• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan & Analisa Kontrak

N/A
N/A
HUKUM UIN ALAUDDIN

Academic year: 2025

Membagikan "Perancangan & Analisa Kontrak"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN &

ANALISA KONTRAK

DR. ABDUL MUIS, S.H.,M.H.

(2)

Pengertian

Pasal 1313 KUHPerdata:

“Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.”

Subekti:

“Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal.”

Salim :

“Keseluruhan dari kaidah hukum yg mengatur hubungan

hukum antara dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat

untuk menimbulkan akibat hukum”.

(3)

Subjek Hukum Kontrak

 Subjek Hukum adalah pendukung hak dan kewajiban,

1. Manusia.

Digolongkan orang-orang yang cakap (“bekwaamheid”) adalah:

Orang-orang yang sudah dewasa.

Mereka yang tidak di bawah pengampuan.

2. Badan Hukum

-

PT

-

Koperasi

-

Yayasan, dll

(4)

Objek Hukum Kontrak

 Menurut doktrin hukum kontrak, bahwa objek hukum kontrak harus memenuhi persyaratan hukum yaitu :

1. Dapat digunakan;

2. Dapat diperdagangkan;

3. Mungkin untuk dilakukan;

4. Bernilai ekonomis; dan

5. Dapat dinilai dengan uang.

(5)

Asas Hukum Kontrak

1. Asas Konsensualisme

Asas konsensualisme adalah bahwa lahirnya kontrak yakni pada saat terjadinya kesepakatan.

2. Asas Kebebasan Berkontrak (freedom of contract) Didasarkan pada Pasal 1338 ayat (1) BW bahwa semua

perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang- undang bagi

3. Asas Mengikatnya Kontrak (Pacta Sunt Servanda) Setiap orang yang membuat kontrak, dia terikat untuk memenuhi kontrak tersebut mereka yang membuatnya.

4. Asas Itikad Baik (Goede Trouw)

Menurut Pasal 1338 ayat (3) KUH Perdata, suatu kontrak haruslah dilaksanakan dengan itikad baik ( goeder trouw, bona fide ).

(6)

Syarat Sahnya Suatu Perjanjian

1320 BW

Kesepakatan

Kecakapan

Sebab yg halal Hal tertentu

Subjekti f

Objektif

(7)

Unsur-unsur Kontrak

1. Unsur Esensiali

Sesuatu yang harus ada yang merupakan hal pokok sebagai syarat yang tidak boleh diabaikan dalam suatu perjanjian dan harus dicantumkan dalam suatu perjanjian jual beli.

Contoh : Kata Sepakat Para Pihak, Barang dan Harga dalam Jual Beli.

2. Unsur Naturalia

Unsur yang lazim melekat pada perjanjian, yaitu unsur yang tanpa diperjanjikan secara khusus dalam perjanjian dianggap ada dalam perjanjian.

Contoh : Penjual harus menjamin cacat-cacat tersembunyi kepada pembeli.

3. Unsur Aksidentalia

Unsur yang nanti ada atau mengikat para pihak apabila diperjanjikan secara tegas.

Contoh penentuan tempat saat penyerahan benda dalam hal jual beli.

(8)

BENTUK KONTRAK

Kontrak dapat berbentuk:

 Lisan

 Tulisan, dibagi 2 (dua), yaitu:

–  Di bawah tangan/onderhands

–  Otentik

(9)

KONTRAK BAKU

Pengertian...

 Mariam Darus Badrulzaman, menyatakan bahwa perjanjian baku adalah perjanjian yang isinya

dibakukan dan dituangkan dalam bentuk formulir.

 Sutan Remy Sjahdeni, menyatakan bahwa

perjanjian baku adalah perjanjian yang hampir seluruh klausula-klausulanya sudah dibakukan oleh pemakainya dan pihak yang lain pada

dasarnya tidak mempunyai peluang untuk

merundingkan atau meminta perubahan.

