• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Pelabuhan dalam Kehidupan Masyarakat dan Pengembangan Kota

N/A
N/A
wihda

Academic year: 2024

Membagikan " Peran Pelabuhan dalam Kehidupan Masyarakat dan Pengembangan Kota"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pelabuhan merupakan pintu gerbang bagi masuknya barang, orang, serta budaya dari suatu negara ke negara lain. Pelabuhan menjadi cerminan dari kehidupan serta budaya dari masyarakatnya. Beberapa fakta sejarah menunjukkan bahwa beberapa kota besar yang terletak di pesisir dahulunya merupakan kota yang ramai dengan kesibukan berbagai aktivitas masyarakatnya. Pelabuhan juga memiliki kontribusi yang amat penting dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi perkembangan lingkungan di sekitarnya serta kawasan perkotaan pada umumnya.

Pelabuhan berperan sebagai pendukung dan penghubung fasilitas-fasilitas disekitarnya, seperti permukiman, perindustrian, perkantoran, perdagangan, bisnis, pendidikan, dan kantor pemerintahan. Pelabuhan dengan fungsinya sebagai gerbang kota dan area penghubung fasilitas vital kota memiliki peran sebagai tempat berkumpul/pusat kegiatan bagi penduduk sekitar kawasan dan pengguna jasa pelabuhan.

Seperti halnya Pelabuhan Belawan, merupakan kota pelabuhan dengan jalur perdagangan tersibuk yang terletak pada lokasi yang sangat strategis. Belawan juga menjadi pintu gerbang bagi Kota Medan. Berdasarkan RTRW Kota Medan tahun 2030, Pelabuhan Belawan akan diproyeksikan sebagai Medan North Point, yaitu sebagai kawasan strategis Kota Medan bagian utara yang diarahkan sebagai pengembangan pelabuhan penumpang, EPZ (Export Processing Zone), pusat perdagangan, pusat pelayanan kawasan industri, pusat permukiman industri, perlindungan kawasan dan bangunan bersejarah, waterfront, dan theme park.

Pelabuhan Belawan sebagai daerah kawasan pelabuhan dan industri yang menjadi gerbang komoditi ekspor-impor, akan bersinergi dengan Bandara Kuala Namu, Kota Medan sebagai pusat pemerintahan kota, rencana pengembangan pusat CBD Medan (eks. Bandara Polonia) dan kota-kota disekitarnya, seperti Binjai, Deliserdang, dan Karo.

(2)

2 Gambar I.1 Sinergi Kawasan antara Pelabuhan Belawan dengan Kota Medan dan

Bandara Kuala Namu

Sinergi antar fungsi kawasan menjadi penting untuk mendukung rencana pemerintah untuk memajukan sektor perekenomian dan pariwisata Kota Medan.

Dimana mobilitas pergerakan individu menjadi hal yang utama yang harus terwadahi dengan baik dalam sebuah simpul sistem transportasi yang terintegrasi dengan fungsi kawasan strategis kota. Namun, berdasarkan pengamatan di lapangan, kondisi sistem transportasi di Kota Medan masih jauh dari indikator kenyamanan sebagai fasilitas publik. Tidak adanya integrasi yang baik antar sistem moda transportasi menyebabkan sulitnya pergerakan setiap individu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini dibuktikan masih minimnya pengguna transportasi publik dibandingkan dengan pengguna kendaraan pribadi di Kota Medan.

Gambar I.2 Diagram Hasil Kuisoner 30 Responden, Moda Transportasi menuju Terminal Pelabuhan Belawan (kiri), dan Kondisi EksistingTerminal Pelabuhan Belawan (kanan).

Pelabuhan Belawan

Kota Medan

Bandara Kuala Namu

(3)

3 Terminal penumpang Pelabuhan Belawan merupakan salah satu infrastruktur dan fasilitas transportasi publik di Kota Medan yang menyediakan jasa penyebrangan laut, yang menghubungkannya dengan pulau-pulau di Indonesia seperti Kepulauan Riau, Jawa, bahkan dengan negara lain, seperti Singapura dan Malaysia. Namun, frekuensi jumlah penumpang kapal laut terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Penurunan jumlah penumpang berbanding lurus dengan penurunan jumlah kapal penumpang yang datang dan pergi, sehingga mengakibatkan terminal penumpang akan menjadi ruang „mati‟ jika tidak ada aktifitas naik-turun penumpang. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kalah bersaingnya moda transportasi laut dengan moda transportasi udara dari segi efisiensi biaya dan waktu.

