Disajikan Oleh : Anwar Junaedi
REGULASI
HYGIENE SANITASI
PANGAN
QA-I-01
Menurut Permenkes RI Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga BAB I Penggolongan Jasa Boga:
1. Jasaboga berdasar luas jangkauan yang dilayani, dikelompokkan yaitu:
a. Jasaboga golongan A b. Jasaboga golongan B c. Jasaboga golongan C
Permenkes RI Nomor
1096/Menkes/Per/VI/2011
QA-I-01
2. Jasaboga golongan A merupakan jasaboga yang melayani kebutuhan masyarakat umum, yang terdiri atas golongan A1, golongan A2, dan golongan A3.
QA-I-01
Jasaboga Golongan A a. Jasaboga Golongan A1
Jasaboga yang melayani kebutuhan masyarakat umum, dengan pengolahan makanan yang
menggunakan dapur rumah tangga dan dikelola oleh keluarga.
QA-I-01
b. Jasaboga Golongan A2
Jasaboga yang melayani kebutuhan masyarakat umum, dengan pengolahan yang menggunakan dapur rumah tangga dan memperkerjakan
tenaga kerja.
QA-I-01
c. Jasaboga Golongan A3
Jasaboga yang melayani kebutuhan masyarakat umum, dengan pengolahan menggunakan
dapur khusus, memperkerjakan tenaga kerja.
QA-I-01
3. Jasaboga golongan B merupakan jasaboga yang
melayani kebutuhan masyarakat dalam kondisi tertentu, meliputi :
a. Asrama haji, asrama transito atau asrama lainnya b. Industri, pabrik, pengeboran lepas pantai
c. Angkutan umum dalam negeri selain pesawat udara dan
d. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
QA-I-01
4. Jasaboga golongan C
• Merupakan jasaboga yang melayani kebutuhan
masyarakat di dalam alat angkut umum internasional dan pesawat udara.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG
KEJADIAN LUAR BIASA KERACUNAN PANGAN
QA-I-01
Pasal 1 :
• Keracunan Pangan adalah seseorang yang menderita sakit dengan gejala dan tanda keracunan yang disebabkan karena
mengonsumsi pangan yang diduga mengandung cemaran biologis atau kimia
QA-I-01
• Korban Keracunan Pangan atau Tersangka Korban Keracunan Pangan yang selanjutnya
disebut korban adalah seseorang yang menderita sakit/meninggal dengan gejala dan tanda sakit dan/atau ditemukannya bahan beracun dalam organ tubuhnya, karena mengonsumsi atau diduga mengonsumsi pangan mengandung cemaran biologis atau kimia
QA-I-01
• Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan yang selanjutnya disebut KLB Keracunan Pangan
adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala
yang sama atau hampir sama setelah
mengonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber keracunan.
QA-I-01
Pasal 13 :
Penyelidikan epidemiologi bertujuan untuk:
• Mengetahui agen penyebab KLB Keracunan Pangan, gambaran epidemiologi dan kelompok masyarakat yang terancam keracunan pangan, sumber dan cara terjadinya keracunan pangan.
• Menentukan cara penanggulangan yang efektif dan efisien
QA-I-01
Pasal 20 :
Pengendalian faktor risiko dilakukan dengan :
• Menerapkan higiene sanitasi pangan
• Melarang mengonsumsi pangan yang diduga sebagai penyebab keracunan
• Menarik dari peredaran dan memusnahkan pangan sebagai penyebab keracunan
QA-I-01
• Meliburkan karyawan atau tempat kerja, menutup fasilitas umum, atau menghentikan produksi
pangan untuk sementara waktu; dan/atau
• Tindakan lain yang diperlukan sesuai dengan jenis keracunan dan hasil penyelidikan
QA-I-01
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 942/MENKES/SK/VII/2003 TENTANG
PEDOMAN PERSYARATAN HYGIENE SANITASI MAKANAN
QA-I-01
Pasal 1 :
• Hygiene sanitasi adalah upaya untuk
mengendalikan : faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan
kesehatan
QA-I-01
• Penjamah makanan jajanan adalah orang yang secara langsung atau tidak langsung
berhubungan dengan makanan dan peralatannya sejak dari tahap : persiapan, pembersihan,
pengolahan, pengangkutan sampai dengan penyajian
QA-I-01
Pasal 2 :