(10)

Jenis-Jenis Perjanjian

Standar/Baku

Mariam Darus Badrulzaman membagi jenis-jenis perjanjian standar terdiri :

1. perjanjian baku sepihak, yaitu, kontrak yang isinya ditentukan oleh pihak yang kuat kedudukannya di dalam perjanjian itu;

2.Kontrak baku yang ditetapkan oleh pemerintah, ialah kontrak baku yang mempunyai objek hak- hak atas tanah;

3. Kontrak baku yang ditentukan di lingkungan notaris atau advokat.

(11)

KONTRAK ELEKTRONIK

• Menurut Pasal 1 angka 17 UU No. 11 Thn 2008 ttg

ITE, Kontrak elektronik yaitu : “Perjanjian para pihak yg dibuat melalui sistim elektronik”.

 Kontrak elektronik merupakan kontrak yg

pembuatannya diwujudkan melalui perbuatan

hukum riil berupa “transaksi elektronik” yg

dilakukan oleh para pihak.

(12)

Lahirnya kontrak elektronik

berdasarkan kesepakatan para pihak

a. Pihak pertama telah mengirimkan penawarannya (menggunakan e-mail atau website) kpd pihak kedua;

b. Pihak kedua telah menerima penawaran dari pihak pertama;

c. Pihak kedua telah pula mengirimkan jawaban penerimaan atas penawaran (melalui e-mail atau website) kpd pihak pertama;

d. Pihak pertama telah menerima jawaban

penerimaan atas penawarannya yg telah

dikirimkan oleh pihak kedua.

(13)

Kekuatan hukum

Transaksi elektronik

 Dalam Pasal 5 ayat (1) UU ITE mengatur bahwa informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.

 Informasi elektronik dan dokumen elektronik

tersebut yg akan menjadi alat bukti

elektronik (Digital evidence). Sedangkan hasil

cetak dari infromasi dan dokumen elektronik

akan menjadi alat bukti surat.

(14)

Agar infrormasi dan dokumen elektronik dapat dijadikan alat bukti hukum yg sah maka UU ITE mengatur bahwa haruslah terpenuhi syarat formil dan materilnya.

Syarat formil diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU ITE, yaitu bahwa Informasi atau Dokumen Elektronik bukanlah dokumen atau surat yang menurut perundang- undangan harus dalam bentuk tertulis.

Syarat materil diatur dalam Pasal 6, Pasal 15, dan Pasal 16 UU ITE, yang pada intinya Informasi dan Dokumen Elektronik harus dapat dijamin keotentikannya, keutuhannya, dan ketersediaanya. Untuk menjamin terpenuhinya persyaratan materil yang dimaksud, dalam banyak hal dibutuhkan digital forensik. (Sitompul, 2012)

(15)

Peran Yang Dapat Dilakukan Oleh Perancang Kontrak

1.

MEMBERIKAN RASA AMAN ATAU

PERLINDUNGAN KEPADA PIHAK YANG MENGGUNAKAN JASA PENGACARA/ ADVOKAT (LAWYERS),

2.

MEMBERIKAN ASPEK KESEIMBANGAN KEPADA PARA PIHAK. MESKIPUN DALAM HAL INI PENGACARA /ADVOKAT (LAWYERS)

BERTINDAK UNTUK MELINDUNGI

KEPENTINGAN PIHAK YANG MEMBUTUHKAN

PENGACARA /ADVOKAT (LAWYERS).

(16)

3. MEMPERHATIKAN BERBAGAI ATURAN HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN KEINGINAN ATAU PERMASALAHAN OLEH PIHAK YANG BERSANGKUTAN YANG AKAN DITUANGKAN KE DALAM PERJANJIAN ATAU KONTRAK.

4. MEMBERIKAN DAN MENJELASKAN

MANFAAT, MAKSUD DAN TUJUAN

ATAS PERJANJIAN ATAU KONTRAK UNTUK

MEREKA YANG MEMBUTUHKANNYA

(17)

5. MEMBERIKAN PENJELASAN

MENGENAI ASPEK-ASPEK NONHUKUM YANG BERKAITAN DENGAN

SUBSTANSI PERJANJIAN ATAU KONTRAK.

