidaknya untuk melakukan perbaikan.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi guru dalam menghasilkan siswa yang disiplin dalam pelaksanaan ajaran agama Islam, yaitu ada faktor penghambat dan faktor pendukung. Selain faktor penghambat juga terdapat faktor pendukung dimana faktor pendukung tersebut adalah seorang guru harus mampu memerankan dirinya sebagai seorang pendidik dengan memainkan perannya sebagai seorang pendidik seperti yang dikemukakan oleh Syaiful Bahri Djamarah dan Slameto, hal inilah yang akan menjadi faktor pendukung. . kontribusi terbesar bagi keberhasilan suatu program termasuk program yang dikuasai oleh guru agama Islam dalam realisasi program pembentukan siswa yang disiplin dalam menjalankan ajaran agama Islam. Jika semua guru berperan sebagai pendidik profesional, maka akan terbentuk generasi baru yang semangat dalam mengimplementasikan ajaran Islam.
PEMBAHASAN
Analisis Peran Guru Dalam Kedisiplinan Menjalankan Ajaran
Seorang guru agama harus dapat merangkul siswanya agar dapat memahami ajaran agama Islam dengan baik dan benar, maka seorang guru agama Islam harus benar-benar memahami materi yang akan diajarkan kepada siswanya. Guru agama Islam harus mampu menumbuhkan benih keimanan dalam jiwa anak melalui metode dan pengajaran yang mendidik siswa dengan memberikan motivasi, dukungan dan teladan. Seorang guru agama Islam yang profesional juga harus selalu menggunakan keterampilan dan metode untuk dapat mendidik siswanya agar taat dalam pelaksanaan ajaran agama Islam dengan cara dan strategi pembelajaran yang dapat mendorong siswa tersebut untuk berusaha menyesuaikan diri dengan pelaksanaan ajaran agama Islam. sedang belajar.
Sedangkan menurut Slameto, sebelas peran umum yang disampaikan oleh Syaiful Bahri Djamarah sebenarnya harus dimiliki oleh setiap pendidik, namun seorang guru agama Islam juga harus mampu dan menjadi keharusan bagi guru PAI untuk memenuhi lima peran utama sebagai guru Agama Islam. Sedangkan menurut Slameto, seorang ustadz harus mampu membimbing santrinya menjadi manusia yang lebih mengenal Tuhannya, sehingga santri memiliki akhlak yang baik dalam dirinya, sehingga lebih santun kepada orang tua, guru, teman sebaya. dan orang yang lebih muda dari mereka. Guru pendidikan agama Islam harus melakukan kegiatan perencanaan dalam hal ini dan berusaha untuk melatih siswa agar disiplin dalam menjalankan ajaran agama pada hakekatnya agar seluruh siswa sekolah dapat melaksanakan dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik.
Kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru agama Islam adalah untuk mengetahui apakah peserta didik telah melaksanakan budaya keagamaan yang ada dengan baik, kemudian untuk mengetahui perilaku peserta didik dan warga sekolah setelah melakukan beberapa kegiatan budaya keagamaan. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru dalam mengatur kedisiplinan siswa dalam melaksanakan pengajaran agama Islam.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Guru Dalam Mencetak
Seorang guru harus bisa memberikan motivasi kepada anak didiknya, maka menurut Syaiful Bahri Djamarah, ketika seorang guru mampu memotivasi anak untuk terus berprestasi maka akan menjadi modal utama bagi guru untuk menciptakan anak didik yang memiliki semangat belajar. dan menjadi generasi yang berkualitas. Akan tetapi, jika guru tidak mampu menjalankan peran sebagai evaluator, maka hal tersebut menjadi faktor yang menghambat guru dalam mewujudkan sesuatu, karena evaluasi yang diberikan oleh guru akan mempengaruhi kualitas dari setiap program yang telah dilaksanakan. . Meski tugas seorang guru begitu berat, seperti yang dikatakan Syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya “guru dan murid”, dia adalah seorang guru.
