TANGGAPAN BEBERAPA KULTIVAR BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP SERANGAN Fusarium oxysporum f.sp. cepae PENYEBAB PENYAKIT MOLER DI LAHAN KABUPATEN NGANJUK.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tidak dilakukannya pergiliran dengan padi, yang berarti kurang dilakukan pengolahan tanah secara intensif di lahan-lahan yang akan digunakan untuk penanaman bawang merah,
Kata kunci : Bawang merah, bawang putih, virulensi, genetika ,
Potensi Jamur Perakaran sebagai Agens Pengendalian Hayati Penyakit Moler ( Fusarium oxysporum f.sp. Cepae ) pada Bawang Merah.. Potential of Root-Colonizing Fungi as Biocontrol
Tidak dilakukannya pergiliran dengan padi, yang berarti kurang dilakukan pengolahan tanah secara intensif di lahan-lahan yang akan digunakan untuk penanaman bawang merah,
DAFTAR LAMPIRAN ... Perumusan Masalah ... Tujuan dan Manfaat Penelitian... Budidaya Bawang Merah ... Unsur Hara Kalium pada Tanaman ... Serangan Fusarium oxysporum pada Bawang
cepae pada kombinasi perlakuan suhu dan isolate jamur pengamatan hari I sampai VIII diduga dipengaruhi oleh sifat-sifat karakterisasi khas yang dimiliki
Hal tersebut membuktikan bahwa Actinomycetes rizosfer dan endofit yang berasal dari jaringan tanaman bawang merah dapat dijadikan sebagai agen pengendali hayati
Hasil Penelitian menunjukan kultivar bawang merah Biru memberikan respon yang yang lebih tinggi kuantitasnya yaitu jumlah umbi per tanaman dibandingkan kultivar Bima dan Tiron dalam