• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN PADA JALAN SP. MERANJAT - BATAS KAB. MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 26+000 s/d STA 31+000 - POLSRI REPOSITORY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PERENCANAAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN PADA JALAN SP. MERANJAT - BATAS KAB. MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 26+000 s/d STA 31+000 - POLSRI REPOSITORY"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

222

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari perencanaan proyek pembangunan jalan Simpang Meranjat – Batas Kabupaten Muara Enim Sta. 26+000 – Sta. 31+000 ini, antara lain :

1. Jalan yang direncanakan pada proyek ini termasuk ke dalam jalan kelas II A dimana lebar perkerasan 2 x 3,5 m dengan kemiringan melintang 2 % dan lebar bahu jalan 2 x 1,5 m dengan kemiringan melintang 4 %.

2. Jalan ini dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan dengan batas kecepatan rencana jalan yaitu 40 dan 50 Km/jam.

3. Pada jalan ini direncanakan terdapat 8 tikungan diantaranya 1 buah tikungan jenis Spiral – Circle – Spiral, 3 buah tikungan jenis Spiral – Spiral, dan 4 buah tikungan jenis Full Circle.

4. Besar volume pekerjaan galian yaitu 20.567,05 m3, sedangkan untuk pekerjaan timbunan sebesar 23.597,13 m3.

5. Lapisan permukaan menggunakan Laston (MS 744) dengan tebal 7,5 cm, lapisan pondasi atas menggunakan Batu pecah kelas A (CBR 100) dengan tebal 20 cm, sedangkan lapisan bawah menggunakan Sirtu kelas A (CBR 70) dengan tebal 25 cm.

6. Untuk pembangunan jalan ini diperlukan dana sebesar Rp 21.963.276.000,00 (dua puluh satu miliar sembilan ratus enam puluh tiga juta dua ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) dengan waktu pelaksanaan 46 hari.

222

(2)

223

5.2. Saran

Dalam pembuatan laporan akhir ini ada beberapa saran yang dapat penulis sampaikan antara lain :

1. Perencanaan jalan raya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan harus mengacu pada pedoman dan peraturan yang ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

2. Dalam perencanaan trase jalan, hendaknya jangan terlalu banyak memotong kontur sehingga jalan akan direncanakan tidak terlalu mendaki atau menurun.

Selain itu, dalam merencanakan trase jalan juga herus memperhatikan banyaknya pekerjaan galian dan timbunan yang akan dihasilkan, hal ini mengurangi besarnya biaya pekerjaan.

3. Penentuan kecepatan rencana hendaknya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada dilapangan.

Referensi

Dokumen terkait

Didalam suatu perencanaan garis lengkung maka perlu diketahui hubungan kecepatan rencana dengan kemiringan melintang jalan (superelevasi) karena garis lengkung yang

Didalam penulisan laporan akhir ini, penulis ingin mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanakan desain geometrik, tebal perkerasan, dan bangunan pelengkap

Di dalam penulisan laporan akhir ini, penulis ingin mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanaan desain geometrik , tebal perkerasan, dan bangunan

Penyusunan Laporan Akhir ini berjudul “Perencanaan Geometrik dan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Batas Kota Palembang – Tanjung Api- api STA 27+000 – STA

Didalam penulisan laporan akhir ini, penulis ingin mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanakan desain geometrik, tebal perkerasan, dan bangunan pelengkap

Didalam pembuatan tugas akhir ini, penulis ingin mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanakan desain geometrik dan tebal perkerasan Jalan

Berdasarkan trase jalan, CBR, LHR dilakukan perhitungan geometrik jalan yang mengacu kepada standar Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (TPGJAK)

i PERENCANAAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN BYPASS BATURAJA STA 00 + 000 – STA 05 + 000 PROVINSI SUMATERA SELATAN LAPORAN AKHIR Dibuat memenuhi