Faktor utama program yang akan dilaksanakan adalah guru yang memahami dan menjalankan perannya sebagai guru. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa faktor penghambat dan pendukung program yang akan dilaksanakan adalah kualitas guru. Jika guru memahami dan menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya, hal ini akan menimbulkan faktor pendukung yang sangat kuat terhadap program di lembaga tersebut, sebaliknya jika guru yang dimiliki oleh lembaga tersebut tidak memahami atau tidak mau menjalankan perannya. maka peran guru tidak akan terwujud, sebagus apapun programnya.
Pembahasan
- Analisis Peran Guru
- Analisis Faktor Yang Mempengaruhi
Selain itu perlu diketahui sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Syaiful Bahri Djamarah dan Slameto bahwa seorang guru harus mampu memahami dan menjalankan perannya sebagai guru sehingga guru dapat dikatakan sebagai guru yang profesional. Namun sebaliknya, ketika seorang guru tidak mampu menerapkan peran tersebut dalam kehidupannya sebagai seorang pendidik, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai seorang guru profesional, melainkan hanya seorang yang mentransfer ilmunya. Beberapa peran yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang profesional antara lain seorang guru harus mampu menjadi proofreader (seorang guru harus mampu menilai, mengoreksi, segala sikap, tingkah laku dan perbuatan anak didiknya), inspirator, (mampu memberikan inspirasi kepada anak didik), informan (mampu memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan), organisator (mampu mengelola kegiatan akademik, menyusun peraturan, membuat kalender akademik dengan tujuan untuk mencapai efektifitas pembelajaran), motivator (memberikan semangat dan semangat belajar yang kuat kepada siswa), inisiator (mampu memberikan ide-ide cemerlang), fasilitator (mampu memfasilitasi anak untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman), mentor (mampu membimbing siswa menjadi orang dewasa yang bermoral), demontrator untuk mendemonstrasikan materi) ketua kelas (mampu membuat kelas kondusif) dan mediator (mampu memainkan semua media..sehingga guru dapat memediasi pembelajaran), dan ditambah lima poin penting yang slameto sampaikan kepada guru pendidikan agama Islam.
Selain itu, guru PAI dan kepala sekolah harus mampu berkomunikasi dan berkomunikasi dengan baik dengan orang tua siswa agar dapat mensukseskan program yang dirancang sekolah untuk membentuk siswa yang disiplin dalam kinerjanya. Ajaran agama Islam, karena tanpa pengawasan dan perhatian serta dorongan dari orang tua, maka program ini tidak akan terwujud. Maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi program untuk membentuk siswa yang disiplin dalam melaksanakan ajaran Islam, yang mana dari semua faktor penghambat tersebut harus dapat diatasi oleh guru PAI untuk mencapai tujuan yang diinginkan, karena faktor penghambat datang dari keengganan atau kesalahpahaman guru tentang peran yang harus dilakukannya. Peran guru itu ganda yaitu sebagai korektor, inspirator, informer, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, ketua kelas dan mediator, dan peran tambahan guru agama Islam adalah mendidik siswa yang disiplin dalam pelaksanaannya. dari ajaran Islam yaitu: 1) mengajarkan ilmu-ilmu agama, 2) menanamkan keimanan dalam jiwa anak, 3) mendidik anak untuk taat pada ajaran agama, 4) membimbing siswa dalam proses pembelajaran dan 5) mendidik anak agar memiliki akhlak yang baik.
PENUTUP
Saran
Bahwa akan menghasilkan suatu karya yang lebih baik lagi dan dapat memberikan wawasan yang lebih lengkap kepada pembaca. Anwar, Saifuddin, 1998, Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Student Offset Arifin, Muzayyin, 2011, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Bandung: PT Bumi. Jalaluddin Rahmat untuk Penyelidikan Agama”, dalam Taufiq Abdullah dan Rusli Karim (eds.), Penyelidikan Agama: Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Wacana Tiara.
Sardiman, 1990, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Jakarta: Rajawali Press Sujarweni, Wiratna, 2014, Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Baru. Syahid, Abdullah, Jurnal Penerapan Pembelajaran Pendidikan Islam dan Membentuk Karakter Pribadi Islami, EDUMASPUL, Jurnal Pendidikan.