• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN GURU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

N/A
N/A
Saudin Hamdani

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN GURU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

Fokus kajian yang dikaji dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana peran guru sebagai murabbi dalam perspektif Al-Qur'an? Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis peran guru sebagai murabbi dalam perspektif Al-Qur'an. Alhamdulillah, tulisan sederhana bertajuk “Peran Guru dalam Sudut Pandang Al-Qur’an” ini telah tersusun.

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam merupakan pedoman dan sumber penyangga dalam segala aspek kehidupan manusia. Terdapat beberapa kisah para nabi dan orang-orang soleh yang berkaitan dengan pendidikan disebutkan di dalam al-Quran. Supaya Al-Quran harus. mereka menjadi rujukan dan panduan utama kepada guru dalam melaksanakan peranan sebagai guru dan pendidik.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Peranan Guru dalam Perspektif Al-Qur’an”. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini membahas mengenai peran guru dalam perspektif Al-Quran, yang selanjutnya dijelaskan dalam fokus penelitian sebagai berikut :.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Fokus Kajian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Sistematika Pembahasan

Setelah mengetahui pengertian istilah dalam pengertian tersebut, maka peran guru dalam perspektif Al-Qur’an yang dimaksud peneliti adalah usaha yang harus dimiliki dan dilakukan oleh seorang guru yang mempunyai kedudukan atau kedudukan dalam pembelajaran. dan proses pengajaran dari sudut pandang Al-Qur'an. Untuk mempermudah dan memperjelas pemahaman skripsi ini, maka sistematika pembahasan dalam penelitian ini memuat uraian alur pembahasan skripsi dari bab pendahuluan sampai dengan bab penutup. 19 Sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Tesis ini mengkaji tentang konsep guru profesional ditinjau dari ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini mempunyai persamaan yaitu membahas guru dari sudut pandang Al-Qur’an dengan metode yang sama. Namun yang membedakan adalah tesis ini menitikberatkan pada konsep guru profesional dari sudut pandang ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, sedangkan peneliti dalam penelitian ini fokus pada peran guru dari sudut pandang guru. Alquran saja.

An-Nahl hanya ayat 43-44, sedangkan peneliti dalam penelitian ini fokus pada peran guru dalam perspektif Al-Qur’an dengan surat dan ayat yang berbeda. Skripsi berjudul: “Cara Interaksi Pendidik dan Siswa Dalam Perspektif Al-Quran Surat Al-Kahfi Ayat 60-82” yang ditulis oleh Nazifatul Aini, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, UIN Sumatera Utara, Medan. 23 Nazifatul Aini, Adab Interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam perspektif Al-Qur'an Surat Al-Kahfi Ayat 60-82, (Medan: UIN Sumatera Utara Medan, 2018).

Namun yang membedakan adalah skripsi ini fokus pada konsep interaksi santun antara peserta didik dan pendidik yang terdapat dalam surat al-Kahfi ayat 60-82 dan relevansinya dengan interaksi pendidikan yang sebenarnya, sedangkan peneliti dalam penelitian ini fokus pada peran guru dalam interaksi edukatif. perspektif Al-Qur'an dengan huruf dan ayat yang berbeda. Penelitian ini lebih fokus pada konsep guru profesional ditinjau dari ayat Al-Qur’an dan Hadist Nabi 2.

Kajian Teori

METODE PENELITIAN

Tesis ini memfokuskan pembahasan pada konsep tata krama interaksi antara peserta didik dan pendidik yang terdapat dalam surat al-Kahfi ayat 60-82 dan relevansinya dengan interaksi pendidikan masa kini. Inti guru dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan segenap potensi peserta didiknya, baik potensi afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Dalam arti yang lebih luas, guru dalam perspektif pendidikan Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang jasmani dan rohani peserta didik agar mampu menunaikan tugas kemanusiaannya, baik sebagai khalifah (pemimpin) maupun ‘abd (abdi) dalam Islam. sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Di pundak guru terdapat tanggung jawab yang besar dalam upaya membimbing siswa mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Mu’allim merupakan sosok yang unggul kemampuannya dibandingkan santri, yang diyakininya dapat mengantarkan santri menuju kesempurnaan dan kemandirian. Jadi yang dimaksud dengan ribbiyyūn dalam ayat ini adalah orang-orang yang mentaati hukum Allah dan menjadi pengikut para nabi.

