Dalam hadis sahih beliau bersabda: "Sesiapa yang bersuci di rumah kemudian datang ke Masjid Quba' kemudian mengerjakan solat di dalamnya, baginya pahala umrah." Bahagian lain digunakan untuk tempat orang miskin yang tiada tempat tinggal. Sebenarnya masjid yang dibina atas dasar takwa (masjid Quba`), sejak hari pertama lebih baik kamu solat di dalamnya.
Setelah pembangunan masjid selesai, datanglah pemimpin orang-orang munafik itu kepada Rasulullah seraya berkata: “Pembangunan masjid telah kita selesaikan, demikian harapan kita. Dalam sejarah Islam, masjid yang dibangun dengan konsep dan fungsi mengubah ajaran Tuhan dan membahayakan umat Islam disebut “masjid dhirār” yang artinya “masjid bencana”. Masjid Quba, sebagaimana difirmankan Allah, adalah masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan.
Selain lambatnya pertumbuhan jumlah seperti yang disebutkan di atas, penyebaran masjid yang menjangkau berbagai komunitas dengan pola budaya yang sangat beragam telah mempengaruhi konsep dan fungsi masjid. Searah jarum jam dari atas: Masjid Bayan Beleq di Lombok Utara, NTB, adalah sebuah masjid kuno; Masjid Agung Syahabudin adalah masjid Kerajaan Melayu Siak, Riau; Masjid Agung Pasar Atas Bukittinggi; dan Masjid AR Fachruddin adalah Masjid Kampus UM Malang Jawa Timur.
Menanya tentang Konsep Masjid dan Fungsi Masjid Kampus dalam Membangun Budaya Islam
Masa Mekkah sering dikaitkan dengan masa penanaman keimanan, sedangkan masa Madinah sering dikaitkan dengan masa terbentuknya negara Islam (baca: membangun kebudayaan Islam meliputi pemerintahan, hukum, pendidikan, kesejahteraan, ekonomi dan bela Islam). dan keamanan). Dari kejadian tersebut timbul pertanyaan apakah berdirinya masjid pada masa Hijrah merupakan simbol bahwa masjid itu perlu. Masjid juga dapat digolongkan berdasarkan kemiripan jamaah masjid tersebut, seperti masjid tua, masjid kerajaan, masjid pasar, masjid pesantren.
Menggali Sumber Historis, Sosiologis, dan
Teologis tentang Konsep Masjid dan Fungsi Masjid Kampus dalam Membangun Budaya Islam
Bagaimana perkembangan pembangunan masjid pada masa Nabi Muhammad SAW sehingga masjid dapat dijadikan sebagai tempat untuk memajukan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia bagi umat Islam? Pada masa Nabi Muhammad (pada masa Madinah), terdapat tiga jenis masjid yang dijadikan bahan pengajaran, yaitu: (1) masjid yang pertama kali dibangun; dikenal dengan nama Masjid Quba`, yaitu masjid yang didirikan atas dasar ketakwaan; (2) masjid yang didirikan oleh orang-orang munafik dengan tujuan menghancurkan keimanan dan umat Islam; Sebelum tiba di Madinah, tepatnya di desa Quba, Nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin beristirahat selama empat hari (Senin hingga Kamis).
Selepas Nabi Muhammad tinggal di Madinah, baginda dan para sahabat sering mengunjungi Masjid Quba'. Jika dia mendapat sedekah, Nabi Muhammad segera menghantar sedekah kepada mereka dan dia tidak mengambil satu gigitan pun. Beliau memeluk Islam pada tahun ke-7 Hijriah sehingga beliau mengenali dan bertemu dengan Nabi hanya empat tahun sebelum Nabi Muhammad wafat.
Walaupun masa bersama Rasulullah tidak lama, Abu Hurairah telah menghafal dan meriwayatkan 5,374 hadis Nabi Muhammad. Setelah memeluk Islam, beliau tinggal di masjid Nabawi dan menjadi sahabat setia Nabi Muhammad dalam pelbagai situasi dan keadaan. Maka tidak hairanlah beliau memperoleh banyak ilmu tentang Nabi Muhammad.
DRAFT
Membangun Argumen tentang Konsep Masjid dan Fungsi Masjid Kampus dalam Membangun Budaya
Program utama masjid hendaklah diuruskan agar orang beriman menjadi orang yang bertaqwa. Adapun ciri-ciri orang yang bertaqwa sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Baqarah/2: 2-5 adalah sebagai berikut. Iaitu sentiasa mengingati-Nya atau mengingat-Nya, menurut perintah Allah dalam QS Al-A`raf/7: 205, Wadzkur rabbaka fī nafsika tadharru'an wa khīfatan wa dūnal jahri minal qauli bil ghuduwwi wal āshāli wa lā takun minal .
Artinya: 'Dan ingatlah Tuhanmu di dalam hatimu dengan merendahkan diri dan bertakwa, dan (bagaimana mengingat-Nya) dengan tidak meninggikan suaramu (tetapi hanya di dalam hatimu), pagi dan petang (sepanjang waktu); dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (jangan berdzikir)'. Sholat yang soleh dan sesuai dengan tujuan salat (mengingat Allah), maka salat mempunyai dampak mampu mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al-Ankabut/29:45, Innash shalāta tanhā 'anil fakhsyā`i wal munkar yang artinya: “Sesungguhnya shalat dapat mencegah keburukan dan perbuatan munkar.” Artinya: “Kepunyaan Allah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.” Harta, bahkan diri kita sendiri, adalah milik Allah.
