TUGAS PRAKTIKUM PETROLOGI
BATUAN SEDIMEN NON KLASTIK
Disusun Oleh:
Mikha Darren Setiawan 21100123140111
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
MEI 2024
Bagaimana cara membedakan batuan sedimen klastik dan batuan sedimen non klastik?
Perbedaan yang ditemukan pada kedua jenis batuan sedimen tersbut dapat dilihat dari sumber, transportasi, dan lingkungan pengendapannya. Menurut sumber komponen penyusunnya, batuan sedimen termasuk dalam tiga kategori utama:
klastik , nonklastik, dan biogenic atau organic. Subbagian dari batuan sedimen dibagi berdasarkan tekstur dan komposisi mineralnya. Untuk membedakan kedua jenis batuan sedimen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan Asal Material Penyusunnya
Batuan sedimen klastik biasanya terbentuk dari pecahan suatu batua yang sudah ada sebelumnya dan mengalami erosi dan penghimpunan. Dimana denritus tersebut berasal dari batuan beku, metamorf, maupun batuan sedimen yang lainnya. Contoh dari batuan sedimen klastik adalah breksi, konglomerat, batupasir, batulempung, dan lanau.
Batuan sedimen non klastik terbentuk dari material yang baru bukan berasal dari pecahan batuan. Material tersebut dapat berasal dari hasil pengendapan kimiawi dan aktivitas organik maupun aktivitas yang lainnya.
Contoh batuan sedimen non klastik adalah batubara, batu besi, dan batu rijang.
2. Berdasarkan Pelapukan Yang Membentuk
Batuan Sedimen Klastik mengalami pelapukan mekanis, batuan dipecah menjadi potongan-potongan kecil akibat terjepitnya embun beku dan abrasi yang disebabkan oleh, misalnya, ledakan pasir di permukaan tebing dengan meniupkan pasir di makanan penutup, atau gerusan air yang mengangkut pasir, kerikil, dan batu besar di batuan dasar sungai pegunungan. Pelapukan mekanis memecah batuan menjadi potongan-potongan yang semakin kecil tetapi tanpa mengubah mineralnya.
Batuan Sedimen Non Klastik mengalami pelapukan kimia, mineral diubah menjadi mineral baru dan produk sampingan mineral. Beberapa mineral seperti halit dan kalsit mungkin larut sepenuhnya. Mineral lainnya, terutama mineral silikat, diubah melalui proses kimia yang disebut hidrolisis
. Hidrolisis adalah reaksi mineral di perairan yang sedikit asam.
Kebanyakan udara permukaan alami bersifat sedikit asam karena karbon dioksida dari udara larut dalam udara. Sebagian CO2 yang terlarut bereaksi dengan udara membentuk senyawa kimia asam karbonat.
3. Berdasarkan Tekstur Batuan
Pada batuan sedimen klastik memiliki tekstur yang kasar dan berlapis dengan suatu butiran yang terlihat jelas secara megaskopis. Tetapi, ukuran butir pada batuan ini dapat bervariasi mulai dari besar (breksi) hingga yang halus seperti batulempung.
Batuan sedimen non klastik memunyai tekstur yang lebih halus dan kompak, tetapi butiran-butirannya tidak terlihat jelas. Tekstur pada batuan ini juga bervariasi mulai dari kristal yang terdapat pada batu kapur hingga berongga seperti batu apung yang dapat diidentifikasikan jenisnya
4. Berdasarkan Komposisi Batuan
Batuan sedimen klastik tediri dari mineral yang sama dengan batuan asalnya. Contohnya adalah breksi yang terbentuk dari granit dan akan memiliki komposisi mineral yang sama pula dengan granit, batu pasir, batu lempung, dan batu serpih..
Batuan sedimen non klastik memiliki komposisi mineral yang berbeda dengan material asalnya. Contohnya pada batu kapur yang terbentuk dari cangkang kerang yang dimana memiliki mineral yang berbeda dan batu gamping.
5. Berdasarkan Proses Pembentukan
Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari hasil penghancuran batuan lain, kemudian mengalami proses transportasi dan pengendapan. Batuan sedimen klastik didasarkan pada ukuran butir, mengacu pada skala Wentworth. Batuan sedimen klastik terdiri dari fragmen dan matriks, fragmen adalah butir itu sendiri sedangkan matriks adalah yang mengikat semua fragmen yang terdapat pada batuan. Contoh batuan sedimen klastik yaitu batu pasir, batu lempung, batu serpih, breksi dan konglomerat.
Batuan sedimen non klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk akibat proses kimiawi maupun organik, ataupun dari proses penghabluran, dapat juga dari proses biokimia yang disebabkan oleh organisme yang terdapat pada saat proses pembentukan batuan sedimen. Batuan sedimen non klastik dicirikan tidak mempunyai butir, baik bentuk butir maupun ukuran butir,
contohnya adalah batu gamping.
Kesimpulan :
Batuan sedimen yang terbentuk dari hasil proses sedimentasi, termasuk pelapukan, pengangkutan dan pengendapan. Batuan Sedimen dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu Sedimen Klastik, Sedimen Non Klastik dan Sedimen Organik, tetapi yang dibahas yaitu menegani perbedaan Klastik dan Non Klastik, yang dimana dapat dilihat dari material asal pembentukannya, kemudian dapat diklasifikasikan batuan sedimen dari proses pelapukan, yaitu pelapukan secara mekanis dan kimiawi. Batuan sedimen yang proses pelapukannya secara mekanis berarti termasuk batuan sedimen klastik yang dimana mempunyai butir, sedangkan batuan sedimen yang proses pelapukannya secara kimiawi maka batuan sedimen tersebut termasuk batuan sedimen non klastik yang tidak mempunyai butir. Dapat dibedakan juga melalui tekstur dan komposisi yang terlihat dan yang dapat diidentifikasikan dari kedua jenis batuan tersebut, dan yang terakhir dapat dibedakan dari proses pembetukan batuan yang memiliki perbedaan masing- masing.