Selain itu, tidak adanya integrasi dengan transportasi publik lainnya dalam sebuah simpul sistem transportasi yang terpadu, menyebabkan sulitnya pergerakan dan perpindahan penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi laut.

Sehingga, pemerintah melakukan rencana pemindahan lokasi terminal penumpang Pelabuhan Belawan untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan dengan menciptakan sinergi dengan moda transportasi publik lainnya dan fungsi potensial kawasan (Masterplan Pelindo I Belawan 2016).

Di masa depan, terminal penumpang Pelabuhan Belawan masih memiliki peran dan pengaruh yang sangat besar terhadap kawasan perkotaan Kota Medan, dimana masih tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi laut.

Sehingga, tesis ini membahas penerapan pendekatan „place making‟ dengan konektivitas sebagai parameter utama, sebagai upaya mengintegrasikan terminal dengan fungsi-fungsi potensial kawasan sehingga menciptakan sinergi kawasan yang dapat memberikan kemudahan pergerakan dan menimbulkan interaksi individu di dalamnya. Dengan demikian, terminal penumpang Pelabuhan Belawan dapat menjadi „place‟ bagi kawasan, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas citra kawasan perkotaan yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan kawasan perkotaan.

(4)

4 I.2 Identifikasi Isu Perancangan

Berdasarkan pengamatan di lapangan, ada beberapa isu permasalahan dan potensi yang dihadapi dalam tesis, yaitu :

1. Integrasi dan konektivitas.

Permasalahan utama dalam tesis adalah aksesibilitas dimana tidak terintegrasi dan terkoneksi antara terminal penumpang pelabuhan Belawan sebagai infrastruktur dan fasilitas publik dengan fungsi-fungsi potensial kawasan, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas sirkulasi pergerakan individu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Gambar I.3 Potongan Tapak Lokasi Perencanaan 2. Degradasi kualitas terminal

Minimnya aktivitas naik-turun penumpang berdampak pada terciptanya ruang

„mati‟ pada kawasan terminal penumpang Pelabuhan Belawan. Padahal ruang-ruang pada terminal penumpang Pelabuhan Belawan berpotensi sebagai area komersial maupun fasilitas non-komersial untuk menikmati tepi air sebagai kebutuhan masyarakat untuk saling berinteraksi.

I.3 Persoalan Perancangan

Dalam perancangan, ada beberapa poin persoalan perancangan yang dihadapi dalam tesis ini, yaitu :

1. Bagaimana merancang bangunan terminal penumpang Pelabuhan Belawan sebagai fasilitas publik yang terintegrasi dengan fungsi-fungsi kota yang merespon terhadap perencanaan pengembangan kota dan sistem transportasi nasional.

(5)

5 2. Bagaimana desain merespon isu penciptaan tempat pada terminal penumpang Pelabuhan Belawan sebagai upaya peningkatan kualitas ruang yang bebas diakses publik sebagai tempat berinteraksi sosial, namun tidak menggangu fungsi utama sebagai fasilitas moda transportasi publik.

I.4 Maksud dan Tujuan Perancangan I.4.1 Maksud Perancangan

Maksud dari penulisan tesis ini adalah :

1. Meningkatkan dan mengangkat kembali peran dan potensi terminal penumpang Pelabuhan Belawan sebagai anchor pergerakan dan landmark gerbang kawasan Kota Medan yang berperan dan berkontribusi terhadap perkembangan kota.

2. Mengevaluasi peran terminal penumpang Pelabuhan Belawan sebagai ruang publik yang dapat mewadahi aktivitas publik dengan pertimbangan penambahan fasilitas publik sebagai fungsi pendukung untuk tempat berinteraksi sosial, sehingga antara fungsi utama dan fungsi pendukung akan saling bersimbiosis-mutualisme.

I.4.2 Tujuan Perancangan

Tujuan dari penulisan tesis ini adalah menghasilkan konsep perancangan melalui simulasi desain bangunan terminal penumpang Pelabuhan Belawan yang terintegrasi sebagai „place‟ dengan fungsi potensial kawasan sebagai upaya meningkatkan kualitas pergerakan dan interaksi antar individu tanpa memberikan batasan fisik, sehingga dapat meningkatkan citra dan kualitas terminal penumpang Pelabuhan Belawan yang berkontribusi untuk kawasan Pelabuhan Belawan dan Kota Medan pada umumnya.

