• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN MAJELIS DZIKIR DAN SHALAWAT

N/A
N/A
beqi

Academic year: 2024

Membagikan "PERAN MAJELIS DZIKIR DAN SHALAWAT"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengurus dewan dzikir dan shalawat dalam memberikan bimbingan, baik secara individu maupun kelompok, terkait dengan pendidikan agama Islam. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi faktual dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan peran kumpulan dzikir dan shalawat sebagai sarana pendidikan agama Islam.

Definisi Istilah

Pendidikan akhlak yang dimaksud peneliti adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara terencana dan terarah dalam membentuk keutamaan watak, budi pekerti, dan akhlak yang baik sehingga menjadi kebiasaan dalam berperilaku sehari-hari. Berdasarkan perbedaan pengertian pengertian istilah-istilah di atas, maka yang dimaksud dengan peran majelis dzikir dan shalawat sebagai sarana pendidikan agama Islam dalam penelitian ini adalah serangkaian tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pengurus Al-Ghofilin dalam memberikan Pendidikan agama Islam aspek akhlak melalui majelis dzikir dan sholat di Masjid Al-Ghofilin Talangsari Jember.

Sistematika Pembahasan

Data wawancara di atas juga diperkuat dengan pernyataan Ida Salam selaku anggota majelis dzikir dan doa Al-Ghofilin Talangsari Jember. Peranan majelis dzikir Al-Ghofilin Talangsari Jember sebagai wahana pendidikan agama Islam dapat memberikan pengetahuan agama Islam khususnya pada aspek yang berkaitan dengan pendidikan akhlak. Bagi jemaah majelis dzikir dan doa Al-Ghofilin Talangsari Jember harus lebih meningkatkan perannya dalam hal tersebut.

DZIKIR AL-GHOFILIN DAN SALAWAT SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI KASUS PERTEMUAN DZIKIR DAN SALAWAT AL-GHOFILIN, TALANGSARI JEMBER).

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

Selain itu peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti ingin melakukan penelitian secara detail dan mendalam mengenai peran dzikir dan salat Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan agama Islam. Triangulasi sumber digunakan peneliti untuk mengetahui apa yang dilakukan pengurus majelis dzikir dan shalawat Al-Ghofilin untuk meningkatkan pemahaman ajaran agama Islam pada aspek akhlak. Setelah meminta izin penelitian, peneliti menyerahkannya kepada pengurus dzikir dan jamaah salat Al-Ghofilin Talangsari Jember.

Dalam penelitian ini penyajian data didasarkan pada fokus penelitian yaitu: 1) apa peran Majelis Dzikir Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan akhlak? Peran Majelis Dzikir Al-Ghofilin Sebagai Sarana Pendidikan Akhlak. Secara kultural, peran majelis dzikir mempunyai kedudukan yang strategis dan sentral dalam kehidupan masyarakat. Dari berbagai teknik pengumpulan data di atas terlihat bahwa peran Majelis Dzikir Al-Ghofilin Talangsari Jember sebagai wahana pendidikan agama Islam dapat memberikan pengetahuan agama Islam khususnya pada aspek yang berkaitan dengan pendidikan akhlak.

Dari berbagai teknik pengumpulan data di atas terlihat bahwa peran salat Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan agama Islam ditinjau dari akhlak adalah menjadikan salat sebagai media pendidikan. Dengan demikian, peran Majelis Sholat Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan agama Islam dalam aspek moral dapat menyebabkan individu atau kelompok berubah perilakunya. Peran shalawat Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan agama Islam aspek akhlak adalah menjadikan shalawat sebagai media pendidikan strategis yang selalu menyerukan kebaikan dan kesopanan.

Kami berharap masyarakat luas memberikan dukungan dan semangat terhadap keberadaan kelompok dzikir dan doa Al-Ghofilin Talngsari Jember. Peran Dunia Dzikir dan Shalawat Al-Ghofilin Sebagai Sarana Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Dunia Dzikir Al-Ghofilin dan Shalawat Talangsari Jember) “sepenuhnya merupakan hasil belajar atau karya saya, kecuali sebagian dimana sumbernya dikutip.

METODE PENELITIAN

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini observasi yang dilakukan bersifat partisipatif, yaitu suatu bentuk observasi yang mana peneliti terlibat langsung dalam konteks penelitian. 55 Oleh karena itu peneliti mengamati dan berpartisipasi dalam kegiatan yang diamatinya. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang hanya menggunakan saja. Peneliti memilih jenis wawancara ini karena menginginkan kebebasan bertanya kepada informan mengenai penelitian yang dilakukan.

Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau karya monumental seseorang. 56 Dengan demikian jelas bahwa metode dokumen yang digunakan dalam penelitian ini digunakan peneliti untuk mencari data-data yang terdokumentasi seperti buku, laporan dan arsip. , foto dan lain-lain.

Teknik Analisis Data

Inferensi merupakan analisis lebih lanjut berupa reduksi data dan penyajian data agar data dapat disimpulkan dan peneliti masih mempunyai kesempatan untuk memperoleh data. Dengan melakukan refleksi kembali, peneliti dapat bertukar pikiran dengan rekannya atau dengan melakukan triangulasi guna sampai pada kebenaran ilmiah.

Keabsahan Data

Metode triangulasi digunakan untuk membandingkan hasil wawancara antara berbagai informan, kemudian peneliti juga membandingkan data hasil wawancara dengan hasil observasi. Selanjutnya membandingkan data hasil wawancara dan observasi dengan isi dokumen.

Tahap Tahap Penelitian

Peran Majelis Dzikir Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan akhlak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat dikemukakan pembahasan mengenai temuan penelitian ini. Peran Majelis Dzikir Al-Ghofilin sebagai wahana pendidikan akhlak dapat memberikan pendidikan akhlak. Bagi para pengurus kumpul dzikir dan shalawat di Masjid Al-Ghofilin Talangsari Jember disarankan untuk lebih kreatif dalam menjadikan materi dzikir dan shalawat menjadi media yang cocok untuk mempromosikan pendidikan agama Islam agar jamaah dan masyarakat luas dapat meningkat.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Penyajian Data dan Analisis

Dari pemaparan data wawancara di atas terlihat bahwa dewan dzikir didirikan untuk memupuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Majelis Dzikir dan Sholawat Al-Ghofilin ini tidak hanya soal dzikir saja, namun ada tausyiah yang diberikan oleh Gus Baiqun, karena banyak jamaahnya yang sudah menikah, dan memiliki jam kerja yang padat serta kering wawasan keislamannya, tausyiah tersebut diberikan bagaimana menjadi seorang muslim harus menjaga ucapan dan perilakunya sesuai dengan ajaran islam. Sholat Al-Ghofilin juga mempunyai muatan yang dapat diterapkan pada keluarga, terkadang dapat menjadi solusi penyelesaian permasalahan keluarga, termasuk permasalahan lainnya, sehingga berdampak positif terhadap jalannya kehidupan berkeluarga.64.

Mengikuti kegiatan di mushola Al-Ghofilin membuat saya merasa lebih tenang dan lebih rileks dalam menghadapi hidup dan tidak terlalu terobsesi dengan sesuatu karena hidup ini hanya persinggahan sementara dan dunia ini hanyalah sarana untuk kita mencari. . ketentuan di akhirat.66. Berdasarkan data wawancara yang tersaji di atas dapat diketahui bahwa dengan diadakannya pertemuan dzikir yang diadakan secara terbuka untuk masyarakat luas dapat memberikan pengetahuan tentang agama Islam khususnya pada aspek yang berkaitan dengan pendidikan akhlak. Berbagai data wawancara di atas juga diperkuat dengan hasil observasi peneliti bahwa pertemuan dzikir merupakan kegiatan yang diprogramkan oleh pengurus Al-Ghofilin untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat umum tentang prinsip-prinsip dasar agama, seperti fiqh ibadah. , aqidah dan akhlak.

Pertunjukan seni sholawat yang dibawakan oleh Al-Ghofilin pada awalnya dimaksudkan sebagai media dakwah Islam, yang dibawakan pada setiap acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabi’ul Awal, Rajaban. (menghormati Isro' Mi'roj), Idul Fitri dan hari-hari besar Islam lainnya. Secara keseluruhan materi yang disampaikan shalawat Al-Ghofilin merupakan ajakan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan cinta Rasulullah SAW melalui media doa. Dari uraian data tersebut, setidaknya peran shalawat Al-Ghofilin Jamiyah dalam internalisasi pendidikan agama Islam di masyarakat dapat dikaji melalui keseluruhan rangkaian prosesi doa, dan secara implisit terdapat upaya-upaya yang mendidik masyarakat luas, baik melalui teks yang tidak hanya berbahasa Arab saja, namun menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah khususnya bahasa Jawa.

Berbagai data wawancara di atas diperkuat dengan hasil observasi peneliti bahwa pertunjukan seni sholawat Jamiyah Dzikir dan Al-Ghofilin selalu disesuaikan dengan keadaan dan permintaan para undangan, sehingga dalam proses pertunjukannya pun sering kali menyesuaikan diri. Namun idealnya durasi salat Al-Ghofilin berlangsung kurang lebih 3 jam, yakni mulai pukul 20.30 hingga 23.00 WIB.

