PENDAHULUAN
Fokus dan Subfokus Penelitian
Peran Majelis ta'lim Al-Amin dalam membentuk karakter anak di desa Cibarengkok RT.01 RW.03. Hambatan Jemaah ta'lim al-Amin dalam membentuk karakter anak di desa Cibarengkok RT.01 RW.03.
Rumusan Masalah
Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi anak untuk meningkatkan semangat beribadah kepada Allah SWT. Menambah pengetahuan dan memperkaya pengetahuan tentang peran majelis ta'lim al-Amin dalam membentuk karakter anak di desa Cibarengkok RT.01 RW.03.
Sistematika Penulisan
Bab ini memuat tujuan penelitian, tempat dan waktu penelitian, latar/latar belakang penelitian, metode dan prosedur penelitian, data dan sumber data, teknik dan prosedur pengumpulan data, prosedur analisis data, dan pemeriksaan keabsahan data. Kemudian pada bab ini juga diberikan saran kepada pembaca yang disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan bukan berupa pendapat pribadi peneliti.
TINJAUAN PUSTAKA
Majelis Ta’lim
Dengan demikian Majelis Ta’lim bukanlah suatu lembaga pendidikan formal seperti madrasah, sekolah, pesantren atau perguruan tinggi. 12 Direktorat Jenderal Bimbingan Islam dan Urusan Haji, Fungsi Majelis Ta'lim di Era Globalisasi, (Pekalongan: Departemen Agama, 1993), hal.
Jama’ah Majelis Ta’lim
Dari berbagai definisi di atas, yang dimaksud dengan jemaah dalam penelitian ini adalah orang-orang yang turut serta dalam majelis ta’lim. Majelis ta’lim merupakan sarana dan informasi untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif dan berkesinambungan kepada jamaah untuk bertukar pikiran.
Kegiatan Jama’ah di Dalam Majelis Ta’lim
Kegiatan ini berupa pemberian sandang, pangan dan keperluan lainnya kepada anak yatim untuk membantu dan meringankan bebannya serta menyadarkan jamaah ta'lim untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Tujuannya agar jamaah mampu meningkatkan kualitas membaca dan menulis Al-Qur'an.
Kegiatan Jama’ah di Luar Majelis Ta’lim
Orang tua pasti ingin membentuk karakter anaknya menjadi pribadi yang jujur, bertakwa, berkepribadian kuat, pola pikir sehat, dan akhlak terpuji. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa kegiatan jamaah di luar majelis ta’lim berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memegang peranan penting dalam diri orang tua yang bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan anaknya, dengan cara membesarkan karakter anak yang disertai motivasi, membesarkan anak yang bertakwa, membentuk akhlak yang baik dan memberi contoh yang baik.
Faktor Motivasi Instrinsik
Berbagai motivasi merupakan salah satu unsur dasar dalam tindakan manusia, melihat struktur manusia yang terdiri dari unsur fisik dan psikis atau spiritual termasuk di dalamnya. Faktor yang dipengaruhi oleh tingkat dan kriteria kebutuhan Teori ini berasumsi bahwa tindakan manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun psikis.34.
Faktor Motivasi Ekstrinsik
Jadi, dapat disimpulkan bahwa faktor yang memotivasi jamaah untuk mengikuti kegiatan majelis ta’lim adalah keinginan yang sangat kuat untuk belajar dan menimba ilmu tentang agama Islam serta meningkatkan kualitas ibadahnya. Terciptanya silaturahmi dan materi dalam kegiatan majelis ta'lim sangat menarik, hal inilah yang menjadi faktor para jamaah dalam mengikuti kegiatan majelis ta'lim.
Karakter
Sedangkan menurut Abdul Majid dan Dian Andayani, karakter adalah watak, sifat atau hal mendasar yang ada pada diri seseorang. Hal-hal yang sangat abstrak dalam diri seseorang sering disebut dengan watak atau perangai.41 Dari pengertian watak dapat ditarik kesimpulan bahwa budi pekerti adalah watak, sifat, budi pekerti yang melekat pada diri seseorang. Karakter identik dengan akhlak sehingga karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang bersifat universal yang mencakup seluruh aktivitas manusia, baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan yang diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan tindakan berdasarkan norma-norma agama. norma, peraturan perundang-undangan, tata krama, budaya dan adat istiadat.45.