Oleh itu, sangat mudah bagi orang-orang yang bertaqwa untuk mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah serta harta lain. Maka orang-orang yang bertaqwa mempunyai kemauan untuk melaksanakan segala perintah Allah di dalam Al-Qur’an dan menjauhi segala larangan-Nya, termasuk mentaati Rasul-Nya dan ulil amri melaksanakan misi Rasul-Nya, sesuai dengan perintah Allah dalam QS An-Nisa/ 4: 59, Athī'ullāha wa athī'ur rasūla wa ulil amri minkum. Mungkin yang dimaksudkan dengan ulil amri dalam ayat ini ialah ulama pewaris Nabi, menurut sabda Nabi Muhammad saw, "Al-'Ulama`u hum waratsatul anbiyā'i."
Orang yang bertakwa selalu mempersiapkan bekal menghadapi hari akhir berupa: (a) iman yang benar (karena berdasarkan QS Saba, iman sebagian besar orang salah) dan kuat (karena berdasarkan sabda Nabi Muahmmad, “ Al-īmānu yazīdu wa yanqushu.” Artinya, “Iman itu bisa bertambah dan berkurang; oleh karena itu, keimanan harus terus ditingkatkan); (b) ibadah yang benar dan ikhlas (Imam Ghazali mengingatkan kita untuk tidak melakukan ibadah yang batil) agar kita terbebas darinya. Cara menundukkan syahwat dan akhlak 'saya' adalah dengan selalu mentaati Allah, Rasul-Nya dan ulil amri minkum (QS An-Nisa/4: 59). Pendirian masjid – termasuk masjid kampus – hendaknya didasari atas ketakwaan, bukan atas nafsu dan sifat 'aku'.
Pengurus masjid harus mulai mengamalkan ketakwaan sekaligus menjalankan jihad besar, yaitu berjuang menekan hawa nafsu dan sifat 'aku', dengan cara menanamkan rasa rendah diri dihadapan Allah dan rendah hati dihadapan manusia (tidak sombong atau sombong terhadap diri sendiri). ). Artinya, “Wahai sekalian manusia, kamulah yang menghendaki Allah; dan (sedang) Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir/35:15). Masjid kampus harus mengembangkan program studi dasar keagamaan (mengutamakan kajian prinsip-prinsip dasar agama) secara kritis, terbuka, luas, mendalam dan membangun persaudaraan Islam, dengan tetap menjaga dan mengedepankan ciri-ciri masjid seperti shalat lima waktu, Sholat Jumat, dll.
Mendeskripsikan tentang Konsep Masjid dan Fungsi Masjid Kampus dalam Membangun Budaya Islam
Ghazali – semangat ibadah palsu; yaitu perasaan beribadah padahal ibadah tersebut tidak sejalan dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya. Ketentuan yang dimaksud terutama adalah: (a) keimanan yang benar dan teguh, (b) ibadah yang benar, ikhlas dan sungguh-sungguh, serta bebas dari sifat sombong (takabbur), kesombongan diri (‘ujub), riya’ (derajat keinginan untuk diakui orang), dan sum'ah (perbuatan baik yang ingin didengar orang), (c) perbuatan shaleh yang mencapai tingkat ihsan, dan (d) selalu berusaha melawan hawa nafsu dan akhlaknya (performa jihād agung) hingga syahwat dan akhlak-Nya benar-benar dikalahkan, yaitu dengan selalu mentaati Allah, Rasul-Nya dan ulil amri minkum (QS An-Nisa/4: .59). Seiring dengan perkembangan jaman dan suasana akademik kampus PT, masjid kampus harus mengembangkan berbagai program kerja.
Masjid kampus hendaknya mengembangkan program kajian agama yang fundamental (mengutamakan kajian prinsip-prinsip dasar agama) dan membangun persaudaraan Islam secara kritis, terbuka, luas, dan mendalam. Semangat beribadah hendaknya diarahkan pada peningkatan ketakwaan; dan menghindari – menggunakan istilah Imam Ghazali – semangat ibadah palsu; yaitu perasaan beribadah, padahal ibadah tersebut tidak sesuai dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya.
Rangkuman tentang Bagaimana Membangun Budaya Islam Melalui Masjid Kampus
Coba jelaskan ciri-ciri orang shaleh yang layak menjadi pengurus masjid berdasarkan QS Al-Baqarah/2:2-5 pada tabel berikut. Jelaskan pula ciri-ciri orang munafik yang tidak layak bagi kemajuan masjid berdasarkan QS Al-Baqarah/2:8-20 pada tabel berikut. Ciri-ciri utama: Kebenaran dan kebaikan didasarkan pada prinsip berpikir dan nafsu serta karakter saya, no.
Tugas Belajar Lebih Lanjut: Proyek Belajar Survei Aktivitas Masjid Kampus
Setiap kelompok bertugas menyelidiki satu masjid kampus untuk mengidentifikasi potensi kelemahan dan kelebihannya.
BACAAN