• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Batuan Ubahan dan Batuan Metamorf

N/A
N/A
Star Zero90

Academic year: 2025

Membagikan "Perbedaan Batuan Ubahan dan Batuan Metamorf"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

i

TUGAS PRAKTIKUM PETROLOGI BATUAN UBAHAN

Disusun Oleh:

Mikha Darren Setiawan 21100123140111

LABORATORIUM SUMBERDAYA MINERAL DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

MEI 2024

(2)

i

SOAL

Apa yang membedakan batuan ubahan hasil pelapukan dan alterasi hidrotemal dengan batuan metamorf? Jelaskan!

JAWABAN

1. Batuan Ubahan Alterasi Hidrothermal

Batuan yang mengalami proses yang sangat kompleks yang melibatkan perubahan mineralogi, kimiawi, dan tekstur yang disebabkan oleh interaksi fluida panas dengan batuan yang dilaluinya, di bawah kondisi evolusi fisio-kimia. Alterasi batuan akan menghancurkan batuan asal, baik struktur, tekstur maupun komposisi mineral sehingga batuan menjadi lebih lunak (kecuali alterasi jenis silisifikasi), namun tidak menghasilkan jenis batuan baru.

a. Proses pembentukan: Proses yang melibatkan perubahan secara mineralogi, kimiawi, dan tekstur yang disebabkan oleh interaksi fluida panas dengan batuan yang dilaluinya, di bawah kondisi evolusi fisio-kimia

b. Tekstur: Batuan akan dapat berubah tergantung dari proses alterasi yang bekerja. Batuan akan dapat menjadi lebih kompak, berlapis atau mengalami rekristalisasi.

c. Hasil: Proeses ubahan dari hasil alterasi hydrothermal akan menghasilkan batuan dengan mineralogi dan tekstur yang baru namun tidak menunjukkan sisa-sisa batuan aslinya

d. Contoh : Tanah liat, batukapur

2.

Batuan Metamorf

Batuan yang mengalami proses metamorfisme (perubahan) dari batuan yang telah ada sebelumnya, yang karena proses metamorfisme mengalami perubahan, baik tekstur maupun komposisi mineralogi. Istilah untuk menyebut batuan asal dari batuan metamorf adalah Protolith. Batuan akan mengalami proses metamorfisme ketika diatas dari 200°C dan tekanan diatas 300 Mpa. Proses metamorfisme memang terjadi perubahan tekstur dan komposisi, namun yang harus diperhatikan bahwa pada proses metamorfisme ini tidak terjadi perubahan fase. Faktor pengontrol metamorfisme oleh suhu dan tekanan, suhu akan meningkat seiring dengan peningkatan kedalaman lapisan bumi dan suhu juga bisa meningkat pada saat terjadi intrusi magma sedangkan tekanan akan meningkat juga seiring dengan kedalaman (burial) timmbunan. Suhu dan tekanan dapat mengubah tekstur dan

(3)

i komposisi dari batuan yang dikenai, baik secara sendiri-sendiri maupun gabungan.

a. Proses pembentukan: Proses metamorfisme, yaitu perubahan batuan akibat tekanan dan temperatur tinggi, pergerakan magma atau perubahan kimiawi di dalam kerak bumi.

b. Tekstur: Batuan akan dapat terubah tekstur yang sangat signifikan. Seperti menjadi lebih kompak, memiliki foliasi atau bergaris tergantung dengan jenis metamorfisme yang dikenai batuan

c. Hasil: Menghasilkan jenis batuan dengan mineralogi dan tekstur yang baru dan tidak menunjukkan sisa-sisa batuan aslinya.

d. Phillitic, Kuarsa, Gneiss, Zeolit

Referensi

Dokumen terkait

Batuan malihan/ubahan ( metamorphic , Yunani : meta = berubah, morphe = bentuk) berasal dari batuan beku atau batuan sedimen yang termalihkan (terubah) di dalam bumi yang

Hasil pengamatan yang dilakukan Wijanarko (2007) dengan parameter komposisi mineralogi batuan menghasilkan batuan metamorf pada daerah Perbukitan Jiwo Barat terbagi

Batuan metamorf merupaka batuan hasil malihan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya perubahan komposisi mineral, tekstur dan

Pada dasarnya tekstur pada batuan metamorf terbagi menjadi karena proses rekristalisasi yaitu perubahan butiran halus menjadi kasar dan proses reorientasi terbagi

Deskripsi mikroskopis batuan metamorf tipe porphyroclast dengan komposisi mineral garnet, kuarsa, dan

Laporan awal praktikum geologi fisika batuan

Dokumen ini membahas perbedaan antara batuan sedimen klastik dan non-klastik berdasarkan asal material penyusun dan pelapukan yang

Dokumen ini membahas perbedaan antara batuan sedimen klastik dan non-klastik berdasarkan asal material penyusun dan proses pelapukan yang