I.5 Ruang Lingkup Perancangan

Ruang lingkup tesis perancangan ini mencakup tinjauan pada peran dan potensi terminal penumpang Pelabuhan Belawan terhadap pengembangan dan perencanaan wilayah kota secara luas, sebagai usaha meningkatkan kualitas pergerakan dan interkasi pada terminal penumpang Pelabuhan Belawan.

(6)

6 I.5.1 Lingkup Batasan Studi

Adapun batasan studi dalam penulisan tesis perancangan ini adalah melakukan kajian terhadap penciptaan „place‟ dalam perancangan bangunan terminal penumpang Pelabuhan Belawan dengan konektivitas sebagai parameter utama melalui pengoptimalan sirkulasi pergerakan yang berpotensi menghasilkan interaksi individu.

I.5.2 Lingkup Kawasan Perancangan

Lingkup kawasan perancangan berada pada kawasan pelabuhan Dermaga Belawan Lama, Medan, yang di dalamnya mencakup gudang-gudang cargo dan stasiun kereta api Belawan, yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang bersinergi dengan baik sebagai fasilitas pelayanan transportasi publik dan fungsi- fungsi sekitar kawasan, seperti permukiman, komersial, pelabuhan, dll.

Gambar I.4 Peta Kawasan Perancangan

(7)

7 Lokasi perancangan terletak di sepanjang tepian sungai Belawan, Jalan Sumatera, dan Jalan Cimanuk Baru di Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan Kotamadya Medan. Dimana pada daerah perancangan sekarang beroperasi sebagai bongkar-muat barang dan akan dialihfungsikan sebagai terminal penumpang Pelabuhan Belawan berdasarkan acuan dari masterplan Pelindo I Pelabuhan Belawan 2016 dan RTBL koridor Jalan Sumatera 2011.

Daerah perancangan ini memiliki luas ± 5 Ha, dengan penggabungan antara tapak dermaga Belawan Lama dan stasiun KA Belawan yang merespon terhadap fungsi- fungsi sekitar tapak.

I.6 Manfaat Perancangan

Adapun manfaat dari tujuan perancangan tesis ini adalah :

a. Salah satu alternatif pemecahan masalah perencanaan fasilitas moda transportasi publik pelabuhan yang berkaitan erat terhadap perkembangan perencanaan kota Medan dengan mengoptimalkan peran dan potensi terminal penumpang Pelabuhan Belawan.

b. Dapat dijadikan bahan kutipan untuk penelitian lebih lanjut tentang perancangan terminal penumpang pelabuhan dengan pendekatan konektivitas sebagai pembentuk „place‟, sebagai upaya peningkatan kualitas pergerakan dan interaksi individu.

I.7 Metodologi Perancangan

Metodologi perancangan pada tesis ini dilakukan dalam beberapa tahap, sebagai usaha untuk meningkatkan citra dan kualitas pada bangunan terminal penumpang pelabuhan Belawan dengan pendekatan konektivitas sebagai pembentuk “place”.

Adapun beberapa tahap yang dilakukan, yaitu : 1. Tahap 1

Merupakan tahap awal yang menitikberatkan pengumpulan informasi dan data yang terkait terhadap kawasan untuk melakukan penentuan isu-isu kawasan, persoalan, topik studi perancangan dan kemudian menentukan tema sebagai pendekatan untuk memecahkan persoalan perancangan.

(8)

8 2. Tahap 2

Pada tahap ini merupakan kajian terhadap teori-teori terkait dengan isu dan tema perancangan yang akan dikaji untuk menghasilkan kriteria perancangan dan melakukan tinjauan studi banding preseden terkait dengan objek studi dan tema perancangan sebagai kajian empiris yang bertujuan untuk memposisikan tesis perancangan terhadap studi preseden untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsipnya yang berkaitan dengan studi kasus.

3. Tahap 3

Selain dari literatur, dilakukan pengumpulan data-data berupa kebijakan pemerintah dan pengamatan langsung di sekitar kawasan perancangan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan baik skala makro ataupun mikro, yang selanjutnya dilakukan analisis kawasan berdasarkan kriteria perancangan yang diperoleh dari kajian teori dan preseden untuk merumuskan design responds.

4. Tahap 4

Merupakan tahap akhir dari tesis perancangan ini, dimana pada tahap ini merumuskan skenario perancangan berdasarkan kriteria dan design responds yang kemudian menyusun pemrograman fasilitas dan konsep perancangan yang akan diterjemahkan menjadi simulasi perancangan terminal penumpang Pelabuhan Belawan.