Dari uraian mengenai nilai-nilai karakter di atas dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai karakter adalah keyakinan yang bertanggung jawab, jujur, percaya diri, amanah, disiplin, mandiri, peduli sosial, peduli lingkungan, kreatif, kerja keras, pantang menyerah. kepemimpinan dan nilai-nilai lain yang menghasilkan perilaku seseorang yang berdampak positif bagi dirinya, orang lain, dan lingkungan. Jika kedua orang tuanya selalu bertengkar sejak kecil dan kemudian bercerai, bisa jadi seorang anak mengambil kesimpulan sendiri bahwa pernikahan hanyalah penderitaan. Lingkungan yang pertama adalah karena pada saat anak lahir, interaksi pertama kali terjadi dengan orang tua dan kerabat.
Keluarga merupakan lingkungan yang utama, karena hasil pengasuhan dan pendidikan dalam keluarga akan mempengaruhi seluruh kehidupan anak.57. Pendidikan karakter di sekolah tidak hanya sekedar mata pelajaran saja, namun nilai-nilai karakter harus ditanamkan kepada anak melalui proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial anak mempunyai peranan penting dalam perkembangan pribadi anak.
Anak
Anak dapat belajar berkomunikasi dan bekerja sama, mengungkapkan pendapat dan perasaan, mengelompokkan norma-norma serta memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa seorang anak dibentuk oleh faktor internal yang berasal dari keturunan, cara berpikir dan pola asuh, namun juga oleh faktor eksternal berupa pola asuh yang berlangsung di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan pengaruh lingkungan. teman sebaya. Menurut Syams Yusuf, anak adalah manusia yang mempunyai ciri-ciri perkembangan intelektual, sosial, emosional, moral, ketaatan beragama, dan motorik.60 Anak pada umumnya adalah seseorang yang masih dibawah umur tertentu, belum beranjak dewasa. , dan belum pernah menikah.61 Retno Pangestu mengutip pendapat Sigmund Freud yang mengatakan bahwa anak adalah ayah dari laki-laki (a child is a miniatur laki-laki dewasa).62.
Menurut Al-Qur'an anak merupakan amanah Allah yang dititipkan kepada kedua orang tuanya, pada dasarnya hendaknya mereka mendapat pengasuhan, perlindungan dan perhatian yang layak dari kedua orang tuanya, karena kepribadiannya bila sudah dewasa ketakwaannya akan tergantung pada pendidikannya di masa depan. masa kecil. , terutama yang diterima dari orang tua dan keluarganya.63. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak merupakan amanah yang diberikan Tuhan kepada orang tua dengan ciri-ciri perkembangan intelektual, sosial, emosional, moral, penghayatan agama dan motorik serta orang tua wajib menjaga, melindungi dan memberi lebih. perhatian pada anak-anaknya, putranya. Pendidikan Humanistik Islam: Pendidikan Alternatif Pembebasan Anak, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hal. Tahapan kritis yang dilalui anak hingga dewasa Dengan memahami setiap tahap pertumbuhan anak, kita dapat membangun dan mengembangkan karakternya, tahapan tersebut antara lain sebagai berikut: 64.
Dengan memahami tahapan tumbuh kembang anak, diharapkan para pendidik atau orang tua mampu membangun dan mengembangkan karakter anaknya dengan baik dan benar.
Hasil Penelitian
Negeri (STAIN) Salatiga Tahun 2013 dengan Judul Pendidikan Nilai Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa di Man Salatiga. Pada penelitian sebelumnya yang subjek penelitiannya adalah kegiatan ekstrakurikuler siswa di Man Salatiga, sedangkan penelitian yang penulis teliti dilakukan pada anak-anak yang tinggal di Dusun Cibarengkok. Disertasi yang ditulis oleh Iis Istiqomah pada tahun 2015, program studi Pendidikan Ahama Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Cirebon dengan judul Pengaruh Kegiatan Majelis Baitul Amanah Ta'lim Terhadap Pembentukan Sikap Keagamaan Jamaah Remaja Usia 13-15 Tahun di Kendal desa.