Penjamah makanan dalam melakukan kegiatan pelayanan penanganan makanan jajanan harus memenuhi persyaratan antara lain :
Tidak menderita penyakit mudah menular misal : batuk, pilek, influenza, diare, penyakit perut
sejenisnya
QA-I-01
Menutup luka (pada luka terbuka/ bisul atau luka lainnya)
Menjaga kebersihan tangan, rambut, kuku, dan pakaian
Memakai celemek, dan tutup kepala
Mencuci tangan setiap kali hendak menangani makanan
Menjamah makanan harus memakai alat/
perlengkapan, atau dengan alas tangan
QA-I-01
Tidak sambil merokok, menggaruk anggota badan (telinga, hidung, mulut atau bagian lainnya)
Tidak batuk atau bersin di hadapan makanan jajanan yang disajikan dan atau tanpa menutup mulut atau hidung
QA-I-01
Pasal 3 :
Peralatan yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan makanan harus sesuai dengan
peruntukannya dan memenuhi persyaratan hygiene sanitasi
QA-I-01
Peralatan :
a. Peralatan yang sudah dipakai dicuci dengan air bersih dan dengan sabun;
b. Lalu dikeringkan dengan alat pengering/lap yang bersih
c. Kemudian peralatan yang sudah bersih tersebut disimpan di tempat yang bebas pencemaran
Dilarang menggunakan kembali peralatan yang dirancang hanya untuk sekali pakai
QA-I-01
Pasal 4 :
1. Air yang digunakan dalam penanganan
makanan jajanan harus air yang memenuhi
standar dan Persyaratan Hygiene Sanitasi yang berlaku bagi air bersih atau air minum.
2. Air bersih yang digunakan untuk membuat minuman harus dimasak sampai mendidih.
AIR, BAHAN MAKANAN, BAHAN TAMBAHAN DAN PENYAJIAN
QA-I-01
Pasal 6 :
Penggunaan bahan tambahan makanan dan bahan penolong yang digunakan dalam mengolah
makanan jajanan harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
QA-I-01
Pasal 7 :
• Bahan makanan, serta bahan tambahan
makanan dan bahan penolong makanan jajanan siap saji harus disimpan secara terpisah
• Bahan makanan yang cepat rusak atau cepat membusuk harus disimpan dalam wadah
terpisah.
QA-I-01
Pasal 10 :
• Makanan jajanan yang diangkut, harus dalam keadaan tertutup atau terbungkus dan dalam wadah yang bersih.
• Makanan jajanan yang diangkut harus dalam wadah yang terpisah dengan bahan mentah sehinggga terlindung dari pencemaran.
QA-I-01
Pasal 11 :
• Makanan jajanan yang siap disajikan dan telah lebih dari 6 (enam) jam apabila masih dalam keadaan baik, harus diolah kembali sebelum disajikan.
Pasal 12 :
• Konstruksinya harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melindungi makanan dari
pencemaran, al :
QA-I-01
a. mudah dibersihkan;
b. tersedia tempat untuk : 1. air bersih;
2. penyimpanan bahan makanan;
3. penyimpanan makanan jadi/siap disajikan;
4. penyimpanan peralatan;
5. tempat cuci (alat, tangan, bahan makanan);
6. tempat sampah.
QA-I-01
• Pada waktu menjajakan makanan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat di atas harus dipenuhi, dan harus terlindungi dari debu, dan pencemaran.
QA-I-01
Pasal 16 :
a. Penjamah makanan berkewajiban memiliki
pengetahuan tentang hygiene sanitasi makanan dan gizi serta menjaga kesehatan.
b. Pengetahuan mengenai hygiene sanitasi makanan dan gizi serta menjaga kesehatan diperoleh melalui kursus hygiene sanitasi makanan .
c. Pedoman penyelenggaraan kursus hygiene sanitasi makanan
QA-I-01
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1098/MENKES/SK/VII/2003
TENTANG
PERSYARATAN HYGIENE SANITASI RUMAH MAKAN DAN RESTORAN
QA-I-01
Pasal 4 :
• Tenaga penjamah makanan yang bekerja pada usaha rumah makan dan restoran harus berbadan sehat dan tidak menderita penyakit menular.
• Penjamah makanan harus melakukan pemeriksaan kesehatannya secara berkala minimal 2 (dua) kali dalam satu tahun
QA-I-01
• Penjamah makanan wajib memiliki sertifikat kursus penjamah makanan.