Penulis menyadari bahwa skripsi yang berjudul “Peran Guru dalam Perspektif Al-Qur’an” masih jauh dari sempurna. Cara Interaksi Pendidik dan Siswa dalam Sudut Pandang Al-Quran Surat Al-Kahfi Ayat 60-82.” Skripsi, UIN Sumatera Utara Medan, 2018.

PEMBAHASAN

Peran Guru sebagai Murabbi dalam Perspektif Al-Qur’an

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman di bidang pendidikan khususnya pendidikan Islam mengenai peran guru dalam perspektif Al-Qur’an, serta dapat dijadikan referensi untuk memperbaiki kondisi pendidikan. untuk memperbaiki atau meningkatkan. sifatnya sangat mendasar. Penelitian ini merupakan sarana bagi peneliti untuk menambah pengetahuan dan pemahamannya tentang cara menulis artikel ilmiah yang baik, sebagai landasan dalam melakukan penelitian dan menulis artikel ilmiah selanjutnya, serta memberikan wawasan khusus tentang peran guru dalam perspektif Al-Quran. . Selain itu, seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang diajarkan kepada muridnya hanya akan merendahkan martabatnya dihadapan orang yang seharusnya menghormatinya.

Mu’allim merupakan al-isme al-fa’il dari kata ‘allama yang berarti orang yang mengajar. Asal usul istilah terbiyah dalam Al-Qur'an yang dipilih para ulama terbagi menjadi tiga; masdar (al-rabb), file isim (rabbāni) dan file isim (ribbiyy). Untuk memperoleh data dan informasi yang valid, akurat dan meyakinkan tentang peran guru dalam perspektif Al-Qur’an diperlukan sumber data.

Ditetapkannya Al-Qur'an sebagai sumber utama dalam penelitian ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran guru dalam perspektif Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan tafsir. Jadi, selain Alquran sebagai sumber data utama, peneliti juga membutuhkan tafsir kitab tersebut.

Saran-saran

Peran guru sebagai mu’allim dalam perspektif Al-Qur’an adalah mengajar dimulai dari hal-hal yang sederhana dan mudah, kemudian secara bertahap bergerak ke tingkat yang lebih tinggi, meninjau kembali materi yang telah dijelaskan untuk mencegah siswa melupakannya dan tertinggal. materi yang diajarkan; mengajarkan ketundukan, kerendahan hati dan sopan santun dalam bertanya; mengajarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai penyucian jiwa, serta mengajarkan kepada santri apa yang perlu mereka ketahui tentang berbagai keterampilan (Soft Skill) untuk mengarungi kehidupan dan ibadah. Tenaga kependidikan (guru, dosen, dan lain-lain) harus terus meningkatkan kompetensinya dan melakukan perbaikan dalam seluruh proses kegiatan pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan pemaksimalan peran guru, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, dan hendaknya terus berlanjut. untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan orang lain, profesional pendidikan, masyarakat dan orang tua siswa yang berupaya bekerja sama untuk mengatasi tantangan pendidikan. Guru profesional dalam perspektif pendidikan Islam; Kajian Ayat Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW.” Disertasi, UIN Alauddin Makassar, 2018.

Referensi

Dokumen terkait

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peran utama. Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian

Guru merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang cii Iuar

b) Guru, merupakan profesi atau jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang

Menurut Kartadinatap profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melaksanakan

Guru : Suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru yang akan mempersiapkan diri secara khusus melalui lembaga

Trianto menjelaskan guru adalah profesi/jabatan yang memerlukan keahlian khusus, maka sebagai guru harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tanggung jawab terhadap

Aspek sosio historis mikro - atau latar belakang sosio historis particular pewahyuan teks - tidak dimaksudkan untuk membatasi makna teks al- Qur’an sebagaimana konteks sosio

Selain itu, guru merupakan suatu profesi yang berarti bahwa suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus dan tidak dapat dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan karena