Pembahasan Temuan

Misalnya dengan mengumpulkan dzikir akan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan meneladani dan mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW, melalui tausyiah dapat memberikan pendidikan akhlak bagaimana menjadi seorang muslim yang dapat menjaga ucapan dan perilaku sesuai dengan ajaran Islam, dan melalui tausyiah. ia dapat menawarkan solusi untuk memecahkan masalah sehari-hari. Dari hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan agama Islam khususnya aspek akhlak yang terkandung dalam majelis zikir sangat bermanfaat dalam menjadikan manusia secara individu maupun kelompok lebih bertaqwa kepada Allah SWT dan mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah SWT dan khalifah di bumi untuk membangun dunia ini dengan konsep yang ditetapkan oleh Allah. Oleh karena itu, diperlukan peran dewan dzikir yang mampu memberikan insentif yang dapat membentuk karakter seseorang menjadi lebih baik melalui kegiatan-kegiatan yang positif, seperti yang terjadi pada Majelis Dzikir Al-Ghofilin Talangsari Jember.

Peran Dewan Shalawat Al-Ghofilin Sebagai Sarana Pendidikan Akhlak Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat dijelaskan dengan pembahasan temuan dalam penelitian ini, peranan Dewan Shalawat Al-Ghofilin sebagai sarana pendidikan akhlak yaitu dengan menjadikan shalawat sebagai media pendidikan yang strategis untuk selalu memohon kebaikan dan kesopanan. Hasil temuan tersebut relevan dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 yang mengatur tentang peran organisasi sosial keagamaan yaitu jemaah sebagai sarana pembentukan manusia beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, jemaah sebagai sarana toleran dan berakhlak mulia. kehidupan beragama yang humanistik, dan berjamaah sebagai sarana memperkokoh nasionalisme, persatuan dan ketahanan nasional.78. Dalam kajian teori lainnya disebutkan bahwa orang yang menjadikan shalawat sebagai tradisi sosial dapat memberikan kontribusi sosial, yaitu sebagai cara untuk tetap bersilaturahmi dan memperbanyak teman.

Diharapkan keberadaan majelis dzikir taklim sebagai lembaga pendidikan informal bidang keagamaan dapat menjalankan fungsinya dalam pengembangan sistem nilai dan norma Islam, yang harus selalu menjamin pendidikan akhlak yang luhur dan mulia. . Kontribusi Pondok Pesantren dan Yayasan Sosial Sayyidul Quro dalam penanaman ajaran Islam pada ibu rumah tangga dengan bacaan Safinah an-Najah dan Ta'lim al-Muta'allim di Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Tahun 2016. Doa, Seni dan Edukasi Keagamaan Islam ( Kajian Pendidikan Agama Islam dalam Sholawat Jam'iyah Ahbaabul Musthofa Jember 2016).

Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Kementerian Agama Republik Indonesia.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang pelaksanaan kegiatan dakwah Majelis Dzikir Al-Mustajab terhadap jamaahnya, diantaranya untuk mengetahui

Ag dan Sheila Fakhria, M.H., PERAN MAJELIS DZIKIR AL-KHIDMAH DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEAGAMAAN PEMUDA DI DESA GEMENGGENG KECAMATAN BAGOR KABUPATEN

Tahap internalisasi, keIslaman majelis taklim mafia sholawat ini, dalam bidang akidah meliputi; pengalaman dari anggota mafia mengikuti kegiatan, salam tiga jari yang

Pengembangan spiritual masyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses kegiatan bersama yang dilaksanakan oleh pembina, pengurus serta anggota anggota

Kegiatan shalawat tersebut kemudian menjadi rutinitas seminggu dua kali yakni setiap malam selasa dan sabtu, sehingga oleh Gus Hafidz bersama Majelis Syubbanul

KESIMPULAN Majelis Taklim Dzikir dan Sholawat As-Shofa Banjarmasin melaksanakan dakwah menggunakan media sosial yang saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat, khususnya di kalangan

Upaya majelis dzikir dan sholawat ma’asyara syabab dalam membentuk akhlak pemuda di desa sumber taman probolinggo Upaya pembentukan akhlak merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan

Strategi Bimbingan Keagamaan dengan Pendekatan Shalawat untuk Mengembangkan Spiritualitas Remaja Majelis Dzikir di Nalumsari Jepara .... Dampak Bimbingan Keagamaan dengan Pendekatan