• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN ABU KETEL TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KULTIVAR BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PERANAN ABU KETEL TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KULTIVAR BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

FAJAR KUSUMA HENDRAWAN. PERANAN ABU KETEL TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KULTIVAR BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Dibawah Bimbingan WAHYU WIDODO dan RUKMOWATI B.

ABSTRAK

Bawang merah merupakan sayuran umbi yang multiguna, dapat digunakan sebagai bumbu masakan, sayuran, penyedap masakan, di samping sebagai obat tradisional karena efek antiseptik senyawa anilin dan alisin yang dikandungnya. Abu ketel hasil dari pembakaran blotong tebu atau ampas tebu merupakan limbah dari pabrik gula yang hampir tidak memiliki nilai ekonomis, namun memiliki kandungan unsur silika yang besar dan beberapa unsur hara lainnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara tiga kultivar bawang merah dengan dosis abu ketel dalam meningkatkan hasil bawang merah dan ketahanannya terhadap serangan hama, serta mengetahui kultivar bawang merah dan dosis abu ketel yang dapat memberikan hasil tertinggi.

Metode yang digunakan adalah percobaan lapangan dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Sebagai petak utama (main plot) adalah macam kultivar bawang merah yaitu Bima (K1), Tiron (K2), Super Biru (K3). Sebagai anak plot (sub plot) adalah macam dosis abu ketel yaitu 0 ton/ha (S0), 3 ton/ha (S1), 6 ton/ha (S2), 9 ton/ha (S3). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan per tanaman (buah), jumlah umbi per rumpun (buah), diameter Umbi (cm), bobot umbi segar per tanaman dengan daun (g/tanaman), bobot umbi segar per tanaman tanpa daun (g/tanaman), bobot umbi segar per petak (g/0.48 m2), bobot ekonomis umbi kering per petak (g/0.48 m2), serangan hama, jumlah daun patah. Data hasil pengamatan dianalisis keragamannya pada jenjang nyata 5 %. Untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda (Duncan Multiple Range Test) Jenjang nyata 5%. Hasil Penelitian menunjukan kultivar bawang merah Biru memberikan respon yang yang lebih tinggi kuantitasnya yaitu jumlah umbi per tanaman dibandingkan kultivar Bima dan Tiron dalam peningkatan hasil. Kultivar Bima memberikan kualitas yang terbaik dengan diameter umbinya yang lebih besar dibandingkan dengan kultivar Tiron dan Biru. Perlakuan dosis abu ketel tidak menunjukan perbedaan yang menonjol dalam peningkatan pertumbuhan bawang merah

Kata Kunci : bawang merah, abu ketel, kultivar

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa kultivar bawang merah memiliki sifat ketahanan yang berbeda terhadap curahan air yang banyak dan kondisi lingkungan saat hujan, seperti Bawang Merah

Perlakuan tinggi bedengan tidak berpengaruh nyata pada tiga varietas bawang merah yang ditanam diberbagai ketinggian bedengan yaitu 25 cm, 50 cm, dan 75 cm terhadap diameter umbi

Berdasarkan hasil analisis ragam hasil produksi bawang merah menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada bobot umbi panen maupun bobot umbi kering matahari umbi

Beradarkan hasil analisis rata-rata diameter umbi tanaman bawang merah bahwa kombinasi pupuk organik cair, kompos dan pupuk anorganik menunjukan hasil yang berbeda

Hasil analisis varian pada perlakuan perendaman benih bawang merah dalam beberapa lama waktu perendaman (D) air kelapa didapatkan bahwa bobot umbi per tanaman

Pada perlakuan S0/Kontrol keseluruh enam varietas bawang merah perlakuan salinitas varietas Bauji, Bima Brebes, Super Philip, Tajuk, Katumi dan Trisula menunjukan

Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan antara jarak tanam dan pupuk kandang ayam tidak terjadi interaksi terhadap rata-rata tinggi tanaman bawang merah

KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa MOL pisang dan ZPT bawang merah memberikan hasil bobot umbi tertinggi dibandingkan dengan larutan organik