6. MEMBERIKAN PENJELASAN BAHWA

PERJANJIAN ATAU KONTRAK YANG

DIBUAT EXECUTABLE

(18)

PENYELESAIAN SENGKETA HUKUM KONTRAK

Sebab-sebab timbulnya sengketa dari kontrak :

1. Para pihak kurang cermat/kurang hati2 ketika melakukan perundingan pendahuluan;

2. Para pihak kurang mempunyai wawasan hukum, khususnya hukum kontrak;

3. Para pihak tidak mempunyai keahlian untuk mengkonstruksi norma2 hukum kontrak yg pasti, adil dan efisien;

4. Para pihak kurang mampu mencermati risiko yg potensial terjadi, sehingga tdk terumuskan dalam kontrak;

5. Para pihak tidak jujur;

6. Para pihak membiarkan secara sadar/tdk sadar potensi persoalan hukum yg dapat terjadi dikemudian hari.

(19)

Cara-cara Penyelesaian Sengketa Hukum Kontrak

Penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui jalur :

Litigasi

Non Litigasi

(Alternative Dispute Resolution)

(20)

Penyelesaian Sengketa secara Litigasi (Pengadilan)

Penyelesaian sengketa hukum kontrak pada umumnya didasarkan :

1. Pembatalan Kontrak;

2. pemutusan kontrak secara sepihak;

3. wanprestasi;

4. perbuatan melawan hukum.

Pengadilan yg berwenang menyelesaikan sengketa

hukum kontrak menurut ps 25 UU 48 th 2009

adalah pengadilan negeri sebagai peradilan umum

yg merupakan badan peradilan yg berada dibawah

MA.

(21)

Memperhatikan substansi Psl 25 UU No. 48/2009 kaitannya dengan Psl 10 UU No. 2/1986 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 8/2004 dan UU 49/2009, serta Psl 300 ayat (1) UU No. 37/2004 dan Psl 56 UU No. 2/2004, maka dapat ditegaskan sbb :

1. Pengadilan Negeri berwenang menyelesaikan sengketa hukum kontrak pada umumnya;

2. Pengadilan niaga berwenang menyelesaikan sengketa hukum kontrak utang-piutang dan kontrak yg mendasari pengalihan hak kekayaan intelektual (hibah, jual beli, dan lisensi);

3. Pengadilan hubungan industrial berwenang

menyelesaiakan sengketa hukum kontrak ketenaga

kerjaan (kontrak kerja dan kontrak kerja bersama).

(22)

Non Litigasi (Alternative Dispute Resolution)

Latar Belakang :

Penyelesaian Melalui Pengadilan Sangat Lambat

Biaya Berperkara Mahal Peradilan Tidak Responsif

Kemampuan Hakim yang Generalis

(23)

Bentuk-bentuk Alternatif Penyelesaian Sengketa

Negosiasi Mediasi Konsiliasi Konsultasi

Arbitrase

(24)

Arbitrase sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa diluar Peradilan Umum

 Arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata khususnya dibidang perdagangan di luar pengadilan umum yang di dasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh pihak yang bersengketa (Ps 1 angka 1 UU No. 30/1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa).

 Yang termasuk ruang lingkup hukum

perdagangan adalah Perniagaan, Perbankan,

Keuangan, Penanaman modal, Industri, Haki,

dsb.

(25)

 Syarat utama untuk dapat dilakukan Arbitrase adalah adanya suatu perjanjian untuk berarbitrase (pasal 1 ayat (1)).

 Perjanjian Arbitrase dibuat dengan akta Notaris yang isinya memuat (pasal 9 ayat (3)) :

1.

masalah yang dipersengketakan;

2.

nama lengkap & alamat para pihak;

3.

nama lengkap & alamat arbiter;

4.

tempat arbitrase akan mengambil keputusan;

5.

jangka waktu 6 bulan penyelesaian masalah dengan cara arbitrase

6.

pernyataan kesediaan dari para pihak yang

bersengketa untuk menanggung segala biaya

yang diperlukan untuk pemeriksaan sengketa

melalui arbitrase.

(26)

Terhadap putusan arbitrase dapat diminta pembatalan bila diduga mengandung unsur-unsur :

1. dipergunakan dokumen palsu dalam persidangan.

2. telah disembunyikan dokumen yang menentukan.

3. telah dilakukan tipu muslihat

oleh lawan.

(27)

ANATOMI KONTRAK

 Judul

 Pembukaan

 Komparisi / Para pihak

 Premise / Sebab / Dasar

 Syarat syarat / Isi Perjanjian

 Klausul Pelengkap

 Penutup

(28)

JUDUL

 Judul harus mencerminkan jiwa dari perjanjian

 Ditulis dalam bentuk singkat dengan bahasa baku

 Untuk perjanjian dengan akta notaris ada

penomoran.