• Sertifikat kursus penjamah makanan sebagaimana dimaksud tersebut di atas diperoleh dari institusi penyelenggara kursus sesuai dengan perundang undangan yang berlaku
QA-I-01
Pasal 9 :
Rumah makan dan restoran dalam menjalankan usahanya harus memenuhi persyaratan hygiene sanitasi, meliputi : a. Persyaratan lokasi dan bangunan;
b. Persyaratan fasilitas sanitasi;
c. Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan;
d. Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi;
e. Persyaratan pengolahan makanan;
f. Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan maknanan jadi;
g. Persyaratan peralatan yang digunakan
Good design
QA-I-01
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 66 TAHUN 2014 TENTANG
KESEHATAN LINGKUNGAN
QA-I-01
• Kesehatan Lingkungan adalah upaya pencegahan penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas
lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial
• Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan adalah spesifikasi teknis atau nilai yang dibakukan pada
media lingkungan yang berhubungan atau berdampak langsung terhadap kesehatan masyaraka
Bukti report rutin
UPL-UKL
QA-I-01
Pasal 2 :
• Pengaturan Kesehatan Lingkungan bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik dari aspek fisik, kimia, biologi,
maupun sosial, yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya
QA-I-01
Pasal 7 :
• Kualitas lingkungan yang sehat ditentukan melalui pencapaian atau pemenuhan Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Pasal 8 :
• Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan ditetapkan pada media
lingkungan yang meliputi : air, udara, tanah, pangan, sarana dan bangunan dan binatang pembawa penyakit
QA-I-01
• Media lingkungan yang ditetapkan Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada
pernyataan di atas merupakan media lingkungan yang berhubungan atau berdampak langsung
terhadap kesehatan masyaraka
QA-I-01
Pasal 9 :
• Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan terdiri atas :
Standar baku mutu dan Persyaratan Kesehatan air minum
Standar baku mutu dan Persyaratan Kesehatan air untuk keperluan higiene dan sanitasi
Standar baku mutu dan Persyaratan Kesehatan air untuk kolam renang, solus per aqua, dan pemandian umum
QA-I-01
Standar baku mutu air minum :
• Fisik (bau, warna, rasa, kekeruhan, suhu dan total zat terlarut)
• Biologi (coliform dan e.coli)
• Kimia (pestisida, desinfectan, bahan organik dan an organik
• Radioaktif
QA-I-01
Pasal 13 :
Persyaratan Kesehatan air untuk keperluan higiene dan sanitasi :
• Air dalam keadaan terlindung dari sumber pencemaran, binatang pembawa penyakit,
• Tempat perkembangbiakan vektor, aman dari kemungkinan kontaminasi
QA-I-01
Pasal 17 :
Standar baku mutu udara dalam ruang dan udara ambien yang memajan langsung pada manusia terdiri atas unsur :
• Suhu
• Pencahayaan
• Kelembamam
• Laju ventilasi
• Partikel debu
QA-I-01
• Kebisingan
• Sulfur dioksida (SO2)
• Nitrogen dioksida (NO2)
• Karbon monoksida (CO)
• Timbal (Pb)
• Asbes
• Volatile organic compound (VOC)
• Formaldehid
• Environmental tobacco smoke (ETS)
• Jamur, bakteri pathogen dan virus
SUHU UDARA RUANG
QA-I-01
Persyaratan Kesehatan udara dalam ruang yang memajan langsung pada manusia terdiri atas :
• Udara dalam ruang terhindar dari paparan asap berupa asap rokok, asap dapur, dan asap dari sumber bergerak lainnya
• Suhu udara dalam ruang sama dengan suhu udara luar ruang
QA-I-01
Pasal 22 :
Persyaratan Kesehatan untuk media pangan
• Pangan dalam keadaan terlindung
• Pengolahan, pewadahan, dan penyajian memenuhi prinsip higiene dan sanitasi
• Prinsip higiene dan sanitasi pada pengolahan, pewadahan, dan penyajian :
QA-I-01
peralatan masak dan peralatan makan harus terbuat dari bahan food grade
lapisan permukaan peralatan harus tidak larut dalam suasana asam, basa, atau garam yang lazim terdapat dalam pangan
lapisan permukaan peralatan harus tidak
mengeluarkan bahan berbahaya dan logam berat beracun
QA-I-01
peralatan bersih yang siap pakai tidak boleh dipegang di bagian yang kontak langsung dengan pangan atau yang menempel di mulut
peralatan harus bebas dari kuman eschericia coli dan kuman lainnya
keadaan peralatan harus utuh, tidak cacat, tidak retak, tidak gompal, dan mudah dibersihkan
wadah yang digunakan harus mempunyai tutup yang dapat menutup sempurna dan dapat mengeluarkan udara panas dari pangan untuk mencegah pengembunan
QA-I-01
wadah harus terpisah untuk setiap jenis pangan, pangan jadi atau masak, serta pangan basah dan kering