Kajian yang penulis teliti dilakukan pada anak-anak jemaah majelis ta'lim Al-Amin yang berlokasi di Dusun Cibarengkok. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran jamaah ta’lim dalam pembentukan karakter anak. Tesis yang ditulis oleh Nasimatun Ni'mah, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas dan Keguruan, IAIN Salatiga 2016, dengan judul Manajemen Pendidikan Karakter Siswa di MTSN Susukan Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pada penelitian sebelumnya yang menjadi subjek penelitian adalah siswa MTSN Susukan, sedangkan penelitian yang penulis teliti dilakukan pada anak-anak jemaah Majelis Ta’lim Al-Amin yang terletak di desa Cibarengkok. Korelasi persamaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang penulis pelajari dengan cermat yaitu sama-sama menggunakan metode kualitatif. Pada penelitian-penelitian sebelumnya, subjek penelitian membentuk kepribadian muslim, sedangkan pada penelitian yang peneliti mencermati subjeknya, maka subjek membentuk karakter.
METODOLOGI PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Latar/Setting Penelitian
- Metode dan Prosedur Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
- Prosedur Analisis Data
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Penarikan Kesimpulan
- Pemeriksaan Keabsahan Data
- Kredibilitas
- Transferabilitas
- Dependabilitas
- Konfirmabilitas
Peran Majelis Ta'lim Al-Amin dalam pembentukan karakter anak di Dusun Cibarengkok RT.01/03. Keterbatasan Jamaah Majelis Ta'lim Al-Amin dalam pembentukan karakter anak di Dusun Cibarengkok RT.01/03. Dan jamaah pertemuan ta'lim al-Amin mengalami kendala dalam pembentukan karakter anak dusun Cibarengkok RT.01 RW.03.
Ngaku kana prosés jamaah Ta’lim al-Amin dina ngawangun karakter barudak di Désa Cibarengkok RT.01 RW.03. -10-2020 Mikanyaho prosés ngumpulkeun ta’lim al-Amin dina ngawangun karakter barudak di Désa Cibarengkok RT.01 RW.03. Jeung halangan-halangan nyanghareupan majelis pangajaran al-Amin di kampung Cibarengkok RT.01 RW.03.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHAN
Latar Sosial
Majelis ta'lim Al-Amin berlokasi di Desa Cibarengkok RT.01 RW.03, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dusun Cibarengkok terletak sekitar sepuluh kilometer melalui Prumpung dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan. Majelis ta'lim al-Amin merupakan acara silaturahmi pembacaan Al-Qur'an, arisan dan ada pemaparan ilmu agama Islam.
Jemaat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu anggota aktif, anggota kurang aktif, dan anggota tidak aktif. Anggota aktif sebanyak 15 orang, anggota kurang aktif sebanyak 15 orang karena kendala menghadiri rapat ta'lim dan anggota tidak aktif sebanyak 10 orang karena berada di luar daerah.1.
Sejarah Singkat Majelis Ta’lim al-Amin
Visi dan Missi Majelis Ta’lim al-Amin
Budaya Dusun Cibarengkok RT.01 RW.03
Pendidikan yang terdapat di Dusun Cibarengkok RT.01 RW.03 merupakan pendidikan yang diklasifikasikan dalam ruang lingkup pendidikan formal dan informal.
Ekonomi Penduduk Dusun Cibarengkok RT.01 RW.03
Sumber : Buku Data Penduduk RT.01 RW.03 Dusun Cibarengkok). Warga Desa Cibarengkok RT.01 RW.03 rata-rata merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah. Latar belakang pekerjaan warga kota Cibarengkok RT.01 RW.03 adalah pendidikan yang sebagian besar hanya tamat SD, SMP, dan SMA.
Temuan Penelitian
- Peran Jama’ah Majelis Ta’lim al-Amin dalam Membentuk Karakter
- Kendala-kendala Jama’ah Majelis Ta’lim al-Amin dalam
Pedoman Wawancara Kerja (Jama'ah Majlis Ta'lim Al-Amin) A. Apa yang dilakukan sebagai orang tua untuk membentuk karakter anak.
Pembahan Temuan Penelitian
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Panalungtik : Kumaha saur anjeun kalungguhan Dewan Pendidikan al-Amin di Desa Cibarengkok RT.01 RW.03.