(29)

CONTOH

Dibawah tangan :

PERJANJIAN SEWA MENYEWA

Akta Notaris :

 PERJANJIAN KERJASAMA PEMBIAYAAN PEMBELIAN

 RUMAH/RUKO/RUKAN/KIOS/APARTEMEN/

KAVLING

 Nomor : 100.

(30)

PEMBUKAAN

 Merupakan awal akta

 Yang menunjukaan tanggal dan

tempat terjadinya perjanjian

(31)

CONTOH

Dibawah tangan :

Pada hari ini, Kamis , tanggal 19 bulan Mei tahun 2016 , bertempat di Makassar, Kami yang bertanda tangan

dibawah ini ;

Akta Notaris :

Pada pukul 10.00 WITA (Sepuluh kosong-kosong Waktu

---Indonesia Bagian Tengah), hari ini, Jumat, tanggal 22- 07-2016 ---(Duapuluh dua bulan Juli tahun duaribu

enambelas). ---

Menghadap kepada saya, --- Doktor ABDUL MUIS, Sarjana Hukum, Magister

Hukum, -

--- Notaris di Makassar, --- dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris kenal dan ---akan disebutkan pada bagian akhir akta ini :

---

(32)

KOMPARISI

a. IDENTITAS PARA PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN/KONTRAK.

b. KEDUDUKAN PARA PIHAK DALAM MELAKUKAN TINDAKAN.

c. DASAR KEDUDUKAN TERSEBUT.

d. CAKAP

(RECHTSBEKWAAMHEID) DAN

BERWENANG

(RECHTSBEVOEGHEID) UNTUK

MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM (RECTHSHANDELINGEN) YANG AKAN DISEBUTKAN/DICANTUMKAN DALAM KONTRAK/PERJANJIAN.

e. PARA PIHAK MEMILIKI HAK UNTUK MELAKUKAN SUATU TINDAKAN YANG AKAN

DICANTUMKAN DALAM

KONTRAK/PERJANJIAN.

(33)

CONTOH I (Dibawah tangan)

Nama

: ALIANDO

Pekerjaan :

Pengusaha Alamat

: Jl. Poros Makassar-

Maros

No. 10 Kab. Maros

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama

PRILLY :

Pekerjaan :

Dosen Alamat

: Jl. Manja, No. 21

Makassar

Selanjutnya disebut

PIHAK KEDUA

(34)

CONTOH II (Akta Notaris)

1. Tuan GASSING, lahir di Makassar pada tanggal 21-12-1969 (duapuluh satu bulan Desember tahun seribu sembilanratus enampuluh sembilan), Kewarganegaraan Indonesia, Direktur dari PT. MAJU MUNDUR yang akan disebut dibawah ini, bertempat tinggal di Jalan Urip Sumoharjo 7, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 001, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 737109 211269 0008, yang masa berlakunya hingga tanggal 21-12-2018 (duapuluh satu bulan --- Desember tahun duaribu delapanbelas).--- - Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut diatas, dan untuk melakukan ----

tindakan hukum dalam akta ini penghadap bertindak berdasarkan akta Kuasa Untuk Menjual Nomor --- 01,tertanggal 01-05-2013 (satu bulan Mei tahun duaribu tigabelas) yang dibuat dihadapan saya, Notaris, sebagai kuasa dari :--- -- Tuan CHANDRA, lahir di Makassar, dst...

dari dan karenanya sah bertindak untuk dan atas nama perseroan terbatas PT. MAJU MUNDUR, --- berkedudukan di Kota Makassar, suatu perseroan yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Republik --- Indonesia, yang anggaran dasarnya didirikan dengan akta Pendirian tertanggal 15-05-2008 (limabelas bulan Mei tahun duaribu delapan) Nomor 31, yang dibuat dihadapan SYAHRUDDIN, Sarjana Hukum, Magister --- Kenotariatan, Notaris di Makassar, dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia , dengan Surat Keputusannya tertanggal 13-06-2008 (tigabelas bulan Juni tahun duaribu delapan) Nomor : ---- AHU-32921.AH.01.01.Tahun 2008. --- - Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA/YANG MENYEWAKAN. ---