menggunakan celemek atau apron, tutup rambut, dan sepatu kedap air untuk melindungi pencemaran
pangan
menggunakan sarung tangan plastik sekali pakai, penjepit makanan, dan sendok garpu untuk
melindungi kontak langsung dengan pangan
QA-I-01
penyajian pangan dilakukan dengan cara yang terlindung dari kontak langsung dengan tubuh
tidak merokok, makan, atau mengunyah selama bekerja atau mengelola pangan
selalu mencuci tangan sebelum bekerja, setelah bekerja, dan setelah keluar dari toilet atau jamban dalam mengelola pangan
QA-I-01
Pasal 47 :
Pengawasan terhadap limbah Pasal 50 :
• Pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dengan metode fisik dilakukan dengan cara paling sedikit mengubah salinitas dan/atau derajat keasaman (pH) air, memberikan radiasi, dan/atau pemasangan perangkap
QA-I-01
• Pengendalian vektor dan binatang pembawa
penyakit dengan metode kimia dilakukan dengan menggunakan bahan kimia
• Pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dengan metode biologi paling sedikit dilakukan dengan menggunakan bakteri.
QA-I-01
• Pengendalian vektor dan binatang pembawa
penyakit melalui pengelolaan lingkungan dilakukan dengan mengubah habitat perkembangbiakan vektor dan binatang pembawa penyakit secara permanen dan sementara
• Pengendalian vektor terpadu terhadap vektor dan binatang pembawa penyakit dilakukan dengan
berbagai metode
QA-I-01
Pasal 54 (SDM) :
• Dalam penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan diperlukan sumber daya manusia kesehatan
yang memiliki keahlian dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan
• Keahlian dan kompetensi dibuktikan dengan sertifikat kompetensi
Semuanya termuat dalam ISO 14001 : 2015
QA-I-01
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG
PANGAN
QA-I-01
• Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati : produk pertanian, perkebunan,
kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang
diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan
Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan,
pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman
PENGERTIAN
QA-I-01
• Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari
kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan
membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk
dikonsumsi.
QA-I-01
• Sanitasi Pangan adalah upaya untuk
menciptakan dan mempertahankan kondisi
Pangan yang sehat dan higienis yang bebas dari bahaya cemaran biologis, kimia, dan benda lain.
• Persyaratan Sanitasi adalah standar kebersihan dan kesehatan yang harus dipenuhi untuk
menjamin Sanitasi Pangan
Undang-undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan
QA-I-01
Pasal 67 :
• Keamanan Pangan diselenggarakan untuk menjaga Pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.
• Keamanan Pangan dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan
membahayakan kesehatan manusia
Pasal 70 :
(1) Sanitasi pangan dilakukan agar pangan aman untuk dikonsumsi;
(2) Sanitasi pangan dilakukan dalam kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan/ atau proses peredaran pangan
Undang-undang No. 18 tahun 2012 tentang
Pangan
Undang-undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan
QA-I-01
Pasal 71 :
(1) Setiap orang yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko bahaya pada pangan, baik yang
berasal dari bahan, peralatan, sarana produksi, maupun dari perseorangan sehingga keamanan pangan terjamin.
(2) Setiap orang yang menyelenggarakan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan/atau peredaran pangan wajib :
a. Memenuhi persyaratan sanitasi
b. Menjamin keamanan pangan dan/atau keselamatan manusia.
HACCP
Risk
QA-I-01
Psal 73 :
Bahan tambahan Pangan merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam Pangan untuk
mempengaruhi sifat dan/atau bentuk Pangan Pasal 75 :
Setiap Orang yang melakukan Produksi Pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan
QA-I-01
• Bahan tambahan Pangan yang melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan;
dan/atau
• Bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan Pangan
• Ketentuan mengenai ambang batas maksimal dan bahan yang dilarang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah
QA-I-01
Pasal 90 :
Setiap Orang dilarang mengedarkan Pangan tercemar, yaitu :
• mengandung bahan beracun, berbahaya, atau yang dapat membahayakan kesehatan atau jiwa manusia
• mengandung bahan yang kotor, busuk, tengik, terurai, atau mengandung bahan nabati atau hewani yang berpenyakit.
• sudah kedaluwarsa
TERIMAKASIH
LANJUT