(9)

9 Diagram Kerangka Berpikir

Diagram I.1 Kerangka Berpikir

Dalam perancangan terminal penumpang Pelabuhan Belawan, konsep place- making dengan konektivitas menjadi parameter utama menjadi landasan inti untuk menemukan kriteria untuk mendukung proses perancangan.

(10)

10 Diagram Kerangka Kerja

Diagram I.2 Kerangka Kerja Kajian Teori

1. Konektivitas (Linkage

& Permeability) 2. Pergerakan 3. Place making

KRITERIA PERANCANGAN

Kajian Empiris

1. Harbourfront, Singapore 2. Batam Ferry Terminal 3. Yokohama Ferry Terminal Kajian Tipologi

1. Terminal Penumpang Pelabuhan

2. Stasiun Kereta Api

Pengumpulan data dan informasi kawasan

Menentukan isu-isu, persoalan, dan topik studi perancangan

Pendekatan Perancangan MAKING A ‘PLACE’

Kriteria Kriteria Keberhasilan

Gambaran Umum dan Analisis Kawasan Analisis kawasan mengidentifikasi

permasalahan dan potensi baik skala makro maupun mikro

DESIGN RESPONDS

EV AL UA S I

DESIGN PARTI :

Konektivitas sebagai Pembentuk ‘Place

KONSEP PERANCANGAN DAN PEMROGRAMAN FASILITAS

SIMULASI DESAIN OUTPUT

(11)

11 I.8 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Berisi mengenai latar belakang, isu perancangan, persoalan perancangan, maksud dan tujuan perancangan, ruang lingkup perancangan, manfaat perancangan, dan metodologi perancangan yang dilakukan dan sistematika penulisan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Berisi mengenai kajian literature tentang konektivitas ruang sebagai pembentuk place dengan beberapa teori seperti, place making, meanings of place, linkage dan permeability, dan pergerakan. Selain itu, tesis ini juga mengkaji teori terkait objek perancangan, yaitu mengenai terminal penumpang pelabuhan, stasiun kereta api, dan ruang publik, serta didukung dengan kajian empiris berupa studi preseden kasus dan tema sejenis.

BAB III GAMBARAN UMUM DAN ANALISA KAWASAN

Berisi mengenai tinjauan umum kawasan Pelabuhan Belawan Medan, identifikasi kebijakan dan peraturan pemerintah yang terkait terhadap studi kasus, serta analisa tapak, baik secara makro maupun mikro.

BAB IV KONSEP PERANCANGAN DAN PEMROGRAMAN FASILITAS Berisi mengenai design parti, konsep perancangan dan pemrograman fasilitas terminal penumpang Pelabuhan Belawan berdasarkan hasil temuan kajian pustaka dan analisis kawasan Pelabuhan Belawan.

BAB V SIMULASI DESAIN

Berisi mengenai pengembangan rancangan berupa simulasi desain berupa gambar perancangan, berupa gambar secara 3 dimensi, dll.

BAB VI PENUTUP

Berisi menngenai kesimpulan dan rekomendasi.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam konteks Indonesia, maka pola dakwah Islam dari pelabuhan ke pelabuhan ini serupa dengan proses terbentuknya kota- kota pelabuhan yang menjadi pusat perkembangan Islam,

1) Ada perbedaan antara PPN Kejawanan dan PPN Pelabuhan Ratu, dari sisi kondisi jalan dan akses ke pusat-pusat pertumbuhan wilayah. PPN Kejawanan terletak dipinggir

Sistem informasi berbasis internet melalui Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) memuat informasi tentang ketersediaan sumberdaya ikan, sarana dan prasarana

Padahal, Pelabuhan Cirebon memiliki peranan yang sangat penting sebagai pusat aktivitas kegiatan kemaritiman di Indonesia, terutama sebagai gerbang ekonomi Jawa Barat

Wilayah kerja yang melaksanakan kegiatan skrining penyakit tidak menular kepada pengguna dan penyedia jasa pelabuhan/bandara, dengan melakukan pemeriksaan

lingkungan hidup di Pelabuhan Benoa Bali sebagai bagian dari kegiatan pemantauan lingkungan hidup untuk kegiatan pengem- bangan kawasan pelabuhan.Hal ini sesuai

Pelabuhan yang merupakan suatu kawasan yang mempunyai beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan operasional yang bertujuan untuk melancarkan kegiatan usaha alat

Perkembangan perkebunan di pedalaman Sumatera Timur dan untuk memfasilitasi kapal yang masuk dan keluar telah mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda mengembangkan