2. Nyonya SUSANTI, lahir di Sorong, dst....

- Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA/YANG MENYEWA

(35)

PREMISE

 Pengantar akta yang menjelaskan maksud dan tujuan dari para pihak

 Berisi alasan ataupun dasar pertimbangan adanya perjanjian

 Disebut juga sebagai konsideran atau latar belakang lahirnya perjanjian

 Kedudukan Premis pada kontrak bersifat

fakultatif, artinya tidak selalu ada dalam

setiap kontrak, pada umumnya pada

kontrak yang rumit premis ini selalu ada.

(36)

CONTOH

Sebelumnya Para Pihak menerangkan

Bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bupati No: 55 tanggal 20 Mei 2005 tentang Pembangunan Gedung Pencakar Langit yang akan diselenggarakan mulai tanggal 10 Juni 2005 , menunjuk Pihak Pertama sebagai Panitia Pembangunan

Bahwa berdasarkan Keputusan Rapat Panitia Pembangunan Gedung Pencakar Langit , tertanggal 30 Mei 2005, Pihak Pertama telah menunjuk Pihak Kedua sebagai pihak penyedia angkutan proyek

Selajutnya kedua belah pihak telah setuju dan sepakat untuk melangsungkan kerjasama Penyediaan Angkutan Proyek Pembangunan Gudung Pencakar Langit dengan ketentuan sebagai berikut :

(37)

ISI KONTRAK

 Isi kontrak dapat dibuat bebas, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang

 Mencantumkan segala hal dan pokok yang dianggap perlu,

 Sebagai pernyataan kehendak para pihak yang tertuang dalam pernyataan tertulis

 Menjelaskan dengan detail mengenai objek perjanjian.

 Menjelaskan tentang hak dan kewajiban

para pihak serta uraian lengkap mengenai

prestasi

(38)

KLAUSUL PELENGKAP

 Biasanya mengenai hal hal yang tidak dikehandaki

Wanprestasi

Overmacht / Force Majeur

Cara Penyelesaian Sengketa

 Perlu diatur karena mungkin saja terjadi

 Diperlukan ketentuan yang jelas dan dapat dilaksanakan dengan mudah

 Sebagai tempat untuk memasukkan pasal

pasal pelengkap lainnya

(39)

CONTOH I

PASAL 10 DENDA

 Debitur wajib membayar denda (penalty) atas setiap keterlambatan pembayaran

Hutang pada tanggal yang ditentukan

dalam Perjanjian Kredit sebesar Fasilitas Kredit yang telah dicairkan.

 Perhitungan denda tersebut di atas

dilakukan secara harian atas dasar pembagi tetap 360 (tiga ratus enam puluh) hari

dalam 1 (satu) tahun.

(40)

CONTOH II

Pasal 11

Force Majure/Overmacht

 Bahwa segala isi dan persyaratan dalam pasal pasal perjanjian ini menjadi tidak berlaku apabila terjadi Force Majeur.

 Bahwa pemenuhan kewajiban dan hak para pihak dalam perjanjian ini akan

dipenuhi dengan melakukan kesepakatan

baru.

(41)

Klausul Penyelesaian Sengketa

PENYELESAIAN SENGKETA 1. Pengadilan

2. Musyawarah/ ADR (Arbitrase, negosiasi, konsiliasi, mediasi)

1.

DOMISILI dan JURISDIKSI 1. Pilihan Hukum

2. Pengadilan apa (kompetensi absolute) dan

Pengadilan mana (kompetensi relatif).

(42)

CONTOH I

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak sehubungan dengan kontrak ini maka pada dasarnya akan diselesaikan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat.

2. Apabila secara musyawarah belum dapat dicapai penyelesaian, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaiakan secara hukum melalui (pilih salah satu)

Lembaga Arbitrase

Pengadilan Negeri

(43)

CONTOH II

* Perjanjian ini tunduk pada ketentuan perundang- undangan Republik Indonesia.

Untuk pelaksanaan Perjanjian ini dan segala akibatnya Para Pihak dengan ini sepakat untuk memilih domisili hukum yang tetap dan tidak berubah yaitu pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Kelas 1A Makassar di Makassar.

* Semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini, akan

diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase

Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-

peraturan administrasi dan peraturan-peraturan

prosedur arbitrase BANI, yang keputusannya

mengikat kedua belah pihak yang bersengketa

sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir.

(44)

PENUTUP

1. Subbagian kata penutup.

Biasanya menerangkan bahwa perjanjian tersebut dibuat dan ditandatangani oleh pihak- pihak yg memiliki kapasitas untuk itu, atau para pihak menyatakan ulang bahwa mereka akan terikat dengan isi kontrak.

2. Subbagian penempatan ruang tanda tangan.

Merupakan tempat pihak2 menandatangani

perjanjian atau kontrak dengan menyebut nama

pihak yang terlibat dalam kontrak, nama jelas

dan jabatan orang yang menandatangani.

(45)

Contoh (Akta Notaris)

--- DEMIKIAN AKTA INI ---

Dibuat sebagai minuta dan ditandatangani di Makassar pada pukul, hari, tanggal, bulan dan tahun tersebut pada bahagian awal akta ini dengan dihadiri oleh :---

1. Nyonya FATMAWATI RASYID, Sarjana Hukum, Karyawan Notaris, lahir di Ujung Pandang, dst....

2. Nyonya WASILAH ZAINUDDIN, Karyawan Notaris, dst...

sebagai saksi-saksi.---

Setelah saya, Notaris, membacakan akta ini kepada para penghadap dan saksi-saksi, maka segera para penghadap, saksi-saksi dan saya, Notaris menandatangani akta ini.---

Dibuat dengan tanpa perubahan.--- Minuta akta ini telah ditandatangani dengan sempurna.--- Diberikan sebagai salinan yang sama bunyinya.---

Notaris di Makassar,  

     

( Dr. ABDUL MUIS, SH.,MH.)  

(46)

CONTOH (Dibawah tangan)

Penutup

Demikian perjanjian ini dibuat berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dalam keadaan sadar , dibuat rangkap 2 , bermaterai cukup , masing masing pihak mendapatkan satu dan mempunyai kekuatan hukum yang sama yang ditanda tangani para pihak dengan dihadiri oleh saksi saksi

Para Pihak

Pihak Pertama Pihak Kedua Saksi Saksi

Saksi Pertama Saksi Kedua

(47)

BERAKHIRNYA KONTRAK

Diatur dalam Pasal 1381-1456 KUH Perdata : A. Pembayaran;

B. Novasi (Pembaharuan Utang);

C. Penawaran pembayaran tunai diikuti oleh penyimpanan atau penitipan uang atau barang pada Panitera Pengadilan Negeri;

D. Perjumpaan utang atau Kompensasi;

E.  Percampuran utang;

F. Pembebasan utang;

G. Musnahnya barang yang terutang;

H. Kebatalan dan Pembatalan Kontrak i. Berlakunya syarat batal

J. Daluwarsa

(48)

SEMOGA SUKSES &

TERIMA KASIH...

Referensi

Dokumen terkait

Iman Pasu Purba : Tinjauan Yuridis Mengenai Penggunaan Perjanjian Standar Dalam Kontrak Bisnis Waralaba Local (Analisa Terhadap Kontrak PT. Ultra Disc Prima Internasional), 2007..

Keberhasilan  suatu  kontrak  antara  lain  ditentukan  oleh  keberhasilan  proses  perancangan  kontrak  dan  negosiasi  yang  akhirnya  akan  menghasilkan  suatu 

Pasal 1313 Kitab UU Hukum Perdata (KUHPerdata) menyebutkan perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang

Dalam pasal 1313 KUHPerdata perjanjian adalah suatu perbuatan yang mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang ataupun lebih 49. Menurut

Perjanjian (persetujuan) adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. KItab Undang-Undang Hukum

Suatu Perjanjian adalah suatu perbuatan satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1313

bagi dosen, mahasiswa, klien dan mitra kerja, tujuan klinik hukum, perancangan Kontrak, kontrak, perjanjian, MoU, sumber hukum, asas-asas kontrak, syarat sahnya kontrak,

Laporan mengenai perancangan mutu kontrak untuk pengawasan teknis pembangunan Jalan Lingkar Sorong tahun anggaran